Administrasi Pendidikan

Administrasi Pendidikan: Pengertian, Fungsi & Tujuan

Diposting pada

Berbicara mengenai pendidikan tentu setiap orang yang melakukannya memiliki sebuah tujuan untuk mencapai target tertentu. Maka dari itu, pastinya ada cara-cara tersendiri agar dapat mewujudkannya. Salah satunya dengan memahami penjelasan mengenai administrasi pendidikan: pengertian, fungsi, tujuan dan ruang lingkupnya.

Konsep Administrasi Pendidikan

Konsep Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan terdiri atas dua kata yang masing-masing mempunyai pengertian atau makna tersendiri, yaitu administrasi dan pendidikan. Asal dari kata administrasi yaitu bahasa latin ad dan ministrare. Ad memiliki arti intensif sedangkan ministrare adalah melayani, membantu serta mengarahkan.

Jadi dapat dikatakan administrasi adalah melayani secara intensif. Pendidikan dapat dikatakan sebagai upaya memanusiakan manusia muda. Selain itu, juga proses berisi berbagai macam kegiatan yang cocok untuk setiap individu dalam kehidupan sosialnya.

Baca Juga: Pengertian Pendidikan

Dari beberapa konsep makna dari dua kata di atas, maka muncullah istilah administrasi pendidikan yang kini banyak dipelajari dan dipraktekkan di lembaga-lembaga sekolah. Nah, untuk itu alangkah baiknya jika Anda mengetahui pengertiannya lebih dulu.

Pengertian Administrasi Pendidikan secara Umum

Administrasi pendidikan adalah sebuah proses atau upaya kerja sama untuk mencapai target tertentu dengan cara melihat hubungan antara komponen-komponen yang nantinya dapat memperbaiki sebuah sistem tatanan menggunakan perangkat kegiatan pembelajaran.

Ada banyak cara ataupun usaha dalam mencapai tujuan dari sebuah manajemen pendidikan yang telah disusun. Seperti wajib belajar 9 tahun dan jika memungkinkan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di perguruan tinggi.

Dalam berbagai media juga dituliskan bahwa pendidikan tidak hanya berlaku dalam bidang akademis saja, melainkan bisa dilakukan dimana saja seperti pembelajaran karakter yang dapat diperoleh dari keluarga.

Pengertian Adminisrasi Pendidikan Menurut Ahli

Pengertian Administrasi Pendidikan Menurut Ahli

Adapun pengertian administrasi pendidikan menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Administrasi Pendidikan Menurut Hadari Nawawi

Administrasi pendidikan tidak hanya dapat diartikan sekali saja. Banyak para ahli yang turut memberikan makna sesuai dengan apa yang telah dipahami dan juga dipelajarinya. Salah satunya yaitu Hadari Nawawi.

Menurut Hadari Nawawi, administrasi pendidikan yaitu serangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerja sama dari sejumlah orang untuk mencapai sebuah tujuan yang terencana dan sistematis dalam lingkungan tertentu.

Administrasi Pendidikan Menurut Engkoswara

Menurut Engkoswara, administrasi pendidikan ialah ilmu yang mempelajari penataan sumberdaya, di antaranya manusia, kurikulum atau sumber belajar serta fasilitas untuk mencapai sebuah tujuan secara optimal.

Jadi menurutnya, dengan adanya administrasi pendidikan, setiap lembaga akan mampu mencapai target yang telah disusun secara optimal serta dapat menciptakan suasana terbaik dengan cara mempelajari penataan sumberdaya tertentu.

Administrasi Pendidikan Menurut Ngalim Purwanto

Menurut Ngalim Purwanto, administrasi pendidikan ialah rangkaian proses pengarahan serta pengintegrasian segala hal baik material, personal dan spiritual yang bersangkutan untuk tercapainya tujuan tertentu.

Jadi, pada saat mempraktekkan administrasi pendidikan ini harus ada pengarahan tertentu kepada setiap individu agar masing-masing dari tujuan atau target yang ingin dicapai oleh sebuah lembaga dapat terwujud sesuai keinginan.

Administrasi Pendidikan Menurut Dadang Suhardan dan Nugraha Suharto

Menurut tokoh ini, administrasi pendidikan yaitu seluruh proses kerjasama antara dua orang atau lebih, bertujuan untuk mencapai serta mewujudkan sebuah tujuan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya.

Dalam pengertian tersebut, terdapat beberapa unsur yang terkandung di antaranya, adanya dua manusia atau lebih, tujuan yang akan dicapai, peralatan dan perlengkapan termasuk waktu serta tempat untuk melaksanakan tugas.

Administrasi Pendidikan Menurut Sutisna

Menurut Sutisna, admisistrasi pendidikan merupakan keseluruhan proses atau kegiatan yang memuat sumber-sumber, baik personil ataupun materil agar dapat menjadi efektif dalam mencapai tujuan serta target tertentu.

Proses dalam mencapai tujuan tersebut melingkupi organisasi, perencanaan, koordinasi, pengawasan, pelayanan dan penyelenggaraan dari segala hal mengenai kepentingan sekolah yang langsung berhubungan dengan bidang pendidikan.

Administrasi Pendidikan Menurut Syarif dan Syamsi

Menurut Syarif, administrasi pendidikan ialah seluruh usaha bersama-sama untuk mendayagunakan sumber-sumber baik personil maupun materil secara efektif serta efisien guna menunjang tercapainya tujuan atau target yang direncanakan.

Sedangkan menurut Syamsi, administrasi pendidikan meliputi semua kegiatan dalam semua upaya kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih secara bersama-sama untuk mencapai target tertentu.

Administrasi Pendidikan Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Departemen pendidikan dan kebudayaan mengartikan administrasi pendidikan sebagai sebuah proses dari seluruh kegiatan bersama dalam bidang tertentu seperti pendidikan dengan menggunakan ataupun memanfaatkan fasilitas yang ada agar dapat mencapai tujuan.

Proses yang dimaksud meliputi pengarahan, pelaporan, pembiayaan, perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian dan pengawasan. Jadi adanya dengan beberapa kegiatan itu diharapkan nantinya tujuan dari sebuah lembaga pendidikan akan tercapai.

Administrasi Pendidikan Menurut Purwanto dan Djojopranoto

Purwanto dan Djojopranoto mengatakan administrasi pendidikan yaitu sebuah usaha bersama yang dapat dilakukan untuk menggunakan sumber daya meliputi uang, bahan, manusia dan peralatan guna mencapai target tertentu.

Jadi, dapat dikatakan bahwa administrasi pendidikan ini merupakan keseluruhan dari proses kegiatan bersama mulai perencanaan hingga pembiayaan menggunakan fasilitas yang ada, baik materil, personil ataupun spirituil.

Dari beberapa uraian pengertian administrasi pendidikan di atas, administrasi pendidikan dapat dikatakan sebagai semua proses serta kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak bersangkutan dengan tugas-tugas pendidikan.

Administrasi pendidikan mencakup kegiatan-kegiatan yang luas meliputi pengorganisasian, perencanaan, pengerahan dan pengawasan terkhusus dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh lembaga sekolah-sekolah.

Administrasi pendidikan bukan hanya sekedar kegiatan tata usaha yang dilakukan di kantor-kantor tertentu, melainkan terdiri dari banyak proses dalam upaya mencapai tujuan yang sudah direncanakan agar dapat terwujud secara efektif serta efisien.

Dasar Administrasi Pendidikan

Dasar merupakan suatu kebenaran fundamental yang dapat digunakan sebagai landasan serta pedoman dalam bertindak di kehidupan bermasyarakat. Semua hal tersebut tentu memiliki pondasi awal tak terkecuali administrasi pendidikan.

Beberapa dasar yang perlu diperhatikan dalam administrasi pendidikan yaitu prinsip efisien, pengelolaan, pengutamaan tugas, kepemimpinan yang efektif dan terakhir kerjasama di antara orang-orang terkait.

Tujuan Administrasi Pendidikan

Tujuan Administrasi Pendidikan

Jika dilihat dari pengertiannya, dapat dikatakan tujuan administrasi pendidikan yaitu untuk mencapai sebuah target dari masing-masing lembaga itu sendiri sebagai alat yang digunakan untuk mewujudkannya. Menurut Sergiovani dan Carver terdapat 4 tujuan administrasi pendidikan tersebut, meliputi:

Efektifitas Produksi

Sesuai dengan maknanya, administrasi pendidikan yang merupakan upaya seluruh kegiatan dalam lembaga tertentu untuk mencapai sebuah target atau tujuan telah disusun dan direncanakan sebelumnya.

Maka, hal ini dapat dikatakan juga bahwa salah satu tujuannya untuk mendapatkan efektivitas produksi. Artinya, administrasi publik ini dapat membantu sebuah organisasi ataupun lembaga untuk menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Efisiensi

Dari beberapa penjelasan mengenai administrasi pendidikan sering dikatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan harus dapat mencapai sebuah tujuan atau target tertentu dengan efektif serta efisien. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud efisiensi disini?

Efisiensi yang dimaksud yaitu sebagai lembaga pendidikan mereka harus dapat berusaha dengan menggunakan daya, dana dan tenaga yang sekecil mungkin akan tetapi bisa mendapatkan hasil maksimal.

Kemampuan Menyesuaikan Diri (Adaptivenes)

Ketika masuk dalam sebuah organisasi atau lembaga apapun, tentu seorang individu harus mampu menyesuaikan diri atau adaptasi dengan lingkungan sekitar agar tidak menjadi canggung dalam proses kerja sama.

Tentu dalam membantu melayani sebuah lembaga maupun organisasi apapun dalam mencapai target yang telah direncanakan, administrasi pendidikan ini akan menyelaraskan seluruh kegiatan dalam prosesnya.

Kepuasan Kerja

Setiap dari diri individu yang bekerja, entah usahanya sendiri maupun orang lain tentu selalu mengaharapkan hasil baik agar dapat memperoleh kepuasan atas apa yang telah dilakukannya selama masa kerja itu.

Maka dari itu, dari seluruh kegiatan yang dilakukan untuk membantu lembaga untuk mencapai sebuah tujuan administrasi pendidikan tertentu, pasti diawali dengan proses perencanaan hingga evaluasi dapat memberikan kepuasan kerja tersendiri bagi masing-masing orang terkait.

Fungsi dari Administrasi Pendidikan

Fungsi dari Administrasi Pendidikan

Berikut adalah beberapa fungsi utama dari administrasi pendidikan:

Perencanaan (Planning)

Jika dilihat dari beberapa pengertian yang disebutkan di atas, baik yang umum ataupun menurut dari para ahli, administrasi pendidikan tidak pernah terlepas dari yang namanya tujuan dan pastinya tujuan tersebut sudah direncanakan dari awal pembentukan lembaga.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Biaya

Jadi dapat dikatakan bahwa sebenarnya isi dari proses perencanaan dalam bidang administrasi ini yaitu mencakup semua hal apapun yang harus dilakukan dan bagaimana cara mempraktekkannya agar semua itu dapat terwujud.

Pengorganisasian (Organizing)

Dalam sebuah lembaga pendidikan, tentu tidak hanya ada satu orang saja. Pasti ada beberapa individu dalam setiap bagian dengan keahlian masing-masing. Untuk mengatur mereka semua, perlu ada sebuah pengorganisasian yang tepat.

Pengorganisasian ini merupakan kegiatan pembentukan serta penyusunan hubungan kerja antara masing-masing individu. Dengan adanya hal ini, kesatuan berkerja dalam upaya mencapai tujuan dari administrasi pendidikan dapat tercapai.

Koordinasi (Coordinating)

Dalam setiap lembaga apapun, termasuk pendidikan pasti ada yang namanya pembagian wilayah kerja sesuai dengan bidang masing-masing. Dan ketika sedang bekerja sama untuk mencapai sebuah tujuan, perlu adanya koordinasi agar tidak salah paham satu sama lain.

Koordinasi adalah sebuah upaya yang dilakukan oleh sebuah lembaga untuk menghindari adanya kesalahpahaman antara satu sama lain dalam bertindak. Dapat dikatakan juga bahwa hal ini merupakan kegiatan yang akan membawa manusia masuk dalam suatu hubungan yang baik.

Komunikasi (Comunication)

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dengan menggunakan perantara media yang tepat sehingga mudah dipahami dan mendapatkan balasan sesuai dengan harapan.

Komunikasi ini sendiri termasuk hal yang penting dalam melaksanakan suatu program, entah itu pendidikan atau apapun. Aktivitas tersebut juga mencakup penyebaran serta penyampaian gagasan ide baik secara lisan maupun tertulis.

Pengawasan (Supervision)

Dalam setiap lembaga pendidikan, tentu orang-orang yang bekerja di dalamnya termasuk kepala sekolah, guru serta staff lainnya tidak bisa hanya dibiarkan bekerja sendiri. Perlu adanya pengawasan terhadap segala sesuatu yang diambil.

Proses pengawasan dalam program pendidikan harus dilakukan dengan sangat teliti agar tujuan yang telah dirancang dari awal dapat tercapai. Fungsi administrasi pendidikan satu ini juga mampu memperkecil adanya tindakan manipulatif dari setiap anggota organisasi ataupun lembaga.

Kepegawaian (Staffing)

Sistem kepegawaian tentu tidak hanya ada dalam sebuah lembaga pendidikan, melainkan di semua tempat. Karena dengan adanya pembentukan sistem ini seluruh kegiatan yang akan atau sedang dilakukan akan menjadi lebih mudah sesuai bidang masing-masing.

Fungsi kepegawaian tersebut sudah mulai berjalan dari awal proses perencanaan serta pengorganisasian. Dalam hal ini, administrasi pendidikan berupaya agar orang yang menduduki jabatan tertentu merupakan orang yang benar-benar ahli dan sesuai dengan bidang.

Penganggaran (Budgeting)

Dalam setiap melakukan sebuah kegiatan, tentu harus mengeluarkan anggaran biaya dengan jumlah tertentu. Dan setelah itu harus ada beberapa laporan pertanggung jawaban yang harus disusun.

Kegiatan penganggaran atau budgeting ini merupakan anggaran biaya yang sudah direncanakan dan dipraktekkan untuk mencapai goal maupun target tertentu dari administrasi pendidikan pada sebuah lembaga.

Penilaian (Evaluating)

Pada tahap terakhir, sebuah kegiatan apapun pasti ada istilah evaluasi yang berguna untuk menilai kekurangan dan kelebihan dari masing-masing bidang agar nanti kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi.

Kegiatan evaluasi dalam administrasi pendidikan ini bertujuan untuk meneliti serta mengetahui efetivitas kerja dari seluruh pelaksanaan proses kegiatan organisasi dalam upaya mencapai target yang telah direncanakan sesuai dengan progam yang ada.

Baca Juga: Manajemen Organisasi

Itu beberapa fungsi pokok administrasi pendidikan. Sebenarnya, inti dari beberapa uraian di atas yaitu dapat menjadikan setiap proses kegiatan dalam mencapai target yang telah disusun dapat menjadi lebih mudah dan tertata.

Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

Adapun ruang lingkup administrasi pendidikan adalah sebagai berikut:

Program Pengajaran

Dalam program pengajaran, administrasi pendidikan harus berpedoman dan menerapkan apa yang tercantum dalam kurikulum sekolah. Ini terkait dalam upayanya untuk mencapai dasar-dasar dari tujuan pendidikan serta pengajaran.

Lembaga juga harus mampu melaksanakan organisasi kurikulum dengan menggunakan metode-metode yang telah disesuaikan dengan perubahan baru dalam dunia pendidikan dan lingkungan sekitar masyarakatnya.

Tata Usaha Sekolah

Ketika duduk di bangku sekolah, tentu Anda semua sudah tidak asing lagi dengan yang namanya kantor tata usaha. Karena sebagian besar keperluan siswa serta guru selalu ditangani oleh bagian tersebut.

Seperti keuangan, pembukuan, anggaran belanja sekolah, masalah kepegawaian dan personalia sekolah, korespondensi atau surat menyurat, organisasi strutur pegawai tata usaha, masalah pengangkatan, pemindahan, laporan, pengisian buku induk dan sebagainya.

Kesiswaan

Dalam lembaga pendidikan seperti sekolah tentu tidak akan terpisah dari yang namanya siswa atau murid. Karena apabila tidak ada hal itu, maka sebuah tujuan yang sudah direncanakan sebelumnya tidak akan bisa terwujud.

Dalam hal ini, administrasi pendidikan juga harus mencakup organisasi murid, masalah kesehatan, kesejahteraan, kegiatan ekstrakurikuler, evaluasi kemajuan siswa serta bimbingan dan penyuluhan selama masa belajar.

Kepegawaian

Sistem kepegawaian yang ada di sebuah lembaga pendidikan di antaranya yaitu kepala sekolah, guru serta staff. Masing-masing dari mereka tentu memiliki tugas dan bagian tertentu dalam pekerjaan sehari-hari.

Dalam administrasi pendidikan ini, sistem kepegawaian meliputi pengangkatan dan penempatan tenaga guru, organisasi personel, masalah yang timbul, penilaian kinerja masing-masing bidang serta refreshing bersamaan dengan up-grading.

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana yang ada di sebuah lingkungan lembaga pendidikan perlu dijaga dengan baik agar tidak menjadi cepat rusak. Maka dari itu, perlu diadakan beberapa perencanaan agar bisa mewujudkannya.

Seperti perencanaan pengadaan perlengkapan, penyimpanan dan penyalurannya, pengaturan tata letak sesuai kegunaanya, pemeliharaan agar barang tersebut bisa bertahan lama serta yang terakhir penginvestasian.

Keuangan

Dalam kegiatan sehari-hari, tentu setiap lembaga membutuhkan uang agar dapat mencapai tujuan dari organisasinya. Karena di saat seperti sekarang ini semua hal tidak bisa didapat tanpa benda tersebut.

Maka dari itu, administrasi pendidikan juga melingkupi rencana anggaran dan belanja sekolah, sumber pembiayaan, bukti pengeluaran dan pertanggungjawaban keuangan, pemeriksaan kas serta uang yang harus dipertanggungjawabkan.

Hubungan dengan Masyarakat

Jika berbicara mengenai lembaga pendidikan, tentu tidak bisa jauh-jauh dengan masyarakat karena hal itu sudah sangat melekat dan hidup berdampingan dari zaman dahulu. Setiap orang membutuhkan sekolah untuk belajar.

Jadi sekolah harus mengupayakan agar dapat dilihat oleh masyarakat dalam menentukan pilihannya mau belajar dimana. Seperti membuat profil organisasi yang baik, melihat potensi sekitar, membentuk kerja sama dan juga membangun hubungan harmonis dengan komite sekolah.

Beberapa uraian di atas merupakan ruang lingkup administrasi pendidikan yang perlu diperhatikan oleh setiap pelaksananya seperti kepala sekolah, guru dan juga staff dalam mencapai tujuan tertentu. Untuk itu hal ini digunakan dalam lembaga apa saja?

Lembaga yang Harus Menggunakan Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan tentu jika dihilat dari beberapa uraian di atas tidak jauh dari yang namanya sekolah. Karena dari ruang lingkupnya saja sudah terlihat bahwa kegiatan ini sering dilakukan dalam lembaga tersebut.

Baca Juga: Manajemen PAUD

Akan tetapi tidak hanya sekolah formal yang dapat menggunakannya, lembaga pendidikan nonformal pun bisa menerapkan administrasi pendidikan karena dengan itu akan menjadi lebih mudah dalam memanajemen pekerjaan agar segera mencapai target yang ditentukan.

Jadi, semua lembaga sebenarnya harus menggunakan proses administrasi. Bukan hanya dalam bidang pendidikan, tempat lain seperti perusahaan juga harus menerapkannya agar dapat mencapai tujuan atau goal tertentu.

Prinsip-Prinsip dalam Administrasi Pendidikan

Prinsip-Prinsip dalam Administrasi Pendidikan

Adapun prinsip-prinsip dalam administrasi pendidikan adalah sebagai berikut:

Prinsip Efisiensi

Jika melihat beberapa pengertian di atas, baik secara umum atau pun menurut ahli, tujuan dari administrasi pendidikan yaitu untuk mencapai target yang telah direncanakan secara efektif serta efisien.

Jadi, disini seorang administrator akan dapat berhasil dalam menyelesaikan tugasnya jika dalam menggunakan semua fasilitas seperti sumber daya, energi, dana dan lainnya yang telah tersedia secara efektif serta efisien.

Prinsip Manajeman

Seluruh proses kegiatan dalam administrasi pendidikan dari perencanaan hingga evaluasi sangat penting dilakukan agar dapat mecapai tujuan yang telah ditentukan dan direncanakan sebelumnya. Karena jika tidak ada hal-hal tersebut, maka tidak akan bisa berjalan.

Seorang administrator akan mendapatkan hasil yang dinilai paling efektif serta efisien jika mampu melakukan pekerjaan manajemen. Yaitu perorganisaian, perencanaan, pengarahan dan melakukan pemeriksaan atau pengecekan.

Prinsip Utama Tugas Manajemen

Dalam menjalankan seluruh kegiatan administrasi pendidikan, prinsip manajemen mulai dari proses perencanaan hingga pengawasan dan pembiayaan harus benar-benar dilakukan secara jelas agar tidak tumpang tindih satu sama lain.

Akan tetapi, jika seorang administrator hanya menmprioritaskan pekerjaan intinya saja dan tidak melaksanakan prinsip manajemen, maka pekerjaan yang lain bisa menjadi terbengkalai bahkan lebih parah lagi jika ditinggalkan.

Prinsip Kepemimpinan yang Efektif

Dalam sebuah lembaga yang menjalankan administrasi pendidikan, tentu memiliki seorang pemimpin yang dapat mengarahkan kegiatan selama proses berlangsung. Gaya kepemimpinan yang harus dimiliki yaitu efektif, dimana ia harus bisa memperhatikan situasi dan kondisi.

Gaya kepemimpinan efektif dinilai mampu mempertahankan hubungan baik antara atasan dan bawahan serta mampu membagi pekerjaan pembagian tugas kepada setiap anggota dengan benar sesuai dengan keahlian dalam bidang masing-masing.

Prinsip Kerja Sama

Sudah banyak dibahas baik dalam pengertian maupun tujuan dari administrasi pendidikan ini, yaitu sangat membutuhkan adanya kerja sama antar sesama anggota organisasi ataupun lembaga yang melaksanakan kegiatan tertentu untuk mencapai target.

Jadi, prinsip kerja sama antara satu anggota dengan lainnya sangat penting dilakukan agar dapat mencapai hasil maksimal dari tujuan yang telah dirancang serta dapat dikatakan berhasil. Jika tidak ada hal ini dalam setiap proses, maka target akan sulit dicapai.

Ciri-Ciri Administrasi Pendidikan

Ciri-Ciri Administrasi Pendidikan

Dengan banyaknya macam dari jenis administrasi, tentu sebagian orang awam akan bingung dalam membedakannya. Untuk itu seorang ahli bernama Soepardi menjelaskan secara rinci mengenai ciri-ciri dari administrasi pendidikan.

Ciri dari administrasi pendidikan yang pertama yaitu adanya sekelompok orang-orang atau lebih. Kedua, kelompok-kelompok tersebut berada di atas lembaga yang saling bekerja sama. Ketiga, kerja sama yang dilakukan mengarah pada sebuah tujuan tertentu.

Jika dilihat dari beberapa ciri tersebut, maka administrasi pendidikan dapat dilakukan jika di dalamnya terdapat manusia-manusia yang memiliki tujuan sama serta masing-masing dari mereka dapat melakukan koordinasi agar tidak saling bertabrakan.

Objek dan Sasaran Administrasi Pendidikan

Objek dan sasaran sebuah lembaga merupakan rumusan atau rancangan spesifik terkait apa yang diinginkan dalam kurun waktu tertentu. Hal ini berfokus pada tindakan selain hal-hal yang memiliki sifat spesifik, terperinci serta dapat diukur dan diwujudkan.

Objek dan sasaran ini dilakukan dalam jangka pendek dan untuk mengetahui sebuah keberhasilan dari organisasi maupun lembaga, maka dapat diukur dengan menyelesaikan tujuan mereka dalam beberapa kurun waktu yang panjang.

Tentu untuk dapat mencapai objek dan sasaran yang tepat, perlu adanya kerja sama antar anggota dari suatu lembaga atau organisasi yang menggunakan administrasi tersebut, baik formal maupun nonformal.

Komponen-Komponen Administrasi Pendidikan

Komponen-Komponen Administrasi Pendidikan

Dalam melakukan kegiatan apapun, tentu di dalamnya terdapat berbagai unsur atau komponen-komponen pendukung agar dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dari awal. Tidak terkecuali administrasi pendidikan.

Komponen-komponen administrasi pendidikan meliputi administrasi personel sekolah, kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan, siswa atau murid, terakhir ada keuangan serta pembiayaan. Jadi beberapa hal tersebut harus ada dalam setiap pelaksanaan kegiatannya.

Untuk masalah administrasi keuangan dan pembiayaan pun telah diatur dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 1989. Dijelaskan bahwa karena adanya keterbatasan kemampuan pemerintah dalam pemenuhan dana pendidikan, maka menjadi tanggung jawab bersama dengan orang tua.

Mengapa Administrasi Pendidikan Itu Penting?

Administrasi pendidikan termasuk dalam upaya melakukan suatu kegiatan atau proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu dari lembaga ataupun organisasi secara efektif serta efisien dengan menggunakan fasilitas yang tersedia.

Administrasi dalam pendidikan jika dilakukan dengan baik dan benar maka sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan kemampuan pengelolaan bagi warga sekolah, seperti kepala sekolah, guru serta staff lain yang bertugas di dalamnya.

Peningkatan kemampuan tersebut akan memberikan dampak yang positif, misalnya semakin meningkatnya mutu, efisiensi dan perluasan kerja dalam dunia pendidikan. Juga dapat memperlancar kegiatan untuk mencapai sebuah tujuan dari lembaga.

Peranan Administrasi Pendidikan

Administrasi pendidikan mencakup kegiatan-kegiatan atau proses yang berhubungan dengan pengelolaan tidak hanya terbatas pada pelaksanaan dalam sekolah. Hal ini juga mempunyai dua unsur pokok, yaitu adanya dua orang atau lebih serta tujuan bersama.

Administrasi pendidikan ini merupakan seluruh proses kegiatan bersama dalam bidang tertentu yang mencakup perencanaan hingga pengawasan serta pembiayaan untuk mencapai sebuah tujuan secara efektif dan efisien.

Baca Juga: Manajemen Aset

Maka dari itu, peranan dari administrasi pendidikan sendiri yaitu sebagai perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengoordinasian (coordinating), pembiayaan (budgeting), dan yang terakhir adalah penilaian (evaluating).

Itulah penjelasan mengenai administrasi pendidikan: pengertian, fungsi, tujuan dan ruang lingkupnya yang dapat membantu Anda dalam memahaminya. Hal ini tentu menjadi sangat penting jika seseorang sedang bekerja di bidang tersebut.

Tinggalkan Balasan