Alat Musik Bali

Alat Musik Bali

Diposting pada

Selain terkenal akan keindahan periwisata alamnya, pulau Dewata juga memiliki berbagai macam alat musik khas Bali yang terkenal ke seluruh antero negeri. Kebanyakan alat kesenian ini digunakan untuk berbagai macam pertunjukan, salah satunya yaitu mengiringi tarian tradisional.

Seiring berkembangnya zaman, alat musik tradisional dari Bali tidak hilang di telan waktu. Namun, beberapa di antaranya justru semakin terkenal dan banyak wisatawan berdetak kagum mendengar alunan nadanya.

Macam-Macam Alat Musik Tradisional Khas Bali

Setiap daerah pasti mempunyai musik khasnya masing-masing dengan keunikan berbeda-beda. Hal tersebut juga terjadi di pulau Bali dengan keberagaman alunan permusikan di sana yang memiliki perpaduan sangat ritmis. Penasaran? Berikut alat musik bali, di antaranya:

Ceng-ceng Khas Bali

Ceng-ceng Khas Bali

Ceng-ceng merupakan alat musik tradisional Bali yang telah mendunia. Bentuknya bulat dengan dipenuhi logam bundar dengan jumlah keseluruhan 12 buah di bagian atas serta bawahnya. Konon katanya, hal tersebut adalah bagian penting dari perangkat gamelan khas pulau Dewata.

Baca Juga: Lagu Daerah Indonesia Beserta Liriknya

Jika Anda melihatnya secara sekilas, mungkin alat musik ini lebih mirip seperti kura-kura. Binatang tersebut memang mempunyai nilai magis tersendiri bagi masyarakat di pulau Dewata sehingga diabadikan dalam perwujudan dunia instrumen permusikan.

Cara memainkan ceng-ceng cukup mudah, hanya dengan memukul logam-logam di bagian atas serta bawahnya saja secara bergantian. Jika Anda mempelajarinya dengan seksama, pasti akan cepat mahir dengan sendirinya tanpa membutuhkan waktu lama.

Pereret Khas Bali

Pereret Khas Bali

Musik tradisional Bali akan lebih indah dan merdu jika dideangar ketika diiringi dengan pereret. Benda satu ini terbuat dari kayu yang bisa menimbulkan instrumen luar biasa. Namun jika Anda harus memiliki skill khusus jika ingin memainkannya.

Bentuk dari pereret ini hampir menyerupai terompet. Cara memainkannya yaitu dengan melibatkan tiupan dari nafas serta mulut dengan akurasi tertentu. Alat musik tersebut pada dasarnya merupakan ciri khas dari perkampungan wisata Jembrana.

Dahulu kala, terompet pereret ini sering digunakan oleh para jejaka untuk menggoda para kekasihnya. Alasannya, karena mempunyai alunan instrumen sayup-sayup merdu dan romantis, terlebih jika dimainkan dari atas pohon pasti membuat gadi-gadis pun terpikat.

Genggong Bali

Genggong Bali

Jika Anda mencari alat musik Bali yang bisa digunakan sebagai pengiring berbagai jenis tarian, maka Genggong adalah pilihan tepatnya. Genggong sudah sangat populer sejak zaman dahulu dan hingga sekarang pun tetap eksis di kalangan para seniman pulau Dewata.

Di samping itu, genggong saat ini juga banyak dimainkan pada acara-acara pernikahan adat Bali. Faktanya mengundang pemain musik itu dianggap menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat, karena berhasil menghadirkan kesenian daerah keramat di pestanya.

Genggong dimainkan dengan cara mengulum pada bagian tertentu yang disebut palayah. Tangan kanan harus memegang bambu kecil dan sebelah kirinya wajib menjangkau ujung dari alat musik tersebut. Hal ini lumayan sulit dan membutuhkan waktu belajar lama bagi Anda seorang pemula.

Gamelan Bali

Gamelan Bali

Selanjutnya di sini akan diulas mengenai alat musik gamelan bali dan penjelasannya secara lengkap. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan jenis tersebut. Tetapi alat satu ini memang memiliki karakteristik berbeda serta hanya bisa ditemukan di pulau Dewata saja.

Seperti halnya di Jawa, Bali ternyata juga memiliki gamelan tersendiri. Namun, tidak seperti di daerah lain yang umumnya difungsikan untuk mengiringi seni tari atau pentas seni. Di pulau Dewata hal tersebut dimanfaatkan sebagai pengiring dari acara sakral seperti upacara adat dan juga ngaben.

Sejatinya, gamelan tersebut telah mendarah daging di kalangan masyarakat Bali karena sejak zaman dahulu telah dimainkan dan menjadi hiburan favorit tersendiri. Maka dari itu, hingga sekarang keberadaannya pun tetap eksis serta masih banyak yang mempelajari cara memainkannya.

Gerantang Bali

Gerantang Bali

Anda wajib untuk memahami lebih detail tentang alat musik khas Bali yang berasal dari Kota Denpasar ini. Namanya adalah gerantang dan bendanya terbuat dari bambu asli pilihan yang telah dibentuk sedemikian rupa menjadi bilahan-bilahan kecil.

Cara memainkan alat musik yang satu ini yakni dengan dipukul menggunakan 2 alat khusus. Sebenarnya jika diamati lebih lanjut, gerantang lebih mirip dengan peralatan permusikan khas Pulau Jawa Tengah yakni gambang.

Fungsi dari alat musik gerantang di Pulau Bali yakni untuk mengiringi kesenian khusus bernama Cupak Gerantang. Hal tersebut hampir dengan teater yang ceritanya mengisahkan hubungan kaka-beradik.

Gong Bali

Gong Bali

Gong adalah salah satu alat musik daerah Bali yang keberadaannya telah dikenal sejak abad ke-14. Dahulu kala, barang ini banyak digunakan di dalam kuil-kuil kerajaan Hindhu sebagai sarana penandaan terhadap suatu waktu dan juga peringatan akan terjadinya sesuatu.

Gong khas Bali ini dibuat dari bahan logam murni dan biasanya berwarna kuning. Cara memainkannya sangat mudah, yakni hanya dengan memukulnya pada bagian tengahnya saja. Meskipun begitu, Anda juga harus tetap menguasai ritme supaya suaranya yang terdengar berirama serta tidak bising.

Untuk menghasilkan bunyi dari pukulan gong yang bervariatif, maka setiap orang yang akan menjadi pemukulnya harus belajar terlebih dahulu mengenai filosofi-filosofi dari setiap jenis pukulannya. Sebab, sampai sekarang hal ini masih dilestarikan dan dianggap sakral oleh warga di sana.

Seruling Bali

Seruling Bali

Seruling gambuh merupakan alat musik yang berasal dari Bali. Ukurannya memang lebih besar daripada jenis benda serupa di Pulau Jawa. Cara memainkannya yakni dengan ditiup menggunakan mulut disertai gerakan tangan dalam memainkan lobang-lobang nadanya.

Dalam badan seruling akan dibekali dengan 6 buah nada berbeda-beda pada setiap lubangnya. Untuk memainkan alat musiknya, maka pemusik harus memposisikannya dalam letak diagonal agar mudah ditiup pada bagian ujungnya. Memainkan seruling tidak mudah serta perlu latihan berulang.

Suling ini juga merupakan salah satu bagian dari ansambel gamelan gambuh. Alat musiknya dimainkan bersama-sama dengan jenis instrumen lainnya sehingga menimbulkan irama menari dan nada ritmis dalam mengiringi setiap judul lagu maupun berbagai macam jenis tarian.

Calung Bali

Alat Musik Bali Calung Bali

Calung bumbung merupakan alat musik khas Bali yang bahannya terbuat dari bambu murni. Sejarahnya, pada zaman dahulu kala hanya dimainkan saat terjadinya bulan purnama saja, ini sebagai penanda dan memberikan kesan syahdu kepada masyarakat sekitar.

Calung ini juga dianggap keramat oleh penduduk Bali karena dianggap bisa menghibur Dewi Sri dan dipercaya dapat melindungi tanaman padi dari serangan hama. Tidak heran jika hal tersebut menjadi sebuah kepercayaan luar biasa pada alat musik di sana.

Sekarang ini, calung bumbung banyak dimainkan saat perhelatan berbagai macam kesenian di pulau Dewata. Biasanya hal itu dikhususkan sebagai sarana penghiburan serta penyambutan tamu tertentu.

Rindik Bali

Alat Musik Bali Rindik

Alat musik khas Bali yang menarik untuk diulas selanjutnya yakni Rindik. Barangnya terbuat dari kayu dan cara memainkannya adalah dengan dipukul menggunakan alat-alat khusus. Sebenarnya hal tersebut cukup mudah, tetapi harus menggunakan aturan nada juga.

Rindik ini mempunyai lima buah nada dasar yang terdapat dalam setiap bilah-bilah bambunya. Hal tersebut jangan sampai Anda lupakan ketika memainkannya. Karena salah pukul sedikit saja, maka akan membuat nada berubah derastis dan pastinya merusak instrumen musiknya.

Di Bali, alat musim rindik pada umumnya digunakan untuk mengiringi pagelaran joged bumbung yang merupakan sebuah pertunjukan tarian wanita. Selanjutnya, para penari itu akan menarik salah satu penonton pria untuk diajak menari bersama mereka dengan memberikan saweran.

Kendang Bali

Alat Musik Bali Kendang Bali

Siapa yang tak mengenal yang namanya kendang. Alat musik satu ini bahkan telah terkenal ke Luar Negeri karena kemampuan instrumennya begitu unik dan ceria (seperti halnya pada ciri khas lagu-lagu dangdut). Mulanya, asalnya memang dari Jawa, tetapi Pulau Bali juga memiliki benda serupa.

Terdapat 2 jenis kendang di Pulau Bali yakni tunggal dan pasangan. Versi tunggalnya akan dimainkan oleh seorang penabuh, sedangkan gandanya ditabuh oleh pemain berjumlah dua orang. Masing-masing dari alat tersebut akan mengeluarkan instrumen yang berbeda-beda.

Jika dilihat dari ukurannya, maka kendang juga memiliki berbagai macam jenis. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut:

  • Kendang lanang berarti laki-laki (dalam bahasa Indonesia) yang memiliki ukuran besar.
  • Kendang wadon berarti perempuan (dalam bahasa Indonesia) dengan ukuran lumayan kecil.

Rebana Bali

Alat Musik Bali Rebana

Rebana tergolong alat musik unik karena terdiri dari berbagai instrumen sejenis seperti halnya kendang dan lain-lain sebagainya. Di Bali sendiri, benda ini merupakan bagian dari gamelan barungan layaknya pajangeran dan pangarjaan. Jika dimainkan bersama, maka akan terbentuk nada luar biasa indahnya.

Rebana khas Bali ini dmainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan dan letak alatnya diposisikan secara vertikal. Untuk tutupnya harus dihadapkan ke kanan. Seseorang akan lebih mudah saat memainkannya dalam posisi duduk bersila di lantai karena lebih nyaman.

Alat musik tersebut tidak bisa dimainkan sendirian saja tanpa adanya bantuan nada dari instrumen lain. Di sini, peran dari rebana hanyalah sebagai pengakhir lagu atau penanda komplitnya sebuah ukuran permainan musik. Jadi, saat memainkannya harus bersama dengan alat lainnya.

Gamelan Bumbang

Alat Musik Bali Gamelan Bumbang

Selain set gamelannya yang dikategorikan sebagai alat musik tradisional Bali, pulau Dewata juga masih mempunyai gamelan khusus bernama Bumbang. Hal tersebut murni terbuat dari bambu pilihan dan dibuat dengan desain sedemikian rupa hingga bisa mengeluarkan alunan instrumen ritmis.

Gamelan Bali yang satu ini dikategorikan ke dalam kelompok anyar atau baru oleh masyarakat di sana. Karena memang penggunaannya masih dimuali pada abad ke-20 sehingga hal ini tidak bisa dikelompokkan pada jenis tradisional.

Pertunjukan yang di dalamnya terdapat permainan gamelan bumbang, biasanya terjadi pada saat adanya pawai budaya serta pembukaan lomba di wilayah Denpasar. Bahkan, penontonnya bisa dipastikan membludak dan warga pun akan sangat tenang dengan tontonan itu.

Gangsa Bali

Alat Musik Bali Gangsa

Mungkin nama dari alat musik tradisional Bali satu ini masih terdengar asing di telinga Anda. Fenomena tersebut pantas memang karena keberadaan gangsa memang masih belum lama dan hanya dimainkan di internal pulau Dewata saja tanpa banyak dipublikasikan di daerah lain.

Sejatinya, gangsa tidak jauh berbeda dengan gamelan. Hanya saja, bahan pembuatnya berasal dari perunggu. Cara memainkannya cukup mudah yaitu dengan memukulnya. Akan tetapi, Anda memang harus paham dengan irama dan tanda pada masing-masing bilahnya supaya tercipta nada ritmis.

Jenis dari gangsa sendiri ada dua macam yakni jongkok serta gantung. Keduanya memiliki perbedaan pada ukuran serta cara meletakkan saat dimainkan. Pilih jenisnya sesuai kebutuhan Anda, apakah itu untuk pertunjukan menetap atau hanya berjalan seperti di karnaval saja.

Gender Bali

Alat Musik Bali Gender

Alat musik dari Bali selanjutnya yang wajib untuk Anda ketahui yakni gender. Benda ini bisanya digunakan dalam musik metalofon bersama dengan set alunan lengkap sebuah kelompok permainan gamelan. Bentuknya berbilah-bilah dan terbuat dari bahan utama kayu.

Gender juga kerap dilibatkan untuk membuat instrumen barungan wayang. Dalam hal ini fungsinya adalah untuk pengiring. Seperti saat memainkan tokoh pewayangan serta mengiringi sinden dalam menyanyikan lagu-lagu andalan mereka.

Di samping itu, penggunaan gender sebagai alat musik pengiring juga banyak ditemui pada acara-acara keagamaan seperti halnya ngaben dan potong gigi. Ini menandakan bahwasannya alat musik tersebut menjadi keramat serta disakralkan oleh masyarakat setempat.

Guntang Bali

Alat musik dari Bali selanjutnya yang patut untuk diketahui khalayak umum yaitu guntang. Biasannya benda ini akan dimainkan bersama dengan gong untuk mengiringi pertunjukan tari Arja kebanggaan masyarakat pulau Dewata di berbagai wilayah.

Alat musik ini menjadi salah satu pelengkap dari alat-alat permusikan tradisional bali lainnya, seperti ceng-ceng, kendang, kenang, suling dan lain-lain semacamnya. Oleh karena itu, disematkan nama guntang yang maksudnya adalah gemuntangan lagu.

Nada yang terdapat dalam alat musik ini sebetulnya sama saja seperti jenis pelog dan slendro. Keberadaannya hanya sebagai pelengkap pada instrumen alat lain. Intinya, guntang akan memberikan penanda akhir saja pada sebuah lagu.

Kenong Bali

Alat Musik Bali Kenong

Kenong merupakan salah satu alat musik yang menjadi bagian dari ansambel gamelan Bali. Bentuknya bulat dengen pentolan di bagian tengah yang terbuat dari kunigan logam pilihan. Alunan musik tidak akan memiliki irama bervariatif jika tidak ada kenong di dalamnya.

Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat khusus. Dalam memukulnya, Anda tidak boleh sembarangan dan asal pukul saja melainkan harus mengerti nada-nada pada setiap bagian-bagiannya. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan.

Saat dimainkan, kenong akan diletakkan di lantai dengan ansambel gamelan lainnya. Pemainnya pun lebih baik duduk bersila agar lebih nyaman dan bisa menghasilkan nada-nada serta instrumen syahdu dari setiap pukulannya.

Balera Bali

Alat Musik Bali Balera

Alat musik terakhir yang menjadi ciri khas dari permusikan tradisional di Pulau Dewata yakni Balera. Mungkin Anda sudah sering mendengar nama tersebut di beberapa wilayah Indonesia lainnya. Sebab keberadaannya sudah menyebar karena mengikuti perangkat gamelan.

Balera ini terbuat dari logam yang kemudian dibentuk menjadi bilahan-bilahan kecil persegi memanjang. Pada setiap bilahannya telah menggambarkan jenis nada-nada berbeda sehingga harus dipukul menggunakan rumus lagu tertentu.

Selain digunakan dalam menyertai alunan instrumen gamelan, balera ini juga sering dimainkan saat terjadinya pegelaran pertunjukan marching band. Salah satunya, saat peringatan hari besar di Bali atau ketika penyambutan tamu-tamu istimewa seperti halnya raja dan kepala pemerintahan.

Baca Juga: Lagu Perpisahan Sekolah

Sekian pembahasan mengenai alat musik Bali tradisional yang dapat disampaikan dalam pembahasan ulasan kali ini. Keberagaman alat tersebut justru menimbulkan keunikan tersendiri saat dimainkan, tidak heran jika Bali menjadi tujuan utama wisatawan karena keberagaman seninya.

Tinggalkan Balasan