Apa Itu Akreditasi: Manfaat dan Tujuanya

Apa Itu Akreditasi
02Apr, 2020

Apa itu akreditasi? Akreditasi adalah suatu penilaian, akreditasi ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang atau sembarang instansi. Akreditasi hanya boleh dilakukan oleh institusi atau lembaga pemerintah yang memang berwenang dalam hal ini. Contohnya adalah rumah sakit, sebuah rumah sakit hanya bisa diakreditasi oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia saja.

Penerapan Sebuah Akreditasi

Tujuan dan manfaat Akreditasi

Saat mendengar kata akreditasi mungkin Anda langsung membayangkan sebuah huruf, entah itu A, B, atau yang lainnya. Hal ini sangat wajar karena memang akreditasi itu berwujud sebuah penilaian. Penilaiannya berupa huruf alfabet, bukan angka atau huruf Romawi. Masyarakat menilai sebuah akreditasi sebagai patokan bagus tidaknya suatu lembaga atau institusi.

Misalnya saja ada dua universitas yang mana salah satunya memiliki akreditasi A dan yang lainnya adalah B. Hampir semua orang langsung menilai atau mengatakan universitas dengan akreditasi A lebih baik dibanding yang B.

Baca Juga: Pengertian Perguruan Tinggi Swasta

Memang wajar namun bukan berarti 100% universitas yang berakreditasi A ini lebih baik dibanding yang B. Sebab dalam pemberian akreditasi ini ada beberapa indikator yang dipakai. Lembaga yang mendapat akreditasi A lebih baik dibanding yang berakreditasi B dari beberapa indikator untuk menilainya.

Bisa saja lembaga yang berakreditasi B lebih baik dari yang berakreditasi A, karena ada indikator yang tidak digunakan dalam pemberian akreditasi ini.

Meskipun telah ditunjuk lembaga-lembaga yang bisa memberikan akreditasi, namun hampir semua lembaga atau institusi yang ada di negara kita diberi akreditasi oleh pemerintah. Malahan masyarakat lebih menilai pengakreditasian dari pemerintah lebih valid.

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya akreditasi diberikan untuk sebuah lembaga atau institusi, bukan untuk subjek perorangan. Adapun lembaga yang bisa diberi akreditasi antara lain lembaga kesehatan, institusi pendidikan dan lembaga-lembaga lain yang lebih spesifik.

Misalnya akreditasi di lembaga kesehatan akreditasi bisa diberikan untuk rumah sakit maupun Puskesmas. Sedangkan untuk institusi pendidikan, akreditasi bisa diberikan untuk keseluruhan institusi tersebut maupun untuk fakultas atau program studi saja.

Tujuan Akreditasi

Tentu saja akreditasi ini diadakan untuk sebuah tujuan. Filosofinya, akreditasi diadakan sebagai bentuk sebuah perlindungan dari pemerintah untuk lembaga-lembaga yang ada.

Perlindungan ini merujuk sebagai sebuah pengakuan bahwa pelayanan yang diberikan Lembaga ini bersifat profesional. Juga bisa dikatakan akreditasi ini sebagai bentuk perhatian dari pemerintah kepada lembaga tersebut.

Hal ini sangat benar dan sesuai dengan arti akreditasi itu sendiri. Dengan akreditasi sebuah lembaga menjadi memiliki standar sebagai bentuk profesionalitas mereka terhadap beberapa hal sekaligus.

Ya, masih ingatkah Anda bahwa ada beberapa indikator yang digunakan untuk memberikan akreditasi? Dari beberapa indikator indikator yang digunakan hampir semuanya berfokus pada pelayanan yang diberikan oleh lembaga tersebut.

Baik itu berupa profesionalitas, efisiensi, kompetitif, maupun sifat-sifat lainnya yang mendukung layanan yang bagus. Akreditasi ini pula secara tidak langsung sebuah lembaga akan terdorong untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Memang seharusnya sudah menjadi kewajiban mereka, namun tetap saja ada tidaknya sebuah akreditasi akan berpengaruh terhadap pelayanan yang mereka berikan.

Tujuan akreditasi untuk masing-masing lembaga sebenarnya berbeda-beda. Contohnya adalah akreditasi untuk rumah sakit, tujuan utamanya adalah untuk sebuah budaya serta menjadikan rumah sakit yang bersangkutan mampu memberikan kualitas pelayanan yang sebaik mungkin.

Tujuan Umum Akreditasi

Tujuan utamanya akan berbeda dengan tujuan utama akreditasi sebuah lembaga pendidikan.

Namun perbedaan ini tidak besar, karena intinya akreditasi adalah sebuah penilaian yang mendorong lembaga tersebut untuk memberikan pelayanan yang baik. Itu baru tujuan umumnya saja, masih ada beberapa tujuan khusus dari dilakukannya sebuah pengakreditasian.

Tujuan Khusus Akreditasi

Tujuan khusus pertama dari sebuah akreditasi adalah supaya lembaga yang bersangkutan memperlihatkan gambaran seberapa jauh telah memenuhi standar yang diberlakukan pemerintah. Benar sekali, setiap lembaga yang ada di negara kita ini harus memiliki standar yang seharusnya sesuai dengan standar pemerintah.

Tujuan khusus selanjutnya adalah untuk memberikan kepuasan serta jaminan lebih kepada siapa saja yang menggunakan jasa dari lembaga atau institusi tersebut. Tak hanya soal apa yang diberikan kepada masyarakat saja, namun siapa saja yang bekerja untuk lembaga tersebut juga harus mendapatkan kelayakan kerja. Maksudnya adalah sebuah akreditasi juga menjadikan sebuah jaminan untuk pekerja lembaga tersebut baik itu fasilitas, penggajian, dukungan, dan hal lainnya.

Tujuan khusus selanjutnya bak jauh dari pengertian akreditasi yang telah dijelaskan sebelumnya. Sebuah akreditasi bertujuan untuk memberikan sebuah penghargaan atau pengakuan untuk lembaga yang bersangkutan. Bisa juga dikatakan sebagai bentuk apresiasi pemerintah karena telah memberikan jasa yang bermanfaat untuk masyarakat.

Setelah mengetahui apa saja tujuan dari akreditasi, mungkin Anda sudah bisa menentukan apakah akreditasi ini penting atau tidak. Seharusnya Anda sudah bisa menilai bapak agar dikasih ini cukup penting.

Sebab akreditasi bisa membantu berbagai lapisan masyarakat. Akreditasi bisa membantu pemerintah, membantu lembaga yang bersangkutan, dan juga jelas membantu masyarakat.

Manfaat Akreditasi

Manfaat dari pemberian akreditasi tidak jauh berbeda dengan tujuannya. Apa saja tujuannya telah Anda ketahui, namun apa saja manfaatnya sebenarnya sudah Anda ketahui juga.

Manfaatnya tak lain adalah memberikan bantuan kepada masyarakat untuk memilih lembaga yang memang layak dipilih.

Memang benar masyarakat boleh memilih lembaga mana saja untuk memenuhi kebutuhan mereka. Ketika sakit mereka bisa mendatangi rumah sakit yang lebih tinggi tinggi kredibilitasnya, mendatangi Puskesmas yang mungkin lebih dekat dengan tempat tinggal, mendatangi tempat jual obat herbal, mendatangi tempat pijat jasa-jasa lainnya yang bisa menyembuhkan.

Baca Juga: Dampak Positif Dan Negatif Internet

Namun di antara mereka pasti ada perbedaan pendapat. Ada yang memang terserah mau menggunakan jasa seperti apa dan ada juga yang mempercayakan pemerintah atas kebutuhan yang mereka dapati. Inilah manfaat dari akreditasi sebuah akreditasi bisa membantu masyarakat dalam memilih.

Misalkan saja ada dua rumah sakit di sebuah kota, perbedaan akreditasi bisa membantu masyarakat memilih mana yang sebaiknya dipilih. Jikalau salah satu memiliki akreditasi A dan yang lainnya adalah B, memang benar dua-duanya bisa dipilih.

Namun saat masyarakat memutuskan untuk memilih yang berakreditasi B maka mereka juga harus menerima resikonya. Resikonya memang tidak seburuk itu, namun mungkin dari kedua lembaga ini memiliki perbedaan di segi administrasi,penyembuhan, prosedur, fasilitas, dan yang lainnya.

Pentingnya sebuah akreditasi sangat membantu masyarakat dalam memilih lembaga yang mereka butuhkan. Pemerintah membantu masyarakat untuk memilih dan kembali ke masyarakat bahwa mereka harus siap menerima resiko-resiko yang ada dari pilihannya.

Tata Cara Pelaksanaan Akreditasi

Tata cara dari pelaksanaan akreditasi masing-masing jenis lembaga berbeda-beda. Tata cara pemberian akreditasi untuk lembaga kesehatan tentu berbeda dengan pemberian akreditasi untuk lembaga pendidikan. Kali ini kita akan mengambil tata cara salah satunya saja, yaitu pemberian akreditasi untuk lembaga kesehatan.

Untuk lembaga kesehatan, ada tiga tata cara pelaksanaan untuk memberikan akreditasi. Tiga tata cara tersebut antara lain akreditasi tingkat lengkap, tingkat lanjut, dan tingkat dasar. Untuk akreditasi tingkat lengkap indikator yang digunakan adalah sebanyak 16 indikator.

Diantaranya adalah pelayanan rehabilitasi, pelayanan gizi, transfusi darah, bencana K3, kebakaran dan kewaspadaan bencana, laboratorium, pelayanan risiko tinggi, kamar operasi, pengendalian infeksi, rekam medis, farmasi, pelayanan medis, pelayanan gawat darurat, manajemen, pelayanan keperawatan, dan lainnya.

Sedangkan untuk pemberian akreditasi yang tingkat lanjut ada 12 hal yang akan dinilai. Diantaranya adalah kewaspadaan bencana K3, laboratorium, pelayanan resiko tinggi, pengendalian infeksi, kamar operasi, radiologi, farmasi, rekam medis, gawat darurat, keperawatan, pelayanan medis, manajemen, dan administrasi.

Dari dua tata cara ini mungkin Anda sudah bisa menyimpulkan tata cara selanjutnya memiliki penilaian yang lebih sedikit. Memang sedikit, hanya ada lima penilaian untuk pemberian akreditasi tingkat dasar. Penilaian-penilaian ini antara lain pelayanan gawat darurat, rekam medis, keperawatan, pelayanan medis, manajemen, dan administrasi saja.

Dari contoh tata cara pemberian akreditasi untuk rumah sakit ini, mungkin Anda sudah bisa mengira-ngira bagaimana tata cara untuk jenis lembaga yang lainnya. Misalnya saja seperti pemberian akreditasi pada institusi pendidikan. Yang menjadi penilaiannya bisa saja berupa manajemen, administrasi, kebersihan, kemampuan siswa, kompetensi, kurikulum, dan hal lain-lainnya yang patut dinilai dalam institusi pendidikan.

Setelah mengetahui ada beberapa cara sekaligus yang digunakan untuk memberikan akreditasi, apakah Anda bertanya-tanya siapa yang berhak memilih tata cara ini? Ya, di rumah sakit memang ada tiga tata cara, namun bukan berarti semuanya dicoba.

Suatu lembaga berhak untuk memilih tata cara akreditasi yang mana, bukan pemerintah yang memilih. Namun pemilihan tata cara pemberian akreditasi ini harus memiliki alasan dan tersistematis. Mereka harus menyesuaikan pemilihan tata cara untuk akreditasi dengan kesiapan, perencanaan, penjadwalan, dan hal-hal lainnya yang menjadi kebijakan lembaga itu sendiri.

Tahap-Tahap Pemberian Akreditasi

Meskipun akreditasi ini hanya berwujud sebuah huruf, namun prosesnya cukup lama dan panjang. Bahkan ada lembaga yang menilai pemberian akreditasi ini cukup rumit. Mereka harus melakukan segala kesiapan supaya ‘terlihat’ sempurna, membenahi apa yang seharusnya dibenahi, memperbaiki kualitas pelayanan mereka, dan hal-hal lainnya demi mendapatkan akreditasi yang bagus. Tentu saja hal ini sangat wajar, karena jelas tidak ada lembaga yang mau diberikan nilai jelek.

Contohnya adalah di institusi pendidikan. Saat mau diberi akreditasi guru-guru menjadi sibuk mencari data-data penilaian, laporan yang telah dikumpulkan siswa atau mahasiswa, melakukan penghijauan di di lingkungan sekolah, melakukan pola hidup bersih dan sehat, melengkapi fasilitas, dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Perlu diingat bahwa ini hanyalah sebuah contoh. Tidak semua institusi pendidikan yang akan diberi akreditasi melakukan hal ini. Sebagian sudah ada yang selalu menerapkan pelayanan sebaik mungkin untuk masyarakat, namun juga ada yang harus merombak segala hal supaya layak diberi nilai baik saat diberi akreditasi.

Lalu bagaimana tahap-tahap pemberian dari akreditasi ini? Bukankah tadi dikatakan bahwa prosesnya cukup lama dan rumit? Jangan khawatir karena Anda segera mengetahui bagaimana tahap-tahapnya.

Pemberian akreditasi ini dibagi menjadi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan survei, dan diakhiri dengan tahap setelah survei. Masing-masing tahap memiliki tahapan-tahapan lainnya yang lebih spesifik.

Di tahap persiapan ada beberapa hal yang harus atau biasa dilakukan. Biasanya tahapan ini diawali dengan atasan atau pemimpin yang telah menyepakati akan adanya pengakreditasian, kemudian dibentuklah tim akreditasi di lembaga itu, mengubah pola kerja yang tadinya individu menjadi tim, dan dilakukan sosialisasi supaya siapa saja yang ada di lembaga itu tahu akan diadakan sebuah pengakreditasian.

Sosialisasi ini tak hanya bertujuan untuk memberitahu saja, melainkan juga untuk menghimbau siapa saja di lembaga itu melakukan hal yang seharusnya dilakukan. Mereka juga disuruh lebih bersiap ketika tim akreditasi dari lembaga yang berwenang datang.

Setelah tahap persiapan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan survei. Hari ini adalah tahap paling inti dari sebuah pemberian akreditasi. Tim dari lembaga yang berwenang memberikan akreditasi atau dinas yang bersangkutan akan mengunjungi lembaga tersebut.

Mereka akan dituntun untuk mengunjungi beberapa fasilitas yang diberikan lembaga tersebut, diperlihatkan bagaimana pelayanan lembaga tersebut, dan hal-hal lain yang yang termasuk dalam indikator penilaian.

Meski begitu masing-masing penilai dari tim akreditasi memiliki sifat yang berbeda-beda. Mereka tetap profesional saat menilai, jika buruk diberi nilai buruk namun jika baik diberi nilai yang baik juga. Namun ada penilai yang mau memandu tim dari lembaga itu untuk melakukan apa yang harusnya dilakukan. Sebaliknya, juga ada penilaian yang terkesan sangat cuek.

Terlepas dari itu seharusnya sebuah akreditasi adalah hal yang profesional dan bisa dipertanggungjawabkan, dan menjadi tugas penilai saja yang menentukan berapa nilai yang layak diberikan.

Status Akreditasi

Kembali ke bahasa sangat umum dari akreditasi selain bahasa tentang apa itu akreditasi. Saat mengetahui akreditasi dari sebuah lembaga, bukankah sebuah huruf yang anda lihat atau ketahui? Anda akan melihat huruf A, B, atau huruf lainnya. Masing-masing huruf ini memiliki status yang mana juga sebaiknya Anda ketahui.

A jelas berarti sangat baik, B untuk baik, dan C cukup baik. Namun akreditasi tak hanya soal huruf saja ada juga status yang yang berlaku. Ada 4 empat jenis status yang diberlakukan untuk akreditasi ini. Status yang pertama adalah akreditasi istimewa yang mana lembaga tersebut akan 3 tahun sampai 5 tahun berturut-turut memiliki akreditasi tersebut.

Kemudian ada akreditasi penuh yang hanya berlaku selama 3 tahun saja, akreditasi bersyarat untuk satu tahun, dan tidak terakreditasi yang artinya penilaiannya kurang dari 60% . Maksudnya 60% di sini adalah pelayanan yang diberikan lembaga tersebut. Suatu lembaga tidak terakreditasi maka Lembaga ini harus berusaha melengkapi kualitas dan pelayanan yang seharusnya diberikan.

Kesimpulan Akreditasi

Kini ada sudah tahu apa itu akreditasi dan apakah akreditasi ini cukup penting. Rupanya akreditasi ini memang penting, bahkan penting untuk beberapa lapisan masyarakat sekaligus. Akreditasi penting dilakukan oleh pemerintah, penting didapatkan oleh sebuah lembaga yang menawarkan jasa, serta untuk masyarakat yang menggunakan jasa tersebut.

Bagaimana saja tata cara pemberian akreditasi ini, tahap-tahapnya, tujuannya, hingga manfaatnya juga sudah Anda ketahui. Sebagai pemilik sebuah lembaga mungkin anda sudah paham betul akreditasi ini memang penting. Serta sebagai masyarakat Anda juga sudah paham apa manfaat akreditasi ini untuk Anda.

Baca Juga: Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Anda menjadi tahu lembaga yang seperti apa yang bisa tidak mengecewakan, namun Anda juga sudah paham bahwa ada resiko kecil yang diambil untuk menggunakan jasa lembaga yang tidak terakreditasi. Pemberian akreditasi dilakukan dengan tahap-tahap yang tersistematis, juga dilakukan oleh pihak yang profesional. Jadi, Anda bisa mengandalkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *