Cara Berhenti Donasi UNICEF Ternyata Mudah, Begini Caranya!

01Nov, 2019

Sebelum membahas tentang cara berhenti donasi UNICEF, maka sebelumnya kita kenal dulu apa yang dimaksud dengan UNICEF. UNICEF merupakan akronim dari Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa. Program khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini ditujukan untuk membantu meningkatkan kesehatan, gizi, pendidikan, dan kesejahteraan umum anak-anak dalam jangka panjang.

UNICEF diciptakan pada tahun 1946 untuk memberikan bantuan kepada anak-anak di negara-negara yang hancur akibat Perang Dunia II. Setelah 1950, dana tersebut mengarahkan upayanya ke program-program umum untuk meningkatan kesejahteraan anak-anak, terutama di negara-negara kurang berkembang dan dalam berbagai situasi darurat.

Sepak Terjang UNICEF untuk Dunia

Misi organisasi UNICEF yang lebih luas tercermin dalam nama yang diadopsi pada tahun 1953, Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa. UNICEF dianugerahi Hadiah Nobel untuk Perdamaian pada tahun 1965. UNICEF berkantor pusat di New York City. Dari sinilah kemudian UNICEF memusatkan sebagian besar upayanya di bidang-bidang dimana pengeluaran yang dikeluarkan relatif kecil supaya bisa berdampak signifikan pada kehidupan anak-anak yang paling kurang beruntung.

Misalnya saja seperti pencegahan dan pengobatan penyakit. Sejalan dengan strategi ini, UNICEF mendukung program imunisasi untuk penyakit anak-anak dan program untuk mencegah penyebaran HIV / AIDS; juga menyediakan dana untuk layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesejahteraan lainnya.

Sejak 1996, program UNICEF telah dipandu oleh Konvensi Hak Anak (1989), yang menegaskan hak semua anak untuk “menikmati standar kesehatan tertinggi yang dapat dicapai dan ke fasilitas untuk perawatan penyakit dan rehabilitasi kesehatan. .” Kegiatan UNICEF dibiayai oleh kontribusi pemerintah dan swasta.

UNICEF di Indonesia Seperti Apa?

Peran UNICEF di Indonesia sangat penting sekali. Bahkan ternyata UNICEF telah berperan memprioritaskan anak bangsa hingga melebihi dari 6 dekade. Sudah lebih dari 60 tahun UNICEF bersama mitranya sudah membantu jutaan anak-anak yang ada di Indonesia. Bantuan yang diberikannya berupa kemanusiaan dan pembangunan. Saat UNICEF bekerjasama dengan Indonesia di tahun 1948, mereka berperan penting dalam menyediakan bantuan darurat demi mencegah kelaparan yang terjadi di pulau Lombok.

Satu tahun berikutnya, UNICEF telah bekerja sama dengan Indonesia secara resmi untuk membangun dapur susu yang terletak di Yogyakarta, dimana tempat itu merupakan pusat pemerintahan baru Indonesia di masa itu. Selanjutnya di tahun 1969 berikutnya, pemerintah Indonesia telah meluncurkan sebuah program rencana pembangunan 5 tahun pertamanya. Saat itu, organisasi PBB yang lain dan UNICEF turut memberi bantuan pembangunan tersebut secara teknis.

Hingga kemudian beberapa dekade berikutnya, keterlibatan UNICEF semakin berkembang dan meliputi hingga ke program dan area yang lebih luas untuk membantu Indonesia dalam mewujudkan hak wanita dan anak-anak. Sekarang ini, program UNICEF telah didorong berdasarkan komitmen terhadap keadilan untuk memberi kesempatan yang adil untuk anak-anak yang merasa dirugikan. Supaya tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal.

Kegiatan Yang Pernah Dilakukan UNICEF di Indonesia

Di Indonesia sendiri UNICEF bersama dengan mitranya telah mengabdi hingga 61 tahun dan sudah menjangkau jutaan anak-anak yang ada di Indonesia. Mereka bekerja sejak tahun 1948 dan fokus untuk memberikan bantuan darurat supaya tidak terjadi kelaparan di Lombok. Hanya saja, perjanjian kerja sama antara UNICEF dan Indonesia secara resmi baru ditandatangani 1 tahun berikutnya.

Sekarang ini UNICEF masih menjalankan programnya di Indonesia. UNICEF fokus menjalankan program bantuan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak yang sedang tertimpa bencana, sekaligus melindungi hak-haknya dalam kondisi apapun. Misalnya saja saat terjadi gempa dan tsunami di Sulawesi tanggal 28 September 2018 yang lalu. Waktu itu, UNICEF merupakan badan PBB pertama yang memberikan bantuan darurat saat terjadi bencana di area itu.

Di tahun 2018 kemudian UNICEF bermitra dengan masyarakat sipil dan pemerintah untuk menjalankan program fase yang kedua melalui kampanye imunisasi nasional yang dilakukan hingga 2 tahun. Dalam program tersebut dilakukan vaksinasi pada 70 juta anak-anak untuk penyakit rubella dan campak. Kegiatan yang sama pernah mereka lakukan juga di Ambon, dimana di tempat ini sulit dijangkau sehingga vaksin penting untuk melindunginya dari penyakit.

Sementara itu, di Jawa Tengah, Brebes, UNICEF telah memberikan dukungan inisiatif Back to School Initiative. Dalam program tersebut telah berhasil membantu sebanyak 7.000 anak supaya bisa kembali ke bangku pendidikan formal dan juga non formal. Hal ini membuktikan bahwa peran UNICEF sangat penting sekali untuk Indonesia karena telah mendukung pemerintahan Tanah Air dalam mengutamakan hak, kelangsungan hidup, perkembangan, dan juga perlindungan anak.

Disamping itu, masih ada banyak kegiatan UNICEF yang lain di tahun 2018 lalu. Waktu itu terjadi tsunami dan gempa bumi dahsyat di wilayah Sulawesi. Saat bencana alam tersebut terjadi, UNICEF adalah badan PBB pertama yang telah memberi bantuan berbentuk pasokan darat. UNICEF dan pemerintah telah memberi bantuan untuk 1,4 juta orang yang berada di wilayah Sulawesi dan Lombok yang sedang terkena bencana alam.

Gerakan UNICEF Selama Ini

UNICEF percaya bahwa mengasuh dan merawat anak-anak adalah landasan kemajuan manusia. UNICEF diciptakan dengan tujuan ini dalam pikiran   untuk bekerja dengan orang lain untuk mengatasi rintangan yang ditimbulkan kemiskinan, kekerasan, penyakit dan diskriminasi di jalur anak. Agensi percaya bahwa bersama-sama, kita dapat memajukan tujuan kemanusiaan.

UNICEF menganjurkan langkah-langkah untuk memberikan anak-anak awal terbaik dalam hidup, karena perawatan yang tepat pada usia termuda membentuk fondasi terkuat untuk masa depan seseorang.

UNICEF mempromosikan pendidikan anak perempuan  dan memastikan bahwa mereka menyelesaikan pendidikan dasar minimum  karena itu menguntungkan semua anak, baik anak perempuan maupun anak laki-laki. Anak perempuan yang berpendidikan tumbuh menjadi pemikir yang lebih baik, warga negara yang lebih baik, dan orang tua yang lebih baik bagi anak-anak mereka sendiri.

UNICEF bertindak sehingga semua anak diimunisasi terhadap penyakit anak-anak biasa, dan diberi makan dengan baik, karena salah bagi seorang anak untuk menderita atau meninggal karena penyakit yang dapat dicegah.

UNICEF melibatkan semua orang dalam menciptakan lingkungan perlindungan untuk anak-anak. Badan ini hadir untuk meringankan penderitaan selama keadaan darurat, dan di mana pun anak-anak terancam, karena tidak ada anak yang boleh terkena kekerasan, pelecehan atau eksploitasi.

UNICEF menjunjung tinggi Konvensi tentang Hak Anak. Agensi bekerja untuk memastikan kesetaraan bagi mereka yang didiskriminasi, khususnya anak perempuan dan perempuan. Ini juga berfungsi untuk Tujuan Pembangunan Milenium dan untuk kemajuan yang dijanjikan dalam Piagam PBB. Itu berusaha untuk perdamaian dan keamanan, dan bekerja untuk meminta pertanggungjawaban semua orang atas janji yang dibuat untuk anak-anak.

UNICEF adalah bagian dari Gerakan Global untuk Anak-Anak yaitu sebuah koalisi luas yang didedikasikan untuk meningkatkan kehidupan setiap anak. Melalui gerakan ini, dan acara-acara seperti Sesi Khusus PBB tentang Anak-anak, ini mendorong orang muda untuk berbicara dan berpartisipasi dalam keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. UNICEF aktif di lebih dari 190 negara dan wilayah melalui program negara dan Komite Nasional.

Program Kerja UNICEF di Indonesia

UNICEF adalah mitra terbaik untuk anak-anak Indonesia demi memenuhi potensi mereka dengan baik. UNICEF mendukung dengan baik pemerintah Indonesia dengan cara mengutamakan kepentingan anak-anak yang terlantar dengan cara berinvestasi demi kelangsungan hidup mereka, perkembangan anak-anak, dan menjaga perlindungannya dengan baik.

Program UNICEF 2016 hingga 2020 saat ini berdasarkan pada kesetaraan yang berguna untuk merealisasikan hak anak-anak miskin dan dikucilkan yang telah tertuang ke dalam RPJMN. UNICEF membantu mitra nasional demi memantau kemajuan hak-hak tersebut lewat pembangunan berkelanjutan untuk anak-anak. Intervensi programnya berbasis hak dan melewati hingga ke berbagai sektor, sekaligus merespon kebutuhan khusus bagi anak-anak.

UNICEF merupakan lembaga paling unik diantara multi lateral yang ada di Indonesia, karena memiliki 7 kantor regional dan sub regional di kawasan disparitas dan kesenjangan layanan terbesar saat ini. UNICEF telah mengisi kesenjangan yang terjadi dan mendapat banyak dukungan untuk program perencanaan, pembiayaan, dan pemberian layanan untuk mengadvokasi kesetaraan, kualitas, dan keberlanjutan program.

Kehadiran UNICEF di negara yang memiliki populasi anak terbesar nomor 4 di dunia memperlihatkan bahwa UNICEF berpotensi memberikan dampak yang positif terhadap 80 juta anak lebih. Selain itu, program UNICEF juga turut bertanggung jawab dan memastikan anak-anak sebagai masa depan Indonesia mempunyai kesempatan yang sama dengan anak yang lain. Berikut ini adalah contoh program UNICEF di Indonesia, antara lain:

Perlindungan Anak

Tujuan program UNICEF dibidang ini adalah untuk menjaga anak-anak dari kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran supaya tetap aman.

Tantangan

Intimidasi dan dipermalukan merupakan 2 hal yang kerap terjadi di bangku pendidikan. Umumnya ada 18% anak perempuan dan 24% anak laki-laki yang terpengaruh akan hal ini. Biasanya anak laki-laki lebih sering menghadapi resiko serangan fisik saat menempuh pendidikan di bangku sekolah.

Selain itu, banyak juga guru di sekolah yang memberikan hukuman emosi dan fisik untuk membuat anak-anak menjadi disiplin. Sementara itu, untuk anak-anak yang mendapat hukuman fisik tersebut tidak mempunyai ketrampilan dan pengetahuan untuk melaporkan tindakan kekerasan tersebut ke layanan yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini.

Sedangkan anak perempuan yang berusia remaja biasanya lebih rentan terkena praktik tradisional yang berbahaya, yaitu terjadinya mutilasi alat kelamin perempuan atau FGM yang lebih rentan daripada anak laki-laki. Selain itu, banyak diantara dari mereka yang sering mengalami praktik pernikahan dini. Bahkan 1 dari 9 anak perempuan umumnya menikah kurang dari usia 18 tahun.

Biasanya anak-anak perempuan yang berasal dari keluarga termiskin akan lebih mungkin melakukan pernikahan 5x lebih cepat di usia dini daripada anak-anak perempuan yang kaya. Sedangkan tingkat mutilasi FGM juga cukup tinggi, hingga 52%. Padahal pernikahan anak itu selain termasuk bentuk pelanggaran hak anak yang memaksanya harus berhenti sekolah, ini bisa mengakibatkan terjadinya kemiskinan diantara generasi.

Tidak hanya itu saja, pernikahan yang terjadi pada usia dini bisa merusak pendidikan jangka panjangnya, kemampuan mencari nafkah semakin sedikit, dan ironisnya masalah ini tidak pernah terselesaikan karena akan semakin bertambah banyak. Disisi hukum, kekerasan pada anak ternyata masih belum sepenuhnya diperhatikan.

Sistem keadilan terhadap anak-anak masih belum begitu diprioritaskan perlindungannya. Hal ini terlihat dari banyaknya pernikahan dini dan perkosaan yang terjadi dimana-mana. Sementara itu, anggaran pemerintah yang seharusnya digunakan untuk melindungi anak-anak dari terjadinya kekerasan hanya berkurang sebanyak 0,1% saja dari jumlah yang dianggarkan.

Lebih buruknya lagi adalah ternyata ada 17% anak-anak yang berusia kurang dari 18 tahun tidak mempunyai akta kelahiran. Sehingga mereka kesulitan mengakses layanan utama yang disediakan oleh pemerintah.

Solusi

Solusi untuk mengatasi permasalahan itu adalah dengan cara membangun sistem perlindungan anak lebih komprehensif secara nasional demi mencegah, sekaligus menanggulangi terjadinya kekerasan, penelantaran, pelecehan, dan eksploitasi anak. Hal ini dilakukan demi mendukung informasi advokasi dan mereformasi UU, sekaligus memperbarui kebijakan berdasarkan HAM berstandar internasional.

Kejadian kekerasan yang sering dilakukan kepada anak-anak ditangani berbentuk perubahan sosial dan perilaku. Bahkan secara khusus, pihak UNICEF turut mendukung terjadinya kampanye nasional supaya tidak terjadi pernikahan dini dan meningkatkan visibilitas pelanggaran hak anak dan bisa mendorong debat publik di ruang terbuka terkait dengan isu utama, tentang pekerja anak, registrasi kelahiran, anak-anak pengungsi dan imigran, dll.

Pendidikan dan Remaja

Tujuan program ini adalah supaya dapat menjadikan anak-anak dan remaja lebih baik dan bisa memaksimalkan kemampuan dan skillnya dengan baik.

Tantangan

Anak-anak di Indonesia saat ini memiliki pendidikan yang lebih baik daripada sebelumnya. Meskipun sebenarnya masih ada sekitar 4,4 juta remaja dan anak-anak yang berusia 7 hingga 18 tahun masih saja tidak sekolah. Biasanya anak-anak yang hidup miskin, penyandang disabilitas, dan tinggal di kawasan tertinggal lebih beresiko mengalami masalah putus sekolah.

Misalnya saja seperti anak-anak SMP di usia 13 hingga 15 tahun yang berasal dari rumah tangga paling miskin, biasanya mereka berpotensi 5x mengalami putus sekolah daripada anak-anak yang hidup di keluarga berkecukupan. Secara geografis sendiri terlihat bahwa angka putus sekolah di Yogyakarta hanya sebesar 1,3% saja, padahal kota ini relatif makmur. Sedangkan di Papua memiliki 22% potensi anak putus sekolah.

Tidak hanya itu saja, ternyata banyak remaja turut kehilangan kesempatannya dalam mengembangkan potensi keahliannya dengan baik. Dari sebanyak 46 juta remaja yang ada di Indonesia, hampir ¼ dari mereka yang usianya 15 tahun sampai 19 tahun tidak bersekolah, tidak mempunyai pekerjaan, dan tidak ikut pelatihan. Jadi, pengangguran remaa mencapai 15%.

Solusi

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, UNICEF bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan akses pendidikan dan kualitasnya untuk anak-anak yang terpinggirkan di usia 3 tahun hingga 18 tahun. Program ini juga diberikan untuk anak-anak yang mengalami masalah disabilitas dan berada di kondisi kemanusiaan.

Bagaimanapun juga, mengurangi tingkat anak putus sekolah merupakan prioritas utama untuk Indonesia supaya dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dalam pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Maka dari itulah, dukungan UNICEF saat ini lebih fokus terhadap pembuatan bukti, advokasi kebijakan, dan juga memperkuat sistem supaya bisa mendapatkan akses yang lebih adil terhadap peningkatan hasil pembelajaran, pendidikan, dan pengembangan ketrampilan untuk remaja.

Kesehatan

Program kesehatan UNICEF disini bertujuan untuk memberikan peluang supaya anak-anak dapat bertahan hidup.

Tantangan

Berkat kepemimpiman yang hebat dari pemerintah dan dukungan dari banyak mitra hingga 2 dekade terakhir berhasil menciptakan peningkatan yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan anak-anak. Saat ini kelangsungan hidup anak-anak mulai meningkat secara substansial di Indonesia hingga beberapa dekade terakhir. Sehingga hal ini membuat angka kematian bayi dan balita berhasil berkurang hingga separuh diantara tahun 1990 hingga 2017.

Selain berhasil membuat ½ kabupaten berhasil terbebas dari penyakit malaria, sejak 2014 jumlah wanita hamil yang telah diuji HIV meningkat hingga 5x lipat. Sehingga beberapa dari mereka mulai melakukan pengobatan secara anti retroviral hingga 2x lipat peningkatannya. Beruntungnya saat itu sudah ada 201 juta orang terdaftar dalam program asuransi BPJS tunggal terbesar di dunia.

Penyakit tidak menular, beserta masalah yang lain masih menimbulkan beberapa resiko yang signifikan. Misalnya saja masalah polusi udara sebagai faktor resiko paling tinggi nomor 3 untuk anak-anak yang usianya kurang dari 5 tahun. Namun meskipun begitu, ada 1 dari 30 anak yang telah meninggal sebelum berusia 5 tahun dimana rentang 1 hingga 10 terjadi di sejumlah kabupaten Indonesia Timur, termasuk kawasan paling tertinggal di Indonesia.

Bayi yang baru saja lahir rentan sekali mengalami masalah ini dan diperkirakan mencapai 50% resiko kematian di tahun pertama kehidupannya. Sedangkan ada 75% angka kematian sering terjadi di tahun pertama kehidupannya. Sayangnya segala hal yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian dari bayi baru lahir ini baru turun dalam dekade terakhir ini.

Karena banyak kematian terjadi pada bayi baru lahir, biasanya ini dipengaruhi oleh perawatan pasca kelahiran dan kesehatannya tergantung dari kesehatan ibu. Dalam hal ini peningkatan untuk mengatasi masalah ini masih rendah. Karena angka kematian ibu menurun dari 390 ke 305 setiap 100 ribu kelahiran hidup di antara 1991 hingga 2015.

Masalah ini masih saja terjadi meskipun sudah banyak bidan terlatih dimana-mana lengkap dengan ketersediaan fasilitas kesehatan hingga 83%. Beberapa masalah penyebab kematian utama pada anak yang berusia dini adalah karena penyakit bawaan, pneumonia, dan diare. Sedangkan penyebab kematian balita biasanya terjadi karena komplikasi neonatal, malaria, dan campak di kawasan endemis.

Umumnya tingkat kematian bayi baru lahir, anak-anak, dan ibu terjadi karena ada kesenjangan pemberian layanan yang serius. Selain itu, hal ini juga bisa terjadi karena selama ini pemberian layanan pencegahan, perawatan HIV ibu dan anak masih lemah. Bahkan hanya sebanyak 36% ibu hamil saja yang dites lab HIV selama melakukan perawatan antenatal.

Resiko lainnya ada yang terjadi pada anak-anak karena hidup di kawasan yang buruk. Yaitu hidup di lingkungan orang-orang yang buang air besar secara sembarangan dan adanya prevalensi malaria yang tinggi di sejumlah daerah.

Solusi

Saat ini UNICEF telah bekerja sama dengan pihak pemerintah Indonesia demi meningkatkan layanan yang berkualitas untuk ibu, anak-anak, dan bayi baru lahir yang bersiko tinggi mengalami masalah tersebut. Di tingkat nasional, UNICEF turut memberikan support kepada pemerintah Indonesia untuk memperkuat kesehatan warganya supaya bisa menjaga kesehatan secara universal.

Dukungannya ini dilakukan dengan cara memberikan fasilitas kebijakan kesehatan yang bisa diandalkan dan melalui perencanaan program, dan anggarannya. Kualitas layanan kesehatan saat ini sedang diperkuat demi membangun kapasitas badan kesehatan, mengadopsi standar dan juga indikatornya untuk mengetahui kualitas perawatan kesehatan yang diberikan di Indonesia untuk ibu dan bayi baru lahir.

Selain itu, mereka juga menerapkan strategi untuk meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan dengan cara memberikan peningkatan perawatan dan layanan kepada pasien. Sementara itu, untuk mengatasi masalah penyakit menular, dilakukan upaya eliminasi malaria di kawasan endemis, lengkap dengan melakukan peningkatan layanan HIV demi mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu ke anak dan melakukan diagnosa dini untuk bayi.

Untuk mengatasi masalah penyakit yang tidak menular, maka UNICEF mendukung advokasi dan juga peningkatan kesadaran terhadap dampak buruk polusi udara pada kesehatan anak-anak dan kesejahteraannya.

Nutrisi

Program nutrisi UNICEF ini diberikan untuk mengatasi masalah malnutrisi yang terjadi di Indonesia.

Indonesia sudah mengalami banyak sekali kejadian penting dalam perjalanannya supaya bisa menjadi negara yang berpenghasilan lebih baik. Di antaranya adalah melakukan penurunan angka kematian anak dan meningkatkan penerimaan anak-anak dibangku sekolah dasar signifikan. Namun sayangnya, meskipun banyak hal yang dilakukan, namun tetap saja tidak ada peningkatan terhadap status gizi anak-anak.

Jutaan anak-anak dan juga remaja Indonesia masih saja terancam karena masih banyak anak yang bertubuh pendek atau memiliki tinggi badan dibawah rata, rata, berbadan kurus, dan memiliki masalah malnutrisi. Yaitu bisa jadi kekurangan nutrisi dan kelebihan nutrisi. Umumnya kegagalan dalam memenuhi pertumbuhan anak karena terjadi malnutrisi kronis dan mengalami masalah penyakit yang berulang selama masih anak-anak. Ini bisa menyebabkan batasan fisik dan kognitif anak.

Disisi lain, mempunyai tubuh yang terlalu kurus atau mengalami kekurangan gizi yang akut bisa terjadi dikarenakan oleh penurunan berat badan berlebihan sehingga terjadi kegagalan dalam meningkatkan berat badannya. Umumnya anak-anak yang masuk dalam kategori kurus dan kegemukan lebih beresiko mengalami kematian yang tinggi.

Sementara itu, untuk masalah kegemukan juga cukup besar di Indonesia. Hal ini berpotensi meningkatkan datangnya berbagai macam penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung/ kardiovaskular dan diabetes. Masalah lain juga bisa terjadi dikarenakan populasi kerjanya yang lebih besar, dimana mereka harus melakukan perjalanan yang lebih lama, mengalami perubahan pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat. Karena mengonsumsi makanan yang tidak segar dan lebih sering mengonsumsi junk food.

Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan karena terlalu sering mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, seperti gula, lemak, dan garam.  Dampak terjadinya masalah malnutrisi ini tidak hanya dirasakan masyarakat. Namun masalah ini bisa berdampak pada masalah ekonomi yang kemudian menyebabkan terjadinya lonjakan angka kemiskinan yang berkelanjutan.

Meskipun angka kemiskinan itu berpotensi menyebabkan terjadinya masalah gizi buruk. Namun masih ada beberapa faktor penyebab lainnya yang membuat seseorang mengalami masalah gizi buruk. Yaitu karena kekurangan pengetahuan dan praktik terhadap proses pengasuhan anak dan seringnya para orang tua memberikan makanan kepada anak-anaknya dengan nutrisi yang tidak memadahi. Sehingga terjadilah angka gizi yang buruk pada anak-anak.

Bagaimanapun juga, kesehatan ibu sangat berperan penting sekali terhadap kesehatan anak-anaknya. Banyak wanita hamil yang berusia remaja sering menyantap makanan tidak sehat selama kehamilannya. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya kelahiran bayi kecil atau berat badan yang rendah. Bukti baru suda

Solusi

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka UNICEF mendukung pemerintah Indonesia dengan cara meningkatkan lingkungan. Yaitu mendukung perkembangan gizi, memperkuat sistem dalam pemberian layanan gizi, dan pemberian korodinasi, saran kebijakan, beserta dukungan advokasi demi memberikan hasil terbaik terhadap masalah nutrisi di Indonesia.

Wash

Program ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih untuk belajar dan bermain anak-anak.

Tantangan

Ada sebanyak 25 juta warga Indonesia yang masih tidak memakai toilet untuk buang air besar. Banyak diantara dari mereka masih saja buang air besar di hutan, semak-semak, ladang, jalan, parit, sungai, dan ruangan terbuka yang lainnya. Padahal, dengan membuang air besar sembarangan itu tidak hanya dapat merendahkan harkat dan martabat manusia saja. Namun hal ini dapat beresiko memperburuk masalah kesehatan anak-anak dan masyarakat.

Buang air besar secara sembarangan dan adanya air limbah yang tidak diolah dengan baik bisa membuat pasokan air menjadi tercemar. Sehingga hal ini menimbulkan terjadinya penyebaran penyakit diare dan kolera. Ada ¼ dari semua anak yang berusia kurang dari 5 tahun di Indonesia sedang mengalami masalah diare. Masalah diare pada anak-anak adalah faktor utama penyebab kematian anak-anak di Indonesia.

Selain itu, kualitas air buruk juga bisa menjadi penyebab masalah diare. Biasanya kualitas air buruk ini dikarenakan oleh kondisi sosial ekonomi yang buruk juga. Bahkan berdasarkan survei air minum yang pernah dilakukan di Yogyarta pada tahun 2017, sebagai pusat kota makmur yang terletak di Jawa telah ditemukan ada sebanyak 89% sumber air dan 67% air minum rumah tangga telah terkontaminasi oleh bakteri tinja.

Maka dari itulah, membangun toilet, dan mengelola kotoran tinja dengan baik, serta mencuci tangan hingga bersih merupakan salah satu cara terbaik untuk membuat anak-anak dan keluarga menjadi lebih sehat. Hanya saja, bagi warga Indonesia yang berada di kawasan tertinggal, miskin, dan memiliki masalah kesenjangan sosial yang tinggi umumnya tidak memiliki akses sanitasi di rumahnya.

Padahal, sanitasi yang dikelola dengan baik bisa meningkatkan kesehatan dan produktivitas masyarakat. Maka dari itulah, mencapai SDG6 membutuhkan strategi yang lebih baik lagi supaya dapat menjangkau anak-anak dan keluarga yang termiskin di Indonesia dengan cara menyediakan akses mudah untuk membuat mereka lebih mudah mendapat pasokan air, sanitasi, dan menjaga kebersihan dengan baik.

Solusi

UNICEF saat ini mendukung program pemerintah Indonesia demi mempercepat akses memberikan pasokan air, memperbaiki sanitasi, dan mengelola kebersihan dengan baik. Pada tingkat nasional, usaha ini lebih fokus terhadap advokasi tingkat tinggi dan politik bersama dengan cara menyelaraskan kebijakan dan program wash supaya informasi yang didapatkan benar-benar terbaru dan bisa dipertanggungjawabkan.

Salah satu tantangan paling besar supaya bisa mengelola sanitasi dengan baik adalah dengan cara mengubah perilaku masyarakat. Yaitu dengan cara menciptakan normal sosial yang mendukung sanitasi dengan baik supaya dikelola dengan baik.  Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang membuang air besar secara sembarangan sebagai faktor penyebab datangnya berbagai macam penyakit.

Dalam hal ini, sekolah dasar dan masyarakat sekitar merupakan mitra utama yang berperan penting dalam meningkatkan sikap hidup yang lebih bersih. UNICEF saat ini mulai meningkatkan kapasitas guru, pemerintah desa setempat, dan orang tua dalam mengembangkan sekaligus mengimplementasikan rencana sanitasi sekolah demi mendukung praktik yang lebih sehat.

Misalnya saja dengan membiasakan mereka supaya mau mencuci tangan secara rutin setelah beraktivitas dan sebelum makan, selalu melakukan manajeman kebersihan yang baik dalam segala hal, termasuk disaat mengalami menstruasi. Disamping itu, UNICEF juga turut membantu meningkatkan kualitas data pemerintah dan sistem pemantauannya agar program WASH bisa berjalan dengan baik.

Mengapa Donasi ke UNICEF?

Sumbangan untuk Unicef ​​berarti Anda benar-benar membuat perbedaan bagi kehidupan anak-anak. Kami senang Anda mempertimbangkan untuk memberikan donasi ke Unicef. Dari vaksin yang menyelamatkan jiwa hingga buku-buku sekolah di ruang kelas desa, uang yang Anda sumbangkan hari ini dapat melindungi anak dari bahaya seperti penyakit dan penyalahgunaan, dan membantu mereka tumbuh dengan aman dan sehat.

Unicef ​​tidak menerima uang dari anggaran PBB, jadi kami bergantung sepenuhnya pada donasi amal seperti milik Anda untuk mendanai pekerjaan vital kami untuk melindungi anak-anak, mengubah hidup mereka dan membangun dunia yang lebih aman untuk anak-anak masa depan.

Mengapa Memilih UNICEF?

Unicef ​​adalah organisasi terkemuka yang bekerja untuk anak-anak. Kami memastikan lebih banyak anak-anak di dunia yang divaksinasi, dididik, dan dilindungi daripada organisasi lain mana pun. Kami telah berbuat lebih banyak untuk memengaruhi undang-undang dan kebijakan untuk membantu melindungi anak-anak daripada orang lain.

Kami menyelesaikan sesuatu. Dan kita tidak akan berhenti sampai dunia adalah tempat yang aman untuk semua anak kita. Maka dari itulah seharusnya semua orang Support Unicef Indonesia demi kehidupan anak bangsa.

Apa Manfaat Bermitra dengan UNICEF?

  1. Memperoleh kekuasaan – UNICEF menggunakan posisi uniknya untuk mempertemukan pemangku kepentingan publik dan non-publik seputar masalah hak-hak anak di tingkat lokal, nasional dan global.
  2. Jangkauan global dan kehadiran negara – Dengan kehadiran yang kuat di 190 negara, UNICEF adalah aktor berpengaruh yang dapat menumbuhkan keselarasan yang lebih besar antara inisiatif global dan strategi pembangunan nasional, bertindak sebagai saluran antara aktor lokal dan proses pembuatan kebijakan global.
  3. Keahlian teknis dan pengadaan yang efisien – Melalui kemitraan dengan UNICEF, banyak OMS telah memperoleh manfaat dari keahlian teknisnya dalam mencocokkan pekerjaan lokal dengan prioritas internasional, menyiapkan proposal pendanaan berkualitas tinggi dan pengadaan sumber daya.
  4. Membangun kapasitas – UNICEF membantu memperkuat kapasitas OMS dengan: 1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis; 2) memperkenalkan teknologi baru untuk pemberian layanan yang efektif; dan 3) memperkuat pendekatan pengiriman dan sistem organisasi dan manajemen.
  5. Membuat inovasi dapat diakses – UNICEF berupaya mengidentifikasi dan meningkatkan pengiriman intervensi penyelamatan jiwa yang inovatif, termasuk melalui penggunaan teknologi baru.
  6. Mengubah perilaku dan perubahan kebijakan –UNICEF membuat perbedaan penting dengan mengadvokasi pengembangan kebijakan dan mekanisme yang melindungi hak-hak anak dan, dengan meningkatkan kesadaran publik tentang masalah anak-anak.
  7. Dukungan keuangan – Melalui perjanjian kerja sama proyek dan perjanjian pendanaan skala kecil dengan CSO, UNICEF dapat memberikan dukungan keuangan untuk biaya program terkait kemitraan.

Macam-Macam Donasi ke Unicef

Jenis donasi ke UNICEF itu bermacam-macam. Ada yang bisa dilakukan sebanyak 1x saja, dan bisa juga dilakukan secara rutin. Donasi rutin merupakan salah satu cara untuk memberikan donasi kepada UNICEF secara rutin. Tujuannya adalah melakukan komitmen bulanan dalam mendukung kesejahteraan anak yang berkelanjutan di masa kritis pada proses tumbuh kembangnya.

Dengan melakukan donasi secara rutin inilah akan membantu UNICEF dalam merencanakan solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah anak-anak yang paling membutuhkan. Sedangkan untuk donasi lainnya adalah donasi satu kali. Sementara itu, untuk jenis donasi lainnya adalah donasi satu kali. Donasi satu kali ini memberikan bantuan secara langsung satu kali pada mereka yang membutuhkan. Namun tentunya bantuannya tersebut diberikan ke wilayah kerja UNICEF yang lebih spesifik.

Cara Menjadi Donatur UNICEF

Supaya dapat memastikan semua program UNICEF berjalan dengan lancar, maka UNICEF telah menggalang donasi rutin dari para sukarelawan. Setidaknya melebihi dari 62.000 donor individu dan mitra pembangunan telah membantu mewujudkan mimpi anak-anak menjadi kenyataan. Sumbangan yang diberikan kepada UNICEF itupun bisa juga dilakukan secara online lewat rekening yang telah tertuang dalam situs resminya.

Ini menandakan bahwa UNICEF masih komitmen dalam mewujudkan hak anak bangsa. Mereka terus bergerak untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan menawarkan harapan yang lebih cerah untuk anak-anak. Maka dar itulah, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. Yaitu dengan cara menjadi seorang donatur UNICEF.

Donasi merupakan upaya kolektif yang sangat dibutuhkan demi melindungi hak-hak dan mewujudkan mimpi anak bangsa. Menjadi seorang donatur UNICEF bisa dilakukan secara online melalui smartphone dan dekstop ke situs Support Unicef Indonesia. Setelah itu, tinggal pilih saja ingin donasi rutin atau satu kali untuk membantu anak-anak.

Cara Donasi ke UNICEF Indonesia

Supaya bisa melakukan donasi ke UNICEF, Anda dapat melakukannya secara online dari situs resminya langsung. Sehingga Anda bisa memastikan tidak ada anak-anak yang tertinggal lagi dengan turut berkontribusi menjadi seorang donatur. Cara donasi ke UNICEF Indonesia sangat mudah. Anda bisa memberikan bantuan ke rekening yang tersedia secara langsung atau mengunjungi situs resminya dengan cara berikut ini:

Cara Berhenti Donasi UNICEF Ternyata Mudah, Begini Caranya!

  1. Kunjungi situs UNICEF Indonesia langsung dan pilih tipe donasinya dan besarannya. Kemudian berikan data informasi selengkapnya, seperti nama Anda, nomor telepon, dan email.
  2. Anda bisa memilih cara berdonasi lewat transfer bank, kartu kredit, convenience store, dan internet banking. Namun khusus untuk donasi rutin ini hanya dapat dilakukan lewat kartu kredit.
  3. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi kantor UNICEF Indonesia secara langsung di World Trade Center 6, di lantai 10, Jl Jenderal Sudirman Kav. 31, Jakarta, 12920, Indonesia. Kunjungi kantor di jam operasional di hari Senin sampai dengan Jum’at pada jam 9 pagi sampai dengan jam 5 sore.

Hindari Penipuan: Cara Melindungi Diri Sendiri

UNICEF sangat prihatin tentang penggunaan penipuan atas nama dan logo kami oleh orang-orang tidak etis yang dengan sengaja menyalahgunakan kepercayaan para pendukung UNICEF di seluruh dunia. Berikut ini adalah perincian tentang bagaimana penipuan dilakukan – dan bagaimana membantu melindungi UNICEF dan diri Anda dari konsekuensi yang berpotensi serius.

Penawaran penipuan

Kami telah menerima laporan bahwa penipu sekarang mungkin menggunakan nama UNICEF – dan kredibilitas yang diperoleh dengan susah payah – untuk mengumpulkan anggota masyarakat melalui situs web, email, dan panggilan telepon.

Pelanggaran-pelanggaran ini telah menjadi perhatian departemen hukum UNICEF. Kami juga memperingatkan publik, dalam upaya untuk memastikan bahwa korban yang tidak bersalah tidak terpancing untuk memberikan rincian kontak pribadi mereka.

Harap diperhatikan bahwa situs web, email, dan panggilan telepon yang menawarkan pekerjaan atau hadiah atas nama UNICEF dibuat-buat dan curang. Hanya UNICEF dan 36 komite nasionalnya yang berwenang untuk mengirim komunikasi atau banding kepada publik atas nama UNICEF.

Waspadalah terhadap ‘phishing’

Dengan meningkatnya perhatian media tentang pencurian data pribadi, banyak konsumen – serta pendukung organisasi kemanusiaan seperti UNICEF – prihatin dengan privasi dan integritas data pribadi mereka.

Itulah sebabnya penting untuk mengetahui korespondensi Internet yang curang, juga dikenal sebagai ‘phishing’.

Phishing adalah jenis penipuan di mana pesan email, pesan instan, dan situs web digunakan untuk menipu individu agar memberikan informasi pribadi yang rahasia. Istilah ini berkaitan dengan gagasan bahwa orang akan ‘mengambil umpan’ dan mengungkapkan informasi pribadi, yang dapat digunakan untuk penipuan kartu kredit dan pelanggaran privasi serius lainnya.

E-mail phishing biasanya dikirim dari organisasi yang sah, meminta pengguna untuk membalas atau menautkan ke halaman web untuk memperbarui informasi pribadi mereka. Terkadang mengandung logo organisasi dan bahkan alamat fisik, tetapi alamat web, atau URL, tidak cocok dengan logo organisasi yang sah.

Jangan ‘ketagihan’

Di antara data yang biasanya diminta oleh phisher adalah nama dan alamat pengguna; Nomor keamanan sosial; nomor dan kata sandi akun; dan informasi rekening bank dan kartu kredit – terkadang bahkan nama gadis ibu pemegang akun atau informasi pribadi lainnya yang digunakan untuk tujuan keamanan. cara berhenti donasi unicef

Cara Berhenti Donasi UNICEF Indonesia?

Apakah Anda ingin berhenti atau menunda donasi ke UNICEF? Anda dapat menggunakan internet banking untuk menghentikan atau menangguhkan pembayaran tersebut. Bagaimanapun juga, rekening bank Anda berarti uang Anda. Anda memiliki hak untuk mengelola uang Anda seperti yang Anda inginkan. Berlangganan mungkin terkadang akan bermasalah saat kondisi keuangan sedang tidak stabil.

Alih-alih menyumbang kepada seseorang di salah satu bagian dunia, justru akan menjadi bencana bila kondisi keuangan sendiri sedang tidak baik. Maka dari itulah jika Anda sudah terdaftar ke dalam UNICEF untuk memberikan bantuan dan kemudian ingin tahu bagaimana cara berhenti donasi unicef karena suatu hal, silahkan hubungi UNICEF untuk membatalkan penarikan bulanan yang telah diotorisasi.

Dengan cara itu Anda dapat membatalkan pembayaran tertentu atau menghentikan pembayaran sama sekali. Sementara itu, untuk alasannya sendiri bisa bermacam-macam. Alasan berhenti donasi UNICEF umumnya bukan karena tidak peduli lagi terhadap masa depan wanita dan anak-anak. Namun, hal ini bisa terjadi karena kondisi keuangannya sedang tidak stabil dan bisa jadi karena memang ada kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Sehingga untuk mereka yang sedang mengalami hal tersebut biasanya ingin tahu cara berhenti donasi UNICEF segera untuk memenuhi kebutuhan yang lebih mendesak tersebut. Dalam hal ini, untuk melakukan pemberhentian bisa dilakukan dengan banyak cara. Yaitu sebagai berikut ini:

  1. Silahkan menghubungi layanan donatur langsung ke nomor (021) 80662100. Setelah itu, sampaikan apa tujuan Anda dan alasan berhenti donasi rutin untuk UNICEF. Supaya bisa mendapatkan respond cepat, sebaiknya hubungi pihaknya di jam kerja.
  2. Selain menghubungi dari nomor telepon, Anda juga bisa menggunakan cara berhenti donasi UNICEF dengan mengirimkan pesan email ke alamat donorlove@unicef.org. Jadi cara untuk berhenti donasi itu tidak hanya sekedar lewat telepon saja, via email pun juga bisa. Namun jangan lupa untuk menulis, “berhenti donasi” dibagian subject email.

Perlu diketahui bahwa jam operasional UNICEF adalah hari Senin hingga Jum’at di jam 9 pagi sampai dengan 5 sore. Jadi, jika ingin mendapatkan respon cepat, sebaiknya jangan menghubunginya di luar jadwal kerja tersebut. Selain itu, jangan lupa untuk menyampaikan tujuannya dengan jelas kepada layanan donatur saat ingin berhenti menjadi donatur.

Disamping itu, sebaiknya pakai nomor telepon yang sebelumnya pernah digunakan untuk mendaftar menjadi donatur supaya prosesnya semakin mudah. Berdasarkan pengalaman dari mereka yang pernah berhenti menjadi donatur UNICEF, salah satu cara berhenti donasi UNICEF paling cepat diproses adalah melalui telepon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *