Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor

Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor

Diposting pada

Bagi Anda warga Jakarta, memiliki kendaraan bermotor sudah pasti membuat pemiliknya senang. Di samping itu, Anda juga tidak boleh lupa akan tanggung jawab yang dimiliki jika sudah membelinya dengan cara cek pajak kendaraan bermotor Jakarta bagi masyarakat ibukota.

Beberapa Cara Cek Pajak Kendaraan di Jakarta

Karena padatnya kegiatan di ibukota, kadang masyarakat sering lupa jika mereka memiliki tanggungan terhadap kendaraan yang dimiliki. Pajak pada motor dan mobil harus dibayarkan secara rutin agar hak berkendara tidak dicabut. Begini cara cek berapa besarannya:

Cek Pajak Motor Melalui SMS

Cek Pajak Motor Melalui SMS

Jika Anda termasuk orang yang sibuk dan sedang tidak ada kuota internet maka SMS bisa diandalkan untuk melihat berapa besaran pajak kendaraan. Cara sederhana ini bisa diterapkan langsung bahkan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Caranya pun cukup mudah. Anda tinggal mengetikkan nomor USSD seperti saat mengecek pulsa atau paket internet ke *368*1#. Layanan tersebut akan terhubung langsung ke SAMSAT DKI Jakarta. Setelahnya pengguna bisa mendapat beberapa menu untuk dipilih.

Menu yang bisa Anda pilih diantaranya adalah Info Motor atau Mobil pengguna, Pajak Kendaraan Bermotor, Tagihan Reminder, Simling serta Samling. Pilih pilihan ke dua lalu masukkan nomor plat. Setelah itu pihak Polda Metrojaya akan memberi informasi tersebut.

Cek Pajak Motor Online

Cek Pajak Motor Online

Selain melalui layanan pesan singkat, Anda juga masih bisa mengakses cara cek pajak kendaraan Jakarta dengan online melalui website Samsat Nasional. Keterangan yang diberikan situs tersebut juga lengkap dengan penjelasan singkat dan mudah dipahami.

Cara pengecekannya juga mudah. Anda tinggal masuk ke situs https:// samsat-pkb2.jakarta.go.id. Setelah website terbuka, masukkan nomor kendaraan serta NIK pada KTP atau Kartu Keluarga bersangkutan ke kolom yang telah disediakan di halaman pertama.

Jika sudah terbuka maka informasi mengenai kendaraan Anda akan ditampilkan di sana. Mulai dari Nomor Polisi, TNKB, Tahun Pembuatan, Merk, Type, Warna, Model, Jenis, Tanggal pembayaran terakhir, Total biaya sebelumnya, Jatuh tempo dan Estimasi yang perlu dibayarkan.

Cek Pajak Motor Menggunakan Aplikasi SAKPOLE

Cek Pajak Motor Menggunakan Aplikasi

Untuk menghindari banyaknya orang berkumpul di Samsat DKI ketika hari biasa, sekarang Anda bisa mengecek pembayaran pajak kendaraan langsung melalui aplikasi yang telah diluncurkan bertajuk SAKPOLE. Dengan begini orang-orang dapat melakukan pengecekan dari mana saja.

Anda cukup mengunduh aplikasi itu melalui Google Playstore secara gratis. Sayangnya untuk pengguna Appstore sepertinya belum ada. Masukkan nomor kendaraan beserta NIK dari KTP atau Kartu Keluarga sama seperti di website tadi. Keterangan lengkap akan muncul setelahnya.

Selain SAKPOLE, masih ada juga aplikasi lain yang bisa Anda gunakan untuk mengecek besaran pajak kendaraan sekaligus membayarkan tunggakannya yakni e-Samsat. Bila telah dibayarkan, pengguna wajib ke Samsat langsung untuk mencetak SKPD dan mengecek keabsahannya.

Cek Langsung ke Kantor SAMSAT

Cara Cek Pajak Kendaraan Bermotor

Selain menggunakan ketiga cara di atas, Anda juga bisa mengeceknya langsung ke SAMSAT apabila jarak rumahnya kebetulan dekat. Informasi yang didapat pun bisa jauh lebih lengkap serta pemilik kendaraan bisa sekalian tanya-tanya jika ada ketidak jelasan.

Pertama, jangan lupa untuk membawa STNK, KTP, BPKB serta bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor terakhir. Bawa bersi asli dan fotokopinya. Anda bisa serahkan dokumen tersebut ke petugas SAMSAT (atau yang keliling jika ada di daerah tersebut).

Setelahnya petugas memberikan nomor antrean pada Anda. Jika sudah di panggil mereka akan menjelaskan tentang tanggungan tersebut dan pemilik kendaraan bermotor bisa sekalian membayarkannya (pajak juga bisa dibayarkan lain waktu asal tidak melebihi batas).

Pajak Kendaraan yang Harus Dibayarkan

Meskipun memiliki satu kendaraan saja tapi nyatanya ada dua buah pajak yang harus dibayarkan oleh pemilik. Untuk jangka waktunya sendiri juga berbeda-beda dengan syarat berlainan pula. Berikut penjelasan lengkap mengenai kewajiban bayar tersebut:

Pajak Tahunan

Anda pasti sudah tahu apa itu STNK ketika membeli sepeda motor maupun mobil. Faktanya surat tersebut harus dibayarkan pajaknya tiap satu tahun sekali. Anda bisa langsung mengurusnya ke kantor SAMSAT terdekat atau langsung membayarkannya secara online.

Sayangnya untuk pembayaran secara online tidak semua SAMSAT mampu menyediakannya. Kecuali bagi cek pajak Jakarta, Anda masih bisa melakukannya lewat website maupun aplikasi yang telah disediakan. Lakukan pembayaran segera setelah mengetahuinya.

Setelah mengecek dan mengetahui jumlahnya, Anda harus segera membayarkannya ke SAMSAT dengan membawa beberapa persyaratan seperti STNK asli, KTP serta membayar biaya administrasi (untuk ini, biasanya setiap tempat besarannya berbeda).

Pajak Lima Tahunan

Selain dibayarkan setiap tahun, STNK kendaraan bermotor juga harus diganti dengan yang baru setiap lima tahun sekali. Selain itu, Anda juga harus mengganti plat nomornya sekalian. Karena adanya penggantian itu pula maka pengendara hanya bisa membayarkannya ke SAMSAT saja.

Beberapa persyaratan yang harus Anda bawa sebelum membayarkan pajak lima tahunan ke SAMSAT adalah STNK, BPKB, KTP serta formulir cek fisik kendaraan. Form tersebut bisa didapatkan langsung di kantor pembayaran terdekat.

Setelah semua persyaratan di atas Anda serahkan maka petugas akan memberikan tanda lunas serta informasi mengenai pengambilan STNK baru beserta wadah plastiknya. Waktunya sendiri tergantung, kadang bisa sehari jadi atau mungkin hingga dua hari jika ada kendala.

Pengguna yang Bisa Langsung Cek Pajak Kendaraan

Ternyata jika diteliti lebih lanjut, tidak semua orang harus membayarkan kewajiban mereka. Hanya beberapa yang masuk golongan berikut wajib membayarkan kepemilikan motor atau mobil setiap tahun setelah melakukan cek pajak kendaraan online Jakarta seperti penjelasan berikut.

Milik Pribadi

Jika Anda tidak terikat oleh pemerintah maupun instansi tertentu atas kendaraan yang dimiliki, maka motor maupun mobil tersebut harus dibayarkan pajaknya setiap tahun. Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2015.

Namun, apabila kendaraan bermotor tersebut dicantumkan atas nama Anda sendiri dan bukan dengan instansi tertentu serta pemerintahan, maka yang bersangkutan wajib membayarkannya secara berkala. Pembayarannya pun tidak bisa diwakilkan oleh orang lain.

Untuk kepemilikan kendaraan pribadi, orang yang namanya tercantum pada STNK dan KTP harus membayarkannya langsung ke SAMSAT atau melalui rekening bank (bisa untuk pajak tahunan). Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya calo ketika pembayaran berlangsung.

Badan Usaha atau Perusahaan yang Memiliki Kendaraan

Sebagai pemilik sebuah badan usaha maupun perusahaan, pasti Anda memiliki banyak kendaraan. Tidak hanya mobil dan motor biasa bahkan yang berukuran besar pun jadi salah satu trasportasi pengangkut di tempat tersebut, pemilik harus cek pajaknya dulu.

Semua kendaraan yang telah dimiliki badan usaha maupun perusahaan tersebut wajib dibayarkan pajaknya seperti motor atau mobil milik pribadi. Mulai dari kewajiban tahunan serta lima tahunan. Pemilik bisa melakukan cek pajak dengan cara sama seperti lainnya.

Pengecualian Kendaraan

Ternyata di samping kewajiban pemilik untuk membayarkan pajaknya, ada pula beberapa kendaraan yang memang tidak diwajibkan pembayarannya seperti yang lain. Hal itu dikarenakan motor, mobil, lokomotif maupun alat berat tersebut masih milik pemerintah.

Tanggungan pemerintah terhadap kendaraan tersebut seperti kereta api, alat transportasi yang digunakan untuk kepentingan pertahanan dan keamanan negara, milik konsulat, duta besar atau perwakilan negara asing karena hal tersebut merupakan salah satu fasilitas dari pemerintah.

Hal ini pun berlaku pula pada kendaraan yang dimiliki oleh importir maupun pabrikan karena memang sengaja disediakan untuk kegiatan pameran. Motor atau mobil bawaan mereka tidak diperjual belikan pada umum sehingga dibebaskan dari pembayaran pajak.

Asal Pengenaan Trarif Pajak Kendaraan Bermotor

Ketika Anda melakukan cek pajak mobil Jakarta maupun motor, pastinya tertera jumlah saja tanpa ada perhitungan di dalamnya. Ternyata pengenaan tarif tersebut sudah melibatkan hitungan hingga di dapat angka yang harus dibayarkan pemilik kendaraan sebagai berikut:

Kendaraan Pribadi Perseorangan

Untuk kepemilikan motor maupun mobil pribadi, besaran pajak yang dikenakan setiap kendaraannya adalah sebesar 2% dari harga pembelian. Angka tersebut masih bisa bertambah jika pemilik membeli transportasi kedua, ketiga dan seterusnya.

Untuk transportasi kedua dan seterusnya, pemilik akan dikenakan tarif pajak progresif sebesar 0,5%. Jadi mereka wajib membayar total 2,5% sesuai perhitungan. Hal itu tidak hanya berlaku bagi motor saja namun juga mobil maupun transportasi atas nama pribadi lainnya.

Badan Usaha atau Perusahaan

Berbeda lagi dengan Badan Usaha maupun Perusahaan yang memiliki kendaraan bermotor, setiap transportasi mereka akan dikenakan tarif pajak sebesar 2%. Kenaikan secara progresif seperti milik perseorangan tidak dikenakan di sini.

Hal itu dikarenakan sebuah Badan Usaha maupun Perusahaan sudah pasti memiliki berpuluh-puluh kendaraan. Akan jadi berat oleh mereka jika setiap pembelian transportasi dikenakan tarif progresif seperti perseorangan. Jadi setiap kendaraan hanya dikenakan angka pokok saja.

Instansi Pemerintahan

Meskipun di awal telah dijelaskan bahwa orang yang diberikan sewa kendaraan oleh pemerintah bebas dari bayar pajak kendaraan, nyatanya kewajiban tersebut masih ditanggung oleh negara. Jadi siapapun masih dikenakan biaya tersebut.

Misalnya saja TNI maupun POLRI, anggota pemerintahan pusat serta daerah tetap dikenakan pajak kendaraan meskipun nilainya lebih kecil daripada milik perseorangan ataupun badan usaha yaitu 0.50% saja. Hal itu karena motor atau mobil tersebut hanya sewaan selama masa bakti.

Angkutan Umum

Cara cek pajak kendaraan Jakarta bisa juga dilakukan oleh para pemilik angkutan umum, ambulans, pemadam kendaraan hingga mobil jenazah sama seperti lainnya. Hal itu dikarenakan transportasi diatas dimiliki oleh sebuah instansi. Baik swasta maupun pemerintah.

Untuk angkutan umum semacam bis dan angkot, ambulans, pemadam kebakaran maupun mobil jenazah juga dikenakan tarif 0,50% saja pada setiap kendaraan yang dimiliki dan tidak akan dikenakan biaya progresif meskipun beli transportasi selanjutnya.

Kendaraan Milik Lembaga Sosial dan Keagamaan

Tidak terhitung jumlah lembaga sosial serta keagamaan yang ada di Indonesia. Hampir di setiap daerah seakan memilikinya. Pada organisasi tersebut pastinya juga memiliki transportasi masing-masing, baik di bawah naungan swasta maupun pemerintah.

Untuk setiap kendaraan yang dimiliki oleh lembaga sosial maupun keagamaan tersebut akan dikenakan tarif pajak sebesar 0,50% untuk setiap transportasinya. Jika mereka beli motor atau mobil selanjutnya maka pengenaan biaya tersebut tetap sama (non-progresif).

Alat-alat Berat

DKI Jakarta tidak lepas dari adanya kegiatan industri maupun pembangunan yang membutuhkan alat-alat berat untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Bagi perusahaan pemilik transportasi besar tersebut ternyata tetap dikenakan pajak, sama seperti lainnya.

Hanya saja pajak yang ditetapkan untuk setiap alat berat milik perusahaan tersebut tidak sebesar kendaraan perseorangan, badan usaha, pemerintah atau swasta. Setiap transportasinya hanya dikenakan 0,20% saja dan tidak dihitung tarif progresif untuk pembelian selanjutnya.

Masa Pajak Kendaraan Bermotor

Bagi orang yang memiliki kendaraan bermotor, mereka akan dikenakan pajak selama masanya yakni 12 bulan berturut-turut. Terhitung mulai dari pembelian motor maupun mobil tersebut dan dibayarkan sekaligus di muka setelah pembelian. Untuk selanjutnya sesuai tanggal yang ditentukan.

Apabila motor atau mobil Anda terkena keadaan kahar atau kejadian yang terjadi di luar kemampuan seseorang sampai tidak bisa dihindari (force majeure) maka pajak kendaraan Jakarta tidak dikenakan hingga 12 bulan. Pemilik bisa melakukan restitusi pada kewajiban yang telah dibayarkan sebelumnya.

Untuk restitusi tersebut, Anda bisa langsung melapor ke SAMSAT setempat tentang keadaan kendaraan saat itu. Mereka akan memberi keringanan setelahnya. Perlu diingat, pengecualian seperti ini berbeda pada setiap wilayah sehingga ketentuannya diatur dalam Peraturan Gubernur.

Biaya Lain Pengantar Pajak Kendaraan

Selain nilai pokok yang bisa Anda cek sebelum membayarkan pajak, ada pula beberapa biaya tambahan tercantum pada STNK dan harus dibayarkan pula oleh para pemiliknya. Daripada Anda nanti salah menduga ketika melakukan pembayaran, berikut rinciannya:

Bea Balik Nama

Bagi para pemilik kendaraan bermotor semestinya sudah tidak asing lagi ketika mendengar Bea Balik Nama. Pengenaan biaya ini dilakukan oleh para pemilik yang membeli motor maupun mobil dari orang lain, tidak melalui dealer. Sehingga belum diatas namakan namanya sendiri.

Untuk kendaraan yang masih terhitung baru, maka pemilik selanjutnya harus membayarkan Bea Balik Nama sebesar 10% dari harga motor maupun mobil tersebut. Jika belinya bekas, pengenaan biaya hanya sekitar dua per tiga dari pajak tahunan saja.

Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan

Semua orang tentunya tidak ingin terkena kecelakaan ketika berkendara di jalan raya. Untuk menutupi kerugian yang ditimbulkan kejadian tersebut, pihak SAMSAT bekerjasa sama dengan Jasa Raharja mencantumkan sumbangan wajib sekalian.

Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan ini kadang dicantumkan saat cek pajak motor Jakarta agar orang-orang membayarkannya sekalian. Biaya yang dikenakan pun tidak terlalu banyak, hanya Rp. 45.000,- untuk motor dan mobil Rp. 143.000,- saja.

Biaya Administrasi

Biaya administrasi pastinya selalu ada ketika Anda melakukan sesuatu yang berhubungan dengan jasa. Sama seperti pembayaran pajak, jumlah tersebut juga dikenakan bagi setiap pemilik kendaraan (kecuali motor atau mobil baru, gratis)

Biaya administrasi ini jumlahnya bervariasi tergantung dari bagaimana kebijakan SAMSAT atau pemerintah daerah setempat. Jumlah tersebut dikenakan ketika Anda ganti plat nomor setiap 5 tahun sekali atau saat balik nama.

Pengenaan Denda Pajak Kendaraan Bermotor

Denda juga akan dikenakan bagi Anda yang melewati batas jatuh tempo pembayaran pajak kendaraan karena terbukti belum melakukan perpanjangan STNK. Untuk Sumbangan Dana Kecelakaannya pun juga diberi sanksi sebab telah menunggak.

Untuk denda pajak kendaraan bermotor sendiri, para pemilik transportasi pribadi yang terbukti menunggak akan dikenakan tarif 25% per tahunnya. Sementara sumbangan dana kecelakaan sebesar Rp. 32.000,- bagi motor dan mobil Rp. 100.000,-

Dengan adanya cara cek pajak kendaraan bermotor Jakarta, tentunya Anda semakin dimudahkan untuk mengetahui berapa besaran kewajiban yang dikenakan bagi setiap pemilik transportasi pribadi. Hal tersebut juga mampu menghindarkan pemilik dari telat pembayaran.

Tinggalkan Balasan