Cara Mengobati Scabies Pada Kucing

Cara Mengobati Scabies Pada Kucing

Diposting pada

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling populer karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan. sebagaimana manusia sesekali kucing kesayangan juga akan jatuh sakit dan membutuhkan perawatan.

Ini misalnya penyakit scabies kucing, yaitu parasite kulit yang kerap terjadi pada kucing dengan imunitas tubuh lemah.

Simak seluk-beluk scabies berikut ini, agar mengetahui apa yang harus dilakukan bila masalah ini terjadi pada hewan peliharaan di rumah.

Apa Itu Scabies?

Apa Itu Scabies Pada Kucing

Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sarcoptes atau tungau scabies, yaitu sejenis kutu parasite. Kutu ini berukuran sangat kecil, yakni antara 0,2 mm sampai 0,4 mm saja, sehingga tak dapat dilihat tanpa mikroskop.

Tungau menjadikan kucing sebagai inangnya dengan membuat lubang pada kulit kucing, bersarang, dan meletakkan telur-telurnya.

Inilah sebabnya scabies bisa menyebar begitu cepat jika tak segera diobati, apalagi jika ribuan telur tungau sempat menetas.

Baca Juga: Obat Cacing Kucing

Perlu diketahui bahwa manusia juga dapat terserang scabies tetapi dari jenis tungau yang berbeda. Artinya scabies dari kucing peliharaan Anda tidak dapat menulari anggota keluarga di rumah.

Tungau scabies yang berinang pada kucing tak akan dapat hidup pada kulit manusia karena ekosistemnya berbeda. Artinya tungau tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan pada kulit manusia dan bisa mati dalam beberapa hari saja.

Meski demikian sentuhan langsung dengan parasite ini bisa memicu ruam dan gatal-gatal. Jadi sebaiknya gunakan sarung tangan saat merawat kucing yang terserang scabies dan jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelahnya.

Scabies berbeda dengan jamur walaupun orang awam sering menyamakannya. Jika scabies disebabkan oleh tungau, jamur kucing, misalnya ringworm dipicu oleh infeksi virus ringworm.

Gejala Scabies Pada Kucing

Gejala Scabies Pada Kucing

Jika kucing Anda mengalami gejala berikut, mungkin saja hewan kesayangan memang terserang scabies.

  • Kucing merasa gelisah, sering menggosok-gosokkan badan ke berbagai benda, dan tak berhenti menggaruk-garuk badan karena merasa gatal luar biasa.

Umumnya scabies akan menyerang bagian wajah dan telinga terlebih dahulu sebelum menyebar ke bagian tubuh lain.

  • Bulu kucing rontok sehingga terlihat pitak-pitak dengan luka di beberapa tempat.
  • Kulit kucing berbintik-bintik merah, sensitif, dan meradang.
  • Bagian kulit yang terluka kemudian akan berketombe dan berangsur-angsur berkerak tebal.

Jika sudah sangat parah luka akan bernanah akibat infeksi sekunder bakteri pembusuk. Hal ini sering terjadi pada kucing liar karena tidak mendapatkan perawatan.

  • Kucing menjadi kurus dengan berat badan terus berkurang karena darahnya menjadi sumber makanan parasite.
  • Kucing sering demam akibat luka yang meradang.
  • Biasanya nafsu makan kucing juga berkurang drastis.
  • Kucing menjadi lesu, lebih sering tidur, dan tidak tertarik lagi untuk bermain.

Diagnosis Penyakit Kulit Scabies

Dokter hewan dapat mendiagnosa bahwa kucing Anda terserang scabies dengan beberapa petunjuk berikut:

  • Sesuai gejala klinis yang terjadi.
  • Pemeriksaan fisik dengan palpasi (menyentuh) daerah yang terserang scabies.
  • Pemeriksaan laboratorium dengan sampel kulit.

Penyakit kulit ini dapat menular antar kucing, yaitu dengan sentuhan atau kontak langsung dan menggunakan tempat tidur yang sama.

Cara Mengobati Scabies Pada Kucing

Scabies Pada Kucing

Untuk mengatasi penyakit kulit ini pada kucing-kucing kesayangan Anda, cobalah beberapa cara berikut.

Memandikan kucing dengan sampo anti kutu

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan di rumah saat kucing peliharaan terserang scabies adalah memandikannya dengan sampo anti kutu.

Kandungan sebazole atau sulfur pada shampo cukup ampuh mematikan kutu, tungau, dan parasite kucing.

Baca Juga: Cara Mengobati Kucing Flu

Oleskan shampoo ke seluruh tubuh kucing yang telah dibasahi dan gosok perlahan-lahan. Diamkan selama sekitar 10 menit agar sulfur dapat membasmi parasit secara optimal.

Jika serangan scabies belum terlalu parah, misalnya sampai menimbulkan radang, perawatan rumahan ini sudah cukup untuk mengatasi tungau kucing.

Rutin memandikan kucing dengan shampoo yang mengandung sulfur seminggu sekali selama 1 hingga 2 bulan akan mengatasi gangguan kulit ini.

Menggunakan salep khusus

Jika Anda tidak ingin si Meong menderita gatal-gatal lebih lama, alternative lain yang boleh dicoba adalah mengaplikasikan salep khusus.

Salep scabies ini biasanya mengandung permethrin, triamcolone, petrolatum, atau gammexane yang ampuh mematikan tungau kucing. Anda bisa membeli salep tersebut di petshop atau jika ingin lebih praktis beli saja secara online.

Salep scabies dilarang diberikan pada kucing yang hamil atau menyusui karena dapat membahayakan kesehatan mereka.

Minyak VCO

Jika lebih memilih cara mengobati scabies pada kucing secara alami Anda dapat memakai VCO alias Virgin Coconut Oil. Minyak kelapa juga cukup aman untuk kucing yang sedang hamil dan menyusui karena tak menimbulkan efek samping.

Cara pengaplikasiannya pun cukup mudah, Anda hanya perlu mengolesi bagian kulit yang terkena scabies dengan beberapa tetes VCO. Cegah kucing menjilati kulitnya yang sudah diberi VCO agar efek pengobatan berjalan maksimal.

Minyak Ban Leng

Minyak Ban Leng adalah obat herbal yang diperuntukkan bagi manusia. Meski demikian minyak jamu ini tergolong sangat aman untuk kucing bahkan bila terminum.

Anda tinggal mengoleskan minyak herbal Ban Leng pada bagian tubuh kucing yang diserang scabies.

Selain untuk mengatasi scabies, Ban Leng juga efektif sebagai obat jamur, dapat mengeringkan luka, serta menyembuhkan radang pada kulit kucing.

 Suntik Scabies

Jika penyakit scabies sudah demikian parah dan menyebar ke seluruh tubuh kucing, Anda tidak dapat menanganinya hanya dengan pengobatan rumahan. Hal ini sering terjadi pada kucing jalanan yang di-rescue oleh relawan.

Jalan satu-satunya adalah membawanya ke klinik atau Puskeswan untuk mendapatkan suntikan scabies. Perlakukan ini dapat dilakukan satu hingga dua kali sebulan tergantung tingkat keparahan.

Ada beberapa jenis suntikan scabies yang sering digunakan, yaitu doramectin, ivermectin, dan selamectin.

Untuk tarifnya tentu berbeda-beda sesuai kebijakan klinik hewan atau vet. Untuk treatment semacam ini umumnya mematok tarif mulai Rp 50.000,00 sampai Rp 200.000,00.

Pemberian obat konsumsi

Selain tindakan injeksi, vet Anda mungkin merekomendasikan pengobatan oral dengan tablet anti parasite. Berikan obat pada kucing dengan dosis sesuai petunjuk agar kucing cepat sembuh.

Pemberian antibiotik suntik atau oral

Untuk menyembuhkan radang dan mengeringkan luka, tak jarang dokter meresepkan obat antibiotik oral atau memberikan suntikan antibiotik.

Ramuan Herbal Untuk Mengobati Scabies Pada Kucing

Selain mencoba cara-cara yang telah diuraikan diatas Anda juga dapat meracik sendiri ramuan herbal untuk obat scabies kucing.

Sirih dan garam

Ambil beberapa lembar daun sirih dan rebus dalam panci sampai mendidih serta volume air berkurang. Tambahkan garam secukupnya dan aduk sampai merata.

Daun sirih mengandung antiseptic alami yang dapat membasmi tungau dan parasit pada Si Pus. Campurkan larutan tersebut dengan air dan gunakan untuk memandikan kucing kesayangan.

Kunyit dan minyak zaitun

Anda juga bisa menggunakan kunyit segar atau bubuk kunyit instan dan dicampur dengan minyak zaitun. Aduk sampai menjadi pasta dan oleskan pada kulit kucing yang diserang scabies.

Kunyit adalah antibiotik alami yang berkhasiat mengobati infeksi, radang, dan dapat membasmi parasit.

Bawang merah dan minyak zaitun

Buatlah obat scabies alami dengan menumbuk bawang merah segar sampai lumat dan tambahkan minyak zaitun. Aduk sampai rata sebelum ramuan dioleskan pada bagian kulit kucing yang terkena scabies.

Hindari menggunakan ramuan ini pada wajah kucing karena menyebabkan perih di mata.

Lidah buaya (Aloe vera)

Jika kulit yang terkena scabies menjadi kering dan berkerak, lidah buaya adalah obat herbal yang cocok untuk mengatasinya. Caranya, ambil lidah buaya secukupnya, kupas dan kerok lendirnya.

Oleskan pada kulit kucing yang berkerak untuk melembabkannya kembali sehingga rambut-rambut baru lebih cepat tumbuh.

Larutan garam

Campurkan garam secukupnya pada air mandi kucing Anda. Garam memiliki kandungan mineral tinggi, termasuk magnesium sulfat untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit.

Garam laut juga mempunyai khasiat anti-inflamasi yang lebih baik dibandingkan garam biasa, serta meninggalkan rasa sejuk di kulit.

Larutan cuka

Cuka adalah bahan dapur yang ampuh mematikan serangga dan tungau. Karena itu Anda juga bisa menggunakannya sebagai obat scabies aman dan alami untuk kucing.

Campur cuka dengan air hangat sebelum dioleskan pada kulit kucing untuk menyembuhkan scabies.

Sebaiknya jangan terlalu banyak untuk mencegah kucing kesakitan. Larutan cuka, sebagaimana jeruk nipis dan lemon menimbulkan sensasi perih saat terkena kulit yang sensitif atau terluka.

Belerang

Sebagaimana yang kita ketahui, belerang adalah bahan alami yang ampuh mengatasi berbagai masalah kulit baik pada manusia atau hewan.

Campurkan belerang secukupnya pada air mandi kucing Anda, lalu mandikan kucing seperti biasa.

Pastikan seluruh tubuh kucing terkena air yang sudah dicampur belerang ini untuk mematikan seluruh tungau.

Perawatan Untuk Kucing Yang Terkena Scabies

Perawatan Untuk Kucing Yang Terkena Scabies

Agar upaya mengobati scabies pada kucing memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan, Anda perlu melakukan beberapa aktivitas pendukung, yaitu:

Karantina kucing

Jika Anda mempunyai lebih dari satu kucing di rumah, karantina lah kucing yang sakit untuk menghindari penularan pada kucing lain. Sebagaimana penyakit kulit lainnya pada hewan, scabies juga bisa menular dengan cepat.

Membersihkan kandang dan peralatan kucing dengan desinfektan

Jika kucing Anda mengalami scabies, ada kemungkinan tungau sarcoptes juga mengkontaminasi kandang dan peralatannya. Karena itu segera cuci dengan air mengalir ditambah desinfektan atau sabun untuk mematikan parasite.

Jangan lupa untuk mencuci tempat tidur, mainan, dan peralatan yang digunakan kucing Anda sehari-hari.

Setelah dicuci, jemur kandang dan berbagai peralatan kucing di bawah terik matahari sampai benar-benar kering. Kelembaban adalah lingkungan yang ideal untuk mengundang perkembangbiakan jamur.

Membersihkan alat grooming

Selain kandang dan peralatan kucing, sucihamakan juga perangkat grooming yang biasa Anda gunakan untuk hewan peliharaan. Yang termasuk perangkat grooming adalah sikat, sisir, busa mandi, serta sarung tangan untuk mengambil bulu rontok di badan kucing.

Ini untuk membasmi seluruh tungau scabies yang masih tertinggal pada berbagai peralatan tersebut.

Tidak membawa kucing ke salon hewan

Selama kucing Anda masih menderita scabies, sangat tidak disarankan membawanya ke salon hewan untuk grooming.

Pertama, kucing Anda bisa menginfeksi hewan-hewan lain yang ada di sana.

Kedua, bisa saja sumber penularan scabies justru dari salon hewan langganan Anda.

Baca Juga: Obat Kutu Kucing Yang Recommended

Yang paling baik memang melakukan perawatan sendiri di rumah untuk menjaga kesehatan kulit kucing kesayangan. Ini karena Anda bisa memastikan seluruh peralatan yang digunakan bersih dan higienis.

Jika memang tidak memungkinkan, pilihlah salon hewan yang benar-benar menyediakan layanan dengan mengutamakan kebersihan.

Nah, demikianlah beberapa informasi tentang cara mengobati scabies pada kucing yang perlu diketahui oleh para catlover. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat!

Tinggalkan Balasan