Cara Merawat Anak Kucing

Cara Merawat Anak Kucing

Diposting pada

Kucing merupakan hewan peliharaan yang cukup populer di dunia, dan salah satu faktor kepopulerannya adalah karena sosial media. Sehingga banyak orang yang ingin merawat kucing hingga beranak pinak.

Namun begitu, keinginan memelihara kucing hendaknya dibarengi dengan pengetahuan tentang cara merawat anak kucing yang baik dan benar.

Apa jadinya jika seseorang tidak memiliki pengetahuan mengenai perawatan anak kucing namun memaksa untuk memelihara kucing?

Jawabannya, kucing tersebut bisa mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, seperti mengalami gangguan kesehatan, gangguan mental, dan lain sebagainya.

Jika Anda ingin memelihara kucing, sebaiknya baca artikel kami berikut ini mengenai perawatan kucing baik induk maupun anakan dengan baik dan benar.

Cara Merawat Anak Kucing Dengan Baik Dan Benar

Cara Merawat Anak Kucing Dengan Baik Dan Benar

Merawat anak kucing baik yang masih memiliki indukan ataupun yang sudah ditinggalkan indukan memang tidak pernah terasa semudah itu.

Memang, merawat mereka adalah tindakan yang sangat terpuji dan mampu menyelamatkan satwa yang ada di lingkungan sekitar.

Namun jangan dikira merawat kucing anakan adalah hal yang mudah.

Pada umumnya, kucing adalah hewan yang butuh perhatian, terlebih ketika masih berstatus anak-anak dan butuh asupan gizi yang seimbang. Walaupun perawatannya tergolong ribet, namun ternyata dengan merawat kucing kita bisa mendapatkan hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kucing Hamil

Berikut ini berbagai cara merawat anak kucing yang harus Anda tahu :

Cara Merawat Anak Kucing Yang Baru Lahir

Anak kucing yang baru lahir adalah makhluk yang cukup rentan, sama seperti bayi hewan lainnya atau bahkan bayi manusia.

Cara merawat anak kucing yang baru lahir pun beragam, dan untuk itu Anda pun harus mengamati kondisinya terlebih dahulu. Apakah anak kucing tersebut terpisah dengan induknya atau tidak, berapakah usianya, hingga penyakit yang mungkin dideritanya sejak lahir.

Jika kucing yang Anda temukan ditinggalkan induknya, tunggulah sekitar beberapa menit hingga induknya datang. Namun jika tidak kunjung datang, segera lakukan tindakan pertolongan pertama.

Setelah mengetahui indikator yang dimiliki oleh kucing anakan tersebut, bawalah ke dokter hewan jika Anda tidak yakin bagaimana merawatnya.

Yang jelas, segera lakukan pertolongan pertama seperti memberikan anak kucing tersebut selimut agar tidak kedinginan.

Jika anakan kucing lahir dalam kondisi normal dan memiliki induk, dekatkan mereka dengan induk mereka agar bisa mendapatkan asupan ASI.

Anda sebaiknya menyediakan makanan untuk induk kucing agar kebutuhan gizi mereka terpenuhi dan bisa menyusui anak-anaknya.

Jika memungkinkan, tanyakan kepada dokter hewan jenis makanan apa yang cocok untuk kucing untuk menggenjot produksi susu induk untuk kucing anakan.

Kucing anakan juga bisa diberikan asupan susu hingga berumur sekitar 6 minggu. Setelah itu, mereka bisa diberikan makanan khusus untuk anak kucing.

Kucing yang sudah berusia 1 hingga 2 tahun bisanya sudah memiliki sistem kekebalan serta metabolisme tubuh yang baik. Namun susu sapi begitu dihindari untuk anak kucing karena bisa berakibat buruk pada sistem pencernaan mereka.

Untuk kucing yang berusia 3 hingga 4 tahun, mereka sudah lebih kebal terhadap berbagai jenis makanan.

Jadi, akan lebih baik jika mereka diberikan larutan susu formula serta makanan untuk anak kucing. Dalam sehari, berikan makanan tersebut maksimal sebanyak 6 kali.

Periksa Selalu Suhu Anak Kucing

Anak kucing yang lahir ddengan induk mungkin akan mendapatkan kehangatan yang disalurkan oleh induk mereka.

Namun jika kucing anakan tersebut tidak memiliki induk, penting bagi Anda untuk menjaga suhu tubuh mereka agar tetap stabil. Karena jika suhu mereka terlalu rendah, bisa mengakibatkan kucing mengalami kedinginan.

Dan normalnya, anak kucing memiliki suhu yang tidak normal ketika mereka baru saja lahir. Kadang normal, namun kadang juga terlalu cepat berubah menjadi panas atau dingin.

Jika memang mereka tidak memiliki indukan, buatkanlah air hangat dalam botol yang kemudian dilapisi dengan handuk yang kemudian didekatkan pada anak kucing. Selain itu, Anda juga bisa menerapkan bantal penghangat untuk anak kucing agar senantiasa berada dalam kondisi suhu yang stabil.

KondisikanTempat Tidur Anak Kucing Dengan Nyaman

Anak kucing memiliki tubuh yang masih rentan, termasuk dalam hal suhu, kekebalan tubuh, dan lain sebagainya. Jika Anda ingin merawat kucing anakan sebaik mungkin, maka tempat tidur yang nyaman harus menjadi prioritas.

Anda bisa mencari kandang khusus di berbagai toko hewan peliharaan. Biasanya, kandang kucing anakan dan kucing dewasa tersedia dalam ukuran yang lumayan berbeda.

Selain itu, jangan lupa melapisi kandang dengan handuk agar anak kucing selalu merasa hangat.

Jangan lupa untuk meletakkan kandang anak kucing pada tempat yang tidak terlalu tinggi dan juga rendah. Karena anak kucing perlu dilindungi dari tempat tinggi agar tidak jatuh, selain itu agar aman dari udara dingin lantai ketika malam hari.

Perihal Buang Air Anak Kucing

Cara merawat anak kucing baru lahir selanjutnya adalah memperhatikan masalah buang air mereka. Anak kucing harus selalu dalam keadaan steril dan bersih, karena tubuh mereka masih rentan terhadap berbagai macam bakteri dan parasit. Untuk solusinya, selalu bersihkan kandang mereka jika perlu.

Selain itu, latih mereka untuk membuang air pada tempat yang telah disediakan. Biasanya, tempat buang air kecil maupun besar dari anak kucing adalah kotak yang berisi pasir kering. Bersihkan secara teratur kotoran yang telah mereka buang agar tidak mengotori lingkungan hidup mereka.

Cara Memegang Anak Kucing Harus Lembut

Anak kucing memiliki tubuh yang masih rapuh dan mudah merasakan sakit. Sehingga cara memegang mereka pun harus sangat hati-hati, dan tidak boleh disamakan dengan cara memegang kucing dewasa.

Akan lebih baik jika Anda memegang mereka dengan kedua tangan yang menghadap ke atas agar tubuh mereka terlindungi sepenuhnya.

Memandikan Anak Kucing Dengan Baik

Walaupun cara memandikan anak kucing tidak terlalu susah seperti memandikan kucing dewasa, namun ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Seperti menenangkan kucing sebelum mandi, karena anak kucing mudah mengalami panik terutama ketika berhadapan dengan air dingin.

Anak kucing yang bisa dimandikan hendaknya berusia 8 minggu ke atas, hal ini dikarenakan mereka lebih bisa beradaptasi dengan air dan budaya mandi ketika kotor.

Usahakan untuk terlebih dahulu menggunting kuku anak kucing yang Anda punya.

Hal ini dikarenakan dengan begitu mereka tidak punya kesempatan untuk melukai kulit Anda dengan kuku tajam. Atau gunakan baju berlengan panjang untuk meminimalisir resiko cakaran anak kucing pada kulit Anda.

Untuk masalah mandi, hendaknya Anda menggunakan shampoo khusus kucing yang bisa membantu membersihkan bulu pada kulit mereka.

Jangan lupa membersihkan area mata, hidung, dan telinga anak kucing. Setelah itu bilas dengan air biasa atau air hangat hingga bersih.

Memulihkan dan Mengembangkan Kondisi Mental Anak Kucing

Bagi anak kucing, lingkungan yang mereka hadapi bukan hanya lingkungan fisik. Mereka juga sama seperti manusia, yang membutuhkan lingkungan mental yang memadai. Terlebih untuk kucing yang ditinggalkan induknya, pasti mereka merasa lemah dari sisi mental.

Itulah tugas dari pemilik kucing agar bisa membantu memulihkan kondisi mental mereka. Anda pun juga bisa mengembangkan mental anak kucing jika mereka sedari kecil dekat dengan induknya.

Cara ini bisa dilakukan dengan cara mengajaknya bermain sepanjang hari, mengelus kepala sesering mungkin, dan mengajak mereka berbicara. Selain itu, memberi mereka teman sebaya juga membuat mereka lebih mudah mengembangkan sisi sosial mereka dan tidak menjadi kucing yang pemarah.

Senantiasa Melatih Fisik Anak Kucing agar Menjadi Gesit

Kondisi fisik anak kucing memang lemah. Oleh karena itu cara merawat anak kucing kampung atau anak kucing lainnya pasti melibatkan masalah fisik agar mereka bisa menjadi gesit dalam waktu singkat. Banyak dokter hewan yang menyarankan pelatihan fisik kucing agar mereka bisa menjadi hewan peliharaan yang terlatih dalam waktu singkat.

Berbagai jenis latihan yang bisa Anda terapkan pada anak kucing adalah sebagai berikut :

  • Latihan active motion (gerak aktif) : latihan jenis ini bisa dilakukan melalui pemberian mainan kesukaan mereka seperti bola, umpan bulu, dan lain sebagainya.

Secara tidak langsung mereka akan bergerak untuk menangkap umpan tersebut.

  • Latihan makan dan minum : dilakukan agar anak kucing bisa makan dan minum asupan gizi yang mereka butuhkan secara mandiri.

Caranya, jika sudah waktunya dilepas dari susu botol, segera arahkan mereka untuk minum dan makan melalui tempat yang telah disediakan.

  • Latihan buang air : pada awalnya memang susah untuk dilakukan, namun mereka harus segera dilatih agar tidak mengotori rumah.

Caranya, letakkan kucing di dalam bak pasir setiap kali selesai makan hingga mereka buang air. Dengan sendirinya mereka akan mempertahankan kebiasaan ttersebut.

Berikan Vaksin Untuk Anak Kucing Sesuai Dengan Anjuran Dokter

Vaksin adalah sejenis obat yang diberikan kepada makhluk hidup untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. Biasanya, vaksin diberikan oleh tenaga medis yang berpengalaman dan telah tersertifikasi.

Jika Anda ingin menberikan vaksin kepada anak kucing, maka sebaiknya lakukan konsultasi kepada dokter hewan sehingga pemberian vaksin bisa lebih terorganisir.

Biasanya yang menjadi vaksin inti untuk anak kucing adalah vaksin rabies, vaksin herpesvirus tipe 1 atau rhinotraceitis, hingga vaksin calicivirus.

Selain itu, berbagai vaksin lainnya seperti vaksin leukimia, vaksin untuk mengatasi immunodeficiency, dan lain sebagainya.

Hendaknya, hubungi dokter hewan yang terpercaya untuk memberikan vaksin untuk anak kucing kesayangan Anda secara efektif dan efisien.

Berikan Pertolongan Pertama Pada Anak Kucing Yang Sakit

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan anak kucing mengalami sakit. Sama seperti manusia, mereka juga memerlukan pertolongan pertama sebelum dibawa ke dokter. Jadi, ketika mereka sakit, coba pahami alasan mereka sakit.

Jika Anda tetap tidak tahu, sebaiknya langsung bawa anak kucing ke dokter setelah sebelumnya diberi handuk penghangat untuk melapisi tubuh mereka. Dengan demikian, mereka akan lebih bisa ditangani oleh orang yang lebih berpengalaman.

Baca Juga: Mata Kucing Berair

Itulah beberapa cara merawat anak kucing yang perlu Anda ketahui. Dengan melakukan berbagai hal seperti di atas, bisa dipastikan jika anak kucing bisa tumbuh dengan maksimal. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan