Contoh Proposal Penelitian Ilmiah Lengkap

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah Lengkap – Biasanya, sebelum mulai mengerjakan penelitian Anda tentu harus mengajukan proposal penelitian lebih dulu. Dimana dalamnya proposal tersebut Anda bisa memberikan gambaran secara lebih detail mengenai karya tulis ilmiah ataupun penelitian yang ingin dibuat.

Tak cuma itu, sebuah proposal penelitian juga dapat digunakan untuk memecahkan sebuah masalah yang dasarnya bertumpu dari adanya penelaahan secara kritis dan juga mendalam mengenai penggunaan bahan-bahan pustaka secara relevan.

Karena itulah, sangat penting untuk mempelajari beberapa contoh proposal penelitian dan memahami tentang proposal penelitian ilmiah agar nantinya hasil yang diperoleh bisa memuaskan dan memperoleh nilai yang sempurna.

Proposal Penelitian

Contoh proposal penelitian cukup banyak dan sangat mudah ditemukan, baik di dalam perpusatakaan kampus maupun di internet.  Dengan contoh proposal ilmiah tersebut nantinya bisa sangat memudahkan dalam proses pembuatan proposal ilmiah.

Proposal penelitian ilmiah sendiri merupakan sebuah pernyataan tertulis yang berisi tentang rencana atau sebuah rancangan sebuah kegiatan penelitian secara menyeluruh. Biasanya contoh proposal ilmiah ini dikerjakan sebagai pelengkap tugas sekolah maupun tugas akhir alias skripsi sebagai bagian penting dalam penilaian akademik.

Baca Juga: Macam-macam Jurusan Manajemen

Tahapan yang paling akhir sebelum bisa memperoleh gelar sarjana ialah dengan mengerjakan tugas akhir atau yang kerap disebut dengan skripsi. Tentunya sebelum bisa memulai untuk membuat skripsi, dosen pembimbing akan meminta Anda untuk mengajukan proposal tugas akhir atau materi skripsi terlebih dulu.

Perlu diketahui juga bahwa sebuah skripsi juga bisa dijadikan sebagai salah satu dari sekian jenis contoh penelitian ilmiah, yang mana Anda dapat memilih sejumlah metode penelitian agar bisa menjalankannya.

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah Sederhana

Contoh Proposal Penelitian

Jika berbicara soal contoh proposal penelitial ilmiah, tentu hanya beberapa orang yang bisa memahaminya dan tidak semua bisa mengerjakannya. Pasalnya ini merupakan proposal yang digunakan oleh mahasiswa yang berada dalam tahap akhir dan akan membuat tugas akhir sebagai bagian dari syarat untuk mendapatkan gelar sarjana. Selain mahasiswa, terkadang siswa-siswi sekolah menengah juga kerap mendapatkan beberapa tugas untuk membuat contoh proposal penelitian ilmiah sebagai bagian dari tugas mata pelajaran bahasa Indonesia.

Perlu diketahui juga bahwa proposal tersebut dibuat sebagai pendahuluan sebelum memulai sebuah penelitian yang ingin dikerjakan. Umumnya, di dalam proposal tersebut berisi serangkaian rencana penelitian yang semua bagiannya saling terkait dan berakumulasi sehingga melahirkan berbagai teori yang mampu menjelaskan hingga memprediksi berbagai fenomena yang tengah diteliti.

Sebuah penelitian ilmiah sendiri kerap diasosiasikan sebagai metode ilmiah dengan menggunakan tata cara yang sistimatis dan digunakan dalam melakukan penelitian. Berikut contoh proposal penelitian ilmiah sederhana atau contoh proposal penelitian yang dapat Anda gunakan sebagai contoh untuk membuat proposal penelitian Anda sendiri.

Contoh proposal penelitian yang akan dijabarkan ini terkait dengan sejumlah fenomena yang berkaitan dengan riset perbankan dan juga tumbuhan, tetapi jika Anda ingin menemukan contoh proposal penelitian bertema biologi, contoh proposal Ilmiah bertema pendidikan, atau bahkan contoh proposal penelitian bertema kesehatan Anda mungkin dapat juga menyimak contoh proposal ilmiah berikut ini dan memahami struktur proposalnya agar bisa dipelajari.

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah Tentang Lumut

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah Tentang Lumut

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Meskipun menyukai tempat-tempat atau area yang basah dan lembab, lumut tetap merupakan jenis tumbuhan darat sejati. Lumut yang dapat hidup di area berair memang jarang kita jumpai, terkecuali lumut jenis gambut dengan nama ilmiah sphagnum sp. Pada tumbuhan lumut, sebenarnya tidak memiliki akar sebenarnya, pasalnya tumbuhan tersebut melekat menggunaan perantaraan Rhizoid atau akar semu. Hal ini karena tumbuhan lumut ini merupakan peralihan bentuk antara tumbuhan yang ber-Talus atau Talofita dengan tumbuhan yang ber-Kormus atau Kormofita.

Tumbuhan lumut memiliki klorofil sehingga memiliki sifat autotrof. Tumbuhan tersebut mampu tumbuh di berbagai macam media, sedangkan yang hidup di daun-daun disebut juga dengan epifil. Karena tumbuhan lumut merupakan sebuah tumbuhan kecil dan lembut. Dan tumbuhan tersebut tak memiliki bunga atau bahkan biji, maupun daun-daun yang secara sederhana menutupi bagian batang liat yang begitu tipis.

Tumbuhan lumut adalah sebuah tumbuhan pelopor, yakni tumbuhan yang mampu tumbuh di suatu media sebelum tumbuhan yang lain bisa tumbuh di media tersebut. Hal ini bisa terjadi karena tumbuhan lumut tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil namun membentuk sebuah koloni yang bisa menjangkau area secara luas. Jaringan tumbuhan lain yang telah mati dijadikan sebagai sumber hara untuk tumbuhan lumut serta tumbuhan yang lain.

Tumbuhan lumut ini juga menunjukkan diferensiasi yang cukup tegas antara bagian organ untuk penyerap hara dan juga organ fotosintetik. Akan tetapi, belum mempunyai akar serta daun sejati. Pada kelompok tumbuhan lumut tersebut juga tidak mempunyai pembuluh sejati. Organ penyerap hara yang dimiliki tumbuhan ini bukanlah akar namun akar semu yang disebut dengan rizoid.

Tumbuhan lumut ini memiliki daun dapat berfotosintesa.

Di dalam bahasa umum, istilah “lumut” biasanya merujuk sejumlah divisio. Klasifikasi secara tradisional menggabungkan juga jenis lumut hati dalam Bryophyta. Sehingga di dalamnya akan terangkum adanya lumut tanduk, lumut sejati atau musci dan lumut hati. Namun, dalam perkembangan proses taksonomi tumbuhan memperlihatkan bahwa penggabungan tersebut parafiletik, karenanya diputuskan untuk memisahkan lumut tanduk dan lumut hati ke luar dari kelompok Bryophyta. Di seluruh dunia setidaknya ada sekitar 4.000 jenis tumbuhan lumut, 3.000 jenis di antaranya ditemukan di Indonesia.

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Seperti apa dan bagaimana tumbuhan lumut, bagaimana pertumbuhan serta perkembangannya serta pengaruh terhadap cahaya terhadap tumbuhan lumut.

1.3 TUJUAN PENELITIAN

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk:

  • Ingin membuktikan perbedaan tentang kecepatan pertumbuhan pada tumbuhan lumut.
  • Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai makhluk hidup, khususnya tumbuhan lumut.
  • Ingin mengetahui lebih jauh mengenai tumbuhan lumut.

1.4 MANFAAT

Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat, tak hanya untuk penulis tetapi juga pembaca ataupun pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Mampu menentukan seperti apa sesungguhnya habitat atau tempat tumbuhan lumut hidup.
  • Mendeskripsikan bagaimana proses pertumbuhan dari tanaman lumut.
  • Menganalisis setiap masalah yang terjadi dalam proses pertumbuhan lumut.
  • Memahami keanekaragaman makhluk hidup.
  • Mengembangkan setiap potensi usaha yang bisa dihasilkan dari bermacam kerajinan dari tumbuhan lumut.

1.5 METODE PENULISAN

Dalam proses pembuatan laporan dilakukan dengan beberapa cara :

  • Observasi secara mendalam.
  • Membaca sejumlah buku yang berkaitan di perpustakaan umum dan sekolah.
  • Mengumpulkan semua data yang berkaitan dari internet.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KAJIAN TEORI

Berdasarkan sejumlah teori yang sudah ada sebelumnya, beberapa jenis tumbuhan lumut mempunyai lingkup kehidupan yang cukup luas. Namun beberapa diantaranya hanya mampu hidup di habitat atau tempat hidup khusus. Secara umum tumbuhan lumut tidak mampu tumbuh di sebuah habitat yang kering, sebagian besar tumbuhan lumut hidup di tempat yang memiliki kelembaban cukup tinggi, dan juga teduh.

Namun saat dikaji secara menyeluruh, bisa dikatakan jika sebagian besar tumbuhan lumut mempunyai range ekologi yang sedikit lebih sempit dan juga terbatas. Karenanya tumbuhan lumut tersebut mamiliki nilai penting yang terbilang besar dan digunakan sebagai indikator mengenai habitat atau lingkungan tertentu. Ada sebuah faktor biotik yang berpengaruh pada kehidupan tumbuhan lumut yang menyangkut berbagai masalah kompetisi, salah satu diantara ialah koloni tumbuhan lumut tersebut. Baik dalam memperoleh makanan ataupun untuk mendapatkan tempat hidup.

Sedang faktor abiotiknya sendiri lebih kompleks, meliputi:
  • Faktor cahaya, pada umumnya tumbuhan lumut normalnya memerlukan 500 – 1300 lux untuk intensitas cahaya. (hal ini nantinya yang menjadi bahan percobaan menggunakan paparan sinar matahari).
  • Faktor temperatur, atau suhu udara di sekitar habitat lumut.
  • Faktor pasokan air, intensitas penghisapan air sangat tergantung dari kandungan air yang ada pada setiap tumbuhan. Berikut bagaimana tumbuhan lumut bisa beradaptasi dalam mengambil pasokan air :
    1. Speies endohydrik, biasanya air yang diambil didapat dari substrat yang kemudian dihantarkan langsung secara internal ke setiap organ daun ataupun permukaan evaporasi yang lain (sifat dari permukaan tumbuhan ialah water rapellent atau penolak). Pada umumnya tumbuhan lumut hidup di substrat yang memiliki nutrien yang kaya, area yang basah, serta poreus atau berpori. Contohnya: Marchantiaceae, Polytricaceae, Mniaceae, dan lain sebagainya.
    2. Spesies ektohydric, biasanya air cukup mudah diabsorbsi kemudian hilang melalui berbagai macam permukaan tubuh. Karakteristiknya sendiri di semua bagian tubuh tumbuhan lumut mampu menghisap maupun menyimpan air yang diperoleh dari udara. Misalnya: lumut hati berdaun, Grimiaceae, Orthitricaceae, dan lain sebagainya.
  • Faktor angin, serta
  • Faktor edafik, yang meliputi bagian tanah, humus, serta batuan. Pasalnya tumbuhan lumut umumnya mampu hidup di atas tanah yang berhumus dan juga bebatuan, sehingga tumbuhan lumut dikatakan memiliki sifat saprofit.

2.2 PERRUMUSAN HIPOTESA

Munculnya tumbuhan lumut di suatu tempat cap kali dipengaruhi oleh adanya faktor lingkungan, yang meliputi faktor abiotik dan biotik. Sangat jarang sekali ada tumbuhan lumut yang ditemukan memiliki sifat individu. Pasalnya tumbuhan lumut ini selalu hidup berkelompok serta memiliki beberapa bentuk kehidupan secara khusus. Biasanya tumbuhan lumut mampu tumbuh di area atau habitat yang lembab ataupun berair.

Meskipun demikian tumbuhan lumut pun juga masih memerlukan paparan cahaya matahari dengan cukup. Namun sayangnya tumbuhan lumut kurang mampu hidup di area atau habitat yang gersang dan cenderung panas, ditambah lagi selalu memperolah cahaya matahari secara langsung. Karenanya, hal tersebut membuat tumbuhan lumut sangat mudah dijumpai di sekitar selokan, kawasan pinggir sungai, ataupun di saluran pembuangan.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1 RENCANA PENELITIAN

Rencana penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian ilmiah, oleh karenanya penulis menyusun beberapa rencana. Berikut diantaranya:

  • Identifikasi variabel, yaitu sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi sebuah penelitian. Ada sejumlah variabel penting dalam sebuah penelitian. Untuk bisa mengetahui pengaruh dari sebuah variabel pada variabel yang lainnya. Pengamatan perlu dilakukan pada variabel tersebut, serta mengukur variabel yang dapat mempengaruhinya. Sedangkan, variabel yang lainnya dibuat secara terkontrol (tetap) untuk mengisolir adanya fenomena yang bisa berpengaruh hasil dari pengamatan tersebut. Berikut beberapa variabelnya.
    1. Variabel bebas, yakni cahaya matahari
    2. Tidak bebas, yakni morfologi dari tumbuhan lumut (dari mulai pengukuran luas dari tumbuhan lumut yang ada di media objek)
    3. Variabel terkontrol, yakni luas media kayu, ember, hingga volume air
  • Pemilihan peralatan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
  • Melakukan aktivitas pengamatan secara akurat, yakni melakukan pengamatan pada seluruh objek yang ada dalam penelitian. Terutama ketika melakukan penelitian pada alat maupun bahan supaya tujuan yang ingin didapat dari penelitian tersebut bisa tercapai. Pengamatan pun dilakukan untuk bertujuan ingin mencatat seluruh peristiwa atau hal penting yang terjadi dengan objek penelitian tersebut. Pengamatan harusnya dilakukan dengan lebih teliti serta akurat di setiap fase atau tingkatan penelitiannya.
  • Mengumpulkan seluruh data serta hasil penelitian, dari mulai pencatatan data yang harus dilakukan dengan jelas agar mendukung kelancaran penelitian yang dilakukan. Pengumpulan data tersebut bertujuan agar bisa mengamati tiap-tiap perubahan yang mungkin saja terjadi.
  • Mengolah serta menganalisis semua data, pengolahan hingga penyajian data yang penting supaya mampu menganalisis data dengan baik dan benar.
Berikut beberapa hal yang seharusnya dianalisis:
    1. Setiap data yang dibuat apakah bisa menghasilkan atau menciptakan kurva yang mulus
    2. Selain kurva, apakah ada data yang lain
    3. Data tersebut, apakah bisa diabaikan saja atau ada sebuah alasan tersendiri mengapa hal tersebut terjadi.
      1. Kesimpulan, yaitu berkenaan tentang perumusan mengenai hasil apa yang didapatkan dari sebuah penelitian kualitatif.
      2. Membuat sebuah laporan kegiatan tentang penelitian, yaitu hasil penelitian yang dikomunikasikan dengan cara tertulis, salah satu bentuknya ialah laporan kegiatan penelitian.

3.2 ALAT DAN BAHAN

Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa alat dan juga bahan yang diperlukan untuk mendukung kegiatan penelitian agar memperoleh hasil yang lebih maksimal. Berikut alat-alat yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini:

  • Ember
  • Gayung
  • Pisau
  • Kertas hvs
  • Alat tulis
  • Penggaris

Sedangkan bahan-bahan yang harus disiapkan untuk digunakan dalam mendukung penelitian ini, diantaranya:

  • Kayu
  • Air

3.3 JADWAL PENELITIAN DAN LANGKAH-LANGKAHNYA

Dalam melaksanakan penelitian diperlukan jadwal serta langkah-langkah yang signifikan untuk mendukung penelitian berjalan dengan lancar.

  • Mempersiapkan alat-alat dan juga bahan yang dipergunakan untuk mendukung kegiatan penelitian.
  • mempersiapkan 2 buah ember yang nantinya akan dipergunakan untuk 2 tahap perlakuan, ada baiknya pilih ember yang sama.
  • Masing-masing ember harus di isi dengan air sekitar 100 ml supaya kelembabannnya tetap terjaga (biasanya tinggi air dalam ember sekitar 1 cm).
  • Letakan media yang sudah disediakan untuk lumut bisa tumbuh, berupa kayu berukuran 10 x 15 cm di masing-masing ember yang sudah disiapkan sebelumnya.
  • Letakan masing-masing ember di lokasi yang berbeda
  • Kemudian letakan ember A di lokasi dekat sumur atau tempat yang lembab dengan kualitas pencahayaan yang cukup terang.
  • Letakan ember B di lokasi depan halaman rumah yang memiliki suhu udara lebih panas dengan kualitas pencahayaan yang sangat terang .
  • Kemudian setelah beberapa hari berlalu lakukan pengamatan pada kedua ember tadi, apakah sudah terlihat ada tanda-tanda lumut yang tumbuh di masing-masing ember tersebut?
  • Tinjau masing-masing ember dalam 3 hari sekali, kemudian catat hasilnya.
  • Dalam peninjauan tadi apakah ada sejumlah perbedaan mengenai pola pertumbuhan lumut yang ada di kedua ember tersebut?
  • Catat semua hal yang terjadi baik perbedaan maupun peristiwa yang terlihat.
  • Olah seluruh data yang sudah terkumpul, kemudian buat grafik perbandingan.
  • Selanjutnya tarik sebuah kesimpulan.

DAFTAR PUSTAKA

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah Tentang Pengaruh Nilai Tukar Rupiah

Contoh Proposal Penelitian Ilmiah Tentang Pengaruh Nilai Tukar Rupiah

A. JUDUL

Pengaruh Dari Nilai Tukar Rupiah Serta Suku Bunga Riil Dengan Kredit Dan Cadangan Primer Untuk Para Nasabah Bank Mandiri.

B. PENDAHULUAN

Latar Belakang

Berbagai permasalahaan ekonomi kini harus dihadapi dunia di era sekarang ini terasa semakin pelik. Semakin lambatnya laju pertumbuhan ekonomi secara global sebagai akibat dari peningkatan berbagai harga komoditas dunia terlebih harga minyak serta pangan. Ditambah lagi dengan semakin parahnya krisis keuangan yang belakangan juga melanda negeri Paman Sam, Amerika Serikat, sehingga mengakibatkan berbagai industri keuangan global menjadi luluh lantak. Krisis tersebut akan menyebabkan banyak terjadinya peningkatan berbagai inflasi di sejumlah negara, yang kemudian akan diikuti juga dengan adanya kenaikan suku bunga, hingga gejolak pada nilai tukar uang.

Mengingat sejumlah sistem keuangan sebuah negara tak mampu berdiri sendiri, pasalnya setiap sistem keuangan sebuah negara saling memiliki terterkaitan serta terintegrasi bersama sistem keuangan dari negara lainnya secara global. Karena itu guncangan dunia akibat problematika keuangan global ini bisa menjadi sebuah ujian yang akan menguji seberapa kuat perekonomian nasional kedepannya nanti. Hal tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian terhadap fenomena tersebut dengan berbagai tesis yang berjudul: “Pengaruh Dari Nilai Tukar Rupiah Serta Suku Bunga Riil Dengan Kredit Dan Cadangan Primer Untuk Para Nasabah Bank Mandiri”.

Pengujian

Sebuah literatur empiris yang telah melakukan pengujian mengenai dampak inflasi pada pertumbuhan serta kualitas kredit dari perbankan domestik sebelumya pernah dikerjakan oleh Bank Indonesia sekitar tahun 2008. Hasil dari pengujian tersebut menunjukan jika adanya inflasi telah mempengaruhi adanya pertumbuhan serta kualitas kredit atau NPL secara signifikan. Akan tetapi, pengaruh dari inflasi tersebut tidak bersifat langsung. Pasalnya, sudah ditansmisikan melalui adanya pertumbuhan ekonomi yang menggunakan proxy IPI atau Industrial Production Index. Selanjutnya dengan menggunakan perkiraan angka yang diperoleh dari BI rate, IPI, nilai tukar uang hingga harga minyak dunia ke depan, sebuah hasil simulasi menunjukkan jika setiap adanya kenaikan inflasi senilai 1% akan membuat pertumbuhan kredit menuruk sekitar 0,12%. Serta meningkatkan nilai NPL diangka sekitar 0,02%.

Sedangkan, menurut Perry Warjiyo (2006) di dalam papernya yang berjudul “Stabilitas Sistem Perbankan Dan Kebijakan Moneter: Keterkaitan Dan Perkembangannya Di Indonesia”, menyebutkan jika adanya keterkaitan yang sangat erat diantara stabilitas serta kondisi kesehatan perbankan dengan adanya kebijakan finansial melalui pengambilan kebijakan berkaitan dengan perubahan inflasi, suku bunga, hingga kurs rupiah.

Perumusan Masalah

Di dalam penelitian yang penulis lakukan ini mencoba untuk merumuskan persoalan dengan beberapa pertanyaan:

  1. Bagaimana pengaruh nilai tukar rupiah dalam USD, GBP, serta JPY terhadap adanya cadangan primer yang ada di Bank Mandiri ?
  2. Apa pengaruh dari suku bunga riil di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, dan juga Jepang terhadap cadangan primer yang ada di Bank Mandiri?
  3. Bagaimana pula pengaruh dari nilai tukar mata uang rupiah dengan USD, GBP, serta JPY terhadap kredit yang diberikan untuk para nasabah di Bank Mandiri ?
  4. Bagaimana pula pengaruh dari suku bunga riil yang ada di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, dan juga Jepang terhadap pemberian kredit yang diberikan untuk para nasabah di Bank Mandiri ?

Tujuan Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini memiliki sejumlah tujuan, diantaranya untuk:

  1. Agar bisa mengetahui serta menganalisis pengaruh dari nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uangasing seperti USD, GBP, serta JPY terhadap cadangan primer milik Bank Mandiri.
  2. Supaya dapat mengetahui sekaligus menganalisis adanya pengaruh terhadap suku bunga riil di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, dan juga Jepang terhadap adanya cadangan primer di Bank Mandiri.
  3. Agar dapat mengetahui sekaligus menganalisis adanya pengaruh nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang USD, GBP, serta JPY terhadap pemberian kredit untuk para nasabah di Bank Mandiri.
  4. Agar dapat mengetahui serta menganalisis sejumlah pengaruh mengenai suku bunga riil di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, serta Jepang terhadap pemberian kredit untuk para nasabah Bank Mandiri.

Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini mudah-mudahan bisa memberi manfaat tak hanya bagi penulis saja, namun juga bagi setiap pembaca maupun beberapa pihak lainnya yang memiliki kepentingan.

  1. Manfaat secara akademik

Penelitian yang dilakukan ini memiliki hubungan yang sangat erat sekali dengan mata kuliah Manajemen Perkreditan, Manajemen Dana Bank, Institusi Depositori, Keuangan Internasional, hingga Pasar Modal. Sehingga dengan dilakukannya penelitian ini penulis berharap agar seluruh pihak yang memiliki kepentingan bisa lebih memahaminya isinya dengan lebih baik

  1. Manfaat di dalam praktik atau implementasi

Penelitian ini lebih fokus pada Bank Mandiri yang digunakan sebagai objek dari penelitian, sehingga sangat diharapkan agar para pemangku jabatan dan pengambil kebijakan yang ada di dalam internal Bank Mandiri ataupun pihak lainnya yang juga berkepentingan agar dapat mempergunakan hasil dari penelitian yang dilakukan penulis sebagai bahan untuk dijadikan sebagai pertimbangan dalam mengambilan kebijakan maupun keputusan penting untuk yang dapat berpengaruh pada nasabah.

Pembatasan Masalah

Mengingat tema dan ruang lingkus dari penelitian yang dilakukan penulis begitu luas, maka penulis melakukan pembatasan pada tema permasalahan yang akan diangkat tersebut pada:

  1. Mengingat ada begitu banyak jumlah bank yang ada di Indonesia, maka di dalam penelitiaan ini penulis hanya mempergunakan aktiva milik Bank Mandiri untuk bahan penelitian.
  2. Aktiva sebuah bank terdiri dari sejumlah pos penting, sehingga penulis akan membuat pengelompokan pos-pos dalam aktiva tersebut dengan berdasarkan skala prioritas dalam penggunaan dana, yakni:
  1. Cadangan primer; cadangan ini terdiri dari kas, kemudian penempatan di Bank Indonesia, serta giro yang ada di bank lain, dan juga penempatan di lain.
  2. Sekunder; cadangan yang terdiri dari sejumlah kepemilikan surat berharga, dan obligasi dari pemerintah.
  3. Kredit yang diberikan pada nasabah; kredit ini terdiri dari sejumlah kredit yang diberikan pada nasabah bank.
  4. Investasi agar mendapatkan pendapatan; investasi ini terdiri dari sejumlah penyertaan.
Dalam penelitian yang akan dilakukan ini, penulis hanya ingin lebih fokus dengan pembahasan mengenai cadangan primer serta kredit yang diperuntukan bagi nasabah.
  1. Sesuatu yang tak mungkin bisa penulis lakukan ialah memasukan seluruh data mengenai suku bunga, inflasi, hingga seluruh kurs mata uang rupiah terhadap semua mata uang negara lainnya, maka di dalam penelitiaan yang akan dilakukan ini penulis membatasi penelitian hanya dengan mempergunakan data dari suku bunga, inflasi, serta kurs mata uang rupiah terhadap mata uang dari beberapa negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan juga Jepang.
  2. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data triwulan yang di peroleh dari tahun 2000 hingga tahun 2008 yang diawali dengan data triwulan ke IV di tahun 2000 hingga data triwulan ke II di tahun 2008.
  3. Pemilihan data yang digunakan sebagai bahan penelitian semuanya diperoleh dari data sekunder yang didapat dari semua laporan bulanan, triwulan, hingga tahunan yang ada di Bank Indonesia. Seluurh data yang terkumpul merupakan data runtun waktu atau time series.
  4. Alat-alat yang dipergunakan untuk menganalisis data statistik supaya dapat diolah, serta ditampilkan, kemudian dimanipulasi sehingga bisa menyajikan sebuah informasi yang lengkap dalam penelitian ini dengan mempergunakan sebuah peranti lunak atau yang disebut software SPSS serta EView

C. TINJAUAN PUSTAKA

Neraca Bank

Dikutip dari sebuah suplemen kuliah yakni “Institusi Depositori dan Pasar Modal” karya Soedijono yang menyebutkan jika untuk memenuhi sebuah ketentuan hukum, maka sarana yang digunakan untuk mengambil keputusan manajerial, sarana untuk kegiatan perencanaan serta pengawasan, serta semua badan usaha yang menjadi penyelenggara sistem akuntansi yang menyuguhkan haisl laporan keuangan, minimal harus memiliki neraca dan juga laporan laba rugi. Neraca dalam sebuah bank bisa dibagi kembali dalam dua bagian, yakni aktiva serta pasiva. Kemudian, pasiva dalam sebuah bank ialah terdiri dari modal dan utang.

Kurs dan Inflasi

Ada sejumlah pengertian dari inflasi yang dikutip dari beberapa sumber, yaitu diantaranya:

  1. Dikutip dari sebuah artikel yang tayang di situs Organisasi.Org, yang berjudul “Pengertian Inflasi, Stagnasi & Stagflasi Serta Dampak Sosial Inflasi”, yang dimaksud dengan Inflasi ialah sebuah keadaan yang membuat harga barang-barang pada umumnya mengalami kenaikan serta kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama dan juga terus-menerus.
  2. Mengutip dari situs Wikipedia Bahasa Indonesia, inflasi merupakan sebuah proses meningkatnya seluruh harga-harga barang secara umum serta berkelanjutan (continue) yang berkaitan dengan adanya mekanisme pasar karena disebabkan oleh sejumlah faktor, diantaranya, meningkatnya konsumsi masyarakat, likuiditas di pasar yang berlebih hingga memicu konsumsi dan bahkan spekulasi, hingga termasuk juga akibat dari adanya kurang lancarnya alur distribusi barang.
  3. Dikutip dari laman Investopedia, inflasi adalah sebuah ukuran tingkat kuantitatif di mana tingkat harga rata-rata sebuah barang dan jasa tertentu dalam suatu perekonomian meningkat selama beberapa periode waktu. Inflasi ini adalah kenaikan harga secara umum di mana satu unit mata uang membeli secara efektif lebih sedikit daripada pada periode sebelumnya. Sering dinyatakan sebagai persentase, inflasi dengan demikian mengindikasikan penurunan daya beli mata uang suatu negara.

Inflasi serta Kurs Rupiah dalam perspektif Bank Indonesia

Seperti yang tercantum dalam UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang kemudian diubah dalam UU No. 3 Tahun 2004 sebagai tujuan dari Bank Indonesia yakni untuk mencapai serta menjaga nilai rupiah tetaap stabil (Pasal 7). Amanat tersebut memberikan sebuah peran yang sangat jelas bagi bank sentral di dalam perekonomian, sehingga di dalam melaksanakan tugasnya Bank Indonesia bisa lebih fokus untuk mencapai “single objective”.

Nilai rupiah yang stabil tercermin dari adanya tingkat inflasi serta nilai tukar mata uang yang terjadi. Tingkatan inflasi terlihat dari adanya kenaikan harga-harga barang secara umum. Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi, berikut diantaranya yang terbagi menjadi 2 jenis inflasi, yakni tekanan inflasi yang diperoleh dari segi permintaan dan juga dari segi penawaran.

Dengan demikian, BI hanya mempunyai kemampuan dalam mempengaruhi adanya tekanan inflasi yang asalnya dari segi permintaan. Oleh karena itu, untuk bisa mencapai serta menjaga kestabilan tingkat inflasi agar tetap rendah, maka diperlukan sebuah kerjasama serta komitmen dari segenap pelaku ekonomi, tak cuma dari pihak pemerintah saj atetapi juga pihak swasta.

Suku Bunga

Ada sejumlah pengertian yang berkenaan dengan suku bunga, berikut diantaranya:

  1. Seperti yang dituturkan oleh Djaslim Saladin, melalui “Konsep Dasar Ekonomi Dan Lembaga”, beliau menguraikan sebuah pendapat dari David Ricardo yang mengungkapkan bahwa bunga merupakan apabila memang banyak yang bisa dilakukan dengan mempergunakannya, maka banyak pula yang akan diberikan dengan mempergunakannya. Sedang menurut Bohm Bawaer, ia mengangap jika bunga tersebut timbul karena sebagian orang lebih suka dengan barang di masa yang akan datang, serta menganggap bunga merupakan diskonto yang seharusnya dibayarkan. Bunga juga ditentukan oleh adanya ketersediaan serta permintaan dengan dana yang nantinya akan dipinjam.
  2. Menurut penuturan Manuharawati serta Rudianto Artiono di dalam sebuah buku berjudul Matematika Keuangan, disebutkan jika bunga merupakan sebuah jasa dalam bentuk uang yang diberikan seorang peminjam ataupun pembeli kepada orang yang memberikan pinjaman modal maupun penjual dengan persetujuan bersama.
  3. Menurut penuturan M. Farid M yang dikemukakan dalam tesisnya, beliau menguraikan jika dalam sebuah literatur ekonomi, yang disebut dengan suku bunga ialah ‘harga’ yang ada di pasar uang dan modal. Harga yang dimaksud di sini ialah harga yang harus dibayarkan dari penggunaan uang dalam jangka waktu yang telah ditentukan dan disepakati bersama.
  4. Menurut pernyataan Nopirin yang dikutip dari bukunya berjudul “pengantar ilmu ekonomi makro-mikro”, dalam buku tersebut beliau menguraikan jika diartikan dalam pengertian sempit, sejumlah kaum klasik berpendapat jika suku bunga adalah hasil interaksi yang ada diantara tabungan serta investasi. Definisi dari kaum klasik tersebut cuma mencakup sejumlah aktivitas fiskal. Sedangkan pengertian dari suku bunga yang diungkapkan oleh John Maynard Keynes, ialah bahwa suku bunga sangat ditentukan oleh adanya penawaran serta permintaan terhadap mata uang.

D. RUMUSAN HIPOTESA

Berdasakan hasil dari tinjauan pustaka ataupun kerangka pemikiran tersebut, penulis pun mencoba ingin membuat rumusan hipotesis yang nantinya akan menguji kebenarannya, apakah hasil dari penelitian bisa menerima atau bahkan menolak dari hasil hipotesis tersebut, berikut diantaranya:

  1. : Tak ada pengaruh antara nilai tukar rupiah dengan mata uang USD, GBP, serta JPY dengan cadangan primer milik Bank Mandiri.
  2. : Tak ada pengaruh antara suku bunga riil di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, serta Jepang dengan cadangan primer yang ada di Bank Mandiri.
  3. : Tidak ada pengaruh antara nilai tukar mata uang rupiah dengan USD, GBP, serta JPY dengan kredit yang diberikan untuk pada nasabah Bank Mandiri.
  4. : Tak ada pengaruh antara suku bunga riil di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, serta Jepang dengan kredit yang diberikan pada nasabah Bank Mandiri.

E. METODE PENELITIAN

Data Penelitian

  1. Sumber Pengambilan Data

Data yang digunakan dalam penelitian didapat dari adanya LTBI atau Laporan Tahunan Bank Indonesia, laporan triwulanan PEKKI atau Perkembangan Ekonomi Keuangan serta Kerjasama Internasional bersama Bank Indonesia, serta Laporan Keuangan Publik Triwulanan Neraca dari PT. BANK MANDIRI (PERSERO), TBK.

  1. Jenis Data
    1. Aktiva milik Bank Mandiri

Pos-pos yang terdapat di dalam aktiva Bank Mandiri yang merupakan variabel terikat serta dikelompokan yang berdasarkan pada skala prioritas pemakaian dana, yakni:

  • Cadangan primer, yang terdiri dari kas, baik pada penempatan di Bank Indonesia, giro yang ada di bank lain, maupun penempatan di bank yang lainnya.
  • Cadangan sekunder, yang terdiri dari sejumlah kepemilikan surat berharga, maupun obligasi pemerintah.
  • Kredit yang diberikan untuk nasabah, yang terdiri dari sejumlah nilai kredit yang diberikan,
  • Investasi yang digunakan sebagai pendapatan, yang terdiri dari sejumlah penyertaan.

Dalam penelitian yang dilakukan ini, penulis hanya ingin lebih fokus pada cadangan primer serta kredit yang diberikan kepada nasabah.

Kurs mata uang rupiah terhadap USD, JPY dan GBP

Kurs mata uang rupiah terhadap USD, JPY dan GBP, merupakan sebuah variabel bebas. USD serta GDP adalah nilai tukar 1 dalam mata uang negara Amerika Serikat serta Inggris terhadap mata uang rupiah, sedang untuk JPY adalah nilai tukar 100 dalam mata uang Jepang pada mata uang rupiah.

  1. Tingkat suku bunga serta inflasi yang ada di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang.

Tingkat suku bunga yang dirilis oleh masing-masing bank sentral di sebuah negara akan dikurangi adanya inflasi yang terjadi di masing-masing negara tersbeyt sehingga akan diperoleh tingkat suku bunga yang riil. Dan tingkat suku bunga yang riil di Indonesia, Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang adalah variabel bebas.

  1. Tipe Data

Penggunaan data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder yang cara pengumpulannya dilakukan dengan mengumpulkan data time series atau runtun waktu. Data-data yang dikumpulkan tersebut kemudian diterbitkan oleh Bank Indonesia secara berkala dalam bentuk buletin maupun laporan triwulan serta tahunan. Dengan begitu keabsahan dari data tersebut menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari lembaga tersebut.

Objek Penelitian

Dalam penulisan penelitian ilamiah ini yang digunakan sebagai objek penelitian ialah Bank Mandiri.

Periode Pelaksanaan Penelitian

Data yang dipergunakan adalah data triwulanan yang diambil dari data triwulan ke IV tahun 2000 hingga data triwulan ke II tahun 2008.

Variabel dan Model Penelitian

Penelitian

Variabel keterangan Jenis Notasi
Y1 Cadangan primer Variabel terikat I YCP
Y2 Kredit nasabah terikat II YKUN
X1 Nilai tukar mata uang rupiah terhadap USD bebas I XUSD
X2 Nilai tukar mata uang rupiah terhadap GBP bebas II XGBP
X3 Nilai tukar mata uang rupiah terhadap JPY bebas III XJPY
X4 Suku bunga riil di Indonesia bebas IV XSBIN
X5 Suku bunga riil di Amerika Serikat bebas V XSBAS
X6 Suku bunga riil di Inggris Bebas VI XSBIG
X7 Suku bunga riil di Jepang bebas VII XBSJP

Dari informasi tabel yang ada di atas maka dapat diperoleh model penelitian, yakni sebagai berikut:

  1. = a + + + + + + + + ε
  2. = a + + + + + + + + ε

Alat-Alat Yang Dibutuhkan

Alat-alat bantu yang dibutuhkan untuk mencari berbagai macam keterkaitan yang ada diantara sejumlah variabel diatas tersebut ialah sebuah perangkat lunak ataupun software EViews 5.0 serta SPSS 13.0 for windows. Software EViews serta SPSS sendiri merupakan sebuah perangkat lunak yang berbasis operasi windows yang kerap digunakan dalam menganalisis data statistik supaya dapat diolah dengan mudah, kemudian ditampilkan, ataupun dimanipulasi sehingga bisa menyajikan sebuah informasi tertentu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna. Untuk angka 5.0 serta 13.0 sendiri merupakan versi dari software EViews dan juga SPSS.

Model Analisa

Agar bisa menemukan keterkaitan yang ada di antara variabel yang terdapat dalam penelitian yang dilakukan ini, penulis memilih untuk menggunakan analisa regresi linier melalui metode kuadrat yang terkecil. Analisa regresi tersebut bertujuan agar bisa mengetahui adanya koefisien determinasi, koefisien korelasi, maupun koefisien regresi. Kemudian penulis akan melakukan beberapa pengujian hipotesis yakni dengan menggunakan pengujian hipotesa secara parsial dengan memakai t test serta pengujian hipotesa secara simultan dengan memakai F test.

Di dalam sebuah persamaan regresi linier ada sebuah perbedaan diantara Y yang merupakan hasil observasi yang didapat dari sebuah data sampel yang memiliki nilai Y yang sebenarnya. Perbedaan tersebutlah yang dinamakan dengan error atau kesalahan pengganggu ataupun residual. Sehingga semakin kecil nilai dari kesalahan pengganggu tersebut maka akan semakin valid dari nilai Y yang merupakan hasil dari observasi dalam memprediksi nilai Y dari populasi.

Sejumlah buku melambangkan adanya kesalahan penggangu menggunakan lambang U, namun ada pula yang menggunakan lambang ε. Dengan munculnya kesalahan pengganggu tadi, maka ada sejumlah asumsi di dalam analisa regresi yang menggunakan metode kuadrat paling kecil, karenanya estimasi yang bisa dihasilkan memiliki sifat BLUE. Sejumlah asumsi tersebut diantaranya merupakan asumsi normalitas, asumsi homokedastiditas, asumsi autokorelasi, serta asumsi multikolinieritas.

F. PREDIKSI BIAYA PENELITIAN

Penelitian yang dilakukan ini adalah sebuah penelitian ilmiah yang dilakukan untuk memenuhi syarat-syarat tugas akhir guna mendapatkan gelar sarjana di universitas Muhamadiah Solo, oleh karena itu selurung biaya yang digunakan dalam penelitian ini ditanggung sepenuhnya oleh penulis.

G. JADWAL WAKTU PENELITIAN

  1. Minggu pertama: Untuk proses persiapan.
  2. Kedua hingga keempat: Proses pengumpulan berbagai data, pengolahan serta analisis data dengan menggambil garis besarnya saja.
  3. Kelima hingga kesembilan: Proses penyusunan draf laporan, dimulai dari bab pertama hingga bab V
  4. Kesepuluh hingga keduabelas: Laporan akhir penelitian

H. DAFTAR PUSTAKA

Hendri Jhon. 2009. “Pengaruh Nilai Tukar Rupiah Dan Suku Bunga Riil Terhadap Cadangan Primer Dan Kredit Untuk Nasabah Bank Mandiri”. Tesis Universitas Gunadarma. Jakarta.

Contoh proposal penelitian tersebut hanyalah satu contoh saja, diharapkan para mahasiswa dan para pelajar kini bisa lebih kreatif lagi dalam membuat proposal penelitian ilmiah yang lebih relevan sesuai dengan mata kuliah atau mata pelajaran yang ditekuni.

Baca Juga: Jurusan Kuliah Yang Menjanjikan

Bagaimana? Apakah sekarang Anda sudah punya sedikit gambaran dalam mengerjakan tugas yang berkaitan dengan proposal penelitian ilmiah. Ataupun proposal penelitian untuk tugas akhir skripsi Anda?. Setidaknya contoh proposal penelitian yang sudah dijabarkan di atas memiliki sedikit keterkaitan dengan contoh proposal ilmiah. Maupun contoh proposal penelitian untuk tugas akhir. Atau skripsi yang bisa digunakan sebagai bacaan atau pun referensi untuk Anda dalam membuat tugas akhir untuk mata kuliah riset pemasaran, atau pun biologi.

Tinggalkan komentar