Contoh Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa
04Jun, 2020

Contoh Surat kuasa mungkin sudah tidak asing bagi kita. Sepanjang hidup minimal satu kali kita pernah membuat surat kuasa. misalnya surat kuasa pengambilan BPKB dari perusahaan leasing.

Lalu apa itu surat kuasa? Surat kuasa adalah sebuah surat yang bersifat resmi yang wajib ada jika berkaitan dengan hal mewakili dokumen atau pembayaran. Namun tidak banyak yang memahaminya.

Karena kekurangtahuan ini, dapat memberikan dampak negatif di masa depan bagi pemilik surat kuasa ataupun yang menerima surat kuasa. Karena terkait hukum, jika surat kuasa yang dibuat tidak memenuhi unsur-unsur hukum, maka kita bisa kehilangan kesempatan ataupun sesuatu yang menjadi hak kita.

Untuk itu, bagi Anda yang sering berurusan dengan surat kuasa, ada baiknya untuk memahami lebih baik lagi tentang seluk beluk surat kuasa.

Definisi Surat Kuasa

Surat Kuasa

Surat kuasa adalah sebuah surat yang isinya memberi penjelasan mengenai pemberian wewenang atau kuasa dari pihak pertama kepada pihak yang mendapat kuasa karena kepercayaan atau keahlian agar mewakili pihak pertama melakukan hal-hal yang tercantum dalam surat tersebut.

Penggolongan Surat Kuasa

Berdasarkan sifatnya, surat kuasa ini bisa dibagi menjadi dua yaitu:

  • Surat kuasa non formal: Terkait kepada lingkup kegiatan yang ada di dalam surat sifatnya personal atau tidak resmi
  • Surat kuasa formal: Surat kuasa yang digunakan untuk urusan yang bersifat formal

Kapan Surat Kuasa Dibutuhkan

Surat kuasa bisa dibuat kapan saja sesuai dengan kebutuhan dari pihak pertama. Sehingga tidak ada batasan waktu untuk membuatnya.

Yang ada adalah batasan waktu atas hak yang dimiliki oleh pihak kedua sebagai perwakilan pihak pertama yang wajib dicantumkan di dalam surat kuasa.

Fungsi Surat Kuasa

Sesuai dengan namanya, maka surat kuasa berfungsi untuk mengalihkan kuasa dari pihak pertama ke pihak kedua untuk memiliki hak dan kewajiban terbatas yang disebutkan dalam surat tersebut sebagai bentuk pernyataan. Sehingga bisa dikatakan, pihak kedua menjadi wakil dari pihak pertama.

Baca Juga: Contoh Surat Permohonan Bantuan

Unsur-unsur yang harus ada dalam surat kuasa dan dibutuhkan oleh organisasi luar adalah:

  1. Data pribadi pihak pemberi kuasa
  2. Data pribadi pihak yang diberi kuasa
  3. Bentuk atau hak dan wewenang yang diperoleh oleh pemberi kuasa beserta batasannya

Rincian data pribadi yang dimaksud adalah:

  1. Untuk data pribadi, bisa menggunakan nama, nomor identitas, pekerjaan, dan alamat
  2. Untuk surat kuasa yang bersifat kedinasan menggunakan data pribadi berupa nama, NIP/NRP, golongan/pangkat, maupun jabatan saat surat kuasa dibuat.

Syarat-syarat yang Ada Dalam Surat Kuasa

  1. Pemberi dan penerima kuasa haruslah seseorang dewasa dengan fisik dan mental yang sehat
  2. Untuk pihak penerima kuasa sebaiknya orang yang dipercaya oleh pihak pertama
  3. Jika penerima kuasa lebih dari satu orang, maka tidak perlu ada nomor surat yang perlu dicantumkan dalam setiap surat kuasa
  4. Untuk surat kuasa pengambilan gaji tidak perlu diberi meterai

Ciri-ciri Surat Kuasa

Surat kuasa harus mengikuti kaidah di bawah ini karena sifatnya yang penting dan terkait dengan hukum.

  1. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
  2. Isi surat kuasa menjelaskan mengenai pernyataan dan pengalihan kekuasaan/wewenang dari pihak pertama ke pihak kedua penerima kuasa untuk melakukan satu hal
  3. Bahasa dan kalimat yang digunakan harus jelas, tepat, singkat dan padat sehingga menghindari mispersepsi, sehingga isi surat kuasa sesuai peruntukannya.

Jenis-jenis Surat Kuasa

Jenis-jenis Surat Kuasa

Berdasarkan Pemberi Kuasa

1. Surat Kuasa Perseorangan

  • Surat kuasa pengambilan barang
  • Surat kuasa pengambilan gaji pensiun
  • Surat kuasa pengambilan dokumen

2. Surat Kuasa Kedinasan

  • Surat kuasa mewakili tender
  • Surat kuasa pendaftaran domain lembaga

Berbeda dengan surat kuasa perorangan, isi surat kuasa kedinasan lebih lengkap dan spesifik sesuai instansi/lembaganya, namun umumnya terdiri dari:

  1. Judul surat tertulis surat kuasa, sama dengan surat kuasa perorangan
  2. Menuliskan nama dan alamat lengkap lembaga yang mengeluarkan surat kuasa
  3. Penomoran surat kuasa
  4. Penulisan identitas pemberi kuasa dengan data nama, alamt, NIP, jabatan, pangkat/golongan
  5. Penulisan identitas penerima kuasa dengan data nama, alamt, NIP, jabatan, pangkat/golongan
  6. Tujuan diberikannya kuasa
  7. Tempat, tanggal, bulan dan tahun dibuatnya surat kuasa
  8. Periode berlakunya surat kuasa
  9. Nama, NIP(bila ada) dan tanda tangan penerima kuasa
  10. Meterai dan cap lembaga sebelum ditandatangani, jika diperlukan.

Berdasarkan Hukum Perdata

1. Surat kuasa umum

Bersifat umum dan biasanya ditujukan kepada seseorang untuk melakukan atas nama pemberi kuasa hal-hal berupa:

  • Pengurusan harta kekayaan pemberi kuasa
  • Tindakan tersebut meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan pemberi kuasa atas harta kekayaannya
  • Tindakan yang dilakukan hanya meliputi perbuatan atas pengurusan kepentingan pemberi kuasa

Di mata hukum, dapat dikatakan kuasa umum merupakan pemberian kuasa yang tindakannya disebut beherder atau manajer untuk melakukan kepentingan pemberi kuasa.

2. Surat kuasa khusus

Yang dimaksud surat kuasa khusus adalah surat kuasa yang dibuat khusus untuk menangani satu kepentingan atau lebih. Contoh surat kuasa khusus adalah surat penunjukan untuk mewakili di pengadilan.

Dengan demikian isinya menjelaskan secara terperinci tindakan apa saja yang bisa dilakukan penerima kuasa terkait dengan penunjukannya tersebut. Detail ini menjadi penting agar penerima kuasa secara sah diterima oleh pengadilan segala tindakannya yang bertujuan mewakili pemberi kuasa.

3. Surat kuasa istimewa

Surat kuasa ini disebut istimewa karena ada syarat-syarat khusus yang disebutkan di dalam surat kuasa dan harus dipatuhi agar surat ini diterima secara sah oleh hukum, yaitu:

  • Mempunyai Batasan atau limitatif. Yaitu dituliskan dengan jelas dan detail batasan yang mengikat antara pemberi kuasa dan penerima kuasa. Misalnya lingkup tindakan hanya untuk membuat perdamaian atau mengucapkan sumpah tertentu sesuai aturan perundang-undangan.
  • Bentuknya akta otentik/akta notaris. Dengan tugas dan batasan yang spesifik, surat kuasa ini harus dinotariskan sehingga menjadi akta otentik yang bisa digunakan sebagai bukti hukum.

4. Surat Kuasa Perantara

Surat kuasa ini disebut juga agen. Pemberi kuasa menjadi principal yang dapat memberi instruksi kepada penerima kuasa yang menjadi agen atau perwakilan untuk melakukan tindakan hukum sesuai yang tercantum di dalam surat kuasa sepanjang tidak melampaui batas atau bertentangan dengan kewenangan yang diberikan.

5. Surat kuasa insidentil

Dalam surat kuasa ini harus terkait dengan hubungan keluarga hingga derajat ketiga antara pemberi kuasa sebagai principal untuk bisa melakukan Tindakan hukum di pengadilan.

Sebelumnya pemberi kuasa harus mendapat izin dari pengadilan untuk bisa mengajukan anggota keluarga menjadi penerima kuasa yang bukan pengacara dan tidak menerima bayaran apa-apa dari pemberi kuasa.

Selain itu syarat lainnya adalah penerima kuasa dalam waktu satu tahun ke belakang tidak menerima kuasa insidentil apapun.

Tips Membuat Surat Kuasa

  1. Berikan hanya kepada yang dipercaya. Hal ini menjadi syarat mutlak agar tidak ada pihak yang dirugikan dari kesepakatan surat kuasa ini
  1. Dibuat tanpa ada paksaan. Agar bisa menjadi bukti hukum yang diterima di pengadilan, pembuatan surat kuasa haruslah dengan kerelaan kedua belah pihak tanpa ada paksaan apapun
  1. Tidak hanya mengandalkan surat kuasa. Membawa identitas penerima kuasa yang dimasukkan dalam surat kuasa sebagai bukti pendukung ketika menggunakan surat kuasa
  1. Surat kuasa perorangan tidak perlu menggunakan nomor surat. Untuk surat kuasa personal, tidak wajib mencantumkan nomor surat
  1. Surat kuasa dianggap sah bila ditandatangani dua belah pihak. Kedua belah pihak harus menandatangani surat agar surat tersebut dianggap sah dan valid
  1. Memberi materai di surat kuasa jika diperlukan atau bisa menggunakan segel jika surat kuasa akan digunakan untuk kepentingan pengadilan
  2. Untuk kedinasan harus menggunakan stempel yang menunjukkan instansi yang mengeluarkan surat kuasa

Cara Mencabut Surat Kuasa

Seperti halnya pemberian kuasa, maka ada pula teknis pencabutan surat kuasa sebelum waktunya. Hal ini bisa terjadi jika pemberi kuasa merasa tugas yang diberikan telah selesai lebih awal atau menemukan pemalsuan atas surat kuasa. Dalam hukum hal ini dibolehkan dan ada teknis untuk mencabut surat kuasa yang belum jatuh tempo.

Baca Juga: Contoh CV Surat Lamaran Kerja

Buat sebuah surat pernyataan pencabutan kuasa dengan melampirkan surat kuasa yang dimaksud dan tulis dengan jelas alasan dilakukannya pencabutan sebelum masa surat kuasa berakhir. Dalam hal ini Anda tidak perlu meminta penerima kuasa menandatangani, karena ini merupakan wewenang Anda untuk mencabut kuasa yang pernah diberikan.

Contoh Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa Untuk Pengambilan BPKB

Surat Kuasa Untuk Pengambilan BPKB

SURAT KUASA

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama: Rianto Hendra,S.T
No. KTP: 1271156411780002
Posisi: Direktur Utama PT. PARMAL JAYA SENTOSA
Alamat: Jl. Mlilir Raya, No. 15, Mlilir, Kota Madiun, Jawa Timur

Dengan ini mewakili PT. PARMAL JAYA SENTOSA yang beralamat di Jl. Anggrek Mulia No.7, Dolopo, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Dengan ini memberi wewenang kepada:

Nama: Setyono
No. KTP: 1271102311780002
Posisi: Koordinator Pengemudi
Alamat: Jl. Rake I No. 35, Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur

Untuk:

Mengambil 1 (satu) No. BPKB mobil, dengan perincian sebagai berikut:
Tipe: ISUZU ELF NHR 55 CO E2-1
Tahun 2017
Bingkai: MHCNHR55EEJ058404
Mesin: M058404
Polisi: AE 4216 OB
BPKB atas nama: PT. PARMAL JAYA SENTOSA

Yang didelegasikan di PT. ASTRA JAYA FINANCE, menurut:
Nomor perjanjian: 01.500,520.00.029706.5
Tanggal: DESEMBER 15, 2018
Tanda tangani semua tujuan administratif di PT. ASTRA JAYA FINANCE.

Jika ada biaya-biaya yang muncul, akan dibayarkan lunas. Dan konsekuensi yang muncul nanti akan menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya.

Demikian Surat Kuasa ini saya buat tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan dan kondisi sehat lahir batin.

Madiun, 15 Desember 2018

Pemberi Kuasa                                                                Penerima Kuasa

 

Rianto Hendra,                                                        ST. Setyono

Direktur Utama
PARMAL JAYA SENTOSA

Contoh Surat Kuasa Ahli Waris

Contoh Surat Kuasa Ahli Waris

SURAT KUASA

Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

  1. Nama: Rustanto
    Alamat: Jl. Raya Pemda No. 19, Cibinong Bogor
    No. KTP: 35242642801800003
  2. Nama: Herianto
    Alamat: Jl. Yasmin Raya No. 21, Bogor
    No. KTP: 35233211711870003

Selanjutnya bersama sebagai “Pemberi Kuasa” memberinya kuasa untuk:

Nama: Fred Hutagalung, SH.
Alamat: Jl. Bambu Apus IX No. 34, Bogor
No. KTP: 31353210112820005

Berikutnya sebagai “Power of Attorney”.

Surat Kuasa dan Penerima Kuasa adalah ahli dari Bpk. Mirza Ali yang meninggal pada tanggal 27 September 2017 dalam Keputusan Pengadilan Agama Cibinong No. 13.

Proksi sebagai penulis Surat Kuasa yang digunakan sebagai ahli waris, untuk melaksanakan pembagian warisan dari Bpk. Mirza Ali.

Selain itu, Surat Kuasa memiliki hak untuk melakukan Pemisahan Warisan, mengambil tindakan dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan warisan, dan mengambil tindakan lain yang diperlukan dan sesuai dengan ketentuan peraturan ini.

Demikian Surat Kuasa ini kami buat agar dipergunakan dengan benar dan sebagaimana mestinya.

Pemberi Kuasa I Pemberi Kuasa II Penerima Kuasa

Rustanto Herianto Fred Hutagalung, SH.

Contoh Surat Kuasa Penandatanganan Dokumen

Contoh Surat Kuasa Penandatanganan Dokumen

Unilever Indonesia, Tbk
Jl. Jababeka Raya Blok C No.C 11G-C 11H, Pasirgombong, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat 17530
Telp. (021) 28638090 Fax. 021 28630001
Website: www.unilever.co.id Email: info@unilever.co.id

SURAT KUASA
Nomor : 10/SKu/X/17

Pada hari ini, ……, ………………….. , yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :
Jabatan : Direktur Utama PT. Unilever Indonesia, Tbk
Alamat :
No. KTP :
No. Telp/HP :

Bermaksud untuk memberikan kuasa kepada :

Nama :
Jabatan : Sekretaris Direktur PT. Unilever Indonesia, Tbk
Alamat :
No. KTP/SIM :
No. Telp/HP :

KHUSUS

Bertindak untuk dan atas nama Pemberi Kuasa / bertindak untuk dan atas PT. Unilever Indonesia, Tbk untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Melakukan Penandatanganan kontrak–kontrak atau perjanjian–perjanjian antara perusahaan dengan pihak ketiga, yaitu PT. Rizki Jaya Sentosa.
  2. Kontrak–kontrak atau perjanjian–perjanjian sebagaimana tersebut di dalam point 1 adalah yang berkaitan dengan jual beli barang dan atau jasa untuk keperluan PT. Unilever Indonesia, Tbk.
  3. Melakukan perbuatan lain yang berkaitan dengan kontrak–kontrak atau perjanjian–perjanjian sepanjang menguntungkan bagi perusahaan dan tidak merugikan bagi perusahaan.

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

                         Pemberi Kuasa,                                                                                 Penerima kuasa,

 

                        (                    )                                                                                          (                        )

Contoh Surat Kuasa Penunjukan Pengacara Klaim Asuransi

Contoh Surat Kuasa Penunjukan Pengacara Klaim Asuransi

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini, bertindak sebagai pihak pertama:

Nama : Marsha Alinda
Tempat/tanggal Lahir : Banten, 21 Agustus 1988
Pekerjaan : Pegawai Bank Mandiri Cabang Dewi Sartika
Alamat : Jl. Usaha No. 7, Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur

memberi kuasa kepada pihak kedua,

Nama : Arini Mulyasari, SH.
Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 18 Mei 1990
Pekerjaan : Dosen Universitas Diponegoro
Alamat : Jl. Buah Batu No. 50, Semarang

Dengan surat ini, pihak pertama memberikan kuasa kepada pihak kedua untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan formulir pendaftaran, pengajuan klaim meninggal, dan penerimaan manfaat dari klaim meninggal, atas nama:

Nama : Herman Sulistiyanto
Tanggal lahir : 11 April 1978
Pekerjaan : Wirausaha
Tanggal meninggal : 3 Maret 2019
Sebab meninggal : Sakit
Hubungan dengan pihak pertama : Suami

Demikian, surat kuasa ini dibuat dengan sebenar-benarnya tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Mohon agar surat kuasa ini digunakan sebaik-baiknya dan sebagaimana mestinya.

Semarang, 3 Maret 2019

Penerima Kuasa                                                                                                          Pemberi Kuasa

 

Marsha Alinda                                                                                                          Arini Mulyasri, SH.

Contoh Surat Kuasa Khusus Tergugat

Contoh Surat Kuasa Khusus Tergugat

SURAT KUASA KHUSUS
Nomor :…

 

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama Jabatan : ……………………………………………………………………..
Tempat Kedudukan :…………………………………………………………………………..
selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa

Dengan ini memberikan kuasa kepada :

Nama : ………….., Kepala Biro Hukum/Advokat, berkantor di jalan ……………………………, selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa

Khusus

Untuk dan atas nama pemberi kuasa mewakili dalam sengketa Tata Usaha Negara Banda Aceh sebagai Tergugat melawan ……………………………………sebagai Penggugat. di Pengadilan Tata Usaha Negara Sumatera Selatan, dalam perkara nomor…/G/2017/PTUN.SS, dengan obyek gugatan Surat ……………………………No……….Tanggal……

Untuk itu, Penerima Kuasa dikuasakan untuk menghadap dan menghadiri semua persidangan Pengadilan Tata Usaha Negara Sumatera Selatan, menerima, mengajukan dan menandatangani surat-surat, permohonan, Jawaban, Duplik, kesimpulan, mengajukan dan menolak saksi-saksi maupun keterangan Ahli, menerima atau menolak bukti-bukti surat, keterangan saksi-saksi, maupun meminta atau memberikan segala keterangan yang diperlukan, memohon penetapan maupun putusan, juga mengajukan permohonan memori banding dan/atau kontra memori banding dan memori kasasi dan/atau kontra memori kasasi;

Kuasa ini diberikan dengan hak untuk melimpahkan (subtitusi) baik sebagian maupun seluruhnya yang dikuasakan ini kepada orang lain.

 

Palembang , …………………….

Penerima Kuasa                                                 Pemberi Kuasa

 

………………..                                                        ……………….

Contoh Surat Kuasa Penunjukan Pengacara Kasus Hukum

Contoh Surat Kuasa Penunjukan Pengacara Kasus Hukum

SURAT KUASA

Apa yang tercantum di bawah ini:

Nama lengkap: Retno Wati binti H. Samad
Tempat Lahir: Pekanbaru
Umur / Tanggal Lahir: 36 Yrs, 13 Februari 1983
Jenis kelamin: Perempuan
Kebangsaan: Indonesia
Residence: Jl. Florida No. 1A, Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau
Agama: Islam
Pekerjaan: Pegawai Swasta
Pendidikan: S1 Manajemen

Dengan ini mengakui dan menjelaskan bahwa ia memberi kekuatan untuk:

MIRZA RAYANI, S.H. Sebagai Advokat, Pengacara dan Perwakilan Hukum di “ADVOCATE LAW OFFICE RAYANI & HUTAPEA” yang memiliki alamat dan kantornya di Jl. Hang Jebat No.29 A, Payung Sekaki, Air Hitam, Pekanbaru, Riau

K H U S US

Untuk membantu, merombak dan memberikan nasihat hukum kepada Pemberi Kuasa sebagai dituduh dituduh / dicurigai telah melakukan / menetapkan pasal 27 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dan untuk itu:

Tindakan dan tujuan hukum untuk dan atas nama pemberi kuasa dalam kasus yang diduga / ditagih, yang menyertai Penyedia Proksi di tingkat penyelidikan.

Penuntutan di Kantor Kejaksaan dan menyertai / menguntungkan Pengadilan Pengadilan Negeri Pekanbaru, menyerahkan dan menandatangani pledoi, membuat dan menandatangani memori banding, perintah kasasi.

Dan jika Anda ingin menggunakan kantor, Pengadilan Tinggi dan Kantor Kejaksaan, Kantor Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung dan lembaga-lembaga baik di kalangan militer maupun militer, kirim semua permintaan yang terkait dengan kasus ini dan ratifikasi mereka, berikan semua nama yang dibutuhkan. Jadi ini adalah kuasa yang dibuat dengan tujuan nyata.

Demikianlah surat kuasa ini dibuat dengan sebenar benarnya agar dapat dipergunakan sesuai dengan maksud pemberian kuasa ini.

Pekanbaru, 5 Februari 2019

Penerima Kuasa,                                                                                                                          Pemberi Kuasa,

 

Rendra Hutapea, S.H., M.H.                                                                                              Retno Wati binti H. Samad

Contoh Surat Kuasa Insidentil

Contoh Surat Kuasa Insidentil

SURAT PERMOHONAN IZIN INSIDENTIL
Nomor : …

 

Yang bertanda tangan di bawah ini saya :
Nama : …………………………………………………………………………
Kewarganegaraan :……………………………………………………………
Tempat Tinggal : …………………………………………………………..
Pekerjaan : …………………………………………………………..

Dengan ini memberikan kuasa kepada:

  1. ……………., 2) …………, 3)………………dst.; Semuanya berkewarganegaraan …………………; Pekerjaan Advokat pada Kantor Advokat ……………………….; Beralamat Kantor di ……………..; Selanjutnya disebut Penerima Kuasa;

KHUSUS

Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri sebagai Penggugat melawan ……………………………………….. sebagai Tergugat dan………………………..sebagai Tergugat II Intervensi (bila telah ada), dalam Perkara………………………………….., dengan objek sengketa: ………………………………..;

Dalam hal ini Penerima Kuasa dikuasakan oleh Pemberi Kuasa untuk menerima, mengajukan, menghadiri persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh, dan menandatangani surat-surat permohonan, gugatan, replik, kesimpulan, mengajukan dan menolak bukti-bukti surat, saksi-saksi, maupun ahli, meminta atau memberikan segala keterangan yang diperlukan, meminta putusan dan/atau putusan sela, penetapan-penetapan, mengajukan permohonan pelaksanaan putusan, termasuk menyatakan banding, membuat, menandatangani dan mengajukan memori/kontra memori banding, menyatakan kasasi, membuat, menandatangani dan mengajukan memori kasasi/kontra memori kasasi;

Kuasa ini diberikan dengan hak subtitusi (baik sebagian atau seluruhnya).

 

……………… , …………………….

Pemberi Kuasa

………………..                                                                                                                                                                                     ……………….

Contoh Surat Kuasa Pencabutan Wewenang

Contoh Surat Kuasa Pencabutan Wewenang

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama: ……………………………………….
Posisi: ……………………………………….
Nomor ID / SIM: ……………………………………….
Alamat lengkap: ……………………………………….

Dengan ini menjelaskan bahwa pada tanggal …. bulan… tahun … dicabut Surat Kuasa yang diberikan kepada:

Nama: ……………………………………….
Posisi: ……………………………………….
Nomor ID / SIM: ……………………………………….
Alamat lengkap: ……………………………………….

Dengan pencabutan Surat Kuasa, maka Surat Kuasa tersebut di atas menjadi tidak sah dan tidak bisa digunakan lagi. Surat Kuasa yang dimaksud saya lampirkan sebagai bukti. Demikian pencabutan Surat Kuasa ini saya buat dengan tanpa paksaan dari pihak manapun dan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.

……. , ……………….

 

(_________________):

Demikian uraian mengenai surat kuasa. Karena pentingnya, surat kuasa menjadi dokumen hukum di pengadilan. Sehingga setiap isi maupun lampiran yang ada di dalamnya haruslah merupakan data yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Karena surat kuasa membantu banyak orang untuk mewakili mereka dalam beberapa hal yang sifatnya tidak confidential atau rahasia.

Baca Juga: Contoh Surat Lamaran Kerja Via Email

Selain itu, contoh surat kuasa dapat menghemat waktu bagi mereka yang tidak punya kesempatan untuk melakukan yang dikuasakannya secara langsung. Dengan demikian, surat kuasa membuat proses kegiatan dapat berjalan dengan baik tanpa terganggu karena ketidakhadiran pemberi kuasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *