Contoh Teks Drama

Contoh Teks Drama Singkat Berbagai Tema

Diposting pada

Dalam sebuah acara hiburan yang ditayangkan melalui siaran televisi atau pertunjukkan teater, pastinya memiliki adegan disertai dengan dialog para tokohnya. Lancarnya mereka untuk saling berkomunikasi dengan karakter lainnya tidak lepas dari contoh teks drama untuk nantinya diucapkan ketika pementasan yang tersusun rapi.

Berbagai Unsur dalam Teks Drama

Berbagai Unsur dalam Teks Drama

Secara umum, teks drama dapat dikatakan sebagai naskah tertulis yang kemudian dipentaskan pada sebuah teater atau panggung pertunjukkan termasuk juga drama dalam tayangan televisi, film dan siaran radio. Gerak gerik para tokohnya merupakan gambaran terhadap suatu kisah tentang kehidupan.

Drama dapat menceritakan tentang sosok penting, sejarah, budaya dan berbagai bidang lainnya yang dapat memberi kesan tersendiri bagi para penontonnya. Terdapat beberapa unsur dalam teks drama, aspek tersebut meliputi alur, amanat, tema, watak dan sarana pendukung pementasan.

Baca Juga: Contoh Resensi Buku

Naskah drama menceritakan alur atau rangkaian cerita mulai dari pembuka konflik sampai penutup. Sedangkan amanat merupakan pesan tersirat yang diperlihatkan dalam adegan drama atau dialog para pemerannya. Selain itu, terdapat pula tema sebagai gagasan atau ide pokok pada sebuah kisah.

Unsur teks drama juga dipengaruhi oleh tokoh dengan perannya sebagai karakter berperilaku baik, antagonis sebagai musuh atau penjahat dan tritagonis dalam hal mendukung tokoh protagonis. Sarana berupa tata rias dan panggun juga menjadi bagian penting untuk mendukung kedalaman suatu cerita.

Berbagai Contoh Teks Drama

Contoh Naskah Drama

Setelah diketahui bahwa unsur teks drama dipengaruhi oleh ide atau gagasan pokok, dapat dibayangkan betapa banyak tema yang dapat diangkat dalam sebuah pementasan drama. Hal ini pada akhirnya menghadirkan variasi naskah drama dengan segala keunikan seperti berikut ini:

Contoh Teks Drama Singkat

Naskah drama singkat merupakan sebuah cerita tertulis yang tidak terlalu banyak diisi oleh dialog. Bahkan konflik dalam kisahnya dapat terselesaikan dengan cepat lewat peran dari masing-masing karakternya. Jumlah tokoh bisa lebih dari 2 orang bergantung pada jenis penyampaian kisahnya.

Agar lebih jelasnya dapat memperhatikan contoh drama singkat berjudul “Wisata ke Pantai Pangandaran”. Ada 4 karakter dalam cerita ini diperankan oleh empat remaja laki-laki bernama Anto, Raka, Beni dan Arman. Sinopsis drama dan bentuk dialognya adalah sebagai berikut:

Sore hari Anto dan Beni berkumpul di teras rumah Arman untuk membicarakan sesuatu mengenai berbagai tempat liburan yang nantinya akan dikunjungi. Sambil Arman menyuguhkan keduanya dengan makanan ringan dan teh hangat.

Tidak lama kemudian Raka terlihat menghampiri dari kejauhan. Sambil berlari tergesa-gesa seperti punya ide untuk dibicarakan bersama dengan teman-temannya.

Raka: Teman-teman aku punya ide bagus buat mengisi liburan kali ini (sambil terengah-engah).

Arman: Tenanglah, jangan terburu-buru, tarik nafas sejenak, ini aku hidangkan teh hangat untukmu (sambil menghidangkan secangkir teh hangat dan menyodorkan makanan ringan).

Raka: Kawan-kawan, kebetulan aku menghubungi sepupuku di Pangandaran bahwa dirinya menawarkan kita untuk berkunjung ke rumahnya. Nantinya kita akan diajak menghabiskan waktu di pantai.

Anto: Kalau kita ke sana apa tidak merepotkan sepupumu?

Raka: Sudah kamu santai saja. Semua sudah dipersiapkan tinggal menunggu kepastian dari kita berempat saja.

Beni: Bisa liburan ke pantai Pangandaran menarik juga sih, tapi aku mesti izin dahulu kalau memang nantinya kita bakal menginap.

Arman: Apa kamu tahu rute perjalanan ke sana, ka?. Kira-kira perjalanan ke sana berapa lama sih?

Raka: Kalau rutenya sih aku hapal betul, bahkan aku tahu jalan pintas yang bebas dari macet. Perjalanan bisa memakan waktu 3 jam perjalanan jika lancar. Sebaiknya kita naik motor saja (Raka Melanjutkan).

Anto: Benar juga kalau naik motor kita bisa menikmati perjalanan, tapi apakah masing-masing membawa motor sendiri?.

Raka: Itulah yang ingin kudiskusikan dengan kalian, kalau aku boleh menyarakan kita pakai dua motor saja berboncengan, jadi bisa bergantian kalau salah satunya kelelahan.

Arman: Aku sih setuju saranmu, tapi setidaknya kita perlu persiapkan perbekalan lainnya ya seperti pakaian, makanan ringan atau oleh-oleh buat sepupumu.

Raka: Tepat sekali! Kalau sudah begini tinggal atur waktu saja kapan kira-kira kita ke sana?

Beni: Bagaimana kalau lusa? itu bertepatan dengan hari Sabtu dan jika nantinya kita harus menginap tidak akan menjadi masalah.

Anto: Tunggu sebentar (sambil berpikir sejenak), jika berangkat hari Sabtu sebenarnya aku juga tidak berhalangan sih jadi cukup minta izin pada orangtua saja.

Arman: Kalau aku sih sudah tidak ada masalah selama aku memberitahukan pada orangtua sebelum berangkat nanti. Lalu bagaimana denganmu, ka?

Raka: Aku sih ikut kalian saja lagipula tugasku berikutnya cukup memberi kabar pada sepupuku di sana.

Arman: Baiklah jadi sudah sepakat semua hari Sabtu, “kan?

Beni: Ya, man. Besok masih ada waktu untuk persiapan sebelum berangkat. Jadi kita manfaatkan baik-baik. Bawa perlengkapan yang diperlukan (Beni menambahkan).

Merekapun akhirnya menyepakati bahwa hari Sabtu menjadi waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan ke Pantai Pangandaran. Setelah lama berdiskusi keempat remaja tersebut pulang ke rumah masing-masing untuk meminta izin dan mempersiapkan segala kebutuhan liburannya.

Naskah Drama Persahabatan

Contoh naskah drama persahabatan berjudul “Indahnya Persahabatan 3 Pelajar SMA Taruna Bakti”. Tokoh-tokoh yang terlibat adalah Rizki, Amri dan Tito. Mereka baru saja memasuki tahun ajaran baru dan tanpa diduga akan bertemu kembali di sekolah yang sama di tempat ketiganya mengenyam pendidikan.

Ketiganya berkumpul saat istirahat makan siang di kantin sekolah. Seperti biasa tidak ada rasa canggung dan sungkan untuk salah satu dari mereka bertiga. Banyak hal yang diperbincangkan mulai dari pilihan sekolah, mata pelajaran serta mengenang masa lalu. Bentuk dialog drama adalah sebagai berikut:

Amri: Sungguh aku tidak menyangka kita bakal bertemu lagi. Terakhir kali ingat tidak kapan kita berkumpul seperti ini?

Rizki: Seingatku waktu acara perpisahan sekolah itu sih. 2 bulan tidak bertemu kalian terlihat lebih gemuk. Memang selama liburan belum ada rutinitas?

Pembicaraan mereka sejenak terhenti ketika seorang pemiliki warung mengantarkan pesanan mereka bertiga. Lalu percapakapan kembali dilanjutkan sembari menata hidangan di meja.

Amri: Kalau aku sih kesibukan seperti biasa ikut bantu bisnis orangtua di rumah.

Tito: Oh, lumayan juga kamu, Amri sudah belajar bisnis sejak dini. Berbeda dengan-ku yang masih belum terlalu memikirkan usaha sepertimu. Rutinitasku terbatas hanya bercocok tanam.

Rizki: Tapi bagiku sih kalian sudah seperti orang sukses saja, baru dua bulan tidak kelihatan sudah ada perkembangan pada tubuh kalian, hahaha.

Tito: Ya selama di rumah pekerjaanku tidak terlalu banyak, pikiran juga lebih tenang. Berbeda saat mendekati Ujian Akhir SMP waktu itu.

Amri: Oh, jadi begitu. Tidak jauh berbeda dengan-ku yang semakin lebih punya nafsu makan daripada sebelumnya. Tapi bukankah kau juga sama, ki?

Rizki: Kalau aku punya kebiasaan terjaga di malam hari sambil ngemil jadi tidak heran kalau badan ini bakal membengkak, hahaha (Amri dan Tito juga ikut tertawa).

Amri: Tapi tidak disangka ya ternyata setelah SD dan SMP kita bisa berjumpa seperti ini lagi, jadi bisa kan kalau kita main futsal bersama seperti dulu?

Tito: Sudah lama juga sih kita tidak main futsal lagi tapi untuk saat ini aku belum bisa ikut dahulu.

Rizki: Memang ada apa, to? (langsung cepat merespon).

Tito: Waktuku tidak luang seperti dulu, mungkin untuk sesekali aku akan sempatkan. Saat ini aku lebih memilih untuk membantu orangtua di rumah. (Amri dan Rizki menyimak penjelasan Tito).

Amri: Jika memang kondisinya seperti itu aku bisa mengerti. Asalkan kita tetap bisa bertemu seperti ini saat istirahat sekolah. Lagipula karena tahun ajaran baru masih belum banyak teman lain yang kukenal.

Rizki: Setidaknya itu mewakili keadaanku juga, ri. Kapan kira-kira aku bisa berkunjung ke rumahmu?

Amri: Beri kabar saja kapan kamu ingin datang, seperti biasa aku juga ingin tanding ulang bermain PS 4 denganmu, haha.

Rizki: Haha. Baiklah aku bersedia tanding ulang tapi seperti biasa pihak yang kalah harus traktir makan siang? Seperti SMP dulu saja aturannya.

Amri: Baiklah ki. Bagaimana denganmu to? Mau ikut juga, tidak?.

Tito: Buat apa aku ikut kalau kalian sendiri sudah tahu hasilnya seperti apa? Lebih baik aku menonton kalian saja.

Amri dan Rizki tertawa terbahak-bahak karena Tito memang kurang mahir bermain game console. Percakapan mereka akhirnya terhenti karena harus menghabiskan makan siang masing-masing. Jam istirahat akan segera berakhir dan ketiganya makan secara lahap.

Teks Drama Sekolah

Lingkungan pendidikan dapat menjadi tema menarik untuk menceritakan drama sekolah tentang pertemanan, kasih sayang guru terhadap muridnya, sikap tolong menolong, saling menghormati dan kesungguhan dalam meraih cita-cita. Salah satu contoh sinopsisnya adalah sebagai berikut:

Suatu hari di perpustakaan sekolah terdapat aktivitas para murid membaca buku. Sebagian memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas. Sisanya lebih kepada minat membaca. Tapi yang menarik perhatian ada 4 siswa SMP sedang mementuk kelompok diskusi untuk memecahkan masalah.
Mereka adalah Siska, Yuni, Dhanu dan Rifki bersungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas pelajaran biologi tentang tumbuhan biji terbuka dan tertutup. Dalam kelompok diskusi tersebut dapat terdengar pembicaraan mereka yakni sebagai berikut:
Siska: Sebentar teman-teman biar aku yang mencari contoh tumbuhan biji terbuka apa saja. Yuni sudah tahu bagian tugasmu, “kan?
Yuni: Iya biar aku mencari tentang pembagian divisi gymnospermae. Di sini ditugaskan mencari jenis yang sudah punah dan masih bertahan.
Siska: Bagus nanti kita kelompokkan hasil pencarian jawaban tersebut. Dhanu kamu mencari pembahasan yang mana?
Dhanu: Aku sedang mencari tentang “Ciri-Ciri Angiospermae” dalam tugas diminta sebutkan minimal sepuluh cirinya.
Siska: Baiklah, sekarang bagian terakhir, Rifki kamu bisa bantu cari tahu tentang “Klasifikasi tumbuhan biji tertutup”?.
Rifki: Baik, Sis. Biar bagian tugas itu aku yang mengerjakan. Aku sudah temukan buku yang cocok.
Siska: Berarti sudah tahu tugasnya masing-masing jadi kita akan coba selesaikan hari ini juga.
Baik Rifki, Dhanu dan Yuni mengiyakan ketua kelompoknya tersebut dan masing-masing mengerjakan sesuai dengan pembagian tugas sebelumnya. Mereka mencari buku referensi yang dapat memberi pembahasan tentang tumbuhan biji terbuka maupun tertutup.

Contoh Drama dengan Dua Orang

Sesuai dengan namanya contoh teks drama berikut ini cukup melibatkan dua tokoh saja untuk menjelaskan sebuah cerita. Hal ini bisa mengisahkan tentang pasangan, sanak saudara, teman dan sebagainya. Adegan di dalamnya mirip seperti pembicaraan atau dialog pada umumnya.

Hanya saja dalam hal ini lebih ditentukan pada pengarahan adegan dan jenis topik yang dibicarakan. Sebagai contohnya drama ini berjudul “Belajar Mengoperasikan Komputer” dengan dua tokoh bernama Ratna dan Billy. Sinopsis terkait judul drama ini adalah sebagai berikut:

Billy adalah teman dari Ratna yang memiliki keahlian di bidang teknologi dan informasi. Tiga bulan ke depan mereka akan diberi tugas lapangan untuk mengelola data menggunakan komputer. Maka dari itu Ratna mencoba mempersiapkan segala sesuatunya dengan mempelajari komputer bersama rekannya.

Billy: Baiklah Ratna, tahap awal untuk mengoperasikan komputer perlu dengan menyalakannya terlebih dahulu. Pada bagian tengah CPU adalah tombol Power On/Off.

Ratna: Baik Bil. Aku akan coba menyalakan. Maaf mengganggu waktu luangmu, aku benar-benar ketinggalan zaman untuk urusan yang satu ini.

Billy: Aku tidak permasalahkan hal itu yang penting kamu menjadi lebih paham ketika berada di situasi kerja nyata.

Ratna: Baik Bil. Setelah ini apa yang perlu dilakukan.

Billy: Coba kamu masukkan password atau kata sandi dari komputer ini.

Ratna sambil mengetikkan karakter password untuk bisa masuk ke sistem operasi komputer tersebut.

Ratna: Sudah, Bil. Selanjutnya untuk membuat dokumen apa yang harus kulakukan?.

Billy: Coba kamu tekan ikon jendela Microsoft pada pojok kiri bawah lalu klik menu “Microsoft Word”, tunggu hingga jendela membuka dengan sempurna.

Ratna: Sudah kulakukan sesuai dengan arahanmu.

Billy: Nah, pada lembar kerja ini kamu cukup ketikkan melalui keyboard komputer terkait apa yang ingin diketikkan. Untuk mengatur jenis huruf di bagian atas ini kamu bisa tentukan sendiri.

Ratna: Tunggu sebentar Bill, biar aku coba. Aku akan pilih fonts “Comic Sans MS”.

Billy: Ya, kurang lebih begitulah tipe huruf dari “Comic Sans MS”. Jika ukurannya terlalu kecil, cukup klik pada opsi sebelahnya angka itu menentukan besarnya.

Ratna: Baik Bil, aku menjadi paham, sekarang bisakah kau memanduku membuat tabel?.

Billy: Cuma pada bagian atas kamu klik “Insert” kemudian pilih “Table”.

Ratna: Sudah Bill, apakah harus klik opsi “Insert Table” ini?

Billy: Tepat sekali! Tentukan berapa banyak kolom dan barisnya sesuai kebutuhanmu.

Ratna: Terima kasih Bill, kolomnya aku isi dengan angka 3 dan barisnya aku input 10.

Billy: Coba klik “Ok” untuk melihat hasilnya.

Ratna: Sudah Bill, sesuai dengan masukan angka yang tentukan tadi.

Billy: Bagaimana apa kau sudah paham mengenai konsep dasar pembuatan dokumen di “Microsoft Word”?.

Ratna: Aku kira cukup sampai di sini dulu bantuannya Bil. Terima kasih sudah membantu.

Billy: Terima kasih kembali Ratna, kuharap kau lebih sering melakukan praktek agar semakin mudah memahaminya secara mandiri. Saranku kau bisa membaca buku atau mencarinya lewat Google.

Ratna: Baik Bil, aku terima saranmu.

Contoh Naskah Drama Keluarga

Contoh naskah drama berikut ini berjudul tentang “Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat”. Dalam hal ini melibatkan 3 orang yakni, Firman, Ibu dan Bapaknya. Sinopsisnya membahas tentang kebingungan Firman dalam menentukan jurusan kuliahnya sementara periode pendaftaran telah dibuka.

Berlatar di sebuah ruang keluarga, Firman dan kedua orang tuanya tampak berbincang dengan serius terkait masa depannya. Sambil duduk menghadap Ibu dan Bapaknya, Firman memulai dialog sebagai berikut:

Firman: Maaf Pak, Bu. Bisa minta sarannya sebentar?

Ibu: Baik, Nak apa itu?.

Bapak: Silahkan katakan saja, Nak.

Firman: Jadi begini, Firman sebentar lagi akan memasuki masa pendaftaran kuliah. Tapi sedang bingung menentukan jurusan kuliah apa kira-kira yang tepat untuk Firman.

Ibu: Kamu lebih berbakat di bidang apa, Nak? Ibu perhatikan kamu menyukai seni dan elektronika. Di antara kedua itu apakah tidak ada yang menarik minatmu?

Bapak: Kami sebagai orang tua tidak mengekangmu dalam memilih jurusan kuliah, Nak. Hanya saja coba pertimbangkan bakat dan minatmu sebenarnya ada dimana?

Firman: Sebenarnya Firman berminat di bidang seni, Pak. Hanya saja saat ini prospek elektronika terlihat menjanjikan di dunia industri.

Ibu: Kami tidak mengekangmu, Nak. Apapun pilihanmu Ibu bakal mendukungnya. Jika kamu berpikir jauh ke depan maka tidak ada salahnya mencoba elektronika.

Bapak: Terkait hal ini, Bapak juga sepakat dengan ibumu, kemampuan elektronika kelak nantinya menjadi bekal atau keahlian yang dibutuhkan banyak orang.

Firman: Jadi itu berarti Firman harus meninggalkan bakat seni ya?.

Bapak: Seni biarlah menjadi hobi bagimu bukan penentu masa depanmu. Saat sekarang ini Bapak melihat potensimu di bidang elektronika itu. Sudah terbukti dari hasil kelulusan yang kau hadiahkan kepada kami berdua.

Ibu: Kami tidak membebanimu untuk memilih jurusan berdasarkan kemauan Ibu dan Bapak. Tapi dalam konteks meminta saran, Ibu juga harus memikirkan masa depanmu kelak.

Firman: Baik bu, setidaknya itu menjadi sebuah dukungan untuk Firman agar tidak bingung lagi dalam memilih jurusan kuliah.

Bapak: Bapak Cuma berpesan kamu belajarlah yang giat, tekuni bakatmu itu. Terkait biaya kuliah biarkan Kami yang mengurusnya. Memang Firman mau mencoba di Universitas mana?.

Firman: Mau mencoba di Universitas Negeri yang ada di Jakarta, Pak. Bulan Juli ini akan dibuka pendaftaran mahasiswa baru. Sebelumnya Firman harus mengikuti proses SBMPTN terlebih dahulu.

Ibu: Baiklah Nak, apakah ada yang ingin kamu tanyakan lagi?

Firman: Sudah cukup Bu, terima kasih Pak, Bu sudah memberi saran, doakan Firman supaya bisa lulus tes dan berkuliah di kampus favorit serta sukses meniti pendidikan di sana ya?.

Bapak: Sama-sama Nak. Kami tidak pernah berhenti untuk mendoakan yang terbaik untukmu. Melihatmu menjadi orang sukses adalah suatu kebanggan bagi kami berdua.

Drama di atas memperlihatkan sisi kekeluargaan bagaimana peran orang tua memberi jalan atau nasehat bagi sang anak. Tokoh Firman dalam cerita tersebut mendapat solusi terkait kebimbangan yang dialaminya. Bahkan dalam kejadian nyata hal seperti ini sangat mungkin untuk terjadi.

Contoh Teks Drama Komedi

Teks drama dapat menghadirkan suasana menghibur bagi para penontonnya. Para tokoh dapat melakukannya lewat adegan maupun percakapan. Sebagai contoh dapat dilihat dari drama komedi berjudul “Didu Sang Pelupa Akut” diperankan oleh tokoh Didu, Ibunya dan Bu Intan (Pemilik warung).

Sinopsisnya menceritakan tentang Didu yang masih remaja namun sudah dihinggapi sifat malas dan pelupa dalam dirinya. Sementara sang Ibu sangat menyayangi Didu dan cukup sabar dalam menghadapi anakanya. Kemudian pemilik warung adalah sosok penjual tempat dimana Ibunya Didu berbelanja.

Contoh drama komedi tentang “Didu Sang Pelupa Akut” memiliki dialog untuk mewakili peran dari para tokoh-tokohnya. Untuk lebih jelasnya akan dipaparkan sebagai berikut:

Ibu: Didu bisa tolong ibu sebentar?

Didu: Ada apa Bu? Didu sedang sibuk sekarang.

Ibu: Kamu sedang sibuk apa Didu?

Didu: Lagi sibuk main game bareng temen Bu.

Ibu: Tinggalkan itu sejenak, Ibu benar-benar butuh bantuanmu.

Didu: Bantuin apa sih ma? Ga akan lama kan?

Ibu: Ke sini sebentar biar ibu beritahu.

Didu: Baik Bu. Silahkan beritahu saja.

Ibu: Belikan Ibu beras satu kilo, cabe merah seperempat, bawang merah 2 ons, bawang putih 1 ons, ketumbar 2 bungkus dan kecap satu sachet saja. Perlu ibu catat dahulu? Agar kamu tidak lupa.

Didu: Tidak usah bu, biar cepat selesai urusannya. Didu bisa mengingatnya kok.

Ibu: Baiklah segera beli di warung Bu Intan ya? (Dalam hati merasa khawatir).

Didu: Baik bu, berangkat.

(Sesampainya di warung)

Didu: Bu beli beras satu kilo, cabe merah seperempat, bawang merah 2 ons, bawang putih, terus apalagi tadi ya? Bentar bu Saya pulang dulu.

Bu Intan: Baiklah Didu, dicatat saja kalau khawatir lupa. (Didu sudah lebih dahulu kembali ke rumah).

Didu: Bu, tadi bawang putihnya berapa? (Berteriak dari luar).

Ibu: Bawang putih 2 ons, Nak. (Ikut Berteriak).

Didu: Baik Bu. (langsung kembali ke warung Bu Intan).

Bu Intan: Sudah dicatat Didu daftar belanjaannya?.

Didu: Tidak perlu dicatat Bu, Saya sudah tahu bawang putihnya 1 ons.

Bu Intan: Ini Didu bawang putihnya. Uang kamu berlebih, apakah Cuma beli bawang saja?

Didu: Sebentar Bu, Saya pulang dulu.

(Sesampainya di rumah)

Didu: Bu, ini bawang putihnya 1 ons, benar “kan?

Ibu: Benar, tapi barang yang lainnya mana? Kok Cuma ini saja?

Didu: Tadi kata ibu bawang putih 1 ons? Mengapa minta yang lain?

Ibu: Duh kamu ini Didu, kan ibu tadi minta beli beras satu kilo, cabe merah seperempat, bawang merah 2 ons, bawang putih 1 ons, ketumbar 2 bungkus dan kecap satu sachet. Mengapa cuma bawang putih saja yang dibeli?

Didu: Mengapa ibu baru beritahu sekarang?.

Ibu: Katanya kamu ingat? tidak perlu dicatat?.

Didu: Oh iya bu, itu Didu yang bilang ya?,

Ibu: Kamu ini Didu, baiklah ibu catat saja kali ini jangan sampai salah ya.

Didu: Baik Bu Didu tunggu.

(Didu kembali ke Warung Bu Intan)

Bu Intan: Didu, kamu kembali lagi ada yang salah ya?

Didu: Iya Bu ada yang kurang, ini catatannya (sambil memberikan daftar belanjaan).

Bu Intan: Sebentar iya ibu persiapkan dulu, semoga kali ini tidak salah lagi.

Didu: Baik Bu.

Tidak lama kemudian…

Bu Intan: Ini Didu belanjaan kamu, semuanya sesuai dan tidak ada yang kurang.

Didu: Terima kasih Bu, Saya pulang dulu.

Bu Intan: Tunggu sebentar Didu, resep ibumu bisa sesabar itu bagaimana ya?

Didu: Memangnya ada apa bu?

Bu Intan: Soalnya kalau kamu jadi anak ibu bakal naik tekanan darah ibu setiap harinya.

Didu: Ibu mah bisa aja, terima kasih, haha.

Bu Intan: Itu bukan pujian Didu (Bu Intan justru kebingungan).

Selesai.

Baca Juga: Contoh Teks Deskripsi

Demikianlah pembahasan terkait dengan contoh teks drama dengan berbagai tema cerita yang dihadirkannya. Masing-masing tentu memberi kesan tersendiri terhadap audiens ketika menyaksikannya. Naskah drama membuat dialog para tokoh menjadi lebih terukur dan tercipta suasana menghibur.

Tinggalkan Balasan