Film Motivasi Terbaik

Film Motivasi Terbaik Inspiratif

Diposting pada

Bagi Sebagian orang, menonton film adalah aktivitas yang sangat meng-asik-an, bahkan ada saja yang membuat jadwal khusus untuk sekedar menonton film saja. Di samping itu, jenis atau gendre film juga ada banyak sehingga menonton film tidak akan menjadi aktivitas yang membosankan.

Rekomendasi Film Motivasi Terbaik

Nah, kalau kamu sedang ingin mendapatkan asupan motivasi dari film juga bisa sekali, karena beberapa film motivasi terbaik yang menginspirasi dan inspiratif sangat direkomendasikan untuk kamu tonton. Berikut ini adalah beberapa film motivasi yang bisa jadi list tontonan kamu, simak dan jangan lupa download filmnya ya!

Dead Poets Society

Film Dead Poets Society adalah film tahun 1989 yang bisa dikatakan sangat menginspirasi. Film ini mengisahkan sekelompok siswa yang bersekolah di salah satu sekolah elite di Amerika yaitu Akademi Welton. Sekolah ini merupakan sekolahan yang terkenal dengan kedisiplinan yang tinggi dan menganut semboyan Tradisi, Kehormatan, Disiplin dan Pretasi. Kisah ini bermula dari kisah kehidupan sosial tujuh orang siswa yaitu; Neil, Todd, Knox, Charlie, Richard, Steven dan Gerard yang merasakan ketidaknyamanan dengan peraturan di sekolahnya tersebut.

Baca Juga: Film Romantis Barat Terbaik

Pemikiran mereka tentang ilmu pengetahuan berubah setelah datang guru baru yang akan mengajarkan satra inggris kepada mereka. Guru tersebut adalah John Keating yang juga merupakan alumni akademi welton. Guru ini mengajar dengan teknik yang berbeda sehingga siswa yang diajarnya terinspirasi dengan apa yang ia ajarkan salah satunya adalah Neil yang memang sejak awal memiliki minat dalam bidang akting.

Hingga suatu saat Neil dan kawan-kawannya  menemukan catatan tua sekolah dimana ternyata guru sastra inggris mereka, John Keating, pernah mempunyai klub rahasia bernama Dead Poets Society. Klub yang anggotanya gemar membaca puisi dan selalu punya pemikiran berbeda dari yang lainnya menjadi inspirasi Neil dan kawan-kawan untuk membentuk sebuah klub yang sama.

Lambat laun pemikiran Neil dan teman-temannya terbuka lebar berkat pengajaran yang dilakukan oleh Keating, terlebih lagi mereka mendapatkan istilah baru yaitu Carpe Diem yang dalam bahasa inggris berarti Seize The Day yang berarti raihlah kesempatan menjadi motto baru dalam hidup mereka. Terutama Todd, remaja paling pemalu diantara teman-temannya yang lain yang lambat laun menjadi seorang yang berani mengutarakan isi hatinya berkat pola pikir Keating yang selalu menginspirasi dan mendukungnya.

Film ini mengandung pesan moral sekaligus menyindir pemikiran-pemikiran orthodox atau pemikiran kaum kolot pada masanya. Freethinkers adalah jargon yang selalu diucapkan oleh John Keating. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, seize the day! Semua perkataan yang meluncur dari mulut Keating seolah-olah merasuk kedalam diri Neill, Todd, Knox dan Dalton. Neill yang notabene seorang murid yang paling pandai tahu bahwa berakting adalah kegemarannya dan impiannya disamping mendapat nilai bagus terus-menerus di sekolah.

Kemudian Knox mempraktekan betul apa itu yang disebut seize the day dengan cara menemui gadis pujaan hatinya walau dia tahu bahwa gadis yang disukainya sudah dimiliki orang lain, dan Todd, remaja pemalu yang akhirnya bisa mengungkapkan isi hatinya dengan lantang ke seluruh orang. Betul, mereka adalah para pemuda yang tahu dan paham betul makna pelajaran yang diberikan oleh Keating di setiap kelasnya, tahu betul bahwa menjadi seorang yang bisa menikmati kehidupan, cinta, dan keberadaan diri adalah modal penting untuk menjalanai hidup ini selain menjadi bankir, pengacara maupun seorang dokter yang sukses.

Akan tetapi apa yang diajarkan oleh Keating dianggap tidak baik oleh pihak sekolah karena melenceng dari prinsip akademi welton. Hal ini memunculkan berbagai permasalahan, terlebih lagi adanya permasalahan antara Neil dengan orangtuanya yang tidak sependapat. Neil ingin mengembangkan bakat beraktingnya tetapi orangtuanya inngin ia menjadi dokter.

Sehingga hal ini membuat Neil tertekan. Ia semakin tertekan dan akhirnya melakukan bunuh diri sebagai protesnya kepada orangtuanya dan sebelum bunuh diri ia memberikan pesan “Ia merencanakan hidupku tapi tak pernah menanyakan apa yang aku inginkan”. Pesan ini menjadi sebuah senjata bagi orangtuanya untuk mencari penyebab Neil bunuh diri.

Orangtua Neil bekerjasama dengan pihak sekolah untuk mengusut tuntas permasalahan ini dan yang mereka curigai adalah guru sastra inggris yang tidak lain adalah John Keating. Alhasil John Keatingpun dikeluarkan dari sekolah. Akan tetapi saat akan berpamitan para siswa yang dulu diajarnya merasakan keberatan sehingga mereka melakukan suatu seperti yang dulu pernah diajarkan oleh Keating.

Dari hal itu dapat kita lihat bahwa adanya konflik antara siswa, orangtua, guru dan sekolahan. Kebanyakan orangtua tidak memperhatikan apakah bakat dan minat yang dimiliki oleh anak mereka, orangtua selalu mengatakan memberikan yang terbaik kepada anaknya akan tetapi mereka justru menjerumuskan anak mereka dalam kegelapan.

Selain itu pihak sekolahpun tidak mengembangkan proses pembelajaran yang mampu menarik siswa dalam mencerna mata pelajaran yang diperoleh. Kebanyakan kebijakan yang diterpkan kurang berpihak kepada siswa dan cenderung menjadikan siswa menjadi apatis dan individualis. Seharusnya antara guru, orangtua dan sekolahan melakukan segala kebijakan yang tidak merugikan siswa. Siswa harus lebih diajak aktif dalam berbagai pembelajaran yang dilakukan supaya mereka tidak hanya manghafal dan memahami tetapi juga melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran yang mereka peroleh benar-benar memiliki kegunaan dalam kehidupannya di masa mendatang.

3 Idiots

Bagaimana sesungguhnya definisi orang cerdas menurut kamu? Apakah orang yang nilai pelajarannya selalu sempurna dan menduduki peringkat pertama di sekolah terbaik? Apakah orang yang bisa menjawab pertanyaan sesuai buku teks dan teori yang ada? Ataukah orang yang selalu punya inovasi yang baru, ide yang selalu menjawab permasalahan sosial?

Cerdas tidak sebatas pada angka hasil ujianmu selama sekolah. Nilai hanya sekadar angka dan kecerdasan tidak bisa diwakilkan oleh nilai. Seperti yang dikatakan oleh Einsten, “Everyone is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.” Setiap orang punya kecerdasannya masing-masing. Bisa jadi kamu tidak cerdas dalam pelajaran matematika, tapi kamu jago main biola. Atau kamu ‘bodoh’ tentang sepak bola tetapi tahu cara mengabadikan momen dengan kamera.

Secuil definisi dari cerdas yang mendekati arti ‘selayak-layaknya’ digambarkan dalam film India berjudul ‘3 Idiots’ (2009) ini. Film berdurasi hampir 3 jam ini punya rating 8.4/10 di situs IMDb dan berhasil menyabet berbagai penghargaan: best film, best actor, best director, best story, best dialogue, dan berbagai ‘best-best‘ lainnya.

Sinopsis singkat

Film ini bercerita tentang persahabatan 3 orang pemuda bernama Farhan Qureshi (diperankan R. Madhavan), Raju Rastogi (diperankan Sharman Joshi), dan Rancchoddas Shyamaldas Chanchad (diperankan Aamir Khan). Di awali dengan keinginan Farhan dan Raju untuk mencari dan reuni dengan Rancho, film dengan alur campuran ini menceritakan bagaimana proses pertemuan 3 sekawan ini dan dinamika perkuliahan mereka di Imperial College of Engineering – salah satu kampus terbaik yang ada di India. Rancchoddas – atau yang dikenal dengan nama panggilan Ranccho – adalah mahasiswa cerdas yang memiliki rasa penasaran tinggi, pemahaman sampai dasar-dasarnya pada suatu hal, tapi juga kepekaan dan empati tinggi pada orang. Tentu bukan permasalahan baginya mengikuti perkuliahan di kampus ini, berbeda dengan Farhan dan Raju yang tergolong mahasiswa ‘kelas bawah’.

Farhan sendiri mengikuti kuliah ini berdasarkan keinginan ayahnya, padahal ia sendiri ingin menjadi seorang fotografer. Raju punya motivasi berbeda yaitu untuk meningkatkan taraf kesejahteraan keluarganya yang tergolong bukan keluarga mampu. Perbedaan motivasi ini juga memengaruhi keseruan cerita tentang bagaimana perjuangan mereka menyelesaikan studi. Jalan ceritanya semakin seru dengan kehadiran sosok orang ‘pintar’ secara teori bernama Chatur Ramalingam (dipernakan Omi Vaidya) yang menjadi bumbu keseruan film 3 Idiots ini. Tak berhenti di situ, keseruan film ini juga terletak dari momen jatuh cinta seorang Ranccho pada mahasiswi kedokteran bernama Pia (diperankan Kareena Kapoor) dan ternyata merupakan putri kepala kampus.

Baca Juga: Film Action Terbaik

Proses pencarian Ranccho untuk reuni yang dipadukan dengan alur flashback selama masa kuliah akhirnya membawa Farhan, Raju, dan Chatur menemukan sosok Ranccho dan siapa dia sebenarnya. Kalau mau tahu lebih lanjut dan merasakan gelak tawa dari dialog sederhana namun mengena, kamu wajib menonton film ini!

Intisari yang bisa diambil

Banyak sekali hal-hal yang bisa dipelajari dari film ini. Pertama, kecerdasan bukan soal bagaimana kamu bisa menghafal isi buku dan menunangkannya lagi di lembar jawaban ujian. Ini juga bukan soal menggapai nilai setinggi-tingginya dan menjadi juara paralel. Perlu diketahui bahwa ‘3 Idiots’ sendiri memang sebuah film yang diangkat dari kisah nyata orang jenius bernama ‘Sonam Wangchuk’. Film ini menunjukkan bahwa orang yang cerdas bukan hanya pintar menghafal teori tetapi bagaimana mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan untuk kesejahteraan bersama (bukan hanya dirinya). Berbagai karya yang dipatenkan oleh karakter Ranccho dalam film ini begitu inspiratif dan didasarkan pada kebutuhan penyelesaian masalah yang ada – sekalipun hal itu tergolong sederhana.

Kedua, menjadi pribadi yang bermanfaat bukan sekadar menjadi orang yang pintar, tetapi juga orang yang punya rasa empati dan mampu berkontribusi untuk menyelesaikan permasalahan sosial. Sepintar apapun kamu, kamu tidak bisa melakukan semua hal di kehidupan ini sendirian. Kamu adalah manusia, makhluk sosial. Memang sudah sepantasnya kalau kamu punya rasa empati kepada orang. Dalam film ini, karakter Ranccho menggambarkan seseorang yang peduli pada karakter Joy Lobo (diperankan Ali Fazal) yang memutuskan gantung diri setelah karyanya ditolak kepala kampus, Dr. Viru Sahastrabuddhe atau ViruS (diperankan Boman Irani), dan disebutkan bahwa karya tersebut takkan membuatnya lulus. Ranccho mencoba mengutarakan apa yang menjadi penyebab kematian Lobo yaitu karena tekanan yang diberikan oleh Dr. ViruS.

Ketiga, film ini menunjukkan bahwa kamu tidak perlu membenci orang yang sudah menghinamu dan segudang alasan yang membuatmu berpikir kalau “membenci orang itu tidak ada salahnya.” Dalam film ini, meskipun Dr. ViruS sudah memberi tekanan (dan kebencian) pada Ranccho yang dianggap sebagai ‘mahasiswa kurang ajar’, Ranccho tak meninggalkannya ketika putri pertama dari Dr. ViruS sendiri mengalami kontraksi dan harus segera melahirkan dalam kondisi darurat dan berpotensi membahayakan ibu maupun bayinya. Kecerdasan Ranccho dalam ilmu teori dipraktikkan dengan memanfaatkan barang yang ada akhirnya berhasil mengeluarkan jabang bayi dengan metode induksi.

Naik-turun film ini memang benar-benar jago mengaduk perasaan penontonnya. Gemas, terheran-heran, tertawa terbahak-bahak, sampai perasaan haru yang memicu pecahnya tangisan semua bisa saja terjadi kalau kamu menyaksikan secara mendalam alur cerita film ini. Recommended sekali kalau kamu butuh referensi film yang tidak hanya menghibur tapi sarat dengan pelajaran kehidupan sosial.

Door to Door

Keputusasaan, kegelisahan, rasa marah dan stres bukanlah hal yang langka untuk dirasakan oleh manusia yang hidup di dunia ini. Segala perasaan yang disebabkan karena mengalami kekurangan dalam hidup baik secara finansial, kesehatan, relasi maupun perasaan. Hal ini yang sering kali membuat kita cenderung menyalahkan keadaan kita pada saat ini. Tetapi, sebenarnya kitalah yang menentukan apa yang akan terjadi pada kita di masa depan. Kita adalah manusia bebas yang dapat mengubah nasib dan takdir kita di dunia ini. Begitulah sekilas ajaran yang dapat kita ambil dari film berjudul “Door to Door”.

Film berjudul Door to Door ini dirilis pada tahun 2002, dengan pemeran utama Billy Proter yang dimainkan oleh William H. Macy. Film Door to Door diambil dari sebuah KISAH NYATA yang menceritakan tentang kegigihan, keuletan, kesabaran dan semangat seorang pria bernama Billy Porter. Billy Porter adalah seorang pria yang menderita cacat tulang belakang dan mengalami kelumpuhan otak (cerebral palsy). Akibatnya, tubuhnya tidak dapat bergerak dengan normal dan ia pun mengalami gangguan syaraf yang dideritanya sejak kecil. Akan tetapi, Bill selalu mendapat dukungan dari ibunya. Bill yang memiliki kekurangan terus berusaha untuk mencari pekerjaan di seluruh pelosok kota tempatnya tinggal. Tapi, banyak sekali perusahaan yang menolaknya untuk bekerja di perusahaan mereka dikarenakan keadaan fisik Bill yang tidak normal. Tetapi Bill tetap tidak menyerah, ia terus bersikeras mencari pekerjaan yang layak untuknya. Sampai pada akhirnya Bill datang ke “Watskin Company” untuk melamar sebagai pekerja disana dan ia tetap kukuh meminta perusahaan tersebut menerimanya dengan jaminan ia mau melakukan pekerjaan apapun meski pekerjaan yang diberikan sangat sulit untuk dikerjakan. Karena Bill ngotot untuk diterima bekerja di perusahaan Watskin Company, akhirnya ia diterima sebagai sales di perusahaan itu.

Baca Juga: Film Thailand Terbaik

Bill berusaha bekerja dengan baik untuk membalas jasa ibunya karena telah mendukungnya selama ini. Ia pun akhirnya mulai bekerja sebagai salesman dan tidak lupa untuk terus menjaga ibunya. Bill berjalan menyusuri kota dan menawarkan barang-barang yang dijualnya dari setiap pintu rumah di sepanjang jalan. Meski kekurangan fisiknya membuat Bill agak kesulitan untuk menawarkan barang, ia tetap pantang menyerah melakukan pekerjaannya setiap hari. Pada hari pertama Bill bekerja, ia hanya mendapatkan $4.25 dari barang yang dijualnya. Ia pun mendapat seorang pelanggan tetap yang terus membeli barangnya karena pelanggan itu melihat kegigihan Bill yang luar biasa. Sepanjang perjalanan hidupnya untuk bekerja, Bill sering kali mendapat cibiran dan dihina oleh banyak orang. Meskipun demikian, tetap banyak orang yang mendukungnya dan memberikan semangat untuknya.

Pada suatu hari, Bill merasa sakit dan ia pergi ke dokter. Sang dokter berkata bahwa terjadi penyempitan tulang belakang akibat terlalu lama bekerja dan mengantar barang pesanan setiap hari. Dengan terpaksa, Bill menggunakan tulang penyangga selama dua minggu. Akhirnya, Selly teman kerja Bill yang dekat dengannya ikut membantu Bill untuk mengantarkan barang pesanan. Di tengah semangat Bill yang membara dan kesulitan yang melandanya karena kesehatan tubuhnya yang terus menurun, ibu Bill yang sakit-sakitan pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Akhirnya pada tahun 1989, Bill mendapat penghargaan sebagai penjual terbaik di perusahaan Watskin Company dengan total penjualan $422.460. Ia pun diangkat sebagai konsultan pemasaran. Pada tahun 1998, ia bergabung dalam komunitas nasional untuk penderita cacat komunikasi.

Dari film ini, banyak sekali hal yang dapat kita pelajari. Pertama, berhentilah menyalahkan keadaan kita saat ini. Bill Gates pernah berkata “If you born poor, it’s not your mistake. But if you die poor, it’s your mistake.” Jika kehidupan kita jauh dari kebahagiaan, kepuasan hidup, dan penuh dengan kekurangan, berhentilah menggerutu. Bereksplorasilah. Carilah hal yang dapat membawamu kepada kepuasan hidup, kebahagiaan dan yang dapat memperbaiki atau menutupi kekurangan dalam hidupmu. Hidup kita tidak akan bergerak menjadi lebih baik jika kita tidak pernah berusaha untuk survive dan mencari cara untuk meningkatkan taraf hidup kita. Hindarilah pikiran untuk menerima keadaan kita saat ini dengan pasrah dan mengharapkan perubahan tanpa adanya kerja keras. Einstein pun pernah berkata “Insanity: Doing the same thing over and over again and expecting different results.”

Kedua, bersabarlah. Dalam kehidupan, manusia pasti kerap kali diterpa masalah dan bencana yang dapat menjatuhkan kita. Tetapi bersabarlah, tetaplah menjalani hidup dengan semangat dan lawanlah masalah-masalah yang ada. Jangan langsung menyerah jika kita mendapat masalah di kala kita sedang berusaha untuk mencapai tujuan. Seperti Bill yang tetap sabar untuk bekerja dan menawarkan barang-barang yang dijual meskipun banyak orang yang mencibir dan menghinanya. Dunia selalu memiliki 1001 cara untuk menjatuhkan kita, tetapi jangan biarkan dunia merasa menang karena berhasil untuk menjatuhkan kita. Taklukanlah dunia!

Ketiga, manfaatkanlah peluang yang ada. Bill menerima pekerjaan sebagai salesman meski tahu kondisi kesehatannya yang lemah memungkinkan dirinya untuk jatuh sakit secara tiba-tiba. Tetapi ia tidak menolak pekerjaan tersebut dan tetap bekerja sebagai salesman. Ia memanfaatkan peluang sekecil apapun yang ada dalam segala tindakannya. Ia tidak lengah dan bahkan terus mencari peluang baru untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Keempat, fokuslah pada tujuan! Bill yang memiliki tujuan untuk membahagiakan ibunya berusaha untuk bekerja dengan baik agar dapat membahagiakan dan membalas jasa ibunya. Meskipun ia mengalami banyak rintangan yang mendatangi kehidupannya dikala ia sedang menjalani pekerjaannya, ia tidak mengingat pada tujuan awalnya untuk bekerja. Itulah hal yang membuat dirinya memiliki motivasi pribadi dalam melakukan pekerjaan yang ia lakukan.

The Pursuit of Happyness

The Pursuit of Happyness (2006), adalah salah satu dari deretan film bagus yang paling sering direkomendasikan untuk ditonton. Film ini berdasarkan kisah nyata dari Chris Gardner, seorang salesman yang berhasil menjadi pialang saham kaya. Perjuangan yang dilaluinya cukup berliku-liku, dimana Chris harus mengalami beberapa masalah hidup diantaranya harus kehilangan tempat tinggal dan bahkan tidur bersama anaknya di sebuah toilet umum. Bukan hanya kisah perjalanan dari seorang yang miskin hingga menjadi jutawan yang membuat kita harus menonton film ini, namun karena banyak terdapat pesan-pesan dan nilai positif akan arti dari sebuah kehidupan yang kiranya dapat menginspirasi kita semua untuk menjadi lebih baik.

Dalam film ini dikisahkan, bahwa awalnya Chris Gardner (Will Smith) tinggal bersama istrinya, Linda dan anaknya (Jaden Smith) yang baru berusia 5 tahun, di sebuah apartemen yang kecil. Chris menginvestasikan seluruh tabungannya untuk membeli scanner kepadatan tulang (portable bone-density scanners), yang ia tawarkan dari rumah sakit satu ke rumah sakit lainnya. Memang scanner ini dapat menghasilkan gambar yang lebih baik dibanding x-ray, namun karena harganya masih dianggap mahal, Chris pun menemui kesulitan untuk menjualnya. Sedangkan kebutuhan hidupnya yang terus meningkat membuat keuangannya makin berantakan, meski istrinya sudah menambah shift kerjanya. Hal ini mengakibatkan akhirnya Linda pergi  meninggalkan Chris ke kota New York. Awalnya Linda ingin mengajak anaknya, namun tidak jadi karena Chris bersikukuh, Christopher-anaknya, harus tinggal bersamanya.

Kehidupan keras Chris Gardner, ternyata sudah ia rasakan semenjak masih kecil, ketika ia tinggal bersama ibunya, tanpa pernah melihat siapa ayahnya. Hal inilah yang membuat dirinya berkeinginan kuat untuk tetap bersama anaknya, karena dia telah mengambil keputusan di masa kecilnya, saat dia memiliki anak nanti, dia tidak ingin anaknya tidak tahu siapa ayahnya seperti yang dia alami.

Chris adalah seorang yang selalu bekerja keras, bertanggungjawab dan optimis. Dia tidak menyalahkan istrinya yang telah pergi meninggalkan dirinya dan anaknya. Chris tidak tenggelam dalam kesedihan akan keadaan yang terjadi, namun ia tetap bekerja keras untuk menjual alat scan-nya. Setiap hari dia menitipkan anaknya-Christopher ke tempat penitipan anak, agar ia dapat fokus bekerja. Untunglah Christopher dapat mengerti dan memahami keadaan mereka sekarang ini.

Dalam keadaan putus asa, secara tidak sengaja, Chris bertemu dengan seseorang yang membawa Ferrari berwarna merah. Chris langsung bertanya kepada orang itu,

“Wow, I gotta ask you two questions. What do you do? And how do you do that?” “Saya harus menanyakan 2 pertanyaan kepadamu. Apa pekerjaanmu dan bagaimana caramu untuk bisa mendapatkan mobil mewah ini?” Orang tersebut menjawab bahwa ia adalah seorang pialang saham. Dari sinilah perubahan hidup yang dibuat oleh Chris setelah ia memutuskan untuk berkarir sebagai pialang saham.

Chris akhirnya menerima tawaran magang tanpa dibayar di sebuah perusahaan pialang Dean Witter Reynolds. Dia bersama 19 peserta magang lainnya bersaing untuk menjadi satu orang yang akan dinyatakan lulus dan bekerja di perusahaan tersebut. Selain harus belajar dan bekerja magang di kantor Dean Witter, dia masih harus berusaha menjual alat scan yang tersisa untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya dan anaknya.

Chris tidak hanya mengalami tantangan untuk menawarkan barang dagangannya, namun ia pun harus rela kehilangan mobil dan juga apartemennya. Dari sinilah, Chris harus hidup tanpa memiliki tempat tinggal, bahkan ia terpaksa harus tidur di kamar mandi umum, karena melihat anaknya sudah sangat lelah dan mengantuk. Di hari-hari berikutnya, Chris dan anaknya harus tidur di tempat-tempat umum, dan terkadang mereka mengantri untuk mendapatkan kamar di sebuah rumah penampungan. Namun karena tempat terbatas, mereka pun harus berkejaran dengan waktu, untuk bisa mendapatkan kamar. Dan apabila tidak berhasil, mereka pun harus tidur di luar.

Usaha keras dan perjuangan dari Chris Gardner akhirnya membuahkan hasil, hingga akhirnya ia berhasil menjadi peserta magang terbaik dan diterima bekerja di Dean Witter Reynolds. Beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan pialang sendiri, Gardner Rich.

Baca Juga: Film Indonesia Terbaik

Itulah beberapa film motivasi terbaik yang wajib banget kamu tonton. Bukan hanya sekedar menonton, kamu bisa mendapatkan banyak motivasi dari film-film tersebut.

Tinggalkan Balasan