Film Romantis Terbaik Sepanjang Masa

Film Romantis Barat Terbaik Sepanjang Masa

Diposting pada

Kamu hobi menonton film? Genre apa yang kamu sukai? Apakah bergenre film romantic? Bila iya, sebaiknya kamu baca artikel ini hingga akhir. Sebab kamu akan diberikan rekomendasi daftar film romantis barat terbaik sepanjang masa yang wajib di tonton.

7 Rekomendasi Film Romantis Barat Terbaik Sepanjang Masa

Film Romantis Barat Terbaik

Khususnya untuk film romantis barat terbaik dan film romantis terbaik pada zamannya. Langsung simak saja yuk synopsis film-filmnya!

Film Romantis Terbaik The Notebook (2004)

The Notebook dikisahkan oleh Noah tua kepada istrinya Allie (yang juga sudah tua) yang menderita Alzheimer sebagai usaha Noah untuk mengembalikan Allie-nya meski cuma untuk lima menit. Untuk kenyataan ini saja aku sudah sesak napas.

The Notebook adalah apa yang terjadi padanya dan Allie, dari sejak mereka bertemu, sampai mereka bisa bersatu setelah begitu banyak halangan dan begitu lama penantian.

The Notebook adalah kisah cinta mereka yang hilang dari ingatan Allie. Memakai setting tahun 40-an (tokoh Noah bahkan sempat berperang di medan tempur), penggambaran setting tempat dan waktunya begitu pas, dan ini memang keahlian Hollywood.

Noah muda adalah lelaki miskin yang hidup di Seabrook, South California, bersama ayahnya. Kesehariannya ia bekerja di sebuah tempat pemotongan kayu. Noah bertemu Allie saat karnaval malam di sana.

Allie, cewek kaya raya yang sedang berlibur di Seabrook bahkan sama sekali tak tertarik pada Noah yang justru langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada Allie. Aku tak bisa lupa kekonyolan yang dipertontonkan Noah malam itu demi mendapatkan perhatian Allie, maksudku, demi sebuah kencan dengan Allie. Dasar remaja.

Tentu saja cinta mereka ditentang keluarga Allie. Dan mereka putus, dengan terpaksa, setelah bertengkar hebat. Liburan Allie yang usai adalah tanda hubungan mereka tak bisa berlanjut. Tapi Allie tetap dunia Noah, begitu juga sebaliknya.

Andai 365 surat Noah yang ditulisnya buat Allie selama setahun tidak disembunyikan mamanya Allie, mungkin Allie tak akan terpikat oleh ke-charming-an Lon Hammonds. Tapi surat-surat Itu tak pernah dibaca Allie, setidaknya tak pernah hingga surat-surat itu diberikan padanya oleh si mama ketika ia menemukan kembali Noah yang sudah jauh berubah meski hatinya masih tetap seperti yang dulu.

Baca Juga: Lagu Barat Romantis

Tidak tewas dalam perang, Noah pulang ke Seabrook dan membeli tanah berikut rumah besar bobrok tempat ia mengucap janji pada Allie saat remaja dulu. Di rumah itulah mereka—uhuk uhuk—bercinta—uhuk uhuk uhuk—untuk pertama kalinya dulu

Sebenarnya tak bisa dikatakan Noah yang beli, karena untuk mewujudkan keinginan putranya, ayah Noah ikhlas menjual tanah berikut rumah mereka terdahulu. Ah, begitulah kenyataannya orang tua, demi tujuan anaknya, mereka rela berkorban banyak, aku sendu saat ayah Noah meninggal.

Dan Noah Berjaya, ia mampu menunaikan janjinya pada Allie terkait rumah bobrok tersebut. Noah merenovasi rumah besar itu sesuai angan-angan Allie pada malam mereka bercinta di sana. Catnya warna putih, jendela biru, ruangan yang menghadap sungai tempat Allie bisa bebas melukis, dan beranda luas yang mengelilingi sepanjang rumah. Noah ingin mewujudkannya.

Tapi suatu hari Noah menemukan keputusasaannya. Di Charleston ketika hendak mengurus izin pembangunan rumah, ia melihat Allie, sedang bermesraan dengan Lon Hammonds. Poor Noah. Lalu sebuah pikiran absurd muncul di kepalanya, bahwa dengan ia membangun rumah itu seperti yang diminta Allie, maka Allie akan menemukan jalan untuk kembali menemukannya.

Dan itu berhasil. Allie melihat foto iklan Noah bersama rumah besarnya di Koran, tepat di hari ia sedang viting baju pengantinnya. Bagaimana kisah selanjutnya? Sebaiknya kamu tonton saja sendiri ya.

Film Romantis Terbaik A Walk to Remember (2002)

A Walk To Remember adalah kisah cinta remaja yang diangkat dari novel laris karya Nicholas Sparks. Bagaimana rasanya jika seseorang yang merubah kehidupan anda menemui ajal? Hal tragis inilah yang terjadi oleh Landon Carter (Shane West).

Sutradara Adam Shankman mengadaptasi novel karya Nicholas Sparks ini sehingga menghasilkan sebuah film yang romantis dan sedih. Ini dia sinopsis ceritanya.

Suatu malam Landon dan teman-temannya bermabuk-mabukan dan terjadilah kecelakaan akibat ulah mereka. Landon beserta teman kelompoknya adalah salah satu gang yang terkenal di sekolah Beaufort, North Carolina.

Mereka selalu melakukan hal-hal yang aneh dan tidak bermoral seperti bermabok-mabokan. Di sisi lain ada gadis bernama Jamie Sullivan yang memiliki sifat yang berbeda. Ia adalah seseorang pendiam, penyayang dan juga beragama. Ayahnya adalah seorang pendeta maka itu wajar jika sifatnya menuruni bapaknya.

Beberapa anak muda ini janjikan bertemu di suatu tempat, untuk melakukan satu atraksi untuk anggota yang ingin bergabung dalam kelompok mereka. Atraksi tersebut kurang bisa dipahami, apakah untuk dipamerkan atau sekedar having fun !? Mereka menunggu teman mereka.

Ketika datang, teman mereka ini disuruh melompat oleh kelompok tersebut, dari suatu tempat ke dalam kolam. Kejadian selanjutnya tidak diduga teman mereka di dorong dan jatuh, akhirnya terluka dan pingsan. Mereka yang ada dibawah panik dan bingung.

Kemudian, seorang dari mereka terjun ke kolam itu dan menolong temannya. Ketika temannya diangkat dari kolam, mereka ketahuan oleh petugas jaga dan dikejar. Semua temannya berhasil meloloskan diri, kecuali Landon. Landon inilah yang berusaha menolong temannya.

Landon akhirnya dibawa ke polisi. “Kami kebut-kebutan dan berakhir di pabrik. Kami melihat ada seorang yang sedang celaka dan berusaha menolongnya”. Itulah alasan yang dikemukakan Landon, sehingga ia dibebaskan tanpa ada tuntutan dari pemilik pabrik.

Keesokan harinya, Landon ke gereja bersama mamanya. Duduk dengan gelisah, Landon dilihat oleh seorang gadis yang sedang pelayanan lewat paduan suara. Jamie Sullivan, nama gadis itu. Gadis itu ternyata satu sekolah dengan Landon. Gadis yang polos, lugu dan tidak menarik.

Saat di sekolah, Landon menghadap kepala sekolah, karena perbuatan ‘kebut-kebutannya’ diketahui pihak sekolah. Ia di skors dari sekolahnya, atas perbuatannya tersebut. Ia harus menjalankan berbagai kewajiban yang diembankan padanya, sebagai bentuk dari hukuman yang harus diterimanya karena kesalahannya. Landon memulai “tugasnya” sebagai seorang cleaning service, yang ternyata di tempat dia membersihkan lantai ruangan sekolah, di tempat itu juga, Jamie Sullivan mengadakan suatu presentasi.

Mata keduanya bertemu, menyimpan sebuah kesan tertarik dan ingin saling mengetahui. Selanjutnya, Landon harus menjalankan skors lain, yaitu mengajar anak-anak di jam liburnya. Sepulang dari sekolah, Jamie yang satu bisa dengan Landon mulai mengajak Landon bicara dengan berpura-pura menawari tiket untuk membeli komputer.

Landon saat itu sedang tidak bergairah. Akibat dari “tugas” yang harus dijalankannya. Landon tiba-tiba marah dan memotong pembicaraan Jamie yang ‘mungkin’ berusaha menolong Landon. Ternyata Landon lama mengenal Jamie, bahkan sejak mereka masih TK. Semua tentang Jamie diketahui oleh Landon, dia menyebutkan semua ciri dan sifat Jamie dari kecil sampai sekarang.

Landon ‘mengejek’ Jamie dengan kata-katanya yang tidak sedap di dengar. Jamie terdiam dan mungkin agak tersinggung. Jamie kembali ke tempat duduknya. Situasi berjalan seperti biasanya, Landon dengan kehidupannya dan Jamie dengan kehidupannya juga.

Kelas drama merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bagian skors yang lain, “tugas” yang harus dijalankan Landon. Hingga suatu saat, mereka bertemu di kelas drama. Landon tidak menyukai kenyataan bahwa dirinya harus mengikuti kelas drama.

Mau ataupun tidak, senang ataupun tidak, ia harus tetap melakukannya. Landon mengikuti kelas drama ini dengan terpaksa. Selesai kelas drama, ia terpaksa pulang dengan Jamie, karena tidak di jemput temannya. Landon gengsi, malu. Tapi apa daya dari pada ia harus pulang jalan kaki, Mungkin ini satu kemajuan untuk mereka.

Landon harus bekerja keras menghafalkan teks drama karena ia terpilih sebagai pemeran utama. Suatu saat, Landon memberanikan diri untuk menyapa Jamie, meminta bantuan mengajarkan dialog dalam drama. Jamie heran, selama bertahun-tahun Landon tidak pernah menyapa lebih dulu, Jamie menolong Landon dengan satu syarat, Landon tidak boleh jatuh cinta pada Jamie. Itu syarat yang mudah, pikir Landon. So the show must go on.

Suatu ketika, Landon pulang larut malam, di tengah perjalanan, di melihat Jamie masuk ke dalam kawasan kuburan, membawa teropong. Jamie mengajak Landon yang dipenuhi tanda tanya besar untuk mengikutinya.

Jamie kemudian menjelaskan mengenai teropong yang dibuatnya. Keesokan harinya, Jamie mengajak Landon bertemu setelah selesai sekolah, untuk latihan dialog drama. Landon yang waktu itu bersama dengan teman-temannya malah mengejek Jamie dengan mengatakan, “In your dream”. Jamie tersinggung dan langsung pulang.

Landon tahu, dia menyakiti Jamie, tapi karena terpaksa, dengan hati yang tersinggung dan terluka. Landon pulang dengan marah, karena Jamie menolak untuk menolongnya lagi. Dia bingung dan memutuskan untuk membuka kembali buku kenangannya.

Di sana terpampang foto Jamie. Jamie Sullivan, ambition: to witness a miracle. Inilah yang membuat Landon Carter mulai berubah. Dia menjadi lebih dewasa, lebih sabar dalam mengajar. Jamie melihat perubahan ini.

Sampai pada akhirnya, tibalah saat pementasan drama. Ketika tiba pada bagian dimana Landon harus berdialog dengan Jamie, dia lupa akan teks yang sudah dihafalnya. Landon terpana, dia akhirnya menyatakan perasaannya pada Jamie, dengan mengarang kata-kata sehingga tampak sungguhan sedang dalam pementasan drama

Entah sadar atau tidak, dia sudah mulai jatuh cinta pada Jamie. Landon bingung, nervous. Sempai pada akhir drama, Landon memberanikan diri mencium Jamie. Hal tersebut tidak terdapat dalam naskah. Jamie kaget, sekaligus terpana.

Ajaib! Begitulah perasaan mereka saat itu. Lantas, bagaimana kelanjutannya? Kamu penasaran?? Yuk mening langsung cari filmnya untuk menonton langsung! Dari pada penasaran ☺

Film Romantis Terbaik 500 Days of Summer (2009)

Lupakanlah soal mana yang benar menyoal Tom Hansen dan Summer. Hal terpenting yang harus kita lakukan setelah menyaksikan betapa merdekanya seorang Summer dan betapa teledornya perasaan cinta Tom Hansen adalah dengan menyalahkan Marc Webb, Mason Novick, Jessica Tuchinsky, Mark Waters, Steven J. Wolfe, Scott Neustadter, dan Michael H. Weber.

Mereka-mereka itu yang harus disalahkan karena sudah membuat dunia terbelah menjadi dua kubu. Bagi kubu pendukung Tom, Summer memang cewek tak tahu diri yang jago mempermainkan hati cowok. Bagi kubu pendukung Summer, Tom adalah cowok egois menyoal perasaannya terhadap Summer

Ia terlalu jauh mengartikan berbagai tindakan Summer terhadapnya menjadi satu kesimpulan, bahwa Summer sangat mencintainya. Tahun ini genap 10 tahun kubu Tom Hansen dan kubu Summer saling menyalahkan satu sama lain.

Jatuh cinta memang sebuah arena yang unik dan kadang aneh. Lewat Tom Hansen di (500) Days of Summer, banyak fakta-fakta di lapangan yang menyeruak ke permukaan. Fakta-fakta menyoal cinta yang memang begitu kenyataannya. Tentang bagaimana cinta itu adalah sebuah permainan menyenangkan yang bisa bikin senang atau berujung bosan.

Bagi Tom, cintanya adalah sebuah gairah yang menggebu terhadap seorang wanita bernama Summer. Matanya, senyumnya hingga tubuhnya membuat Tom menjadi goblok sendiri. Jatuh cintanya Tom kepada Summer adalah jatuh cinta sepihak tanpa konfirmasi yang jelas.

Lewat Tom Hansen saya belajar bahwa kesamaan pun tidak ada gunanya. Cinta dimulai dari sebuah kesamaan memang menyenangkan. Namun apa yang kita saksikan pada diri Tom? The Smith akhirnya hanya angin lalu bagi Summer pada hari ke-300 ke atas. Kesamaan bukan garansi langgengnya hubungan percintaan.

Tom juga menjadi sebuah polemik. Ada mereka yang memandang bahwa Tom egois, Tom tidak mau mengerti perasaan orang lain, Tom mau menang sendiri atauTom suka makan sate. Polemik tersebut banyak diperdebatkan sampai-sampai dibahas dengan menggunakan teori keilmuan yang sangat tinggi. Hanya untuk membahas perilaku Tom.

Bagi saya sendiri, tidak perlu menerka terlalu jauh sikap Tom Hansen selama detik awal film hingga detik akhir film. Satu yang terpenting, kenyataannya bahwa kadang orang yang sedang jatuh cinta itu memang bisa bego tujuh keliling. Titik!

Melihat apa yang dilakukan Tom sepanjang film, awalnya membuat saya sangat mengutuki Summer. Dan itu hal yang tidak bisa saya tutup-tutupi, saya pria dan Tom juga pria. Sifat patriarki saya melonjak keluar. Saya melihat Tom adalah pria baik-baik yang hanya ingin jatuh cinta dan ingin cintanya berujung kejelasan. Itu yang saya tangkap ketika pertama kali menonton film (500) Days of Summer.

Hingga pada akhirnya otak saya dicekoki dengan review dan berbagai teori tentang film tersebut. Saya akhirnya mafhum bahwa film ini tidak hanya soal Tom yang disakiti tapi juga bagaimana cara jatuh cinta Tom yang terkesan hanya mementingkan dirinya.

Saya menarik hal penting dari peristiwa jatuh cinta Tom Hansen yang sebaiknya tidak kamu lakukan di dunia penuh dongeng ini.

Pertama, seperti yang teman wanita saya katakan, “Jangan nyalahin Summer dong, Tom Hansen itu gak pernah serius dan gak pernah mau dengerin Summer. Dia orangnya egois.” Bahwa jatuh cinta hingga akhirnya berlanjut menjadi sebuah hubungan hendaklah diiringi dengan sikap saling pengertian satu sama lain. Jangan menjadi Tom Hansen yang “katanya” egois dan mau menang sendiri.

Kedua, Tom memberikan contoh bahwa cinta buta itu memang benar adanya. Taraf buta Tom Hansen ini memang masih sekitar buta perasaan cintanya. Dia tidak mengerti bahwa cinta itu tidak hanya tentang satu individu, tapi harus ada individu lain yang juga harus punya rasa yang sama. Dan Tom Hansen tidak berhasil memahami itu.

Ketiga, ketika jatuh cinta, tetaplah rasional. Jangan seperti Tom yang berakhir mecah-mecahin piring karena ditinggal kabur Summer. Pakai akal jernihmu menyoal jatuh cinta.

Keempat, lupakan kenangan indahmu bersamanya ketika dirinya sudah tidak mencintaimu. Problematika Tom ketika jatuh cinta dan berakhir ditinggal Summer adalah dirinya selalu mengenang hal-hal indah. Dia terkurung dalam penjara kenangan indah bersama Summer. Dan sebaiknya seperti yang adiknya Tom bilang, “coba ingat lagi hal-hal buruk dirinya terhadapmu.”

Kelima, pada akhirnya kamu akan menemukan orang yang memang benar-benar mencintaimu setelah kamu benar-benar memahami bagaimana seharusnya mengartikan yang namanya cinta. Di scene penutup ketika akhirnya ada sebuah musim gugur bernama Autumn di hidup Tom. Cinta memang punya garis takdirnya sendiri.

Ketika akhirnya Summer dan Tom punya kehidupan masing-masing yang harus tetap mereka jalani. Jatuh cinta pada akhirnya menjadi sebuah perjalanan menuju kedewasaan bagi seorang Tom Hansen.

Film Romantis Terbaik Titanic (1997)

Kisah cinta antara Rose deWitt Bukater (Kate Winslet) dan Jack Dawson (Leonardo DiCaprio) bersemi di atas kapal pesiar TITANIC. Cinta antara dua insan ini berjalan indah seiring perjalanan dengan kapal megah tersebut.

Keindahan kisah cinta mengalami masalah dengan hadirnya suatu malapetaka yaitu ketika kapal ini menabrak bongkahan es yang menyebabkan kapal mewah tersebut tenggelam. Lalu, bagaimana kisah cinta Jack dan Rose di kala semua orang panik dan berusaha untuk menyelamatkan diri masing-masing.

Kisah sejarah tenggelamnya Titanic menginspirasi sebuah drama yang dimiliki oleh penumpang yang sedang jatuh cinta dengan penumpang lain. James Cameron membuat sangat apik dalam ukuran saat itu. Tak heran bila banyak orang memuji Cameron terutama penggunaan visual-effect yang baik dan rapi pada saat itu.

Dramatisasi yang digarap Cameron juga mendukung film ini. Film ini juga menjadi titik awal akting yang baik dari Kate Winslet dan Leonardo DiCaprio sehingga tawaran film tak henti-hentinya untuk mereka setelah film ini.

Kelemahan film ini adalah pesan yang kurang bermanfaat untuk penonton. Pesan ceritanya saja yang tersampaikan dengan baik. Pesan yang dapat menginspirasi penonton agak kurang. Fokus film ini adalah visual-effect dan drama sebagai hiburan dalam film.

Akibatnya, mungkin agak berat agar fenomena film ini di tahun 1997-1998 akan terus dikenang sepanjang masa meskipun memenangkan banyak penghargaan. Lain halnya dengan Forrest Gump yang berpotensi untuk menjadi film sepanjang masa yang dapat ditonton pada generasi mana pun.

Pemain: Leonardo DiCaprio, Kate Winslet, Billy Zane, Kathy Bates, Bill Paxton
Sutradara: James Cameron
Produser: James Cameron, Jon Landau
Produksi: Twentieth Century-Fox Film
Tahun : 1997

Titanic adalah film yang sangat bagus, film ini menceritakan kisah cinta antara Rose deWitt Bukater dengan Jack Dawson yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Jack Dowson adalah seorang pelukis yang sangat hebat, dia mendapatkan tiket Titanic karena menang berjudi.

Sedangkan Rose deWitt Bukater adalah seorang yang dilahirkan dengan kekayaan. Mereka bertemu di anjungan kapal saat Rose ingin mencoba bunuh diri. Hubungan itu tidak sesuai dengan keinginan mereka karena Rose sudah memiliki tunangan yang berada di Titanic.

Titanic sendiri merupakan kapal (Perahu) yang sangat mewah pada saat itu. Titanic karam karena menabrak bongkahan es di kutub. Titanic tenggelam terbelah menjadi dua bagian.

Kisah cinta yang ada di Titanic sendiri berakhir karena Jack Dowson meninggal karena kedinginan saat menyelamatkan Rose. Kisah Titanic menjadi kisah yang paling mengharukan bagi semua yang melihatnya.

Film Romantis Terbaik The Fault in Our Stars

The Fault In Our Stars kali ini ditangani oleh sutradara Josh Boone yang masih memiliki satu karya, Stuck In Love yang juga bertemakan cinta dalam track record perjalanannya.

Tetapi, di departemen penulisan naskah ini adalah orang yang berkompeten untuk me-reka ulang buku karangan John Green.Scott Neustadter dan Michael H. Weber adalah dalang di balik indahnya film-film romantis (500) Days Of Summer dan juga The Spectacular Now.

The Fault In Our Stars memang tak jauh-jauh dari kesan cliche ala teenage summer love movies. Mencintai, dicintai, dan ditinggalkan pasti masih menjadi premis utama. Well, premis seperti itu sepertinya masih bisa menjadi jurus andalan untuk film-film sejenis. Tetapi, sekali lagi bagaimana mengemas cerita cinta tersebut menjadi sajian yang tidak terlalu mellow dan masih terasa segar adalah tantangan bagi pembuat film drama romance.

The Fault In Our Stars ini menceritakan seorang remaja bernama Hazel Grace (Shailene Woodley), 19 tahun, yang menderita kanker stadium empat di paru-parunya. Hazel menginginkan kehidupannya berjalan normal-normal saja layaknya remaja seumurannya.

Tetapi, dia terjebak di sebuah support grup kanker yang membosankan. Tetapi, suatu saat dia tak sengaja bertemu dengan Augustus Waters (Ansel Elgort) di grup tersebut. Augustus Waters adalah penderita Osteosarcoma yang telah mengamputasi kakinya untuk bertahan hidup.

Pertemuannya bersama Augustus ternyata mengubah kehidupan Hazel secara signifikan. Hazel selalu ceria, saling berbagi dengan Gus, panggilannya hingga akhirnya Gus jatuh cinta pada Hazel. Perjalanan Hazel dan Gus semakin berwarna ketika Gus mengajak Hazel untuk pergi ke Amsterdam, Belanda untuk menemui Peter Van Houten, penulis dari buku kesayangan Hazel yang berjudul An Imperial Affliction.

Romance, bisa dibilang memiliki penonton dengan selera yang segmented. Ada yang menyukai dengan kemasan yang mellow dan over dramatic, ada juga yang menyukai dengan kemasan yang sedikit ‘dewasa’ dan balutan dialog cerdas yang quote-able. Tentu saja, premis cerita yang digunakan oleh film-film seperti ini pun juga akan memiliki ritme yang sama antara film satu dengan film yang lainnya. Tetapi, ini adalah tantangan bagi para pembuat film romance untuk mengemasnya menjadi sajian yang segar dan menarik.

Ditilik dari sinopsis, The Fault In Our Stars memang memiliki premis yang klise. Penonton akan tahu film ini akan berakhir seperti apa. Tetapi, apa yang ditawarkan oleh film ini bukanlah premis cerita yang baru tetapi Josh Boone mengolahnya menjadi sesuatu yang baru.

The Fault In Our Stars akan penuh dengan dialog-dialognya yang cerdas. Dialog-dialog sederhana tetapi akan menohok bagi penontonnya dan bisa dikutip sebagai referensi.

Kedua karakter film ini adalah karakter yang serba kekurangan. Dan dalam tipe film seperti ini, kebanyakan akan menjadi terlalu menyorot kekurangan mereka dalam sajian yang sedih dan mendramatisir.

Tetapi tidak untuk film The Fault In Our Stars, kedua karakter ini memiliki sifat yang begitu sinis. Jadi, film ini akan diwarnai dengan dialog-dialog sarkasme tentang kehidupan serta tentang para penderita kanker yang hidupnya akan menyedihkan. Scott Neustedter dan Michael H. Weber berhasil mengolah lagi setiap kata dari buku milik John Green.

Dan dikolaborasikan pintar bersama Josh Boone, berhasil menjadikan setiap kata-katanya akan menjadi sebuah perkataan yang sangat meaningful bagi penontonnya.

Refleksi karakter Gus dan Hazel dan dialog-dialog sarkastik-nya itu akan membuat penontonnya akan mengetahui bahwa dengan kekurangan yang mereka miliki pun, tak menghalangi mereka untuk tetap ceria dengan hidupnya. Tentu, penonton akan dengan senang mengikuti 120 menit kisah cinta antara mereka berdua yang sebenarnya jauh dari kata sempurna itu.

Josh Boone pun berhasil mengemas cerita cinta ini dengan gaya yang komunikatif. Memberikan penjelasan cerita dengan narasi yang menyenangkan dari sudut pandang Hazel yang memiliki cerita tersebut.

Dan sisi ironi itu sudah muncul sejak adegan opening yang menampilkan narasi cerita yang juga akan membuat penontonnya merasakan pahitnya cerita cinta di film ini. Juga visual yang komunikatif ketika pembicaraan hanya via text.

Josh Boone pun pintar dalam membangun suasana yang menyenangkan dan romantis yang bisa membuat penontonnya akan tersenyum saat menontonnya. Tak hanya tersenyum, tetapi perasaan sedih dan miris itu pun juga terbangun bagus di film ini.

Memvisualkan setiap adegan romantis dengan gaya yang tak berlebihan. Mengemasnya sangat manis dengan production value yang juga tidak main-main untuk ukuran film genre ini. Di-shoot dengan menarik oleh tata sinematografi-nya sehingga menguatkan sisi romantis yang sudah terjalin baik.

Karena awalnya, suasana romantis itu sudah terbangun baik lantaran chemistry Hazel dan Gus yang diperankan oleh Shailene Woodley dan juga Ansel Elgort. Mereka bermain bagus sehingga mereka pantas untuk mendapatkan gelar Couple of the year.

Sisi manis tak hanya datang dari cerita, arahan yang menarik dari Josh Boone, dan juga chemistry yang terjalin baik dari pemainnya. Tetapi, untuk jajaran soundtrack pun berhasil menguatkan sisi manis untuk film ini.

Lagu ‘Simple As This’ milik Jake Bugg mengiringi adegan kegelisahan Hazel menunggu Gus, ‘Boom Clap’ milik Charli XCX yang juga mengiringi perjalanan mereka berdua ke Amsterdam. Dan ‘Not About Angels’ milik Birdy, ‘Wait’ milik M83 yang juga memperkuat adegan sedih film ini. Dan sebagai pamungkas, ‘All of The Stars’ milik Ed Sheeran juga muncul untuk menutup kisah cinta manis ini.

Overall, The Fault In Our Stars adalah cerita cinta yang manis di atas sebuah pahitnya kekurangan antara pasangan Hazel Grace dan Augustus Waters. Adaptasi naskah yang bagus oleh duo ahli film romantis, Scott Neustadter dan Michael H. Weber serta kolaborasi yang bagus dengan Josh Boone mengantarkan The Fault In Our Stars bukan hanya sekedar film remaja romantis yang manis sekaligus pahit dan sedih.

Film Romantis Terbaik Love Actually

Film komedi romantis yang memasukkan banyak plot cerita kedalamnya udah banyak dan menurut saya mayoritas kurang bisa memberikan nyawa bagi cerita dan karakter yang ada dikarenakan terlalu banyak kisah yang membuat filmnya kurang fokus.

Cuma “He’s Just Not That Into You” yang agak berhasil. Love Actually sendiri adalah salah satu film yang mengawali cara penceritaan itu. Dalam film ini terdapat 9 kisah plus 1 epilog.

Seperti layaknya film sejenis, cast yang dihadirkan disini juga menghadirkan banyak bintang yang mayoritas berasal dari Inggris. Ada Emma Thompson, Alan Rickman, Hugh Grant, Keira Knightley, Colin Firth, Liam Neeson, sampai Rowan Atkinson.

Ada kisah Billi Mack seorang rock & roll star gaek dan mempunyai kelakuan nyeleneh yang berusaha mengincar posisi pertama di chart untuk single natal terbarunya. Dia hanya mempunyai 1 kerabat dekat yaitu sang manajer, Joe yang telah lama bekerja untuknya.

Lalu kisah cinta segitiga Juliet, Peter, dan Mark. Dimana Juliet dan Peter baru saja menikah, dan ternyata sahabat baik Peter, Mark telah sejak lama memendam cinta pada Juliet. Kemudian kisah Jamie seorang penulis novel yang jatuh cinta pada pembantunya, Aurelia yang berasal dari Portugis.

Satu lagi kisah cinta segitiga muncul, dimana pernikahan Hary dan Karen yang telah dikaruniai 2 anak terganggu oleh khadiran Mia, wanita muda yang menjadi bawahan Harry.

Ada juga kisah cinta antara David yang merupakan PM Inggris yang baru terpilih kepada Natalie yang merupakan staff dikantornya yang juga merupakan staff baru yang agak sulit menjaga kata “f*ck” keluar dari mulutnya.

Ada kisah cinta yang lain antara Sam dan Joanna yang baru berusia 11 tahun dimana Sam tertarik pada Joanna tapi tidak tahu harus berbuat apa, dan sang ayah tiri, Daniel mencoba membantu sang anak akan cintanya.

Kemudian ada Sarah, seorang wanita yang juga merupakan bawahan Harry yang jatuh cinta kepada rekan sekantornya, Karl tetapi hubungan itu terganggu oleh kepentingan Sarah yang harus merawat kakaknya, Michael yang mengalami gangguan jiwa.

Kemudia kisah pria Inggris, Colin yang kesulitan mencari pacar di Inggris lalu melancong ke Amerika dengan keyakinan disana lebih bisa mencari wanita dengan mengadalkan aksen britishnya.

Yang terakhir kisah John dan Ruddy yang bertemu kala sedang shooting adegan sex dan ternyata keduanya menyambung dalam obrolannya. Semua kisah itu dihadirkan dalam latar belakang 5 minggu menjelang natal, dan hitung mundur hingga natal tiba.

Kekuatan utama film ini adalah bagaimana mampunya film ini dalam menghadirkan perjuangan para tokohnya dalam mencari cinta mereka. Kegigihan yang ditampilkan cukup menyentuh, dan diselingi humor yang bagi saya cukup berhasil.

Yang paling menyentuh adalah cinta segitiga Mark, Peter, dan Juliet. Disana digambarkan bagaimana Mark sebegitu rela meminggirkan egonya supaya tidak menyakiti perasaan sang sahabat. Dan kejutan yang diberikan Mark pada Juliet dimalam natal bagi saya sangat romantis.

Kisah PM David dan Natalie juga cukup menarik dikarenakan terdapat humor yang menarik dan karakter David yang diperankan Hugh Grant buat saya cukup keren ditampilkan. Ada 2 karakter lagi yang membuat saya tertark, yaitu sang rock & roll star gaek, Billy Mack yang sepanjang film menyajikan kata-kata dan polah nyeleneh, lalu ada peran kecil yang dimainkan Rowan Atkinson.

Dia cuma muncul sebentar, tapi cukup berpengaruh pada nasib beberapa karakter. Aktingnya juga cukup baik, membuktikan dia tidak cuma bisa menjadi orang bloon. Sayang ada 2 kisah yang bagi saya gak penting dan cuma buat nambahin slot, yaitu kisah pejalanan Colin dan juga kisah John dan Judy yang buat saya sangatlah datar.

Film Romantis Terbaik The Vow

Film ini berawal dari pasutri (pasangan suami isteri) yang baru saja keluar dari sebuah gedung pertunjukan yaitu Channing Tatum (Leo Collins) dan Rachel McAdams (Paige Collins), terlihat keduanya saling bercanda tawa sambil bergandengan tangan menuju mobil mereka.

Dalam perjalanan pulang pada saat itu jalan beraspal diselimuti dengan tumpukan salju. Setibanya di perempatan lampu lalulintas (lampu merah), sambil tersenyum Paige melepaskan sabuk pengamannya dan Leo yang tengah memegang setir pun bingung menatap Paige yang tiba-tiba melepaskan sabuk pengamannya.

Dalam suasana yang cukup hening itu mereka saling bertatapan, sebuah tatapan yang hanya dapat dimengerti oleh pasutri. Dalam kurun waktu yang cukup lama mereka masih saling menatap, perlahan tapi pasti keduanya saling mendekat menuju satu titik yang tidak dapat ditebak. Dan akhirnya mereka berciuman diarungi alunan musik yang romantis.

Serentak alunan musik romantis menghilang digantikan dengan suara pecahan kaca yang cukup keras. Dan benar yang pecah adalah kaca mobil yang mereka kendarai, mengapa bisa? Karena sebuah truk yang cukup besar melaju dari belakang mereka dan supir truk tidak dapat menghentikan laju truknya sehingga terjadilah sebuah tabrakan dari belakang.

Terlihat dalam gerakan slow motion Paige terlempar kedepan dengan posisi kepala menghantam kaca mobil bagian depan sampai kaca pecah, posisi detailnya seperti seorang murid yang sedang tertidur di kelas dengan posisi menyandarkan kepala pada meja dan kedua tangan diselonjorkan kedepan.

Singkat cerita mereka berdua dibawa ke rumah sakit. Leo yang lebih dulu sehat dan bisa pulang sedangkan Paige masih dalam keadaan terbaring di rumah sakit karena lukanya yang cukup parah. Sambil menatap keadaan Paige yang tengah terbaring Leo duduk tepat disamping kiri Paige sambil mengingat kenangan, memori dan masa-masa indah yang pernah mereka alami berdua sebelum mereka menikah, lebih tepatnya masa muda penuh cinta.

Setelah cukup lama Leo mengingat kenangannya akhirnya Paige terbangun. Dihadapan Paige ada dua orang yang dilihatnya yaitu seorang dokter wanita dan sang suami Leo. Paige berkata kepalanya sakit, kata dokter wanita itu wajar.

Kemudian Leo mendekati dan langsung mencoba untuk memegang tangan kiri Paige, namun Paige menghindari pegangan tangan Leo seolah Paige tidak mengenalnya. Dan ya, Paige kehilangan ingatannya, ingatan terakhirnya dia masih berada di sekolah hukum dan telah bertunangan dengan Jeremy (Scoot Speedman) yang mana pada saat itu Paige masih belum mengenal sosok Leo.

Bagaimanakah perasaan Leo sebagai suami?, Bagaimanakah usaha Leo untuk membuat Paige mengingat kembali ingatannya?, Akankah ingatan Paige kembali? Pada akhir cerita pasangan yang menginspirasi film ini telah menikah dengan bahagia dan diberkahi dua orang anak. Dan Paige tidak pernah mendapatkan ingatannya kembali.

Film Romantis Terbaik Crazy Rich Asian

Film Crazy Rich Asians adalah film yang sempat hits pada tahun 2018 lalu. Film ini dibintangi oleh Constance Wu, Henry Golding, dan cukup sukses dengan meraup kurang lebih 240 juta dolar selama penayangannya.

Film Crazy Rich Asians mengisahkan tentang hubungan dua sejoli di New York, mereka adalah Nick Young (Henry Golding) dan Rachel Chu (Constance Wu). Rachel adalah seorang profesor ekonomi muda yang mengajar di New York University, sedangkan Nick adalah seorang pebisnis muda dari keluarga “Crazy Rich” atau “Super kaya” di Singapura. Namun Rachel tak tahu status Nick adalah orang super kaya, dia hanya tahu pacarnya adalah seorang pebisnis muda kantoran biasa.

Untuk menggambarkan betapa kayanya keluarga Nick, yaitu keluarga Young, pada awal film terdapat scene yang berlatar tahun 1995. Dimana ibu Nick, Eleanor, yang baru sampai di London kehujanan, berjalan memasuki sebuah hotel, dia dan keluarganya yang kebasahan membuat lantai hotel kotor dan berlumpur.

Saat Eleanor memesan kamar hotel, resepsionis hotel malah menolaknya dan mengatakan kalau seluruh kamar hotel sudah penuh. Padahal sebelumnya Eleanor sudah memesan kamar di hotel itu lewat telepon. Kesal karena diusir dari hotel, Eleanor kemudian menelpon suaminya yang berada di Singapura.

Coba tebak apa yang terjadi setelah itu? Yap! Seluruh hotel itu langsung dibeli dan menjadi milik keluarga Young. Resepsionis yang mengusir Eleanor sebelumnya langsung tercengang.

Kembali ke tahun 2018, hubungan Nick dan Rachel sudah berjalan kurang lebih setahun dan mereka sudah merasa nyaman satu sama lain, karena itu Nick ingin lebih seirus dengan Rachel.

Nick ingin membawa Rachel ke Singapura untuk menghadiri pernikahan sahabat dekatnya dan sekalian memperkenalkan Rachel pada keluarganya yang tinggal di Singapura. Pada awalnya Rachel menolak, tapi setelah diyakinkan oleh Nick, Rachel akhirnya bersedia untuk ikut.

Pada saat keberangkatan menuju Singapura, Rachel kaget mereka masuk pesawat dengan tiket first class. Di dalam pesawat itulah akhirnya Nick memberi tahu tentang status keluarganya, sebagai keluarga super kaya pada Rachel.

Sesampainya di Singapura, Nick dan Rachel langsung disambut oleh Colin dan Araminta, pasangan yang akan mereka datangi pernikahannya. Walaupun dengan status super kaya tapi ternyata Colin dan Araminta cukup sederhana, mereka mengajak Nick dan Rachel mengelilingi pulau dan wisata kuliner street food.

Setelah itu Araminta juga mengundang Rachel untuk menghadiri pesta bujangnya yang diadakan beberapa hari lagi.

Keesokan harinya Rachel pergi mengunjungi teman sekamarnya saat masa kuliah, Peik Lin. Ternyata temannya itu juga orang kaya, tapi jika dibandingkan dengan keluarga Young, keluarga Peik Lin tidak ada apa-apanya. Keluarga Peik Lin bahkan terbelalak saat mendengar Rachel akan pergi ke pesta keluarga Young. Kemudian Peik Lin membantu mendandani Rachel dan mengantarnya ke pesta.

Pada awalnya Peik Lin mengira alamat lokasi pesta yang diberikan Rachel salah, karena GPS-nya menunjukkan tidak ada apa-apa disana. Saat mereka kebingungan, tiba-tiba datang dua orang bersenjata mengamati mereka.

Ternyata kedua orang itu adalah penjaga gerbang masuk ke rumah mewah milik keluarga Young. Perlahan mereka memasuki area rumah keluarga Young, yang tampak mewah dan megah. Pada pesta itulah Rachel diperkenalkan oleh Nick kepada teman dekat dan beberapa anggota keluarganya, termasuk ibunya, Eleanor. Kesan dari Eleanor tampak tak menyukai Rachel yang datang dari latar belakang keluarga biasa.

Hari selanjutnya, Rachel pergi ke pesta bujang bersama teman-teman Araminta. Mereka pergi ke sebuah resor mewah di Sumatera, melakukan berbagai kegiatan yang cewek banget, macam shoping dan spa. Namun bukannya bersenang-senang, Rachel malah mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari teman-teman Araminta, mereka tampaknya iri dengan Rachel yang menjalin hubungan dengan Nick.

Mereka malah menggosipkan Rachel, tak cuma itu, mereka juga menaruh ikan mati yang berdarah-darah di ranjang Rachel, ditambah pula dengan tulisan bernada ancaman dan hinaan di jendela kamarnya. Rachel shock mendapatkan perlakuan seperti itu.

Mampukah Rachel menahan tekanan dari teman dan keluarga super kaya Nick? Mampukah mereka mempertahankan hubungan cinta mereka? Langsung saja cari filmnya ya biar bisa langsung nonton sendiri.

Baca Juga: Lagu Barat Romantis

Itulah daftar film romantis barat terbaik sepanjang masa yang wajib banget kamu tonton! Jadi, film mana yang bikin kamu penasaran? Mending langsung cari saja yuk filmnya, entah melalui situs download film atau mencari di penjual DVD. Kalau mau menonton Bersama teman-teman mu juga boleh banget, tapi was jangan sampai baper ya! Selamat menonton.

Tinggalkan Balasan