Fungsi Rumus IF di Excel

Fungsi Rumus IF di Excel

Diposting pada

Fungsi Rumus IF di Excel – Ada banyak sekali rumus Excel dengan fungsi yang berbeda-beda. Sebagai pengguna Excel tentu akan lebih baik jika mengetahui apa saja fungsinya supaya pekerjaan bisa menjadi lebih mudah dan praktis. Dari sekian banyaknya fungsi Excel, ada fungsi IF. IF memang dalam bahasa Inggris berarti ‘jika’, dan memang seperti inilah fungsinya.

Pengertian Rumus IF Excel

Lebih lengkapnya lagi, rumus IF Excel adalah fungsi Excel untuk membuat sebuah kategori yang sifatnya logical. Pekerjaan-pekerjaan atau sheet yang membutuhkan uji logika selalu menggunakan rumus Excel IF ini. Apa yang dihasilkan oleh rumus ini adalah nilai atau angka. Nilai yang nominalnya ada sebagai kondisi dari evaluasi terpenuhi. Kondisi terpenuhi dalam Excel biasa disebut sebagai TRUE.

Ada TRUE, ada juga FALSE. FALSE adalah kondisi dalam Excel di mana nilai dalam sebuah uji logika tidak terpenuhi. Kondisi FALSE adalah kondisi sebaliknya dari TRUE. Jika Anda masih saja bingung memahaminya, maka begini singkatnya.

Baca Juga: Perbedaan Microsoft Word 2013 dan 2016

TRUE bisa diartikan kondisi sudah terpenuhi, sudah benar, evaluasi uji logikanya sudah benar. Sedangkan FALSE artinya kondisi tidak terpenuhi, salah, evaluasi pada uji logika yang telah dilakukan salah.

Kali ini kita akan membahas banyak hal tentang fungsi IF Excel. Mulai dari contoh, cara melakukannya, jenis-jenis, hingga penjelasan dari masing-masing jenis ini. penjelasan dibuat sedetail mungkin supaya Anda bisa lebih mudah memahami dan mengaplikasikannya.

Rumus IF ini sebenarnya juga ada kaitannya dengan salah satu materi pada mata pelajaran Matematika, yaitu logika. Masih ingatkah Anda bertemu dengan soal premi “Jika …. maka ….”. Salah satu contoh paling sederhananya adalah “Jika keadaan begini, maka saya akan melakukan hal tersebut”.

Nah, sama dengan rumus IF yang biasa digunakan. Kebanyakkan rumus IF ini membantu untuk kegiatan mendata atau input data. Misalnya saja pada sebuah penilaian, apakah lulus atau mengulang.

Logikanya adalah “Jika nilai di atas 70 maka siswa itu lulus, namun jika di bawah 70 maka siswa itu mengulang”. Logika seperti ini akan diterapkan pada sebuah aplikasi linak bernama Microsoft Excel. Bagaimana caranya adalah dengan sebuah rumus, yaitu rumus fungsi IF.

Jenis-Jenis Rumus IF Pada Excel

Rumus IF di Excel

Secara umum hanya ada tiga saja jenis-jenis fungsi IF pada Excel. Ketiga jenis tersebut antara lain rumus IF tunggal, IF ganda, dan IF bertingkat. Masing-masing memiliki peran yang berbeda, dan dibutuhkan untuk kebutuhan yang berbeda pula.

Selain dari jenis-jenis rumus IF itu sendiri, juga ada jenis-jenis argumen hasil uji logika yang telah diperintahkan. Maksudnya adalah dengan melakukan rumus IF Anda telah memberikan protokol uji pada Excel, selanjutnya Excel akan memberikan argumen atas protokol yang telah Anda minta.

Argumen yang diberikan bisa berbentuk tiga wujud. Diantaranya adalah Tes Logika, Kondisi Terpenuhi, dan Kondisi Tidak Terpenuhi. Semuanya berupa kata yang digabung, namun kali ini masing-masing argumen tersebut dipisah supaya Anda paham maksudnya.

Jika argumennya adalah Tes Logika atau TesLogika maka artinya argumen masih bisa dalam dua bentuk, belum menjadi hasil sepenuhnya. Maksudnya adalah jika argumen yang diberikan TesLogika berarti masih ada kemungkinan hasilnya adalah TRUE atau FALSE.

Jika argumen yang didapatkan ini maka ada hal lain yang perlu diutak-atik untuk menemukan argumen lain yang lebih spesifik, yaitu dua argumen lainnya.

Setelah diutak-atik kembali, seharusnya argumennya berubah menjadi Kondisi Terpenuhi atau Kondisi Tidak Terpenuhi. Kondisi Terpenuhi sama artinya dengan TRUE, Kondisi Tak Terpenuhi sama artinya dengan FALSE.

Jika yang keluar adalah Kondisi Terpenuhi maka artinya memang demikian, nilai yang dihasilkan sudah memenuhi kondisi. Namun jika yang keluar adalah Kondisi Tidak Terpenuhi, artinya ya demikian.

Akan dibahas lebih lanjut tentang masing-masing jenis rumus IF. Masih ingatkah Anda jenisnya ada tiga? Ya, antara lain ada rumus IF tunggal, ganda, dan bertingkat. Berikut penjelasannya masing-masing.

Rumus IF Tunggal

Rumus IF tunggal adalah rumus yang hanya satu tingkat saja. Hanya ada satu formula atau rumus saja yang sedang dijalankan, bukan tambahan atau gabungan dari rumus yang berbeda. Rumus IF ini jelas paling sederhana, dan dirasa paling sering digunakan. Rumus IF Excel tunggal digunakan untuk mencari logika satu kali saja, bukan berlipat ganda atau beberapa kali.

Misalnya saja Anda memiliki data nilai-nilai mahasiswa, yang mana datanya ada banyak dan Anda harus menentukan mana yang lulus mata kuliah mana yang harus mengulang. Mengetahui rata-rata, mencocokkan dengan nilai mereka, dan menginput satu per satu kata “LULUS” atau “MENGULANG” akan melelahkan. Maka dari itu, digunakanlah rumus IF Excel yang tunggal.

Caranya adalah dengan menaruh data ke sheet Excel terlebih dahulu. Kemudian tentukan rata-ratanya dulu. Di contoh ini kita ambil permisalan rata-ratanya adalah 600. Dari data tadi sudah ada total nilai mereka bukan? Biasanya terdiri dari penjumlahan antara nilai laporan, kuis, nilai kehadiran, ujian akhir semester, dan lainnya. Lihat di kolom apakah total nilai ini berada.

Kita ambil contoh semisal data tersebut berada di kolom F3 maka di rumus Excel yang ditulis adalah  =IF(F3>600;”LULUS”;”MENGULANG”)

F3 menyatakan di mana data total nilai berada, angka 600 menunjukkan rata-rata, kata “LULUS” supaya terinput di nilai yang di atas rata-rata, dan kata “MENGULANG” supaya terinput di nilai yang di bawah rata-rata. Setelahnya, coba cek apakah rumus tersebut berhasil.

Jika berhasil maka setiap total nilai yang berada di atas angka 600 di sampingnya akan bertuliskan LULUS. Begitu juga sebaliknya, yang tidak mencapai rata-rata akan ada keterangan MENGULANG.

Cukup mudah dipahami dan diaplikasikan bukan? Itu baru contoh saja, Anda juga bisa menggunakan fungsi IF pada Excel untuk data-data yang lain. Apalagi jika data yang Anda miliki ada banyak, rumus IF ini akan sangat membantu.

Rumus IF Ganda

Setelah rumus IF yang tunggal, selanjutnya ada rumus IF ganda. Telah sedikit disinggung di atas, rumus IF ganda digunakan untuk Anda yang ingin menguji logika lebih dari satu kali. Maka dari itu rumus IF ini dinamakan rumus IF ganda.

Istilah ini ada bahasa Inggrisnya, dan harus Anda ketahui karena mungkin saja kedepannya muncul istilah ini dalam bahasa tersebut. Rumus IF ganda juga disebut dengan Nested If Function.

Rumus IF ini hanya bisa diaplikasikan untuk dua argumen saja, tidak semuanya. Jika argumennya adalah Kondisi Terpenuhi atau Kondisi Tak Terpenuhi barulah rumus IF ganda bisa digunakan. Jika kondisinya ada dua, atau Kondisi Terpenuhi sekaligus Kondisi Tak Terpenuhi maka rumus IF ini juga tetap bisa digunakan.

Meskipun bernama “IF ganda”, namun uji logika ini tak hanya bisa digunakan dua kali saja, melainkan lebih. Contohnya pada Microsoft Excel 2007, di sana Anda bisa menguji logika dengan rumus IF ganda hingga tujuh kali atau tujuh tingkat.

Jumlah tingkat yang lebih besar bisa Anda dapatkan jika Anda menggunakan Microsoft Excel keluaran lebih baru. Contohnya adalah Microsoft Excel 2010, di Excel ini Anda bisa mengaplikasikan rumus IF ganda hingga 64 tingkat.

Jika dibandingkan dengan rumus IF yang tunggal, tentu saja yang ganda ini lebih rumit. Anda benar-benar disarankan untuk hati-hati dalam membuat protokol atau formulanya nanti. Sebab jika ada satu tanda atau huruf yang salah saja bisa membuat ujinya salah, atau Tidak Terpenuhi.

Anda bisa memastikan kondisinya terpenuhi atau tidak dengan menyimak sintaks fungsinya. Kira-kira beginilah sintaks fungsi yang ada jika Anda sudah benar :

IF(TesLogika1;

                IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2; [KondisiTidakTerpenuhi1])

Sedangkan jika kondisi tidak terpenuhi maka sintaknya akan demikian :

IF(TesLogika1;

                KondisiTerpenuhi1; IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2;

Di atas telah disebutkan bahwa rumus IF ganda ini bisa saja menghasilkan dua argumen sekaligus, yaitu Kondisi Terpenuhi dan juga Kondisi Tidak Terpenuhi. Jika demikian, maka sintak fungsinya adalah :

IF(TesLogika1;

                IF(TesLogika2; KondisiTerpenuhi2;

                IF(TesLogika3; KondisiTerpenuhi3;

Mungkin Anda juga bertanya bagaimana cara mengetahui apakah uji yang dilakukan ini TRUE atau FALSE. Teks “L” berfungsi untuk mengetahui apakah kolom yang dipilih sudah sesuai dengan uji perbandingannya atau belum. Jika uji logika berlanjut ke kolom-kolom selanjutnya maka artinya sudah TRUE, dan jika bukan “L” atau tidak lanjut ke kolom selanjutnya maka artinya FALSE.

Rumus IF Bertingkat

Prinsip rumus IF bertingkat ini mirip dengan rumus IF ganda. Anda bisa memberikan rumus IF berkali-kali sampai 7 tingkat jika menggunakan Microsoft Excel 2007. Namun di rumus IF bertingkat ini, Anda bisa menyematkan anak-anak rumus di masing-masing tingkat. Jelas lebih rumit? Tentu saja. Namun tetap ada yang membutuhkan rumus IF ini.

Di Microsoft Excel 2007 Anda memang bisa melakukan uji logika sampai 7 tingkatan, bahkan di Microsoft Excel 2010 Anda bisa membuat hingga 64 tingkatan. Memang benar, namun jika memang Anda harus melakukan beberapa tingkatan sekaligus untuk mendapat hasil uji dari rumus IF kami sarankan hal lain.

Jika Anda ingin membuat rumus IF hingga lebih dari 7 tingkatan, sebaiknya gunakan saja rumus VLOOKUP.

Rumus IF Lanjutan

Setelah rumus IF tunggal, ganda, dan bertingkat, sebenarnya masih ada lagi rumus lainnya. Rumus lainnya ini disebut dengan rumus IF lanjutan atau rumus IF tingkat lanjut. Jika Anda ingin melakukan atau membuat rumus IF lanjutan ini maka sama artinya Anda akan mempelajari rumus kombinasi antara rumus IF dengan VLookup.

Nantinya juga bisa diberikan protokol AND dan OR yang harus dipelajari lebih lanjut. Ada juga protokol lain yang biasa digunakan di rumus IF lanjutan ini, yaitu Min dan Max.

Hal-Hal Lain yang Perlu Diketahui Tentang Rumus IF

Ada beberapa catatan yang mungkin membantu Anda saat menggunakan rumus ini nanti. Hal yang pertama adalah perlu Anda tahu bahwa Excel tak hanya menyediakan rumus IF saja untuk membantu Anda melakukan uji logika.

Excel juga menyediakan fungsi Countifs atau Countifs yang berfungsi untuk menentukan berapa banyak data string atau data teks. Sedangkan untuk menghitung angka yang ada di data range atau jumlah total datanya itu sendiri bisa digunakan fungsi Sumifs atau Sumif.

Sumif, Sumifs, Countif, da Countifs digunakan untuk menganalisa data berdasarkan kondisi tertentu. Ada juga fungsi lain yang prinsipnya sama dengan rumus IF namun juga bisa Anda gunakan untuk melakukan uji logika. Beberapa fungsi yang bisa digunakan antara lain Choose, HLookup, VLookup, dan Lookup. Beberapa fungsi ini bisa Anda jadikan alternatif.

Meskipun sudah dibahas sebelumnya, namun hal ini mungkin terlupakan. Microsoft Excel 2007 membolehkan Anda membuat fungsi IF hingga tujuh tingkatan. Namun jika Anda menggunakan Microsoft Excel yang sebelum 2007 Anda tidak bisa membuat demikian, karena tujuh tingkatan ini memang hanya berlaku dari Microsoft Excel 2007 saja.

Manfaat Microsoft Excel Rumus IF

Terlepas dari rumus IF, di Microsoft Excel Anda bisa menemukan banyak sekali cara untuk membantu kegiatan Anda, terutama dalam bidang statistika dan pendataan. Dengan Microsoft Excel Anda bisa mengolah data angka, mengubah data angka menjadi data grafik, membuat data ke dalam bentuk tabel, dan lain-lain.

Di rumus IF saja Anda sudah bisa menerapkan sebuah logika terhadap perangkat keras dan software sekaligus. Anda hanya mengetikkan protokol melalui keyboard dan membuat sebuah logika ada. Bukankah ini sangat canggih?

Microsoft Excel mempermudah segala bentuk pengolahan data angka. Memang benar Anda bisa membuat data angka dalam bentuk tabel, grafik, atau lainnya dengan software lain seperti Microsoft Word. Namun dengan Microsoft Excel mekanismenya akan lebih sederhana dan mudah, karena memang Microsoft Excel dirancang untuk kebutuhan ini.

Microsoft Excel juga memudahkan pembaca data menarik informasi yang ada. Ini bisa Anda buktikan sendiri.

Mengoperasikan Microsoft Excel awalnya mungkin sulit bagi sebagian orang, hal ini sangat wajar. Namun jika sudah terbiasa, siapa saja juga akan mengakui betapa hebatnya Microsoft Excel ini bisa membantu kebutuhan statistika dan pengolahan data. Selain uji logika yang bisa diterapkan dengan rumus IF, Anda tentu saja bisa membuat uji-uji lain.

Misalnya saja seperti mencari rumus y, f(x), menghitung rata-rata dengan mudah, dan banyak hal lain. Tak hanya bidang ilmu matematika dan statistika saja yang membutuhkan olah data dari Excel. Bidang ilmu lain seperti fisika dan kimia pun juga membutuhkannya. Misalnya untuk mengetahui laju perubahan.

Anda tidak akan menyesal mempelajari Microsoft Excel, dan tak akan ada yang sia-sia untuk mempelajari software bawaan Microsoft ini. Anda mungkin mengakui bisa melakukan olah data dengan perangkat lain, dengan kalkulator misalnya. Memang benar, namun tetap ada perbedaan antara olah data dengan Microsoft Excel dengan lainnya.

Kesimpulan

Setelah Anda tahu apa saja jenis rumus IF, bagaimana cara mengaplikasikannya, dan apa yang harus dilakukan, apakah Anda sudah tertarik untuk mencobanya? Atau mungkin saja memang sebelumnya Anda membutuhkan informasi ini karena butuh untuk melakukannya. Jika memang benar demikian, kini Anda sudah mencobanya.

Jika ternyata ada kebutuhan lain yang telah disebutkan di atas (di subhead ‘Hal Hal Lain yang Perlu Diketahui’) maka jangan sungkan untuk mempelajari apa yang dibutuhkan. Misalnya dengan mempelajari HLookup, VLookup, fungsi lain seperti Min, Max, dan fungsi-fungsi lain yang membuat pengolahan data Anda menjadi lebih benar.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Malware di PC dan Laptop

Bulatkan tekad Anda untuk mempelajari rumus ini, karena memang jika kurang serius bisa saja rumus ini sulit dipahami. Setelah mempelajari segeralah berlatih supaya Anda terbiasa, dan apabila Anda menemukan kesalahan hingga argumennya Kondisi Tidak Terpenuhi atau FALSE maka ulangi saja.

Tinggalkan Balasan