Macam-Macam Genre Fotografi

Memotret adalah salah satu kegiatan yang dianggap asyik sehingga sebagian orang menjadikannya sebagai hobi untuk mengisi waktu luang. Namun, ternyata di antara mereka hanya sedikit yang tahu bahwa ada macam-macam genre fotografi bisa dipilih.

26 Macam Genre Fotografi Terbaik

Macam Genre Fotografi Terbaik

Apakah Anda bercita-cita menjadi seorang fotografer handal atau sekedar ingin menekuni dunia seni gambar saja? Jangan terburu-buru dan asal jepret, pelajarilah macam-macam genre fotografi yang sesuai dengan kesukaan. Ada apa saja genre di dalam dunia pemotretan ini? Simak informasinya berikut ini:

Human Interest Photography

Genre Fotograpi Human Interest Photography

Genre fotografi yang pertama adalah human interest photography. Aliran ini biasanya menggunakan manusia sebagai objek. Fotografer akan fokus untuk mendapatkan momen yang cenderung mengundang empati dari masyarakat penonton. Inilah mengapa, biasanya diambil aktivitas penuh kerja keras.

Gaya dan nuansa fotografi aliran ini cenderung sendu, biasanya dipadu padankan dengan filter edit foto berwarna hitam putih (black and white) atau abu-abu (grayscale). Genre ini seringkali mengekspos kehidupan lain dari orang-orang kecil sebagai bentuk kritik terhadap politisasi pemerintah setempat.

Street Photography

Genre Fotografi Street Photography

Pada dasarnya, aliran fotografi ini mirip dengan human interest photography. Hanya saja, yang membedakan adalah emosi dan karakter di dalamnya. Aliran fotografi jalan ini tidak dimaksudkan untuk mengundang empati penontonnya. Sekedar sebagai hiburan yang menunjukkan aktivitas jalanan.

Beberapa contoh objek yang sering ditampilkan pada genre ini adalah anak muda bermain skateboard. Gambar tersebut terbilang cukup iconic karena dapat membawa emosi ceria dengan nuansa foto cerah serta berwarna. Selain itu, bisa juga bertemakan lampu kota untuk menampilkan emosi kerinduan.

Journalism Photography

Genre Fotografi Journalism Photography

Umumnya, seorang fotografer dengan gaya jurnalistik harus mampu menghasilkan karya dengan pilihan alur cerita, atau bisa mengedepankan kronologi peristiwa yang hendak diangkat. Seperti pada saat jurnalis koran meliput aksi masa demo di Istana Negara, biasanya pasti menampilkan gambar oratornya.

Dalam kasus foto tersebut, maka cerita yang ingin ditonjolkan adalah emosi amarah atau luapan kegeraman akan disampaikan melalui berbagai macam tuntutan. Untuk genre fotografi ini, perlu diingat juga bahwa sama seperti jurnalis lapangan lainnya, harus menjunjung tinggi kode etik dalam pemotretan.

Portrait Photography

Genre Fotografi Portrait Photography

Genre keempat adalah salah satu paling umum. Biasanya menonjolkan ekspresi wajah seseorang. Momen yang ingin ditangkap adalah berbagai macam emosi dan dituangkan melalui mimik muka manusia. Bisa dalam kelompok maupun model individu. Penggunaannya biasa berada di dalam majalah.

Salah satu ciri khas dari potrait photography ini adalah bentuknya. Untuk menangkap emosi wajah yang sempurna, biasanya seorang fotografer akan menggunakan foto close up, sehingga dapat menonjolkan sorot mata, lekuk tulang pipi, hingga bahasa bibir seolah mengesankan karakter tertentu. Menarik!

Wedding Photography

Genre Fotografi Wedding Photography

Genre kelima juga termasuk umum dan sangat mudah ditemukan. Para fotografer pernikahan ini perlu mempelajari teknik memahami makhluk hidup yang sedang bergerak natural. Mereka harus mampu menangkap momen menyenangkan di berbagai sesi sakral tersebut. Tak hanya mempelai, tamu juga.

Termasuk juga jasa pre-wedding, pasti terbayang bukan betapa susahnya? Inilah mengapa tarif fotografi pernikahan biasanya cukup mahal. Pasalnya, alat yang digunakan juga tidak sembarangan. Harus mampu menyokong pencahayaan sempurna di berbagai situasi gedung dan lingkungan pesta.

Fashion Photography

Genre Fotografi Fashion Photography

Macam-macam genre fotografi ke-enam adalah fashion photography. Jika, Anda familiar dengan serial Asia Next Top Model, maka itulah yang mereka lakukan. Dengan bantuan model, baik perempuan maupun laki-laki, seorang fotografer harus menonjolkan kemewahan sebuah pakian atau aksesoris baju.

Biasanya, fashion photography ini dilakukan untuk melakukan promo keluaran produk pakaian terbaru, khususnya untuk brand-brand besar dengan gaya nyentrik. Estetika pada aliran ini adalah nomor satu. Selain itu, emosi dari model juga perlu diatur dengan baik. Apakah berwajah ceria, murung, atau konyol?

Landscape photography

Genre Fotografi Landscape photography

Genre landscape photography biasanya digunakan untuk menangkap objek tempat wisata alam. Bisa gunung, pantai, bukit, danau, dan lain-lain. Mulanya, jenis fotografi ini berfungsi sama seperti aliran fashion, yaitu untuk promosi, namun seiring berjalannya waktu, konsepnya terus berkembang pesat.

Saat ini, sudah tersedia jasa landscape photography yang menyediakan paket tour, sehingga ketika Anda hendak berlibur ke suatu wisata alam, cukup menghubungi dan membayar fee sesuai kesepakatan, maka fotografer akan memenuhi seluruh kebutuhan eksis selama liburan. Bahkan, bisa sampai luar negeri juga!

Sport Photography

Genre Fotografi Sport Photography

Tak semua fotografer mampu berkecimpung dan bertahan di aliran fotografi ke-8 ini. Pasalnya, untuk sport photography tersebut, kecepatan dan keakuratan pemakaian alat sangat dibutuhkan. Perlu jam terbang tinggi bagi seorang pemotret untuk bisa menghasilkan karya keren. Sekali saja tidak cukup.

Biasanya juga, fotografi olahraga ini menggunakan alat yang sangat mahal. Gunanya adalah untuk membidik objek sasaran dengan tepat. Jika Anda pernah melihat pertandingan sepak bola, dapat disaksikan di sana terdapat lensa kamera menyerupai teropong (telezoom). Itu hanya salah satu.

Wildlife Photography

Genre Fotografi Wildlife Photography

Mirip dengan human interest photography, genre ini memfokuskan objek pada binatang, khususnya hewan buas di alam terbuka. Di luar negeri, tren aliran seperti ini sedang naik daun, namun tidak di Indonesia, terbilang hanya sedikit fotografer yang secara khusus mempelajari fotografi alam buas ini.

Ada beberapa faktor kemungkinan menjadi alasan mengapa wildlife photographer di Indonesia cenderung sedikit. Pertama, meski memiliki banyak alam, namun sedikit sekali satwa yang dilepas, kebanyakan berada di penangkaran. Kedua, perlu waktu dan biaya lebih untuk mengasah keandalan.

Food Photography

Genre Fotografi Food Photography

Genre selanjutnya adalah fotografi makanan. Seperti namanya, aliran ini hanya fokus pada objek gambar berupa kuliner, bisa juga minuman. Saat ini, dengan maraknya bisnis franchise food & beverages, fotografer dengan ahli di bidang ini sangat naik daun. Pasalnya, banyak dibutuhkan untuk materi promosi.

Namun, jangan menganggap remeh fotografi makanan ini. Meskipun terlihat gampang, tapi ternyata mempelajari tekniknya tidak semudah itu. Perlu taktik khusus agar hidangan yang menjadi objek foto dapat memicu rangsangan inderawi seperti hidung untuk aroma dan lidah sebagai indera pengecap rasa.

Still Life Photography

Genre Fotografi Still Life Photography

Pada aliran fotografi still life ini, objek yang digunakan dalam foto adalah benda mati di kehidupan sehari-hari. Hasil yang sering terlihat seliweran di dunia maya biasanya menampakkan benda-benda dari kayu seperti kursi, lantai, dan perabot lainnya. Namun, ternyata tak sebatas kayu saja bisa dipakai.

Pada dasarnya, semua benda mati boleh dijadikan objek foto di dalam aliran ini. Hanya saja, tugas berat seorang fotografer yang berkecimpung di still life photography ini adalah tentang bagaimana caranya menjadikan barang-barang tersebut seolah memilki karakter, emosi, perasaan, dan ceritanya sendiri.

Commercial Photography

Genre Fotografi Commercial Photography

Berbeda dari aliran-aliran fotografi sebelumnya yang menggunakan objek khusus pada temanya, untuk genre commercial photography ini, tak ada aturan main tertentu. Seorang fotografer bebas mengeksplor beragam objek, gaya, dan karakter. Tujuannya adalah untuk menangkap momen sebagai materi promosi.

Contohnya, apabila fotografer sedang menggarap projek produk makanan, sebut saja coklat, maka ia perlu mencari tahu terlebih dahulu objek apa yang sekiranya akan meningkatkan daya tarik konsumen untuk membeli. Maka, setelah itu, barulah ia mengatur emosi, karakter dan model sesuai konsepnya.

Fine Art Photography

Genre Fotografi Fine Art Photography

Seorang fotografer yang menekuni gaya fine art ini biasanya memerlukan waktu lebih panjang untuk mengonsep suatu tema pemotretan. Pasalnya, aliran ini hanya terfokus pada estetika saja. Bagaimana sebuah foto dapat menyajikan keindahan seni dan menonjolkan rasa kagum dan puas penontonnya.

Ini bukanlah hal mudah karena fotografer perlu menata betul setiap elemen yang ada di dalam gambarnya, termasuk juga alat seperti apa yang harus digunakan selama proses pengambilan gambar. Bisa dibilang aliran ini mirip abstrak, namun objek yang digunakan lebih terlihat jelas serta nyata.

Micro Photography

Genre Fotografi Micro Photography

Aliran micro photography ini cenderung banyak disenangi penonton maupun fotografer. Pasalnya, genre tersebut mudah dilakukan, tidak terlalu membutuhkan peralatan yang ribet, dan dapat menghasilkan karya penuh estetika dan seni. Seperti namanya saja, fotografi mikro fokus pada objek ukuran kecil.

Bahkan, bisa dibilang objek foto yang diangkat benar-benar kecil, seperti hewan kumbang, kepik, serangga lebah, laba-laba, dan lain-lain. Suasana yang ingin ditunjukkan adalah sisi kehidupan lain yang terkadang tak kasat mata. Biasanya memperlihatkan satwa kecil tersebut sedang makan atau tidur.

Macro Photography

Genre Fotografi Macro Photography

Kebalikan dengan aliran sebelumnya, macro photography adalah genre fotografi yang berusaha menampilkan ukuran objek foto yang besar secara real. Contohnya, gambar bodi pesawat terbang. Bagaimana caranya dalam satu karya yang dihasilkan, penonton mampu memperkirakan ukuran aslinya.

Untuk macro photography ini, fotografer perlu memperhitungkan skala perbandingan ukuran foto yang akan ditampilkan dengan besar objek sesungguhnya. Perhitungan ini digunakan untuk mengestimasi jarak dan ukuran lensa yang akan dipakai agar mendapatkan rasio gambar sempurna dan begitu nyata.

High Speed Photography

Genre Fotografi High Speed Photography

Aliran fotografi ke-16 ini mengedepankan kecepatan sebagai elemen utamanya. Pada genre ini, biasanya fotografer ingin menampilkan suatu kejadian yang tak bisa dilihat dengan mata telanjang dan secara cepat terjadi. Objek cenderung tak terpikirkan namun sebenarnya merupakan peristiwa nyata.

Contoh foto high speed photography yang sering terlihat adalah adegan balon pecah, semprotan cat, dan partikel-partikel lain saat dihempas ke udara bisa menyebar. Foto seperti ini ternyata cukup digemari masyarakat karena terbilang kreatif dan membutuhkan kehandalan tinggi agar timing bisa sesuai.

Black and White Photography

Genre Fotografi Black and White Photography

Sebenarnya aliran fotografi ini terbilang sangat dasar dan mudah dikuasai. Pasalnya, permainan yang kuat dalam genre ini adalah warna, sehingga tak perlu susah payah mengatur objek fotonya apabila dari segi tone color sudah mendukung. Perlu dipahami bahwa tidak semua black and white ini terlihat sedih.

Meski identik dengan emosi-emosi yang mengundang rasa kasihan atau sedih, namun ternyata tema ini banyak dipakai di berbagai macam foto. Black and white ini hanya soal selera estetika saja, terkait emosi dan karakter objek, tetap bisa diatur sesuai dengan keinginan fotografer. Bisa saja ceria, riang dan galau.

Motion Blur Photography

Genre Fotografi Motion Blur Photography

Genre fotografi ini sempat sangat viral dan booming di sekitar tahun 2010an. Foto blur saat itu membawa kesan menarik tersendiri. Setelah itu, banyak handphone yang kemudian melakukan produksi kamera penghasil efek “bokeh” atau remang di balik objek utama. Sangat digemari anak muda saat itu.

Namun berbeda dengan handphone, fotografer biasanya memfokuskan pada objek bergerak dan menggunakan teknik shutter speed untuk pengmbilan foto aliran ini. Umumnya, modelnya merupakan manusia dengan lingkungan yang ramai. Contohnya, seorang perempuan di tengah jalan raya siang hari.

Infrared Photography

Genre Fotografi Infrared Photography

Pada aliran ini, sesuai namanya, teknologi infrared menjadi bintangnya. Tak semua fotografer mau menggunakan konsep ini karena terbilang cukup ribet. Alat yang dibutuhkan tak sekedar kamera, tapi harus kamera digital dengan senstivitas tinggi, filter jelas (contohnya Wratten 89B), dan software editor.

Seringkali fotografer menggunakan konsep ini bekerjasama dengan tim yang memahami seluk beluk teknik digital. Selain itu, juga penggunaan program edit foto tingkat tinggi agar mendapat hasil maksimal dan sesuai dengan keinginan klien. Saat ini pun sedikit peminat untuk genre fotografi ini.

Night Photography

Genre Fotografi Night Photography

Seperti black and white photography, aliran ini sebetulnya merupakan hal dasar yang harus dikuasai oleh seorang fotografer. Tak ayal, pelanggan suka meminta melakukan pemotretan di tengah bukit dengan menonjolkan langit malam dihiasi bintang. Perlu perhatian khusus untuk pengaturan angel dan cahaya.

Biasanya, jika dilakukan di tempat terbuka dan luas, fotografer akan membawa perlengkapan pencahayaan yang besar. Namun, apabila di area sempit, biasanya cukup memaksimalkan sudut pengambilan gambar dan flash pada kamera. Bisa juga ditambah cahaya dari lampu kecil di dekat lensa.

Smoke Art Photography

Genre Fotografi Smoke Art Photography

Smoke berarti asap, ini merupakan unsur utama yang ditonjolkan dalam smoke art photography. Keunikannya ingin dibawa oleh fotografer adalah bentuk lekukan dari partikel-partikel gas, karena membentuk elemen tertentu. Sumber dari objek foto ini bisa dari mana saja, asap rokok pun juga bisa.

Biasanya, untuk menambah estetika dan nilai seni pada aliran ini, digunakan model untuk mencerahkan suasana. Contoh foto yang sering diambil dengan gaya ini adalah pemotretan untuk produk-produk seperti rokok, sisha, vape, bahkan juga hingga es kering untuk menghasilkan asap.

HDR

Genre Fotografi HDR

Apakah Anda merasa tidak asing dengan HDR? Ya, High Dynamic Range (HDR) adalah salah satu kemampuan dasar fotografi. Bahkan, saat ini juga sudah tersedia di berbagai smartphone. Tujuan utama dari penggunaan teknik ini adalah memaksimalkan pencahayaan tanpa bantuan alat eksternal apapun.

Biasanya, permainan teknik HDR ini mengoptimalkan daya tangkap lensa cahaya. Ada pengaturan tersendiri yang bisa diikuti oleh fotografer tentang HDR ini apabila menggunakan kamera manual. Namun, pada smartphone dan beberapa gadget lain, sudah bisa langsung otomatis tersetting ke level maksimal.

Panoramic Photography

Genre Fotografi Panoramic Photography

Genre foto yang ke dua puluh enam ini sama seperti HDR. Artinya, sudah tersedia di berbagai macam smartphone dan gadget keluaran terbaru, sehingga tidak perlu repot menggunakan kamera untuk mendapatkan karya foto yang sesuai kriteria aliran panoramic photography ini. Menarik sekali, bukan?

Pada dasarnya, elemen yang ingin ditunjukkan dari panoramic photography ini adalah bagaimana seorang fotografer dapat menangkap objek dengan keluasan pandang melebar secara horizontal. Jika Anda menggunakan smartphone, biasanya sudah disediakan teknik otomatis yang memudahkan.

Sekarang, Anda sudah mengetahui macam-macam genre fotografi. Kira-kira aliran mana yang paling menarik hati dan siap untuk dipelajari? Ingatlah, ketika memotret di area kurang familiar dan cenderung beresiko, selalu bawa alat keselamatan diri dan pelindung peralatan foto.

Tinggalkan komentar