Ikan Komet: Jenis dan Cara Budidaya

Bagi Anda yang suka memelihara ikan, ikan komet masih menjadi pilihan utama karena ikan jenis ini pemeliharaan dan perawatannya relatif mudah. Selain mudah dipelihara dan dirawat, ikan ini juga memiliki daya tarik tersendiri, yakni keindahan bentuk dan warnanya yang sangat mempesona.

Jika Anda serius ingin membudidayakan jenis ikan hias ini, ada cara mudah dan sederhana. Namun, sebelum Anda belajar tentang cara budidaya ikan komet, ada baiknya Anda mengenal jenis-jenisnya terlebih dahulu.

Jenis-Jenis Ikan Komet

Di toko atau pasar ikan hias, Anda dapat memilih banyak jenis ikan hias sesuai yang Anda suka.

Berikut ini jenis-jenis ikan hias yang banyak dijual di pasaran.

Ikan komet Sara

Ikan komet Sara

Dibanding jenis lainnya, ikan komet Sara merupakan jenis yang paling populer. Anda bisa dengan mudah mendapatkan jenis ikan komet ini baik di toko maupun di pasar ikan hias.

Baca Juga: Ikan Cupang Termahal

Untuk mengenali ikan komet Sara cukup mudah. Ikan ini memiliki 2 corak warna dominan merah dan putih. Yang unik dari ikan ini adalah bentuk dan ukuran siripnya. Ukuran siripnya bisa lebih panjang dari tubuhnya.

Ikan Komet Slayer

Ikan Komet Slayer

Memiliki sirip yang cukup panjang dan menjuntai, ikan komet Slayer termasuk yang banyak dibudidayakan sebagai ikan hias. Uniknya, siripnya akan tumbuh semakin panjang mengikuti bertambahnya usia ikan itu.

Ciri fisiknya hampir mirip jenis Sara. Yang membedakan adalah ukuran ekor komet Slayer yang lebih panjang.

Ikan Komet Hitam

Ikan Komet Hitam

Jenis ikan komet yang satu ini tergolong cukup istimewa.

Kenapa?

Dengan warna tubuhnya yang hitam seluruhnya menjadikan ikan ini sangat unik. Spesies ikan ini pun tergolong langka, karena tidak mudah untuk mendapatkan ikan komet Hitam ini.

Ikan Komet Hitam Putih

Ikan Komet Hitam Putih

Jenis ikan komet ini pastinya memiliki warna hitam dan putih. Ikan komet Hitam Putih ini cukup diminati para pecinta ikan hias karena gabungan warna hitam dan putih di tubuhnya membuat ikan ini menjadi sangat unik dan menarik.

Ikan Komet Merah

Ikan Komet Merah

Seperti namanya, ikan komet Merah memiliki warna dominan merah di sekujur tubuhnya, kecuali bagian sirip dan ekornya yang berwarna putih pucat.

Konon, bentuk tubuh ikan ini juga ideal, dari mulut hingga ujung ekornya. Tak heran jika ikan jenis double tail ini banyak diburu para pecinta ikan komet.

Ikan Komet Merah Hitam

Ikan Komet Merah Hitam

Tubuhnya dominan warna merah dan ada bagian-bagian tubuh yang berwarna hitam. Perpaduan warna ini tampak serasi dan menarik di tubuh ikan komet Merah Hitam. Apalagi dengan bentuk ekornya yang double tail, membuat ikan ini kian mempesona di dalam akuarium.

Ikan Komet Yellow

Ikan Komet Yellow

Sesuai namanya, warna tubuhnya dominan warna kuning dengan kombinasi warna putih. Selain warnanya yang kontras berwarna kuning, bentuk sirip dan ekornya juga sangat unik dan menarik dengan tampilan panjang dan double tail yang menjuntai.

Ikan Komet Marigold

Ikan Komet Marigold

Jika dilihat sekilas, ikan komet jenis Marigold mirip ikan mas dengan bentuk ekornya yang bercabang (double tail). Namun, jika diamati secara seksama, ada yang membedakan dari ikan mas biasa. Ikan komet Marigold punya warna yang kuning keemasan dan membalut sekujur tubuhnya.

Ikan Komet Harimau

Ikan Komet Harimau

Namanya cukup unik.

Kenapa disebut ikan komet Harimau? Karena warna tubuhnya yang belang-belang, perpaduan warna hitam dan orange, sehingga ikan hias ini mirip harimau.

Akuarium menjadi tempat yang banyak dipakai untuk memelihara ikan komet jenis ini. Corak warnanya yang unik menjadikan ikan ini terlihat indah di dalam akuarium.

Ikan Komet Tancho

Ikan Komet Tancho

Buat Anda yang masih awam dunia ikan hias, nama ikan komet Tancho tentu cukup asing. Namun bagi para pecinta ikan hias, mereka pastinya sudah sangat mengenalnya.

Konon, ikan komet Tancho masih satu garis keturunan dengan ikan koi Tancho, sehingga memiliki ciri-ciri fisik yang sama persis. Untuk membedakannya, butuh ketelitian dan ketajaman insting sebagai pecinta ikan hias.

Ikan Komet Sarasa

Ikan Komet Sarasa

Dibanding jenis ikan komet yang lain, komet Sarasa juga cukup populer dan banyak dibudidayakan sebagai ikan hias yang unik.

Kenapa unik? Tidak seperti jenis yang lain, komet Sarasa bisa tumbuh besar dengan bentuk ekor panjang dan menjuntai.

Ikan Komet Pancawarna

Ikan Komet Pancawarna

Pastinya ikan komet ini sangatlah unik. Memiliki gabungan lima 5 warna, komet Pancawarna termasuk salah satu jenis yang paling unik. Tak heran, jika ikan ini banyak diburu para pecinta ikan hias, khususnya ikan komet.

Bayangkan, yang lain hanya punya 1 atau 2 warna saja. Pancawarna punya 5 warna yang unik dan mengagumkan.

Ikan Komet Rain Garden

Ikan Komet Rain Garden

Memiliki warna dominan putih, ikan komet Rain Garden tetap mempesona dipandang mata. Tatapan matanya yang tajam serta warna siripnya yang bening semakin menambah daya tarik ikan yang banyak dipelihara di akuarium ini.

Ikan Komet Shubunkin

Ikan Komet Shubunkin

Shubunkin termasuk jenis ikan mas yang memiliki ekor bercabang (double tail). Bentuk dan warnanya sangat menarik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar ikan komet.

Warna tubuhnya yang merupakan perpaduan merah, orange, dan putih dengan bintik-bintik hitam di sekujur tubuhnya menjadikan ikan ini sangat unik dan menarik. Belum lagi, bentuk siripnya yang panjang di bagian bawah perutnya.

Ikan Komet Common

Ikan Komet Common

Ikan komet Common memiliki warna tubuh kuning keputihan dengan bentuk ekornya yang tunggal (single tail). Jenis ikan ini termasuk istimewa karena di waktu-waktu tertentu warna kuning keputihan di sekujur tubuhnya bisa berubah menjadi warna perak yang mempesona.

Cara Budidaya Ikan Komet

Cara Budidaya Ikan Komet

Selain untuk sekedar menyalurkan hobi, ikan komet juga sudah banyak dibudidayakan, baik menggunakan kolam maupun akuarium.

Berikut langkah-langkah budidaya ikan komet secara mudah dan benar dengan hasil maksimal.

Persiapan Tempat

Hal pertama yang harus Anda lakukan jika ingin membudidayakan ikan komet adalah mempersiapkan tempat budidaya dengan sebaik-baiknya. Anda bisa memilih tempat budidaya, bisa dilakukan di kolam atau di akuarium, dengan perawatan yang berbeda tentunya.

Pertimbangkan dengan matang, dan sesuai anggaran serta lahan yang tersedia. Jika Anda memilih menggunakan akuarium, Anda harus menyiapkan minimal dua akuarium – untuk pemijahan dan untuk memisahkan indukan dengan telur ikan.

Memilih Indukan

Setelah persiapan tempat selesai dilakukan, Anda harus bersiap untuk memilih indukan ikan komet. Pilihlah indukan yang berkualitas unggul dan berada di usia kawin. Hal ini bisa dilihat dari gerakan dan usianya yang menunjukkan ikan sehat.

Untuk usia pejantan dan betina, pilihnya yang usia 8 bulan. Ciri-ciri indukan ikan komet bisa dilihat dari bagian siripnya yang terdapat bintik bulat menonjol. Punya tekstur kasar dan akan keluar cairan putih apabila bagian perutnya diurut ke bagian genital.

Bagaimana dengan ciri indukan betina?

Punya bintik di bagian sirip, terasa halus saat diraba, perut lembek, warna lubang genital kemerah-merahan, dan akan keluar cairan kuning bening saat perut diurut ke bagian genital.

Membuat Tempat Pemijahan Akuarium

Cara budidaya ikan komet selanjutnya adalah dengan mempersiapkan akuarium sebagai tempat pemijahan. Akuarium dipilih karena lebih praktis dibanding kolam. Untuk akuarium pemijahan dibutuhkan ukuran 60 cm x 40 cm, dan tinggi 40 cm.

Pastikan sebelum diisi air akuarium harus dalam keadaan bersih dan bebas debu. Jika perlu, bersihkan akuarium terlebih dahulu dengan air mengalir menggunakan sabun. Cuci sampai bersih dan keringkan dengan lap menggunakan desinfektan agar akuarium benar-benar steril.

Jika Anda yakin akuarium sudah bersih dan steril, isilah dengan air hingga ketinggian 30 cm. Namun, sebelum air dimasukkan, sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam. Setelah air dimasukkan, masukkan eceng gondok lalu pindahkan indukan ke akuarium pemijahan.

Proses Pemijahan

Tidak butuh waktu lama untuk proses pemijahan. Umumnya, pemijahan hanya berlangsung beberapa waktu (mulai malam hingga dini hari). Agar memperoleh hasil maksimal, sebaiknya 1 akuarium diisi 1 ekor pejantan dan 2 ekor betina.

Tingkah laku indukan harus selalu Anda perhatikan. Coba perhatikan, apakah kedua indukan sudah saling berkejaran?

Proses pemijahan sudah dimulai jika mereka sudah saling kejar mengejar.

Bagaimana proses pemijahan dikatakan telah selesai? jika telur-telur ikan sudah menempel pada daun eceng gondok. Itu

Memisahkan Induk dan Anakan

Jika proses pemijahan dinyatakan selesai, Anda harus segera memindahkan indukan dari akuarium pemijahan. Jika Anda tidak segera memindahkan indukan ke aquarium lain, dikhawatirkan indukan akan makan anaknya sendiri.

Untuk telur-telur tidak dipindah. Tetap di akuarium pemijahan. Proses penetasan telur-telur tersebut biasanya memakan waktu tiga hari. Sambil menunggu telur menetap, jangan lupa Anda mengganti air akuarium secara rutin. Sama seperti saat pengisian pertama, air perlu diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam.

Memberi Makan Anakan Ikan

Setelah telur menetas, Anda tidak perlu buru-buru memberi makan anakan ikan. Umumnya, anakan makan pakan alami yang ada di dalam akuarium. Yang perlu dilakukan adalah segera mengeluarkan eceng gondok, begitu Anda melihat telur sudah berubah menjadi larva.

Jika anakan sudah memasuki usia 1 bulan, Anda perlu memberi makan dengan pakan seperti pelet atau remahan roti. Ketika sudah diberikan pakan, air biasanya cepat kotor, sehingga Anda harus rajin membersihkan atau menggantinya.

Untuk mempermudah penggantian air, sebaiknya Anda membuat saluran masuk air saat anakan berusia 15 hari. Anda juga bisa memberi pakan secukupnya agar air aquarium tidak cepat kotor.

Panen Ikan Komet

Ini saat yang ditunggu-tunggu dari usaha jerih payah Anda menjalani budidaya ikan hias komet. Panen ikan komet bisa dilakukan kapan saja, tidak ada patokan waktu, dan semua terserah Anda. Jika Anda menghendaki, dipanen pada saat ikan masih kecil-kecil pun bisa dilakukan.

Namun, jika Anda ingin menjual ikan komet ketika sudah berusia indukan, usia minimal ikan harus 8 bulan atau ketika sudah mencapai matang gonad.

Baca Juga: Jenis Ikan Air Tawar

Anda juga sebaiknya tidak memanen seluruhnya. Sisakan beberapa ekor untuk indukan sehingga nanti Anda tidak perlu membeli indukan lagi ketika ingin melakukan pemijahan. Anda perlu indukan untuk menghasilkan anakan dan dibesarkan kembali.

Inilah tips mudah dan sederhana untuk Anda yang ingin menjalani usaha budidaya ikan komet. Terdapat 15 pilihan jenis ikan komet dan Anda bisa memilih salah satu sesuai keinginan dan kedalaman pengetahuan mengenai jenis ikan yang akan dipilih. Semoga berhasil!

Tinggalkan komentar