Jenis Kucing Hutan

Jenis Kucing Hutan

Diposting pada

Kucing adalah salah satu jenis hewan yang keberadaannya cukup melimpah di muka bumi. Dan kucing yang tersebar di muka bumi ada banyak sekali jenisnya, beberapa adalah jenis aslinya dan beberapa adalah kucing turunan. Salah satu jenis kucing yang paling terkenal adalah kucing hutan.

Jangan salah mengartikan bahwa kucing jenis ini selalu berdomisili di hutan, karena nyatanya kucing tipe ini bisa dijadikan hewan peliharaan yang baik. Banyak sekali jenis kucing jenis ini yang ada di dunia, namun beberapa di antaranya terancam kepunahan karena berbagai alasan. Seperti tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan, tidak bisa mengembangkan keturunan, dan lain sebagainya.

Jika Anda penasaran apa saja jenis kucing hutan yang ada di dunia serta bagaimana cara merawatnya, simak ulasan ini hingga selesai.

Ragam Kucing Hutan Di Dunia

Jika Anda melihat kucing berkeliaran di sekitar, pastikan jangan menyamaratakan mereka. Karena jenis kucing pun berbeda, dan yang paling menarik untuk diperhatikan adalah jenis kucing yang biasa hidup liar di hutan. Jenis kucing atau suku Felidae ini memiliki sifat yang umum dan ukuran yang cukup beragam.

Di dunia ini, ada banyak sekali jenis jungle Felis, berikut ini di antaranya :

Kucing Emas Asia atau Pardofelis temminckii

Kucing Emas Asia

Salah satu jenis jungle Felis yang paling terkenal dan terancam punah di Indonesia adalah Pardofelis temminckii. Nama sebutan dari kucing yang satu ini adalah Kucing Emas Asia. Anda bisa langsung mengenalinya lebih mudah karena kucing ini memiliki wajah yang garang, hampir seperti harimau.

Secara umum, ukuran dari kucing ini lebih besar dari kucing lainnya. Namun begitu, ukurannya masih dianggap sedang karena tidak terlalu besar. Wajahnya hampir seperti harimau, dan itu membuat kucing jenis ini begitu diburu.

Pada tahun 2008, kucing Emas Asia diklasifikasikan sebagai kucing yang terancam punah karena jumlahnya semakin sedikit. Sehingga di Indonesia, kucing ini begitu dilindungi.

Ciri khusus dari segi fisik kucing ini adalah panjang tubuhnya yang berkisar antara 66 cm hingga 105 cm. Ukuran ini berlaku mulai dari ujung kepala hingga bagian badan. Sedangkan ekor, kucing Temminckii memiliki panjang sekitar 40 cm hingga 57 cm dan memiliki berat sekitar 3 kali dari berat kucing umumnya.

Baca Juga: Harga Kucing Hutan

Kucing Emas Asia memiliki daerah persebaran yang berkutat di kawasan Nepal, Tibet, Bangladesh, India, hingga Bhutan. Tak jarang juga kucing ini mudah ditemui di kawasan Asia Tenggara. Namun jika di Indonesia, jenis kucing Emas Asia hanya bisa ditemui di daerah Sumatera serta Kalimantan.

Kucing Emas Asia lebih duka hidup pada habitat yang memiliki cukup banyak batuan, yang biasanya dapat ditemukan di hutan hujan tropis serta subtropis. Mereka juga sering didapati pada daerah padang rumput yang luas. Untuk pola hidup, mereka lebih aktif pada malam hari walaupun ada juga yang sedikit lebih aktif pada siang hari.

Kucing Blacan atau Prionailurus bengalensis

Kucing Blacan

Jenis jungle Felidae yang cukup terkenal lainnya adalah Kucing Blacan yang memiliki nama latin Prionailurus bengalensis. Saat ini, ada cukup banyak nama panggilan dari kucing Blacan. Diantaranya adalah kucing congkok, macan Rembang, kucing kuwuk, meong congok, dan lain sebagainya.

Dalam bahasa barat, kucing Blacan sering disebut sebagai Asian Leopard Cats (ALC), dan memang kucing jenis ini hampir memiliki corak yang bisa dibilang agak mirip dengan macan tutul. Kucing yang satu ini merupakan kucing yang terancam punah sehingga kondisinya benar-benar dijaga oleh pemerintah Indonesia.

Di negara kita sendiri, ada 3 jenis kucing Blacan yang masih hidup, diantaranya adalah :

  • Prionailurus bengalensis borneoensis : kucing Blacan yang masih hidup di daerah Kalimantan.
  • Prionailurus bengalensis sumatranus : kucing Blacan yang hidup di daerah Sumatera.
  • Prionailurus bengalensis javanensis : kucing Blacan yang hidup di daerah Jawa dan Bali.

Jika dilihat dari segi fisik, kucing Blacan memiliki mata yang cukup lebar dan wajah yang hampir menyerupai macan. Selain itu, kucing ini juga mampu memanjat, serta pandai berenang. Kucing Blacan termasuk dalam hewan nokturnal, yang artinya lebih aktif pada malam hari.

Habitat dari kucing Blacan biasanya tersebar di daerah Korea, China, Rusia, Pakistan, Filipina, Indochina, dan Kepulauan Sunda. Pada ukuran normal, berat kucing Blacan bisa mencapai 10 kilogram. Biasanya, serangga, burung, dan tikus menjadi santapan sehari-hari kucing ini.

Kucing Batu atau Pardofelis marmorata

Kucing Batu

Kucing Batu memiliki nama latin Pardofelis marmorata, dan digolongkan sebagai jungle Felis yang terancam punah karena perburuan liar. Di wilayah negara kita, kucing Batu biasanya dapat ditemui di Kepulauan Sunda. Namun di luar negeri, kucing Batu bisa ditemui di daerah Asia Selatan serta Asia Tenggara.

Hingga sekarang, hanya ada sekitar 10.000 individu dewasa kucing Batu yang tersebar di seluruh dunia. Sehingga keberadaan kucing-kucing tersebut sangat dilindungi.

Tampilan fisik dari kucing Batu memang sepintas persis dengan kucing besar. Namun setelah diselidiki, ternyata pada gen kucing ini terjadi penyimpangan genetik, yang membuatnya lebih dekat dengan spesies kucing emas atau merah. Bahkan penyimpangan tersebut diduga telah terjadi sekitar 9,4 juta tahun silam.

Dari segi fisik, kucing Batu memiliki panjang tubuh sekitar 38 cm hingga 66 cm. Tubuhnya memang ramping, dengan panjang ekor mencapai angka 31 cm. Selain itu, kucing ini memiliki berat sekitar 1 hingga 3 kilogram. Perbedaan lainnya adalah telapak kaki yang berukuran agak besar dari kucing biasanya.

Kucing Merah Kalimantan atau Pardofelis badia

Kucing Merah Kalimantan

Salah satu jenis jungle Felis lainnya yang cukup banyak diburu orang adalah Pardofelis badia atau kucing Merah Kalimantan. Kucing yang satu ini sering dijuluki sebagai Bornean Bay Cat (kucing hutan Borneo) atau kucing yang berasal dari Kalimantan. Karena memang benar jika hewan ini merupakan hewan endemik yang berasal dari daratan Borneo.

Ciri-ciri yang bisa jelas dilihat dari jenis kucing ini adalah warnanya yang cokelat kemerahan. Selain itu, ada juga beberapa yang berwarna cokelat keabu-abuan. Warna pada bagian badannya memiliki tone yang lebih pucat dibandingkan dengan bulu yang ada pada kepalanya.

Tubuh dari kucing Merah Kalimantan biasanya ramping, dan bisa mencapai panjang tubuh sekitar 55 cm (dari kepala hingga badan). Sedangkan untuk bagian ekor, kucing Merah Kalimantan memiliki panjang sekitar 35 cm. Berat tubuh jenis kucing ini dapat mencapai hingga 4,5 kilogram.

Sebagai salah satu jenis kucing yang terancam punah, kucing ini juga termasuk dalam jenis yang dilindungi. Kucing Merah Kalimantan dapat dianggap sebagai nenek moyang kucing Emas Asia.

Kucing Macan Dahan Kalimantan atau Neofelis diardi

Kucing Macan Dahan Kalimantan

Kucing Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi) biasa disebut juga sebagai Macan Dahan (tanpa sebutan kucing). Kucing yang satu ini termasuk dalam jenis kucing yang dilindungi karena terancam punah. Status terancam punah ini diberikan pada Macan Dahan sekitar tahun 2006.

Kucing yang satu ini biasa ditemukan di daerah Tiongkok, Indocina, Asia Tenggara, dan India. Selain itu, jenis kucing ini juga mudah ditemui di daerah Kalimantan. Sebutan kucing hutan Kalimantan pun seakan melekat dengan kucing jenis ini.

Ciri-ciri dari kucing ini adalah berukuran sedang dengan panjang badan mencapai 95 cm. Selain itu, warna bulunya abu-abu kecoklatan dengan motif tutul hitam dan membentuk motif berupa awan. Motif tutul tersebut tersebar di seluruh badan termasuk kepala dan belakang telinga.

Kaki dari Macan Dahan lebih pendek namun disertai dengan telapak kaki yang lebih lebar. Selain itu, ekor dari Macan Dahan juga memiliki pola bintik berwarna hitam. Macan Dahan dikelompokkan sebagai hewan yang nokturnal, sehingga lebih aktif pada malam hari.

Kucing Bakau atau Prionailurus viverrinus

Kucing Bakau

Kucing Bakau Prionailurus viverrinus termasuk dalam jenis kucing liar yang biasanya dapat ditemukan di daratan Asia Tenggara serta Asia Selatan. Kucing jenis ini biasa hidup di kawasan hutan bakau. Jenis kucing ini dinyatakan sebagai salah satu yang terancam punah oleh IUCN pada tahun 2008.

Kepunahan dari kucing Bakau tidak lain dikarenakan oleh habitatnya yang semakin tergerus oleh kegiatan perusakan lahan oleh manusia. Seiring dengan habitatnya yang hilang, jumlah kucing Bakau juga menurun drastis. Walaupun merupakan jenis kucing liar, kucing Bakau pandai berenang dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya begitu cepat.

Kucing Hutan Jawa

Kucing Hutan Jawa

Jenis kucing hutan Jawa juga termasuk dalam kucing liar yang memiliki domisili habitat di pulau Jawa. Jenis kucing yang satu ini termasuk dalam hewan yang dilindungi pemerintah karena memang terancam punah. Hal ini dituangkan pada UU No. 5 tahun 1990 serta Lampiran PP No. 7 Tahun 1999.

Karakteristik dari kucing Hutan Jawa memang hampir sama seperti kucing kampung. Namun kucing jenis ini memiliki ukuran badan yang lebih besar daripada kucing kampung biasanya. Kucing Hutan Jawa memiliki bulu berwarna abu-abu gelap serta corak yang unik pada tubuhnya.

Sifat dari kucing Hutan Jawa adalah liar serta ganas, selain itu juga agak berbahaya jika Anda ingin menjadikan jenis kucing ini sebagai hewan peliharaan. Kucing jenis ini memiliki keahlian dalam memanjat, berenang, serta meloncat.

Macan Dahan Benua atau Neofelis nebulosa

Macan Dahan Benua

Macan Dahan Benua atau Neofelis nebulosa merupakan jenis kucing hutan yang tersebar di daerah sekitar Semenanjung Melayu, India, Indochina, RRC atau China, dan Asia Tenggara. Jika di negara kita, Macan Dahan Benua dapat ditemukan di daerah Sumatera serta Kalimantan.

Baca Juga: Jenis Kucing Persia

Ukuran tubuh dari kucing jenis ini dapat mencapai 95 cm, sehingga perawakannya lebih besar dan tegap daripada kucing biasanya. Selain itu, terdapat bintik-bintik hitam pada bagian kepalanya. Tak hanya itu, Macan Dahan Benua memiliki kaki yang relatif pendek dengan telapak kaki berukuran besar.

Itulah beberapa jenis kucing hutan yang perlu Anda ketahui. Selain berbagai jenis yang telah kami sebutkan, sebenarnya masih ada banyak jenisnya seperti kucing hutan Sumatera, kucing Kepala Datar, dan lainnya. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan