Komunikasi Bisnis: Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Bentuknya

Keahlian seorang promotor dalam mempromosikan barang bisa menjadi alat promosi yang paling efektif. Tidak heran jika mereka harus mempelajari beberapa ulasan terkait komunikasi bisnis agar berjalan lebih maksimal dalam pekerjaan. Dengan begitu, pelanggan lebih mudah tertarik.

Pengertian Komunikasi Bisnis

Beberapa pendapat dari tokoh memang bisa memahamkan saat mempelajari suatu hal, begitupun dengan komunikasi bisnis ini. Berikut beberapa ulasannya:

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Djoko Purwanto

Menurut Djoko Purwanto, pengertian komunikasi bisnis adalah komunikasi yang dilakukan dalam dunia bisnis. Hal ini terdiri dari beberapa bentuk di mana dijalankan (baik dengan cara verbal dan non-verbal) saat pengaplikasiannya.

Tujuannya adalah disesuaikan dengan kepentingan bisnis dari para pelaku komunikasi itu. Dengan begitu, dengan adanya komunkasi bisnis, suatu tujuan dari sebuah perusahaan bisa tercapai.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : William C. Himstreet

Menurut William C. Himstreet, komunikasi bisnis adalah proses pertukaran informasi menggunakan sistem yang biasanya digunakan, dikenal dengan memakai simbol-simbol dan sinyal. Selain itu, juga terdapat perilaku atau tindakan dalam melakukan komunikasi bisnis.

Baca Juga: Pengertian Pemasaran

Semua sistem yang digunakan tersebut bisa dipahami oleh semua pihak di dalamnya. Dengan begitu, akan membentuk kerjasama tim yang kuat.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Persing

Persing mendefinisikan komunikasi bisnis sebagai proses dalam menyampaikan arti menggunakan lambang-lambang. Di mana hal ini menyangkut unsur-unsur hubungan proses penyampaian serta penerimaan pesan dalam bentuk tulisan, lisan maupun non-verbal.

Kegiatan ini dilakukan dalam suatu kelompok atau organisasi dengan membayar seseorang untuk memproduksi suatu barang atau jasa dalam rangka memeroleh keuntungan.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Wyne Murlin Baty

Ini adalah seorang tokoh yang membantu Himstreet ketika memberikan pengertian komunikasi bisnis ini juga memiliki pendapat hampir mirip. Menurutnya, komunikasi dalam dunia bisnis tersebut merupakan sebuah proses pertukaran informasi antar individu.

Pertukaran informasi tersebut menggunakan sistem yang biasa dipakai, dikenal baik dengan menggunakan suatu simbol, sinyal, dan perilaku atau tindakan. Di mana sistem tersebut mampu dipahami oleh semua pihak dalam kegiatan komunikasi.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Anwar Arifin

Anwar Arifin mendefinisikan konsep komunikasi bisnis ada banyak makna di dalamnya. Makna-makna tersebut dibedakan dengan melihat proses sosial yang berlangsung. Untuk kemudian dipelajari sebagai ilmu sosial.

Para ahli ilmu sosial melakukan sebuah penelitian memakai pendekatan komunikasi bisnis dalam rangka mengetahui kaitan pesan dari perilaku seseorang pada suatu kegiatan.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Rosenbalt

Menurut Rosenbalt, komunikasi bisnis adalah proses pertukaran suatu ide atau opini, informasi, perintah, dan lainnya. Kegiatan ini dilakukan dengan cara personal maupun memakai tanda tertentu.

Penggunaan tanda-tanda maupun simbol-simbol tertentu dimaksudkan untuk mencapai tujuan suatu perusahaan atau bisnis tertentu.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Gary A.

Menurut Gary A, komunikasi bisnis adalah sebuah pertukaran informasi, gagasan, keterampilan, emosi, dan lain-lain. Dalam praktiknya, kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan simbol-simbol, gambar, figure, grafik, kata-kata, serta sejenisnya.

Semua aktivitas yang menggunakan sistem dalam melakukan transfer informasi tersebut dilakukan dalam ruang lingkup bisnis.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Shanon dan Weaver

Shanon dan Weaver memberikan definisi komunikasi bisnis sebagai bentuk interaksi di mana pihak terkait saling memengaruhi satu dengan lainnya. Ini dilakukan baik secara sengaja maupun tidak dalam berbagai hal.

Komunikasi bisnis dilakukan dengan meamakai berbagai jenis pesan, seperti bahasa, seni, teknologi, ekspresi wajah, dan lain sebagainya.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Roymon S. Ross

Menurut Roymon S. Ross, komunikasi bisnis adalah proses yang berisikan kegiatan memilih, menyortir, serta mengirimkan simbol-simbol tertentu. Tujuannya untuk membantu pendengar memahami makna pikirannya.

Maksud dari memahami makna ini adalah di mana pendengar mampu merespon pikirannya dengan apa yang dimaksud oleh komikator dalam suatu bisnis.

Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut : Hunghess dan Kapoor

Menurut Hunghess dan Kapoor, komunikasi bisnis memiliki arti sebagai kegiatan individu yang dilakukan secara terorgansisir. Tujuannya adalah untuk menghasilkan dan menjual suatu barang dan jasa dalam jumlah tertentu.

Kegiatan menjual barang atau jasa tersebut dilakukan dalam rangka mendapatkan keuntungan serta untuk memahami apa yang sedang dibutuhkan oleh masyarakat.

Teknik Komunikasi Bisnis

Teknik Komunikasi Bisnis

Teknik komunikasi digunakan untuk melakukan diskusi sebuah ide atau gagasan, menyampaikan pendapat atau opini, menjawab pesan, serta menjadi pendengar yang baik. Dengan begitu, suatu informasi disampaikan dapat diterima dan berani menyampaikan pendapat. Berikut ulasan lengkapnya:

Teknik Komunikasi Bisnis Verbal

Agar proses penyampaian pesan ini berjalan dengan lancar, maka harus dipertimbangkan beberapa hal. Salah satunya ialah mengolah nada suara serta ekspresi wajah. Hal tersebut menjadi penting dalam menyampaikan secara langsung (face to face) atau lewat telepon.

Ada beberapa kegiatan dalam komunikasi verbal yang biasanya dilakukan, yaitu:

  • Rapat (Business Meeting)

Ini merupakan sebuah pertemuan antara dua orang atau lebih yang dilakukan dalam rangka menentukan suatu tujuan. Aktivitas tersebut dapat dilakukan di dalam atau luar kantor untuk membahas hal-hal berkaitan dengan kegiatan bisnis.

Dalam kegiatan rapat bisnis ini memiliki beberapa jenis, seperti rapat informasional, motivasional, partisipatif, penjelasan, pemecahan masalah, perundingan, formal, informal, terbuka, tertutup, dan masih banyak lagi. Semuanya bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

  • Presentasi

Dalam hal ini seorang pebisnis melakukan presentasi di hadapan para audiens berkaitan dengan tujuan bisnis yang hendak dicapai. Dalam menjalankan kegiatan ini agar dapat berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan peralatan pendukung, seperti LCD proyektor.

Agar kegiatan ini efektif, maka harus dilakukan beberapa persiapan, diantaranya adalah menguasai materi komunikasi bisnis, memahami pengoperasian alat pendukung, menganalisa audiens, serta mengenal dekat lingkungan atau tempat melakukan presentasi.

  • Meeting Proyek

Meeting proyek merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjelaskan serta mendiskusikan proyek atau rencana bisnis tertentu. Ini biasanya dilakukan oleh pimpinan perusahaan dengan karyawannya.

Agar meeting berjalan efektif, maka lakukan beberapa persiapan, seperti menjadwalkan agenda sejak awal, tunjuk pemimpin rapat, buat aturan saat kegiatan berlangsung, atur durasi pertemuan, lakukan review setelah selesai, dan update informasi lanjutan melalui email.

Teknik Komunikasi Bisnis Non-Verbal

Teknik komunikasi kedua adalah non-verbal. Ini meliputi 55% bahasa tubuh, 38% nada suara, 7% kata-kata yang disampaikan. Dengan begitu, menjadi total 90% komunikasi dilakukan dengan menggunakan cara ini.

Maka komunikasi menggunakan bahasa tubuh di dalamnya termasuk gesture, gerakan, postur, eye contact (kontak mata), dan lainnya adalah aspek dalam non-verbal. Semua ini menjadi penting diperhatikan agar kegiatan dalam pertukaran pesan pada bisnis berjalan lancar serta efektif.

Komunikasi Bisnis Tertulis

Dalam melakukan komunikasi ini, di dunia bisnis juga menggunakan cara tertulis. Beberapa perusahaan biasanya menggunakan email atau media pesan eletronik dalam berkomunikasi dengan rekan satu timnya di era modern sekarang.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan komunikasi tertulis ini, yaitu:

  • Pendengar

Audiens menjadi hal penting untuk dipertimbangkan sebelum mengirimkan email. Dengan mengatahuinya, maka Anda bisa menentukan bagaimana cara penulisan pesan yang efektif sehingga dapat diterima dan mendapatkan feedback dengan baik.

  • Gaya

Gaya juga menjadi hal penting berikutnya saat melakukan komunikasi tertulis. Meskipun Anda tidak bertemu secara langsung dengan audiens, tapi cara penulisan juga dapat dilihat dan dirasakan. Sesuaikan pemilihannya dengan kebutuhan, misalkan mengirim email dengan pesan singkat dan jelas.

  • Formalitas

Dalam dunia bisnis tentu semua kegiatannya masuk ke dalam ranah formal. Dengan begitu, saat Anda mengirimkan pesan atau email kepada audiens harus memegang prinsip formalitas agar terlihat profesional. Hal ini tentu berbeda jika mengirim ke teman atau saudara di mana memakai bahasa santai.

Unsur Dalam Komunikasi Bisnis

Unsur Dalam Komunikasi Bisnis

Kegiatan yang dilakukan oleh seorang komunikator bisnis atau pemasar merupakan, yaitu berupa upaya untuk membantu dalam pengambilan keputusan serta mengarah agar calon pelanggan tertarik membelinya. Agar tugas ini berjalan baik maka kenali beberapa penjelasan unsur di bawah ini:

Persepsi

Setiap komunikator bisnis harus dituntut untuk mengetahui apakah pesan yang telah disampaikan berhasil diterima oleh tujuan audience atau tidak. Hal ini menyangkut bagaimana persepsi orang dala menerima pesan di dalam komunikasi tersebut. Maka dari itu, promotor perlu berupaya maksimal.

Akan sangat menjadi hal yang fatal apabila maksud dari tujuan komunikasi gagal disampaikan kepada calon pelanggan. Pada dasarnya kejadian ini disebabkan karena kurang menarik cara menyampaikan atau dikarenakan target pasar (tidak sesuai target) sehingga pendengar pun bisa mengabaikannya.

Ketepatan

Dalam menyampaikan maksud dari pesan yang akan disampaikan, seorang promotor harus menggunakan metode paling tepat agar bisa para audience berhasil menerimanya dengan cermat. Bahkan Anda harus menghindarkan jika mereka merasa gagal paham atau bahkan multi penafsiran.

Maka dari itu, kerangka pikir dalam berkomunikasi juga perlu dirancang agar berhasil menyampaikan apa sebenarnya maksud pesan yang disampaikan. Jangan sampai membuat calon pelanggan kebingunan dan berakhir kurang berminat sehingga produk tidak akan laku terjual.

Kredibilitas

Unsur selanjutnya yaitu kredibilitas. Seorang komunikator yang sedang berusaha untuk menyampaikan pesan kepada para audience harus memiliki keyakinan dan kepercayaan diri. Hal ini bisa membuat calon pelanggan bisa bertambah yakin dalam mendengarkan komunikasi tersebut hingga selesai.

Baca Juga: Prinsip Etika Bisnis

Jangan sampai Anda sebagai komunikator masih merasa kurang yakin dengan diri sendiri. Hal ini bisa dinilai oleh para audience, sehingga mereka merasa tidak begitu tertarik oleh pembawaan seorang promotor jika masih tidak percaya diri dalam menyampaikan suatu informasi mengenai produk.

Pengendalian

Di dalam suatu komunikasi harus ada tanggapan dari para audience baik berupa hal yang baik maupun buruk sekalipun. Nantinya komunikator dituntut untuk bisa mengendalikan mereka dengan memberikan jawaban kembali secara tepat sasaran dan diharapkan tidak akan melencen sama sekali.

Maka dari itu, seorang komunikator harus memahami dengan baik terkait materi yang akan disampaikan. Akan menjadi hal memalukan jika promotor tidak bisa menjawab atau memberikan tanggapan sebagai balasan terhadap feedback oleh para audience.

Kecocokan

Komunikator yang handal tentu bisa menjaga hubungan baik bersama para audience. Dalam berkomunikasi, mereka harus saling menemukan kecocokan sehingga komunikasi dapat dilakukan secara maksimal serta pesan dapat disampaikan tepat sasaran kepada pendengar.

Apabila kecocokan ini tidak bisa ditemukan maka akan menjadi hal yang sulit untuk melanjutkan sebuah komunikasi. Begitupun seorang komunikator bisnis kepada calon pelanggan terlebih jika promotor kurang mampu mengenali kebutuhan dari pendengarnya sehingga komunikasi hanya berjalan searah.

Tujuan

Suatu komunikasi bisnis harus memiliki tujuan sebelumnya yang sudah disepakati dari masing-masing organisasi. Dengan begitu, seorang komunikator akan lebih mudah dalam menyampaikan maksud dan pesan kepada pendengar secara jelas dan tidak kebingungan.

Tujuan dari komunikasi bisnis ternyata juga bermacam-macam. Biasanya akan menjadi hal yang berbeda jika target pasarnya pun beragam. Oleh karena itu, sebelum berkomunikasi kepada banyak orang, pastikan terlebih dahulu bahwa maksud dan pesan sudah dirancang dengan jelas.

Pertukaran

Hal ini mengarah kepada siapa yang sebenarnya akan mendengarkan komunikasi tersebut. Dalam hal bisnis maka perlu menargetkan calon pelanggannya sesuai kebutuhan dan tujuan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa penyampaian sudah ttepat sasaran.

Apabila komunikasi tidak bisa dilakukan secara tepat sasaran, maka seorng komunikator tidak akan mendapatkan tanggapan dari calon pelanggan. Misalnya saja, jika Anda mempromosikan susu ibu hamil kepada lansia laki-laki, tentunya mereka kurang tertarik untuk mendengarkannya.

Gagasan dan Opini

Hal ini menyangkut bagaimana cara penyampaian dari komunikasi bisnis itu sendiri. Anda perlu membedakan beberapa informasi seperti gagasan, opini dan instruksi sebelum menyampaikan kepada para pelanggan sehingga mereka bisa lebih mudah memahaminya.

Misalnya saja bedakan penyampaian antara opini dan instruksi. Tentunya keduanya memiliki cara penyampaian yang berbeda. Bahkan tujuan disampaikannya pun juga tidak sama baik untuk menarik pelanggan dalam ikut berpendapat dan membuat mereka tertarik mencoba suatu produk.

Menggunakan Saluran Personal atau Interpersonal

Unsur selanjutnya yang ada di dalam komunikasi bisnis adalah cara penyampaiannya menggunakan saluran personal ataupun interpersonal. Keduanya bisa memberikan maksud berbeda bagi pendengarnya, sehingga harus dipertimbangkan secara hati-hati agar mereka mudah menerimanya.

Saluran ini bisa Anda pilih dari beberapa jenis seperti tatap muka secara langsung atau menggunakan media dengan jumlah audiens bahkan jutaan. Keduanya tentu memiliki maksud penyampaian yang berbeda sehingga harus diperhatikan dahulu kelebihan dan kekurangannya.

Menggunakan Simbol Tertentu

Beberapa komunikator bisnis akan menggunakan beberapa simbol atau jargon tetrentu daam berkomunikasi kepada calon pelanggan, sehingga produk bisa lebih mudah dipahami. Namun hal ini juga harus dipertimbangkan dahulu agar target audiens juga dapat mengetahui maksudnya.

Jangan sampai Anda menggunakan simbol di dalam suatu komunikasi bisnis namun hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya. Tentunya hal ini bisa mengurangi efektifitas dalam berkomunikasi baik bagi komunikator maupun untuk calon pelanggan.

Apa Tujuan dari Komunikasi Bisnis?

Apa Tujuan dari Komunikasi Bisnis

Pada umumnya, komunikasi bisnis memiliki beberapa tujuan untuk dicapai sehingga bisa menjadi capaian bagi seorang komunikator. Beberapa di antaranya yaitu:

Memberikan Informasi

Tujuan utama yang harus dicapai oleh seroang komunikator yaitu memberikan informasi kepada calon pelanggan dan berkaitan dengan dunia bisnis. Misalnya adalah pemimpin perusahaan ingin membuka perekrutan pegawai baru dan harus mengumumkannya melalui media internet.

Dalam hal ini, setiap media yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Poin tersebut membuat efektifitas penyampaian informasi juga berbeda-beda sehigga harus dijadikan bahan pertimbangan.

Membujuk

Tujuan kedua dari adanya komunikasi bisnis adalah bermaksud untuk membujuk pihak lain sehingga apa yang disampaikan bisa diikuti. Hal ini sering disampaikan dengan penegarasan suatu kalimat agar mereka merasa lebih tertarik.

Selain itu, kedua pihak yang berkomunikasi juga harus bisa saling mendapatkan feedback sehingga tidak hanya pendengar saja mendapatkan informasi dan ajakan. Maka dari itu komunikator dituntut untuk dapat merespon tanggapan dari audiens.

Tujuan Komunikasi Bisnis Menurut Beberapa Pandangan

Tujuan Komunikasi Bisnis Menurut Beberapa Pandangan

Dengan memahami akan tujuan dari komunikasi bisnis, bisa Anda jadikan gambaran dalam merancangnya sebelum berkomunikasi kepada pihak pendengar. Pastikan bahwa kedua pihak dapat saling memberikan tanggapan sehingga dapat berjalan dua arah. Berikut ulasannya:

Menurut B Curtis, James J. Floyed dan Jerry L. Winsor

Tujuan komunikasi bisnis yang pertama kita ambil dari pandangan dari B Curtis, James J. Floyed dan Jerry L. Winsor (2004: 6). Yakni Menyelesaikan masalah dan membuat keputusan, mengevaluasi perilaku, dan pemenuhan kebutuhan. Berikut penjelasan singkatnya:

  • Menyelesaikan Masalah dan Membuat Keputusan

Dalam bisnis kerjasama sangat kita butuhkan guna meningkatkan kinerja perusahaan. Satu sama lain saling terjalin keterkaitan yang tidak dapat kita lepaskan. Salah satunya pada pengambilan keputusan, tentunya jika kita lakukan secara individu akan membuat bingung dan lebih repot.

Ketergantungan tersebut karena, setiap orang mendapat anugerah dengan kemampuan dan keahlian yang berbeda. Hal tersebut yang mempengaruhi pengambilan keputusan serta penyelesaian masalah, dengan keputusan tepat tanpa merugikan pihak manapun.

  • Mengevaluasi Perilaku

Penilaian baik buruk sangat berpengaruh pada pola pikir serta sikap yang seseorang lakukan. Untuk itu perlu adanya evaluasi guna mengetahui kinerja yang telah kita lakukan. Baik buruknya dapat kita diskusikan untuk kedepannya yang lebih baik.

Pimpinan perusahaan melakukan evaluasi terhadap kinerja yang kita lakukan oleh karyawannya, guna meningkatkan kualitas. Proses pengkoreksian tersebut tentu memerlukan kepekaan serta keahlian dalam berkomunikasi.

  • Pemenuhan Barang dan Jasa

Komunikasi bisnis sangat berguna dalam pemenuhan barang dan jasa, karena salah satu tujuannya yakni untuk mengetahui apa yang diperlukan masyarakat luas guna memenuhi kebutuhannya akan hal tertentu. Dengan begitu perusahaan dapat memberi pelayanan maksimal.

Dengan banyaknya peminat dari barang atau jasa diberikan perusahaan, maka dapat dipastikan bahwa laba yang akan didapat meningkat pesat. Jadi, selain menguntungkan konsumen pebisnis juga mendapatkan manfaat darinya.

Menurut Sutrisna Dewi

Sutrisna Dewi berpendapat bahwa tujuan komunikasi ada 4 yaitu informatif, pengendalian (Regulatory), persuasif, dan integratif. Pemahaman terkait hal ini bermanfaat guna meningkatkan kualitas perusahaan. Berikut ulasannya:

  • Informatif dan Pengendalian (Regulatory)

Pimpinan dari sebuah perusahaan serta seluruh anggota membutuhkan banyak informasi berbobot guna menambah pengetahuan untuk menunjang keberhasilannya. Bisnis sendiri akan berjalan jika kerjasama antar pelakunya terjalin dengan baik.

Informasi tersebut berkaitan dengan berbagai hal yang menyangkut dengan kemajuan bisnis nantinya. Hal tersebut adalah upaya untuk mencapai tujuan yang telah kita susun serta kita rencanakan sebelumnya, berupa prosedur, peraturan, perintah, dan lainnya.

  • Persuasif dan integratif

Persuasif sendiri adalah kemampuan mempengruhi lawan bicara. Dalam perusahaan tujuan komunikasi seperti ini sangat kita perlukan. Apa lagi oleh pemimpin perusahaan, sebab dengan cara tersebut setiap perintah ataupun informasi yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik.

Tujuan integratif dalam bisnis yakni, menciptakan satu kesatuan yang dapat membuat semua elemen gotong royong untuk membentuk kinerja memuaskan. Dalam membentuk hal itu, tentu membutuhkan kemampuan dalam berkomunikasi yang baik.

Menurut Purwanto

Menurut Purwanto (2011:88-89) ada tiga tujuan dari komunikasi bisnis, yaitu memberi informasi penting, melakukan persuasi, serta menciptakan persuasi. Jika hal itu dapat kita lakukan dengan baik, maka perusahaan dapat mengalami kemajuan signifikan. Berikut ulasannya:

  • Memberi Informasi Penting

Komunikasi yang baik merupakan kunci keberhasilan komunikasi bisnis. Misalnya saat melakukan kerjasama dengan klien yang memiliki pengaruh besar terhadap media. Hat tersebut berguna untuk menunjang nama baik dari perusahaan.

Perkembangan media berhasil membuat manusia lebih mudah dalam melakukan berbagai kegiatannya. Seperti halnya dalam bidang komunikasi, ada produk penunjang seperi smartphone, komputer, dan sebagainya.

  • Melakukan Persuasi

Persuasif sendiri berperan aktif dan sangat kita perlukan keberadaannya. Dalam hal ini yang maksudnya dari istilah tersebut adalah, komunikasi kita lakukan guna mempengaruhi komunikan atau meyakinkan seseorang terkhusus yang memiliki jalinan bisnis dengan perusahaan Anda.

Contohnya ketika suatu perusahaan sedang menawarkan kerjasama dengan pihak yang kita tuju, maka fungsi persuasif ini kita butuhkan keberadaannya guna mempengaruhi untuk melakukan kesepakatan sesuai kesepakatan.

  • Menciptakan Kolaborasi

Ketika perusahaan berhasil melakukan komunikasi serta menerapkan fungsi dari persuasif, maka kerjasama akan terbentuk sesuai tujuan awal yang telah kita susun dan kita sepakati. Dengan terjalinnya kolaborasi maka hasil dapat lebih maksimal.

Baca Juga: Strategi Pemasaran

Komunikasi bisnis merupakan proses pertukaran informasi yang kita lakukan untuk mencapai sebuah tujuan. Dengan melakukan kolaborasi berarti sebuah perusahaan telah mampu menjalankan tujuan komunikasi dengan baik.

Menurut Soeganda Priyatna

Komunikasi bisnis memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan barang yang kita perlukan oleh masyarakat. Secara lebih luas saat keperluan dari konsumen kita ketahui, dengan begitu produsen dapat memprediksikan produk dengan banyak pengguna.

Manfaat bisnis sendiri yakni untuk mendapatkan laba, guna memenuhi kebutuhan. penetapan tujuan tersebtu sebenarnya setiap organisasi maupun perusahaan memiliki ukuran tersendiri, yang berkaitan dengan target konsumen atau lokasi bisnis berada.

Tujuan Umum dan Tujuan Khusus

Tujuan Umum dan Tujuan Khusus

Tujuan umum dari adanya komunikasi bisnis adalah agar menjadikan usaha yang kita jalankan menjadi lebih efektif. Selain itu, juga mendukung perbaikan dari perusahaan penyedia barang atau jasa, guna memperbaiki pelayanannya serta memenuhi kepuasan konsumen.

Selanjutnya adalah tujuan khusus yaitu, menjalin hubungan kepada lembaga yang terkait dengan perusahaan, bisa dari karyawan, sesama pengusaha, konsumen, pemerintah, ataupun dengan berbagai pihak lainnya. Ada empat tujuan komunikasi bisnis lainnya yaitu:

Memberi Informasi

Saat suatu perusahaan mencari pegawai baru, yang kita lakukan memasang iklan lowongan kerja di berbagai media baik cetak, online, maupun elektronik. Hal tersebut merupakan contoh dari tujuan komunikasi bisnis dalam hal memberikan informasi.

Media yang berperan di dalamnya tentu memiliki kelebihaan masing-masing dalam menunjang persebaran informasi. Terpenting adalah tujuan dari komunikasi dapat tersampaikan kepada komunikan dengan baik tanpa terjadi miss informasi.

Melakukan Kerjasama

Melalui komunikasi bisnis seseorang dapat menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan, baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini tentu sangat penting bagi perkembangan perusahaan agar lebih terkenal serta memberi kinerja lebih maksimal.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, kegiatan satu ini lebih mudah kita lakukan. Perusahaan dapat menggunakan media berupa surel, media sosial, dan sebagainya. Hal tersebut membuktikan bahwa adanya alat komunikasi mempermudah menjalin kerjasama dengan banyak pihak.

Mempengaruhi

Dalam sebuah komunikasi salah satu hal yang terpenting adalah persuasif (mempengaruhi). Bertujuan agar informasi yang kita sampaikan dapat kita terima dengan baik, tanpa adanya salah pemahaman. Serta pesan di dalamnya dapat berdampak pada komunikan.

Dalam bisnis tujuan komunikasi satu ini sangat kita butuhkan keberadaannya. Misalkan saja aaat melakukan negoisasi dengan pihak klien atau lainnya, tentu akan membawa dampak besar. Bertujuan untuk memberi hasil terbaik dari usaha yang kita lakukan tersebut.

Intergratif

Tujuan komunikasi bisnis secara umum selanjutnya adalah integratif, yakni kerjasama antar tim dapat terkoordinasi dengan baik. Karenanya perlu kemampuan dan pemahaman komunikasi dengan baik dan benar.

Komunikasi bisnis dapat kita lakukan dengan cara verbal dan non verbal, yang kita lakukan secara berkesinambungan. Hal tersebut dapat mempengaruhi terhadap proses pengambilan keputusan dari sebuah perusahaan.

Berbagai Fungsi Komunikasi Bisnis

Berbagai Fungsi Komunikasi Bisnis

Selain tujuan, fungsi dari komunikasi bisnis juga harus kita perhatikan. Oleh karena itu, Anda harus paham betul terkait beberapa hal di bawah ini:

Akurasi

Hubungan bisnis tentu melibatkan dua atau lebih pihak. Di antara keduanya perlu terjadi komunikasi sehingga semua urusan dapat berjalan sesuai kesepakatan. Selain itu, akurasi terkait berbagai perjanjian pun bergantung pada hal ini.

Akurasi dalam dunia bisnis merupakan salah satu dampak yang paling kita harapkan sebagai fungsi komunikasi bisnis. Jika sebuah usaha kita jalankan tanpa percakapan dan diskusi, semuanya akan menjadi abu-abu. Hal tersebut dapat menghambat kemajuan perusahaan.

Kejelasan

Dalam dunia bisnis, kejelasan adalah salah satu hal paling penting. Strategi dapat terlaksana sesuai rencana jika semua dasar-dasar kita mengerti dengan jelas. Cara memperoleh hal ini, tentunya dengan komunikasi yang baik antara pihak bersangkutan.

Suatu bisnis yang tidak memiliki kejelasan antara pihak yang terlibat dalam kerja sama tentunya akan kacau. Bayangkan jika pihak A membuat sebuah perjanjian tetapi pihak B menafsirkan hal tersebut sebagai penafsiran lain. Tentu tidak akan tercapai tujuan sejalan.

Menjalankan Visi Misi

Visi misi secara garis besar merupakan hal yang ingin kita capai oleh suatu perusahaan beserta cara mencapainya. Proses tercapainya pun memerlukan komunikasi baik antara sesama karyawan, atau dengan pihak eksekutif. Mengapa begitu?

Tanpa komunikasi, sebuah bisnis akan sulit untuk menggapai visi misinya. Berbagai salah paham akan terjadi dan menghambat perkembangan usaha. Oleh karena itu, diskusi dan pembicaraan memegang peran penting agar tercapai pemikiran satu tujuan.

Mencapai Kenetralan

Netral merupakan sikap tidak condong ke salah satu sisi saja. Sikap ini dapat kita capai dengan adanya komunikasi bisnis yang baik. Berbagai informasi bisa kita sampaikan secara apa adanya dan kita terima sesuai awalnya pula. Bukan justru memberatkan suatu pihak.

Salah satu etika dalam melakukan komunikasi bisnis yang baik adalah dengan menyampaikan segala sesuatu tanpa menjelekkan atau menjatuhkan pihak tertentu. Hal ini nantinya akan mempengaruhi reputasi usaha nantinya.

Kebutuhan Sosial

Sebuah bisnis memiliki kebutuhan sosial baik antar sesama pendirinya, karyawan, ataupun masyarakat. Hal ini tentu bertujuan agar usaha tersebut terkenal oleh kalangan luas. Oleh karena itu, perlu komunikasi yang baik.

Kesuksesan suatu perusahan tentu dapat kita capai dengan cara pengenalan kepada masyarakat. Publikasi pun kita lakukan untuk lebih mengenalkan pada banyak kalangan. Di sinilah peran komunikasi bisnis posisinya sangat kita perlukan.

Kemudahan Perusahaan

Kemudahan dalam berbisnis dapat kita capai dengan berbagai strategi dan perencanaan. Namun, lagi-lagi semua itu perlu adanya komunikasi baik dalam hal diskusi dengan para karyawan atau mitra usaha.

Komunikasi juga merupakan suatu cara dalam bernegosiasi dengan pihak yang akan bekerja sama. Dengan bertukar pikiran tersebut, berbagai masalah dapat kita pecahkan untuk tercapainya keuntungan sesuai target perusahaan.

Mencapai Harmonisasi

Salah satu fungsi komunikasi bisnis adalah untuk menggapai harmonisasi. Keserasian dalam membangun sebuah usaha dapat kita peroleh dengan perbincangan yang lancar dan secara jelas baik antar karyawan maupun antara pegawai dan pihak eksekutif.

Harmonisasi dalam berbisnis juga dapat terjadi pada kerja sama antara dua pihak yang bersepakat. Tentu keduanya perlu melakukan diskusi dan lain sebagainya melalui komunikasi baik langsung maupun tidak. Oleh karena itu penting sekali untuk saling berbicara.

Pembentuk Karakter

Karakter suatu perusahaan penting untuk menonjolkan ciri khas dari bisnis tersebut. Hal ini dapat memberikan nilai lebih bagi suatu usaha di mata publik. Satu di antara banyaknya cara untuk meraihnya adalah dengan pengadaan komunikasi yang baik dan terarah.

Komunikasi dapat membentuk karakter suatu usaha misalnya melalui kerja sama antara berbagai badan usaha dengan satu frekuensi. Selain itu, dapat pula berupa pengenalan perusahaan kepada masyarakat, yang perlu berkomunikasi.

Instrumental Citra

Menurut penuturan M. Debashish, Cheney, M. Kent, komunikasi bisnis dengan masyarakat memegang peran instrumental dalam perkembangan citra atau reputasi sebuah organisasi atau perusahaan.

Komunikasi bisnis memegang peranan dalam meningkatkan citra perusahaan di masyarakat. Tentunya dengan aturan standar etika dalam berkomunikasi. Dengan begitu, suatu usaha akan orang kenal memiliki sikap yang baik dan bermartabat.

Perwakilan Isi Pikiran

Saat seseorang memiliki sebuah ide atau pemikiran mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bisnisnya, tentu yang harus kita lakukan adalah mengkomunikasikannya dengan rekan bisnis atau para karyawan. Berbagai diskusi dapat kita lakukan untuk mengungkapkannya.

Ide-ide untuk membangun suatu bisnis akan berakhir sia-sia jika tidak kita ungkapkan. Oleh karena itu, hadirnya komunikasi dalam bentuk tertulis atau lisan dapat menjadi jalan penuangan berbagai gagasan tersebut. Hal ini dapat membawa perusahaan lebih baik.

Pencarian Atensi

Sebuah perusahaan memerlukan atensi masyarakat agar usahanya terkenal dan mendapat kepercayaan sehingga mendapat keuntungan. Cara memperoleh atensi tersebut adalah dengan menggunakan promosi melalui berbagai media.

Promosi bagi suatu perusahaan merupakan salah satu penerapan dari komunikasi bisnis. Dalam hal ini perlu juga etika agar atensi yang kita dapat bukan berupa nilai negatif. Perhatian publik dengan nilai positif akan memberi keuntungan.

Mencapai Pemahaman Berbisnis

Setiap bisnis tidak hanya melibatkan satu pihak, paling tidak ada dua. Oleh karena itu, penting sekali adanya komunikasi ke pada para karyawan atau masyarakat luas. Bahasannya dapat mengenai informasi produk atau jasa yang kita tawarkan.

Pemahaman bisnis salah satunya berupa informasi produk atau jasa, yang mana perlu kita beritahukan ke calon konsumen. Selain itu juga para anggota perusahaan perlu mengetahuinya agar bisa menyokong promosi.

Etika Berbisnis

Komunikasi bisnis merupakan salah satu bentuk etika yang perlu setiap perusahaan miliki. Dengan cara berkomunikasi sesuai aturan kesopanan, maka reputasi dari suatu badan usaha akan menjadi lebih baik.

Reputasi baik sebuah perusahaan dapat mendatangkan profit yang menjadi tujuan berdirinya suatu bisnis. Dengan metode komunikasi bisnis beretika, banyak pihak akan merasa tertarik untuk bekerja sama dan juga jumlah konsumen dapat meningkat.

Mengatasi Globalisasi

Globalisasi merupakan suatu hal yang wajar terjadi seiring dengan perkembangan zaman ke arah depan. Dalam dunia bisnis, hal ini akan memengaruhi popularitas sebuah perusahaan. Maka dari itu perlu adanya inovasi-inovasi cemerlang dari para anggota.

Sebuah inovasi tidak akan terlihat atau terwujud tanpa adanya komunikasi. Baik dalam hal tertulis maupun lisan, berkomunikasi ini dapat menjadi jalan mengungkapkan ide-ide baru. Maka, akan tercipta perubahan ke arah lebih baik untuk kualitas bisnis semakin maju.

Klarifikasi Isu

Sepertinya tidak ada bisnis yang tidak pernah mengalami gangguan atau hambatan barang sekecil apa pun. Setiap perusahaan tentu pernah merasakan tiupan angin berupa ujian atau gangguan. Hal ini dapat berupa isu, kesalahan, maupun kecerobohan.

Fungsi komunikasi bisnis dalam mengatasi berbagai isu terkait adalah sebagai media klarifikasi untuk menjelaskan benar atau tidaknya suatu kabar. Jika ternyata salah, maka perusahaan dapat mengatakan bagaimana keadaan sebenarnya sebagai sebuah pembelaan.

Bentuk Komunikasi Bisnis

Bentuk Komuniksi Bisnis

Pada poin terkhir ini, Anda harus memahami terkait bentuk dari komunikasi binis itu sendiri. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut:

Komunikasi Bisnis Secara Vertikal

Komunikasi vertikal merupakan suatu hubungan dua arah antara beberapa pihak dengan tingkat hierarki tertentu. Misalnya hubungan karyawan dan eksekutif dengan arah atas ke bawah atau sebaliknya.

Dalam perusahaan, bentuk komunikasi bisnis secara vertikal ini tentu sangat penting mengingat setiap komponen tidak dapat bekerja sendiri. Para atasan memerlukan bawahan dan berlaku pula sebaliknya, karyawan membutuhkan atasan.

Komunikasi Bisnis Secara Horizontal atau Lateral

Berbeda dengan komunikasi vertikal, secara horizontal hubungan ini terjadi antara dua atau lebih pihak yang mempunyai tingkatan setara. Misalnya adalah diskusi antar karyawan di suatu perusahaan.

Komunikasi horizontal biasanya terjadi antar sesama karyawan di luar jam kerja perusahaan. Penyampaian, penerimaan, hingga proses membalas pesan umumnya kita lakukan dengan bahasa unformal mengingat lawan bicara memiliki posisi sejajar.

Komunikasi Bisnis Internal

Menurut penuturan Lawrence D. Brennan, komunikasi internal merupakan pertukaran berbagai ide antara para sadwan dari suatu perusahaan juga dengan strukturnya yang khas. Pertukaran informasi jenis ini dapat terjadi secara vertikal maupun horizontal.

Obrolan yang terjadi antar karyawan atau dengan atasan, dapat kita lakukan dengan berbagai media. Bisa terjadi secara langsung, melalui telepon, fax, hingga surat. Dengan begitu, suatu bisnis dapat berkembang dengan baik dan penuh inovasi.

Komunikasi Bisnis Eksternal

Komunikasi eksternal adalah bentuk berkomunikasi yang kita lakukan oleh suatu perusahaan dengan pihak di luarnya. Misalnya adalah hubungan antara usaha A dengan B. Karena zaman semakin maju, proses bercakap-cakap ini tidak hanya kita laksanakan secara atap muka.

Sedangkan Komunikasi eksternal terbagi menjadi dua, yaitu resmi (seperti press release, iklan, blog, rapat, surat, hingga pemasaran) dan tidak resmi (spionase industrial, external grapevine, hingga perdagangan internal).

Komunikasi Bisnis Secara Persona

Komunikasi persona merupakan bagian dari internal. Dalam konteks ini terjadi perbincangan antara dua orang dengan face to face atau pun melalui media. Jika hubungan ini berlangsung secara tatap muka, melibatkan dialog dan kontak pribadi, maka tergolong interpersonal.

Bentuk hubungan persona yang paling mampu sikap, pendapat, serta perilaku lawan bicaranya adalah komunikasi secara langsung. Hal ini juga dapat berlangsung melalui media atau alat seperti telepon, surat, dan lain sebagainya.

Komunikasi Bisnis Secara Kelompok

Berdasarkan pendapat Onong Uchjana Effendy (1981 : 161), definisi dari komunikasi secara kelompok adalah sebuah kondisi tatap muka ketika seorang individu berkomunikasi dengan sekelompok orang. Terdapat dua jenis, yaitu dalam skala kecil dan besar.

Komunikasi kelompok kecil merupakan hubungan antara seorang atasan dengan sekelompok karyawan. Dalam hal ini terdapat kemungkinan terjadinya feedback seperti pada briefeng. Sedangkan pada skala besar, pimpinan berkomunikasi dengan banyak sekali karyawan.

Komunikasi Bisnis Bergaya Informal

Salah satu bentuk komunikasi bisnis lainnya adalah dengan gaya informal. Hal ini terjadi antara komponen perusahaan yang memiliki tingkatan sejajar. Misalnya adalah perbincangan atau obrolan di tempat makan antar karyawan saat jam istirahat berlangsung.

Komunikasi bergaya informal ini dapat memberi dampak berbeda-beda, bergantung pada konteks percakapannya. Salah satu poin positifnya adalah berupa peningkatan keakraban karena dari perbincangan kedua atau lebih pihak menjadi semakin saling memahami.

Komunikasi Bisnis Bergaya Formal

Jara berkomunikasi secara formal biasanya kita lakukan pada situasi-situasi resmi. Contohnya adalah ketika berlangsungnya rapat besar antara perusahaan dengan mitra-mitranya. Dalam kondisi seperti ini akan tidak sopan jika berbincang dengan bahasa informal.

Penggunaan gaya berbincang formal juga dapat kita lakukan pada hubungan antara karyawan dengan atasan. Misalnya saat seorang staf sedang memberi penjelasan kepada par direktur. Maka tanggapan dari pihak eksekutif pun menggunakan bahasa resmi pula.

Komunikasi Bisnis Secara Verbal

Komunikasi verbal merupakan bentuk hubungan dengan melalui kata-kata. Atau dengan kata lain adalah berbincang. Hal ini merupakan salah satu komponen penting dalam membangun keselarasan antar anggota suatu perusahaan.

Dengan melakukan komunikasi lewat kata-kata, semoga lawan bicara akan dapat memahami maksud dan tujuan ucapan. Sebagai saran, bentuk perbincangan ini sebaiknya kita lakukan secara singkat tetapi semua inti pembicaraan berhasil tersampaikan dengan baik.

Komunikasi Bisnis Secara Non-Verbal

Terkadang tanpa sadar, antar anggota suatu perusahaan sering sekali terjadi komunikasi yang tidak melibatkan ucapan atau kata-kata. Misalnya pada saat seorang atasan melewati lobi dan para karyawan memberikan sapaan berupa senyuman ramah.

Komunikasi non-verbal merupakan jenis hubungan tanpa melibatkan kata-kata. Beberapa bentuk sederhananya adalah gesture tubuh, mimik wajah, hingga kontak mata. Fungsinya juga sebagai pelengkap dari kata-kata saat berbincang. Bisa kita bilang cukup penting.

Komunikasi Bisnis Melalui Tulisan

Komunikasi ini dapat kita lakukan melalui berbagai media, misalnya surat elektronik. Intinya, hubungan yang kita maksud bisa berupa simbol atau kata-kata yang kita tuliskan pada suatu alat. Entah itu dalam bentuk digital maupun cetak.

Dalam hal komunikasi melalui tulisan, tersampaikannya pesan dapat terpengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa pengaruh tersebut misalnya datang dari gaya tulisan, pengaturan tata bahasa, hingga kelugasan pemilihan kata tertulis.

Komunikasi Bisnis Melalui Lisan

Komunikasi lisan merupakan cara berhubungan dengan ucapan bisa kita bilang secara verbal. Dalam suatu bisnis, hal ini tentu sangat kita perlukan mengingat segala sesuatu perlu kita komunikasikan. Tanpanya, sulit sekali mencapai kejelasan.

Baca Juga: Manajemen Operasional

Bentuk-bentuk dari komunikasi lisan adalah pidato, percakapan langsung, hingga melalui media seperti telepon. Dalam berbicara, makna informasi yang kita sampaikan tidak hanya kita pengaruhi oleh kata-kata, tetapi juga intonasi, ekspresi, hingga gestur tubuh pembicara.

Komunikasi Bisnis Melalui Telepon

Telepon merupakan salah satu alat komunikasi paling banyak kita gunakan saat ini. Melalui benda elektronik ini, orang-orang dapat bekomunikasi dengan berbagai cara misalnya SMS, panggilan suara, hingga video call.

Dalam dunia bisnis, telepon memegang peran penting untuk kebutuhan komunikasi. Misalnya saat seorang atasan berada di luar kantor dan perlu memberi instruksi pada karyawan melalui sebuah panggilan. Contoh alat dalam hal ini adalah intercom, ISD, dan TSD.

Komunikasi Bisnis Grapevine

Komunikasi secara grapevine merupakan salah satu bentuk berkomunikasi secara informal. Dalam sebuah komunitas bisnis besar, jika para karyawan bekerja secara lebih dekat maka hal ini memiliki kemungkinan terjadi dalam berbagai macam bentuk.

Komunikasi ini kita anggap bersifat informal dan terkadang memiliki pola tertentu atau tidak sama sekali. Contoh-contoh darinya adalah gossip chain, single strand chain, cluster chain, dan probability chain.

Komunikasi Bisnis Diagonal

Sebutan lainnya adalah komunikasi silang. Tipe hubungan ini adalah pemotongan berkomunikasi dalam bentuk vertikal dan horizontal. Contoh penerapannya adalah saat karyawan tertentu berbicara dengan pimpinan pada cakupan wilayah berbeda.

Intinya, komunikasi bisnis ini tentunya memiliki tujuan layaknya bentuk berkomunikasi lainnya (mendapatkan informasi yang ingin dicari). Seperti dalam mencari tau mengenai penerapan prosedur kerja yang sudah ada untuk mengatasi permasalahan lingkungan usaha.

Tinggalkan komentar