Pengertian Lembaga Pendidikan

Lembaga Pendidikan: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenisnya

Diposting pada

Sebagian masyarakat belum tahu apa sebenarnya Lembaga Pendidikan, namun yang mereka tahu hanya sebatas contoh, yaitu sekolah. Dengan begitu membahasnya lebih jauh adalah keputusan tepat, sebab agar mereka tahu bahwa tidak hanya sampai disitu.

Pengertian Lembaga Pendidikan secara Umum dan Menurut Ahli

Secara umum lembaga pendidikan memiliki arti sebagai wadah atau tempat terjadinya sebuah proses belajar mengajar dan pendidikan pada peserta didik. Dapat juga diartikan sebuah organisasi yang diciptakan dengan tujuan memberikan ilmu ke semua lapisan masyarakat. Berikut pengertian menurut ahli:

Menurut Prof. Dr. Umar Titahardja dan Drs. La Sula

Mereka berdua berpendapat bahwa lembaga pendidikan adalah, sebuah tempat berjalannya atau berlangsungnya sebuah proses pendidikan khusus terhadap lingkungan masyarakat, sekolah dan keluarga. Dua ahli tersebut menjelaskan arti lembaga pendidikan dengan cangkupan lingkungannya.

Tidak ubahnya dengan sebuah pendidikan, lembaganya pun akan sangat berpengaruh pada lingkungan sekitar. Karena secara tak kasat mata lingkungan memiliki peran tersendiri dalam proses pembelajaran. Penerapannya juga selalu menjurus kesana, begitulah pengaruh besarnya.

Drs. H. Abu Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati

Keduanya memberikan pendapat yang berbeda tentang lembaga pendidikan. Mereka berpendapat bahwa lembaga pendidikan bertanggung jawab atas segala kegiatan proses pembelajaran. Dari pengertian umum memang terlihat bahwa tempat belajar mengajar, dari situ terbentuk tanggung jawab.

Baca Juga: Standar Nasional Pendidikan

Lembaga Pendidikan adalah sebuah organisasi yang bertanggung jawab atas berlangsungnya proses belajar mengajar yang dilakukan oleh para pendidik dan peserta didik. Itulah pengertian yang diberikan oleh kedua ahli diatas, intinya lembaga pendidikan menanggung jawab atas semua didalamnya.

Menurut Hasbullah

Beliau berpendapat, lembaga pendidikan merupakan tempat berlangsungnya sebuah pembelajaran ilmu dalam lingkungan masyarakat, keluarga, maupun sekolah. Hasbullah mengemukakan bahwa konteknya tidak hanya ada pada lingkungan tetapi proses pembelajaran dengan pemberian beberapa ilmu penting.

Dari definisi yang dikemukakan Hasbullah, pendidikan tidak sebatas hanya sebuah pelajaran sekolah, tetapi semua berhubungan melalui lembaga pendidikan. Seperti lingkungan, pendidikan memiliki cangkupan yang luas. Seakan jika membahasnya tidak ada habisnya tetapi memang begitulah.

Menurut Enung K. Rukiyati dan Fenti Himawati

Enung K. Rukiyati menjelaskan bahwa lembaga pendidikan selain sebagai wadah proses pembelajaran, di dalamnya juga perlu adanya sebuah arti budaya. Budaya yang dimaksud sebagian dari beberapa tata tertib dan harus disiplin menjalankan segala poinnya. Karena memang nilai budaya penting.

Nilai budaya dianggap penting karena berhubungan dengan moral dan perilaku individu. Maka dari itu Enung K. Rukiyati mengartikan lembaga pendidikan adalah sebuah wadah atau tempat berlangsungnya sebuah pembelajaran beberapa ilmu serta ditambahkan dengan nilai-nilai budaya di dalamnya.

Dengan beberapa pengertian lembaga pendidikan menurut ahli, dapat disimpulkan bahwa lembaga pendidikan tersebut memiliki banyak peran dalam segala pembelajaran pada individu. Baik itu budaya, pendidikan di sekolah, keluarga maupun masyarakat. Keberadaannya dianggap penting.

Fungsi-fungsi dari Lembaga Pendidikan

Fungsi Lembaga Pendidikan

Terbagi menjadi dua fungsi, yaitu fungsi menurut Horton and Hunt lalu fungsi berdasarkan jenis-jenis lembaga sosial yang juga akan dibahas dalam artikel. Pertama-tama akan membahas fungsi berdasarkan Horton and Hunt. Berikut beberapa fungsinya, tidak disangka perannya sangat berarti pada kehidupan.

Fungsi Manifest Pendidikan

Fungsi manifes adalah fungsi yang diketahui oleh individu pelakunya, dalam artian manifest sebagai fungsi nyata dan terlihat oleh pelakunya. Contohnya ada pada pendidikan keluarga, karena lingkupnya hanya berada di dalam rumah. Berikut beberapa fungsi manifes pendidikan menurut Horton and Hunt.

  • Mempersiapkan setiap individu masyarakat untuk mencari nafkah. Fungsi manifest sering juga disebut sebagai fungsi primer sehingga adanya lembaga pendidikan tentunya memberi pembelajaran sebagai bekal saat mencari pundi-pundi rupiah pada waktu yang tepat.
  • Mengembangkan bakat seseorang sebagai kepuasan pribadi dan bagi kepentingan masyarakat. Pengembangan bakat dimulai dari potensi yang dimiliki, saat potensi tersebut berkembang pastinya akan menjadikannya manusia berguna dan bermanfaat bagi orang disekitar.
  • Melestarikan kebudayaan. Seperti yang sudah dibahas pada pengertian, bahwa lembaga pendidikan tidak hanya mengajarkan satu hal tetapi budaya juga diterapkan sehingga bisa membantu peserta tahu setiap budaya. Secara tidak langsung, mereka ikut serta didalamnya.
  • Menanamkan keterampilan pada peserta didik dalam demokrasi. Keterampilan yang diasah dengan telaten akan menghasilkan karya menakjubkan. Dari situlah, peserta secara tidak langsung ikut serta dalam demokrasi sebuah lembaga pendidikan.

Fungsi manifest berperan sebagai fungsi primer dalam suatu lembaga pendidikan. Itulah mengapa setiap poin menggambarkan kegiatan yang hanya diketahui oleh pelakunya. Seperti pada poin pertama, bahwa mengikuti salah satu pembelajaran, dalam hati berniat sebagai bekal mencari nafkah.

Fungsi Laten Pendidikan

Memiliki arti sebagai fungsi tidak nyata, tetapi juga bisa diartikan sebagai fungsi sekunder. Dalam laten ini dijelaskan bahwa setelah melakukan fungs-fungsi manifest setelahnya, sebagai fungsi lembaga pendidikan laten akan mengambil alih. Berikut beberapa fungsi laten dari lembaga pendidikan:

  1. Mengurangi Pendidikan Orang Tua

Fungsi primer memang dilakukan di dalam keluarga karena hanya mereka yang tahu fungsi mendidik seperti apa. Pelimpahan wewenang mendidik anak-anak menjadikan tanggung jawab sekolah adalah fungsi sekunder dari lembaga sosial.

  1. Menyediakan Sarana Pembakangan

Yaitu sekolah memiliki potensi membangkang karena disana lingkungan pergaulan bersama dengan teman-teman menjadi faktor pendukung utama perubahan seseorang. Jadilah sekolah menjadi tempat memungkinkan sebagai sarana tersebut.

  1. Mempertahankan Sistem Kelas Sosial

Sekolah harus bisa mengajarkan perbedaan kelas-kelas sosial dilingkungan masyarakat nantinya. Dengan begitu, sekolah diharapkan mampu membuat mereka merasa memiliki kelas sosial yang setara minimal seperti orang tuanya.

  1. Memperpanjang Masa Remaja

Sekolah tidak hanya jenjang Sekolah Dasar sampai Menengah Atas, tetapi kuliah bahkan masih diminati. Dari situlah bisa dibilang sekolah akan menahan individu beranjak dewasa dengan tidak meminta segala biaya kepada orang tua.

Dari beberapa informasi, fungsi laten ini dijadikan sebagai “dysfunction laten” karena perannya dianggap akan menggagalkan fungsi manifest. Walaupun dianggap demikian, keberadaan fungsi laten diperlukan sebagai salah satu fungsi lembaga pendidikan, agar berhasil dalam mengembangkan ilmu.

Tujuan Lembaga Pendidikan

Tujuan Lembaga Pendidikan

Sebagai tempat yang dibutuhkan dalam masyarakat, tujuan lembaga pendidikan akan selalu disorot oleh khalayak ramai. Maka dari itu beberapa tujuannya pasti diperuntukkan bagi masyarakat luas terutama peserta didik di setiap lembaga. Berikut tujuan-tujuan yang mesti dicapai lembaga pendidikan.

Menjadikan Individu Mandiri

Lembaga pendidikan tidak hanya sekolah. Terdiri dari beberapa jenis sehingga menjadikan seorang individu mandiri adalah tujuan pertamanya. Semua masyarakat dari remaja sampai lansia diharapkan bisa selalu berdiri sendiri sebagai orang yang mampu mengemban segala masalah maupun beban hidup.

Mandiri dalam mencari nafkah dan pundi-pundi uang menjadi hal utama. Karena bahan dari kehidupan adalah uanh. Dari lembaga pendidikan tersebutlah seseorang akan dilatih secara mandiri dengan berbekal banyak ilmu dari segala bidang dan keterampilan yang sudah diajarkan dalam proses.

Membentuk Individu yang Kreatif

Mengajarkan beberapa keterampilan pada peserta didik diharapkan bisa dijadikan bahan untuk menjadi individu yang kreatif, dalam masyarakat maupun lingkungan kerja nantinya. Semua orang memiliki kemampuan kreativitas masing-masing, disitulah peran lembaga pendidikan dimainkan.

Lembaga pendidikan akan menggali potensi agar kreatifitas dari setiap individu terlihat tanpa memaksanya untuk memperlihatkan. Bisa dikatakan bahwa lembaga akan berusaha memberikan segala pembelajaran sebagai acuan menilai sampai mana kreatifitas masing-masing peserta.

Mengembangkan Potensi terpendam dari Setiap Individu

Setiap manusia dilahirkan dengan berbagai kelebihan tersendiri. Dari kelebihan itu bisa dijadikan sebuah potensi yang akan didasarkan pada minat. Minat tersebutlah, potensi akan keluar dengan sendirinya. Tujuan lembaga pendidikan akan mulai mengembangkan dengan sebuah proses.

Lembaga pendidikan memiliki tujuan mulia untuk kemajuan masyarakat. Karena percayalah bahwa seseorang akan memiliki minat yang nantinya berkembang bersama potensi dan proses. Jangan meremehkan diri sendiri atau orang lain, mulailah menggali minat dan cari potensi dalam diri.

Membentuk Pribadi yang Berilmu

Lembaga pendidikan pastinya akan mendidik seseorang dengan berbagai ilmu agar bisa dimengerti dan ditelaah secara logis bekerja sama dengan otak. Jangan jadikan ilmu sebagai hal sepele, walaupun sepertinya sederhana cangkupannya luas serta mampu menjadikan individu maju.

Baca Juga: Pengertian Profesi

Pribadi berilmu adalah seseorang dianggap mampu memposisikan dirinya di segala tempat dengan menerapkan berbagai ilmu yang sudah didapatnya. Ilmu tidak hanya tentang matematika atau teori pelajaran IPS tetapi luas. Bisa berpendapat di dalam masyarakat juga dianggap berilmu.

Mengembangkan dan Membentuk Pribadi yang berakhlak Mulia

Dalam pengertiannya sendiri lembaga pendidikan suatu wadah dalam mengajarkan nilai-nilai budaya. Disinilah mengapa budaya juga harus diajarkan. Karena tujuannya adalah mengembangkan dan membentuk pribadi berakhlak mulia. Budaya memiliki fungsi pembentukan moral dan akhlak baik.

Budaya konteksnya tidak hanya pada adat istiadat tetapi juga tata tertib, kedisiplinan dan tata krama juga sopan santun. Dari situlah akan membentuk sebuah akhlak mulia dari individu. Maka dari itu, lembaga pendidikan terus menerus akan mengajarkan serta mendidik dengan budaya.

Membentuk Seseorang yang Bertanggung jawab

Menjadi tujuan terakhir dan terpenting. Bertanggung jawab adalah sebuah kata yang mudah diucap tetapi terkadang sulit untuk dilakukan. Dari suatu hal kecil sampai besar, harus memiliki rasa tanggung jawab. Itulah mengapa mendidik menjadi seseorang seperti itu sangat penting.

Sekedar menjatuhkan sebuah piring, harus bisa bertanggung jawab sampai mencuri juga harus mau menanggung segala resiko sebagai konsekuensi tanggung jawab. Pribadi seperti itu mulai dianggap jarang. Di zaman serba modern, tanggung jawab menjadi kata yang sedikit terlupakan oleh masyarakat.

Tugas Lembaga Pendidikan sebagai Sarana Mendidik

Tugas Lembaga Pendidikan sebagai Sarana Mendidik

Untuk mewujudkan tujuan-tujuan tersebut, lembaga pendidikan dituntut melakukan beberapa tugas. Dari tugasnya tersebut, menjadi suatu harapan agar segalanya tercapai dalam sebuah proses sempurna di kehidupan. Semua usaha tidak akan mengkhianati hasil. Berikut beberapa tugas lembaga pendidikan:

Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar dengan Sebaik-baiknya

Lembaga pendidikan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan sebaik-baiknya kepada peserta didik dan dilaksanakan tidak hanya di sekolahan, tetapi keluarga maupun lingkungan masyarakat. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa lingkupnya terbilang luas dengan akses pengaruh tinggi.

Proses belajar mengajar yang biasa didengar dalam sekolah, bisa juga dilakukan di lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Karena lingkupnya besar, otomatis proses mendidiknya juga semakin besar. Mengajarkan dengan sebaik-baiknya merupakan tugas bijak yang wajib dilakukan.

Melaksanakan Pembelajaran dengan Jenjang yang Sesuai

Ketika akan mengajarkan suatu ilmu, pastinya harus dilakukan sesuai dengan jenjang yang benar. Mungkin jika lembaga pendidikannya adalah sekolah mudah saja, karena kurikulum sudah ditentukan. Poin yang terlihat sulit yaitu, saat berada dalam lingkungan masyarakat dan keluarga.

Mungkin jika keluarga, pemimpin ada pada orang tua, masyarakat berarti lembaga pendidikan harus mengadakan sosialisasi tentang semua hal yang menyangkut dalam tempat lingkungan tersebut. Misalnya di pedesaan, bisa memberi sosialisasi tentang bisnis menggunakan internet.

Memberikan Bimbingan Konseling

Semua peserta didik tidak hanya seorang siswa akan membutuhkan setidaknya satu atau dua sesi konseling, lebih mudahnya curhat. Lembaga pendidikan dituntut harus bisa tahu mana saja peserta yang membutuhkannya. Karena tidak semua dari mereka mau secara rela datang lalu berkonsultasi.

Biasanya konseling tersebut berhubungan dengan jenjang karir pendidikan atau minat dari mereka sehingga bisa memunculkan potensi. Dari konseling inilah lembaga memiliki akses masuk menuju masing-masing potensinya. Galian terbaik pastinya juga akan menghasilkan minat serta potensi hebat.

Membina Kerjasama yang Baik

Di dalam sekolah, lembaga pendidik diharapkan bisa menjalin kerjasama yang baik dengan orang tua maupun masyarakat. Karena lingkup lingkungannya yang luas, kerjasamanya pun harus memiliki jangkauan lebar. Termasuk dalam berkomunikasi pada orang tua peserta didik maupun masyarakat.

Dengan kerjasama yang baik, lembaga pendidikan memiliki kemudahan untuk mencapai semua tujuan. Kunci dari kesuksesan adalah mau dan tidak malu dalam berkomunikasi terhadap orang lain. Malu bertanya sesat dijalan, kiasan tersebut benar adanya. Karena itulah kerjasama harus dibangun intens.

Jenis-jenis Lembaga Pendidikan

Jenis Lembaga Pendidikan

Pembahasan yang sudah ditunggu-tunggu. Karena lingkupnya terlalu luas dan lebar, jenis lembaga pendidikan dibagi tiga. Setiap jenis memiliki ciri-ciri tertentu, dari situlah nanti masyarakat awam bisa membedakan masuk dalam lembaga yang mana. Berikut macam atau jenis lembaga pendidikan:

Pendidikan Formal

Sekolah adalah bentuk langsung dari pendidikan formal. Semua orang tahu bahwa sekolah memiliki berbagai macam tingkatan dari Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar, Menengah Pertama, Menengah Atas, Perguruan Tinggi, semua itu masuk dalam formal. Berikut beberapa ciri pendidikan formal.

  • Proses pembelajaran dilakukan di dalam sebuah kelas, yang memang sengaja disediakan oleh lembaga pendidikan formal sebagai sarana pendidikan berlangsung. Secara tatap muka, diberikan ilmu sesuai dengan kurikulum.
  • Guru dan Dosen adalah orang yang secara resmi ditetapkan oleh lembaga formal sebagai pendidik atau pengajar di setiap proses belajar mengajar di dalam kelas. Secara formal, perannya harus dihormati dengan segala sopan santun.
  • Mempunyai administrasi dan manajemen yang jelas. Administrasi disini bisa juga biaya untuk mengikuti sekolah formal tersebut, dengan nominal rupiah jelas tiap semesternya. Jadi, segalanya terlihat jelas dan tertata rapi.
  • Adanya batasan usia sesuai dengan jenjang pendidikan formal yang berlaku secara resmi. Selain sistem administrasi dan manajemen jelas, batasan-batasan usia juga ditetapkan sejelas-jelasnya. Sesuai dengan jenjang pendidikan formal yang akan dipilih sesuai umurnya.
  • Mempunyai kurikulum formal. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa lembaga pendidikan harus menyesuaikan dengan jenjang, berlaku di sini. Semua proses pembelajaran sudah disusun rapi berdasarkan sesuai kurikulum yang telah ditetapkan.
  • Adanya perencanaan, media, metode dan evaluasi setiap proses belajar. Proses evaluasi disini adalah ulangan harian, kuis, serta ujian nasional. Evaluasi tersebut untuk mengetes seberapa jauh peserta mengerti setiap pelajaran, juga sebagai acuan naik ke jenjang lebih tinggi.
  • Adanya batasan lamanya studi. Jenjang-jenjang yang dibicarakan diatas bisa juga dijadikan sebagai tolok ukur menyesuaikan batasan studi tersebut. Batasan tersebut untuk menentukan kurikulum pembelajaran. Tentunya semakin tinggi semakin sulit kurikulumnya.
  • Peserta didik atau dalam lembaga pendidikan formal disebut murid serta mahasiswa untuk perguruan tinggi, akan mendapatkan ijazah jika dikatakan lulus. Semua pasti memilikinya, bagi masyarakat yang mengikuti dari jenjang awal.
  • Setelah lulus, dapat meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan formal tertinggi ada pada Perguruan Tinggi. Biayanya bisa dibilang tidak murah, sebagian murid memilih berhenti, tanpa melanjutkan mengembangkan minat dan potensinya.

Lembaga pendidikan formal memiliki aturan-aturan dan tata tertib di setiap cabangnya. Dari tata tertib itulah, tujuan membentuk individu yang berakhlak mulia diharapkan bisa terwujud. Walaupun tidak masuk dalam pembelajaran, tetapi secara tidak langsung menjadi faktor utama keterlibatannya.

Lembaga Nonformal

Bisa dibilang lembaga nonformal menjadi pelengkap dari lembaga formal agar maksimal dalam pemberian ilmu bermanfaat bagi masyarakat. Lebih diutamakan bagi masyarakat sekitar, yang meliputi lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar dan sejenisnya. Berikut beberapa ciri nonformal:

  • Pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat. Tidak ubahnya dengan sosialisasi, pelaksanaan proses pendidikan berada di tengah lingkungan masyarakat. Seperti pada contohnya, lembaga kursus memang sebagai pendukung jalannya proses penyempurnaan lembaga pendidikan.
  • Guru bukan sebagai pendidik resmi tetapi sebagai fasilitator jalannya proses pendidikan. Karena pelaksanaanya berada ditengah masyarakat, otomatis walaupun memiliki pekerjaan sebagai guru, kebanyakan dari mereka menganggapnya pembimbing utama dari proses belajar.
  • Tidak ada batasan usia. Karena berfungsi melengkapi pendidikan formal, batasan usianya jelas tidak ditentukan. Lembaga nonformal ini lebih membantu masyarakat melengkapi jenjang pendidikannya menjadi lebih baik dari sebelumnya, jadi tidak akan membatasi umur pesertanya.
  • Materi pelajaran yang diberikan lebih ke praktis tanpa kurikulum apapun. Proses belajar mengajar dari pendidikan nonformal memang hanya sebatas diperlukan oleh peserta didiknya. Seperti sekolah kejar paket C, sebagai lembaga anak-anak yang tidak lulus saat sekolah.
  • Waktu pembelajaran singkat serta materi yang diberikan padat namun jelas. Dengan begitu walaupun hanya dibutuhkan untuk beberapa masyarakat saja, tetapi dalam prosesnya tetap ada materi dan diberikan secara singkat sesuai kebutuhan tiap-tiap peserta yang mengikutinya.
  • Mempunyai manajemen yang terukur dan searah. Walaupun terdengar seperti lembaga pelengkap, lembaga non formal juga didirikan dengan manajemen yang rapi, terukur juga terarah dengan baik dan benar, sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut.
  • Pembelajaran dalam lembaga non formal bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan khusus agar siap dalam memasuki dunia kerja. Dengan begitu sudah jelas, bahwa bisa dikatakan nonformal karena posisinya yang tidak bergantung pada kurikulum formal.

Keberadaan lembaga nonformal sangat dikenal sebagai lembaga permasyarakatan, karena letaknya di tengah lingkungan masyarakat dan bertujuan juga membantu mereka yang dirasa perlu mendapatkan ilmu tambahan sebagai peserta didik. Untuk menyempurnakan pendidikan formal dalam proses belajar.

Pendidikan Informal

Bisa dibilang sebagai lembaga pendidikan keluarga. Kehadirannya ada ditengah-tengah keluarga dengan orang tua sebagai pendidik utamanya. Keberadaannya tidak kalah penting dalam mendukung tercapainya tujuan lembaga pendidikan. Berikut beberapa ciri dari lembaga informal:

  • Pendidikan dan proses belajar mengajar akan terjadi secara terus menerus tanpa mengenal tempat dan waktu. Jelas sekali bahwa pembelajaran ditengah keluarga akan terus berlangsung karena semua peserta akan selalu kembali padanya untuk menajamkan lagi pemahamannya.
  • Guru pembimbingnya adalah orang tua. Seperti yang sudah dibahas bahwa peran orang tua sangatlah penting dalam segala hal tentang anak-anak mereka. Jadi, proses mewujudkan tujuan lembaga pendidikan akan sangat bergantung pada orang tua sebagai pendidik informal.
  • Tidak ada manajemen yang jelas. Karena melaksanakannya ditengah-tengah keluarga secara terus menerus tanpa mengenal waktu dan tempat, otomatis aturannya juga tidak terlihat secara nyata. Mungkin manajemen dalam keluarga itu sendiri dan hanya mereka yang tahu segalanya.

Adapun contoh pendidikan informal, yaitu ketika orang tua mengajari anaknya belajar memahami setiap pelajaran yang tampak sulit. Lalu seorang kakak mengajari adiknya belajar, serta cerita tentang pengalaman orang tua. Semua itu proses belajar secara tidak langsung dan jarang disadari.

Peranan Lembaga Pendidikan dalam Semua Lingkup Lingkungan

Peranan Lembaga Pendidikan dalam Semua Lingkup Lingkungan

Dalam proses mewujudkan setiap tujuannya, lembaga pendidikan memiliki beberapa peranan yang terbagi sesuai jenis cangkupannya di segala lingkungan. Karena setiap lembaga memiliki peranan berbeda-beda dalam proses pembelajaran yang terjadi. Berikut beberapa peranan pentingnya:

Lembaga Pendidikan Keluarga

Tanpa disadari bahwa sebenarnya keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar mewujudkan segala aspek lembaga pendidikan. Kegiatan seperti bercerita kepada anak menjadi salah satu proses belajar tanpa disadari. Berikut ini akan dijelaskan mengenai peranannya.

  • Pengalaman Pertama Masa Anak-anak

Dari semenjak lahir pun, lembaga pendidikan keluarga sudah berperan dalam memberikan pengajaran. Dari situlah mengapa pengalaman anak-anak harus ditanamkan secara baik dan benar agar kelak berguna saat memasuki masa sekolah.

  • Menjamin Kehidupan Emosional pada Anak

Peranan tersebut jelas sekali cocok untuk lembaga pendidikan keluarga, karena pastilah keluarga yang hanya bisa menjamin segala bentuk emosi pada anak-anak didiknya. Poin yang paling mengerti adalah keluarga itu sendiri bukan orang lain.

  • Menanamkan dasar Pendidikan Moral

Keberadaan lembaga pendidikan keluarga sangat dibutuhkan dalam memberikan dasar-dasar budaya sopan santun dan akhlak baik, karena dari situlah sebuah pendidikan moral akan berproses dengan sendirinya, tanpa membebani peserta.

  • Memberikan Dasar Pendidikan Sosial

Keluarga khususnya orang tua, pasti akan mengajarkan dasar nilai-nilai sosial dalam lingkungan masyarakat, contohnya seperti bergotong royong, membantu sesama dengan menumbuhkan rasa simpati dan empati. Begitulah seharusnya.

  • Menanamkan Dasar-dasar Agama

Sebagai hal utama pembentukan sebuah karakter dalam diri anak melalui nilai religius. Menjadi tolok ukur terciptanya pribadi yang bermoral baik, berperilaku terpuji, serta tahu posisi dari beberapa nilai penting dalam hidup khususnya agama.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Pendidikan

Peranan-peranan lembaga keluarga dirasa sangat dibutuhkan dalam pembentukan sebuah karakter pada anak. Dari karakter tersebutlah, mereka bisa menjadi pribadi yang baik dan berakhlak mulia seperti tujuan dari lembaga pendidikan. Begitulah seharusnya peran keluarga bermain dalam papan pendidikan.

Lembaga Pendidikan Sekolah

Setelah keluarga, lembaga kedua yang dibutuhkan perannya terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar adalah lembaga pendidikan sekolah. Sekolah menjadi lembaga utama mewujudkan tujuan-tujuan dari lembaga pendidikan. Peran-perannya berikut ini, semoga bisa membantu mereka mengerti.

  • Memberikan Interaksi Sosial Terhadap Orang Lain

Sekolah menjadi tempat bertemunya anak-anak dengan murid lain dan juga guru. Dari situ proses interaksi sosial berjalan sewajarnya tanpa dibuat-buat dan diharapkan menjadi salah satu penyesuaian yang baik untuk setiap pribadi.

  • Memberikan Kedisiplinan dengan Peraturan Dalam Sekolah

Beberapa rules dalam sekolah secara tidak langsung bisa dijadikan sarana membentuk karakter seseorang dengan disiplin intolerant. Yaitu memberi denda saat mereka berusaha melanggar setiap aturan yang ada.

  • Mempersiapkan Anak Didik

Diharapkan mereka menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama. Karena memang pendidikan bertujuan sebagai sarana berlangsungnya pembentukan pribadi yang baik dan benar dalam semua lingkungan, serta bermanfaat sebagai orang berilmu.

Di dalam lembaga pendidikan sekolah inilah, anak-anak dididik agar memiliki minat dan bakat, serta kecerdasan. Pembentukan dari semua aspek tersebut dirasa sangat wajar dan pasti didapatkan karena memang setiap proses kurikulum yang dibuat ditujukan sebagai penggali setiap minat jugs bakat.

Lembaga Pendidikan Masyarakat

Lembaga yang satu ini sering dinilai sebelah mata oleh beberapa kalangan. Karena terkenal sebagai lembaga pemasyarakat dan biasanya memiliki peserta dengan jenjang pendidikan tidak tinggi. Jangan salah, justru lembaga ini dapat mencetak pribadi berprestasi tanpa bertinggi hati. Berikut peranannya.

  • Penerapan dari Peranan Lembaga Keluarga dan Sekolah

Walaupun sering dipandang sebelah mata, justru disinilah letak dari proses pembelajaran nyata dari keluarga juga sekolah. Kareena lembaga pendidikan masyarakat memiliki pembelajaran yang luas serta mudah menjangkaunya.

  • Sebagai Fungsi Sosialisasi

Seperti yang sudah diketahui bahwa lembaga pendidikan masyarakat memiliki jangkauan yang luas dan peranan penting. Dari luas tersebut, terbentuklah suatu sosialisasi dalam berproses. Dari situlah seseorang akan mulai menjalani kehidupan nyata.

  • Penerapan Kontrol Sosial

Karena peserta didiknya berasal dari segala kalangan masyarakat dan umur, peserta diharapkan memiliki kontrol terhadap sikap dan perilaku. Disini peran lembaga masyarakat dibutuhkan sebagai kontrol sosial untuk beberapa peserta.

  • Melestarikan Budaya Masyarakat

Masyarakat pada umumnya memiliki budaya sendiri. Seperti contohnya bekerja sama menyelesaikan pekerjaan berat, dibutuhkan lebih dari sekedar rasa sosial tinggi dan semua peserta diharuskan memilikinya karena sudah menjadi budaya disitu.

  • Penerapan Fungsi

Poin ini meliputi seleksi, latihan dan pengembangan tenaga kerja. Fungsi seleksi digunakan lembaga masyarakat sebagai tempat belajar dalam mempersiapkan seleksi pemilihan pekerjaan, yaitu dengan memberikan pelatihan sebagai bentuk pengembangan tenaga kerja yang layak.

  • Memberikan Pendidikan dan Perubahan Sosial

Dari sinilah peran utama lembaga masyarakat untuk peserta didiknya. Pendidikan jelas akan selalu diberikan, sedangkan perubahan sosial akan terjadi bersama dengan proses membentuk sebuah pribadi didalam kehidupan nyata.

Walaupun mendapatkan penilaian tidak mengenakkan dari beberapa pihak, ternyata lembaga pendidikan masyarakat memberikan ruang khusus sebagai pembentukan peran lembaga keluarga dan sekolah serta memproses pembentukan seseorang secara nyata dalam bersosial di masyarakat.

Konsep yang harus dilakukan Lembaga Pendidikan sebelum Pelaksanaannya

Konsep yang harus dilakukan Lembaga Pendidikan sebelum Pelaksanaannya

Tidak ubahnya dengan lembaga lain yang akan memiliki konsep pelaksanaannya. Lembaga pendidikan juga memiliki konsep sebelum melaksanakan segala macam pembelajaran. Apapun itu lembaganya, dilakukan secara terperinci dengan sebuah rencana konsep matang. Beriku beberapa konsepnya.

Menyiapkan Kurikulum dan Bahan Pembelajaran

Menyiapkan beberapa kurikulum menjadi sebuah bahan pembelajaran dalam setiap proses. Kurikulum tersebut sebagai acuan memberikan pembelajaran pada peserta didik. Bukan hanya lembaga sekolah saja, semua lembaga membutuhkannya hanya berbeda pada penyebutan saja.

Kurikulum adalah bahasa diperuntukan bagi lembaga pendidikan sekolah. Untuk keluarga dan masyarakat mungkin bisa disebut sebagai materi pembelajaran. Dalam lembaga keluarga penetapan konsep tersebut disusun secara tidak resmi dalam artian mengalir dengan berjalannya proses belajar.

Mengelompokkan Peserta dari Bakat dan Minat Masing-masing

Pengelompokan ini berlaku untuk lembaga pendidikan masyarakat. Dengan begitu, pembimbing atau guru lebih mudah mengajarkan beberapa kurikulum sesuai dengan bakat dan minat peserta didik masing-masing. Bagi lembaga lainnya bisa juga diterapkan hanya saja berbeda cara. Potensi harus selalu ada.

Dari potensi itulah, bakat dan minat akan terlihat dengan sendirinya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Setiap peserta pastinya memiliki berbagai minat dan bakat tersendiri. Dari situlah mengapa saat sebelum mengaplikasikan harus dikelompokkan secara berurutan dan rapi.

Memastikan Semua Media Layak untuk Proses Belajar Mengajar

Suatu proses pembelajaran akan selalu membutuhkan sebuah media yang layak untuk semua peserta atau murid. Termasuk lembaga pendidikan keluarga. Konsep ini harus dipikirkan juga, bukan suatu hal yang tidak disarankan untuk dilupakan. Sebuah media layak dan mumpuni mendukung proses belajar.

Contoh saja fasilitas internet, ternyata menjadi media penting di jaman serba modern ini. Tidak dipungkiri semua kegiatan belajar mengajar sekarang membutuhkannya. Dari sinilah mengapa media harus layak sebagai bahan pembelajaran. Tidak hanya peserta tetapi pendidik juga akan diuntungkan.

Kelengkapan Alat Mengajar Lengkap tanpa Kurang

Selain media kelengkapan alat mengajar juga harus di konsep terlebih dahulu. Apa-apa saja yang dibutuhkan oleh pengajar untuk mendukung kegiatannya mendidik selama proses belajar mengajar. Alat-alat sederhana dan kecil terkadang terlupakan. Sejenis penghapus papan tulis sering lupa disiapkan.

Dari situlah mengapa sekedar hanya menyiapkan peralatan mengajar sangat diperlukan dalam konsep sebelum melaksanakan proses belajar mengajar. Memeriksa setiap kelengkapan peralatan dirasa menjadi persiapan terbaik saat memulai proses pembelajaran di setiap lembaga pendidikan.

Pembimbing atau Guru memiliki Kualitas terbaik

Mencari dan memilah guru atau pembimbing materi untuk setiap pembelajaran menjadi konsep kelima dan juga terpenting disiapkan. Karena mereka sebagai tolok ukur keberhasilan suatu pembelajaran. Proses terjadinya belajar mengajar sangat bergantung pada guru juga pembimbing.

Memilih guru atau pembimbing yang berkualitas menjadi keputusan tepat dalam menjalankan proses belajar mengajar. Salah satu tujuan dari lembaga pendidikan adalah membentuk pribadi yang berilmu, ini untuk mewujudkannya mencari guru atau pembimbing yang berkualitas salah satu pendukungnya.

Memastikan tempat Pembelajaran Layak dan Cocok untuk semua Peserta

Bukan hanya media dan peralatan tetapi menyediakan tempat yang layak dan laik juga harus dipersiapkan dengan memasukkannya dalam konsep. Tidak ubahnya dengan media, tempat yang baik serta nyaman akan mendukung proses kegiatan belajar mengajar sehingga lancar tanpa kendali.

Mewujudkan suasana yang menyenangkan bisa dilakukan dengan memperhatikan setiap tempat belajar mengajar hingga mampu mendukung jalannya proses pendidikan yang nyaman dan tentram. Karena kondisi sekitar ternyata menjadi faktor pendukung utama berjalannya pengajaran lancar serta aman.

Konsep-konsep tersebut terbukti bisa mewujudkan proses pembelajaran sempurna. Karena dengan konsep otomatis semua akan terencana sempurna serta baik. Sebuah konsep perencanaan yang matang tentunya menghasilkan pendidikan matang lalu diproses didik pada semua peserta tanpa kesalahan.

Strategi Lembaga Pendidikan dalam Proses Belajar Mengajar

Strategi Lembaga Pendidikan dalam Proses Belajar Mengajar

Setelah menata dengan rapi konsep, sebelum melakukan langsung di lapangan sebaiknya strategi juga ikut dipikirkan. Perang saja butuh strategi apalagi sebuah lembaga pendidikan yang akan mengajar tidak kurang dari 1.500 jiwa peserta. Maka dari itu semoga strategi berikut ini bisa membantu:

Fokus pada Tujuan dengan Penerapan pada Metode Pembelajaran

Fokus adalah kunci utama terlaksananya proses pembelajaran dengan sempurna. Tidak hanya dalam hal lembaga pendidikan tetapi terwujud dalam kehidupan sehari-hari, yang memang menuntut segalanya terfokus pada satu hal. Begitu juga dengan cara kerja lembaga pendidikan, berlaku untuk semuanya.

Tujuan dari lembaga pendidikan diterapkan pada metode pembelajaran dengan cara fokus dan mengkonsep setiap kurikulum yang harus diberikan pada peserta. Fokus pada tujuan membuat segalanya terasa lancar karena pikiran tercabang akan memecah segala rencana. Begitu juga dengan tujuannya.

Penerapan Kurikulum Pembelajaran sesuai dengan Kemampuan Peserta

Kurikulum atau sistem pembelajaran sangat diperlukan untuk melaksanakan setiap proses belajar mengajar di setiap lembaga. Dari situlah mengapa penerapan yang disesuaikan dengan kemampuan peserta, dirasa sangat perlu dalam strategi proses pembelajarannya. Karena fokus pada bakat.

Seperti yang dibahas pada poin pertama, bahwa fokus sangat dibutuhkan seseorang untuk mewujudkan segala rencana atau tujuan dalam hidup. Maka dari itu, tujuan strategi tersebut salah satunya adalah terwujudnya beberapa passion bahkan obsesi individu terhadap cita-cita yang ingin diraih serta dituju.

Singkirkan Pemikiran Idealis, masukkan Ide Realistis

Jangan sampai mengikutsertakan pemikiran idealis dalam strategi pembentukan pribadi-pribadi berkarakter yang berilmu. Karena idealis akan menjadi jebakan tergila untuk lembaga pendidikan. Sebagai lembaga pendidikan harusnya membantu terciptanya sebuah tujuan bukan memaksakannya.

Coba lihatkan beberapa pemikiran realistis dan campurkan dengan beberapa ide terbaik dalam penerapan strategi pembelajaran suatu lembaga pendidikan. Baik itu sekolah, keluarga ataupun masyarakat, karena idealis akan menghancurkan segala hal realistis di dalam kehidupan berilmu.

Mendidik bukan Mengatur

Strategi yang satu ini sangat jelas sekali perannya. Sama seperti, jangan mencoba menggurui tapi saling memberi. Begitulah seharusnya proses pendidikan berlangsung. Karena terkadang ada beberapa guru atau pembimbing merasa berkuasa sehingga mendidik dengan otoriter, seakan-akan mengatur semua.

Peserta didik khususnya anak-anak membutuhkan didikan yang ‘ngemong’ bukan cercaan menyuruh seolah olah mengatur. Tipe mendidik seperti itu tidak akan bisa menjadikan mereka menurut justru sebaliknya. Strategi pembelajaran dengan ngemong ini tadi dijadikan acuan keberhasilan tujuan lembaga.

Mengayomi pada Setiap Peserta Didik

Jika peserta didik menghormati setiap guru dan segala pelaku dalam lembaga pendidikan, kita harus bisa membalas dengan mengayomi mereka. Tidak merendahkan atau membentak secara mentang-mentang, karena buka begitulah cara mendidik seseorang yang benar. Khususnya bagi anak-anak.

Tidak ubahnya dengan poin sebelumnya, bahwa mereka butuh diayomi sebagai murid. Dengan begitu rasa hormat yang berlebih akan didapat dari mereka. Begitulah strategi pembelajaran yang benar sehingga bisa menghasilkan pribadi sempurna juga mewujudkan setiap poin tujuan dari lembaga.

Manfaat Lembaga Pendidikan untuk Masyarakat

Manfaat Lembaga Pendidikan untuk Masyarakat

Menjadi sebuah wadah dimana masyarakat mengandalkannya sebagai pusat mendapatkan berbagai ilmu, keterampilan serta mengatasinya, lembaga pendidikan memiliki manfaat bagi mereka. Secara logika, posisinya pasti sangat bermanfaat bagi masyarakat dan berikut manfaat lembaga pendidikan.

Tempat Mengadu Segala Candu Berilmu

Salah satu manfaat dari lembaga pendidikan yang jelas tersirat adalah sebagai tempat mengadu bagi yang ingin menambah ilmu. Karena memang keberadaannya menjadi bentuk nyata dari pusat pendidikan bagi semua lapisan masyarakat yang ada di sekitar kita tanpa memandang kasta.

Disitulah mengapa masyarakat sangat mengandalkannya dalam menambah segala ilmu bahkan menguasai segala keterampilan yang ada. Bukan hanya mengasah, memulai dari awal untuk mengetahui minat juga terbilang bisa dilakukan oleh segala bentuk lembaga pendidikan, masyarakat juga keluarga.

Sebagai Pusat Belajar dan Menimba segala Pengetahuan

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa lembaga pendidikan adalah pusatnya berbagai ilmu, pengetahuan juga keterampilan. Dari peserta didik yang tidak mengerti apapun bisa menjadi pribadi sangat berilmu karena pembelajaran lengkap pemberian lembaga pendidikan.

Dengan manfaatnya sebagai pusat pembelajaran, membantu segala masyarakat dari berbagai lapisan mendapatkan ilmu. Jika ada kemauan, orang buta aksara saja bisa membaca dengan bantuan dari lembaga pendidikan. Disitulah mengapa masyarakat begitu terbantu atas kehadirannya.

Membantu dalam Mengembangkan Berbagai Bakat dan Minat

Mengembangkan sebuah bakat dan minat menjadi tujuan utama sebuah lembaga pendidikan, jadi setiap bakat terpendam yang tidak sadar bisa digali dengan bantuan jenis-jenis lembaga pendidikan. Terutama lembaga pendidikan masyarakat, memang ada untuk mengembangkan setiap minat.

Lembaga pendidikan sekolah bisa tetapi menuntut sebuah proses yang tidak sebentar, jika pendidikan masyarakat ada memang karena untuk menyempurnakan segala ilmu dengan tanpa batas umur. Keterlambatan dalam menuntut ilmu dapat dibantu melalui lembaga pendidikan masyarakat.

Memberikan Media Pembelajaran yang Layak

Tersedianya media pembelajaran yang mumpuni memberikan manfaat tersendiri bagi setiap peserta didik. Karena fasilitas media yang baik dan layak mempengaruhi ketertarikan individu untuk terus mengikuti segala proses pembelajaran dalam lembaga pendidikan yang dipilih menjadi perantara.

Sekarang pemerintah sedang menggalakkan lembaga pendidikan layak dan laik untuk masyarakat. Termasuk menyediakan media mumpuni untuk mendukung setiap proses belajar mengajar. Dari situlah lembaga pendidikan bermanfaat sebagai pusat pendidikan layak bagi mereka yang membutuhkan.

Memberikan Ilmu yang Bermanfaat

Selain memberikan pendidikan pastinya lembaga pendidikan juga akan memberikan ilmu yang bermanfaat pada setiap peserta didiknya. Ilmu-ilmu tersebut tidak terbatas serta memiliki nilai-nilai yang bahkan setiap orang memilikinya. Dengan begitu selain perannya, ilmunya juga bermanfaat.

Baca Juga: Pengertian Administrasi Pendidikan

Karena tujuannya adalah membentuk pribadi berakhlak mulia, pastinya lembaga pendidikan akan memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat berupa terapan nilai-nilai sosial yang biasa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari lembaga sekolah sampai lembaga masyarakat semua akan mengajarkannya.

Mencetak Generasi dengan Nilai-nilai Moral yang Baik

Salah satu nilai yang bermanfaat di poin sebelumnya adalah nilai moral. Moral sendiri terdiri dari berbagai jenis, tetapi dalam lingkupnya nilai tersebut sudah bisa mencetak pribadi yang berakhlak mulia. Karena moral berhubungan dengan berbagai tindakan terpuji di masyarakat.

Nilai religius juga termasuk dalam moral. Generasi dengan budi pekerti yang baik tentunya akan tercermin dari bagaimana dia taar dalam menjalankan perintah agamanya. Lembaga pendidikanlah yang memiliki tugas mencetak generasi seperti itu dan menjadi tujuan dari awal.

Perbedaan Lembaga Pendidikan dan Lembaga Sosial Pendidikan

Perbedaan Lembaga Pendidikan dan Lembaga Sosial Pendidikan

Lembaga pendidikan dan lembaga sosial pendidikan memiliki peran yang berbeda. Lingkup kerjanya bersama tetapi penetapan peraturannya berbeda. Jadi lembaga pendidikan adalah tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dengan adanya pendidik atau guru sebagai pembimbing.

Sedangkan lembaga sosial pendidikan adalah tempat dimana perannya sebagai pengatur tata cara untuk pelaksanaan kegiatan lembaga pendidikan. Selain itu, juga mengatur segala berlangsungnya interaksi hubungan antara peserta satu dengan lainnya. Dilihat dari pengertiannya, keduanya berhubungan erat.

Pengetahuan dan ilmu tentang lembaga pendidikan dirasa sangat cukup dimengerti dari awal sampai pada titik penutupan. Pengertiannya sudah menggambarkan bahwa perannya sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Karena sebagai pusat menuntut ilmu untuk setiap kalangan.

Tinggalkan Balasan