Pengertian Manajemen Aset: Tujuan, Siklus & Tugas

Dunia bisnis pastinya mempunyai beberapa kekayaan yang harus diolah sedimikian hingga mencapai titik tertinggi. Untuk mengelolanya, dibutuhkan prinsip dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, berikut penjelasan tentang pengertian manajemen aset: tujuan dan tugas manajemen aset.

Apa Itu Manajemen Aset?

Apa Itu Manajemen Aset

Aset merupakan hasil kekayaan yang di miliki oleh perseorangan atau perusahaan. Dapat berbentuk fisik (tangible) dan tidak berwujud (untangible). Sedangkan, manajemen disini yang di maksud yaitu planning, organizing, leading dan controlling yang akan menghasilkan bisnis kompeten dan mencapai tujuan.

Baca Juga: Pengertian Peluang Usaha

Pengertian manajemen aset adalah prinsip pengambilan keputusan dan penerapannya sesuai dengan penggunaan, perolehan dan penyabaran atau pendistribusian. Pengelolaan suatu kekayaan sebaiknya menggunakan proses tersebut agar perusahaan atau bisnis tetap berjalan dengan baik.

Pengertian lainnya, manajemen aset adalah proses sistematis untuk penanganan, peng-upgradean, pengoperasian dengan cara menekan biaya melalui pemeliharaan, akuisisi, penghapusan dan rehabilitasi sehingga dapat tercipta tujuan yang efektif dan efisien.

Pengertian Manajemen aset Menurut Para Ahli

Pengertian Manajenem aset Menurut Para Ahli

Menurut Gima Sugiama, pengertian asset management ilmu dan seni untuk memandu manajemen kekayaan yang mencakup proses perencanaan kebutuhan aset, memperoleh, menginventarisir, mengaudit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membuat atau menghilangkan dan mentransfer aset secara efektif.

Kaganova, manajemen aset yaitu proses pengambilan keputusan dan implementasinya sesuaii dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut. Danylo, manajement aset yakni metodologi untuk secara efisien dan adil mengalokasikan sumber daya di antara tujuan dan sasaran.

Dolli D. Siregar, Manajemen Aset ialah suatu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang atau populer di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi. Itulah beberapa penjelasan manajemen aset: pengertian, tujuan, dan siklus manajemen aset.

Tujuan Manajement Aset

Tujuan manajemen aset yaitu untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat di dalam suatu perusahaan. Dengan begitu, kekayaan dapat di kelola dengan cara yang efisien dan efektif. Oleh karena itu, dalam pengelolaan harus sesuai atau sejalan dengan keinginan.

Tujuan lain dari manajemen aset yaitu untuk menjelaskan dan mengetahui kejelasan status kepemilikan, menginvestarisasi kekayaan dan masa pakai, menjaga nilai tetap tinggi dan memiliki umur panjang, serta menjadi keperluan pengamatan.

Selanjutnya, untuk meminimalisir pengeluaran biaya selama umur aset, perlu memastikan suatu kekayaan agar tetap memperoleh keuntungan yang tinggi atau maksimal, agar dapat mencapai penggunaan secara optimal dan yang terakhir sebagai acuan dalam menyusun neraca akuntansi.

Manfaat Manajemen Aset

Manfaat Manajemen Aset

Perusahaan akan terus berjuang untuk tetap berada dalam kesuksesan. Oleh karena itu, banyak yang menggunakan proses pengambilan keputusan dengan tepat dan efisien. Berikut ini, beberapa manfaat dari manajemen aset untuk perkembangan bisnis Anda :

Mempertahankan Nilai Aset

Semakin berkembangnya waktu dan zaman, pengurangan nilai suatu aset dapat terjadi. Bisa jadi karena kerusakan ataupun kerugian. Oleh karena itu, suatu perusahaan harus menggunakan manajemen aset agar tetap mempertahankan harga barang ataupun sesuatu tetap tinggi.

Penggunaan manajemen aset tersebut dapat meminimalisir pengurangan nilai aset sehingga akan membuat harga dapat bertahan lama. Oleh karena itu, dapat menekan biaya dengan makasimal. Jadi, dengan adanya ini perusahan akan terus meraih kesuksesan.

Meningkatkan Keamanan

Aset yang di miliki oleh suatu perusahaan dengan jumlah cukup besar tidak mungkin bisa diamankan secara individual. Karenanya, dibutuhkan manajemen aset untuk mengontrol proses pengamanan tersebut. Selain itu, juga akan menghindari rumor-rumor yang akan beredar.

Menerapkan manajemen aset akan membuat suatu perusahaan dapat mengurangi kemungkinan kehilangan atau kerusakan kekayaan. Hal ini juga berpengaruh pada kemajuan suatu usaha. Oleh karena itu, dalam memulai suatu bisnis disarankan menggunakan proses tersebut.

Memantau Penyusutan Aset

Penyusutan aset juga perlu dihindari oleh suatu perusahaan. Penyusutan dari kekayaan tersebut dapat mengurangi nilai dari segi fungsi barang. Manajemen di perlukan untuk memudahkan pemantauan property tersebut agar terus terjaga dan tidak terjadi penyalahgunaan.

Pemantauan penyusutan haruslah di lakukan sesering mungkin agar jika terjadi penurunan nilai dapat segera di tangani. Oleh karena itu, suatu perusahan disarankan untuk menggunakan manajemen aset sebagai pondasi yang kuat dan juga sebagai langkah kesuksesan dari bisnis tersebut.

Menghindari Pembelian yang Berlebihan

Menggunakan manajemen aset dapat meneghindari dari pembelian barang yang berlebihan. Sehingga, perusahaan dapat mengetahui kekayaan yang telah di beli dan di perlukan itu apa saja. Oleh karena itu, dapat menghambat pengeluaran biaya juga. Selain itu, dana yang ada dapat dialokasikan ke keperluan lain.

Manajemen aset akan meminimalisir pembelian barang yang tidak terlalu diperlukan atau dibutuhkan. Adanya ini juga akan membuat suatu perusahan lebih cerdas lagi dalam menganggarkan dana. Dengan begitu, tidak terjadi penipuan dalam lingkungan usaha atau bisnis.

Mempermudah Penyusuanan Neraca Anggaran

Manajemen aset bermanfat pula dalam proses penyusunan neraca anggaran. Hal ini dikarenakan setiap biaya yang dikeluarkan selalu tercatat di dalamnya. Hal itu akan mempermudah penindaklanjutan dari barang-barang yang telah dibeli sehingga terhindar dari penggelapan dana perusahaan.

Penyusunan neraca anggaran sangat diperlukan di dalam suatu perusahaan. Pada masa setahun ataupun sebulan, bagian keuangan harus selalu mempresentasikan pendapatan dan pengeluaran sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan.

Membuat Manajemen Risiko

suatu perusahaan yang sudah menggunakan manajemen aset pasti juga mempunyai manajemen risiko. Yang di maksudkan di sini yaitu metode menganalisis, meminimalisir dan menghapuskan bahaya pada suatu usaha atau bisnis sehingga proses akan lebih terstruktur dan terarah.

Pembuatan manajemen risiko akan membuat perusahaan berjalan dengan baik dan semestinya. Menggunakan ini dapat menghindarkan dari ketidakpastian kekayaan pada masa mendatang. Oleh karena itu, sangat di sarankan untuk menyusun hal tersebut.

Tugas Manajemen aset

Tugas Manajemen aset

Tugas dan tanggung jawab asset management dalam suatu perusahaan pastinya mempunyai tugas pokok dalam menyelesaikan proyek. Tugas yang pertama yaitu membuat rancangan kerja dan anggaran kerja tahunan atau bulanan sehubungan dengan kegiatan tersebut.

Tugas kedua yaitu memonitor stok dan pelaksanaan kegiatan serta administrasi gudang aset. Selanjutnya, mengawasi rencana dan anggaran kerja yang telah dibuat sebelumnya dan menyusun sistem serta prosedur sesuai dengan kondisi perusahaan.

Tugas selanjutnya yaitu memonitor pelaksanaan proyek khusus dan event-event  perusahaan. Bertugas juga melakukan penilaian atas properti atau aset. Dan terakhir membuat laporan atas program kerja dan agenda kerja yang telah dibuat.

Tanggung Jawab Manajemen aset

Tanggung Jawab Manajemen aset

Tanggung jawab pertama yaitu: entitas, merupakan suatu badan atau departemen sebagai pengontrol kekayaan dari suatu perusahaan. Manager di suatu lembaga pelaporan diharapkan memberikan laporan keuangan dan aset sehingga dapat mengevaluasi dan membuat keputusan untuk alokasi sumber daya.

Kontrol, suatu entitas dapat mengontrol suatu perusahaan apabila memiliki kapasitas untuk pelayanan pada masa mendatang dari aset tersebut. Selain itu, dapat meniadakan atau mengatur akses atas manfaat tersebut. Suatu lembaga tersebut bertanggung jawab terhadap manajemen suatu perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Shareholder dan Stockholder

Akuntabilitas, merupakan mekanisme atau proses untuk mempercayakan bahwa suatu lembaga telah bekerja sesuai dengan standart yang telah ditetapkan. Contohnya pada bagian finansial harus melaporkan pengeluaran yang telah berjalan efisien, efektif dan sesuai dengan hukum atau peraturan.

Siklus Manajemen Aset 

Siklus Manajemen Aset

Pembetukan atau pembuatan manajemen aset haruslah dengan beberapa tahapan agar dapat tercapai perusahaan yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, berikut beberapa siklus untuk menyimpan dan mengetahui kekayaan yang dimiliki :

Perencanaan Kebutuhan dan Pengadaan Aset

Perencanaan kebutuhan aset merupakan tahap awal dalam proses dilakukannya asset menagement. Hal ini mengenai perencanaan apa saja yang di butuhkan di dalam mengelola kekayaan tersebut. Contohnya: pemeliharaan, pengadaan, inventarisasi dan lain sebagainya.

Pengadaan aset adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang di lakukan untuk mendapatkan kekayaan. Oleh karena itu, harus mengetahui barang atau jasa tersebut di dapatkan dengan menggunakan biaya sendiri atau dari pihak lain sehingga dapat mempermudah jika suatu saat dibutuhkan data tersebut.

Inventarisasi dan Legal Audit Aset

Inventarisasi merupakan kegiatan yang di lakukan untuk mengidentifikasi kuantitas dan kualitas aset secara fisik dan non fisik. Proses ini pelaksanaannya secara legal atau yuridis. Setiap kekayaan harus diberikan kodefikasi dan dokumentasi sebagai kepentingan pengelolaan.

Baca Juga: Manajemen PAUD

Tahapan legal audit merupakan kegiatan dalam pengauditan status, sistem prosedur pengadaan dan pengalihan aset. Selain itu, dilakukan juga pengidentifikasian terhadap indikasi permasalahan untuk legalitas. Sekaligus mencari solusi untuk suatu kasus tersebut.

Pengoperasian dan Pemeliharaan Aset

Tahapan pengoperasian ini adalah menjalankan suatu tugas atau kewajiban dalam memanfaatkan aset sehingga dapat berlangsung secara efektif dan juga mencapai tujuan. Pekerjaan ini di lakukan oleh staff yang telah di pilih atau di tentukan sebelumnya.

Pemeliharaan dalam hal ini berfungsi untuk menjaga aset agar dapat dioperasikan dan berfungsi sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, pengecekan harus dilakukan sesering mungkin agar tidak terjadi kesalahan dalam proses manajemen aset.

Penilaian Aset

Penilaian aset merupakan proses menjumlahkan semua atau menghitung kekayaan yang di miliki suatu perusahaan. Hal tersebut dilakukan oleh tim manajemen aset. Setelah itu, hasil yang di dapatkan akan dilaporkan kepada pihak pengelola bisnis.

Penilaian aset ini berfungsi untuk mengetahui seberapa banyak kekayaan yang dimiliki perusahan tersebut. Tahapan tersebut juga membantu dalam hal memeriksa pengalihan dan penghapusan. Sehingga, akan segera tahu jika terjadi sesuatu yang mencurigakan.

Penghapusan Aset

Penghapusan ini dilakukan setelah penilaian semua jenis aset. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan yang masih penting dan sudah tidak terpakai kembali. Sehingga, akan menguntungkan bagi perusahaan. Tahap ini akan di lakukan dengan 2 cara, yaitu pengalihan dan pemusnahan.

Pengalihan aset sendiri merupakan pemindahan hak dari unit satu ke lainnya yang sedang membutuhkan tetapi masih dalam satu perusahaan. Sedangkan pemusnahan merupakan upaya untuk mengurangi dengan cara dihancurkan karena sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Pembaharuan Aset

Pembaharuan aset merupakan tahapan memanfaatkan kembali barang yang sudah tidak digunakan sampai masa umur ekonomisnya habis. Hal ini dapat mengurangi biaya agar tidak membeli properti baru sehingga uang tersebut bisa dialokasikan dalam bentuk lainnya.

Pembaruan aset tersebut dapat dilakukan dengan cara peremajaan. Hal ini dapat berupa perbaikan menyeluruh ataupun penggantian suku cadang. Kegiatan tersebut bertujuan agar barang atau properti bisa beroperasi seperti keadaan semula.

Prinsip – prinsip Manajemen Aset

Prinsip - prinsip Manajemen Aset

Prinsip-prinsip aset manajemen didapatkan dari pengertiannya itu sendiri. Gambaran tersebut di dasarkan pada pendekatan siklus. Asumsi pertama yang digunakan adalah kekayaan yang ada hanya untuk menyediakan dukungan layanan bagi perusahaan.

Nah, berikut 5 prinsip – prinsip manajemen aset yaitu : pertama, keputusan dibuat secara terintegrasi dengan perencanaan strategis. Kedua, perencanaan kekayaan didasarkan atas evaluasi berbagai alternatif yang telah mempertimbangkan berbagai biaya untuk dikeluarkan.

Ketiga, akuntabilitas diterapkan untuk kondisi aset, penggunaan dan kinerja. Keempat, keputusan penghapusan didasarkan pada analisis terhadap beberapa metode agar tersedia pengembalian bersih. Kelima, struktur pengendalian dilakukan secara efektif dan diterapkan untuk manajemen aset.

Ciri – Ciri Manajemen Aset

Proses manajemen aset pasti akan mendatangkan suatu keberhasilan. Oleh karena itu, berikut beberapa ciri-ciri tersebut : pengelola dapat mengetahui kekayaan, mulai dari bagaimana kondisinya dan apa saja yang dimiliki atau dikuasainya sehingga keberadaannya dapat di ketahui dengan pasti.

Ciri selanjutnya yaitu pengelola mengetahui siapa yang bertanggung jawab dan memanfaatkan suatu aset tertentu, pemilik pun tahu bagaimana pemanfaatan dari setiap kekayaan yang di milikinya dan perusahaan juga faham berapa nilai dari jumlah keseluruhan properti tersebut.

Terakhir yaitu, pengelola melakukan evaluasi secara regular atas semua properti yang dimiliki atau dikuasai apakah masih sesuai dengan kebutuhan perusahan. Adanya ciri-ciri tersebut dapat diketahui keberhasilan dari manajemen aset itu sendiri.

Kategori – Kategori Aset

Hariyono (2007) menjelaskan bahwa kategori aset publik dalam kaidah Internasional mencakup aset operasional, aset non operasional, aset infrastruktur dan community asset. Berikut penjelasan tentang penggolongan tersebut :

Aset Operasional

Aset operasional merupakan kekayaan khusus yang digunakan dalam operasional pemerintah atau perusahaan untuk di pakai secara berkelanjutan dan digunakan pada masa mendatang. Contohnya: bangunan, peralatan dan persediaan. Ada 2 macam penggolongan yang termasuk hal tersebut.

Kedua jenisnya yaitu, harus di miliki dan di kuasai untuk digunakan atau dipakai operasional perusahaan. Selain itu, bukan aset khusus, artinya kekayaan khusus berupa prasarana dan peninggalan sejarah (yang harus di kelola), tetapi secara fisik tidak ditempati untuk tujuan operasional.

Aset Non Operasional

Aset non operasional yaitu kekayaan yang bukan merupakan bagian integral dari operasional perusahaan ataupun pemerintah. Selain itu, diklasifikasikan sebagai barang berlebih atau tidak dipakai untuk pengguanaan secara berkelanjutan.

Aset non operasional juga dapat disimpan sehingga bisa digunakan pada masa akan datang. Contoh dari kekayaan ini seperti tanah yang akan di bangun, komersial property dan barang berlebih (surplus asset) sehingga dalam hal ini tidak termasuk sesuatu yang di butuhkan.

Aset Infrastruktur

Aset infrastruktur merupakan kekayaan yang melayani kepentingan publik tidak terkait. Biaya pengeluaran dari ini ditentukan oleh kontinuitas penggunaan bersangkutan. Contohnya saja jalan raya, pelabuhan, jembatan dan saluran air.

Aset infrastruktur biasanya di bangun dan di sediakan oleh pemerintah untuk menunjang kemajuan suatu wilayah. Pembangunan tersebut juga menggunakan biaya yang telah disediakan atau diatur oleh badan pengatur keuangan. Adanya hal tersebut dapat mempermudah publik.

Community Asset

Community asset merupakan kekayaan milik pemerintah yang dapat digunakan secara terus menerus. Umur ekonomis atau umur gunanya tidak dapat ditetapkan dan terkait kepada pengalihan terbatas (tidak dapat di alihkan). Contohnya saja, halaman, taman, bangunan bersejarah dan kesenian.

Pelayanan pada publik dapat disesuaikan dengan berbagai aktivitas yang dilakukan. Aset tersebut dapat dipergunakan oleh banyak orang. Oleh karena itu, dalam mendirikannya harus memiliki biaya untuk pengolahan sendiri sehingga kekeyaan tersebut akan terus terjaga.

Sasaran Manajemen Aset

Titik sasaran dengan adanya manajemen aset adalah untuk mencapai kesesuaian sebaik mungkin dengan strategi penyediaan layanan. Hal tersebut akan dilakukan saat pengujian dari alternatif penggunaan kekayaan sehingga akan memungkinkan biaya terendah.

Adanya manajemen yang tepat dapat mengetahui apakah suatu properti sudah sesuai dengan strategi ataukah belum. Ada pula solusi non aset, dimaksudkan sebagai alternatif penggunaan tanpa harus memilikinya sehingga akan terfokus pada kekayaan yang dimiliki.

Tekanan atau keterbatasan sumber daya yang tersedia untuk menyediakan layanan. Hal tersebut penting untuk manajemen aset sehingga dapat memahami dan mengerti bahwa konsumsi kekayaan merupakan hal nyata serta menjadi biaya signifikan bagi pengelola atau pemilik.

Aspek – Aspek Manajemen Aset

Aspek – Aspek Manajemen Aset

Hambali (2010) menyatakan bahwa managemen aset memiliki beberapa aspek. Di antaranya adalah inventarisasi kekayaan yang dimiliki daerah serta jangka penggunaan aset, kejelasan pemilikan aset dari segi status, opsi pemakaian dan juga pemanfaatan aset untuk menaikkan penghasilan hingga pengalaman akan aset dan dasar dalam menyusun neraca.

Kejelasan Kepemilikan Aset dari Segi Status

Kejelasan status kepemilikan aset harus terpenuhi. Selain untuk memastikan pemilik dari kekayaan tersebut, juga dapat mempermudah dalam perhitungan nilai kekayaan. Oleh karena itu, saat Anda akan membeli barang atau properti, selalu perhatikan tingkat kesesuaiannya.

Adanya hal tersebut dapat mengurangi dan menghindarkan dari status satu aset dengan pemilik ganda sehingga akan terhindar dari hal-hal yang tidak di inginkan. Kejelasan juga akan memudahkan dalam pengontrolan barang tersebut.

Inventarisasi Kekayaan dan Jangka Waktu Pakai Aset

Inventarisasi menurut KBBI adalah pencatatan atau pendaftaran barang-barang atau kekayaan. Aset yang telah diketahui kejelasan dan status kepemilikannya, maka dapat dengan mudah diinventariskan. Oleh karena itu, hal tersebut sangat penting dilakukan.

Penginventarisasi akan mempermudah juga dalam penentuan jangka usia ekonomis dari aset yang ada sehingga dapat dengan mudah mengetahui lama barang tersebut digunakan. Jadi, bisa menyiapkan biaya sedini mungkin untuk memperbaiki atau memperbarui kekayaan tersebut.

Optimasi Pemakaian dan Penggunaan dalam Meningkatkan Pendapatan

Pemilik aset harus tahu tentang optimasi penggunaan dari barang itu sendiri. Mengetahuinya akan mempermudah minimalisasir seringnya menggunakan kekayaan tersebut. Karena dengan melakukan hal itu, akan sangat membantu dalam peningkatan pendapatan perusahaan.

Pemanfaatan suatu aset harus sesuai dengan yang diperlukan. Jika digunakan dengan tidak baik, maka akan menaikkan pengeluaran sehingga tidak hemat biaya. Oleh karena itu, pengontrolan sangat penting dalam hal ini agar tercipta perusahaan yang kompeten dan efisien.

Pengamanan Aset

Memperketat keamanan aset merupakan hal penting dalam manajemen aset. Kekayaan yang tidak di amankan akan beresiko besar terjadi pencurian sehingga akan sangat merugikan perusahaan. Oleh karena itu, pengecekan secara teratur harus di lakukan untuk menghindari hal tersebut.

Aset yang telah diinventarisasi lebih sulit untuk di curi. Dengan melakukan inventarisasi tersebut, secara tidak langsung sudah memenuhi izin hak kepemilikan. Jika terjadi pengakuan oleh orang lain, maka dapat diproseskan dalam jalur hukum menggunakan akta yang ada.

Identifikasi Manajemen aset Dalam Dunia Bisnis

Manajemen aset sangat berguna dalam memperbaiki performa suatu properti yang di miliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, modal tersebut sangat penting dan dapat mengoptimalkan nilai keuntungan yang diberikan dari investasi kekayaan tersebut.

Dalam menjalankan suatu bisnis, yang terpenting dan dibutuhkan adalah aset. Setiap perusahaan akan bergantung pada properti yang di milikinya untuk mengendalikan semua operasional. Dengan demikian, poin utama tersebut dapat mempengaruhi pencapaian sarana dan prasarana.

Manajemen aset dapat disebut juga sebagai kekayaan yang strategis. Dimana perusahaan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Berikut yang dapat digunakan untukmanajemen aset melalui aplikasi yaitu, CMMS dan JPROLOFIC.

Lebih dalam Tentang Manajemen aset

Suatu perusahan pastinya menginginkan kesuksesan. Oleh karena itu, dibutuhkannya manajemen aset untuk membantu mengelola, mengontrol dan menjaga kekayaan tersebut. Adanya hal itu dapat membantu kelangsungan atau kemajuan suatu bisnis.

Manajemen aset dinaungi oleh suatu perusahan atau pemerintah yang memang bertugas dalam mengurusi kekayaan suatu bisnis. Hal ini pastinya dilakukan oleh tim ahli khusus sehingga dapat tercapai progress atau proses dengan efektif dan efisien.

Manajemen aset akan mempermudah pebisnis untuk dapat melakukan pekerjaan selain hanya mengamati kekayaan yang dimilikinya. Karena tim ahli khusus yang telah dipilih akan berusaha dan bertanggung jawab agar property dari suatu perusahaan tersebut terjaga.

3 Solusi Dalam Mengatasi Masalah Manajemen Aset

Suatu aktivitas ataupun kegiatan terkadang menimbulkan permasalahan. Pada proses manajemen asset pastinya juga terdapat masalah di dalamnya. Oleh karena itu, beriku beberapa cara dalam mengatasi hal tersebut:

Tidak Sering Melakukan Maintenance

Proses maintenance suatu asset pada perusahaan sebaiknya dilakukan dengan porsi yang pas. Dimana melakukan pemeliharaan seharusnya tidak terlalu sering maupun sangat jarang. Karena hal tersebut akan mempengaruhi kekayaan yang ada.

Jika proses maintenance terlalu sering dilakukan, maka akan mengakibatkan pengeluaran dana yang terlalu banyak. Sedangkan, jarang melakukan pemeliharaan menyebabkan asset mengalami kerusakan sehingga merugikan perusahaan.

Operasi Asset yang Tidak Tepat

Suatu perusahaan dalam mengoperasikan aset terkadang tidak memahami dengan benar sehingga tidak mengetahui masa guna suatu property tersebut. Sebenarnya, dalam menggunakan suatu estate yang melebihi ataupun kurang akan mempengaruhi umur ekonomisnya.

Untuk itu, perusahan harus mengoperasikan sesuai dengan tata cara atau intruksi serta memahami akibat apa saja yang dapat terjadi jika menggunakan aset secara berlebihan. Jika memang penggunaan tersebut dilakukan dengan tidak semestinya, maka harus menyiapkan manajemen risiko.

Tidak Memakai Software Khusus untuk Manajemen Aset

Pada zaman yang semakin canggih ini, sudah banyak sekali software yang diperuntukkan bagi perusahaan. Aplikasi tersebut membantu untuk proses pengelolaan manajemen asset. Oleh karena itu, jika terjadi kesalahan mungkin belum memproses dengan menggunakan layanan ini.

Software yang ada biasanya dalam bentuk paket sehingga mudah untuk diaktivasi oleh perusahaan. Di dalamnya terdapat banyak sekali fitur-fitur seperti pengatur aset yang digunakan, penjadwalan pemeliharaan, penilaian aset dan masih banyak lagi.

Tidak Matangnya Manajemen Risiko

Perusahaan dalam menggunakan manajemen aset pastinya akan menyusun juga risiko-risiko yang dapat terjadi di dalamnya. Bahaya tersebut merupakan dampak dari perlakuan terhadap property yang ada. Oleh karena itu, sebaiknya menyiapkan juga penanganan tepat sedini mungkin.

Mengatasi suatu permasalahan atau risiko, pertama kali yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan dan juga identifikasi pada aset tersebut. Setelah itu, melakukan eksekusi pada manajemen serta pengontrolan. Kedua hal tersebut haruslah di lakukan dengan tepat agar menyelesaikan masalah.

Baca Juga: Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Itulah beberapa penjelasan bagaimana cara mengatur kekayaan atau properti yang di miliki. Nah, sudah tahu kan tentang pengertian manajemen aset, siklus, tujuan dan tugas manajemen aset. Untuk itu, jika Anda memiliki bisnis maka di sarankan untuk melakukan kegiatan atau proses tersebut.

Tinggalkan komentar