Manajemen Operasional: Pengertian, Fungsi, dan Ruang Lingkup

Manajemen operasional ternyata berperan penting bagi setiap perusahaan. Memang bagaimana peran dan serba-serbinya? Sebetulnya sangatlah luas, salah satunya terkait fungsi, ruang lingkup, komponen inti, tujuan, keputusan strategis di dalamnya, strategi, faktor, dan contoh dari manajemen operasional itu sendiri.

Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

Secara umum pengertian manajemen operasional adalah sebagai upaya pengaturan, pengendalian, pengelolaan berbagai faktor produksi untuk menjadikannya sebagai produk atau jasa yang siap dipasarkan secara totalitas. Ada pula definisi menurut para ahli yang bisa menambah referensi Anda:

Richard L. Daft

Pada tahun 2006, Richard L. Daft berpendapat bahwa proses memproduksi barang atau jasa secara totalitas dan maksimal, merupakan fokus dari ilmu manajemen bagian operasi ini. Di dalamnya tentu menjelaskan bagaimana faktor-faktor produksi tersebut bekerja.

Richard juga menjelaskan dalam memproduksi barang atau jasa yang dibutuhkan, terdapat berbagai hal yang mendukung. Seperti perlengkapan, peralatan, sistem atau teknis. Ketiga hal tersebut akan berintegrasi jika terdapat masalah pada proses produksi bahan.

Soentoro Ali Idris

Pengembangan konsep oleh manajemen produksi yang memiliki keterkaitan. Dengan tujuan untuk memfokuskan pada masalah proses produksi dari suatu barang atau jasa secara nyata. Hal ini merupakan pendapat Soentoro Ali Idris mengenai hal ini.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Pemasaran

Dalam penyampaian definisi mengenai ini, Soentoro Ali Idris juga mengatakan bahwa yang dimaksud “operasi” dalam konsep adalah suatu pengubahan dari masukan (input) kepada output. Dimana keluarannya memiliki nilai jual yang tinggi, lebih efisien dan praktis daripada produk asalnya.

P. Soebagyo

Soebagyo berpendapat, yang dimaksud dalam konsep operasional di sini adalah pengubahan atau proses transformasi dari suatu barang maupun jasa. Hal tersebut dilakukan guna menambah manfaat lebih atau nilai jual lebih tinggi kepada masyarakat.

Dalam pendapatnya, P. Soebagyo menyampaikan bahwa konsep ini merupakan bagian aplikasi ilmu manajemen yang berfokus pada berbagai hal. Yaitu kepada produksi, operasi dari pengolahan barang atau jasa menjadi lebih bernilai tinggi dan efisien.

Wysocky

Pada konsep manajemen operasi ini, pendapat dari Wysocky menjelaskan bahwa fokus utama adalah kombinasi pengembangan dari beberapa hal. Pengoptimalisasian tersebut mencakup goal utama dari suatu perusahaan barang atau jasa terkait.

Menurut pendapatnya, pengembangan dengan berbagai kombinasi tersebut mencakup banyak hal. Di antaranya produksi, sistem yang mengatur jalannya proses, operasi, bahkan desain produk atau jasa terkait. Tentu hal tersebut untuk menyukseskan tujuan utama perusahaan.

Handoko

Sedangkan handoko pada menyatakan bahwa pengertian manajemen operasional mencakup pengubahan dari barang atau jasa. Kemudian menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan optimalisasi pada berbagai faktor produksi dan tenaga kerja.

Handoko menyatakan, manajemen operasional dan produksi memiliki pengertian yang hampir sama. Sedangkan faktor-faktor produksi yang dimaksud dalam konsepnya adalah SDM, peralatan (meliputi mesin, teknologi dalam perusahaan), perlengkapan habis pakai, maupun lain sebagainya.

Sofyan Assauri

Dalam bukunya, Sofyan berpendapat bahwa manajemen operasi merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan mengenai faktor-faktor produksi. Hal tersebut mencakup modal, tenaga kerja, tanah, maupun inverstasi lainnya.

Selain menjelaskan mengenai faktor-faktor, Sofyan juga menyinggung produksi utama dalam kaitan manajemen operasi dalam suatu perusahaan barang atau jasa. Beliau membangi menjadi 4 hal, yaitu: procces, service, planning, dan control.

James Evans, D. Collier

Jika konsep penyampaian definisi oleh para ahli lain terpatok pada bagian ilmu ekonomi, james dan collier tidak. Mereka berpendapat bahwa manajemen operasional juga merupakan suatu seni. Oleh sebab itu, bisa dilakukan dengan berbagai cara dengan mementingkan kepada tujuan utama.

Konsep penting dari definisi mereka adalah, bahwa manajemen operasi merupakan suatu hal yang mementingkan bagaimana produk atau jasa dapat dihasilkan dan berhasil sampai kepada para konsumen dengan berbagai cara dan tahapan, sehingga bisa disebut seni produksi.

Jay Heizer, B. Render

Menurut pendapat Jay Heizer dan B. Render, tujuan utama dari konsep manajemen operasional adalah mengubah masukan atau input yang berupa bahan mentah ataupun jasa menjadi output. Pengubahan tersebut melibatkan barang produksi atau jasa lainnya.

Dalam pengubahan atau pengelolaan tersebut, dua orang ini menjelaskan bahwa terdapat suatu aktivitas penting. Dimana kegiatan tersebut yang dapat memberikan harga lebih maupun nilai jual lebih tinggi sebelum bahan atau jasa tersebut diolah.

William J. S.

Lain hal dengan William J. S., mengeluarkan pendapat bahwa konsep penting dari manajemen operasional ini adalah terdapat suatu rangkaian proses maupun aktivitas. Dimana melibatkan produk atau jasa perusahaan terkait di dalamnya.

Dalam rangkaian proses tersebut, William menjelaskan bahwa terdapat suatu sistem manajemen kegiatan untuk membuat suatu barang atau menyediakan suatu jasa. Hal tersebut dilakukan dengan tahap-tahap tertentu oleh perusahaan.

Eddy Harjanto

Adanya suatu proses pengubahan dari berbagai sumber daya produksi menjadi output atau keluaran yang diharapkan. Hal tersebut merupakan kunci utama dari pendapat Eddy Harjanto mengenai konsep manajemen operasional.

Dalam proses pengubahan tersebut, Eddy Harjanto menjelaskan peran berbagai hal. Di antaranya yaitu aktivitas atau kegiatan pembuatan dari barang, penyediaan jasa. Lalu tercipta suatu tranformasi produk yang diinginkan.

Businesdictianory.com

Tidak afdhol rasanya jika membahas ilmu ekonomi apalagi dalam manajemen, tidak menyinggung businesdictianory.com. Suatu platform website yang berfungsi sebagai kamus untuk menerjemahkan istilah-istilah bisnis dan semacamnya.

Terdapat konversi sumber daya produksi menjadi suatu barang atau jasa yang diinginkan merupakan konsep manajemen operasional dalam businesdictianory.com. Dimana melibatkan desain, pengendalian operasi, dan pelaksanaan. Di dalamnya juga menggunakan strategi bisnis efektif.

Fungsi Manajemen Operasional

Fungsi Manajemen Operasional

Setelah mengetahui pengertian dari beberapa ahli maupun definisi umum, Anda juga harus mengerti fungsi dari manajemen operasional inidalam aplikasi atau penerapannya untuk perusahaan. Dimana terdapat 4 poin penting di dalamnya. Berikut penjabaran rincian secara detail dan terperinci:

Fungsi Pengorganisasian

Fungsi pertama yang akan diuraikan dan dijabarkan dalam manajemen operasional adalah pengorganisasian. Dimana berfokus pada penentuan struktur dari suatu perusahaan agar kerja menjadi lebih terorganisir. Susunan tersebut meliputi individu, divisi, seksi, grup, dan semacamnya.

Tujuan utama dengan adanya fungsi pengorganisasian dalam manajemen operasional adalah agar target perusahaan cepat tercapai. Hal ini karena setiap orang maupun kelompok menjalankan tugas dan peran masing-masing. Manajer operasi berperan penting dalam penentuan struktur yang efektif.

Fungsi Penggerakan

Sesuai dengan namanya, fungsi manajemen operasional ini digunakan untuk menggerakkan kerja dari seluruh komponen atau tenaga kerja dalam suatu perusahan. Bisa terkait hal teknis, psikis maupun metode.

Hal-hal teknis dalam fungsi penggerakan bisa berarti memimpin jalannya proses produksi. Untuk bagian metode dapat diartikan mengawasi kerja dari komponen yang ditentukan. Sedangkan psikis dalam artian seperti memotivasi tenaga kerja agar lebih semangat menjalani tugasnya.

Fungsi Perencanaan

Dalam fungsi perencanaan, manajemen operasional berguna untuk menentukan tujuan dari bahan mentah yang digunakan. Seperti apakah bahannya dan memerlukan berapa barang mentah. Hal tersebut harus direncanakan secara serinci dan sedetail mungkin.

Setelah perencanaan barang mentah tersebut, kemudian akan dilakukan proses selanjutnya dalam manajemen operasional. Yaitu pengolahan menjadi suatu produk atau jasa jadi yang akan dipasarkan dengan nilai jual lebih tinggi daripada sebelumnya.

Fungsi Pengendalian

Terfokus pada mengendalikan standar terbaik dari suatu produk merupakan fungsi pengendalian dalam manajemen operasional. Selain itu juga tentang bagaimana agar terjadi kerja sama yang baik antar komponen maupun tenaga kerja. Semua hal tersebut dilakukan oleh si manajer operasi.

Adanya fungsi pengendalian ini menjadikan kualitas produk dari suatu barang akan selalu sama dari awal berdiri sampai berpuluh-puluh tahun kemudian. Selain itu, proses produksinya pun akan selalu mematuhi peraturan paten yang ditetapkan. Hal ini dilakukan bersama dengan pengawasan.

Fungsi Proses

Bersifat lebih ke teknis, merupakan fokus utama dari fungsi proses dalam manajemen operasional. Dalam hal ini meliputi tahapan atau metode yang digunakan untuk mengolah bahan mentah. Dimana pengolahan tersebut untuk menjadikan suatu produk jadi perusahaan.

Fungsi proses digunakan agar dalam suatu produksi barang atau jasa perusahaan, terdapat urutan pasti mengenai tahapan yang dilakukan. Hal ini akan membuat pekerjaan lebih mudah karena struktur pengerjaannya lebih teratur. Selain itu, kualitas produk kemungkinan besar selalu sama.

Ruang Lingkup Manajemen Operasional

Ruang Lingkup Manajemen Operasional

Dalam topik bahasan ini, terdapat tiga ruang lingkup yang memiliki peran dan fungsi masing-masing. Beriku adalah uraian dari ketiga hal tersebut yang harus Anda tahu untuk lebih memahami materi manajemen operasional:

Perencanaan Sistem Produksi

Dalam ruang lingkup manajemen operasional yang pertama ini, bergerak dalam bidang konsep-mengonsep. Baik itu bagaimana nanti barang jadi, metode, distribusi dari suatu produk perusahaan. Hal ini diperlukan salah satunya untuk menyesuaikan dengan selera pasar dan konsumen.

Dalam perencanaan ini, terdapat berbagai hal utama yang harus dirancang terlebih dahulu. Yaitu meliputi: dimana lokasi pabrik akan dibangun, bagaimana standar dari produk tersebut, pengondisian lingkungan kerja, dan juga tata letak fasilitas dari perusahaan.

Pengendalian Komponen Produksi

Ruang lingkup ini diperlukan dalam manajemen operasional untuk memastikan agar setiap komponen bekerja dengan baik dan sesuai. Baik itu bahan mentah, tenaga kerja, ataupun hal lain. Pengendalian tersebut tentu disesuaikan dengan perencanaan yang dilakukan sebelumnya.

Berbagai pengendalian yang tercakup adalah mengendalikan bahan mentah/baku, kualitas, tenaga kerja, pemeliharaan, dan terakhir biaya produksi. Empat hal tersebut perlu dikontrol agar keuntungan dari perusahaan tetap terjaga dan mendapatkan hasil yang maksimal.

Informasi Mengenai Produksi

Selain ketiga ruang lingkup di atas, terdapat pula bagian informasi produk. Bidang ini bergerak untuk mengidentifikasi, mengetahui, dan menganalisis hal-hal apa saja yang bisa berguna bagi pengembangan maupun tahapan produksi suatu perusahaan.

Baca Juga: Marketing Mix

Ruang lingkup ini mencakup bagaimana struktur organisasi berjalan dalam perusahaan tersebut, menanggapi adanya produksi berdasarkan pesanan atau khusus, lalu barang produk untuk pasar pada umumnya. Ketiga hal tersebut harus berjalan dengan baik dan terkait.

Ternyata dari ketiga hal tersebut, terdapat beberapa atau berbagai aspek yang saling memiliki keterkaitan untuk mendukung ruang lingkup manajemen operasional dapat berjalan sesuai bidangnya. Berikut adalah uraian secara detailnya:

  1. Aspek Lingkungan

Pada aspek ini, akan terfokus pada kaitan lingkungan dengan ruang lingkup pada manajemen operasional. Bagaimana pengaruh sekitar terhadap jalannya suatu perusahaan tentu sangat perlu untuk diperhitungan. Dalam hal ini ada beberapa hal yang menjadi fokus utamanya.

Salah satu contoh penerapan aspek lingkungan dalam manajemen operasinal adalah penentuan lokasi bangunan suatu perusahaan atau pabrik, pengambilan keputusan bagaimana manajemen dari proyek yang dikerjakan, tata letak dari fasilitas gedung, jadwal kerja,maupun pemeliharaan produksi.

  1. Aspek Fungsional

Jika aspek pertama tadi terfokus pada tata letak dan lokasi, pada bagian ini lebih memfokuskan kepada pengendalian atau pengorganisasian dari setiap struktur komponen. Hal ini agar semua dapat selalu bekerja secara baik maupun maksimal setiap saat.

Pada aspek bagian fungsional ini, terdapat beberapa tahap dan interaksi yang bisa dilakukan. Di antaranya yaitu: perencanaan, penerapan, pengendalian, bahkan perbaikan. Dari setiap langkah harus dilaksanakan secara benar agar kinerja dapat tercapai optimal.

  1. Aspek Struktural

Terfokus pada bagaimana struktur dan pengaturan dari seluruh komponen maupun tenaga kerja dalam suatu perusahaan adalah fokus aspek struktural. Dalam hal ini tentunya terdapat tujuan khusus yang ingin dituju untuk tercapainya produk berkualitas baik.

Aspek ini sangat penting untuk menumbuhkan kerja sama dari setiap komponan maupun tenaga kerja. Selain itu, untuk memastikan peran setiap pihak di dalamnya. Jika dapat tercapai dengan baik, maka proses produksi akan lancar dan barang cepat bisa dipasarkan.

Tujuan Manajemen Operasional

Tujuan Manajemen Operasional

Setelah mengetahui pengertian, fungsi dan ruang lingkup, Anda juga harus mengerti mengenai tujuan manajemen operasional. Dalam goal yang dirumuskan, terdapat 5 poin penting mengenai hal ini. Berikut adalah uraian secara rincinya:

Produktifitas (Productivity)

Meningkatkan suatu produktifitas dalam suatu perusahaan merupakan hal yang sangat penting. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan dari manajemen operasional. Dengan begitu, tidak akan terjadi berbagai keputusan maupun kegiatan yang kurang menguntungkan.

Dengan adanya produktifitas atau productivity yang bagus dari perusahaan, produk atau jasa dapat terjual dengan pesat karena proses produksi juga berjalan cepat. Hal ini pada akhirnya akan mempercepat tujuan akhir dari bisnis tersebut. Lalu dapat dilakukan pengembangan berbagai aspek.

Kualitas (Quality)

Selain meningkatkan produktifitas, tujuan selanjutnya yang menjadi poin penting bagi manajemen operasi adalah mengptimalkan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen tercinta. Bahkan dalam upaya ini,terdapat divisi khusus dengan berbagai jobdesc.

Divisi khusus tersebut melakukan berbagai hal,seperti melakukan penelitian survei pasar. Menyelidiki barang-barang apa saja yang sekarang sedang dibutuhkan oleh konsumen. Selain itu, setelah produk dikirim, akan dilakukan pengamatan mengenai feedback pelanggan terhadap hasil produksi tersebut.

Efisiensi (Efficiency)

Untuk poin selanjutnya, efisiensi menjadi hal penting. Sebagai tugas dari manajemen operasi adalah meningkatkannya. Hal ini tentu agar perusahaan dapat bergerak dengan cara-cara yang efisien sehingga tidak membuang-buang waktu untuk hal kurang menguntungkan.

Efisiensi ini dapat tercapai dengan memberikan peran yang terstruktur dan pas untuk setiap grup, divisi, kelompok kecil, maupun invididu dalam perusahaan. Hal-hal tersebut tentu disesuaikan dengan visi, misi, rangkaian target, maupun tujuan dari produksi bisnis.

Mengurangi Waktu Proses Produksi (Reduced Processing Time)

Untuk tujuan selanjutnya yang akan dicapai oleh manajemen operasional adalah reduced processing time atau mengurangi waktu proses produksi. Hal ini untuk memaksimalkan waktu yang dimiliki oleh perusahaan agar bisa mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan seoptimal mungkin.

Karena seringkali perusahaan membuang-buang waktu untuk melakukan proses produksi yang kurang efisien. Dengan adanya manajemen operasional ini,waktu tersebut dapat dipangkas dan dimanfaatkan untuk mempercepat tahapan memproduksi. Maka berlipat-lipat barang bisa dihasilkan.

Ekonomis (Economy)

Dengan adanya manajemen operasional dalam suatu perusahaan, dapat lebih menghemat anggaran keuangan yang dikeluarkan. Tentu hal ini akan membuat lebih ekonomis daripada sebelumnya. Penghematan ini tentunya berfokus pada proses produksi.

Suatu tim manajemen operasional dalam suatu perusahaan, akan membuat berbagai langkah yang efektif yang kemudian bisa ditempuh kedepannya. Dengan semakin efektif tahap, maka anggaran juga semakin bisa diatur menjadi optimal. Karena tentunya setiap aktifitas bisa mengeluarkan biaya.

Komponen Pembentuk (Inti) dari Manajemen Operasional

Komponen Pembentuk (Inti) dari Manajemen Operasional

Setelah mengenal pengertian manajemen operasional, fungsi, ruang lingkup, tujuan, dan ciri-ciri manajemen operasional, Anda perlu mengetahui mengenai komponen pembentuk MO ini. Berikut adalah rincian urian empat inti tersebut:

Indikator Proses

Dalam komponen indikator proses, terdapat empat sub inti. Yaitu: Kualitas, Biaya, Delivery, dan Keamanan. Suatu kualitas dikatakan memenuhi konsep ini apabila terdapat upaya pembuatan produk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sedangkan untuk cost dicirikan dengan pengeluaran biaya murah dengan output sama.

Untuk Delivery dikatakan memenuhi komponen indikator proses apabila pengiriman barang kepada pelanggan bisa berlangsung dengan cepat. Sub inti terakhir yaitu keamanan, dapat dibilang baik apabila dalam mengolah baran dari awal sampai akhir, safety dari pegawai baik dan selalu diperbaiki.

Aktivitas Manajemen

Sesuai dengan namanya, dalam MO ini terdapat komponen inti yang disebut aktifitas manajemen. Maksud dari istilah tersebut diartikan menjadi lebih simple adalah suatu kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan perbaikan.

Menurut Hani Handoko, istilah manajemen secara umum mengarah pada suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan kegiatan-kegiatan dari para anggota perusahaan atau organisasi dengan penggunaan sumber daya organisasi agar tujuan tercapai maksimal.

Konsep IPO

IPO merupakan singkatan dari input-proses-output. Dalam manajemen operasional, konsep ini merupakan salah satu komponen inti yang penting, karena fokus dari bidang ini adalah bagaimana produksi dari barang bisa berlangsung dari awal sampai akhir.

Dalam hal ini, input dapat berupa jasa, bahan mentah/baku, material, uang, tenanga kerja, waktu, dan sumber daya lainnya. Proses dikatakan dapat berlangsung dengan baik apabila bisa mengubah masukan menjadi keluaran yang memiliki nilai lebih tinggi. Sedangkan output adalah hasil produksi.

Efisiensi dan Efektifitas

Semakin sedikit penggunaan sumber daya produksi dari suatu perusahaan, maka bisa dikatakan memiliki efisien yang tinggi pula. Begitulah prinsip dari efisiensi bekerja. Dengan adanya konsep ini, proses memproduksi barang dapat dilakukan dengan lebih cepat dan terjangkau.

Sedangkan untuk efektifitas berfokus pada pemenuhan dari target dan tujuan suatu proses. Semakin tinggi pencapaian maka perusahaan tersebut bisa dibilang efektif. Dengan adanya konsep efektifitas, suatu proses bisa menjadi lebih baik dan aman sebelum menjadi suatu produk.

Keputusan Strategis dalam Manajemen Operasional

Keputusan Strategis dalam Manajemen Operasional

Pengelolaan beragam aspek proses produksi membuat banyak keputusan strategis dan urgent dalam manajemen operasional yang harus diputuskan dengan penuh pertimbangan. Berikut adalah uraian sepuluh hal tersebut:

Mengenai Rancangan Barang atau Jasa

Sebelum melangkah menuju ke proses produksi, merancang suatu produk atau jasa yang akan ditawarkan perusahaan kepada perusahaan merupakan keputusan penting. Bagian ini merupakan salah satu dari tugas manajemen opersional.

Pembuatan rancangan mengenai barang atau jasa tersebut akan berpengaruh terhadap keputusan yang lainnya, yaitu penggunaan biaya, sumber daya manusia, dan bagaimana kualits dari produk. Maka dari itu harus diputuskan dengan penuh pertimbangan dan teliti.

Menetapkan Kualitas dari Barang atau Jasa

Setelah menetapkan suatu rancangan awal dari barang atau jasa, keputusan strategis selanjutnya yang harus diambil oleh manajemen operasional adalah mengenai penetapan terhadap kualitas dari hasil produksi tersebut.

Kualitas ditetapkan agar pelanggan maupun masyarakat mendapatkan kepastian mengenai bagaimana produk yang akan mereka dapat. Supaya hal tersebut dapat tercapai, perlunya suatu struktur atau prosedur untuk mencapai standar pasti dari hasil produksi.

Merancang Proses dan Kapasitas Produksi

Merancang bagaimana proses pembuatan produk dan berapa kapasitas produksi yang sanggup dipenuhi suatu perusahaan merupakan keputusan penting selanjutnya setelah dua di atas. Dalam perancangannya harus dilakukan dengan hati-hati dan pertimbangan matang.

Hal ini karena bagaimana suatu proses produksi dan kapasitasnya akan sangat mempengaruhi biaya yang dikeluarkan perusahaan. Maka konsep efisien harus dijalankan dengan benar di sini. Dalam perancangannya, melibatkan keputusan mengenai teknlogi, SDM, dan pemeliharaan secara spesifik.

Memilih Lokasi

Telah Anda ketahui pada poin aspek yang berpengaruh pada proses, faktor lingkungan juga memiliki pengaruh besar. Maka memilih lokasi yang strategis merupakan salah satu keputusan penting dalam kerja dari manajemen operasional.

Dalam manajemen operasional, pemilihan lokasi menentukan bagaimana transportasi dilakukan dan distribusi bahan baku maupun produk hasil produksi kepada para pelanggan. Hal ini menandakan sangat erat kaitannya dengan rantai pasokan atau management supply chain.

Merancang Tata Letak

Setelah lokasi ditentukan, tentu Anda pasti perlu desain bagaimana meletakkan peralatan atau fasilitas lain dari perusahaan. Agar suatu proses produksi bisa berjalan dengan efektif, tentu penataann harus secara tepat dan akurat.

Hal ini merupakan keputusan strategis dari manajemen operasional selanjutnya. Yaitu merancang tata letak. Poin ini sangat berpengaruh pada aliran bahan baku, kapasitas, SDM yang dibutuhkan, teknologi yang digunakan bahkan sampai kebutuhan persediaan.

Merancang Strategi SDM dan Pekerjaan

Keputusan selanjutnya yang diambil oleh manajemen operasional adalah merancang bagaimana strategi menggunakan sumber daya manusia di dalamnya dan pekerjaannya. Hal ini tak luput dari fungsi struktural dalam suatu perusahaan. Untuk selalu memberdayakan mereka secara efisien.

Keputusan strategis dalam cakupan ini adalah lingkungan kerja, fee atau upah, job description setiap individu, kelompok, bahkan divisi. Selain itu, keselamatan dan kesehatan juga termasuk dalam perancangan bidang tersebut.

Supply Chain Management

Tadi sempat disinggung dalam penentuan lokasi, bahwa tempat strategis akan berpengaruh pada rantai pasokan yang digunakan. Maka keputusan dari manajemen operasional selanjutnya berkaitan dengan supply chain management suatu perusahaan.

Selain itu, pemilihan kualitas bahan baku juga sangat berpengaruh pada keputusan mengenai ini. Pada intinya, supply chain management berfokus pada apa saja yang harus dibeli dan dibuat maupun distribusi dari barang hasil produksi.

Persediaan

Keputusan strategis selanjutnya yang akan diambil oleh manajemen operasional adalah mengenai persediaan barang. Bagian ini dapat berfungsi secara optimal jika dipengaruh pada hal sebelumnya yaitu: SDM, tata letak, perancangan produksi perusahaan, bahkan kepuasan pelanggan.

Keputusan persediaan ini mencakup seberapa banyak stock yang akan dan dapat ditampung oleh perusahaan pada kurun waktu tertentu. Selain itu, juga terdapat pertimbangan kapan harus membeli bahan baku atau bahan terkait lainnya.

Penjadwalan

Penjadwalan merupakan suatu tindakan untuk menentukan tempat dan waktu dalam melakukan suatu kegiatan saat proses produksi. Hal ini bisa mencakup jadwal produk masuk, pengerjaan, maupun kapan harus selesai mengerjakan segalanya.

Untuk keputusan strategis selanjutnya yang diambil oleh manajemen operasional adalah meliputi penjadwalan. Hal ini karena jadwal bagus dan tertata dari suatu proses produksi perusahaan, akan mengakibatkan kestabilan keuntungan.

Pemeliharan

Untuk keputusan strategis terakhir yang diambil oleh manajemen operasional adalah mengenai pemeliharaan atau maintenance. Poin ini digunakan untuk tetap menjaga mutu dan kualitas dari produk atau jasa, fasilitas, maupun peralatan dari perusahaan tersebut.

Poin pemeliharaan atau maintenance sangat penting untuk menjaga stabilitas dari kualitas produk. Jika keputusan strategis ini dapat berhasil, maka pelanggan akan selalu puas terhadap produk dan pendapatan dapat terus meningkat.

Strategi Manajemen Operasional

Strategi Manajemen Operasional

Dalam menjalankan sistem manajemen operasional, tentu terdapat beberapa strategi yang bisa diterapkan. Hal ini agar langkah yang ditentukan tidak salah arah. Berikut adalah uraian 8 strategi dalam bidang ini:

Pemanfaatan Data

Dalam strategi manajemen operasional yang pertama yaitu mampu memanfaatkan data dengan benar. Serta bukan merupakan info hoax. Tapi berupa bahan berkualitas, akurat dan berasal dari sumber terpecaya.

Seorang manajer operasional harus bisa memanfaatkan data-data tersebut untuk mengolah dan menaganalisa kemudian. Dari informasi tersebut bisa digunakan untuk perencanaan, pemasaran strategis dan pengambilan keputusan dari perusahaan.

Kontrol Data

Bisa sering ditemui, data yang banyak namun tidak teratur. Hal seperti ini tentu sangat membingungkan bagi seorang manajer operasional untuk menelaah dan menganalisa untuk kepentingan perusahaan.

Maka dari itu seorang manajer operasional harus memiliki kemampuan untuk menggunakan sistem dan perangkat lunak terbaru yang dapat mengelola data tersebut. Dengan hal tersebut, data bisa dianalisis dengan baik.

Analisis Persediaan

Strategi selanjutnya yang harus dimiliki oleh seorang dalam manajemen operasinal suatu peruahaan adalah kemampuan menganalisis persedian. Hal ini untuk menentukan kapan membeli barang dikemudian hari atau mencetak produk lebih banyak.

Dalam menganalisa persedian ini, seorang manajer operasional dapat menggunakan berbagai hal. Seperti perangkat lunak untuk manajemen inventaris. Dengan hal ini akan lebih memudahkan untuk melakukannya.

Perancangan Proses

Dari pengertian yang sudah dijelaskan di atas, manajemen operasional berkutat pada produksi suatu barang. Maka strategi penting lainnya adalah melakukan perancangan proses produk dari perusahaan tersebut.

Untuk merancang sebuah proses yang baik dan tahan lama, manajer operasional harus melakukan banyak hal. Seperti membuat penelitian terbaik, perkiraan akurat, dan pengembangan tepat dari produk dan tahapannya.

Penentuan Tujuan dan Proyeksi Hasil

Pada strategi yang kelima, penentuan tujuan suatu manajemen operasional dalam perusahaan dimaksudkan dengan pemberian motivasi dan arahan. Hal ini berguna agar setiap komponen bersemangat mencapai tujuan.

Sedangkan pada proyeksi hasil, bertujuan untuk memberikan harapan bahkan kesempatan bersiap-siap bagi perusahaan. Jika ternyata terjadi sesuatu yang diluar dugaan. Maka tidak akan kerepotan menghadapinya.

Kolaborasi

Strategi berkolaborasi tidak boleh dilupakan dari manajemen operasional suatu perusahaan. Karena hal ini sangat penting untuk membuat perbaikan terhadap produk, proses, teknik, atau metode yang selama ini dilakukan.

Baca Juga: Cara Mencari Supplier Tangan Pertama

Kolaborasi antar berbagai bidang, seperti keuanga, penjualan, pemasaran, dan sumber daya manusia lainnya sangat penting untuk kemajuan perusahaan. Selain itu, dengan adanya kerja sama, informasi akan menyeabar dengan transparan.

Tanggung Jawab Terhadap Sosial

Mendirikan suatu perusahaan di tengah masyarakat tentunya terkadang menimbulkan permasalahan. Contohnya bisnis manufaktur sering menyebabkan masalah limbah pada lingkungan. Di sinilah strategi manajemen operasional berperan.

Sebagai perusahaan yang didirikan di tengah warga ataupun alam, sudah sepatutnya berani bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat yang terdampak langsung dari bisnis. Masalah tersebut harus diatasi secepatnya.

Pengelolaan Sumber Daya Manusia Secara Optimal

Strategi lain tidak boleh luput dari manajemen operasional dalam suatu perusahaan adalah mengelolah sumber daya manusia. Pengelolaan tersebut tentu harus dilakukan secara optimal dan maksimal.

Sumber daya manusia yang dimaksud di sini tentu adalah karyawan-karyawan. Karena mereka sangat penting bagi kesuksesan perusahaan. Mereka telah melakukan aktivitas produksi setiap hari, sehingga perlu diapresiasi dan dikelola dengan optimal.

Prinsip Dalam Manajemen Operasional

Prinsip Manajemen Operasional

Selain mengetahui pengertian, fungsi, ruang lingkup, dan hal lain sebelumnya, Anda juga harus mengetahui prinsip dari manajemen operasional. Sistem ini memiliki 10 prinsip penting. Berikut adalah penjelasannya:

Realitas

Seseorang dengan jabatan dalam manajemen operasional suatu perusahaan, harus bisa bersikap realitas terhadap kenyataan yang ada. Hal ini akan sangat berpengaruh pada konsep untuk memecahkan suatu masalah.

Karena dalam manajemen operasional, suatu masalah dalam suatu perusahaan pemecahaannya bisa berbeda dari yang lainnya. Seorang manajer tidak boleh mengandalkan teknik universal, tapi fokus problem.

Fundamental

Mengetahui kesuluruhan fundamental dasar merupakan salah satu tugas dan kewajiban yang tidak boleh dilupakan oleh manajemen operasional. Kemudian menjadi prinsip pentingnya. Hal ini merupakan kunci kesuksesan proses produksi.

Hal-Hal yang termasuk fundamental dasar di antaranya : akurasi data inventaris, BOM, tugas umum, jobdesc setiap komponen, dan penjadwalan. Selain itu banyak hal penting untuk menunjang hasil terbaik perusahaan.

Organisasi

Manajemen operasional menghubungkan setiap aspek dalam proses produksi dalam manufaktur. Meliputi dari awal barang datang, sampai menjadi produk jadi. Maka fungsi organisasi sangat penting sebagai prinsip sistem ini.

Dengan mampu menerapkan prinsip organisasi pada suatu perusahaan, diharapkan semua komponen dapat konsistem menjalani tugasnya. Agar mencapai hasil yang menguntungkan dan sesuai prediksi

Perbedaan

Dalam suatu manajemen operasional, kreatifitas sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk lebih beragam dan bervariasi. Oleh karena itu perbedaan sangat dianjurkan sebagai prinsip dari sistem ini.

Perbedaan yang dikekang dalam suatu manajemen operasional suatu perusahaan, akan membuat produk stagnan. Suatu saat akan mengakibatkan kalah dengan barang baru dipasaran. Maka di sinilah kreatifitas diperlukan.

Semangat Bekerja

Prinsip ini membuat para manajer operasional diharuskan memiliki skill yang baik untuk memotivasi setiap bawahannya agar tetap semangat bekerja. Dalam suatu perusahaan, memberi motivasi adalah penting.

Hal ini diakibatkan semangat dari setiap karyawan suatu perusahaan bisa menjadi salah satu faktor perusahaan berkembang secara pesat. Karena setiap pegawai akan bekerja secara maksimal dan totalitas.

Rendah Hati

Meskipun harus memiliki beberapa keahlian dan pengalaman, seorang manajer operasional harus bisa bersikap rendah hati kepada setiap orang, termasuk bawahannya.Tentu hal ini memiliki peran penting yang tidak bisa diabaikan.

Seorang manajer dengan kerendahan hati, akan lebih mudah membaur dengan bawahannya. Pasti akan memudahkan untuk memberi konsultasi terhadap masalah maupun menyemangatinya. Jika karyawan semangat, tentu perusahaan meraih keuntungan.

Akuntabilitas

Akuntabilitas diartikan sebagai dapat terukur atau tidak abstrak. Sebuh manajemen operasional dalam suatu perusahan harus dapat menentukan struktur-struktur serta jobdesc yang pasti bagi karyawan mereka.

Jika setiap karyawan memiliki jobdesc yang pasti, mereka tidak akan mengalami kebingungan. Kemudian bisa menjalankannya dengan baik. Hal ini akan mendukung kesuksesan perusahaan. Manajer juga harus memeriksa rutin apakah tanggung jawab terlaksana atau ada hambatan.

Hubungan Sebab dan Akibat

Prinsip selanjutnya yang harus dimiliki oleh manajemen operasional suatu perusahaan adalah mampu menemukan hubungan sebab dan akibat dari terjadi masalah. Dalam menentukannya, harus melihat beberapa hal secara rinci.

Karena tidak bisa dipungkiri, masalah bisa terjadi kapan saja. Meskipun dari perusahaan dan karyawan sudah berusaha semaksimal mungkin. Di sinilah peran manajemen operasional agar tidak jadi perambatan kemana-mana.

Perubahan

Untuk prinsip kesembilan dari manajemen operasional adalah perubahan. Maksud dari poin ini adalah dapat baradaptasi dengan banyak hal yang berubah. Termasuk pelanggan, targeet klien, dan lain sebagainya.

Suatu perusahaan yang dapat beradaptasi secara cepat dengan perubahan pasar, akan memperoleh keuntungan stabil. Hal ini karena ada suatu inovasi berkelanjutan untuk membuat produk selalu dikenal pasar.

Keberhasilan

Maksud dari keberhasilan dalam prinsip suatu manajemen operasional adalah dapat menentukan seperti apa definisi berhasil itu. Hal-hal apa saja yang harus diusahakan untuk mencapai dan meraihnya.

Seorang manajer operasional harus bisa menentukan target-target rutin yang harus bisa dicapai oleh suatu perusahaan. Hal ini akan membuat setiap komponen paham bahwa definisi berhasil adalah dapat mengerjakan tuntutan tersebut.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Operasional dalam Perusahaan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Manajemen Operasional dalam Perusahaan

Setiap menajamen operasional dalam suatu perusahaan tentu memiliki faktor-faktor yang mendukung sukses terlaksananya sistem tersebut. Setiap bagian sangat mempengaruhi apakah dapat management ini berhasil dilaksanakan. Berikut adalah uraiannya:

Manajer atau Pimpinan

Ibarat sebuah transportasi, manajer adalah supir yang memiliki peran penting untuk menentukan arah langkah kemana kendaraan tersebut melangkah. Begitu pula dalam suatu perusahaan. Keputusan dari pimpinan akan mempengaruhi banyak hal.

Beberapa hal tersebut di antaranya keputusan mengenai aturan, kebijakan, prosedur perusahaan, dan manajemen pemecahan masalah. Selain itu cara penyampaian dari atasan seperti ketika menyampaikan motivasi, pendisiplinan diri, perhatian terhadap karyawan akan sangat berpengaruh.

Tingkah Laku Karyawan

Jika supir dalam kendaraan bisa menentukan arah langkah transportasi, maka penumpangnya bisa menentukan apakah bisa lancar sampai tujuan atau tidak. Begitu pula dengan perusahaan. Tingkah laku karyawan memiliki pengaruh besar dalam suksesnya manajemen operasional.

Tingkah laku yang dimaksud di sini adalah meliputi bagaimana kepribadian mereka, bagaimana tindakannya, dan apakah bisa diajak bekerja sama atau tidak. Selain itu gaya dan cara berkomunikasi antar karyawan juga mempengaruhi sukses atau gagalnya perusahaan dalam meraih keuntungan.

Tingkah Laku Kelompok Kerja

Setelah dalam ruang lingkup individu yaitu antar karyawan, selanjutnya mencakup dalam suatu grup. Kelompok kerja biasanya bisa terbentuk karena banyak hal. Formal karena terdapat berbagai jobdesc yang harus dikerjakan bersama, dan informal diakibatkan rasa pertemanan ataupun persahabatan.

Tingkah laku dari suatu kelompok kerja dalam perusahaan bisa mempengaruhi sukses atau tidaknya penerapan sistem manajemen operasional. Karena biasanya jika terdapat salah satu anggota grup rusuh atau tidak baik, dapat menyebar ke teman lainnya. Tentu hal seperti ini harus diantisipasi.

Eksternal Perusahaan

Jika dalam suatu kendaraan, supir dan penumpangnya bisa menentukan tercapai atau tidaknya suatu tujuan perjalanan, maka ada hal lain yang juga bisa. Yaitu faktor eksternal. Seperti adanya macet, hujan badai, jalan ditutup, atau bahkan ban bocor.

Begitu pula dengan dalam suatu perusahaan, faktor eksternal juga tidak bisa diabaikan. Meskipun Anda tidak mengetahui kapan kedatangannya, setidaknya dengan ini jangan mengabaikannya. Hal tersebut meliputi ledakan ekonomi, inflasi, dan lain sebagainya.

Tingkat Pekerjaan Manajemen Operasional dalam Suatu Perusahaan

Tingkat Pekerjaan Manajemen Operasional dalam Suatu Perusahaan

Dalam suatu manajemen operasional perusahaan, tentu terdapat beberapa tingkatan pekerjaan. Dimana mereka melakukan jobdesc sesuai jabatannya, dan saling terkait satu sama lain. Berikut adalah uraian mengenai hal tersebut:

Manajer Pabrik

Posisi pertama ini ditempati oleh orang yang seharusnya sudah berpengalaman sebelumnya dalam manajemen pabrik. Hal tersebut mencakup keahlian pada bidang perencanaan produksi, manajemen pembelian, serta pengelolaan.

Selain itu, seorang manajer pabrik juga harus menguasai keahlian untuk pengelolaan karyawan pada bidang operasional muapun mengelola sumber daya produksi lain yang digunakan di pabrik perusahaan tersebut.

Direktur Pembelian

Untuk posisi selanjutnya terdapat direktur pembelian. Seseorang yang memiliki jabatan tersebut harus mempunyai pengetahuan luas mengenai fungsi pembelian, dapat mengetahui dan menganalisis program dari penjualan produk perusahaan.

Selain itu, direktur pembelian juga harus dapat mengaitkan atau mengintegrasikan supplier sampai distributor. Atau bisa disebut memanajemen supply chain dalam perusahaan. Serta mengoordinasi aktifitas operasi yang terjadi.

Manajer Mutu

Seseorang yang menjabat sebagai manajer mutu dalam suatu perusahaan setidaknya harus mempiliki pandangan luas mengenai konsep statistik. Hal ini untuk dapat melakukan pengawasan semua aspek operasional.

Pada perusahaan, kualitas suatu produk merupakan suatu tanggung jawab bersama. Sedangkan manajer mutu bertugas untuk mengawasi seluruh komponen agar tetap bertanggungjawab terhadap hal tersebut.

Konsultan Perbaikan Proses

Pada bidang konsultan perbaikan proses suatu perusahaan, seseorang yang terlibat didalamnya harus memiliki keahlian dalam desain proses. Hal ini lebih baik jika didukung oleh pengalaman sebelumnya.

Hal ini karena pada konsultan perbaikan proses, seseorang yang terlibat di dalamnya akan memberikan konsultasi mengenai bagaimana seharusnya perbaikan jika terdapat tahap kurang benar untuk operasi suatu perusahaan.

Manajer dan Perencana Rantai Pasokan

Seseorang yang menjabat sebagai manajer dan perencana rantai pasokan dalam suatu perusahaan harus mempunyai keahlian mengenai material requirement planning, supplay chain management, teknologi komunikasi dunia bisnis, penjadwalan dan persediaan.

Baca Juga: Internet Marketing

Hal ini dikarenakan seorang manajer dan perencana rantai pasokan harus bertanggung jawab terhadap negoisasi kontrak jangka panjang perusahaan dengan distributor maupun supplier. Maka posisi ini cukup urgent.

Contoh Manajemen Operasional Produk Barang

Setelah mengetahui berbagai pengetahuan mengenai manajemen operasional. Meliputi pengertian, ruang lingkup, fungsi, tujuan, dan serba-serbi lainnya, Anda perlu mengetahui contoh penerapannya dalam produk barang. Berikut adalah uraiannya:

  1. Perkebunan
  2. Perkantoran
  3. Kontruksi
  4. Pertambangan
  5. Otomotif
  6. Perikanan
  7. Pabrik Pembuatan Produk Barang

Contoh Manajemen Operasional Produk Jasa

Setelah mengetahui berbagai pengetahuan mengenai manajemen operasional. Meliputi pengertian, ruang lingkup, fungsi, tujuan, dan serba-serbi lainnya, Anda juga perlu mengetahui contoh penerapannya dalam produk jasa. Berikut adalah uraiannya:

  1. Layanan Masyarakat
  2. Transportasi
  3. Hukum
  4. Pendidikan
  5. Asuransi
  6. Jasa Profesional
  7. Administrasi
  8. Perdagangan

Demikian penjelasan terkait manajemen operasional, baik itu pengertian, fungsi, dan ruang lingkupnya. Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Tinggalkan komentar