Manajemen Organisasi: Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Sebuah komunitas atau perusahaan terdiri dari banyak manusia dengan isi kepala berbeda sehingga membutuhkan aktivitas yang bersifat mengatur sekaligus menyelesaikan permasalahan. Oleh sebab itu, artikel berikut akan membahas terkait manajemen organisasi : pengertian, fungsi dan tujuannya.

Pengertian Manajemen Organisasi

Pengertian Manajemen Organisasi

Kata manajemen berasal dari bahasa Italian, yaitu Maneggiare yang berarti mengendalikan dan juga Prancis Kuno, yakni ménagement. Istilah tersebut memiliki arti melaksanakan atau mengatur sehingga pada dasarnya pengertiannya merujuk kepada aktivitas yang bersifat mengambil kendali terhadap sesuatu.

Menurut Mary Parker Follet, seorang ahli demokrasi menyebutkan bahwa pengertian manajemen adalah suatu seni mengendalikan sesuatu yang berfungsi untuk menyelesaikan pekerjaan melalui aktivitas orang lain. Sedangkan pengendali tersebut disebut sebagai seorang manajer.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka suatu manajemen sangat dibutuhkan, baik bagi komunitas kecil atau bahkan perusahaan yang sudah mencapai skala lebih besar. Hal ini dikarenakan organisasi-organisasi tersebut harus memiliki kendali berupa manajer agar dapat mencapai tujuan mereka.

Manajemen Organisasi Menurut Para Ahli

Manajemen Organisasi Menurut Para Ahli

Manajemen organisasi sendiri memiliki arti sebagai cara seseorang (manajer) untuk mengendalikan atau mengatur suatu organisasi agar mampu berjalan dengan semestinya sehingga dapat mencapai tujuan tertentu. Adapun pengertian istilah tersebut menurut para ahli adalah sebagai berikut :

George R. Terry (1909 – 1979)

Seorang ahli manajemen dari Amerika Serikat, yaitu George R. Terry membuat sebuah buku yang berjudul Principles of Management. Dalam bukunya, disebutkan bahwa pengertian manajemen organisasi adalah pencapaian terhadap berbagai tujuan tertentu melalui usaha bersama orang lain.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Aset

Dalam buku yang berjudul Principles of Management tersebut juga disebutkan bahwa manajemen memiliki 4 fungsi utama dalam aktivitas pengendalian meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling).

Henri Fayol (1841 – 1925)

Henri Fayol merupakan seorang insinyur yang berasal dari Prancis sekaligus sebagai ahli di bidang administrasi. Dalam teorinya yang bernama Fayolism, disebutkan bahwa manajemen organisasi memiliki berbagai elemen mendasar untuk kemudian dijadikan sebagai dasar dalam mencapai tujuan tertentu.

Sama seperti teori yang dikemukakan oleh George R. Terry, menurut salah satu bagian dari eksekutif pertambangan ini, manajemen memiliki 5 fungsi yang mendasari tercapainya tujuan organisasi, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengawasan (controling), dan pengkoordiniran.

James A.F. Stoner (1935)

James A.F. Stoner merupakan seorang profesor yang lahir pada tahun 1935 dari negara Tanzania. Dalam bukunya berjudul Management disebutkan bahwa pengertian manajemen adalah suatu ilmu administrasi untuk digunakan sebagai landasan mencapai tujuan tertentu bagi sebuah organisasi.

Selain itu, buku yang menjelaskan teori manajemen secara menyeluruh ini juga menyebutkan bahwa salah satu ilmu administrasi tersebut memiliki 4 fungsi utama dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Di antaranya proses perencanaan, kepemimpinan, pengorganisasian serta pengendalian anggota.

Luther M. Gulick (1892 – 1993)

Pengertian manajemen dalam organisasi juga dikemukakan oleh seorang profesor sekaligus ilmuwan politik di Amerika. Dalam teorinya, ahli administrasi tersebut mendefinisikan bahwa management merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari usaha sebuah kelompok untuk mencapai tujuannya.

Suatu manajemen bisa dikatakan baik apabila di dalamnya terdapat tujuan yang jelas serta mendatangkan manfaat terhadap anggota dalam organisasi tersebut. Terdapat 4 fungsi menurut Luther, di antaranya perencanaan, pengorganisasian, penyusunan pegawai serta pengarahan atau commanding.

John D. Miller

Di dalam buku yang berjudul Management in the Public Service, John D. Miller menyebutkan bahwa pengertian manajemen organisasi adalah suatu proses pemberian arahan dan fasilitas kepada sekelompok orang yang diorganisasikan guna mencapai tujuan tertentu.

Selain itu, Miller juga menyebutkan bahwa manajemen yang berada dalam sebuah organisasi memiliki suatu rangkaian aktivitas berurutan serta berhubungan antara satu dengan lainnya. Pada buku tersebut disebutkan terdapat 2 proses utama, yaitu pengarahan (directing) dan pemberian fasilitas (facilitating).

Harold Koontz dan O. Donnel (1991)

Dua ahli dari Barat bernama Harold Koontz dan O. Daniel menulis sebuah buku tentang ilmu administrasi berjudul The Principles of Management. Di dalamnya disebutkan bahwa manajemen adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan bersama dengan orang lain.

Aktivitas yang dinilai sebagai usaha pencapaian tujuan tertentu dari sebuah organisasi tersebut memiliki hubungan erat dengan 5 fungsi utama, yaitu perencanaan (planning), mengorganisir (organizing), pelengkapan tenaga kerja (staffing), pengarahan (directing) serta pengawasan (controling).

Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard (1969)

Dua tokoh ternama dari barat tersebut merupakan pencetus teori sekaligus buku mengenai kepemimpinan dalam bukunya yang berjudul Leadership Theory. Pada buku tersebut juga dipaparkan mengenai pengertian manajemen dan organisasi secara lebih menyeluruh serta mudah dipahami.

Menurut Hersey dan Blanchard, manajemen merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang dan dikombinasikan bersama konsep kepemimpinan untuk mencapai usaha tertentu. Pemimpin dalam suatu organisasi tersebut lebih dikenal dengan istilah manajer atau perencana.

Ernest Dale (1914 – 1984)

Seorang penulis revolusioner dalam bidang administrasi mendefinisikan manajemen sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Penentuan tindakan tersebut dijalankan berdasarkan perencanaan beserta konsep organisasi.

Pengelolaan organisasi melalui manajemen tersebut memiliki 7 fungsi utama, yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan anggota (staffing), pengarahan (directing), pengivonasian (innovating), pengerjaan tugas (representing) serta pengawasan (controlling).

Nickels McHugh (1997)

Nickels McHugh merupakan seorang ahli administrasi dari Barat yang mengemukakan definisi terkait manajemen organisasi. Yaitu suatu proses untuk sekelompok orang dalam rangka mencapai tujuan melalui berbagai cara berdasarkan konsep perencanaan beserta pengendalian.

McHugh juga menyebutkan bahwa manajemen dalam organisasi memiliki 4 fungsi utama, yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengimplementasian (directing) serta pengendalian (controlling). Keempat elemen tersebut digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Frederick Winslow Taylor (1856 – 1915)

Frederick Winslow Taylor merupakan ilmuwan dari Amerika Serikat yang mengemukakan ide berupa penggunaan management science melalui metode ilmiah. Sebelumnya, ia mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses sistematis untuk mencapai usaha tertentu oleh sekelompok orang di organisasi.

Taylor dikenal sebagai “Bapak Manajemen Ilmiah” akibat ide yang ia kemukakan tersebut. Menurutnya, suatu organisasi harus memiliki konsep efisiensi dan efektifitas dalam melakukan usaha untuk mencapai tujuannya melalui 4 prinsip, meliputi pengembangan, selesi, pendidikan anggota dan kerjasama.

Ricky W. Griffin (1944 – 1991)

Seorang doctor bernama Ricky W. Griffin berasal dari Barat juga mengemukakan beberapa management theory. Menurutnya, pengertian manajemen adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui berbagai proses dan harus dimiliki oleh sekelompok orang yang mendirikan organisasi atau perusahaan.

Menurut Griffin, manajemen dan organisasi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Dalam teorinya disebutkan bahwa terdapat 4 fungsi utama diterapkannya pengelolaan, meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing atau actuating) dan pengawasan (controlling).

Fungsi Manajemen Organisasi

Fungsi Manajemen Organisasi

Berdasarkan berbagai pengertian dari beberapa ahli di atas, dapat diketahui bahwa manajemen memiliki peran cukup besar dalam mencapai tujuan organisasi. Berikut beberapa fungsi yang harus diterapkan agar seluruh anggota juga dapat memenuhi target komunitas atau bahkan perusahaan :

Fungsi Perencanaan atau Planning

Dalam ilmu manajemen, perencanaan merupakan proses yang paling penting ketika menjalankan suatu organisasi. Tanpa adanya rencana yang matang, maka segala aktivitas serta fungsi-fungsi lain tidak akan berjalan dengan baik sebab konsep ini membahas mengenai tujuan, strategi beserta pengembangan.

Rencana dapat bersifat formal, artinya perencanaan dalam organisasi tersebut telah ditulis dalam catatan untuk dilaksanakan oleh seluruh anggota. Selain itu, sifat informal yang berarti tidak tertulis dan bukan merupakan bagian dari tujuan bersama. Peran manajer sangat penting untuk mendukung fungsi satu ini.

Fungsi Pengorganisasian atau Organizing

Perencanaan yang matang saja tidak cukup untuk dijadikan sebagai cara mencapai tujuan, namun harus dilakukan dengan koordinasi yang tepat antara manajer dan anggota organisasi. Salah satu bentuk fungsi pengorganisasian adalah membuat struktur komunitas atau perusahaan secara akurat.

Pengorganisasian juga bertujuan untuk memperoleh sumber daya efektif dan efisien sehingga pencapaian tujuan dapat dilakukan secara lebih kondusif. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan antara lain, alokasi SDA, menetapkan prosedur organisasi, perekrutan, seleksi, pelatihan dan penempatan.

Fungsi Kepegawaian atau Staffing

Setelah membuat struktur organisasi yang tepat, maka seorang manajer juga perlu berperan sebagai fungsi kepegawaian atau biasa disebut sebagai staffing. Seperti teori milik Ernest Dale (1914 – 1984), ahli administrasi tersebut juga mengemukakan elemen itu untuk mendukung konsep manajemen.

Kepegawaian dalam manajemen berkaitan dengan perekrutan sumber daya serta penciptaan suasana menyenangkan dan kondusif. Sebagai contoh, sebuah perusahaan harus memberikan kenyamanan pada para pegawai agar mereka dapat bekerja dengan baik sehingga instansi tersebut cepat mencapai tujuannya.

Fungsi Pengarahan dan Implementasi atau Lead

Tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan untuk para pegawai atau anggota organisasi saja, namun pengarahan beserta implementasi juga harus diterapkan agar seluruh aktivitas dapat dijalankan dengan penuh tanggungjawab sehingga tujuan bisa tercapai secara lebih cepat.

Beberapa kegiatan yang dilakukan pada fungsi pengarahan atau Lead ini adalah pengimplementasian kepemimpian, bimbingan serta pemberian beragam motivasi kepada anggota organisasi. Selain itu, juga ada aktivitas memberikan tugas dan penjelasan secara rutin agar tercapai tujuan tersebut.

Fungsi Pengawasan atau Controlling

Manajemen dalam organisasi sangat memerlukan pengawasan atau biasa disebut sebagai controlling. Pengontrolan ini dimaksudkan agar para pegawai atau anggota komunitas bahkan perusahaan dapat menjalankan aktivitas secara lebih konsisten sehingga bisa lebih cepat untuk mencapai tujuan.

Selain itu, pengawasan juga berfungsi untuk mengantisipasi adanya kesalahan-kesalahan fatal yang berakibat pada tujuan organisasi serta sebagai evaluasi sehingga dapat dilakukan perbaikan. Dengan begitu, segala bentuk kerugian bisa dihindari apalagi menyangkut instansi besar seperti perusahaan.

Fungsi Manajemen Waktu atau Time Management

Suatu organisasi harus mampu melakukan manajemen terhadap waktu agar dapat tercipta suatu efisiensi dan efektivitas sehingga segala pekerjaan dapat dijalankan dengan baik. Selain itu, keefektifan juga berguna supaya tujuan komunitas atau perusahaan bisa tercapai lebih cepat.

Organisasi yang menerapkan waktu dengan cara efektif dan efisien akan lebih tepat dalam melakukan pekerjaannya sehingga tercipta struktur yang baik di dalamnya. Beberapa kegiatan pada fungsi time management ini meliputi bimbingan, pengawasan, pelatiha, kedisiplinan serta perencanaan.

Fungsi Motivasi atau Motivation

Motivasi merupakan salah satu hal yang penting untuk diberikan oleh manajer kepada para anggota organisasi. Hal ini diyakini mampu memberikan suntikan semangat kepada mereka sehingga dapat membuat para pekerja bisa lebih produktif dan bekerja dengan baik.

Selain itu, fungsi motivasi juga dapat membuat para anggota menjadi lebih nyaman. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan pujian atau insentif atas seluruh pekerjaan yang mereka lakukan. Jangan lupa melakukan pendekatan terlebih dahulu sehingga tujuan organisasi bisa tercapai.

Tujuan Manajemen Organisasi

Tujuan Manajemen Organisasi

Manajemen organisasi sangat diperlukan dalam suatu komunitas atau perusahaan agar pencapaian sebuah target dapat terjadi secara lebih efektif dan efisien. Melalui konsep tersebut, seorang manajer juga dapat menjamin profitabilitas. Berikut beberapa tujuan diterapkannya organizational management :

Membentuk Sistem Koordinasi yang Baik

Manajemen dalam organisasi menjadi faktor utama yang berpengaruh terhadap sistem koordinasi dalam komunitas dan perusahaan. Sesuai dengan fungsi pengorganisasi, pengendalian dilakukan agar terbentuk struktural secara sistematis serta terkontrol sehingga juga memudahkan pengawasan.

Koordinasi yang baik antara divisi atau anggota organisasi dapat menyebabkan keteraturan ketika melakukan suatu pekerjaan dan lebih terfokus pada target. Dengan begitu, suatu komunitas atau perusahaan mampu mencapai tujuan secara lebih cepat serta terkoordinir.

Membentuk Sistem Kerja yang Efektif dan Efisien

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa apabila pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien, upaya tersebut dapat mempercepat tercapainya tujuan. Semakin cepat suatu organisasi mencapai target, maka akan kian banyak pula pencapaian yang bisa diraih dalam jangka waktu dekat.

Sistem kerja yang bersifat efektif dan efisien menjadi salah satu tujuan diadakannya manajemen organisasi agar suatu komunitas atau perusahaan dapat memperoleh profit dalam waktu dekat. Konsep semacam ini sangat cocok untuk mencapai target jangka pendek.

Menciptakan Suasana yang Kondusif

Sudah menjadi kewajiban manajer untuk menciptakan suasana kondusif dalam lingkungan organisasi. Hal ini bertujuan agar terjadi harmonisasi antara divisi ataupun anggota. Dengan begitu, kenyamanan saat beraktivitas terasa menyenangkan. Selain itu, mereka juga lebih semangat bekerja.

Selain itu, suasana yang kondusif juga dapat menciptakan motivasi terhadap para anggota sehingga membuat mereka menjadi lebih produktif. Tujuan tersebut bisa dicapai dengan menerapkan fungsi kepegawaian dan juga motivation secara menyeluruh agar karyawan mampu lebih bersemangat.

Menciptakan Rasa Tanggungjawab

Inilah tujuan lain dari fungsi kepegawaian, yakni menciptakan rasa tanggungjawab pada diri setiap anggota maupun manajer itu sendiri. Tanpa adanya kesadaran tersebut, maka sistem yang telah direncanakan dalam organisasi tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan rencana.

Oleh sebab itu, perekrutan yang dilakukan dengan tepat akan menghasilkan anggota berkompeten sehingga lebih mudah menciptakan kesadaran akan rasa tanggungjawab. Seorang manajer, terutama pada skala perusahaan harus memiliki pedoman kuat sebelum merekrut pegawainya.

Membuat Anggota Merasa Nyaman dan Lebih Fokus

Sebuah perencanaan yang disusun dengan matang akan menciptakan kesadaran perihal tanggungjawab sehingga lebih fokus ketika mengerjakan suatu aktivitas atau pekerjaan. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila sang manajer suatu organisasi menerapkan konsep manajemen di dalamnya.

Apabila anggota organisasi bisa fokus dalam mengerjakan suatu hal, maka tujuan akan dapat tercapai. Misalnya, suatu perusahaan menciptakan target laba dengan nominal tertentu dalam jangka 1 tahun. Jika seluruh pekerja memiliki sikap tanggungjawab, maka akan lebih mudah mencapainya.

Mencapai Tujuan Organisasi

Manajemen dalam organisasi juga sangat berpengaruh terhadap tujuan instansi tersebut. Apabila hanya memiliki target namun tidak mempunyai strategi, apalagi pengendalian terhadap segala aktivitasnya, maka akan sulit ketika ingin mencapainya. Oleh sebab itu, diperlukan organization management.

Supaya tujuan organisasi dapat dicapai, seorang manajer beserta seluruh anggota atau pekerja harus saling bekerja sama untuk mewujudkannya. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan mengaplikasikan organization management melalui fungsi-fungsi seperti di atas.

Keuntungan Menerapkan Manajemen Organisasi

Manajemen dalam suatu organisasi tak hanya memberikan cara atau solusi untuk mengatur struktur di dalamnya, akan tetapi juga digunakan sebagai usaha mencapai tujuan tertentu secara lebih efektif dan efisien. Adapun beberapa keuntungan ketika menerapkan konsep tersebut adalah sebagai berikut:

Pekerjaan Terasa Lebih Ringan

Koordinasi yang baik antara manajer dengan seluruh anggota organisasi akan menciptakan hubungan kerjasama yang lebih erat. Melalui fungsi organisasi, segala aktivitas ataupun pekerjaan dapat dijalankan secara maksimal serta meminimalisir terjadinya kesalahan-kesalahan fatal.

Adanya hubungan yang baik perihal kerjasama akan menjadikan suatu pekerjaan terasa lebih ringan karena dilakukan bersama. Dengan begitu, tujuan organisasi dapat dicapai lebih cepat. Agar keuntungan ini bisa diperoleh, diperlukan ketekunan dalam menerapkan fungsi organisasi serta kepegawaian.

Organisasi Menjadi Lebih Berguna

Suatu organisasi didirikan tentu berdasarkan tujuan yang mulia. Melalui landasan tersebut, apabila seluruh anggota berhasil mencapainya, maka dapat memberikan manfaat luar biasa terhadap lingkungan di sekitarnya sehingga mereka turut merasakan dampak positif dari keberhasilan tersebut.

Bukan menjadi hal mudah untuk mewujudkan itu semua. Diperlukan ketekunan, kesadaran, rasa tanggungjawab tinggi, kedisiplinan dan sudah pasti kekompakan dalam hal koordinasi antara anggota satu dengan yang lain. Oleh sebab itu, diperlukan adanya manajemen dalam organisasi.

Meningkatkan Potensi yang Dimiliki

Keuntungan yang diperoleh dari penerapan organization management tak hanya dirasakan oleh organisasi saja, namun juga dapat berdampak pada setiap individu di dalamnya. Semua pihak apabila terlibat dalam organisasi tersebut, maka akan memperoleh manfaatnya pula.

Pengelolaan organisasi yang tepat dengan menerapkan berbagai fungsi di atas akan membuat individu dalam kelompok tersebut dapat mengembangkan potensi pada diri mereka karena menyadari tanggungjawabnya sebagai anggota serta terbiasa beraktivitas secara terkoordinir.

Terhindar dari Pemborosan

Sistem pengelolaan dalam manajemen tak hanya berkutat pada aktivitas individunya saja, akan tetapi juga mengatur berbagai macam aspek, salah satunya pengendalian waktu. Oleh sebab kedisiplinan sangat dijunjung pada organization management, maka hal tersebut menjadi begitu penting.

Melalui perencanaan yang baik serta kesadaran akan sikap disiplin dan tanggungjawab, maka suatu organisasi dapat terhindar dari pemborosan. Tak hanya perihal waktu, namun juga keuangan sehingga segala hal bisa ditempatkan pada porsi yang seharusnya serta tidak digunakan secara berlebihan.

Menciptakan Pedoman yang Kuat

Seorang manajer yang telah menerapkan manajemen organisasi dengan baik sudah pasti memiliki pemikiran berupa pedoman kuat. Hal tersebut sangat penting dan memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan suatu kelompok dalam mencapai tujuan tertentu.

Apabila pedoman kuat sudah dikantongi, maka untuk mencapai tujuan tersebut akan terasa mudah karena antara manajer dan anggota organisasi bisa lebih fokus pada pencapaian sehingga muncul kesadaran perihal tanggungjawab beserta kedisiplinan di dalamnya.

Terciptanya Harmonisasi dalam Organisasi

Kerjasama yang baik antar anggota organisasi dapat menciptakan suatu hubungan yang harmonis di antara mereka. Bagaimana tidak, setiap hari kelompok tersebut bekerja secara bersama-sama sehingga harus memiliki perasaan saling menghargai dan membutuhkan agar tercipta suatu keseimbangan.

Adanya kerjasama yang baik dapat diperoleh dari penerapan konsep manajemen organisasi. Apabila keseimbangan telah tercipta serta hubungan harmonis sudah terjalin, maka tujuan dalam kelompok tersebut bisa lebih mudah dicapai secara lebih efektif dan juga efisien.

Batu Loncatan untuk Kemajuan dan Perkembangan

Seperti yang dikatakan oleh para pepatah bahwa jika ingin membangun rumah super kuat dan kokoh, maka harus dilakukan perencanaan matang terkait pondasinya. Ibarat bangunan, manajemen organisasi ini berperan sebagai pondasi sehingga sangat berperan penting dalam percapaian tujuan.

Suatu organisasi yang tidak menerapkan manajemen dengan benar akan mengalami kesulitan ketika ingin mencapai keberhasilan karena tak ada keteraturan. Berbeda jika manajer mengambil langkah dengan menggunakan organization management, maka sangat memungkinkan untuk menggapai tujuan.

Cara Menerapkan Manajemen Organisasi yang Baik

Cara Menerapkan Manajemen Organisasi yang Baik

Memiliki manajemen organisasi yang teratur saja tidak cukup apabila tak didukung oleh strategi tepat. Seorang manajer harus menerapkannya secara menyeluruh serta konsisten. Berikut cara mengaplikasikan organization management tehadap komunitas atau perusahaan :

DRIVE (Menetapkan Arah)

Sebelum menjalankan kegiatan berorganisasi, maka harus didahului oleh perumusan berupa visi dan misi. Selain itu, suatu organisasi juga perlu menetapkan tujuan. Hal ini bertujuan agar dapat dilakukan pembentukan strategi untuk mencapainya.

Tujuan yang telah ditentukan berperan sebagai niat sehingga menjadi landasan suatu organisasi dalam menjalankan berbagai aktivitas. Selain itu, seorang manajer juga harus menentukan prioritas beserta aturan main agar pekerjaan pada kelompok tersebut lebih bernilai dan efektif.

STRIVE (Mendorong Efektivitas)

Setelah menentukan tujuan beserta segala visi dan misi, selanjutnya seorang manajer harus mulai menerapkan berbagai fungsi dalam manajemen organisasi. Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan memperjelas peran setiap individu sehingga mereka dapat menyadari tugasnya masing-masing.

Salah satu elemen manajemen yang sangat berperan pada tahap STRIVE adalah fungsi kepegawaian dan pengorganisasi. Seluruh anggota harus ikut terlibat agar tujuan dapat tercapai dengan lebih cepat. Dalam hal ini, manajer perlu mengindentifikasi potensi setiap individu supaya bekerja secara efektif.

THRIVE (Mempercepat Pergerakan)

THRIVE atau bisa juga disebut sebagai langkah mempercepat pergerakan seluruh anggota organisasi namun tetap dilakukan secara kondusif. Cara ini bertujuan agar kelompok tersebut dapat lebih cepat dalam mencapai tujuan serta mewujudkan misi yang telah dirancang sebelumnya.

Suatu organisasi harus memiliki strategi untuk membuat segala aktivitas menjadi kondusif namun bisa dijalankan dengan seefektif dan seefisien mungkin. THRIVE dapat dilakukan melalui aktivitas umpan balik, meningkatkan kreativitas, manajemen berbagai konflik serta memberikan keputusan yang efektif.

ARRIVE (Mencapai Tujuan Organisasi)

Setelah melalui berbagai langkah dengan menerapkan manajemen dalam organisasi secara menyeluruh dan konsisten, maka segala tujuan akan lebih mudah untuk dicapai. Terlebih jika seluruh anggota atau pegawai turut mendukung serta memiliki kesadaran akan tanggungjawabnya.

Oleh sebab itu, adanya manajemen organisasi ini sangat penting untuk mendorong keberhasilan dalam meraih tujuan dengan mempertahankan motivasi, menyediakan kenyamanan bagi anggota, revitalisasi terkait pertemuan tim, mencatat kemajuan serta jangan lupa merayakan keberhasilan.

Baca Juga: Manajemen PAUD

Itulah penjelasan lengkap terkait manajemen organisasi : pengertian, fungsi dan tujuannya yang bisa dijadikan sebagai landasan untuk materi terkait bidang administrasi. Pemahaman seperti ini sangat penting agar mampu menjadi batu loncatan keberhasilan suatu komunitas atau bahkan perusahaan.

Tinggalkan komentar