Manajemen Pendidikan: Pengertian, Ruang Lingkup & Tujuannya

Manajemen pendidikan memang sangat diperlukan untuk pemgembangan sebuah lembaga, baik itu formal, non formal atau bahkan informal sekalipun. Dengan begitu, keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar akan menjadi lebih maksimal lagi.

Pengertian Manajemen Pendidikan

Menurut para ahli, ada beberapa pengertian manajemen pendidikan dengan berbagai macam penyampaian yang berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut:

Manajemen Pendidikan Menurut The Liang Gie

Berdasarkan pandangan The Liang Gie pengertian manajemen pendidikan adalah, keseluruhan dari proses penyelenggaraan setiap usaha kerja sama. Yaitu antar manusia untuk mencapai sebuah visi yang telah direncanakan sejak awal secara matang.

Tujuan yang dimaksud adalah pendidikan itu sendiri. Bagaimana serangkaian proses di atas bisa membuat manusia menjadi lebih bijaksana, berwawasan serta beradab. Jika diibaratkan makna konsep di atas adalah mengenai misi-misi antar elemen.

Manajemen Pendidikan Menurut Sondang Palan Siagian

Menurut ahli yang bernama Sondang Palan Siagian manajemen pendidikan memiliki arti, semua kegiatan antara dua orang ataupun lebih yang berpijak pada rasionalitas tertentu. Salah satunya untuk mencapai tujuan, baik dalam jangka panjang maupun pendek.

Pendidikan meliputi kegiatan input serta output. Kedua hal tersebut secara berkesinambungan dan berpengaruh satu sama lain dalam menentukan hasil akhirnya. Tidak lupa, adanya evaluasi dari setiap program yang telah dilaksanakan.

Manajemen Pendidikan Menurut Sutisna

Ahli ketiga yang menjelaskan arti manajemen pendidikan adalah Sutisna. Kedua kata itu memiliki makna rangkaian kegiatan yang melibatkan sumber-sumber baik personel maupun materiil dalam jumlah cukup besar, guna mencapai tujuan bersama ke depannya.

Rangkaian proses yang dimaksud meliputi perencaan awal, organisasi, kerja sama, pengawasan, pelaksanaan serta pelayanan dari segala sesuatu di sekolah. Berbagai aspek di dalamnya mulai dari tenaga pendidik, kurikulum, murid, alat-alat penunjang dan lain menjadi fokus utama.

Manajemen Pendidikan Menurut Stephen J. Kneziech

Apa itu manajemen pendidikan? Berdasarkan ahli ternama, Stephen J. Kneiech pengertian manajemen pendidikan adalah gabungan dari beberapa fungsi organisasi yang bertujuan dalam menciptakan efisiesi serta efektifitas pelayanan di lingkup sekolah bagi para murid.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Biaya

Adanya perencanaan matang, pengambilan keputusan, perilaku para pimpinan, penyiapan berbagai sumber daya, iklim organisasi yang kondusif, kerja sama para pihak adalah bagian dari proses tersebut.

Manajemen Pendidikan Menurut Sagala

Pengertian manajemen pendidikan berikutnya diungkapkan oleh Sagala. Menurut beliau makna dua kata di atas adalah implementasi dari ilmu yang mengatur bagaimana dunia sekolah anak-anak. Prosesnya meliputi pembinaan, pengembangan, pengendalian serta praktik nyata.

Ahli ini juga berpendapat bahwa manajemen pendidikan adalah penerapan dari prinsip, konsep dan teori-teori dalam aktiitas belajar mengajar oleh para pendidik agar bisa mencapai tujuan nasional secara efektif serta efisien.

Manajemen Pendidikan Menurut Biro Perencana Depdikbud 1993

Berdasarkan pandangan dari Biro Perencana Depdikbud pada tahun 1993, manajemen pendidikan berarti semua proses dalam merencanakan, mengatur, memimpin, serta mengendalikan para guru untuk mencapai visi yang dibuat.

Visi tersebut adalah salah satunya tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengembangan manusia secara utuh mulai dari beriman dan bertakwa kepada Tuhan, memiliki budi pekerti, mempunyai keterampilan serta sehat jasmani rohani.

Manajemen Pendidikan Menurut Purwanto

Berdasarkan pandangan ahli yaitu Purwanto manajemen pendidikan adalah, sebuah bentuk usaha bersama yang tujuannya mendayagunakan berbagai sumber daya baik manusia maupun anggaran, bahan serta peralatan agar tercipta sistem unggul.

Sistem pendidikan unggul ini harus mampu dicapai dengan cepat dan mudah. Diperlukan pula koordinasi antar elemen terkait agar tidak terjadi kesalahan. Tidak lupa juga adanya proses evaluasi dari setiap program yang dijalankan agar bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Pihak Mana saja yang Harus Menggunakan Manajemen Pedidikan?

Pihak Mana saja yang Harus Menggunakan Manajemen Pedidikan

Demi memaksimalkan kegiatan belajar-mengajar, maka beberapa pihak terkait juga harus menjalankannya. Berikut beberapa di antaranya:

Pihak Guru

Seperti yang telah dijelaskan dalam pengertian manajemen pendidikan, salah satu rangkaian prosesnya adalah pelaksanaan di sekolah, maka guru menjadi pihak penting. Para pendidik menjadi sumber pemberi informasi serta pelajaran bagi peserta didik.

Perannya yang cukup penting tidak hanya sekedar transfer ilmu saja, tetapi juga bisa menjadi tauladan baik dalam memberikan contoh kepada para murid. Selain itu, juga menanamkan karakter baik secara tekstual maupun kontekstual mengingat saat ini menggunakan kurikulum 13.

Pihak Pemerintah

Salah satu tujuan nasional yang tertuang di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal tersebut adalah visi besar dan harus bisa dilaksanakan di dalam manajemen pendidikan di setiap wilayah Indonesia.

Visi yang dibuat sejak awal masuk ke dalam proses perencanaan secara matang. Selaku wakil rakyat pemerintah telah merumuskan tujuannya dengan benar. Hasilnya tergantung bagaimana pelaksanaan di lapangan serta kerja sama antar pihak-pihak terkait.

Pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Pihak lain dan memiliki wewenang dalam menggunakan manajemen pendidikan adalah kementrian yang membawahi bidang itu sendiri. Kemdikbud di sini mengatur penyelenggaraannya agar bisa mencapai tujuan awal.

Kemendikbud mempunyai tugas dalam menyelenggarakan beberapa urusan pemerintahan. Mulai dari bidang pendidikan anak usia dini, dasar, menengah serta perguruan tinggi dalam pengelolaannya untuk membantu tugas seorang presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan.

Pihak Dinas Pendidikan

Pihak berikutnya yang menggunakan konsep tersebut adalah dinas pendidikan, sebab lembaga ini mengatur bidang terkait di wilayah-wilayah daerah. Bahasa lainnya adalah membantu tugas dari kemendikbud.

Wewenangnya adalah merumuskan peraturan teknis, pelaksanaan kebijakan, penyelenggaraan evaluasi serta mekanisme pelaporan. Hal ini juga termasuk dalam rangkaian proses di dalam manajemen pendidikan. Secara langsung peranan lembaga ini juga termasuk bidang tersebut.

Pihak Yayasan Pendidikan Khusus

Bagi lembaga sekolah yang berstatus negeri tentu sumber alokasi anggaran memang lebih banyak diterima dari pemerintah. Namun berbeda cerita jika membandingkan dengan tempat menimba ilmu dengan status swasta. Ada beberapa perbedaan dasar di dalamnya.

Dana yang diterima dari pemerintah memang ada tetapi kuantitasnya juga bisa dibilang kecil jumlahnya. Pihak Yayasan Pendidikan tertentu biasanya memang memiliki orang-orang secara sukarela memberikan anggaran secara berkelompok. Hal ini juga termasuk dalam prinsip manajemen.

Pihak Peserta Didik

Pihak berikutnya dalam melaksanakan manajemen pendidikan adalah para peserta didik. Mereka adalah pelaksana dari proses inti yaitu dalam kegiatan belajar mengajar. Berhasil tidaknya dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan tentu melibatkan beberapa aspek.

Para peserta didik di bangku sekolah ,mulai dari tingkat dasar sampai menengah berhak menerima berbagai fasilitas serta layanan yang bisa menunjang daya kembang mereka dalam belajar. Baik murid normal maupun dissabilitas menjadi perhatian semua kalangan pendidikan.

Pihak Orang Tua

Kemudian para orang tua dari peserta didik. Memang peranannya tidak sebesar tenaga pendidik namun nyatanya mereka mampu memberikan pengaruh kepada anak. Guru akan menjadi sumber contoh murid ketika berada di lingkungan sekolah saja.

Saat berada di rumah maka proses pendidikan sang anak akan diawasi langsung oleh orang tua. Setidaknya mereka membantu agar pelaksanaan proses belajar bisa membantu tugas para guru dalam mencapai tujuan nasional. Banyak pihak memang yang harus bekerja satu sama lain.

Jenis Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Jenis Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Jangkauan dari menejemen pendidikan memang luas, bahkan juga memiliki ruang lingkup tersendiri. Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa ulasan di bawah ini:

Seluruh Negara

Jenis ruang lingkup pertama adalah manajemen pendidikan bagi urusan secara nasional. Bidang ini terbagi menjadi beberapa tipe. Keseluruhan pelakasanaan tidak hanya dilakukan di lembaga formal saja.

Lembaga-lembaga tersebut adalah pendidikan luar sekolah, kepemudaan, penyelenggaraan pelatihan, pengembangan masalah penelitian-penelitian dan mempertahankan kesenian serta kebudayaan setempat. Semuanya melaksanakan tugas bidang terkait sesuai dengan porsinya.

Satu Provinsi

Luasnya wilayah Indonesia memang membuat banyak sekali jumlah provinsi di dalamnya. Hal ini senada dengan jenis ruang lingkup manajemen pendidikan yang kedua. Tujuannya membantu agar pelaksanaan proses belajar mengajar di tingkat daerah bisa terkontrol dengan baik.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Aset

Berkaitan dengan penyelenggaran ruang lingkup kedua maka dalam pelaksanaannya dibantu oleh para petugas manajemen pendidikan. Mereka telah disiapkan secara khusus di berbagai wilayah kabupaten serta kecamatan di seluruh wilayah Indonesia.

Satu Unit Kerja

Jenis ruang lingkup ketiga adalah manajemen pendidikan satu unit kerja. Pelaksanaannya langsung pada setiap lembaga yang menangani proses kegiatan belajar mengajar, mulai dari memberikan pelajaran kepada peserta didik, menyediakan sarana dan prasarana.

Berbagai kegiatan pendidikan di dalam sekolah serta para tenaga pendidiknya akan berpengaruh pada ruang lingkup jenis ini. Hal ini yang membuat antar lembaga pendidikan formal memiliki kualitas yang berbeda satu sama lain, karena aspek di dalamnya saja tidak sama.

Pendidikan Kelas

Ruang lingkup selanjutnya adalah manajemen pendidikan kelas, di mana pengelolaan dilakukan baik secara manajerial maupun intruksional. Berbagai kegiatan oleh para guru diupayakan dalam menciptakan situasi belajar yang nyaman serta kondusif bagi para peserta didik.

Tujuannya tentu agar bisa menunjang pencapaian tujuan pembelajaran secara maksimal. Bisa jadi guru bahkan menjadi penentu keberhasilan ruang lingkup ini. Penyebabnya karena setiap pendidik memiliki cara yang berbeda dalam menjelaskan materi pelajaran.

Personil Sekolah

Ruang lingkup ini mencakup baik tenaga kependidikan maupun petugas manajemen. Kedua pihak tersebut bekerja satu sama lain dalam merencanakan, mengatur serta mengontrol dalam meningkatkan sumber daya manusia di dalam sekolah.

Tujuannya agar bisa menjadi organisasi maupun lembaga pendidikan yang baik serta efektif. Salah satu program penting di dalam sekolah adalah bagaimana mengembangkan, menggunakan maupun mengevaluasi berbagai kekurangan serta kelebihan sivitas akademik.

Pendidikan Siswa

Ruang lingkup berikutnya adalah manajemen pendidikan siswa di mana guru mencatat semua proses pembelajaran, mulai dari awal peserta didik itu diterima sampai mereka lulus dari sekolah. Aspek utama dalam jenis ini terdiri dari kegiatan penerimaan, kegiatan belajar, bimbingan dan kedisiplinan.

Tujuannya agar bisa melakukan pengaturan dengan mudah berbagai kegiatan kesiswaan dan proses pembelajaran pun dapat berjalan secara tertib, nyaman, lancar. Hal ini juga mampu membantu dalam mencapai tujuan pendidikan yang direncanakan sejak awal.

Pendidikan Kurikulum

Kurikulum memamang memiliki peranan penting untuk mewujudkan sekolah dengan mutu terbaik dan kualitas bagus. Pengelolaannya diperlukan kerja sama antara pimpinan lembaga juga semua tenaga kependidikan.

Kurikulum merupakan suatu sistem program pembelajaran mulai dari metode pengajaran yang digunakan, kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, berbagai mata pelajaran dan hal lainnya. Sejauh ini beberapa kali lembaga formal pendidikan telah mengalami perubahan aspek ini.

Sarana Prasaran Dan Material

Ruang lingkup kedelapan berkaitan dengan sarana prasarana serta material yang ada di sekolah dan perlu diberdayakan serta dikelola dengan baik untuk kepentingan pembelajaran para peserta didik. Dibutuhkan pemeliharaan rutin agar bisa terpakai terus menerus.

Sarana berhubungan dengan semua peralatan,perangkat, dan digunakan langsung dalam proses belajar mengajar. Prasarana berkaitan langsung dalam hal kelengkapan dasar lembaga formal pendidikan seperti laboratorium, perpustakaan, ruang OSIS, kantor, dan jenis lainnya.

Tata Laksana Sekolah

Ruang lingkup ini berkaitan dengan bagaimana proses kegiatan dalam mengelola surat menyurat dari menerima, mencatat, mengatur, menggandakan serta mengirim ke berbagai pihak dalah hubungannya untuk kepentingan sekolah. Bisa dikatakan manajemen pendidikan administrasi

Tidak lupa juga untuk selalu mendokumentasikan segala kegiatan yang terjadi di lingkungan sekolah. Tujuannya agar mampu dijadikan bahan keterangan dan pelaporan kepada para pimpinan. Namun prosesnya harus dilakukan secara benar serta professional.

Hubungan Masyarakat

Ruang lingkup manajemen pendidikan selanjutnya adalah hubungan masyarakat, dimana sekolah sebagai lembaga formal pendidikan pasti akan membutuhkannya. Kegiatannya meliputi proses kampanye kepada khalayak umum dan dilakukan secara teratur dan berkelanjutan.

Tujuan ruang lingkup ini adalah memastikan hubungan baik antara sekolah dengan pihak lain untuk menunjukkan iktikad baik, maupun menampilkan hasil program ke masyarakat. Melalui hal ini, maka tanggung jawab organisasi untuk bertanggung jawab bisa dilihat.

Pendidikan Pelaksana

Ruang lingkup selanjutnya dilihat dari pihak-pihak yang harus bertanggung jawab dan juga bekerja sama agar bisa memberikan pelayanan terbaik. Pelaksananya adalah guru, kepala sekolah, tenaga kebersihan dan lain-lain.

Dalam kegiatan belajar mengajar, maka ruang lingkup manajemen ini diperlukan guna melancarkan proses pembelajaran dan hasilnya pun diharapkan bisa mencapa tujuan pendidikan nasional. Tanpa adanya koordinasi, maka tidak mungkin terjadi keberhasilan.

Urutan Kegiatan

Ruang lingkup manajemen ini berkaitan langsung dengan rangkaian proses mulai dari awal sampai tahap akhir. Nama lainnya adalah fungsi administrasi yang terdiri dari tahap perencanaan, pengkomunikasan, pengarahan,koordinasi, komunikasi, pengawasan dan evaluasi.

Kegiatan di dalam ruang lingkup ini berkaitan satu sama lain. Rangkaian proses akan memberikan gambaran bagaimana hubungan antar tahapan tersebut bisa membuahkan hasil yang bagus. Beberapa ahli bisa berbeda persepsi mengenai apa saja proses-proses di dalamnya.

Planning

Ruang lingkup berikutnya adalah manajemen pendidikan planning yang memiliki arti yaitu perencanaan. Semua proses tanpa rencana awal bisa mengakibatkan kegagalan. Tahap ini merupakan awalan yang harus dilalui oleh semua pihak.

Prosesnya bisa menentukan visi, program, kerja sama dan hal lain. Semua pihak bisa bekerja sama dalam penentuan keberhasilan melalui tahapan tersebut. Ruang lingkupnya yang dilakukan di awal menyebabkan mengapa disebut dengan planning.

Pengorganisasian

Ruang lingkup selanjutnya adalah berkaitan dengan tahapan pengorganisasian, bagaimana sebuah lembaga itu disusun secara benar. Hal ini juga bisa berkaitan dengan apa saja kebutuhan yang harus dipenuhi di dalamnya supaya bisa menunjang proses pendidikan.

Tujuannya agar mampu memberikan kualitas terbaik serta memilah-milah komposisi atau struktur dan masing-masing pihak di dalamnya. Dengan begitu, bisa mengerjakan tugas pokok dan fungsinya, namun tantangannya cukup besar agar keberhasilan itu bisa dicapai.

Tujuan Manajemen Pendidikan secara Umum

Tujuan Manajemen Pendidikan secara Umum

Tujuan utama dari manajemen pendidikan adalah melaksanakan pembentukan kepribadian pelajar berdasarkan dengan tujuan pendidikan nasional. Lantas, apa saja tujuan dari manajemen pendidikan lainnya?

Efisiensi dalam Penggunaan Sumber Daya

Dengan adanya manajemen Pendidikan, harapannya pengelolaan sumber daya yang ada dapat digunakan secara efisien, karena sebelumnya telah direncanakan terlebih dahulu. Sumber daya yang terkait itu contohnya adalah anggaran, waktu dan tenaga kerja.

Efisiensi dalam penggunaan sumber daya sangat perlu untuk dilakukan. Terutama dalam hal anggaran agar dapat digunakan untuk semua kebutuhan dan keperluan pendidikan selama proses satu tahun ajaran baru. Dengan begitu, tujuan ini dapat berjalan secara maksimal.

Efektif dalam Meraih Tujuan

Melalui adanya manajemen yang baik dan dilakukan secara berkesinambungan, maka suatu instansi, lembaga maupun pihak yang berada di dalam penyelenggaraan pendidikan diharuskan mampu menjadikan kegiatan serta sumber daya yang dikelola lebih efektif lagi.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan itu sendiri. Tidak lain adalah agar dapat meraih apa yang sudah direncanakan bersama dengan orang-orang dalam satu organisasi. Jadi, program itu akan dapat berjalan dengan maksimal.

Efektifitas dalam meraih tujuan yang telah dianalisa dan akan dijalankan menjadi hal yang tak kalah penting. Dalam kegiatan pendidikan, setiap program pembelajaran yang akan dijalankan harus dapat dikelola lebih baik lagi dari sebelumnya.

Fokus pada Tujuan Pendidikan

Pendidikan di suatu daerah selalu berhubungan dengan tujuan pendidikan nasional yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan manajemen di setiap lembaga pendidikan ini, tiap daerah akan bisa disesuaikan atau difokuskan dengan tujuan pedidikan secara umum tersebut.

Dengan difokuskan pada tujuan pendidikan ini, tiap daerah akan bisa mengenyam pendidikan dengan baik dan maksimal seperti pada daerah-daerah lainnya. Dengan begitu, kawasan pedesaan juga akan tetap dapat merasakan bimbingan Pendidikan secara memadai.

Untuk itu, pemfokusan pada tujuan pendidikan ini akan membawa banyak dampak baik bagi seluruh masyarakat di wilayah tersebut. Karena dengan begitu, pendidikan di sana akan lebih diperhatikan dan lebih disesuaikan lagi dengan layanan naisonal.

Menjadi Supproting System dalam Pencapaian Tujuan Pendidikan

Salah satu hal yang menjadi konsep paling dasar dari manajemen pendidikan yakni sebuah system. Khususnya yang selalu mendukung dalam mencapai tujuan pendidikan dengan menggunakan berbagai aktivitasnya yakni supporting.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Organisasi

Menjadi supporting system dalam manajemen pendidikan juga tak kalah penting dari semua tujuan yang telah kita uraikan di atas. Dengan adanya hal ini, pendidikan di suatu wilayah akan terus kita dukung sehingga bisa mencapai tujuannya.

Karena adanya dukungan ini, akan banyak orang yang merasa dan percaya bahwa pendidikan di wilayahnya akan segera ditangani oleh pemerintah. Jadi, mereka semua dapat mengeyam pendidikan yang hampir sama seperti di daerah lainnya.

Terwujudnya Suasana Belajar dan Proses Pembelajaran

Mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan efektif serta menyenangkan dan bermakna adalah hal yang diinginkan oleh setiap Lembaga pendidikan. Jika keadaan mengasyikkan, maka akan banyak peserta didik yang senang dalam belajar.

Kegembiraan ini menjadi kunci suksesnya tujuan dari manajemen dalam mengatur dan mengawasi bagaimana keberlangsungan proses Pendidikan. Khususnya yang selama ini terjadi dan berlanjut di Indonesia.

Terwujudnya Peserta Didik yang Aktif Mengembangkan Potensi Diri

Selain itu, tujuan penting lain dari manajemen Pendidikan adalah mewujudkan anak didik yang aktif dalam hal pengembangan potensi diri. Karena tidak setiap siswa dapat memahami dengan baik pendidikan formal dalam bidang akademik.

Ada juga peserta didik yang memiliki kemampuan atau bakat khusus yang perlu untuk dilatih. Dengan begitu, dapat menjadi potensi untuk pengembangan dirinya dan masyarakat sekitar. Biasanya anak seperti tidak akan banyak ditemukan dalam satu instansi Pendidikan.

Oleh sebab itu, melatih bakatnya adalah suatu hal yang sangat bagus dan penting untuk dilakukan. Agar pendidikan di wilayah tersebut semakin baik ke depannya.

Terpenuhinya Salah Satu dari 5 Kompetensi Tenaga Pendidikan

Dalam dunia pendidikan terdapat 5 kompetensi dasar minimal yang harus bisa terpenuhi salah satu darinya. Dengan begitu, akan sangat berpengaruh untuk perkembangan pendidikan di suatu daerah atau kawasan.

Dengan terpenuhinya salah satu dari 5 kompetensi dasar ini, maka akan ada banyak peluang masuk tenaga kependidikan ke dalam wilayah tersebut. Sekaligus juga untuk mengajarkan banyak pelajaran-pelajaran baru.

Tercapainya Tujuan Pendidikan yang Efektif dan Efisien

Tujuan pendidikan secara efektif dan efisien perlu untuk diwujudkan dan dicapai. Ini bertujuan untuk dapat membangun pendidikan yang maksimal dalam hal meraih tujuan itu sendiri dan efisien dalam penggunaan sumber daya.

Semua ini akan lebih memudahkan pendidikan berjalan dengan baik dan maksimal dalam sebuah wilayah dan daerah. Serta kemudahan untuk meraih tujuan pendidikan yang lebih bermutu dari sebelumnya.

Terbekalinya Tenaga Pendidikan

Pembekalan tenaga pendiidk tentang proses dan tugas administrasi pendidikan sangat penting untuk diberikan. Dengan ini, mereka akan dapat melaporkan bagaimana hasil lapangan yang mereka peroleh selama proses mengajar di daerah tersebut.

Semua ini akan memudahkan manajemen pendidikan dalam hal mengawasi dan memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik dan maksimal lagi. Serta jaminan pendidikan yang layak pada wilayah tersebut.

Teratasinya Masalah Mutu Pendidikan

Mutu pendidikan di Indonesia sendiri adalah sekitar 80%. Hal ini karena manajemennya yang kurang memadai dan kurang peka terhadap keadaan lingkungan daerah tertentu yang tidak memungkinkan untuk dapat mengenyam Pendidikan lebih baik lagi.

Oeh karena itu, sangat perlu solusi untuk mengatasi mutu pendidikan nasional yang lebih baik lagi dan terjamin maksimal oleh majemen pendidikan kepada daerah-daerah tertinggal dan khusus lainnya.

Terciptanya Perencanaan Pendidikan yang Merata

Membuat perencanaan pendidikan yang lebih merata dan bermutu, relevan dan akuntabel juga sangat patut untuk dilakukan. Karena hal ini akan lebih memudahkan tujuan dari manajemen pendidikan untuk menciptakan pemerataan terhadap pendidikan di seluruh Indonesia.

Semua ini akan dapat meningkatkan mutu dan pemerataan kualitas dari pendidikan itu sendiri di Indonesia pada saat seperti sekarang ini.

Meningkatnya Citra Positif Pendidikan

Selain itu, dengan adanya tujuan manajemen pendidikan ini akan menambah dan meningkatkan citra atau nama baik dari pendidikan itu sendiri. Jadi, akan semakin banyak orang yang tertarik untuk ikut mengenyam pendidikan.

Citra baik dari pendidikan tersebut juga dapat membantu tujuan manajemen Pendidikan. Karena ketika masyarakat mengetahuinya, maka kemungkinan besar mereka akan tertarik dan mau untuk belajar ikut serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Fungsi Manajemen Pendidikan Menurut Ahlinya

Para tokoh memberikan gagasan yang berbeda-beda, mengenai apa saja fungsi manajemen pendidikan. Semuanya kita simpulkan menjadi empat fungsi, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Berikut ini adalah uraian pendapat mereka.

  • Henry Fayol dalam buku Ara Hidayat dan Imam Machli (2012:17), fungsi manajemen pendidikan meliputi beberapa macam, yaitu perencanaan, pengorganiasasian, pemberi perintah, pengkoordinasian sertapengendalian.
  • Lutter Gullick, fungsi manajemen pendidikan itu ada tujuh macam yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengaturan anggota (staffing), pengarahan (directing), koordinasi (coordinating), pelaporan (reporting), pencapaian tujuan (budgeting).
  • Hersey And Blanchard, fungsi manajemen pendidikan itu ada empat macam yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), peningkatan semangat (motivating) dan pengendalian (controlling).

Beberapa Fungsi Manajemen Pendidikan Secara Umum

Beberapa Fungsi Manajemen Pendidikan Secara Umum

Secara umum, fungsi manajemen pendidikan memiliki empat fungsi yang banyak kita kenal di masyarakat luas, yaitu:

Perencanaan (Planning)

Perencanaan menjadi awal dari fungsi dalam manajemen pendidikan. Karena sebelum bermulai suatu kegiatan, kita memerlukan rencana untuk dapat melakukan penganalisaan dan penetapan kegiatan tersebut. Hal ini untuk memastikan bahwa semuanya berjalan seperti semestinya.

Rencana adalah bagian pengendalian sumber daya manusia sehingga dapat mencapai hasil maksimal dari proses perencanaan yang sudah kita lakukan. Tujuan planning daripada fungsi ini adalah sebagai berikut:

  • Menjadi standar pengawasan lembaga atau perusahaan.
  • Mengetahui waktu kegiatan.
  • Mengetahui bagaimana siapa saja struktur organisasinya.
  • Memperoleh informasi secara sistematis.
  • Menyedikitkan dan megghemat waktu dan kegiatan.
  • Memberikan sketsa total perihal acara.
  • Dapat memprediksi masalah yang ada.
  • Memberikan pengarahan pada tujuan.

Berbeda halnya dengan tujuan, fungsi perencanaan sendiri jga memiliki aspek dan ruang lingkup yang beragam. Untuk mengetahuinya, simak uraian berikut:

  • Menjadi alternatif terbaik sebagai awal dari perencanaan ulang kegiatan.
  • Pelaksanaan dan pengawasan menjadi sesuai.
  • Menyusun skala prioritas.
  • Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
  • Penyesuaian terhadap perubahan lingungan bagi manajer.
  • Memudahkan koordinasi satu sama lain.
  • Peminimalan kerja yang tidak pasti.

Pengorganisasian (Organizing)

Fungsi berikutnya yakni pengorganisasian. Hal ini untuk mengatur pembagian acara besar menjadi lebih kecil, sekaligus membuat manajer semakin mudah dalam proses pengawasan terhadap kegiatan yang akan kita laksanakan nantinya.

Pengorganisasian bisa juga kita katakan menjadi urat nadi dalam sebuah organisasi. Sebab, pentingnya fungsi ini untuk menjadi jembatan meneruskan proses perencanaan yang sudah kita lakukan sebelumnya. Bahkan sekaligus untuk mencapai tujuan bersama dalam organisasi.

Pelaksanaan (Actuating)

Proses memaksimalkan sumber daya manusia yang ada dapat membuat hasil akhir terbaik. Selain itu, juga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan yang kita laksanakan.

Proses ini bertujuan menjadikan sumber daya manusia yang lebih tergerak untuk dapat meraih keberhasilan dalam kegiatan berorganisasi. Di sisi lain, pencapaian hasil kerja sama akan lebih optimal dan juga maksimal dari sebelumnya.

Kegiatan yang terlaksana dengan baik menjadi sebuah pencapaian yang sangat bagus. Serta dapat menjadi ajang untuk lebih mengenal satu sama lain sebagai sesama anggota yang baik dan menjunjung persaudaraan bersama.

Pengendalian atau Pengawasan (Controlling)

Fungsi yang ketiga yakni pengendalian atau pengawasan. Proses ini kita lakukan untuk mengawasi acara agar dapat berjalan dengan baik selama kegiatan berlangsung. Alhasil, semuanya akan dapat terlaksana secara maksimal.

Ketika proses pengendalian atau pengawasan dapat memperoleh hasil yang berkualitas, maka dapat kita pastikan bahwa acara tersebut berhasil sepenuhnya. Tanpa adanya fungsi terakhir ini, semua yang sudah kita jalankan sebelumnya tidak akan bisa menjadi efektif.

Fungsi Penyusun Manajemen Pendidikan

Fungsi Penyusun Manajemen Pendidikan

Selain, empat fungsi utama di atas, terdapat juga fungsi-fungsi lainnya. Semuanya sama-sama penting dan kita butuhkan. Berikut beberapa di antaranya:

Penyusunan Pegawai (Stuffing)

Perlu kita ketahui bahwa, penekanannya ada pada sumber daya manusia dalam membantu melaksanakan kegiatan yang sudah kita rencanakan atau kita organisasikan dengan jelas.

Kegiatan yang akan kita laksanakan oleh fungsi ini yakni penentuan, pemilihan, pembinaan, pembimbingan kepada orang-orang yang ikut serta di dalamnya. Pelaksanaannya menggunakan berbagai cara dan metode. Untuk itu, perlu kita dukung dengan berbagai macam fasilitas untuk memompa semangat mereka.

Pengarahan (Directing)

Fungsi selanjutnya yakni pengarahan. Cara yang akan kita lakukan yaitu menjelaskan, mempertimbangkan, menunjukkan dan membimbing orang yang terlibat dalam kegiatan ini baik secara struktur maupun secara fungsi juga.

Tujuan dari adanya fungsi pengarahan ini salah satunya adalah, untuk menjaga agar kegiatan yang akan kita laksanakan tidak keluar dari program dan sistem yang telah kita buat serta kita sepakati secara bersama-sama sebelumnya.

Koordinasi (Coordinating)

Fungsi ini bertujuan untuk memberikan keadaan ruang kerja sama yang baik dan lebih maksimal lagi. Hal demikian untuk dapat mencapai pengkoordinasian yang lebih bagus. Selain itu, juga untuk menumbuh kembangkan sikap semangat yang luar biasa lagi.

Koordinasi juga menjadi ajang untuk mencapai kesuksesan dalam berkegiatan. Dengan bekerja sama menggapai tujuan adanya acara tersebut, maka hal ini akan sesuai prosedur yang telah kita tentukan.

Pencatatan dan Pelajaran (Recording and Reporting)

Pencatatan sangat penting adanya untuk proses dokumentasi sebuah kegiatan. Biasanya manajer akan membutuhkannya untuk pembuatan laporan berisi tentang apa-apa yang terjadi, akan dan sudah terjadi serta mencapai apa yang kita inginkan.

Baca Juga: Pengertian Kurikulum

Selain itu, pencatatan dan pelajaran juga menjadi hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan, karena manajer memperlukan data-data tersebut untuk membuat laporan khusus untuk dapat mencapai tujuan manajemen pendidikan.

Pengkomunikasian (Comunication)

Fungsi berikutnya ini menjadi sarana pemberian informasi yang sedang terjadi, baik dari luar maupun dalam negeri. Fungsi tersebut juga akan lebih memudahkan untuk berhubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

Dengan terjalinnya hubungan sosial yang baik, Anda dapat dengan mudah memperoleh dukungan dari pihak masyarakat mengenai kegiatan-kegiatan yang akan kita laksankaan suatu lembaga nantinya, tentu dengan penggunaan yang sama.

Pelaporan (Reporting)

Tugas dari fungsi ini yakni menyampaikan uraian tentang kegiatan-kegiatan yang akan atau sudah kita lakukan. Dengan begini, akan ada dokumentasi selama acara kita selenggarakan secara bersama-sama.

Laporan ini juga dapat kita gunakan untuk dokumentasi kegiatan selama proses penyelenggaraannya. Jadi, tedapat penanggung jawab perihal kebenaran pengadaan kegiatan ini, serta foto-foto selama acara kita laksanakan.

Pencapaian Tujuan (Budgeting)

Fungsi dan manfaat manajemen pendidikan yang terakhir yakni pencapaian tujuan. Hal ini menjadi salah satu dari usaha dalam meningkatkan kerja sama untuk mencapai tujuan yang sudah kita rencanakan dan kita koordinasikan bersama-sama. Jadi, dapat kita peroleh hasil maksimal dari proses tersebut.

Jika pencapaian tujuan dapat terlaksana dengan baik, maka dapat kita pastikan kegiatan juga akan berjalan dengan aman. Bahkan, semua kegiatan akan terkoordinasi secara baik dan efisien serta efektif sesuai dengan kemampuan anggota yang ikut menjalankan kegiatan tersebut.

Beberapa Contoh dari Manajemen Pendidikan

Beberapa Contoh dari Manajemen Pendidikan

Sebetulnya, jika Anda telah mengenyam pendidikan pasti sudah tidak asing lagi dengan contohnya. Namun terkadang kurang memperhatikan dengan seksama. Berikut ulasannya:

Manajemen Pendidikan Kurikulum serta Program Pengajaran

Saat ini perlu adanya pengembangan kurikulum dan program pengajaran agar dapat menghasilkan sistem yang lebih efektif. Hal ini sangat perlu untuk dilakukan dengan cara pembedahan isi kurikulum, untuk kemudian dilakukan perombakan yang lebih baik lagi.

Dalam manajemen pendidikan, program pengajaran menjadi hak sekolah. Untuk pengaturan dan pengelolaan terhadap kurikulum dan program itu dapat kita buat menurut situasi, kondisi serta keadaan saat tersebut.

Manajemen Pendidikan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan memiliki tujuan pengefektifan dan pengefisienan terhadap para tenaga kependidikan. Hal ini kita lakukan untuk dapat mencapai hasil manajemen atau hubungan baik dengan para pendidik di suatu lembaga tertentu

Mengembangkan, membina, merencanakan, menilai, mengadakan, memberhentikan pegawai, mutasi, promosi atau korespondensi, menjadi hal-hal penting yang harus kita perhatikan dalam manajemen ini.

Manajemen Pendidikan Kesiswaan

Manajemen kesiswaan menjadi sebuah penataan dan juga pengaturan di dalam lembaga. Salah satunya untuk kegiatan yang memiliki hubungan dengan para peserta didik. Mulai dari awal masuk sampai keluar atau lulus dari sekolah tersebut.

Mengelola kegiatan, memajukan tingkat belajar, dan membimbing, serta membina sikap disiplin peserta didik menjadi bagian penting dan harus kita berikan. Namun juga harus kita tanamkan dalam pikiran dan kita selipkan dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan kesiswaan.

Manajemen Pendidikan Sarana dan Prasarana Pendidikan

Sarana dan prasarana pendidikan di sekolah menjadi penunjang pembelajaran, demi menciptakan sistem yang lebih efektif dari sebelumnya. Selain itu, pengendalian dan pengawasan terhadap keamanan dan pengelolaan terhadap barang-barang tersebut secara baik dan benar.

Maka dari itu, kita perlukan manajemen ini untuk dapat memproses semua hal tadi. Meliputi majamenen umum yakni merencanakannya, mengorganisasikan, menggerakkan, memelihara, dan mengawasinya secara benar dan melakukan pengelolaan seperti semestinya.

Manajemen Pendidikan Hubungan Sekolah dan Masyarakat

Menjalin hubungan antara sekolah dan masyarakat menjadi bagian penting yang harus kita lakukan. Tentu saja demi tercapainya komunikasi baik terhadap orang-orang sekitar. Selain itu, agar terjalin juga rasa harmonis dan kekeluargaan antara kedua elemen ini.

Jika sudah ada tali kecocokan dan keserasian yang terjalin antara sekolah dan masyarakat, maka akan mudah juga memperoleh informasi. Meminta kritik dan saran dari mereka demi kemajuan sekolah juga dapat kita lakukan. Dengan begitu, akan paham seperti apa keinginan masyarakat terhadap pihak sekolah.

Manajemen Pendidikan Keuangan

Pengaturan seluruh anggaran dana dan pembiayaan sekolah teratur oleh manajemen keuangan. Semuanya berkaitan dengan pemasukan dan pegeluaran yang terjadi seperti sumber dana, alokasi dan pelaporan mengenai penggunaannya.

Hal yang paling utama dalam manajemen ini adalah untuk memberikan jaminan agar dapat kita gunakan semaksimal dan seefeisien mungkin. Dalam pengelolaannya di lingkungan persekolahan, membutuhkan ketelitian ketat terhadap aset milik lembaga pendidikan semacam ini.

Manajemen Pendidikan Peserta Didik

Selanjutnya yakni manajemen yang berkaitan erat dengan kepesertaan, mulai dari masuk, terima, hingga lulus dari sekolah tersebut. Penekanannya ada pada mutu yang kita berikan pada peserta didik itu sendiri.

Jadi dapat kita berikan hasil maksimal kepada peserta didik yang agar merasa nyaman dalam masa pembelajaran di sekolahnya masing-masing. Jadi mereka akan merasa puas terhadap pelayanan yang kita berikan oleh manajemen perserta didik kepada mereka.

Manajemen Pendidikan Layanan Khusus

Selanjutnya manajemen layanan khusus untuk beberapa siswa di sebuah lembaga pendidikan. Pelayanan ini hanya kita berikan kepada peserta didik tertentu yang memang sangat membutuhkannya. Jadi, manajemen ini khusus menjadi hak dan kewenangan sekolah itu sendiri.

Semua hak itu yang memegang adalah pejabat sekolah, jadi peserta didik hanya menunggu pengumuman dia layangkan. Setelah itu, dapat kita ketahui siapa sajakah yang berhak untuk menerima layanan khusus dari lembaga pendidikan ini.

Manajemen Pendidikan Tata Usaha Sekolah atau Tata Laksana Pendidikan

Manajemen tata usaha dan tata laksana pendidikan bertujuan untuk mempermudah sekaligus membantu sistem dari manajemen-manajemen yang lainnya. Seperti pada kurikulum dan kesiswaan juga lainnya yang akan membantu pimpinan untuk mengambil keputusan tertentu

Jadi, dapat setidaknya meningkatkan serta melancarkan efisiensi dan efektivitas manajemen ini di dalam lingkungan persekolahan. Salah satunya dalam segala yang berhubungan dengan pembelajaran sehingga dapat berjalan baik seperti yang kita harapkan.

Manajemen Pendidikan Lembaga dan Organisasi Pendidikan

Lembaga dan organisasi pendidikan membantu untuk mengembangkan potensi para peserta didik. Agar dapat menjalankan tugas sebagai makhluk hidup sekaligus sebagai diri sendiri dan juga pengabdian untuk masyarakat sekitarnya.

Pengembangan potensi haruslah kita lakukan secara terstruktur dan berencana juga terarah dan dapat meriah tujuan yang ingin kita dapatkan. Untuk itu, kehadiran manajemen ini sangatlah membantu. Dengan begitu, proses pengembangan pendidikan dapat terus berjalan dengan baik.

Manajemen Pendidikan Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia kita gunakan untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan sekaligus karyawan sekolah. Dalam hal ini, poin yang kita maksud adalah sistem pembelajaran dan cara pengajaran yang kita berikan.

Jadi peserta didik dapat mudah menangkap maksud yang ingin sampaikan oleh guru. Dengan begitu, mereka akan bisa mudah mengerti pembelajaran sedang mereka ikuti dalam ruangan. Maka, outputnya dapat mengerjakan soal-soal yang kita berikan di lembar kerjanya dengan maksimal.

Manajemen Pendidikan Sistem Informasi

Manajemen sistem informasi memang sangat kita butuhkan untuk membuat profil seputar sekolah di halaman website internet. Jadi dapat memudahkan calon siswa untuk mengetahui apa saja yang kita butuhkan tentang sekolah tersebut.

Di sisi lain, sekaligus juga adanya persaingan antar sekolah. Hal ini menjadikan setiap sekolah harus bisa menjadi lebih unggul dari yang lainnya. Termasuk dalam hal sistem informasi sehingga dapat menjadi terdepan dari lainnya.

Manajemen Pendidikan Pembiayaan dan Anggaran

Manajemen pembiayaan dan anggaran bisa dengan mudah memperkirakan serta memperhitungkan pendapatan yang mereka miliki. Selain itu, juga dapat melakukan pengawasan terhadap pengeluaran yang terjadi.

Anggaran dana bukan hanya sebatas keuangan saja. Tetapi juga pemanfaatan yang baik sehingga dapat tercipta sistem paling efektif. Hal ini tentu perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak sekolah termasuk peserta didik itu sendiri.

Manajemen Personalia Sekolah

Manajemen personalia sekolah mengkhususkan diri pada bagian kepegawaian atau tata usaha. Jadi mereka memberikan perencanaan, pengkoordinasian, pengawasan dan demi memperoleh hasil maksimal dari kerja keras yang telah mereka berikan.

Baca Juga: Pengertian Moral

Pada prinsip utamanya personalia adalah orang yang melaksanakan tugas demi mendapatkan hasil dan tujuan tertentu dalam pekerjaan mereka. Personel itu sendiri meliputi keefisienan dan keefektifan dari pembiayaan dan anggaran yang mereka gunakan dan mereka masukkan.

Manajemen Pendidikan Kinerja Guru

Terakhir manajemen kinerja guru. Berfungsi mengawasi bagaimana kinerja yang mereka berikan dan mereka hasilkan seorang guru atau tenaga pendidik dan kependidikan. Untuk bisa mendapatkan pengeluaran atau output siswa yang benar-benar mengerti pembelajarannya.

Perencanaan kinerja menjadi hal utama dan proses yang mesti mereka lewati oleh semua tenaga pendidik, Tentu saja juga membutuhkan pengelolaan serta yang lebih baik lagi dalam hal perencanaan. Agar dapat memeroleh hasil yang lebih maksimal lagi di waktu berikutnya.

Demikian uraian mengenai pengertian manajemen pendidikan. Anda dapat mencari informasi lebih lengkapnya lagi di internet dan pembelajaran online lainnya. Dengan kemudahan teknologi saat ini, sangatlah mudah untuk mendapatkan lebih banyak lagi rujukan.

Tinggalkan komentar