Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo

Bingung mencari destinasi wisata, negeri saba yakni julukan salah satu kota di Jawa Tengah bisa jadi pilihan tepat. Mengingat daerah tersebut memiliki pesona keindahan alam yang luar biasa. Namun liburan Anda kurang lengkap rasanya jika pulang tanpa membawa oleh-oleh khas Dieng Wonosobo.

Ragam Makanan Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo

Berlibur ke Dieng kurang lengkap rasanya jika pulang tidak membawa buah tangan untuk keluarga atau teman-teman di rumah. Tahukah Anda kalau di daerah tersebut banyak memiliki makanan khas yang patut dicoba, bahkan juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Di antaranya seperti berikut:

Carica

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Carica

Carica merupakan buah khas Dieng, tanaman ini hanya bisa tumbuh subur di dataran tinggi saja, khususnya di daerah Wonosobo. Dilihat dari bentuknya sekilas mirip seperti pepaya, namun bedanya ukurannya lebih kecil.

Baca Juga: Oleh-Oleh Khas Semarang

Berdasarkan penelitian Carica mengandung banyak manfaat, bahkan buah ini di klaim mampu menghambat pertumbuhan sel kanker, menjaga kesehatan kulit dan mata, serta menetralkan asam lambung.

Masyarakat Wonosobo banyak yang menjadikan buah ini untuk sirup atau manisan yang nantinya dikemas dengan rapi untuk selanjutnya di jual. Jika berminat mencicipi dan membawa olahan Carica sebagai buah tangan, Anda bisa membelinya di toko oleh-oleh dengan harga cukup terjangkau.

Mie Ongklok

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Mie Ongklok

Dieng selain terkenal memiliki pesona alam luar biasa, ternyata daerah ini juga jadi surganya wisata kuliner bagi wisatawan. Banyak makanan patut Anda coba, salah satunya mie ongklok ikon yang merupakan ikon Kota Wonosobo dan banyak dijual di restoran atau pedagang kaki lima.

Makanan ini berbeda dengan mie-mie pada umumnya, karena terbuat dari kubis serta daun kucai yang diolah dan disajikan bersama kuah kacang berkanji dengan campuran ebi, gula jawa dicampur rempah-rempah sehingga menghasilkan tekstur kental.

Mie ongklok ini biasanya disajikan dalam keadaan hangat didampingi sate kambing, tempe kembul serta keripik tahu. Menariknya lagi, kini kelezatan makanan tersebut bisa Anda bawa pulang dan cocok dijadikan oleh-oleh, karena sekarang tersedia versi instannya.

Dendeng Gepuk

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Dendeng Gepuk

Dendeng gepuk merupakan makanan tradisional khas Wonosobo yang terbuat dari olahan daging sapi, masyarakat setempat biasanya menyantap olahan tersebut bersama nasi hangat, serundeng serta sambal bajak.

Jika berkunjung ke wilayah Wonosobo jangan sampai terlewat untuk mencicipi makanan yang satu ini, karena cita rasanya enak dan sangat khas sehingga membuat lidah Anda tidak akan mau berhenti untuk mengunyah.

Di daerah lain dendeng juga mudah untuk di dapatkan, namun yang satu ini berbeda karena daging sapinya diolah menggunakan resep masakan khas Wonosobo. Makanan tersebut juga tersedia versi keringnya dan banyak dijual di toko oleh-oleh, jadi Anda bisa menjadikannya sebagai buah tangan.

Teh Tambi

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Teh Tambi

Jika berkunjung ke Wonosobo, jangan sampai Anda terlewat mencoba teh tambi yang dipetik langsung dari perkebunan di daerah Dieng. Minuman ini terkenal memiliki warna serta aroma kuat dan khas, pastinya enak disantap ketika hangat.

Teh tambi terkenal memiliki banyak khasiat, seperti mencegah kanker, menurunkan kolesterol, mengobati diabetes serta meningkatkan daya tahan tubuh. Minuman ini cukup terkenal tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga merambah pasar Mancanegara.

Teh tambi tersedia dalam kemasan instan, jadi cocok Anda jadikan sebagai oleh-oleh, selain memiliki rasa yang khas, minuman ini juga mudah ditemui harganya pun terbilang murah hanya Rp 20.000 saja untuk 1 kotak dengan berat 200 gram.

Kacang Dieng

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Kacang

Jika Anda pecinta cemilan, maka kacang Dieng bisa dijadikan alternatif pilihan untuk menemani perjalanan ketika berkunjung ke Wonosobo. Makanan ringan yang satu ini memiliki cita rasa khas, rasa gurihnya membuat ketagihan.

Mungkin banyak di antara Anda yang penasaran bedanya kacang khas Dieng dengan lainnya. Jika dilihat dari segi tampilan, bentuknya cukup unik, lebih besar dan lebar. Warnanya sendiri hitam, karena dibuat dengan cara digoreng sembari ditaburi bumbu.

Ketika berlibur ke daerah Wonosobo dan bingung mencari cemilan untuk buah tangan yang murah, namun memiliki rasa enak kacang Dieng bisa jadi pilihannya. Makanan ini banyak di jual di toko oleh-oleh dengan harga sekitar Rp 17.000 saja perkemasan.

Terong Belanda

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Terong Belanda

Dataran tinggi Dieng selain memiliki pesona yang indah, tempat ini juga cukup subur cocok untuk mengembangbiakan berbagai jenis tanaman, salah satunya yakni terong Belanda. Buah tersebut merupakan hasil bumi unggulan daerah Wonosobo.

Terong Belanda atau biasa disebut kemar oleh masyarakat Wonosobo ini dari segi tampilan sedikit berbeda, bentuknya bulat seperti telur ukurannya pun lebih kecil sekitar 5-6 cm. Warna juga beragam, ada yang ungu gelap, merah darah, kuning dan orange.

Terong Belanda rasanya memang sedikit lebih masam, namun banyak diolah untuk dijadikan sirup ataupun jus. Jika Anda bingung mencari oleh-oleh khas dari Wonosobo, buah ini bisa jadi salah satu rekomendasi, selain harganya murah juga banyak dijual di pasar tradisional.

Kripik Jamur

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Keripik Jamur

Seperti diketahui, Wonosobo merupakan salah satu daerah penghasil jamur terbaik di provinsi Jawa Tengah. Banyak warga memanfaatkan tanaman ini untuk diolah dijadikan cemilan yang memiliki cita rasa enak dan khas.

Di kawasan Wonosobo kini banyak berdiri industri yang mengolah tanaman tersebut dan dijadikan keripik jamur yang lezat. Makanan ringan ini cocok sekali dijadikan camilan untuk mendampingi perjalanan Anda ketika berlibur ke berbagai tempat wisata.

Cemilan ini juga cocok Anda jadikan sebagai buah tangan untuk kerabat atau teman-teman, karena selain rasanya enak dan gurih, harganya pun terbilang murah hanya Rp 10.000 saja per bungkusnya. Kripik jamur tersebut bisa dibeli di toko oleh-oleh khas Wonosobo, Kabupaten Wonosobo.

Opak Singkong

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Opak Singkong

Salah satu cemilan yang banyak dicari para wisatawan ketika berkunjung ke Wonosobo yakni opak singkong. Makanan ringan ini secara bentuk mirip seperti krupuk pada umumnya, namun soal rasa jelas berbeda.

Opak singkong ini dibuat melalui proses yang cukup panjang, pertama harus melalui perebusan baru kemudian ditumbuk dan dipipihkan, untuk selanjutnya dijemur dibawah terik matahari hingga cukup kering.

Makanan ringan yang satu ini cocok sekali dijadikan buah tangan ataupun untuk cemilan saat menempuh perjalanan panjang. Opak singkong tersebut banyak dijual di pusat oleh-oleh khas Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah.

Sagon

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Sagon

Sagon merupakan salah satu makanan ringan yang banyak diburu oleh para wisatawan ketika berkunjung ke kota wisata Wonosobo. Cemilan ini terbuat dari bahan dasar tepung sagu dan dicampur dengan parutan kelapa serta gula.

Olahan makanan ringan ini memiliki cita rasa gurih serta manis yang sangat khas, sebab cara pembuatannya dilakukan dengan dibakar memakai arang. Bahkan sangon tersebut akan semakin nikmat apabila disantap dalam keadaan hangat.

Jika ingin mencicipi makanan ringan ini, Anda bisa membelinya di berbagai toko oleh-oleh khas Wonosobo dengan harga murah mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 5.000 saja per bijinya. Sagon juga menjadi salah satu cemilan yang banyak direkomendasikan untuk dijadikan buah tangan.

Purwaceng

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Purwaceng

Selain carica dan terung Belanda, ternyata Wonosobo juga terkenal memiliki tanaman berkhasiat tinggi yakni purwaceng. Tumbuhan tersebut banyak olah untuk dijadikan minuman herbal yang dapat menjaga stamina serta vitalitas tubuh.

Purwaceng atau biasa dikenal dengan istilah Viagra Jawa ini memang tergolong tanaman langka yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi saja, maka tidak heran jika tumbuhan tersebut banyak dicari oleh para wisatawan.

Kini purwaceng diolah sehingga menghasilkan bentuk seperti serbuk dan dikemas dalam bentuk sachet ataupun botol. Minuman herbal ini cocok untuk dijadikan oleh-oleh Khas Dieng, meskipun harganya terbilang cukup mahal yakni Rp 55.000 per boksnya.

Madu Hutan

Oleh-oleh Khas Dieng Wonosobo Madu Hutan

Salah satu rekomendasi oleh-oleh yang bisa Anda bawa pulang dari Wonosobo yakni madu, selain rasanya manis ternyata juga memiliki banyak khasiat di antaranya seperti menjaga kekebalan tubuh, mencegah kanker, menyehatkan jantung serta masih banyak lagi.

Madu khas Wonosobo ini cukup terkenal spesial karena langsung diambil dari hutan oleh pawang profesional yang biasa menangani lebah gung, maka tidak heran jika banyak dicari oleh para wisatawan.

Biasanya produk ini banyak dijual di sekitar kompleks Candi Arjuna. Umunya sebotol madu hutan khas Wonosobo tersebut sebotol kecilnya dijual dengan harga Rp 50.000, untuk ukuran lebih besar dibandrol Rp 250.000

Ragam Kerajinan Oleh-oleh Khas Wonosobo

Wonosobo selain terkenal dengan destinasi wisatanya, ternyata daerah ini juga kaya akan hasil kerajinan tangan yang unik maka tidak herjan jika banyak diburu oleh para wisatawan untuk dijadikan buah cindera mata, di antaranya seperti berikut:

Botol Lukis

 

Salah satu hasil kerajinan tangan yang unik dan banyak dibuat oleh masyarakat Wonosobo yakni botol lukis. Pernak pernik khas Dieng satu ini sangat terkenal tidak hanya di Indonesia, karena produk tersebut sudah di ekspor dan merambah kancah pasar Internasional.

Botol lukis khas Dieng memang hampir mirip dengan kerajinan Tiongkok, namun bedanya terletak pada motifnya. Umumnya produk asli Wonosobo ini berhiaskan gambar-gambar binatang dan pemandangan, sedangkan yang dari Cina identik dengan corak ikan koi, bunga teratari serta ayam.

Sedang mencari cindera mata ketika berlibur ke Wonosobo, botol lukis bisa jadi salah satu rekomendasi. Produk ini banyak dijual di toko souvenir, jika ingin mendapatkan harga lebih miring Anda bisa mengunjungi desa Sambek yang jadi pusat pembuatan kerajinan tersebut.

Kerajinan Mendong

Kondisi di kawasan Wonosobo masih sangat alami, banyak tanaman tumbuh subur disana. Salah satunya rumput mendong yang dimanfaatkan warga setempat untuk membuat berbagai produk kerajinan unik.

Produk kerajinan yang terbuat dari rumput mendong ini beragam bentuknya, contohnya seperti tikar, tas, taplak meja, sandal, topi, hiasan dinding, dompet serta masih banyak lainnya. Uniknya lagi, semua barang tersebut masih dibuat dengan cara manual, alias handmade.

Jika Anda mencari barang untuk cindera mata, kerajinan mendong bisa jadi pilihan tepat, karena unik dan pastinya ramah lingkungan. Produk ini banyak dijual di toko souvenir, harganya pun terbilang terjangkau hanya sekitar Rp 30.000 an saja.

Perkakas Dari Anyaman Bambu

Perkakas dari anyaman bambu merupakan salah satu ikon kerajinan khas Wonosobo yang sering diperkenalkan di berbagai pameran. Meskipun terkesan klasik, produk ramah lingkungan ini ternyata tinggi peminatnya.

Bentuk peralatan dari anyaman bambu ini pun beragam dan cukup unik, mulai dari perkakas dapur seperti wadah nasi atau ceting, tampah serta besek. Bukan hanya itu, beragam aksesori juga bisa Anda temui, contohnya vas bunga, tas dan berbagai kotak serbaguna.

Soal mutu dan kualitas tidak perlu dipertanyakan lagi, karena semua produk kerajinan itu dibuat secara handmate. Jika ingin melihat proses pembuatannya secara langsung, Anda bisa berkunjung ke desa Rimpak. Produk unik ini bisa jadi salah satu rekomendasi untuk cindera mata.

Batik Wonosobo

Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan batik, umumnya setiap daerah memiliki hasil karya seni ini termasuk juga Wonosobo. Bicara soal kualitas dan mutu jelas tidak perlu dipertanyakan lagi, buktinya produk tersebut banyak diekspor ke luar negeri.

Batik khas Wonosobo ini beragam jenisnya, motifnya pun sangat menarik dan khas contohnya seperti gambar daun buah carica, kuda kepang, pohon purwoceng, teh tambi serta masih banyak lainnya, unik bukan?

Menariknya lagi, batik khas Wonosobo ini tidak hanya diaplikasikan di atas kain saja, namun juga pada benda-benda lain seperi kayu, bambu serta batok kelapa. Produk ini memang cukup unik, sangat cocok untuk dijadikan cindera mata untuk sanak sodara.

Aksesoris Khas Dieng

Ketika berkunjung ke berbagai tempat wisata di Dieng pastinya Anda akan menemui banyak penjual souvenir khas Wonosobo, contohnya seperti pin, gantungan kunci, topi, slayer serta masih banyak lainnya.

Barang-barang tersebut cocok untuk Anda jadikan sebagai buah tangan ketika pulang berlibur dari Dieng, produk ini cukup awet selain itu mudah dicari karena banyak dijual di berbagai tempat wisata, pilihannya juga sangat beragam.

Umumnya aksesoris yang berasal dari Wonosobo ini bertuliskan Dieng ataupun berisikan gambar-gambar tempat wisata. Produk-produk tersebut cocok untuk dijadikan oleh-oleh terutama buat para backpacker dengan budget minim.

Kaosaba

Kaosaba merupakan baju khas Dieng yang kini menjadi salah satu ikon kota Wonosobo. Dan banyak diburu oleh para wisatawan baik dari lokal maupun mancanegara. Produk ini sendiri banyak dipasarkan di kawasan desa Patakbanteng, Kejajar tepatnya di pintu masuk pendakian gunung Prau.

Kaosaba ini banyak diminati terutama oleh kaum milenial. Karena desainnya cukup unik yakni berisikan beberapa gambar lokasi wisata bersejarah di Wonosobo. Bukan hanya itu, kualitas kainnya pun bagus jadi nyaman ketika dipakai.

Kaosaba ini cocok untuk dijadikan sebagai cindera mata atau kenang-kenang dari Dieng. Meskipun terbilang cukup mahal yakni Rp 110.000 per potongnya. Namun jika Anda membelinya dala jumlah banyak tentunya harga tersbut bisa berkurang.

Iket Saba

Wonosobo memang menjadi surganya tempat wisata. Selain memiliki pesona keindahan alam daerah tersebut juga kaya akan hasil bumi, tradisi, kesenian, kebudayaan serta tempat-tempat bersejarah. Maka tidak heran jika kota ini mendapat julukan sebagai negeri saba.

Salah satu ikon kota Wonosobo lainnya yang cukup terkenal dan banyak dijadikan sebagai cinderamata yakni iket saba. Aksesoris kepala ini memang cukup unik serta memiliki filosofi mendalam sebagai bentuk penghormatan sehingga harus dijunjung tinggi.

Iket saba khas Wonosobo memiliki bentuk yang cukup unik. Pada bagian sisi kanan dan kiri terdapat hiasan sablon, menariknya lagi pilihan warnanya banyak. Produk ini cocok untuk dijadikan souvenir, terutama bagi Anda pecinta benda-benda bernilai seni tinggi.

Baca Juga: Oleh-Oleh Khas Jogja

Itulah ulasan mengenai ragam oleh-oleh khas Dieng Wonosobo mulai dari makanan ringan, minuman, buah hingga kerajinan yang banyak dijual di berbagai pusat oleh-oleh. Semoga informasi diatas bisa menjadi referensi buat Anda.

Tinggalkan komentar