Pengertian Audit: Tujuan, Jenis dan Standar Audit

Audit atau sebuah pemeriksaan yang memiliki arti luas untuk melakukan evaluasi terhadap suatu produk, organisasi, proses maupun sistem. Metode ini hanya bisa dilakukan oleh pihak yang objektif, kompeten serta tidak memihak dan biasa disebut sebagai auditor. Lalu apa pengertian audit, tujuan, jenis, dan standarnya?

Pengertian Audit

Audit sendiri diartikan sebagai aktivitas pemeriksaan dan pengumpulan bukti mengenai suatu informasi. Salah satunya untuk menentukan dan membuat laporan terkait kesesuaian informasi dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Umumnya dilakukan terhadap keuangan dan manajemen perusahaan.

Proses audit hanya bisa dilakukan oleh auditor, yaitu pihak yang mempunyai kompetensi untuk mengaudit dan juga bersifat independen. Mereka diharuskan agar tidak memihak orang lain, karena bisa mempengaruhi hasil dari pemeriksaan nantinya.

Sederhananya, audit diartikan sebagai pemeriksaan jalannya sebuah organisasi apakah sudah sesuai dengan pedoman dan standar yang dipakai. Hasilnya nanti dapat digunakan sebagai evaluasi jika memang sudah sesuai dengan ketentuan atau belum.

Pengertian Audit Menurut Para Ahli

Pengertian Audit Menurut Para Ahli

Pengertian audit adalah pemeriksaan pada sebuah perusahaan dan mengetahui apakah sudah dijalankan sesuai pedoman atau belum. Meskipun begitu, banyak juga ahli yang sudah menyampaikan pendapatnya mengenai arti dari istilah tersebut. Berikut pengertian audit menurut para ahli ulasannya:

Pengertian Audit Arens dan Loebbecke

Pendapat mengenai arti dari audit pertama kali disampaikan oleh Arens dan Loebbecke, keduanya mengartikan bahwa istilah tersebut merupakan kegiatan untuk mengevaluasi dan mengumpulkan bukti-bukti mengenai informasi. Salah satunya untuk menentukan dan memberikan laporan tentang kesesuaian.

Tingkat kesesuaian tersebut didapatkan dari informasi dengan kriteria yang sudah ditetapkan, dimana proses kegiatan ini hanya bisa dilakukan oleh orang independen serta berkompeten. Jadi audit tidak dapat dikerjakan bagi pihak lain secara sembarangan.

Pengertian Audit William F. Messier, Jr

Sementara pengertian audit dari William F. Messier Jr merupakan proses sistematik yang dilakukan pihak tertentu. Dengan tujuan evaluasi bukti tentang tindakan dan perlakuan ekonomi untuk mengetahui tingkat kesesuaian antara kriteria dan penugasan oleh pihak terkait di dalamnya.

Baca Juga: Lembaga Keuangan Bukan Bank

Andil dari penugasan tersebut akan dikomunikasikan kepada pihak pengguna yang memiliki kepentingan. Jadi laporan audit hanya dapat diserahkan pada orang-orang tertentu saja dan mempunyai andil untuk memberikan saran, maupun evaluasi terhadap kinerja sementara.

Pengertian Audit Sukrisno Agoes

Pada tahun 2004, Sukrisno Agoes menyampaikan pendapatnya mengenai audit. Istilah ini mengarah pada pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan terstruktur oleh pihak independen. Mereka akan mengevaluasi laporan keuangan oleh pihak manajemen dan catatan akuntansi.

Tidak hanya kedua informasi tersebut saja, pihak auditor juga dapat melakukan audit menggunakan bukti pendukung lainnya. Nantinya hasil yang didapatkan bisa digunakan untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan.

Pengertian Audit Mulyadi

Sedangkan pengertian dari audit menurut Mulyadi adalah, proses sistematis yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara objektif atas tuduhan kegiatan ekonomi. Setelah itu, bisa diketahui tingkat kesesuaian antara kriteria dengan laporan keuangan tersebut.

Setelah audit berhasil dilakukan, Mulyadi melanjutkan bahwa hasil bisa disampaikan oleh pengguna yang bersangkutan, misalnya manajer. Pihak ini bisa menggunakannya sebagai bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan terkait perusahaan di kemudian hari.

Pengertian Audit The Institute of Internal Auditor

Pada tahun 2004, sebuah institusi bernama The Institute of Internal Auditor menyampaikan pendapatnya mengenai audit. Mereka berpendapat bahwa istilah ini, mengarah pada kegiatan asuransi dan konsultasi yang objektif dan independen guna menambah nilai dan kinerja organisasi.

Hasil audit nanti bisa membantu sebuah organisasi untuk mencapai tujuan dengan membawa pendekatan yang disiplin dan sistematis. Selain itu, juga dimanfaatkan guna melakukan evaluasi dan meningkatkan efektivitas pengendalian dan proses tata kelola serta manajemen resiko.

Pengertian Audit : Tujuan 

Tujuan Audit

Selain memiliki tujuan utama untuk memberikan evaluasi kepada sebuah organisasi, ternyata audit juga dilakukan guna mencapai goals lainnya. Beberapa diantaranya bertujuan untuk mengecek saja tanpa harus menyerahkannya kepada pihak terkait. Berikut ulasannya:

Memastikan Kelengkapan

Tujuan pertama yakni memastikan kelengkapan. Audit dilakukan guna meyakinkan seluruh pihak di dalam perusahaan bahwa transaksi sudah dicatat ke dalam jurnal secara lengkap. Tentu Anda sering mengetahui bahwa beberapa pemasukan data masih banyak mengandung kekeliruan.

Dengan begitu, semua pihak yang ada di dalam perusahaan bisa lebih percaya akan laporan keuangan, catatan akuntansi, buku besar atau data lainnya. Secara tidak langsung mereka juga bisa meningkatkan kepercayaan kepada pimpinan dan karyawan lainnya.

Memastikan Ketepatan

Tujuan ini merupakan hal paling utama yang perlu dicapai ketika melakukan audit. Pemeriksaan oleh auditor ini memang memeriksa apakah data sudah ditulis tepat atau belum. Mereka akan mengecek mulai dari dokumentasi transaksi, perhitungan, klasifikasi berdasar jenis kegiatan dan lainnya.

Jadi setelah pihak auditor memastikan bahwa data sudah ditulis secara lengkap, mereka akan memeriksa kembali mengenai ketepatan perhitungan. Biasanya langkah ini memang membutuhkan waktu yang lebih lama, karena memerlukan ketelitian agar hasilnya benar-benar akurat.

Membuat Penilaian

Sederhananya pihak auditor setelah menyelesaikan proses auditnya dapat memberikan penilaian, apakah sebuah organisasi telah berjalan sesuai dengan aturan atau belum. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh orang berkompeten dan tidak memihak badan lainnya (sebab mempengaruhi nilai objektivitas).

Maka dari itu, kegiatan audit ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten saja. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mencari pihak auditor kompeten terlebih dahulu sebelum melakukannya. Dengan begitu hasilnya pun akan akurat dan berdasarkan data.

Membuat Klasifikasi

Perlu Anda ketahui bahwa pencatatan laporan keuangan akan dilakukan berdasarkan jenis transaksi. Pihak auditor juga memiliki andil untuk melakukannya guna mengecek lagi, apakah sudah sesuai dengan klasifikasi ataupun belum.

Hal ini juga bersangkutan dengan nilai ketepatan. Setiap perusahaan yang melakukan proses audit nantinya bisa menilai. Salah satunya yaitu dari kinerjanya selama ini sudah menggunakan ketelitian tinggi ataupun belum. Lagi-lagi proses ini bisa digunakan sebagai bahan evaluasi kedepannya.

Membuat Pisah Batas

Beberapa laporan keuangan khususnya catatan akuntansi, seringkali mengalami adanya kesalahan pada saat memasukkan data berdasarkan periode yang sesuai. Banyak akuntan secara tidak sengaja melakukan kekeliruan sehingga tanggal transaksi pun tidak sesuai.

Kesesuaian tanggal ini bisa diketahui oleh pihak auditor. Mereka dapat mengecek apakah pemisah batas pada suatu table untuk memisahkan periode transaksi sudah sesuai atau belum. Apabila hal ini mengandung kekeliruan, tentunya akan menyebabkan kesalahan pada hasil akhir.

 Pengertian Audit : Jenis-jenis Audit Berdasarkan Bidang Pemeriksaan

Jenis-jenis Audit Berdasarkan Bidang Pemeriksaan

Setelah mengetahui tujuan dan apa itu audit, maka selanjutnya Anda bisa mempelajari apa saja jenis-jenisnya. Klasifikasi ini dibedakan berdasarkan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai. Berikut pengelompokannya atas dasar bidang pemeriksaan:

Audit Laporan Keuangan

Audit yang dilakukan ini berkaitan dengan kegiatan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi mengenai bukti laporan suatu entitas. Pada umumnya, tahapan ini akan diselesaikan menggunakan prinsip akuntansi berlaku umum.

Baca Juga: Pengertian Shareholder dan Stockholder

Audit laporan keuangan hanya memeriksa mengenai bagian yang hanya mengurusi masalah ini seperti buku besar, catatan akuntansi, arus keluar masuk dan lainnya. Tentunya sebuah perusahaan membutuhkan pemeriksaan ini untuk memberikan evaluasi kedepannya terkait masalah tersebut.

Audit Operasional

Berbeda dengan sebelumnya, audit yang dilakukan kali ini lebih membahas tentang kegiatan operasi di dalam suatu perusahaan. Biasanya akan berfokus pada pihak manajemen untuk mengatur kebijakan dan keputusan, maka dapat diketahui apakah sudah berjalan efektif atau belum.

Selain itu juga bisa mengetahui resiko kedepannya apabila seorang manajer sedang mengambil keputusan. Tentunya hal ini membutuhkan banyak pertimbangan sebelumnya. Maka dari itu, penting sekali dari sebuah perusahaan mengetahui apakah langkah terbaik yang akan diambil.

Audit Ketaatan

Audit selanjutnya akan memeriksa bagaimana ketaatan suatu perusahaan dalam menaati peraturan selama mereka mendirikan bisnis tersebut. Aturan ini bisa dikeluarkan baik dari pemerintah (pihak intern maupun ekstern). Tujuannya agar sebuah usaha tidak berjalan menyalahi pedoman yang ada.

Audit ketaatan sendiri berfungsi untuk menentukan bagaimana sebuah perusahaan menaati peraturan, kebijakan dan aturan dari pemerintah. Selain itu, mereka juga harus menjalankan bisnis sesuai dengan hukum yang berlaku agar tidak merugikan pihak lain jika menyalahi ketentuan.

Audit Sistem Informasi

Audit sistem informasi pada umumnya dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik atau KAP terhadap perusahaan yang ingin melakukan pemrosesan data akuntansi. Biasanya mereka akan menggunakan sistem berupa EDP atau Elektronik Data Processing dan memperhatikan beberapa hal

Pertama ialah perlengkapan keamanan melindungi baik program komunikasi ataupun akses data yang tidak sah. Selanjutnya harus memperhatikan proses transaksi file, catatan komputer dan laporan agar lengkap dan akurat. Selain itu juga harus memastikan akan kerahasiaan penyimpanan.

Audit Forensik

Sementara untuk audit forensik memiliki tujuan yakni sebagai upaya agar menghindarkan dari adanya kecurangan. Tim auditor akan melakukan beberapa serangkaian kegiatan, mulai dari investigasi kriminal sehingga bisa memeriksa apakah ada pihak yang curang atau tidak di dalam suatu kasus.

Selanjutnya adalah indikasi kecurangan dalam karyawan atau bisnis. Beberapa kasus ditemukan bahwa sebuah perusahaan akan memperoleh segala cara demi mendapatkan keuntungan maksimal. Selain itu audit forensik juga bisa mengetahui kerugian dari suatu usaha kedepannya.

Audit Investigasi

Maksud dari audit investigasi adalah serangkaian kegiatan untuk mengidentifikasi, mengenali serta menguji beberapa fakta terkait informasi yang ada guna mengungkap kebenaran dari kejadian sebenarnya. Hal ini biasanya berhubungan dengan kasus kerugian atas penipuan oleh suatu pihak.

Audit investigasi perlu dilakukan guna mendukung proses hukum atas adanya dugaan penyimpangan yang tentunya bisa merugikan pihak lain seperti perorangan, perusahaan, organisasi, badan daerah atau bahkan negara sekalipun.

Audit Lingkungan

Definisi audit lingkungan disampaikan oleh Kep. Men. LH 42/1994 yang menyatakan jika kegiatan tersebut merupakan proses manajemen yang mencakup evaluasi secara sistematik, terstruktur serta objektif terkait suatu kinerja suatu organisasi dengan berbagai tujuan tertentu.

Beberapa tujuan tersebut adalah memfasilitasi pengendalian manajemen terhadap efek lingkungan, serta pemanfaatan kebijakan usaha terkait perundang-undangan lingkungan hidup. Tentu Anda sudah mengetahui banyak bisnis yang menganggap enteng hal ini dan tidak memperhatikannya.

Jenis-jenis Audit Berdasarkan Tim Auditor atau Pelaksana Audit

Jenis-jenis Audit Berdasarkan Tim Auditor atau Pelaksana Audit

Selain dikelompokkan berdasarkan perbedaan bidang pemeriksaan, audit juga dibedakan atas tim auditor yang melakukannya. Hal ini menjadi alasan mengapa proses pengecekan atau pengauditan harus dibekali dengan keahlian tertentu sebelumnya. Berikut penjelasannya:

Auditor Internal

Tim auditor pertama yakni internal yang memiliki tugas untuk membantu manajemen puncak atau top management. Salah satunya, dalam memberikan pengawasan terhadap aset serta kegiatan sehari-hari suatu perusahaan. Jadi pelaksana audit ini hanya memeriksa lingkup intern saja.

Tim auditor internal memang bekerja untuk perusahaan yang sedang mereka periksa. Oleh karena itu, tugas nya adalah memeriksa segala manajemen perusahaan mulai dari hal paling sederhana, hingga puncak termasuk compliance audit karena semua kebijakan berpengaruh ke depannya.

Auditor Eksternal

Berbeda dengan internal, tim auditor eksternal akan bekerja untuk kantor atau Lembaga akuntan publik sehingga mereka memeriksa pihak ketiga. Pada umumnya, mereka akan menghasilkan laporan keuangan dan mengharuskan untuk bersifat objektif.

Mengingat bahwa auditor ekstern ini bekerja untuk perusahaan lain atau pihak ketiga maka mereka harus memeriksa secara independen. Hal ini perlu dilakukan agar hasil auditnya memang akurat dan tidak dipengaruhi, karena berbagai alasan seperti memihak departemen atau divisi lain.

Auditor Pajak

Sementara untuk auditor pajak akan melakukan pemeriksaan pada sebuah perusahaan terkait masalah perpajakan. Hasil audit yang ada bisa mengetahui apakah bisnis tersebut sudah menjalankan sesuai aturan pemerinta atau belum.

Di Indonesia sendiri, audit mengenai pajak ini akan dilaksanakan oleh badan DJP atau Direktorat Jenderal Pajak di bawah naungan Departemen Keuangan Republik Indonesia. Mereka akan memeriksa tiap perusahaan terkait kewajiban pembayaran pajak selama bisnis dijalankan.

Auditor Pemerintah

Auditor pemerintah merupakan Lembaga yang memiliki tugas untuk memberikan penilaian kewajaran informasi atas laporan keuangan instansi negara. Audit akan memeriksa apakah pelaksanaan dan penggunaan aset sudah dilakukan dengan mengikuti peraturan atau belum.

Audit instansi pemerintah ini pada umumnya dilaksanakan oleh BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan, BPKP atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Keuangan. Auditor yang berasal dari Lembaga ini, diharapkan bisa menghasilkan laporan bersifat akurat dan tidak memihak pihak lain.

Pengertian Audit : Tahapan Audit Laporan Keuangan

Tahapan Audit Laporan Keuangan

Audit merupakan proses kegiatan yang terstruktur dan sistematis. Maka dari itu selama pengerjaan ini dilakukan, maka memerlukan beberapa tahapan agar berhasil memberikan hasil akurat kepada suatu perusahaan. Adapun tahap-tahap untuk melakukannya adalah sebagai berikut:

Penerimaan Perikatan Audit

Tahap pertama ialah menyangkut perihal kesepakatan antara dua pihak baik auditor ataupun suatu perusahaan yang ingin diaudit. Manajer atau klien bisa menyerahkan laporan keuangan kepada tim audit, kemudian membentuk surat perikatan sebagai bentuk sepakat antara keduanya.

Tahap pertama sebelum melakukan audit adalah keputusan dari tim auditor untuk menolak atau menerima penawaran tersebut. Hal ini pun juga memperhatikan beberapa hal seperti identifikasi resiko, integritas manajemen, nilai independensi serta kemampuan profesionalitas keduanya.

Perencanaan Pengerjaan Audit

Tahap berikutnya yang perlu dilakukan ialah melakukan perencanaan untuk pengerjaan audit. Untuk membuatnya, auditor harus melakukan beberapa kegiatan dengan tujuan memahami bisnis serta industri klien, melakukan prosedur analitik, menetapkan risiko dan struktur pengendalian.

Namun pada saat praktiknya, tim auditor tidak bisa melakukannya dengan cara sederhana. Pada setiap kegiatan, mereka harus memperhatikan beberapa hal lagi sebelumnya demi membuat laporan audit benar-benar akurat dan tepat. Dengan begitu, bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan perusahaan

Pelaksanaan Uji Audit

Setelah tim auditor melakukan perencanaan pengerjaan, mereka bisa melanjutkannya untuk melaksanakan pengujian mulai dari analitik, pengendalian serta substantif. Sederhananya mereka perlu membandingkan antara data dan informasi bisnis klien dengan sumber lainnya.

Pengujian ini merupakan salah satu prosedur audit guna melakukan verifikasi efektivitas masalah pengendalian internal klein. Sementara untuk substantif adalah pedoman untuk menemukan jika terjadi suatu kesalahan pada laporan keuangan.

Pelaporan Audit

Tahap terakhir dari audit adalah pelaporannya kepada klien. Laporan ini merupakan bentuk akhir untuk disampaikan kepada pihak lain yang ingin diaudit. Beberapa informasi di dalamnya yaitu jenis jasa, objek, lingkup, tujuan, hasil serta rekomendasi apabila dijumpai kekurangan selama pengerjaan.

Laporan audit ini merupakan tanggung jawab audit yang besar sehingga untuk menetapkannya pun membutuhkan ketelitian tinggi. Apabila proses pengerjaan tidak dilakukan secara hati-hati, maka bisa menurunkan kepercayaan dari tim auditor (bahkan dikenakan hukuman oleh pihak berwajib).

Pengertian Audit : Standar dalam Audit

Standar dalam Audit

Pada saat menjalankan pemeriksaan audit, tim auditor harus menerapkan beberapa standar yang ada sehingga tidak memeriksanya secara asal-asalan. Hal ini diatur dalam PSA atau Pernyataan Standar Auditing. Harapannya agar hasil audit bisa memberikan manfaat kepada pihak perusahaan.

Kompeten dan Keahlian

Kompeten dan keahlian ini menjadi standar umum bagi tim auditor yang akan melakukannya. Setiap orang dengan tugas mengaudit sebuah laporan keuangan. Namun, hal lainnya harus memiliki kemampuan tertentu dengan bidang relevan serta pelatihan teknis cukup dan mumpuni.

Baca Juga: Faktor Penyebab Kegagalan Usaha

Seorang auditor harus benar-benar memiliki kemampuan dalam bidang akuntansi. Keahlian ini dapat ditempu melalui pendidikan formal atau pada saat mengikuti pelatihan sebelumnya. Tim audit diharuskan untuk mempelajari, memahami serta menerapkan ketentuan baru saat pemeriksaan.

Tidak Terpengaruh

Seorang auditor harus penting untuk memiliki sifat independence. Independent ini memiliki arti bahwa, selama mereka bekerja tidak mudah terpengaruh oleh pihak lain karena bisa mempengaruhi hasil audit nantinya. Adanya sikap jujur dan intelektual perlu dijunjung tinggi oleh pihak pengauditan.

Walaupun sikap independent ini termasuk ke mutu pribadi dan tidak masuk ke persepsi auditing, namun hal ini memang sangat penting untuk dimiliki oleh tim auditor. Semakin mereka memiliki perlakuan dan profesional yang baik, maka secara langsung akan berimbas pada kualitas hasilnya.

Tingkat Profesionalitas

Standar berikutnya ialah tingkat profesionalitas yang dimiliki oleh tiap tim auditor. Mereka harus bersikap cermat dan seksama selama proses pemeriksaan berlangsung. Selain itu, juga perlu menjunjung tinggi adanya keterampilan sehingga bisa menangani berbagai permasalahan.

Keterampilan untuk bersikap cermat dan seksama ini akan mencerminkan bagaimana seorang auditor dikatakan profesional. Profesionalitas bisa meningkatkan keyakinan dalam melakukan evaluasi sebuah laporan keuangan agar hasilnya maksimal dan akurat.

Adequate Planning

Berbeda dengan sebelumnya yang mengarah pada sikap internal tim auditor, standar berikutnya ini lebih fokus pada saat pihak pengauditan sedang bekerja di lapangan secara langsung. Hal ini berkaitan dengan kemampuan serta pengetahuan dari mereka.

Adequate Planning sendiri merupakan pekerjaan yang mempunyai rencana sangat baik sebelumnya. poin ini menjelaskan bahwa, seorang auditor memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan hasil audit akurat. Dengan begitu, bisa menarik kesimpulan mengenai kebijakan perusahaan selanjutnya.

Pemahaman Memadai

Standar mengenai pemahaman yang memadai ini berkaitan dengan strategi atau langkah yang perlu diambil pada saat audit dilakukan. Ilmu dari setiap tim auditor ini bisa membedakan pada hasil akhirnya nanti sehingga bisa saja menunjukkan keakuratan berbeda.

Seorang auditor harus memiliki pemahaman yang baik dan memadai terkait pengendalian maupun prosedur pengerjaan audit laporan keuangan. Mereka perlu memahami semua komponen di dalamnya untuk masing-masing jenis transaksi, seperti arus masuk dan keluar dan lainnya.

Bukti Audit Kompeten

Standar berikutnya yaitu bukti audit yang dihasilkan harus benar-benar kompeten berdasarkan dari keahlian tim auditor. Analisis laporan keuangan tentu akan menghasilkan suatu pendapat dan sudah dikaitkan dengan pengetahuan serta kemampuan dari tim pengauditan.

Pekerjaan oleh tim auditor mampu memberikan pendapat mengenai laporan keuangan setelah mereka melakukan analisa. Adanya bukti tersebut harus bersifat tepat waktu, objektif dan juga relevan sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi bagi sebuah perusahaan atau suatu organisasi.

Sesuai dengan Prinsip Akuntansi

Laporan yang dibuat oleh tim auditor menjadi hasil akhir dari pemeriksaan suatu perusahaan. Standar ini memiliki arti bahwa, mereka harus menyusunnya berdasarkan prinsip akuntansi sehingga tidak disusun tanpa menggunakan aturan dan ilmu berlaku.

Prinsip akuntansi ini mencakup beberapa hal seperti konvensi, prosedur berlaku dan aturan sehingga bisa membatasi praktik akuntansi yang sedang dikerjakan. Untuk standar pelaporan ini mengharuskan tim auditor untuk menyampaikan pendapat berdasarkan fakta dan ilmu tersebut.

Isi Laporan Harus Mencakup Semua Hal

Standar terakhir yang perlu dipenuhi adalah isi laporan harus mencakup semua hal terkait keuangan di dalam sebuah perusahaan. Selain sesuai dengan prinsip akuntansi, juga perlu memperhatikan beberapa hal seperti cara penyusunan, isi, bentuk serta catatan.

Setiap auditor harus memastikan bahwa hal tersebut harus diungkapkan apabila memang berkaitan dengan fakta-fakta selama audit dilakukan. Meskipun begitu, mereka harus menjaga kerahasiaan atas informasi ini agar tidak bocor kepada pihak lain.

Pengertian Audit : Manfaat Audit bagi Pihak yang Diaudit

Manfaat Audit bagi Pihak yang Diaudit

Selain memanfaatkan laporan audit sebagai bahan pertimbangan untuk evaluasi, nyatanya banyak manfaat lainnya yang bisa didapatkan setelah menjalani proses pemeriksaan laporan keuangan. Hal ini menjadi alasan bagi mereka sebelum ingin diaudit. Berikut ulasannya:

Menambah Integritas Laporan Keuangan

Audit yang dilakukan untuk memeriksa laporan keuangan tentu sudah memperhatikan apa saja kesalahan di dalamnya. Apabila kekeliruan tersebut telah dibenahi, maka bisa memberikan keyakinan kepada pihak lain. Yaitu bahwa data tertulis memang betul dan tidak ada ketidakcocokan lagi.

Laporan keuangan yang sudah mengalami proses audit nyatanya bisa meningkatkan integritasnya. Hal ini memudahkan bagi setiap perusahaan jika mereka menginginkan ajakan kerjasama kepada pihak lain seperti kreditor, pemerintah, pemegang saham atau lainnya.

Menghindarkan Adanya Kecurangan

Fraud atau kecurangan memang seringkali dijumpai pada kebanyakan laporan keuangan, terutama jika memiliki jenis transaksi bersifat komersial dan besar. Bahkan hal ini juga kerap dilakukan secara sengaja oleh beberapa oknum kurang bertanggung jawab.

Adanya audit yang dilakukan bisa menghindarkan sebuah perusahaan melakukan kecurangan. Terlebih jika pihak manajemen tidak mengetahui, karena hal ini secara sengaja dibuat oleh salah satu departemen di dalamnya.

Memberikan Data Lebih Terpercaya

Berkaitan dengan poin sebelumnya bahwa audit yang sudah dilakukan, bisa membuat data di dalam sebuah laporan keuangan telah minim akan kesalahan atau kecurangan. Hal ini dapat dijadikan atas pembuktian bahwa segala pencatatan sudah benar dan tepat.

Perusahaan bisa memanfaatkannya untuk diberikan kepada pemerintah pada saat menyiapkan surat pemberitahuan pajak. Apabila laporan keuangan kurang dipercaya oleh pihak lain, maka akan mengalami kemungkinan proses yang lama dan tidak kunjung usai.

Membuka Pintu Sumber Pembiayaan

Laporan keuangan yang sudah terbukti tidak memiliki kesalahan atau kecurangan di dalamnya tentu akan memberikan kepercayaan lebih kepada pihak lain. Biasanya hal ini dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mendapatkan pembiayaan dari sumber keuangan eksternal.

Misalnya jika sebuah perusahaan sedang mengalami pemasukan yang minim, maka terpaksa harus melakukan pinjaman dalam jumlah besar. Tentunya proses ini mengharuskan mereka untuk menyerahkan laporan keuangan. Apabila data tersebut sudah diaudit maka proses bisa lebih lancar.

Menyingkap Kesalahan

Hal ini menjadi salah satu manfaat paling utama jika ditujukan bagi perusahaan yang kebanyakan masih menggunakan sumber daya manusia dalam urusan pencatatan. Tentunya pengerjaan seperti ini akan meningkatkan kemungkinan adanya kesalahan apabila dibandingkan dengan data base.

Namun kesalahan ini bisa ditemukan melalui adanya proses pemeriksaan oleh tim auditor. Nantinya kekeliruan tersebut dapat dibenahi dan meminimalkan kejadian seperti ini terulang lagi, sebab dapat berpengaruh pada laporan keuangan kedepannya.

Pengertian Audit : Manfaat Audit Bagi Anggota Lain dalam Dunia Usaha

Manfaat Audit Bagi Anggota Lain dalam Dunia Usaha

Selain pihak yang diaudit, nyatanya ada beberapa manfaat audit bagi anggota lain dalam dunia usaha. Biasanya mereka terdiri dari badan atau Lembaga kecil serta belum memiliki skala bisnis cukup besar dan dalam tahap pengembangan. Berikut ulasannya:

Memberikan Dasar Meyakinkan

Bagi para badan usaha kecil yang masih dalam tahap perkembangan tentunya mereka masih membutuhkan modal cukup besar sebelum menjalankan bisnis. Terutama jika Lembaga ekonomi ini memang awalnya belum memiliki sejumlah uang sedikitpun untuk mengembangkannya.

Baca Juga: Contoh Bisnis Plan

Mereka perlu melakukan pinjaman kepada pihak bank atau kreditur dalam jumlah banyak. Hal ini tentu akan membutuhkan berbagai persyaratan sebagai jaminannya. Salah satu yang bisa digunakan adalah, laporan keuangan dan sudah diaudit karena terjamin kebenaran dan keakuratannya.

Memberikan Dasar Meyakinkan pada Pihak Asuransi

Bagi badan usaha yang tertarik untuk mendaftarkan kepada pihak asuransi dapat memanfaatkan adanya audit laporan keuangan agar mereka lebih merasa yakin. Biasanya Lembaga jasa ini bisa saja mengeluarkan klaim atas sebuah kerugian.

Anda sebagai pelaku usaha atau pemilik perusahaan yang sedang menyelesaikan klaim tersebut bisa menggunakan audit laporan keuangan sebagai jaminannya. Biasanya mereka akan lebih mudah untuk memprosesnya, karena memiliki bukti terpercaya dan terjamin.

Memberikan Dasar bagi Buruh

Hal ini memang cukup sensitif namun sering terjadi bagi kebanyakan pihak perusahaan. Banyak dari mereka akan dituntut oleh buruh dan pekerja, penyebabnya karena merasa kurang adil atas upah dan tunjangan yang diberikan. Apalagi jika mereka telah bekerja selama bertahun-tahun.

Bagi pihak perusahaan, bisa memanfaatkan adanya audit laporan keuangan untuk menyampaikannya kepada perwakilan buruh. Harapannya agar mereka lebih mengerti apa yang sebenarnya terjadi dan tidak memiliki dugaan negatif lagi terkait dengan isu gaji dan juga tunjangan.

Memberikan Bukti Tertulis bagi Pembeli dan Penjual

Manfaat ini seringkali dirasakan oleh pihak perusahaan yang akan mengajak kerja sama dengan penjual lainnya. Sebelum keduanya mendapatkan kesepakatan, maka diharuskan untuk mempersiapkan berbagai dokumen demi kepercayaan dan keamanan selama hal ini dilakukan.

Salah satunya adalah laporan keuangan. Sebagai pelaku usaha tentu harus memiliki buku besar atau catatan akuntansi sementara yang sudah diaudit, sebab hal ini bisa memberikan bukti tertulis dan terjamin kepada pihak lain untuk diajak kerja sama. Dengan begitu mereka akan merasa lebih percaya.

Meyakinkan Klien dan Langganan

Manfaat terakhir yang akan diperoleh adalah memberikan dasaran lebih baik kepada klien dan pelanggan untuk menilai audit finansial serta profitabilitas. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan skala pasar bagi pihak perusahaan dalam menjalankan bisnis maupun usahanya.

Selain itu beberapa hal lainnya yang bisa dinilai oleh para langganan dan klien adalah audit manajemen, efisiensi operasional, keadaan keuangan dan juga sistem pengendalian internalnya. Seluruh penilaian tersebut akan lebih mudah dan terpercaya jika perusahaan sudah melakukan audit.

Pengertian Audit : Manfaat Audit Bagi Badan yang Bergerak di Bidang Hukum

Manfaat Audit Bagi Badan yang Bergerak di Bidang Hukum

Selain badan yang bergerak di bidang ekonomi, beberapa manfaat juga dirasakan oleh pihak-pihak hukum jika mereka telah melakukan audit laporan keuangan. Kebanyakan orang-orang ini ingin mencapai keadilan melalui peraturan berlaku. Berikut penjelasannya:

Memberikan Kejelasan Laporan Keuangan

Satu hal yang pasti dicapai oleh pihak hukum setelah mereka melakukan audit laporan keuangan adalah mendapatkan kejelasan laporan keuangan. Terlebih jika badan ini kurang menguasai di bidang ekonomi keuangan. Tentunya hal ini sangat bermanfaat guna memberikan hasil lebih akurat.

Meskipun begitu, badan-badan yang bergerak di bidang hukum ini biasanya melakukan audit laporan keuangan secara rutin. Tujuan nya agar kejelasan dan keakuratan bisa lebih terjamin sehingga kepercayaan masyarakat bisa meningkat akan kredibilitas pihak tersebut.

Memberikan Dasar Independen

Bagi mereka yang bergerak di bidang hukum bisa memanfaatkan adanya audit laporan keuangan untuk mengurus harta warisan ataupun titipan. Selain itu, hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan seperti adanya masalah kebangkrutan dalam suatu badan usaha.

Tidak hanya itu saja, beberapa Lembaga yang bergerak dalam bidang hukum juga biasanya memanfaatkan adanya laporan keuangan sudah diaudit untuk menentukan perjanjian persekutuan. Kepentingan ini memang cukup sensitif bahkan jika tidak menggunakan dasaran terjamin dan akurat.

Memegang Peranan Guna Mencapai Undang-undang

Beberapa badan hukum lainnya memanfaatkan adanya audit laporan keuangan agar mencapai undang-undang keamanan sosial. Tentunya hal ini menyangkut kecurangan atau kesalahan apabila ada di dalamnya. Maka dari itu tim auditor berusaha untuk mengusutnya.

Banyak kasus dijumpai bahwa perusahaan akan menyembunyikan adanya kasus kecurangan untuk mendapatkan keuntungan yang tidak semestinya. Tentunya hal ini kurang sesuai jika mereka ingin mencapai peraturan perundang-undangan keamanan sosial, karena telah merugikan pihak lainnya.

Mengenal Audit Internal

Mengenal Audit Internal

Salah satu jenis audit berdasarkan tim pelaksananya adalah internal. Proses pemeriksaan ini dikelola secara independen dalam suatu organisasi terhadap laporan serta catatan akuntansi. Tujuannya untuk melakukan pengujian dan evaluasi terkait seluruh kegiatan yang sudah dilaksanakan.

Pemeriksaan internal sendiri merupakan pengujian yang akan dilakukan oleh bagian internal perusahaan baik, mulai dari catatan akuntansi, laporan keuangan serta ketaatan terhadap kebijakan maupun peraturan berlaku. Selain itu juga menguji terkait ketentuan dari ikatan kerja sama.

Audit internal tentunya akan dilakukan oleh seseorang atau pihak yang berasal dari dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Tujuannya adalah mencapai pendekatan sistematis dan ketat. Dengan begitu, evaluasi dan pengendalian resiko kedepannya dapat dikendalikan dan diprediksi lebih akurat.

Pengertian Audit Internal Menurut Para Ahli

Salah satu jenis audit berdasarkan tim auditor ini nyatanya mengundang banyak ahli untuk menyampaikan pendapat mereka. Meskipun memiliki maksud yang sama, namun Anda perlu mengetahuinya agar lebih jelas lagi dalam mengenal istilah ini. Berikut ulasannya:

Pengertian Audit Internal Menurut Sawyer, 2009

Pendapat pertama terkait audit internal disampaikan oleh Sawyer pada tahun 2009. Ia menyampaikan bahwa istilah ini merupakan suatu kegiatan konsultasi serta keyakinan objektif yang akan dikelola secara independen di dalam perusahaan atau organisasi.

Selanjutnya akan diarahkan oleh filosofi peningkatan nilai guna meningkatkan operasional perusahaan. Jadi tujuannya adalah untuk memaksimalkan kegiatan yang sudah dilakukan oleh suatu organisasi, karena sudah melakukan evaluasi sebelumnya.

Pengertian Audit Internal Menurut Tugiman, 2014

Sementara pengertian dari audit internal yang disampaikan oleh Tugiman ialah, suatu fungsi penilaian bersifat independen dalam sebuah organisasi dan perusahaan untuk melakukan pengujian dan evaluasi sebelumnya. Tujuannya adalah mendapatkan kesimpulan agar lebih baik kedepannya.

Tentunya hal ini perlu dilakukan oleh seluruh badan ekonomi atau pelaku usaha yang sudah memiliki skala bisnis cukup besar. Terlebih jika mereka telah mengalami adanya kerugian ataupun kesalahan selama menjalankannya. Kejadian ini pasti membutuhkan tindakan evaluasi agar tidak diulangi lagi.

Pengertian Audit Internal Menurut Hery, 2017

Pendapat berikutnya disampaikan oleh Hery pada tahun 2017. Ia menyampaikan bahwa audit internal merupakan fungsi penelitian yang akan dikembangkan secara bebas di dalam suatu organisasi atau perusahaan guna melakukan pengujian dan evaluasi kegiatan sebagai wujud pelayanan.

Pengujian dan evaluasi tersebut dikatakan secara bebas karena dilakukan oleh tim auditor dari pihak internal. Tentunya mereka bisa melakukannya lebih fleksibel jika dibandingkan dengan pemeriksaan oleh badan pemeriksa eksternal.

Pengertian Audit Internal Menurut Agoes, 2014

Pendapat terakhir yang disampaikan terkait definisi dari audit internal adalah, pemeriksaan oleh bagian internal auditor perusahaan terhadap laporan keuangan serta catatan akuntansi perusahaan. Selain itu juga dilakukan pengujian pada kebijakan dan manajemen puncak pada suatu organisasi.

Disisi lain, mereka juga memeriksa adanya ketaatan sebuah organisasi maupun perusahaan dalam mengikuti peraturan berlaku baik dari pemerintah maupun ikatan kerja sama. Tentu hal ini perlu dilakukan guna menghindari adanya kecurangan atau tindakan penyelewengan merugikan orang lain.

Fungsi dan Tujuan Audit Menurut Para Ahli

Fungsi dan Tujuan Audit Menurut Para Ahli

Sederhananya, audit internal dilakukan oleh pihak internal sendiri untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian, salah satunya terkait laporan keuangan dan ketaatan sebuah organisasi dalam menaati peraturan. Adapun tujuan dan fungsinya adalah sebagai berikut:

Menciptakan Pengendalian yang Efektif

Menurut Tugiman, tujuan auditing internal akan membantu dan memudahkan para anggota organisasi atau pekerja di dalam perusahaan. Yaitu agar bisa melaksanakan tanggung jawab tugas dan pekerjaan secara efektif dan maksimal. Mengingat bahwa pemeriksaan akan menguji berbagai hal.

Beberapa di antaranya adalah mengenai pengembangan pengendalian serta pengeluaran biaya agar lebih wajar. Tentunya hal ini memudahkan bagi seluruh pihak di dalam perusahaan agar mereka lebih efektif dalam melakukan pekerjaan kedepannya.

Membantu Menyelesaikan Pekerjaan dan Analisa

Sementara menurut Hery, audit internal pada umumnya memiliki tujuan untuk membantu dan memudahkan para pekerja dan anggota terutama bagi pihak manajemen dalam menyelesaikan tanggung jawab mereka. Hal ini akan menyangkut adanya penilaian, saran dan analisa komentar.

Analisa terkait hasil akhir dari audit laporan keuangan tentunya menjadi hal yang penting bagi pihak manajemen, karena bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Selain itu, mereka juga bisa menentukannya dari saran serta penilaian tim auditor internal.

Memberikan Saran kepada Manajemen

Salah satu fungsi yang tentunya akan dicapai oleh pihak perusahaan sebelum melakukan audit laporan keuangan adalah memberikan saran kepada pihak manajemen. Terutama jika manajer memang membutuhkan pengauditan guna dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelumnya.

Menurut Sawyer, audit internal mempunyai fungsi penilaian yang bersifat bebas di dalam suatu organisasi sera mempelajari kegiatan perusahaan untuk memberikan saran. Tujuannya sendiri adalah, untuk membantu peningkatan manajer agar tanggung jawab seluruh pihak dilakukan lebih efektif.

Pengertian Audit : Tahapan Audit Internal

Tahapan Audit Internal

Pada umumnya audit internal terdiri dari dua aktivitas yaitu pemeriksaan keuangan dan pengujian operasional. Keduanya perlu dilakukan guna mendapatkan pertimbangan untuk dimanfaatkan oleh pihak manajer sebelum mengambil suatu keputusan. Namun ada beberapa tahapan sebagai berikut:

Perencanaan Audit dan Analisa Resiko

Dalam tahap pertama ini, proses pemeriksaaan lebih berfokus untuk merencanakan bahwa apa, kapan dan dimana yang seharusnya akan dilakukan selama auditing. Tentunya tim auditor perlu menyusun perencanaan terlebih dahulu sehingga pengujian dilakukan lebih sistematis dan tertata.

Berdasarkan beberapa poin penting ini, tahap perencanaan audit dan analisa resiko terdiri dari 7 kegiatan. Mulai dari analisa penilaian, pengumpulan fakta, pengujian resiko kinerja, identifikasi bukti, penulisan objek secara detail, pengembangan program kerja serta penentuan jadwal dan pembagian.

Survey Preliminary

Tahapn selanjutnya yaitu tim auditor akan menentukan seluruh aspek terhadap wilayah audit terdiri dari entitas, fungsi dan juga program. Beberapa poin tersebut cukup penting di dalam kegiatan ini karena memiliki tujuan tertentu.

Tujuan dari tahapan ini adalah mengetahui latar belakang dari informasi, melacak wilayah aktivitas, menentukan segala kemungkinan dan resiko serta menggunakan hasil survei sebelumnya agar lebih efektif. Hal ini mengarah pada tahap pertama sehingga bisa dilakukan survey preliminary.

Audit Field Work

Tahap berikutnya yaitu audit field work atau kerja lapangan. Tahapan ini dilakukan oleh tim auditor internal guna membentuk suatu opini dan menghadirkan serta merekomendasikan setelah survey dibuat. Pihak perusahaan dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan saran dan rekomendasi.

Dalam tahap ini, audit field work memiliki dua tujuan utama yakni melakukan evaluasi pengendalian secara internal serta menyusun desain untuk tes audit. Keduanya perlu dirancang terlebih dahulu sebelum tim auditor melakukan pemeriksaan dan pengujian terkait laporan keuangan dan ketaatan.

Reporting

Perlu Anda ketahui bahwa tahap reporting merupakan tahapan paling penting dalam melakukan audit internal. Hal ini bisa terjadi karena banyak orang memang bisa menulis report, namun tidak sedikit juga dari mereka masih melakukannya dengan kekeliruan karena tidak memperhatikan aturan.

Baca Juga: Pengertian Promosi

Empat poin penting dalam tahap reporting ialah outline report, penulisan dan pengeditan draf, serta terakhir ialah penyusunan laporan final. Seluruh tahapan tersebut dikatakan cukup penting karena akan diserahkan kepada pihak terkait untuk mendapatkan hasil audit.

Follow Up

Tahapan terakhir yang perlu dilakukan oleh tim auditor internal adalah melakukan follow up. Mereka bisa menentukannya berdasarkan hasil dari audit apakah dilanjutkan atau perlu diberikan saran. Tentunya kedua hal tersebut membutuhkan analisa dari badan pemeriksa pengauditan.

Jadi setiap tim auditor internal berhak menentukan hasil dari audit yang akan dilakukan. Apabila saran dan rekomendasi masih belum ditemukan maka mereka berhak untuk melanjutkannya. Namun jika kesalahan sudah ditentukan, hal ini bisa menjadi dasar atas penarikan kesimpulan.

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai pengertian audit serta audit internal. Meskipun sama-sama berbicara terkait masalah pengujian dan pemeriksaan, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas antar tim pemeriksa.

Tinggalkan komentar