Pengertian Bahasa: Sejarah, Fungsi & Manfaat

Pengertian Bahasa Sejarah, Fungsi & Manfaat
08Jul, 2020

Jika Anda ingin memiliki komunikasi yang baik, maka mulai sekarang harus belajar mengenai pengertian bahasa: sejarah, fungsi & manfaat. Hal tersebut sangat penting dalam segala aspek, karena tanpanya manusia tidak akan pernah mengenal terkait ilmu pengetahuan apapun.

Pengertian Bahasa

Pengertian Bahasa

Sejatinya bahasa merupakan sebuah instrumen atau alat yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, hal tersebut jika ditinjau dari segi maknannya akan mempunyai beragam pengertian. Berikut ulasannya:

Pengertian Bahasa Menurut KBBI

Berdasarkan penjelasan yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa diartikan sebagai berikut:

  • Bahasa adalah sebuah sistem lambang bunyi yang arbitrer dan banyak digunakan oleh masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, berkomunikasi serta mengidentifikasikan diri.
  • Bahasa merupakan sebuah perkataan yang bagusa dan digunakan untuk semua tindakan baik serta sopan santun.
  • Bahasa adalah sebuah kata yang digunakan untuk menghubungkan elemen-elemen dari ujaran.

Menurut penjelasan KBBI tersebut, dapat dimaknai bahwasannya pengertian bahasa adalah suatu alat yang digunakan oleh masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain dan di dalamnya selalu mengandung elemen-elemen kesopanan.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Aset

Dalam konteks pengertian bahasa menurut KBBI itu, Anda diharuskan untuk menggunakan bahasa yang sama-sama memahamkan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Di samping itu, penggunaannya juga harus baik serta selalu mengedepankan etika sopan santun.

Pengertian Bahasa Menurut Bolinger

Bolinger (1981) mengartikan bahwasannya pengertian bahasa secara umum adalah sebuah susunan fonem yang mana hal tersebut dibentuk dari bunyi, morfem atau akar kata serta sintaksis dalam sebuah tata bahasanya supaya bisa dimengerti oleh banyak orang.

Dalam hal ini, bahasa tidak bisa diubah-ubah dan dimodifikasi sendiri oleh Anda yang bukan merupakan penutur aslinya. Jadi, dalam kebahasaan tersebut tak ada rumus, ketetapan dan hal-hal lain semacamnya karena itu sifatnya sudah mengakar dari sang native speaker.

Bahasa juga digunakan untuk mengungkapkan hal-hal sesuai kebutuhan masing-masing penuturnya di dalam dunia nyata. Tidak terdapat unsur imanjinasi atau khayalan belaka di sana karena sifatnya pasti dan memahamkan terhadap orang yang diajak interaksi.

Pengertian Bahasa Menurut Gorys Keraf

Berdasarkan penuturan dari Keraf (1997), bahasa dapat dimaknai sebagai suatu alat yang digunakan untuk berkomunikasi antara tiap-tiap anggota masyarakat yang mana hal tersebut disajikan dalam bentuk simbol bunyi oleh alat ucap manusia yakni mulut serta lidah.

Dalam hal ini, bahasa diciptakan oleh lisan manusia. Hal tersebut pada mulanya hanya berupa simbol saja, kemudian selanjutnya dapat diartikan sebagai ucapan karena bunyinya terdengar dan memberikan maksud tertentu.

Jadi, dapat disimpulkan bahwasannya jika tanpa bahasa, Anda tidak akan dapat berkomunikasi dengan orang lain. Hal tersebut terjadi karena satu sama lainnya tak mengerti terhadap maksud lawan yang diajak berbicara.

Pengertian Bahasa Menurut Fodor

Pada 1974 Fodor mengungkapkan bahwasannya bahasa adalah sebuah sistem simbol dan tanda. Dalam konteks ini maksudnya yakni adanya penyimbolan di setiap komunikasi manusia dengan orang lain dan dalam simbolnya itu terdapat ungkapan atau suatu makna tertentu.

Berikutnya, dalam bahasa tersebut juga terdapat unsur tanda yang bermakna bahwa hal itu berhubungan erat dengan makna dan sifatnya sudah tidak lazim lagi. Melainkan ada arti-arti tersembunyi untuk mengindikasikan suatu maksud pada saat situasi-situasi tertentu.

Nah, dari penjelasan tersebut dapat dimaknai jika bahasa itu bukan hanya perihal ucapan saja, tetapi juga meliputi simbol-simbol istimewa. Di samping itu, juga terdapat tanda-tanda tertentu yang dipergunakan pada orang-orang berkebutuhan khusus.

Pengertian Bahasa Menurut Felicia

Pengertian bahasa selanjutnya dikemukakan oleh Felicia (2001) yang mengungkapkan bahwa, hal tersebut merupakan sebuah instrumen dengan fungsi utama sebagai alat komunikasi sehari-hari baik itu dalam bentuk lisan atau pun tulisan. Ini bisa terjadi pada interaksi formal dan non-formal.

Selain berkomunikasi menggunakan bahasa lisan yang langsung diucapkan oleh mulut, Anda juga dapat berinteraksi melalui sebuah tulisan. Hal tersebut akan memahamkan para pembacanya jika manusia tersebut belajar dengan sungguh-sungguh tentang baca tulis.

Bahkan berkomunikasi melalui tulisan dianggap lebih sulit daripada dengan lisan, karena di sana sang penulis harus mengungkapkan ide secara baik dan benar dan selanjutnya menuliskannya menggunakan kaidah-kaidah kebahasaan yang tepat.

Pengertian Bahasa Menurut Sunaryo

Sunaryo (2006), mengemukakan bahwa bahasa sejatinya merupakan struktur yang berada di dalam sebuah budaya. Hal tersebut memiliki fungsi serta peran ganda sebagai sebuah akar sekaligus produk untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam konteks ini, bahasa mempunyai peran sentral untuk seseorang dalam mepelajari sebuah ilmu pengetahun. Tanpa adanya komunikasi dan interaksi melalui simbol-simbol atau ucapan, maka keilmua yang hakiki dan memahamkan tidak akan pernah bisa didapatkan.

Bayangkan saja, jika Anda tidak paham dan sama sekali tak mengerti dengan bahasa yang disampaikan oleh guru maupun yang tertulis di buku. Maka bagaimana cara mengambil intisari ilmunya dalam lingkup kecil maupun besar jika pengantarnya saja sulit dipahami.

Pengertian Bahasa Menurut Tarigan

Pada tahun 1899, Tarigan yang merupakan seorang ilmuwan terkemuka mendefinisikan bahasa ke dalam dua hal yaitu meliputi:

  • Bahasa adalah sistem yang disusun secara sistematis dan dibarengi juga dengan cara generatif.
  • Bahasa adalah kumpulan dari lambang-lambang atau simbol-simbol arbitrer.

Dari pengetian pertama bahasa yang disampaikan oleh Tarigan, dapat diambil kesimpulan bahwasannya di dalam bahasa terdapa banyak unsur yang semua itu telah disusun dengan baik dan disebarkan melalui penggunaan manusia untuk berkomunikasi di berbagai belahan dunia.

Selanjutnya, terkait dengan pengertian yang kedua, bahasa itu sesungguhnya adalah simbol atau lambang yang mempunyai makna khusus sesuai maksud penggunanya. Dalam menyukseskan proses komunikasi, hal itu harus saling dipahami oleh kedua belah pihak.

Pengertian Bahasa Menurut Owen

Owen mendefinikasikan bahasa sebagai sebuah kode yang dapat dipahami secara diterima secara sosial oleh kelompok masyarakat berskala besar. Hal itu telah disusun menggunakan konsep-konsep matang dan akan diterapkan dalam proses komunikasi konvensional.

Dalam komponen arti bahasa tersebut terdapat berbagai macam simbol yang dikehendaki oleh sang pelaku komunikasi. Sekarang ini, hal semacam itu telah diatur dengan ketentuan-ketentuan tertentu oleh para ahli sehingga masyarakat bisa mempelajarinya baik melalui tulisan maupun lisan.

Kode atau simbol yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lainnya tersebut sarat akan makna dan tentunya dapat dipahami oleh kedua belah pihak. Jika ini tidak memahamkan satu sama lain, maka proses komunikasi dianggap gagal dan simbolnya tidak bisa dikatakan sebagai sebuah bahasa.

Pengertian Bahasa Menurut Mackey

Definisi bahasa berikutnya disampaikan oleh Mackey yang mengatakan bahwa itu merupakan sebuah sistem yang terbentuk dari lambang bunyi. Sebenarnya, hal ini akan melibatkan banyak sistematika lainnya di dalamnya atau hal yang menjadi pembentuknya.

Jadi, dapat dikatakan jika unsur-unsur yang ada di dalam bahasa tersebut sangat banyak dan bervarisi seperti halnya ponem, morpem, sintak, pragmatik serta komponen-komponen linguistik lainnya. Selanjutnya, itu akan dibentuk ke dalam sebuah tatanan besar secara sistematis.

Nah, tatanan tersebut sekarang ini dipelajari manusia dalam bentuk bahasa lisan maupun tulisan di seluruh dunia. Bukan hanya melewati simbol-simbol saja,tetapi pada zaman serba teknologi hal itu sudah semakin canggih karena bahasanya dikembangkan menyesuaikan perkembangan globalisasi.

Pengertian Bahasa Menurut Syamsuddin

Syamsuddin sang pakar kebahasaan di Indonesia mendefinisikan bahasa sebagai alat komunikasi. Kemudian akan membantu manusia untuk mengekspresikan ide pada pikiran serta perasaannya dalam hati. Hal ini sifatnya dapat mempengaruhi serta dipengaruhi oleh lawan komunikasinya.

Di samping itu, Syamsuddin juga mengemukakan jika sejatinya bahasa merupakan sebuah tanda yang muncul dari kepribadian baik atau pun buruk. Awal mulanya hal itu terbentuk dari keluarga, lalu berkembang dalam sebuah bangsa dan terakhir bisa menduania karena adanya proses interaksi.

Dari penjelasan Syamsuddin tersebut, dapat ditarik benang merah bahawasannya asal mula bahasa itu adalah dari komponen terkecil masyarakat yakni keluarga. Lalu, penggunaannya sebagai sarama komunikasi serta interaksi dapat meluas secara signifikan dari ekspresi ide dan perasaan manusia.

Sejarah Munculnya Bahasa

Sejarah Munculnya Bahasa

Jangan Anda berpikir bahwasannya bahasa yang saat ini digunakan oleh manusia bisa muncul begitu saja secara instant. Sejatinya, kemunculannya melalui beberapa tahapan tertentu sejak zaman dahulu dan ini ditemukan manusia purba. Jadi, penting mengetahui sejarahnya melalui banyak teori.

Teori Berkelanjutan

Teori berkelanjutan merupakan sebuah analisa terhadap sejarah munculnya bahasa yang dilandaskan pada pemikiran kebahasaan kompleks sehingga proses pemunculannya tidak timbul begitu saja secara tiba-tiba. Hal tersebut dinilai telah berkembang dari sistem pra-linguistik di zaman leluhur primata.

Dalam hal ini, teori berkelanjutan berpendapat bahwa bahasa memang diciptakan dengan proses yang sangat lama oleh manusia purba atau bahkan zaman dahulu oleh makhluk non-manusia. Hal tersebut selanjutnya berkembang secara perlahan-lahan hingga kemudian berubah menjadi simbol dan lainnya.

Sesuai dengan nama keberlanjutan tersebut, dari setiap generasi manusia ke zaman berikutnya akan membawa simbo-simbol bahasa yang ditularkan pada anak cucu mereka. Ini memerlukan proses berabad-abad dan telah banyak mengalami perubahan secara signifikan.

Teori Ketakberlanjutan

Berbeda dari pendekatan keberlanjutan, teori ketakberkanjutan ini memandang bahwasannya bahasa muncul secara tiba-tiba. Hal itu dipelajari melalui proses interaksi sosial bermsyarakat dalam skala kecil maupun besar.

Ilmuwan yang mendukung teori ini adalah Chomsky. Dia berpendapat bahwasannya mutasi yang dilakukan oleh manusia selama kurun 1000 tahun lebih telah menimbulkan adanya bahasa secara instan di dalam otak dan serta-merta mengalami perubahan besar dari waktu ke waktu.

Jadi, pemunculan bahasa menurut teori ketakberkanjutan ini disebabkan oleh faktor genetik manusia. Khususnya, hal tersebut akan muncul pada otak yang memang telah diberikan kemampuan istimewa oleh sang Maha Pencipta.

Sejarah Penelitian Bahasa

Pada abad ke-18, dilakukan sebuah penelitian yang menyelidiki tentang asal mula bahasa. Namun, pada dasarnya permasalahan utama tersebut tak ada jawabannya sehingga hasil penelitiannya lebih mengarah pada perkembangannya saja pada manusia.

Namun, setelah itu pada abad ke-19, pertanyaan tentang asal mula bahasa muncul kembali. Kali ini terdapat sedikit pencerahan yang memaparkan bahwa adanya evolusi bahasa seperti halnya pada teori ketidak berlanjutan.

Tentang asal mula bahasa tersebut, kini para ilmuwan masih mendebatkannya dengan alasan-alasan logis. Dalam mencari kebenarannya, Anda pun harus berpikir jernih serta menggunakan berbagai pertimbangan tertentu.

Apa saja Fungsi Bahasa?

Fungsi Bahasa

Keberadaan pengertian bahasa dan fungsinya di dunia tentu saja sangat penting untuk Anda pelajari. Tanpanya, manusia tidak akan bisa mengerti tentang interaksi, ilmu pengetahuan dan hal-hal lain dalam segala aspek kehidupan. Jadi, di sini pada intinya language is the key of knowledge.

Bahasa Sebagai Alat Komunikasi

Sudah barang tentu bahwa fungsi yang utama dan pertama dari adanya bahasa adalah sebagai alat komunikasi antara satu orang dengan individu lainnya, bahkan pada skala besar bermasyarakat sekalipun. Hal tersebut akan menimbulkan timbal balik antara sang penutur dan penerima informasi.

Dalam proses komunikasi tersebut, Anda harus menggunakan bahasa yang juga dipahami oleh tujuan atau sasaran. Misalkan saja, ketika bertemu dengan orang Inggris, maka jangan berbicara dengan mereka menggunakan bahasa Jawa karena pasti tidak paham.

Jika lawan bicara Anda atau sebaliknya tidak mengerti mengenai maksud yang disampaikan melalui bahasa lisan atau tulisan, maka hal tersebut berarti bahwa proses komunikasi gagal karena tidak memberikan imbal balik satu sama lain. Jadi, cermatlah dalam berinteraksi.

Bahasa Sebagai Alat Menyalurkan Arti Kepercayaan

Fungsi bahasa selanjutnya dalam kehidupan manusia yakni sebagai sarana dalam menyalurkan arti kepercayaan. Mungkin Anda sedikit bingung dan bertanya-tanya mengenai hal tersebut. Nah, pada konteks ini ranah bahasa memang berhubungan dengan kebudayaan juga.

Jadi, setiap daerah dengan kebudayaan dan kepercayaan masing-masing tentunya juga akan memiliki bahasa yang berbeda-beda pula. Hal tersebut mempunyai makna dan filosofi tertentu. Antara satu dengan lainnya sangat sulit untuk disamakan sehingga lumrah jika terjadi perbedaan di mana-mana.

Dengan bahasa, Anda juga dapat mempelajari kebudayaan orang lain bahkan hingga ke Luar Negeri. Jika hal tersebut bisa dilakukan dengan baik, maka bukan tidak mungkin bahwa sanga penutur asli akan mempengaruhi pemilik kebahasaan lainnya secara positif.

Bahasa Sebagai Sarana Mengekspresikan Fikiran

Banyak sekali orang yang mempunyai ide atau gagasan cemerlang dalam otak mereka. Nah, jika hal tersebut tidak diungkapkan dan tetapsaja disimpan di kepala, maka tidak satu pun orang bisa memahami maksudnya. Jadi, Anda perlu mengekspresikannya menggunakan bahasa.

Ekspresikanlah hal-hal yang terdapat dalam pikiran Anda kepada orang lain melalui lisan maupun tulisan. Kemukakanlah pendapat dengan bahasa sopan, baik, benar serta tidak menyinggung perasaan individu lainnya. Dalam hal ini, tata krama serta etika harus benar-benar dijaga ketika berbicara.

Lain lagi, jika Anda mengungkapkan isi pikiran ke dalam tulisan, maka penerapannya akan lebih rumit. Di samping menggunakan bahasa yang tertata, sang penulis harus memperhatikan aturan-aturan penulisan serta sistematikanya. Perpaduan antara satu kalimat dengan lainnya juga harus selaras.

Bahasa Sebagai Pemersatu Gagasan

Kadangkala argumen antara satu individu dengan lainnya sangat bertolak belakang. Seringkali, hal tersebut disebabkan oleh adanya kesalahapahaman, karena tidak bisa memahami dan menganalisa dengan baik terhadap bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi jangka pendek atau panjang.

Jika sudah begini, maka hal utama yang harus diperbaiki adalah perihal bahasa dan egoisitas dari kedua belah pihak. Keduanya wajib untuk menyelami lebih dalam tentang maksud sesuatu dari pembahasan tersebut dengan hati-hati dan teliti.

Dalam konteks permasalahan tersebut, bahasa berperan penting dan dapat menyatukan gagasan orang-orang yang terlibat dalam kesalahpahaman. Maka dari itu, sebelum menentukan keputusan dan bertindak, sebaiknya selami dulu setiap perkataan dan argumen lawan bicara secara teliti.

Bahasa Sebagai Alat Adaptasi

Jika Anda hijrah ke daerah lain atau ke Luar Negeri dan belum bisa berkomunikasi di sana karena kendala bahasanya. Maka jangan khawatir, hal tersebut perlahan-lahan akan membaik secara otomatis jika Anda mau belajar keras dan berusaha karena ini adalah bagian dari adapatasi.

Salah satu fungsi bahasa memang sebagai sarana adaptasi. Jika Anda tidak dapat menguasainya, maka tak akan bisa pula beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang asing. Jadi,ini sangat penting dipelajari sebelum memutuskan untuk pindah ke daerah baru.

Proses adaptasi menggunakan bahasa tersebut tidak akan sulit dan bisa berlangsung sebentar dengan syarat harus mempraktekkanya sebisa mungkin dalam interaksi sehari-hari. Walaupun susunannya tidak benar, namun setidaknya itu dapat memahamkan lawan bicara Anda.

Bahasa Sebagai Sarana Mengembangkan Profesi

Barangsiapa yang ingin sukses dalam karirnya, maka ia juga harus menguasai beberapa bahasa khususnya bahasa Internasional. Ini sangat penting karena pemahaman atau proficiency kebahasaan Anda akan selalu ditanyakan dalam proses pengembangan profesi.

Misalnya saja, dalam bahasa Inggris terdapat test yang bernama TOEFL. Hal tersebut menjadi syarat mutlak untuk melamar beasiswa ke Luar Negeri, bekerja dan lain-lain semacamnya. Jika Anda tidak menguasainya dengan baik, maka dipastikan bahwa profesi akan sulit berkembang.

Jadi, sangat direkomendasikan untuk Anda agar mempelajari beberapa bahasa Asing khususnya Inggris supaya dapat berkomunikasi dan berinteraksi secra internasional dalam rangka belajar ke Luar Negeri serta melakukan pengembangan profesi.

Bahasa Sebagai Mengembangkan Kecerdasan Ganda

Secara tidak langsung, seseorang yang menguasai banyak bahasa akan mudah dalam menyerap ilmu baik itu dari segi pengetahuan eksakta, keterampilan dan juga seni. Ini menandakan bahwa kebahasaan menjadi hal utama dalam mengembangkan kecerdasan ganda.

Jangan khawatir jika mempelajari banyak bahasa secara serius malah akan menghambat potensi lain seperti halnya pada ilmu penegetahuan eksakta. Hal tersebut malah sebaliknya, kemampuan otak kanan dalam bekerja bisa memperlancar kinerja bagian kiri dalam mencerna mata pelajaran eksak.

Jadi, mulai saat ini silakan mempelajari bahasa apapun yang Anda minati secara sungguh-sungguh. Yakinlah bahwa dengan melalui jalan serta upaya tersebut, maka kecerdasan Anda dapat terasah sebaik mungkin karena digunakan berpikir secara kompleks setiap harinya.

Beberapa Manfaat dari Bahasa

Beberapa Manfaat dari Bahasa

Selain memiliki fungsi, keberadaan bahasa tentu saja juga akan memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Hal tersebut akan memudahkan Anda untuk melakukan berbagai macam hal secara efektif, mudah dan cepat tanpa adanya kesalahpahaman dari berbagai pihak. Berikut ulasannya:

Bahasa Bermanfaat untuk Pengantar dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, bahasa memiliki manfaat nyata. Hal tersebut digunakan sebagai pengantar guru dalam menjelaskan materi pembelajaran kepada para siswa. Pada konteks ini sifat kebahasaannya adalah semi formal dan tetap santai guna memperlancar proses belajar peserta didik.

Bahasa juga menentukan seberapa keberhasilan siswa dalam menuntaskan setiap bidang pembelajaran. Karenanya, jika mereka memahami dengan baik akan kebahasaan yang digunakan sebagai pengantar, maka proses pehamanan dan penalaran terhadap materi pun semakin cepat.

Sebaliknya, jika siswa terkesan lambat dalam mencerna setiap bahasa baik itu lisan maupun tulisan yang menunjang pembelajaran di sekolah, maka mereka juga cenderung lama untuk memahami setiapmateriyang diajarkan oleh para guru. Jadi aspek kebahasaan harus ditingkatkan lagi.

Bahasa Bermanfaat untuk Identitas Resmi Suatu Negara

Suatu negara pasti mempunyai bahasa resminya masing-masing. Contonhnya saja di tanah ibu pertiwi ini, bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa nasional yang mana setiap event-event penting dan bersifat kenegaraan wajib menggunakan hal tersebut sebagai pengantarnya.

Dari ciri khas bahasa setiap bangsa itulah, manfaat kebhaasaan akan muncul dan dapat dirasakan sebagai identitas resmi dari suatu negara. Hal ini bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat lagi karena hak miliknya sangat paten.

Agar identitas resmi kebahasaan kita tidak dirongrong oleh negara lain, maka setiap penduduknya harus mempelajari tentang pengertian bahasa: sejarah, fungsi & manfaat itu sendiri. Jika Anda cerdas dan solid dengan masyarakat lainnya, maka tidak ada satu pun yang berani mengusiknya.

Bahasa Bermanfaat untuk Mengenal Dunia dengan Lebih Luas

Anda ingin keliling dunia? Jika iya, maka salah satu syarat utamanya yakni harus mempalajari bahasa di tiap-tiap negara yang ingin dikunjungi. Jika sudah mahir dan fasih, bukan tidak mungkin bahwa berkunjung ke berbagai belahan bumi ini terwujud secara gratis.

Di samping itu, jika Anda menguasai banyak bahasa maka bisa berkesempatan menjadi tour guide serta traveller yang berjalan-jalan ke seluruh dunia adalah merupakan pekerjaan tetap. Hal ini sangat menarik karena juga mendapatkan bayaran serta fasilitas lengkap selama di bepergian.

Sejatinya, menguasai banyak bahasa tidak akan pernah menimbulkan kerugian bagi Anda. Hal tersebut malah memberikan berbagai macam keuntungan sehingga bisa dengan mudah menjelajahi dunia internasional. Pengalaman bertambah dan relasi pun semakin erat pula.

Bahasa Bermanfaat bagi Otak

Mungkin Anda tidak pernah menyangka bahwa kemampuan seseorang dalam menguasai bahasa akan berpengaruh terhadap daya penyerapan informasi pada memori otak mereka. Hal ini sesugguhnya benar dan telah diinformasikan dalam bidang kesehatan secara rinci.

Menurut penelitian di Lund University Swedia, seseorang yang lebih banyak mempelajari bahasa akan membuat ukuran dan area otak yang terpisah dari unsur kebahasaan menjadi meningkat. Dinilai bahwa dalam proses tersebut Hippocampus berkembang semakin besar.

Dengan semakin membesarnya Hippocampus, maka seluruh navigasi informasi spasial akan bisa merekam lebih banyak peristiwa. Di samping itu, bagian korteks juga menebal sehingga daya penyerapan sebuah ilmu atau hal-hal yang dapat direkam otak menjadi semakin cepat.

Bahasa Bermanfaat untuk Melindungi Diri dari Penyakit Alzheimer

Selain meningkatkan kinerja otak, dalam bidang kesehatan bahasa juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya Alzheimer. Hal tersebut merupakan penyakit yang akan menurunkan daya memori otak serta fungsi mental lainnya pada tubuh manusia.

Dengan adanya kemampuan billingual atau kebahasaan ganda, maka hal itu akan meningkatkan reservasi kognitif dalam melawan kerusakan saraf otak akibat pola hidup yang kurang baik. Hal tersebut dinilai sangat berbahaya jika tidak diatasi dengan cepat.

Jika kerusakan saraf otak dibiarkan begitu saja tanpa adanya terapi dan penganganan khusus, maka bukan tidak mungkin jika Alzheimer dapat menyerang Anda di usia muda. Oleh karena itu, solusi paling mudahnya yakni memperbanyak penguasaan bahasa.

Baca Juga: Pengertian Sampah

Sekarang Anda sudah paham mengenai pengertian bahasa: sejarah, fungsi & manfaat, bukan? Maka dari itu, teorinya jangan dipendam dalam pikiran saja. Segera aplikasikan hal tersebut di kehidupan nyata. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan pernah lelah untuk belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *