Pengertian Database: Manfaat, Fungsi & Contohnya

Pada sebuah organisasi, instansi maupun alat komunikasi semacam ponsel dan laptop pasti Anda sudah tidak asing dengan adanya kumpulan data di dalamnya. Sekumpulan berkas-berkas itu kerap kali disebut sebagai database oleh sebagian orang serta keberadaannya sendiri sangat penting.

Pengertian Database

Pengertian Database

Kata database sendiri mungkin sudah sering terngiang dalam telinga Anda. Biasanya hal tersebut berhubungan erat dengan sistem pada komputer yang mengumpulkan beragam data. Para ahli pun memiliki pengertian database sendiri tentang semua itu seperti penjelasan mereka di bawah ini:

Gordon C. Everest

Seorang pengajar dari University od Minessota Twin Cities atau UMN Amerika Serikat, Gordon C. Everest mengemukakan peniliannya akan definisi dari database. Sebelum itu, profesor yang mengajar di sana sejak tahun 1970 itu juga sudah menerbitkan banyak jurnal dan buku.

Menurut beliau, database adalah sekumpulan data yang disusun menggunakan mekanisme tertentu, telah terbagi, terdefinisi dan terkontrol secara formal serta dibuat terpusat oleh suatu organisasi maupun instansi tertentu sesuai dengan ketentuan masing-masing.

Baca Juga: Pengertian Animasi Komputer

Data-data di dalam database merupakan sebuah representasi atau susunan berupa angka, simbol, objek dan lain sebagainya yang berguna untuk mengungkapkan suatu peristiwa tertentu. Informasinya bisa berupa catatan, gambar, rekaman suara atau video dan masih banyak lagi.

Christopher J. Date

Dari Amerika Serikat, sekarang beralih ke Inggris Raya yang memiliki seorang penulis, pengajar, peneliti, dan konsultan independen kenamaan dengan spesialisasi di bidang Teori Relasi Database lulusan University of Cambridge, Christopher J. Date.

Pria berusia 79 tahun kelahiran Watford, Inggris tersebut mengemukakan apa itu database? Yakni sebuah koleksi dari data operasional yang sudah tersimpan, tersusun serta telah dipakai untuk menjalankan sistem aplikasi sebuah organisasi.

Beliau juga membedakan database menjadi tiga bagian yakni input ketika informasi masuk dari luar instansi tersebut, output bila data telah dihasilkan dari pengolahan organisasi tadi serta operational yang mana adalah sumber-sumber tersimpan serta tersusun di dalam sistem.

Toni Fabbri

Selain itu, ada pula Toni Fabbri seorang penulis yang berfokus pada perkembangan serta teori mengenai database. Ia juga telah menelurkan banyak buku dan jurnal, berkaitan dengan hal-hal serupa. Bahkan, pria tersebut juga mengeluarkan pengertiannya sendiri.

Database menurut Toni Fabbri adalah sebuah sistem berisikan file-file dengan susunan tertentu menurut suatu instansi maupun organisasi. Di sisi lain juga telah terintegrasi serta memiliki minimal primary key yang digunakan, untuk mengulangi keluar masuknya data-data tersebut bila diperlukan.

Jadi, ketika sebuah organisasi membutuhkan sebuah data output atau yang telah tersimpan sebelumnya dalam database. Maka, petugas maupun karyawan tinggal mencarinya dalam file tertentu tanpa harus bingung saat melacaknya. Dengan begitu, kebutuhan mereka mampu dipenuhi.

Attre

Sebagai seorang penulis dan pengajar, S. Attre juga berfokus pada teori tentang database dan segala hal terhadap pengolahan data sebuah instansi atau organisasi. Beliau juga telah menciptakan beragam karya tulis yang mana salah satunya memuat pengertian tentang fokus ini.

Database menurut S. Attre adalah koleksi mengenai data-data yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lain mengenai sebuah organisasi, instansi maupun enterprise bersangkutan serta dikaitkan pula dengan pemakaian bermacam-macam.

Segala data masuk akan dibagi dan dikelompokkan menurut jenisnya masing-masing sesuai dengan apa yang diminta oleh organisasi maupun instansi berlaku. Setelahnya, semua informasi masih dimasukkan kembali dalam suatu folder agar lebih mudah dicari ketika dibutuhkan.

Chou

Kalau beberapa ahli tadi berasal dari Amerika dan Eropa, Chou sebagai perwakilan dari Asia juga mengemukakan pendapatnya mengenai database. Beliau juga seorang penulis dengan fokus serupa pendahulunya serta telah menelurkan beragam karya tulis berupa jurnal hingga buku.

Dalam pengertiannya, database merupakan suatu data atau informasi yang telah dikumpulkan menjadi sebuah kelompok menurut tatacara khusus. Ini juga memiliki manfaat tertentu bagi sebuah organisasi maupun instansi bersangkutan sehingga bisa digunakan untuk berbagai tujuan.

Kumpulan data tadi akan dikaitkan dengan kelompok-kelompok lainnya serta disimpan dalam satu file besar secara bersamaan untuk memudahkan pencarian. Semuanya dilakukan tanpa ada pengulangan di grup lain atau disebut pula sebagai redudancy agar segala kebutuhan terpenuhi.

Anthony J. Fabbri dan A. R. Schwab

Anthony J. Fabbri dan A. Robert Schwab sebagai seorang pengajar, peneliti serta penulis juga membagikan ilmu mereka dengan fokus mengenai database. Selain itu, juga segala hal yang berhubungan dengan itu melalui beragam jurnal internasional serta buku-buku penunjang.

Pengertian mengenai database berdasarkan kedua peneliti tersebut adalah sebuah sistem yang telah disusun sedemikian rupa secara terpadu. Dengan tujuan utama agar mampu meminimalkan adanya pengulangan atau redudancy data bila semua informasi tersebut digunakan kembali.

Mereka juga mengungkapkan bahwa database merupakan, elemen berisi informasi yang terkumpul membentuk suatu kesatuan serta berhubungan satu sama lain menggunakan logika. Sementara basis data menggabungkan semua tadi agar dapat diakses saat dibutuhkan instansi.

Kusrini

Selain beberapa researcher dan pengajar dari luar negeri, dosen serta peneliti Indonesia juga tidak mau ketinggalan mencecapkan pemikiran mereka. Salah satunya, dalam Teori Relasi Database maupun hal-hal yang berhubungan dengan materi tersebut.

Kusrini, seorang dosen dari Universitas Amikom yang mengeluarkan pendapatnya mengenai pengertian database yakni basis data dengan relasi satu sama lain tentang obyek, orang dan lainnya serta dinyatakan menggunakan angka atau simbol.

Menurut beliau, basis data juga masih dapat diambil jadi kesimpulan lain yakni sebuah kelompok atau himpunan informasi yang telah disusun sedemikian rupa. Dengan begitu, bisa digunakan secara cepat dan mudah bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Apa Saja Manfaat Database?

Manfaat Database

Seperti yang telah dilihat di atas, ada beragam asumsi dari para ahli mengenai pengertian database. Selain mengemukan banyak teori tersebut mereka juga menyusun manfaat-manfaat bila sebuah organisasi maupun instansi menggunakan kumpulan data ini dalam sistem sebagai berikut:

Sebagai Penyedia Informasi

Sebuah database memiliki beragam informasi yang dibutuhkan oleh instansi atau organisasi tersebut berdasarkan bidang mereka. Mulai dari data karyawan kantor, pelanggan atau orang-orang terkait, pekerjaan di sana dan masih banyak lagi.

Data-data tersebut saling terkait satu sama lain. Bila sewaktu-waktu dibutuhkan maka karyawan yang bersangkutan akan melakukan pencarian dan memperoleh informasi tersebut dengan mudah. Setelah itu, mereka dapat menggunakannya sesuai kebutuhan masing-masing.

Adanya persediaan informasi dari database tentu memudahkan pekerjaan internal mereka, agar organisasi maupun instansi tersebut tetap berjalan. Bahkan, mereka selalu punya back up kalau terjadi sesuatu yang kurang diinginkan pada data-data tersebut.

Sebagai Penentu Kualitas Informasi

Bagus atau tidaknya sebuah organisasi dan instansi dalam bekerja ditentukan pula dari kepemilikan informasi di sana. Apakah segala data berkualitas atau tidak, bagaimana mereka mengelolanya dengan baik pada database hingga pemanfaatan akan semua hal tersebut.

Database yang baik selalu menyediakan data berkualitas. Sebuah instansi atau organiasi mestinya memiliki kelengkapan dan akses bagus untuk segala informasi di sini. Mereka mampu menangani berita masuk dan keluar sehingga memudahkan pengguna saat membutuhkannya.

Selain itu, sebuah database yang bagus harus mampu memberikan informasi terkait secara akurat dan relevan sesuai dengan kebutuhan organisasi atau instansi tersebut. Semua hal berkaitan didapatkan dari beragam data masuk, keluar, serta hasil pengolahan dari sana.

Sebagai Penanganan untuk Mengatasi Adanya Kerangkapan Data

Sebuah database bisa dimanfaatkan untuk mengatasi adanya kerangkapan data. Terkadang dokumen tersimpan ganda dalam format berbeda. Piranti tersebut dapat mengontrolnya sehingga hanya file terbaik yang tersisa di penyimpanan tersebut.

Adanya kemudahan ini membuat perusahaan mampu mencari filenya dengan cepat. Bila data tersedia ganda, itu menyulitkan pengguna ketika melakukan pencarian. Database akan memilah secara otomatis dan menyingkirkan dokumen yang mirip.

Hal itu dilakukan secara terorganisir dan sangat rapi. Database yang tersusun ini mengoptimalkan ruang penyimpanan. Alhasil, ruang penyimpanan pun menjadi lebih efisien dibandingkan sebelumnya.

Sebagai Pengaman Informasi

Database ini menguntungkan karena terdapat keamanan di dalamnya. Di sini ada peraturan ketat sehingga tidak semua orang mampu mengaksesnya. Sistemnya menggunakan berbagai metode mulai dari pembatasan akses hingga pemakain password khusus.

Salah satu tipe dari Microsoft Access memakai sistem keamanan password sehingga faktor keamanannya tidak mudah dibobol. Sedangkan MySQL memutuskan menggunakan pengaturan pada akunnya jadi tidak semua orang dapat masuk dan mengedit dokumen.

Ketika ada pembatasan akses masuk, database akan diatur sesuai kepentingan pemiliknya. Dengan sistem tersebut, data Anda jauh lebih aman serta tersimpan baik. Selain itu, penggunaan enkripsi juga kerap digunakan demi mengamankan file.

Kemudahan Saat Menyajikan Laporan

Salah satu manfaat database adalah adanya kemudahan ketika Anda mengakses laporan. Hal ini dikarenakan segala data yang ada di dalamnya terorganisir dengan baik. Piranti lunak tersebut akan menyajikan sesuai permintaan atau kebutuhan.

Penggunaan database tersebut praktis karena Anda mampu menampilkannya dengan berbagai variasi, mulai dari laporan umum biasa hingga grafik. Selain itu, statistik dan tabel pun dapat ditayangkan secara otomatis. Pemanfaatan tersebut hanya bisa dilakukan oleh admin.

Baca Juga: Pengertian Modem

Bila tidak memiliki izin atau password, maka laporan tersebut tidak akan bisa diakses. Adanya penggunaan piranti lunak tersebut memaksimalkan Anda dalam mengolah segala informasi. Agar pelaporan dapat bermanfaat, pastikan mengklasifikasikan datanya dengan baik

Dapat Digunakan dalam Waktu Bersamaan

Database ini menguntungkan karena piranti lunak tersebut bisa dipakai secara bersama-sama. Adanya keuntungan itu sangat penting karena semua orang yang memiliki akses masuk dapat menggunakannya dalam waktu bersamaan.

Database berkualitas umumnya memiliki fitur spesial yakni User and Access Privilige untuk membatasi penggunaan data pada seorang pengguna. Meskipun piranti lunak tersebut menggunakan sistem shared-database, namun tidak semua orang memiliki akses yang sama.

Di dalam kantor, adanya database sangat memudahkan kinerja karyawannya. Sebagai contoh, industri manufaktur memiliki banyak divisi. Antara bagian marketing dan admin kini bisa membuka data yang sama. Otomatis, ini menghemat waktu perusahaan.

Kemudahan Mengubah Data

Database adalah solusi terkini bagi perusahaan maupun organisasi. Keberadaannya membuat pengguna dimudahkan ketika menyimpan file. Di sini user diizinkan untuk mengedit atau mengubah datanya sesuai dengan wewenang yang dimiliki.

Tidak semua orang memiliki hak dan wewenang untuk melakukan perubahan tersebut. Hanya pengguna tertentu dengan kemampuan khusus saja yang memiliki kekuasaan untuk mengedit sebagian atau seluruhnya. Umumnya, pihak tersebut adalah server.

Server memiliki hak untuk mengedit, menambah atau bahkan menghapus suatu data. Meskipun umumnya kapasitas data cukup besar, namun semua bisa dilakukan dengan mudah bila menggunakan database.

Tujuan dari Pembuatan Database

Tujuan dari Pembuatan Database

Pembuatan database memiliki banyak manfaat baik bagi perusahaan mapun organisasi. Selain itu, Ada berbagai macam tujuan mengapa orang menggunakannya mulai dari pengendalian data hingga penentuan kualitas. Berikut beberapa di antaranya:

Mengendalikan Data

Tujuan dari database adalah mengendalikan data. Informasi yang tersimpan di dalamnya dapat diubah dengan syarat tertentu. Untuk mengaksesnya memerlukan sistem pengaman, baik berupa enkripsi atau kata kunci. Namun ini hanya bisa dilakukan oleh admin saja.

Dalam suatu database terdapat minimal satu administrator yang berfungsi memantau perkembangannya. Pihak tersebut memiliki tanggung jawab besar yakni melakukan berbagai hal terkait data, seperti mendesain serta menjaga kerahasiannya.

Selain itu, administrator yang berfungsi mengendalikan data ini juga mempunyai tugas memantau data ganda. Jika dokumen dalam database sama dan terletak di berbagai tempat, pihaknya akan melakukan berbagai langkah jitu untuk menghindarinya.

Penyedia Informasi

Database berperan penting dalam sistem informasi. Tujuannya ialah berperan utama dalam menyajikan data yang dibutuhkan oleh penggunanya. Piranti tersebut terdiri berbagai komponen dan saling berkaitan antara lain, hardware, aplikasi dan database.

Keberadaan data di database ini dapat dimanupulasi sesuai keinginan. Namun, tidak semua orang bisa melakukan perubahan. Informasi di dalamnya hanya boleh diakses dan digunakan oleh pihak tertentu. Dengan piranti lunak tersebut, segala informasi mampu didapatkan dan dibagikan.

Ketersediaan info tersebut tersimpan dengan baik dalam satu penyimpanan bernama. Jadi berbagai karyawan atau pihak yang membutuhkan bisa mengakses secara praktis. Berkat database, tiap divisi tidak perlu membuat database ganda demi menginput informasi tersebut.

Mengamankan Data

Tujuan penggunaan database adalah mengamankan data. Segala file yang tersimpan di piranti lunak tersebut akan jauh lebih aman dibandingkan sebelumnya. Pengguna tidak perlu bantuan dari pihak luar untuk membuat informasinya menjadi privat. Teknik pengamanannya sungguh bervariasi.

Salah satunya adalah enkripsi yakni mengubah data menjadi sandi. Keberadaan teknik tersebut dapat mengamankan database. Seperti yang diketahui, di zaman serba maju ini sangat rawan terserang kejahatan internet. Untuk mengantisipasinya diperlukan pengaman ketat.

Sistem pengaman ini sangat penting dan wajib dimiliki, karena kini ada banyak potensi kehilangan data mulai dari sistem eror, kejahatan internet hingga kesalahan pengguna ketika melakukan penginputan. Dapat dikatakan jika file tidak diletakkan di database, rentan sekali hilang dan tercuri.

Meningkatkan Hubungan Antar Data

Salah satu tujuan digunakan database adalah meningkatkan hubungan antar data. Adanya penyimpanan tersebut akan mengolah informasi secara otomatis. Jadi, jika ada file yang serupa, maka sistem dapat mengetahuinya dan mengeditnya sehingga tidak terjadi kerangkapan data.

Data rangkap bisa mengurangi kapasitas memorinya. Selain itu, ini dianggap berlebihan sehingga file yang sama dapat dihapus sesuai kebutuhan. Untuk mencegah data redundancy, database akan segera memprosesnya sehingga tersisa adalah 1 dokumen saja.

Ketika data tidak rangkap, maka proses update pada sistem informasi pun hanya sekali. Selain itu, ini akan memudahkan pengguna ketika harus menggunakan berbagai file berbeda secara bersama-sama. Bisa dikatakan, penggunaan database mempermudah pengoperasian dokumen.

Penyimpanan Terbaik

Database adalah penyimpanan terbaik. Kini kumpulan data dapat tersimpan dengan baik di suatu tempat tanpa ada rasa khawatir. Ini merupakan salah satu terobosan baru. Piranti lunak tersebut sekarang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan dan organisasi.

Penyimpanan dengan operator server tersebut diminati karena mempermudah ketika akan digunakan kembali. Semua orang yang memiliki akses di perusahaan dapat menggunakannya. Sebelum masuk, mereka diminta menuliskan password tertentu.

Berbagai file dapat disimpan di database. Bahkan, di dalamnya terdapat working file berisikan data-data sementara milik pengguna. File tersebut sebelumnya diletakkan di sebuah tempat dengan tujuan penghematan memori. Selain itu, ada pula data lama yang sudah nonaktif namun masih bisa diakses.

Mempercepat Kemudahan Akses Data

Tujuan dibuatnya database ialah agar pengguna mampu mengakses data secara praktis. Penyimpanan menggunakan piranti tersebur relatif cepat sehingga data berukuran besar pun dapat tersimpan dengan baik. Selain mudah disimpan, pengguna akan merasa mudah menggunakannya.

Pengoperasiannya tidak sesulit karena digolongkan menurut kebutuhan. Umumnya, database menggunakan logika dalam menggabungkan antara file satu dengan yang lainnya. Tentu untuk melakukan pihak pengguna harus menginputnya terlebih dahulu.

Untuk mengedit atau mengubah isinya, diharuskan memiliki password atau enksripsi tertentu. Kecepatan akses ini didukung oleh penggunaan grafik dan tulisan sehingga pengguna dapat memahami dengan baik. Hanya dalam beberapa detik, laporan perusahaan bisa terlihat.

Melengkapi Data

Database ini sifatnya sharability yang mana dapat digunakan oleh siapapun dengan syarat memiliki akses untuk masuk ke dalamnya. Informasi dalam piranti tersebut terkadang menimbulkan berbagai persepsi. Sebagian orang mengatakan lengkap, tapi segelintir pengguna mengganggapnya belum.

Jika memiliki akses mengubah, maka pengguna dapat melengkapi data tersebut. Database umumnya memberikan wewenang kepada user. Namun, hak itu terbatas dan bisa saja antara pihak satu dengan yang lainnya berbeda. Bila ingin membuatnya lengkap, pastikan menyesuaikan kontennya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melengkapi data. Salah satunya adalah menambahkan penjelasan atau tabel di suatu data. Pihaknya harus memahami dengan baik sehingga informasi tersebut bermanfaat bagi perusahaan.

Mengklasifikasikan Sesuai Ketersediaannya

Penggunaan database dalam jangka waktu yang lama mampu memaksimalkan penyimpanannya. Jika terlampau banyak, pengguna membutuhkan waktu ketika memilah file. Agar terasa lebih mudah, terdapat opsi untuk mengklasifikasikannya menurut ketersediaannya.

Tentu dari banyaknya data, ada yang sifatnya sangat sering dipakai. Pengguna bisa menjadikannya sebagai data utama sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan akan terasa lebih cepat. Canggihnya, piranti ini mengizinkan data lama untuk dipindahkan ke penyimpanan offline seperti tape.

Data yang jarang digunakan atau kadaluwarsa bisa dipindahkan sehingga tidak mengganggu aktivitas selanjutnya. Pemisahan antara file penting dan kurang penting dilakukan agar kinerja karyawan lebih efisien dalam menyelesaikan jobdesknya.

Fungsi-fungsi Database

Fungsi-fungsi Database

Database berisikan segala informasi yang tersusun secara sistematis. Fungsi database bervariasi, bergantung dari jenisnya. Keberadaannya berperan penting terutama bagi perusahaan berbasis teknologi. Berikut beberapa di antaranya:

Mengelompokkan Data

Dibandingkan penyimpanan lainnya, database dinilai unggul dan praktis. Adanya pengelompokan ini dilakukan secara sistematis sehingga informasi bisa diperoleh lebih mudah. Sistem canggih tersebut diurutkan menurut klasifikasinya. Pengelompokan itu dapat diatur sesuai keinginan.

Ketika pengguna mencari suatu data, file akan ditampilkan berdasarkan penggolongannya. User hanya perlu mengetikkan kata kunci saja. Adanya pengelompokan data ini mempercepat kinerja karyawan jadi pekerjaan dapat terselesaikan lebih cepat dari biasanya.

Baca Juga: Pengertian Website

Pengelompokan data ini dapat terbagi menurut kebutuhan. Sebagai contoh, dari 100 mahasiswa di suatu universitas dikelompokkan menurut jurusan. Tidak semua jenis dituliskan. Namun, prodi yang mirip akan dijadikan dalam satu grup. Adanya kelompok tersebut memudahkan saat pencarian.

Meningkatkan Kinerja Aplikasi

Database tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan saja. Namun, piranti lunak tersebut juga mampu meningkatkan kinerja aplikasi sehingga perusahaan akan hemat waktu. Bahkan, software buatannya dapat membantu menciptakan sistem baru tanpa mengubah yang sebelumnya.

Aplikasi yang berjalan dengan baik otomatis akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Untuk bisa mendapatkannya, pengguna dituntut menginput data secara struktur. Selain memudahkan pencarian, cara ini juga mendukung kelancaran dari beberapa program.

Salah satu contoh penggunaanya dapat dilihat pada penggunaan aplikasi database karyawan yang dimiliki oleh HRD. Kini pihaknya bisa memantau perkembangan staf secara mudah, karena tersedia software canggih. Bahkan, kini pengecekannya bisa dilakukan hanya dengan smartphone.

Menjaga Kerahasiaan

Salah satu fungsi utama dari database adalah menjaga kerahasiaan. Data pengguna kini dapat terjaga karena untuk mengaksesnya dibutuhkan kode-kode rahasia. Penggunaan sistem keamanan ini bertujuan agar informasi perusahaan tidak bocor dan diakses pihak eksternal.

DMS, pengelola database umumnya menggunakan hak spesial kepada penggunanya. Jadi tiap user bisa mengakses suatu data. Namun, terdapat perbedaan antara satu dan yang lainnya. Hal ini bergantung pada pihak administrator dalam memberikan kewenangannya.

Jika Anda adalah salah satu karyawan di sebuah perusahaan, tentu akan memiliki akses menggunakan data base. Adanya kesempatan ini hanya diperbolehkan untuk kepentingan internal. saja. Jadi orang lain di luar kantor tidak diperbolehkan mengakses atau mengetahui infromasinya.

Memudahkan Ketika Harus Berbagi Data

Fungsi database adalah memudahkan pengguna ketika membagikan data. Kini, informasi dapat diakses bersama-sama. Ini sangat menguntungkan pihak perusahaan yang umumnya memiliki tugas berbeda namun memiliki kesinambungan.

Sebagai contoh, di dalam database terdapat informasi mengenai supplier perusahaan. Pihak marketing bisa mengaksesnya sebagai referensi. Sementara itu, di waktu yang sama admin juga dapat melihat data tersebut. Kedua divisi pun bisa menjalankan jobdesknya secara bersamaan.

Adanya pembagian data secara adil ini membuat kinerja karyawan tidak akan terganggu. Baik pihak marketing maupun admin dapat mengakses laporan tersebut. Tentu sebelumnya, keduanya harus memasukkan password terlebih dahulu agar laporannya bisa diakses.

Melayani Recovery Data

Salah satu fungsi dari database adalah melayani recovery data. Terkadang, berbagai kendala berpotensi membuat file di dalamnya rusak. Ada berbagai kesalahan yang umumnya menyebabkan dokumen harus direcovery antara lain, kerusakan statement, kesalahan user dan jaringan.

Selain itu, sabotasi dari pihak yang miliki niat jahat juga dapat mengakibatkan data harus drecovery. Untuk memulihkan data seperti sedia kembali, pengguna perlu melakukan beberapa langkah, salah satunya mencadangkan. Sebelum pembuatan database dilakukan, user diharuskan membackup.

Adanya pencadangan itu bisa dilakukan dengan beberapa hal antara lain: logging, yakni menyimpan segala catatan di database serta mekanisme backup, pencadangan secara berkala. Opsi kedua ini diminati karena cukup ampuh memulihkan berbagai data yang hilang.

Menghindarkan Data Ganda dalam Database

Fungsi lainnya adalah mengelola data ganda yang dimiliki pengguna. Adanya kerangkapan informasi ini sangat mungkin, apalagi jika user langsung menginput dokuemen dalam kuantitas banyak di satu waktu. Namun, masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mudah oleh database.

Database meminimalkan kesamaan data di sebuah tempat. Jadi, jika ada penginputan dokumen dobel, maka sistem tersebut akan menghindarinya. Penggunaan piranti lunak ini juga dikarenakan terdapat integrasi data cukup tinggi. Terbukti, hanya 1 file saja yang dipilih bila terjadi kesamaan.

Perubahan data yang ada di file A akan sama hasilnya dengan dengan file B apabila keduanya sama. Database memastikan secara konsisten dan redudansi data (data ganda) dapat dihindari secara otomatis.

Mendukung Ruang Penyimpanan Data

Fungsi database adalah mendukung penyediaan penyimpanan data. Memang terdapat hardisk yang mempunyai peran untuk menyimpan file. Namun, ini tidak cocok bila digunakan untuk program berkapasitas tinggi. Padahal, kini hampir sebagian aplikasi komputer ukurannya besar.

Ruang penyimpanan dalam database itu luas dan pengguna dapat memasukkan data apa saja tanpa takut hilang. Tersedianya tempat untuk menyimpan ini merupakan solusi bagi perusahaan besar berbasis teknologi. Para karyawannya tentu memerlukan wadah menyimpan aplikasi-aplikasi.

Selain memberikan keamanan tingkat tinggi, database juga membuat pengguna merasakan kemudahan tinggi, karena penyimpanan dengan piranti tersebut bisa dikategorikan menurut jenisnya. Jadi, saat melakukan mencari lagi Anda tidak akan kelabakan atau kebingungan.

Komponen Database

Komponen Database

Penggunaan database agar pihak pengguna dapat menyimpan datanya dengan aman. Selain itu, penggunaannya juga mencegah file mengalami reduplikasi. Di dalamnya ada perangkat yang menyusunnya. Berikut akan diinformasikan satu per satu:

Hardware

Hardware adalah perangkat yang digunakan oleh pengguna untuk mengakses data di database. Umumnya, berbentuk komputer standar serta beberapa alat pendukung seperti PC, memori dan disk. Piranti ini dapat terlihat secara nyata serta memiliki variasi berbeda-beda.

Baca Juga: Pengertian Domain

Penggunannya disesuaikan menurut kebutuhan penggunanya. Selain itu, perangkat tambahan yang digunakan untuk jaringan internet juga termasuk kategori hardware. Bahkan, harddisk juga digolongkan karena memiliki hubungan dalam penyimpanan database.

Komputer merupakan komponen utama karena pengguna untuk mengakses database. Keberadaannya tidak terpisahkan dari keyboard dengan fungsi mengetikkan perintah di layar. Sebelum menjalankan sistem, sebaiknya cek apakah hardware dalam kondisi baik atau terkena virus.

Database

Komponen kedua adalah database. Piranti lunak ini tidak berbentuk karena berupa program. Untuk mengaksesnya, pengguna memerlukan hardware seperti komputer yang tersambungkan oleh koneksi internet.

Sebuah database ini terdiri dari berbagai sistem di dalamnya. Fungsinya unik karena mampu mengelompakkan data sehingga pencarian sebuah file terasa mudah. Selain itu, pengguna dapat menggunakannya untuk recovery. Bahkan, kualitas sangat akurat sehingga bisa dijadikan patokan.

Kelengkapan data pada database ini bisa dijadikan pedoman dalam membuat laporan lainnya. Ketersediaan filenya sangat lengkap, bahkan dibedakan menurut ketersediaannya, yakni data utama dan data sementara yang sifatnya kurang penting.

Sistem Operasi

Selain komputer, komponen yang selalu ada yakni sistem operasi. Program tersebut memiliki kendali penuh untuk mengelola sebuah database di PC. Ini merupakan perangkat lunak berisikan operasi dasar pada laptop. Sebelum menggunakan software itu, pastikan kompatibel dengan hardware.

Jadi, Antara komputer dengan database harus sesuai agar programnya bisa dijalankan. Ada beberapa sistem operasi antara lain, Microsoft Windows, LINUX, Mac OS dan UNIX. Program tersebut yang nantinya akan menjalankan berbagai proses penyimpanan data.

Setiap sistem operasi memiliki keunggulan tersendiri. Sebagai contoh, Mac OS ini relatif lebih aman dibandingkan lainnya. Selain itu, piranti lunak tersebut elegan serta stabil. Namun, harga sangat mahal. Mayoritas pengguna di Indonesia menggunakan Windows karena murah dan bisa diupgrade.

Database Management System (DBMS)

Database management system adalah software yang memiliki fungsi mengelola sebuah database. Wujudnya berupa sekolompok aplikasi dengan peran mengatur pengaksesan data. Piranti lunak ini mempunyai andil besar dalam keberhasilan penyimpanan program di sistem tersebut.

Database management system mampu melakukan perubahan pada data di database. Jadi, piranti lunak tersebut bisa menyimpan serta mengatur sehingga informasi dapat tertata sesuai golongannya. Tujuan digunakannya sistem ialah menghindari kesalahan atau kekacauan saat penginputan.

Ada berbagai software yang termasuk ke dalamnya antara lain: MySQL, Microsoft Access, Oracle, Maria DB, Mongo DB dan SQLite. Karena keberadaan sistem tersebut, data di database akan terhindar dari inkonsistensi. Selain itu, ruang penyimpanan pun bisa lebih dihemat.

User (Pengguna)

Sistem ini terdiri dari beberapa komponen, salah satunya ialah pengguna. Mereka adalah pihak-pihak yang terlibat dalam database mulai dari pembuatan strukturnya hingga penggunaannya. Umumnya, user dibedakan menjadi beberapa kategori berdasarkan pemakainya. Berikut penjelasannya:

  • Programer Aplikasi

Programer Aplikasi merupakan user yang memiliki hubungan langsung dengan bahasa pemograman seperti clipper serta pascal. Pihak tersebut menulis coding dan diterapkan melalui Data Manipulation Language. Berkat itu, masyarakat dapat memiliki penyimapanan terbaik.

  • User Mahir

User Mahir adalah salah satu pengguna yang terlibat dalam bahasa standar ketika mengoperasikan database. Berbeda dari programmer aplikasi, mereka berinteraksi tidak memakai modul program.

  • User Umum

Pengguna lainnya yakni user umum. Pihak ini mengakses database dengan cara memakai bahasa pemograman yang telah disediakan khusus untuknya. Ia tidak memiliki kemampuan mengenai coding, namun bisa memanggil suatu program.

  • User Khusus

Karena bersifat khusus, pengguna ini hanya menggunakan database untuk keperluan tertentu. Pihak tersebut umumnya memakai aplikasi pakar ketika mengaksesnya.

Administrator Database

Sebuah database biasanya memiliki setidaknya seorang administrator dengan peran bertanggung jawab terhadap database. Banyak orang menyebutnya sebagai Database Administrator (DBA). Tugasnya cukup banyak antara lain, mendefinisikan data serta menjaga kerahasiannya.

DBA juga memiliki fungsi sebagai desainer database agar tampilannya profesional dan mudah diakses. Jika ada masalah terkait penyimpanan, administrator akan membantu menyelesaikannya. Umumnya, admin mempunyai hak untuk mengubah struktur permodelan data sebuah perusahaan.

DBA biasa bekerja sama dengan pihak lainnya seperti programer dan IT project manager. Mereka diharuskan menjaga integritas serta keamanan suatu perusahaan selama bertugas. Selain itu, pengujian versi terbaru pun dilakukan. Dapat dikatakan admin mempunyai kontrol penuh.

Contoh Database

Contoh Database

Setelah memahami tentang fungsinya, ada baiknya Anda mempelajari contoh database. Terdapat banyak DMS yang populer di Indonesia. Namun, tiap opsi memiliki keunggulan masing-masing. Berikut beberapa di antaranya:

Oracle

Salah satu database terkenal ialah Oracle. Perusahaan yang berdiri tahun 1977 itu berasal dari Amerika Serikat. Piranti lunak tersebut cukup canggih untuk menyimpan berbagai data perusahaan. Dahulu namanya adalah SDL (Software Development Laboratories).

Namun, sejak tahun 1983 perusahaan ini diubah menjadi Oracle hingga kini. Untuk bisa menikmati program itu, Anda harus merogoh uang karena sistem tersebut berbayar. Uniknya, software itu mampu dipakai di berbagai OS antara lain Linux, Microsoft Windows dan Mac OS.

Database memiliki banyak keunggulan mendukung kapasitas penyimpan cukup besar, adanya pemisahan antara klien dan server serta mampu melayani penggunaan akses secara bersamaan dalam satu waktu. Sayangnya dibandingkan tipe lainnya, software ini agak mahal.

MySQL

MySQL adalah salah satu database terkenal yang banyak diminati oleh pengguna program. Jenis ini dipakai untuk berbagai kepentingan, mulai dari penggunaan programmer hingga urusan bisnis di perusahaan. Tipe itu laris karena mampu mendukung berbagai macam bahasa pemrograman.

Apalagi keberadaannya gratis jadi bisa sangat menghemat pengeluaran. Pengguna tidak membutuhkan lisensi saat memakainya. Adanya kemudahan ini membuatnya dibutuhkan masyarakat dari berbagai kalangan. Bahkan, perusahaan ternama seperti Facebook pun memakainya.

Terdapat berbagai bahasa pemograman yang menerima dukungan dari software tersebut, antara lain, PHP, JavaScript, Delphi serta Java. Bahkan, pengguna Perl dan Ruby juga dapat menggunakannya. Selain lengkap, piranti lunak ini pun relatif mudah ketika dioperasikan oleh user.

Mongo DB

Salah satu database unik yang kerap digunakan adalah Mongo DB. Piranti itu telah dikembangkan sejak tahun 2007. Namun, program tersebut baru keluar dikeluarkan tahun 2009, dua tahun setelahnya. Software ini menyimpan file menggunakan dokumen seperti JSON.

Jenis ini mengusung konsep noSQL yakni penggunaan penyimpanan tanpa tabel. Berbagai fitur terdapat dalam piranti lunak tersebut. Salah satunya adalah fitur automatic scaling. Selain itu, ketersediannya cukup bagus sehingga mampu memaksimalkan penyimpanan dokumen atau aplikasi.

Ketika menjalankan database, MongoDB memakai Javascript. Hal itu dilakukan untuk melakukan operasi database dan CRUD. Software canggih ini dapat digunakan di berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux serta Mac OS. Dibandingkan MySQL, kecepatan akses jauh lebih baik.

Microsoft Access

Microsoft Access adalah salah satu database unggulan yang bisa digunakan untuk menyimpan data. Piranti lunak tersebut ditemukan sejak tahun 1992 dan hingga kini keberadannya masih eksis. Berbagai macam program berukuran kecil hingga besar dapat diolah secara sempurna.

Penggunaan Microsoft Access ini berfokus pada penggunaan pribadi serta perusahaan. Uniknya, software tersebut dapat diperoleh sepaket dengan Microsoft Office. Dengan jenis itu, pengguna bisa menciptakan database terbaik guna menjalankan usaha.

Bisnis kini terasa lebih mudah karena software database itu mampu membagikan datanya kepada mitra atau kolega. Selain itu, tingkat keamanannya pun sangat aman sehingga segala data akan tersimpan dengan baik di tempatnya. Bahkan, sistemnya bisa diubah jika ahli dalam hal tersebut.

Tabeplus

Salah satu database terbaik yang sebaiknya dipilih adalah Tabeplus. Software itu memiliki kemampuan untuk mengedit sekaligus menyimpan data secara praktis. Kemudahan piranti lunak tersebut membuat banyak pemula menggunakannya.

Keunggulan tabeplus dibandingkan yang lainnya adalah tersedi enkripsi TLS original. Pengguna tidak akan salah jika mengirimkan data ke mitra atau kolega. Tidak hanya itu, software tersebut memiliki multi window serta multi tab. Jadi pengaksesan terasa lebih mudah dan efisien.

Tabeplus juga mampu bergerak jadi berbagai tayangan mengenai data yang tersimpan dapat terlihat cepat. Singkatnya durasi itu membuat kinerja karyawan lebih bagus dan efektif. Selain itu, software ini juga mampu membedakan jenis dokumen berupa kumpulan data hanya dalam waktu singkat.

SQLite

Database terkenal yang bisa dipilih adalah SQLite. Software ini mempuyai sistem manajemen berkualitas. Terbukti, piranti tersebut mampu menuliskan kode dengan memaksimalkan penggunaan bahasa C. Apalagi kini program itu dapat dinikmati menggunakan android dan iPhone.

Banyak orang menyukai SQLite karena program ini cukup efisien dan cepat. Selain itu, piranti lunak itu hanya memakan ruang penyimpanan sedikit sehingga memori bisa hemat. Terlebih lagi software tersebut mendukung banyak bahasa pemograman seperti, PHP, Perl, C++ serta Tcl.

Namun, SQLite ini juga memiliki kekurangan. Salah satunya adalah view yang ada di software ini tidak dapat dimodifikasi. Di sisi lain, piranti itu dapat menghilangkan fitur Foreign Key Constraint. Alhasil, ada sedikit kendala ketika mengoperasikan untuk tujuan spesifik.

JojoTimes

Salah satu database terbaik 2020 adalah JojoTimes. Software ini sangat cocok dimiliki oleh perusahaan. Piranti tersebut dapat digunakan untuk mengatur penyusunan data staf dan petingginya. Informasi sangat akurat serta memberikan susunan sangat terorganisir.

Ada berbagai kelebihan yang bisa dilakukan oleh JojoTimes bagi perusahaan. Salah satunya yakni melakukan pencatatan mengenai data pribadi staf dan karyawan dengan baik. Selain itu, HRD akan dimudahkan karena mampu membuat program pelatihan secara efektif.

Keunggulan lainnya yakni dimanfaatkan untuk absensi harian atau penambilan cuti staf dan karyawan. Berkat keberadaan JojoTimes, petinggi perusahaan jadi bisa memantau perkembangan anak buahnya. Selain itu, pekerja juga dimudahkan setiap harinya.

Redis

Redis merupakan database berkualitas yang termasuk dalam golongan NoSQL. Piranti tersebut dirilis tahun 2009 dan sejak itu keberadaannya dikenal hingga saat ini. Ketika data disimpan, kestabilannya tetap terjaga. Kini sudah tersedia versi 5.0, tipe terbaru dengan berbagai keunggulan.

Selain itu, software tersebut mampu melakukan penyimpanan untuk berbagai dokumen atau aplikasi berkapasitas kecil hingga besar. Bahkan, data yang rumit dan disimpan di ruang penyimpanannya. Redis juga memiliki dokumentasi berupa penjelasan terkait penggunannya.

Ini akan mengurangi pengguna melakukan pencarian di laman pencarian Google. Struktur data yang dimiliki Redis itu serba guna. Terlebih lagi, pengaksesan datanya terbilang cepat bahkan dalam hitungan mikrodetik. Tidak heran bila keberadaannya sangat diminati di pasaran.

PostgreSQL

Salah satu database yang bisa dijadikan pilihan adalah PostgreSQL. Software ini mempunyai banyak manfaat, salah satunya mampu memulihkan data secara aman. Pengguna dapat dengan mudah menemukannya di perangkat Mac OS. Hal itu dikarenakan sistemnya terkoneksi langsung.

Meskipun demikian, perangkat dengan sistem operasi Windows dan Linux juga bisa menggunakannya. Keunggulan piranti ini adalah memberikan kestabilan tinggi bagi penggunanya. Tidak hanya itu, postgreSQL juga memiliki kemampuan untuk menulis data berkapasitas besar.

Sayangnya, dibandingkan dengan jenis lainnya, piranti lunak itu kurang rapi penyimpanannya. Jadi, pengguna harus sedikit bersabat jika menggunakannya. Meskipun begitu, software ini tetap layak diacungi jempol karena memiliki foreign key suppor, view dan subselect.

Teamdesk

Pengertian data base dan contohnya yaitu Teamdesk. Adalah database populer yang menjadi pilihan banyak orang. Piranti lunak ini cocok digunakan oleh pengguna dengan kebutuhan memori cukup besar. Selain itu, penggunaannya pun relatif simpel jadi tidak perlu belajar lama untuk mengoperasikannya.

Baca Juga: Pengertian Email

Mayoritas penggunanya memakai komputer untuk mengakses data base. Namun, software canggih ini juga dapat digunakan pada iPhone maupun android. Bila berminat menggunakannya, maka harus mengeluarkan sedikit dana. Terdapat berbagai paket yang bisa disesuaikan kantong.

Banyak pengguna setuju bahwa dukungan pelanggan yang tersedia di sini cukup bagus. Bila penasaran dengan piranti lunak tersebut, pengguna dapat mencobanya secara gratis. Ini berlaku jika mengambil free trial-nya.

Itulah beberapa informasi mengenai pengertian database beserta contoh-contohnya. Bisa dikatakan, keberadaannya mempermudah penyimpanan data suatu perusahaan atau instansi tertentu.

Tinggalkan komentar