DBMS

Database management system berhubungan dengan data satu dan data lainnya yang sudah terstruktur dengan baik. Jika ingin mengetahuinya lebih dalam, maka pahami penjelasan mengenai pengertian DBMS, manfaat, komponen. Kemudian cara kerja, contoh dan berbagai uraian lainnya.

Pengertian Database Management System (DBMS)

Database management system adalah suatu sistem atau software yang telah mendapatkan rancangan secara khusus untuk melakukan pengelolaan suatu penyimpanan data. Kemudian menjalankan operasi terhadap data yang banyak pengguna minta.

Hal ini akan menjadi sebuah perantara bagi pengguna dan databasenya agar dapat melakukan interaksi dengan DBMS. Untuk itu perlu menggunakan bahasa yang telah menjadi ketentuan dalam sistem tersebut.

Ketika akan berinteraksi dan melakukan suatu sistem menggunakan database ini, Anda membutuhkan bahasa database sebagai ketentuan dan caranya sendiri. Dengan begitu, dapat melakukan semua hal dalam proses pengumpulan data dengan benar.

Pengertian DBMS Menurut para Ahli

Pengertian Database Management System Menurut para Ahli

Beberapa ahli dalam manajemen sistem memberikan pendapat-pendapatnya mengenai pengertian database management system. Semuanya memiliki inti yang sama, hanya saja cara penyampaian pendapatnya berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

DBMS Menurut C. J. Date

Menurut C.J. Date, Definisi DBMS atau database management sistem adalah, software yang melakukan penghandlean terhadap semua akses pada database untuk melayani kebutuhan-kebutuhan penggunanya. Setelah selesai maka dapat dengan mudah mengurus hal lainnya.

Baca Juga: Pengertian Software

Dalam penyelenggaraannya pun butuh adanya pengaksesan yang baik dalam memberikan pelayanan kepada usernya sesuai kebutuhan. Namun agar dapat terpenuhi semua hal-hal diperlukan dari database management systemnya.

DBMS Menurut S. Attre

Menurut S. Attre, database management system adalah software, hardware, firmware, termasuk prosedur-prosedur yang mengendalikan database tersebut. Firmware merupakan software yang sudah menjadi suatu modul tanam pada hardware.

Anda biasanya menyebutnya sebagai ROM. Media penyimpanan internal inilah yang perangkat gunakan untuk menyimpan semua data-data milik penggunanya dalam satu wadah. Baik file penting maupun jenis pribadi.

DBMS Menurut Gordon C. Everest

Menurut Gordon C. Everest, DBMS adalah suatu manajemen yang memiliki keefektifan dalam melakukan pengorganisasian sumber daya data. Semua hal tentang data milik penggunanya akan sistem ini kelola. Dengan begitu, menjadi lebih efektif dalam segi penanganan.

Sistem dalam manajemen dapat seseorang katakan efektif apabila telah mampu untuk mengorganisasikan semua hal terkait dengan data. Pengelolaannya juga tetap melibatkan database management yang ada untuk mencapai hasil maksimal sesungguhnya.

DBMS Menurut Rogayah

Menurut Rogayah, database management system adalah, sebuah sistem yang mampu melakukan penyusunan dan pengelolaan berbagai record menggunakan perangkat komputer. Berfungsi untuk menyimpan atau merekam dan memelihara data lengkap dari organisasi atau perusahaan.

Dengan hal ini, maka akan bisa membuat liputan optimal dan yang sesuai harapan pada saat proses pengambilan keputusan. Namun semuanya tergantung pada pihak pengguna pengoperasi database tersebut.

DBMS Menurut Waliyanto

Menurut Waliyanto, DBMS yaitu sebuah gabungan dan juga perpaduan. Yaitu antara database menggunakan sistem manajemen berbasis data yang ada di komputer.

Keduanya sama-sama memiliki pembahasan seputar database untuk menyimpan berbagai data-data penting milik pribadi dan instansi yang bersangkutan. Penyimpanannya pun dapat menjadi wadah yang sama sehingga dapat lebih menghemat ruang simpannya.

DBMS Menurut Connolly & Beg

Menurut Connolly & Begg, database management system adalah suatu sistem software yang memungkinkan usernya untuk mendefinisikan, membuat, menjaga dan memiliki akses basis data. Dengan begitu penggunanya dapat merasa tenang akan file-file miliknya.

DBMS akan melakukan pembuatan, penjagaan dan juga mempunyai file-file tersebut untuk kemudian menyimpannya di dalamnya untuk keamanannya. Data yang telah masuk tidak akan bisa dengan mudahnya orang curi.

DBMS Menurut Turban

Menurut Turban, DBMS adalah program software atau kumpulan program yang menyediakan akses ke database. Akses inilah yang akan mempermudah dalam segala proses penyimpanan dan pengamanan data tersebut.

Data akan melalui beberapa program tertentu untuk bisa sampai pada akses ke database yang tersedia. Dengan begitu, file tersebut akan tetap aman ketika sudah tersimpan didalamnya.

DBMS Menurut Hoffer, Prescott & Topi

Menurut Hoffer, Prescott & Topi, DBMS adalah sebuah sistem perangkat lunak. Berguna untuk membuat, memelihara dan menyediakan akses control ke pengguna basis data. Melalui hal ini, pengguna akan dapat mengawasi jalannya data tersebut.

Adanya poin penting ini berguna untuk memberikan berbagai controlling untuk data-data tersimpan. Pengawasan akan lebih mudah pelaksanaannya. Anda tidak perlu lagi khawatir file tiba-tiba hilang atau tidak ada.

Manfaat-manfaat Database Management System (DBMS)

Manfaat-manfaat Database Management System

Database management system juga memiliki sejumlah manfaat bagi pemakainya. Fungsinya yakni melakukan pengorganisasian terhadap sumber data perusahaan. Dengan begitu dapat terstruktur secara baik dan konsisten. Lantas apa sajakah itu?

Basis Data dalam Jaringan DBMS dapat Terpakai Secara Bersamaan

Manfaat yang pertama adalah jaringan dalam basis data bisa terpakai secara bersamaan. Hal ini akan dapat lebih menghemat tempat penyimpanannya. Karena tidak memerlukan banyak tempat ketika bisa digunakan bersama.

Basis data memang memerlukan banyak ruang penyimpanan. Akan lebih baik jika penggunaanya bersama-sama, karena bisa menghemat kartu memori simpan di dalam perangkat komputer. Apalagi jika jumlahnya juga besar.

Proses Akses DBMS Dapat Terlaksana dengan Mudah dan Cepat

Selanjutnya yakni proses pengaksesan data bisa dengan mudah dan cepat untuk terlaksana. Biasanya tahapan ini memerlukan waktu yang cukup lama sehingga Anda harus bisa menyelesaikannya lebih cepat dan harus tepat.

Dengan menggunakan data management system ini, semua tahapan pengaksesan data-data penting bisa terlaksana lebih gampang. Tidak hanya mudah saja, pengguna pun bisa menggunakan dan mengaksesnya bersamaan dalam waktu bersamaan.

Menghemat Ruang dan Penyimpanan DBMS

Database system dapat penggunanya gunakan secara bersamaan. Memori penyimpanannya yang besar juga menjadi salah satu dari keunggulan management system ini. DBMS pun memiliki kemampuan sendiri untuk memperbaiki integritas data.

Dengan mempunyai alat penyimpanan data seperti itu, Anda akan lebih mudah mengerjakan semuanya. Sebab, database akan melakukannya secara bersama-sama dan dalam penggunaan kapasitas yang besar juga.

Menjaga Keamanan Data-data Penting

Semua isi dan file akan tetap baik-baik saja walaupun digunakan dalam jangka waktu yang sangat panjang. Hal ini bisa terjadi lantaran sistem keamanan dari DBMS mampu meningkatkan layanan recovery dan backup untuk meminimalkan adanya kehilangan data.

Seseorang yang kehilangan data penting dalam perangkatnya, pasti juga akan mengalami kebingungan luar biasa. Apalagi jika file itu adalah milik perusahaan. Untuk itu, perlu adanya tempat penyimpanan khusus untuk menjaga dokumen tertentu.

Mencegah dan Menghilangkan Hasil Duplikasi Maupun Inkonsistensi Data

Pencegahan dalam hal seperti ini memang sangat perlu untuk seseorang lakukan. Butuh sistem khusus untuk dapat memberikan keamanan tersebut. Data yang terbukti merupakan hasil duplikasi tentu hanya akan memenuhi memori penyimpanan saja.

Apabila terlanjur terjadi duplikasi maupun inkonsistensi pada suatu data, maka akan ada tindakan untuk menghilangkan hasil tersebut. Hal ini dapat diatasi secara otomatis lantaran DBMS memiliki kemampuan dalam melakukan independensi atau membuat perubahan pada struktur program.

DBMS Menangani Data dalam Jumlah Besar

Umumnya penggunaan DBMS digunakan untuk mengelola data serta relasinya sehingga memerlukan kapasitas penyimpanan dalam jumlah besar. Hal ini memerlukan penanganan terhadap file penting juga akan lebih mudah.

Jika jumlah kapasitas yang dibutuhkan cukup besar, pastinya Anda memerlukan banyak ruang untuk menangani itu semua. Kemampuan DBMS dalam hal integritas akan mempertahankan file tersebut disimpan dengan keadaan valid dan konsisten meskipun tersimpan pada jumlah besar.

Komponen-komponen DBMS

Komponen-komponen DBMS

Selanjutnya adalah komponen-komponen dalam database management system. Umumnya DBMS merupakan sebuah sistem yang mempunyai beberapa komponen fungsional atau modul. Berikut adalah komponen tersebut:

File Manager

File manager adalah komponen yang berfungsi untuk melakukan pengelolaan ruang yang ada. Terutama pada disk dan struktur data untuk penggunaan dalam presentasi. Berikut juga dengan informasi mengenai informasi tersimpan pada memori tersebut.

File tersebut akan membuat pengelolaan memori dalam penyimpanan. Sedangkan untuk struktur data dan penggunaannya, akan menjadi sarana sebagai penempatan database-database seseorang dalam manajemen sistem ini.

Database Manager

Database manager adalah komponen yang menyediakan tampilan interface antar data level rendah yang ada pada basis data. Menggunakan program aplikasi dan query yang telah ada pada suatu manajemen sistem.

Pembuatan database manager ini bertujuan untuk memberikan data mengenai tampilan tersebut antar data level sesuai basisnya. Komponen ini juga mampu menampilkan informasi yang berguna karena DBMS memang dirancang dalam pemeliharaan dan pengelolaan file berjumlah besar.

Query Processor

Query processor adalah komponen yang berfungsi untuk melakukan penerjemahan perintah pengguna ke dalam bahasa query menjadi instruksi low level. Alhasil, DBMS dapat memahami maksud Anda. Selain itu juga dapat memproses perintah dengan baik.

Kehadiran komponen ini bisa dianggap sebagai penerjemah perintah atau bahasa manusia ke dalam bahasa instruksi komputer level rendah. Segala istilah pada pemrograman akan diterjemahkan sehingga memudahkan komunikasi terhadap database.

DML Precompiler

DML Precompiler adalah sebuah komponen yang mengkonversi perintah dari DML itu sendiri. Karena memang sudah ada penambahan pada suatu program aplikasi ke pemain prosedur normalnya. Tipe ini menggunakan bahasa induk yang lebih gampang untuk sistem mengerti.

Penggunaan utamanya ialah untuk membantu sistem manajemen database lebih mudah dalam memahami bahasa dari usernya. Efek positifnya yaitu, hasil dari perintah yang pengguna minta akan lebih cepat terselesaikan dengan menggunakan sistem database tersebut.

DDL Compiler

DDL Compiler adalah komponen yang memberikan konversi mengenai berbagai macam perintah pada kumpulan tabel berisi tentang informasi mengenai data-data. Baik itu bersifat penting atau biasa saja.

Dalam DDL Compiler semua yang menjadi data-data didalamnya akan menjadi tabel yang berisikan semua informasi tersebut. Komponen ini juga bisa digunakan untuk membuat indeks ataupun mengubah format bentuk sebelumnya dan nantinya hasil ini disimpan di kamus data.

People

People adalah user atau orang yang terlibat di dalam sebuah sistem. Pengguna akan melakukan segala aktivitas di database management. Mulai dari memasukkan data, mengelola, menyimpan, hingga melakukan pengawasan.

Komponen ini sangat penting adanya dalam sebuah management system agar semua proses dapat berjalan seperti semestinya. Para pengguna ini akan mengakses sistem ini umumnya secara bersamaan oleh user lainnya.

Hardware

Hardware (perangkat keras) juga merupakan database management system. Bahkan semuaaplikasi membutuhkan perangkat 1 ini untuk menjalankannya. Baiik itu dari komputer pribadi atau tunggal ataupun jaringan komputernya.

Perangkat ini juga bergantung pada kebutuhan-kebutuhan organisasi dari database management yang Anda gunakan. Dengan kata lain semakin bagus spesifikasi yang dimiliki, maka penyimpanannya pun juga akan semakin baik pula.

Software

Software (perangkat lunak) adalah perangkat-perangkat lunak yang diperlukan database management system untuk menjalankannya. Komponen ini terdiri atas software, program aplikasi, serta sebuah sistem operasi (termasuk perangkat lunaknya).

Dengannya, bisa menjadikan sistem data sebuah komputer untuk menunjukkan file-file penting milik. Hal inilah yang merupakan sistem dalam programnya. Namun untuk jenis dan kriteria masing-masing software memanglah tidak sama.

Data

Komponen ini berfungsi sebagai jembatan antara komponen perangkat lunak dengan manusia. Segala sesuatu yang dapat seseorang input ke dalam DBMS merupakan data. Baik itu dokumen, gambar, animasi, ataupun jenis lainnya.

Data-data penting milik Anda akan tetap aman di dalamnya. Sebab, semuanya akan tersimpan dengan benar dan tepat di perangkat lunak ini. Dengan kata lain, pengguna hanya perlu melakukan pengecekan data beberapa waktu sekali saja.

Procedure

Procedure adalah aturan-aturan dalam menggunakan DBMS ini. Dengan kata lain, pengguna sistem dan staf ini akan melakukan pengelolaan database memakai prosedur tertentu. Kemudian dalam mendokumentasikan menggunakan cara atau menjalankan sistem tertentu.

Komponen prosedur ini memang sangat patut untuk tetap dijalankan. Dengan begitu, Anda akan mudah untuk menjelaskan segala sesuatu dalam hal tersebut. Namun pastikan semua langkah yang dilakukan sudah baik dan benar (jangan sampai tertukar).

Aplikasi dan Interface yang Database Management System (DBMS) Sediakan

Database management system telah menyediakan beberapa aplikasi dan interface untuk berbagai penggunaan dan kebutuhan. Terutama bagi user yang menangani tentang data-data tersebut. Berikut adalah penjelasannya:

Database Administrator

Database administrator adalah perorangan atau grup yang memiliki tanggung jawab mengenai implementasi sistem database dalam suatu organisasi. Berfungsi sebagai administrator, untuk itu perlu adanya penanganan yang lebih tepat.

Baca Juga: Pengertian LAN

Disisi lain, juga perlu adanya tanggung jawab tinggi mengenai implementasi dari sistem tersebut. Dalam hal ini, Anda perlu menyelesaikan pengadministrasian agar semuanya dapat berjalan dengan lancar seperti pada awalnya.

End User

End User adalah orang yang ada di depan workstation dan melakukan interaksi secara langsung dengan publik. Profesi seperti ini memiliki kinerja penting dalam suatu DBS suatu perusahaan. Bahkan, perlu penyeleksian ketat untuk menjalankannya.

Untuk dapat memperoleh seorang end user yang berkualitas, maka butuh persaingan dan juga pengalamanan yang tinggi. Tidak heran, jika sosok yang menjalankan tugasnya dengan profesi tersebut memang akan mendapatkan gaji yang cukup tinggi.

Programer Aplikasi

Program aplikasi adalah orang yang melakukan aktivitas interaksi dengan database melalui cara-cara tertentu. Seseorang dengan keahlian seperti ini, banyak dicari untuk melakukan pemrograman terhadap suatu aplikasi. Baik itu editing, membuat ataupun sekedar mengembangkannya.

Disisi lain, juga bisa membuat dan memprogramkan sendiri aplikasi dalam sebuah tulisan. Salah satu tujuannya yaitu untuk menarik hati pengguna, baik ditu download, memberi rating, atau bahkan menggunakannya secara berkala.

Bagaimana Cara Kerja Database Management System (DBMS)?

Cara kerja DBS adalah dengan melakukan pengelolaan terhadap database yang ada. Aktivitas yang biasa sistem ini kerjakan adalah membuat, menyimpan dan mengamankan data-data masuk. Dengan begitu, pengguna hanya tinggal menambahkan beberapa hal yang dirasa penting di kemudian hari.

Semua itu sudah terkoordinasi dan tersistem dengan sedemikian rupa untuk dapat menghindarkan dari dari kerusakan, kehilangan atau kemungkinan lainnya. Namun, pastikan pula sistem yang dipakai juga harus up to date.

Semakin hari, sisrem dalam DBMS memang terus diberbarui. Oleh karena itu, pengguna pun juga dituntut untuk lebih aktif lagi dalam berburu informasi. Sebab, berbeda perangkat yang digunakan maka tidak sama pula cara pengoperasaiannya.

Contoh-contoh Database Management System (DBMS)

Ada banyak jenis contoh dari database management system yang bisa Anda temukan. Berikut adalah uraian mengenai hal-hal tersebut:

Hirarki Basis Data

Akses data harus memenuhi aturan dari hirarki basis data yang sudah didefinisikan sebelumnya. Contohnya seperti IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968.

Hirarki basis data umumnya berbentuk diagram. Struktur dari contoh ini merupakan serangkaian data mengenai pemodelan database yang berkaitan terhadap beberapa komponen seperti karakter, field, file, record dan tabel.

Jaringan Data

Data akan membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hirarki. Contohnya adalah IDMS (Integrated Database management system) oleh Cullinet Software, 1972. Jaringan data ini berfungsi untuk lebih memudahkan pengguna dalam mengetahui semua hal tentang sistemnya.

Jaringan data ini merupakan perbaikan dari contoh sebelumnya yakni hirarki yaitu dengan adanya penambahan root table untuk menjalankan share relationship. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan DBMS mampu digunakan oleh banyak orang dimana mereka bisa saling berbagi akses.

Relational Data

Data akan dikelompokkan secara bebas menurut jenis-jenisnya. Dengan melalui proses-proses menggunakan normalisasi terlebih dahulu. Contohnya seperti INGRE oleh UN of CA & Relational Tech. 1973, System-R oleh IBM Research, 1975, ORACLE.

Semua itu oleh Relational Software Inc, 1979, DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981. Beberapa data di dalam database relasional akan disusun menjadi satu set tabel lengkap dengan baris dan kolomnya untuk menampilkan informasi.

Macam-macam Database Management System (DBMS)

Dalam penerapannya, ada beberapa jenis software database management sistem yang seringkali orang aplikasikan untuk melakukan pengelolaan. Terutama terhadap database perusahaan. Berikut adalah penjelasan macam-macamnya.

DBMS MySQL

Perangkat lunak DBMS yang pertama ini adalah MySQL. Dengan banyak pengguna karena ketersediaannya secara gratis. Database ini bersifat open source menggunakan model client server.

Namun, meski tidak berbayar keamanan data dalam database ini bisa dikatakan cukup baik. Dengan kecepatan pengaksesan data yang selalu stabil. Hanya saja, perangkat ini masih kurang kompatibel dengan bahasa pemrograman Foxpro, Visual Basic dan Delphi.

DBMS Oracle

Oracle adalah perangkat lunak database management system yang bagus dan berbayar. Memiliki banyak fitur yang dapat memberikan pemenuhan tuntutan fleksibilitas terhadap perusahaan besar. Bahkan juga mempunyai proses transaksi dengan performa sangat tinggi.

Dengan kemampuan tersebut, tidak salah jika perangkat lunak ini sangat mahal harga jualnya. Apalagi dengan sistem komputerisasinya yang cukup rumit. Tetapi, Anda tidak perlu lagi meragukan sisi keamanan dari software tersebut.

DBMS Microsoft SQL Server

Selain oracle, terdapat juga perangkat lunak dari database management sistem lainnya yakni Microsoft SQL Server. Ini sangat cocok untuk pengaplikasian sistem pada jaringan komputer. Terutama dalam perusahaan-perusahaan besar.

Memiliki kemampuan untuk dapat melakukan pengelolaan terhadap data yang besar. Microsoft SQL Server mempunyai banyak sistem pengamanan data baik. Juga memiliki fitur back up, recovery dan juga rollback datanya. Tetapi hanya bisa untuk penggunaan di OS Windows.

DBMS Firebird

Perangkat lunak lain dalam database management system adalah firebird. Ini sebagai sistem manajemen basis data yang sangat relasional. Firebird memberikan penawaran fitur yang sesuai dengan standar SQI-2003 dan ANSI SQL-99.

Firebird juga bisa bekerja pada OS Window dan Linux. Projek ini bersifat open source sehingga mampu digunakan baik keperluan pribadi maupun kebutuhan perusahaan besar sekalipun. Pengguna masih mendapati adanya batasan meski pemakaian sudah dikatakan free.

Fungsi Database Management System (DBMS)

Database management sistem memiliki bermacam-macam fungsi. Fungsi-fungsi tersebut berguna untuk membantu dalam memperbaiki kerja sistemnya. Berikut adalah uraiannya:

Data Definition

DBMS mampu mendefinisikan berbagai perintah atau istilah selama pengerjaan. Maksudnya adalah menjelaskan kata dan bahasa dari file yang ada. Semuanya akan tersetting dengan baik serta dapat komputer pahami sesuai dengan bahasa perangkat.

Pengguna tentu memerlukan adanya akses dalam database. Cukup menggunakan aplikasi yang telah terintegrasi dengan DBMS, maka data akan diartikan secara otomatis oleh sistem meski kadang para user tidak perlu membuka file terlebih dahulu.

Data Manipulation

Database management sistem harus dapat melakukan penanganan terhadap permintaan-permintaan dari pemakainya. Misalkan untuk melakukan pengaksesan data. Termasuk juga memanipulasi data tersebut sesuai dengan namanya.

DBMS akan melakukan manipulasi dan pembuatan skema pada database yang dikenal dengan DDL dan DML. Kini para pengguna bisa memasukkan, menghapus, mengambil dan mengubah data sesuai kebutuhan.

Data Security & Integrity

Data security & integrity adalah database management yang sudah dapat melakukan pemeriksaan security dan integrity data yang telah terdefinisi. Tidak heran jika hal tersebut juga dinamakan dengan DBA (Database Administrator).

DBMS memiliki peran penting dalam meningkatkan tingkat keamanan suatu database dimana sistem akan bekerja untuk memberikan hak akses pada pengguna yang sesuai. Para user juga harus mematuhi aturan saat penggunaan sehingga mereka tidak bisa menggunakan secara sembarangan.

Data Recovery & Concurrency

Data recovery dan concurrency bisa menangani kegagalan-kegagalan dalam mengakses basis data. Hal ini bisa saja karena adanya kesalahan pada sistem. Termasuk juga kerusakan pada disk ataupun masalah-masalah lainnya.

DBMS memungkinkan basis data yang ada untuk dilakukan recovery dan backup dengan keperluan memanfaatkan teknik dan wizard masing-masing. Hal ini akan memudahkan bagi pengguna jikalau mereka mengalami kerusakan atau kehilangan database.

Data Dictionary

Database management system memiliki fungsi untuk melakukan manajemen terhadap elemen di dalam basis data dan bagaimana mereka menghubungkan antar data lainnya. Sistem bisa mengakses dan mencari file sesuai perintah dari pengguna.

Dengan kata lain, pengguna tidak perlu memerlukan waktu lama saat pencarian sebuah data. Ketika sistem memerlukan file di dalam suatu database maka DBMS bisa memudahkan kebutuhan ini melalui beberapa aplikasi seperti SQL.

Performance

Performance adalah database manajemen sistem yang memberikan penanganan untuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin. DBMS menyediakan tampilan interface untuk melakukan berbagai macam informasi antar basis data satu dengan lainnya.

Dalam hal performance, DBMS juga menyediakan mekanisme untuk mengatur perintah dan transaksi yang disampaikannya sebagai fungsi memastikan konsistensi data. Misalnya DBA ingin menghapus file namun bersamaan waktunya dengan pengguna lain, maka proses kedua akan di pending dulu.

Bahasa-Bahasa dalam Database management system (DBMS)

Dalam database management system perlu adanya bahasa-bahasa tertentu untuk pemakaiannya. Anda dapat mempelajari bahasa-bahasa tersebut di sini. Berikut adalah uraian-uraiannya:

Data Definition Language (DDL)

Hasil permintaan dari data definition language (DDL) adalah satu set dari tabel yang tersimpan di dalam sebuah file khusus. Ini biasa disebut sebagai data dictionary atau data directory. Bahasa ini juga berarti kumpulan perintah di dalam SQL untuk menggambarkan database secara menyeluruh.

Semua hal tersebut akan tersimpan secara aman di dalam database management sistem. Dengan begitu semuanya dapat dengan mudah terstruktur. Setelah itu, akan terkumpul dalam satu wadah yang ada dalam database.

Data Manipulation Language (DML)

Bahasa yang memperbolehkan pemakaian untuk melakukan akses dan manipulasi terhadap data. Salah satu DML terkenal adalah SQL berfungsi sebagai pengambil dan memanipulasi file oleh setiap pengguna.

Baca Juga: Pengertian Modem

Kemudian ada juga penempatan file di dalam suatu database. Lalu melakukan penghapusan mengenai informasi dari basis data. Setelah itu memodifikasi informasi yang tersimpan dalam basis data dengan baik dan benar.

Kelebihan dari Database Management System (DBMS)

Dalam database management system terdapat beberapa kelebihan-kelebihan yang sangat bagus untuk para pengguna dan pemilik data. Berikut adalah penjelasannya:

Mengendalikan Pengulangan Data

Kelebihan pertama dalam database management system adalah dapat melakukan pengendalian terhadap pengulangan data. Anda pasti seringkali melihat adanya pengulangan file di penyimpanan umum seperti ROM.

Pengulangan data umumnya hanya akan memenuhi kapasitas penyimpanan saja sehingga harus Anda hapus jika terdapat dalam folder yang sama. File pun dapat kita atur secara konsisten sekalipun sudah mengalami penghapusan sebelumnya.

Memberikan Data yang Konsisten

Selanjutnya yakni memberikan data-data konsisten di dalamnya. Data yang tersaji di dalamnya yaitu file yang konsisten dan tidak ada kesalahan. Dengan kata lain, sudah ada sistem pembuat pengaturan tersebut.

Arti dari konsistensi data ini mengarah pada kelengkapan dan keakuratan. Pengguna tidak akan menjumpai file yang kurang lengkap atau bahkan mengalami kerusakan setelah mengalami pemindahan dan penghapusan.

Kemampuan untuk Memperoleh Informasi yang Lebih Banyak

Kemampuan ini dapat Anda lakukan lantaran semua data dari pengguna akan terkumpul menjadi satu dari berbagai organisasi atau perusahaan lain yang saling terhubung. Hal ini memungkinkan pengguna untuk bisa mengakses informasi lebih banyak.

Performa baik juga dapat meningkatkan informasi baru dari jumlah data yang ada dalam file-file tersebut. Setiap pembaruan oleh salah satu pengguna, maka bisa langsung terdeteksi oleh user lainnya pada waktu singkat sekalipun.

Pengguna Bisa Menggunakan Data Bersama-sama

Selanjutnya adalah pengguna bisa memakai data secara bersama-sama. Hal ini akan lebih menghemat ruang penyimpanan dalam database manajemen system yang ada. Alhasi, pengguna dapat dengan mudah untuk mengontrol jumlah pemakaian memori.

Data yang tersimpan akan disimpan secara terpusat untuk mempermudah pengelolaan database meskipun digunakan oleh pengguna dalam jumlah banyak. Pemakaian DBMS pada hal ini dianggap lebih efektif jika dibandingkan dengan penggunaan file atau worksheet terutama bagi perusahaan.

Memperbaiki Integritas Data

Setelah itu, memperbaiki integritas data. Integritas dari suatu data akan terus mengalami perbaikan dalam database management system ini. Dengan begitu semuanya juga akan secara terus menerus mendapatkan pemulihan.

Integritas data dianggap lebih terjamin apabila menggunakan DBMS. Kelebihan ini mampu mengurangi kemungkinan terjadinya redudansi atau pengulangan file. Dengan begitu, media penyimpanan akan digunakan secara optimal tanpa harus menyimpan dokumen yang tidak penting atau hasil duplikasi.

Menjaga Keamanan

Sistem keamanan terjamin yang ada di dalam suatu database tentu dibutuhkan oleh semua perusahaan untuk menghindarkan dari adanya kebocoran data. Mengingat bahwa pengguna pun dapat mengaksesnya dalam jumlah banyak.

DBMS memang mempunyai sistem keamanan lebih terjamin dan fleksibel daripada pengamanan di data operasi lainnya. Hal ini akan memberikan hak akses pada pengguna secara luwes meskipun masih ada beberapa aturan yang harus diikuti oleh para user.

Membantu Penetapan Standarisasi

Selanjutnya yakni membantu dalam penetapan standarisasi. Setiap database pasti memiliki standarisasinya masing-masing. Begitu juga dengan database management system yang juga mempunyai hal tersebut.

Database management ini akan memberikan bantuan berupa penetapan terhadap standarisasi yang ada di dalamnya. Contohnya ketika seorang pengguna akan menamai basis data mereka, langkah ini dapat dilakukan secara lebih mudah atas bantuannya.

Perbandingan Skala Ekonomi

Kemudian adalah melakukan perbandingan terhadap skala ekonominya. Membandingkan seperti ini bertujuan untuk memperoleh hasil yang benar dan sesuai dengan keinginan dari hal tersebut. Anda akan bisa memperolehnya ketika sudah melaksanakannya.

Perbandingan skala ekonomi tersebut bisa kita buat sereal dan sejujur mungkin. Hal ini terutama kita tujukan bagi perusahaan yang ingin menentukan prospek industrinya yang setiap pengguna bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Dapat Menyeimbangkan Konflik Kebutuhan

Selanjutnya database manajemen system dapat melakukan penyeimbnagan terhadap konflik kebutuhannya. DBMS kini memang sebagai perangkat lunak untuk menyelesaikan perintah sesuai keperluan dari penggunanya masing-masing.

Konflik-konflik dalam kebutuhan biasanya akan sering muncul ketika memutuskan untuk memulai menggunakan database management dalam kehidupan. Biasanya jika beberapa pengguna ingin mengakses data berjumlah besar maka akses bisa menyeimbangkannya sesuai prioritas keperluan.

Mempercepat Akses beserta Respon Data

Berikutnya adalah melakukan percepatan dalam pengaksesan serta pemberian respon terhadap data. Dengan melakukan akses secara tepat ini, Anda dapat memperoleh semua hal yang berkenaan dengan percepatan peresponan data seperti itu.

Pasalnya DBMS memang memiliki kemampuan handal dalam  hal skalabilitas dan fleksibilitas yang bisa memenuhi kebutuhan setiap penggunanya sekalipun berjumlah banyak. Sistem perangkat lunak ini juga dapat mengolah data dengan cepat sehingga akan memberikan informasi akurat.

Kekurangan dari Database Management System (DBMS)

Penggunaan DBMS memang memiliki banyak keunggulan selama pemakaian. Tentu saja akan ada beberapa kelemahan yang pengguna rasakan saat mereka menggunakannya terutama ketika pertama kali penggunaan. Berikut ulasannya:

Perangkat Lunak yang Mahal

Database management system mainframe masih memiliki harga yang cukup mahal. Walaupun harganya mengikuti basis komputer mikro yang lebih murah. Tetapi tetap saja masih menjadikan pengeluarannya besar untuk lingkup organisasi kecil.

Kebutuhan biaya yang mahal ini akan bertujuan pada penggunaan Oracle atau aplikasi lainnya yang sangat memerlukan banyak uang. Anggaran ini diperuntukkan pada device hingga memenuhi kebutuhan yang handal untuk memenuhi kebutuhan pengguna.

Memperoleh Konfigurasi Perangkat Keras yang Besar

Hal ini sangat perlu untuk terus kita perhatikan hingga mendapatkan perangkat keras yang lebih kecil ukurannya. Kelemahan ini bisa kita katakan bahwa sistem instalasi tidak hanya mahal melainkan juga rumit karena cukup sulit untuk kita pelajari.

Konfigurasi ini memerlukan penyimpanan dan memori yang jauh lebih besar daripada program di aplikasi lain. Hal ini akan berkaitan dengan penggunaan media penyimpanan berkapasitas tinggi sehingga jangan heran jika harus membutuhkan perangkat keras dengan ciri tersebut.

Penggunaanya Cukup Kompleks

Kemudian adalah penggunaanya yang cukup kompleks. Hal ini tentu saja menghambat semua hal yang ada dalam keunggulan database management system. Tidak heran jika pemakaian memang lebih cocok kita gunakan pada perusahaan besar dan kurang sesuai untuk keperluan pribadi.

Bagi Anda yang hanya ingin menggunakannya untuk keperluan pribadi maka lebih baik berpikir ulang kembali lantaran hal ini memang kurang cocok. Jadi penggunaan DBMS bisa kita katakan memang cocok untuk pengguna dalam jumlah banyak.

Kompleksitas Database management system Mengakibatkan Ukuran yang Besar

Selanjutnya adalah memberikan kompleksitas database management mengakibatkan ukuran yang besar. Semua pengguna memang berkesempatan melihat, mengakses hingga memindah data namun hal ini justru bisa menjadi penyebab dari sistem operasi cukup lelet.

Penggunaan DBMS yang memang bertujuan agar file berukuran besar tidak menutup kemungkinan akan terjadi kelambatan proses. Hal ini sudah sering membuat para penggunanya mengeluh  sehingga harus melakukan peningkatan fitur atau pembaruan.

Biayanya Tidak Sama

Anda memerlukan pembiayaan besar agar bisa menggunakan database management system. Hal ini membuat banyak spekulasi bermunculan karena mahal murahnya penetapan harga. Beberapa instalasi aplikasi umumnya tersedia dalam biaya yang berbeda.

Sistem instalasi yang memerlukan biaya berbeda ini tentu harus kita perhatikan apalagi bagi pengguna baru untuk memilihnya sesuai dengan kebutuhan. Adanya perbedaan harga pasti memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing sehingga pemakaian DBMS perlu kita lakukan secara hati-hati bagi pemula.

Terdapat Biaya Tambahan untuk Hardware

Selanjutnya adalah terdapat pembiayaan tambahan untuk hardware. Jadi pemasangan hardware akan memiliki harga yang berbeda lagi. Biaya ini ternyata belum menjadi satu kesatuan ketika pengguna sedang melakukan instalasi di awal pemakaian.

Hal ini tentu menjadikannya lebih mahal dan bahkan sangat mahal. Belum lagi dari segi pembiayaannya yang selalu berbeda-beda. Jadi pengguna justru akan mengira-ngira berapa sebenarnya kebutuhan biayanya.

Perlu Biaya Konversi untuk Penggunaan Baru

Kemudian memerlukan biaya konversi untuk penggunaan baru. Anda harus membayar biaya konversi sebelum memastikan adanya penggunaan baru di dalamnya. Ini tentu menjadikan berbedanya tiap-tiap harga yang berbeda masing-masing.

Masalah biaya ternyata menjadi kelemahan paling umum dari sistem DBMS ini. Anda perlu mengeluarkan uang lagi jika ingin melakukan pembaruan sebagai anggaran konversi meskipun di awal pemakaian telah menganggarkannya.

Performa Kinerja Menurun

Selanjutnya adalah performa kinerja menjadi turun. Performa yang menurun ini menjadikan semuanya semakin berkurang. Apalagi jika media penyimpanan sudah membengkak dan membuat segala proses pengerjaan kian lambat.

Dengan turunnya performa tersebut, tentu database management menjadi sangat tidak baik. Banyak kendala-kendala yang muncul dan berakibat pada adanya pembaruan atau bahkan peningkatan sistem sehingga harus mengeluarkan biaya kembali.

Kegagalan yang Lebih Besar

Karena adanya penurunan performa itu, maka akan ada resiko besar terjadi kegagalan yang cukup besar juga. Kegagalan ini akan mengakibatkan munculnya banyak spekulasi tentang hal-hal tidak baik mengenai sistem DBMS ini.

Kegagalan yang lebih besar memiliki banyak kejanggalan dan kerumitan yang terjadi. Misalnya saja jika proses pengelolaan data sudah melambat maka akan berdampak pada fungsi kerja lainnya. Tentu hal ini akan menimbulkan adanya gangguan selama akses DBMS.

Kunci Pada Database Management System (DBMS)

Basis data merupakan kumpulan data yang saling memiliki hubungan. Pada prinsipnya basis data menggunakan model relasional karena penggunaan model seperti ini. Kunci yang dapat kita gunakan tersebut memiliki fungsinya masing-masing dalam proses identifikasi yang juga berbeda.

Super Key

Super key adalah atribut data atau kumpulannya yang dengan unik dapat mengidentifikasikan sebuah tupel. Kunci ini dapat kita katakan sebagai gugus entitas untuk menganalisa atau menemukan objek secara unik.

Contohnya adalah database akademik, superkey yang patut untuk Anda gunakan dalam hal ini adalah nim, nama_mahasiswa, tanggal lahir, alamat dan seterusnya. Nantinya hasil akan sesuai dengan fungsi kerja tersebut untuk mengidentifikasi entitas.

Candidat Key

Candidat key adalah super key minal dapat melakukan pengidentifikasian tupel secara unik. Kunci ini merupakan serangkaian yang memiliki pembeda sehingga mampu menghasilkan nilai kombinasi antara beberapa kejadian menjadi lebih spesifik.

Baca Juga: Pengertian Internet

Contohnya ialah file pegawai berisi nomor induk, nomor KTP, nama, tempat tanggal lahir, alamat dan kota tinggal. Anda bisa menggunakan nomor induk dan nomor KTP sebagai candidat key lantaran tidak pengguna lain miliki dan bersifat unik.

Primary Key

Primary key adalah candidat key yang telah terpilih dengan cara yang unik dan menarik. Kunci ini merupakan sebuah field yang benar-benar tidak memiliki nilai NULL untuk mengidentifikasi suatu baris di dalam tabel.

Ada tiga kriteria yang bisa kita pilih yakni lebih natural sebagai acuan, cukup unik dan juga sederhana. Contohnya ialah pada file pegawai berisikan nomor induk, nomor induk dan nama. Dua di antaranya merupakan candidat key maka pilih salah satu di antaranya menjadi primary key.

Alternate Key

Alternate key adalah kunci yang tidak terpilih. Kunci ini menjadi pilihan terakhir ketika tidak akan kunci yang cocok. Karena itu perlu adanya alternatif dalam suatu kunci. Kunci itu memerlukan banyak penjelasan-penjelasan tertentu di dalamnya.

Contohnya yakni ada nomor induk dan nomor KTP sebagai candidate key yang nomor induk menjadi primary key. Nomor KTP dapat berguna untuk alternate key sehingga bisa kita katakan sebagai pilihan alternatif.

Composite Key

Composite key adalah gabungan dari dua kunci atau lebih dari itu. Pembuatannya sangat unik dan dapat melakukan identifikasi sebuah tupel juga seperti kunci lainnya. Salah satu data dari kunci komposit bersifat tidak sederhana sehingga biasanya seringkali tertukar.

Contohnya suatu entitas mewakili masing-masing siswa untuk hadir di kamus dengan menggunakan NIM dan kode_matakuliah. Setiap atribut sebagai kunci utama tersebut merupakan simple key karena cukup unik dalam mengidentifikasi murid di satu kasus namun berbeda modul.

Foreign Key

Foreign key adalah atribut yang merupakan key pada relasi atau hubungan lain dan bisa menjadi kunci tamu. Informasi tabel pada komponen ini akan berhubungan dengan data lainnya dan saling berkaitan.

Contohnya adalah npm, kode_matkul pada relasi ambil_matkul. Kunci ini adalah yang paling sering penggunaanya dalam foreign key. Sehingga penyebutannya pasti berlaku ketika mencari contoh kunci foreign ini.

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai pengertian DBMS database management system. Penggunaannya memang terkenal memiliki banyak kelebihan seperti akses data cepat hingga sistem keamanan terjamin. Namun tentu saja masih ada ancaman kelemahan berupa keterlambatan proses kerja.

Satu pemikiran pada “DBMS”

Tinggalkan komentar