Pengertian ERP: Contoh, Karakteristik, Manfaat & Keuntungan

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan singkatan dari tiga elemen yaitu enterprise atau perusahaan, resource atau sumber daya, serta planning atau perencanaan. Ketiganya menunjukkan konsep yang mengarah pada kata perencanaan bagi sebuah perusahaan sebelum memutuskan sesuatu.

Daftar isi:

Mengenal Apa Itu ERP (Enterprise Resource Planning)

Sebelum mengetahui definisi ERP, Anda perlu mengenal dahulu apa itu materi ERP. Penggunaan ERP ini dilengkapi dengan hardware dan software untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasi data informasi pada setiap departemen. Fungsinya untuk menghasilkan pengambilan keputusan dalam waktu cepat.

Selain itu, analisa keuangan dan laporan yang dihasilkan juga bersifat secara real time sehingga dapat diakses oleh semua pengguna di dalam perusahaan. Program sistem ERP ini dipercaya sangat membantu perusahaan yang memiliki skala bisnis sudah meluas serta memerlukan manajemen tinggi.

Teknologi ERP bisa mengintegrasikan fungsi marketing, logistik, produksi, keuangan, sumber daya dan masih banyak lagi. Hal ini bertujuan untuk saling menghubungkan seluruh aplikasi perusahaan agar tergabung menjadi satu ke pusat penyimpanan data dengan mudah.

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning)

Pengertian ERP adalah suatu sistem perangkat lunak atau software. Kemudian dirancang untuk fungsi integrasi area fungsional dari sebuah proses bisnis agar bisa bergabung menjadi satu kesatuan. Beberapa komponen di dalamnya, ialah keuangan, pengadaan, material dan lainnya.

Awalnya sekitar tahun 1990, Gartner merancang istilah ERP untuk menggambarkan evolusi perencanaan kebutuhan material serta sumber daya manufaktur pada saat fungsi keduanya berkembang masing-masing. Hal ini cukup berbeda dengan biasanya karena dikembangkan di bagian SDM serta keuangan.

Setelah itu, sistem ERP berkembang di awal tahun 1990. Banyak orang menanggapi sebagai respon terhadap peristiwa Y2K serta pengenalan Euro. Sebagian besar perusahaan memerlukan cara dalam meningkatkan efisiensi, maka dibuatlah Enterprise Resource Planning guna mengganti metode lama.

Pengertian Enterprise Resource Planning Menurut Para Ahli

Pengertian Enterprise Resource Planning Menurut Para Ahli

Meskipun Anda mengetahui ERP merupakan suatu sistem untuk memudahkan berbagai perencanaan di dalam perusahaan, mulai dari proses pemasokan bahan baku hingga penjualan, nyatanya terdapat beberapa ahli telah menyampaikan pendapat. Berikut:

Daniel E. O Leary

Pengertian ERP menurut para ahli disampaikan oleh Daniel E. O. Leary. Ia menyampaikan bahwa ERP sendiri merupakan sistem berbasis komputer yang telah dirancang khusus untuk berbagai macam transaksi perusahaan. Selain itu juga menyediakan fasilitas untuk perencanaan terintegrasi real time.

Menurut Daniel E O Leary sendiri ERP adalah suatu aplikasi komputer yang di dalamnya sudah didesain khusus, salah satunya untuk memudahkan perusahaan melakukan berbagai macam transaksi. Selain fokus dalam urusan produksi, software ini juga dapat diaplikasikan guna memberikan layanan terbaik.

Hau dan Kuzic

Pendapat berikutnya disampaikan oleh Hau dan Kuzic. Keduanya menyampaikan bahwa ERP merupakan modul bersifat kompleks atau bisa dikatakan sebagai solusi aplikasi dalam mengemas bisnis guna memungkinkan organisasi berintegrasi dengan komponen lainnya dalam sebuah perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Jaringan Komputer

Hau dan Kuzic beranggapan bahwa ERP bisa digunakan untuk berbagai fungsi mulai dari distribusi data umum pengelolaan sumberdaya, baik barang maupun manusia bahkan dapat dimanfaatkan guna mengetahui kinerja perusahaan. Hal ini kemungkinan dianggap sebagai evaluasi untuk kualitas lebih baik

O Brien

Pendapat berikutnya yaitu disampaikan oleh O Brien. Ia menyampaikan bahwa ERP merupakan suatu perangkat lunak berfungsi terpadu yang bisa merekayasa ulang proses manufaktur, sumber daya manusia, distribusi, keuangan serta komponen bisnis lainnya.

Selain itu, O’Brien juga menyampaikan bahwa ERP bisa digunakan untuk memperbaiki kelincahan, profit serta efisiensi berdasarkan data sebelumnya. Setiap perusahaan bisa menggunakannya sebab pencatatan telah dilakukan, mulai dari bahan baku hingga produk jadi dan disalurkan kepada pelanggan.

Ellen Monk

Ellen Monk berpendapat bahwa ERP merupakan suatu sistem yang memudahkan perusahaan dalam mengatur proses bisnis mulai dari produksi, pemasaran, pembelian sampai ke tahapan akuntansi. Seluruh komponen ini akan digabungkan sehingga menjadi suatu kesatuan terintegrasi.

Menurut Ellen Monk setiap perusahaan dapat menggunakan sistem ini untuk berbagai fungsi. Tentunya hal ini memudahkan mereka untuk melakukan pencatatan bahkan menghindarkan dari pekerjaan secara manual yang membutuhkan waktu lama dan kemungkinan kesalahan pengerjaan.

Modul-Modul ERP (Enterprise Resource Planning)

Modul-Modul ERP

Setelah Anda mengetahui sedikit penjelasan mengenai ERP maka selanjutnya adalah bahasan mengenai beberapa modul yang ada di dalamnya. Setiap komponen ini memiliki fungsinya masing-masing sehingga harus dipahami terlebih dahulu. Berikut ulasannya:

Accounting Management

Manajemen keuangan atau akuntansi dari ERP memang sangat penting bagi setiap perusahaan. Perlu Anda ketahui bahwa, tidak ada elemen ekonomi yang tidak membutuhkan arus kas selama usaha dijalankan. Beberapa komponen di dalamnya yaitu, utang piutang, pembayaran dan masih banyak lagi.

Fitur-fitur di dalam modul Accounting Management sendiri di antaranya adalah manajemen tagihan, asset dan depresiasi, pajak, faktur, mata uang, laporan analitik keuangan dan lain-lain. Semua menu tersebut tentu akan memudahkan bagi perusahaan membuat laporan akuntansi.

Inventory Management

Seluruh perusahaan tentu akan memiliki banyak stok barang baik bahan baku mentah, setengah jadi maupun produk siap pasar. Hal ini membutuhkan pencatatan inventaris dalam sistem ERP. Modul Inventory Management berfungsi untuk mengetahui pelacakan stok, pemesanan ke pemasok dan lainnya.

Fitur yang ada di dalam modul Inventory Management pada umumnya adalah manajemen stok, gudang, inventaris, pengambilan, pengepakan stok, pemasok, pengiriman dan lainnya. Menu tersebut memungkinkan perusahaan lebih mudah dalam pengelolaan barang.

Purchasing Management

Hampir sama seperti Inventory Management, modul ini merupakan komponen yang penting bagi sebuah perusahaan dalam mengelola manufaktur, ritel dan grosir. Setiap pelaku bisnis akan merasa lebih mudah untuk mengelola pembelian barang kepada pemasok.

Manfaat yang diperoleh dari penggunaan modul ini adalah pembelian bahan baku dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen. Hal ini bertujuan agar pengeluaran dapat diminimalkan agar menekan biaya anggaran. Mulai dari proses produksi sehingga perusahaan tidak memiliki resiko membuang material awal.

Manufacturing Management

Modul selanjutnya berfungsi untuk menyederhanakan berbagai proses manufaktur yang ada di dalam sebuah perusahaan. Fungsinya yakni meliputi perencanaan produksi, pengelolaan anggaran, pengaturan rute produksi, pemantauan stok bahan baku dan produk jadi serta masih banyak lagi.

Modul ini hampir sama seperti purchasing management dimana pemantauan stok bahan baku tersedia di dalamnya. Tentu hal ini perlu dipantau secara rutin sehingga tidak memberikan kemungkinan akan kehabisan material sebelum produksi dilakukan.

Human Resource Management

Modul berikutnya yaitu Human Resource Management atau dikenal dengan HRM. Layanan ini memudahkan perusahaan dalam pengelolaan sumber daya manusia lebih efisien. Dengan begitu, dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kinerja dari seorang individu dan diberikan evaluasi nantinya.

Modul Human Resource Management terdiri dari beberapa fitur untuk mencakup pengelolaan informasi karyawan, rekrutmen dan penerimaan karyawan baru, pengelolaan pajak pekerja, penilaian kinerja dan masih banyak lagi. Sederhananya HRM memang digunakan dalam pengelolaan SDM.

Sales Management

Apabila Anda menawarkan produk berupa layanan bagi pelanggan maka bisa memilih modul ini untuk mengembangkannya. Hal ini dipercaya menjadi solusi paling efektif dalam merencanakan dan mengelola prospek pelanggan ke depannya.

Modul ini mencakup berbagai fungsi mulai dari pengelolaan data prospek serta calon pelanggan, pemantauan angka penjualan, penjadwalan follow up kepada prospek, penyusunan penawaran serta faktor dan terakhir adalah pembuatan laporan penjualan yang lengkap dan akurat.

Supply Chain Management

Modul selanjutnya adalah Supply Chain Management atau biasa dikenal dengan SCM merupakan komponen paling penting bagi perusahaan manufaktur. Setiap pelaku bisnis dapat memanfaatkannya guna mendapatkan visibilitas ke semua rantai pasokan hingga selesai.

Fitur-fitur yang ada di dalam modul SCM yakni diantaranya adalah manajemen inventaris, pesanan, pengadaan, pengiriman barang, pelacakan logistic, pemasok serta pengembalian barang. Perusahaan bisa memanfaatkannya demi mengelola seluruh rantai suplai di dalamnya.

Project Management

Modul berikutnya yang tersedia di dalam ERP adalah Project Management. Menu ini dikatakan menjadi sesuatu yang wajib dipilih oleh perusahaan khususnya permesinan dan konstruksi sebab memiliki banyak sekali pengerjaan proyek di dalamnya.

Baca Juga: Pengertian Animasi

Beberapa fitur yang ada pada modul Project Management berfungsi untuk pendistribusian tugas, pencatatan waktu kerja karyawan, penyusunan anggaran setiap proyek, pembuatan tagihan pada klien dan lainnya. Perusahaan bisa lebih fokus dalam berproduksi tanpa harus ribet mengelola pencatatan.

Pemilihan Modul ERP Berdasarkan Jenis Industri

Pemilihan Modul ERP Berdasarkan Jenis Industri

Untuk memudahkan Anda dalam menentukan modul apa saja yang harus dibutuhkan dalam suatu jenis bisnis, maka sebelumnya setiap perusahaan harus mengetahui jenis industri masing-masing. Hal ini perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum memilihnya. Berikut ulasannya:

Modul ERP untuk Bisnis Ritel dan Grosir

Bisnis ritel dan grosir biasanya akan berhubungan langsung dengan konsumen. Biasanya pelanggan sering melakukan repeat order atau memesan barang dalam jumlah banyak. Namun keduanya membutuhkan modul ERP hampir mirip selama penggunaannya.

Beberapa modul ERP yang tentu akan dibutuhkan adalah Inventory Management, CRM, HRM, Point of Sale, Purchasing Management, Warehouse Management dan Accounting Management. Anda bisa memilih salah satu diantaranya untuk mengoptimalkan jalannya bisnis.

Modul ERP untuk Bisnis Jasa

Berbeda dengan bisnis jasa yang tengah dijalankan, perusahaan ini membutuhkan beberapa cara praktis dalam pengelolaan data klien, pengaturan jadwal dan pemesanan. Setiap klien tentunya menginginkan pelayanan cepat dan professional. Maka dari itu memerlukan layanan dari customer service.

Beberapa modul ERP yang dibutuhkan adalah CRM, HRM, Booking Management, Accounting Management dan Membership Management. Anda bisa memilih seluruhnya demi menyediakan jasa profesional bagi pelanggan dan berhasil memberikan kepuasan mereka.

Modul ERP untuk Bisnis Lembaga Pendidikan

Beberapa perusahaan juga menyediakan layanan dalam bidang Pendidikan. Tentunya modul ERP yang dibutuhkan juga tidak sama dengan sebelumnya. Mereka membutuhkan menu lebih spesifik, demi menciptakan kondisi pembelajaran cukup sederhana namun mudah dimengerti oleh peserta didik.

Lembaga Pendidikan bisa memilih beberapa modul ERP antara lain Learning Management, Accounting Management, Inventory Management dan School Management. Keempat komponen tersebut dapat menjadi pilihan jika Anda menyediakan jasa layanan pembelajaran.

Modul ERP untuk Bisnis Makanan dan Minuman

Perusahaan berikutnya yang tidak kalah menariknya ialah bergerak dalam bidang makanan dan minuman. Bisnis ini memerlukan cara untuk memudahkan dalam pemesanan bahan baku mentah hingga pelayanan kepada pelanggan.

Beberapa modul yang bisa dijadikan pilihan jika Anda menjalankan perusahaan makanan dan minuman ialah Restaurant Management, Catering Management, POS, e-Menu dan Central Kitchen Management. Keempatnya dapat dipilih untuk memudahkan dalam produksi bahan baku hingga produk jadi.

Modul ERP untuk Bisnis Properti dan Real Estate

Perusahaan berikutnya adalah bergerak dalam bidang bisnis property dan real estate. Biasanya mereka akan memerlukan strategi, agar memudahkan pada saat pengelolaan kontrak dengan pembeli maupun penjual serta pemeliharaan fasilitas selama penggunaan kedepannya.

Beberapa modul ERP yang dapat dipilih dari bidang bisnis ini adalah Real Estate dan Property Management, Contract Management, Accounting Management, Facility Management dan Rental Management. Menu ini bisa menjadi solusi terbaik bagi perusahaan ini guna memudahkan pengelolaan.

Modul ERP untuk Perusahaan Konstruksi dan Engineering

Selanjutnya adalah perusahaan konstruksi dan engineering akan memerlukan berbagai macam solusi, untuk memudahkan dalam berbagai kepentingan seperti perencanaan produk, pengelolaan kontrak dengan klien serta pemantauan waktu kerja serta kinerja pekerja.

Modul-modul ERP yang bisa dipilih untuk perusahaan konstruksi dan engineering adalah Project & Contract Management, CRM, HRM, Inventory Management dan Accounting Management. Keseluruhan fasilitas di dalamnya tersedia demi memudahkan jalannya proyek konstruksi.

Tujuan ERP (Enterprise Resource Planning)

Tujuan ERP

Beberapa tujuan memang menjadi alasan mengapa banyak perusahaan menerapkan sistem ERP ini dalam pencatatannya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengandalkan metode ini untuk memudahkan segala keperluannya. Berikut ulasannya:

Membangun Suasana Perusahaan Lebih Kondusif

Beberapa orang memang menganggap bahwa pengerjaan dengan menggunakan teknologi digital bisa membangun suasana perusahaan lebih kondusif. Hal ini bisa dicapai karena seluruh pekerja akan mengurangi pekerjaan fisik daripada harus mengobrol ataupun menghabiskan waktu untuk menulis.

Meskipun tidak dirasakan secara langsung, namun penerapan sistem ERP ini memang dipercaya bisa membangun perusahaan lebih kondusif. Bahkan setiap pekerja bisa memiliki tanggung jawab sendiri akan tugasnya tanpa harus bergantung pada individu lainnya.

Menghasilkan Sumber Daya Produksi Berkualitas

Tujuan berikutnya yaitu menghasilkan sumber daya produksi. Salah satu modul yang ada di dalam ERP adalah adanya informasi mengenai pasokan bahan baku hingga proses pembuatannya. Tentu saja hal ini mencakup akan perencanaan dari bidang tersebut.

Contoh sederhananya yaitu saat Anda mengetahui berapa stok penyediaan bahan baku sementara, maka bisa memprediksi kapan harus melakukan pembelian kembali. Hal ini akan menghindarkan perusahaan dari terjadinya kekurangan material dan tentu mengganggu jalannya produksi.

Memasarkan Produk dengan Efektif

Beberapa modul yang ada di dalam sistem ERP berfungsi untuk membangun komunikasi yang baik antara klien dan perusahaan. Tentu, hal ini akan berpengaruh terhadap pemasaran produk nantinya. Apabila sebuah produsen berhasil mendapatkan hati masyarakat maka angka penjualan bisa meningkat.

Salah satu modul yang ada di sistem ERP adalah cara pemasaran produk. Biasanya setiap pihak manajemen dapat memprediksinya sesuai informasi seperti biaya anggaran pemasaran, sales, barang jadi dan lainnya. Tentu perencanaan tersebut dapat dilakukan dengan pertimbangan matang.

Menciptakan Laporan Keuangan yang Efektif

Apabila dibandingkan dengan laporan keuangan yang dikerjakan secara manual tentu pengerjaan oleh sistem ERP memiliki keunggulan lebih. Pasti Anda sudah mengetahui bahwa proses pekerjaan secara otomatis bisa menghindarkan dari adanya kekeliruan karena human error.

Adanya kekeliruan ini tidak akan dialami apabila Anda menerapkan sistem ERP pada sebuah perusahaan. Bahkan pengerjaan secara manual bisa dikurangi dan meminimalkan adanya kekeliruan. Dengan begitu, laporan keuangan dapat dihasilkan lebih efektif dan akurat.

Mampu Mengikuti Persaingan

Semakin berkembangnya zaman tentu seluruh perusahaan juga kian bersaing demi memenangkan perusahaan. Tentunya setiap pebisnis yang tidak mau mengikuti perkembangan teknologi akan tertinggal di belakang dan bisa mengalami kerugian karena kurang mampu beradaptasi dengan persaingan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk memenangkan persaingan adalah melakukan pengerjaan secara cepat namun akurat. Hal ini dapat dicapai melalui penerapan sistem ERP, karena mampu menghasilkan seluruh laporan dalam waktu singkat dan meminimalkan adanya kekeliruan.

Melakukan Koordinasi Bisnis Secara Menyeluruh

Setiap departemen bisa memasukkan data ke dalam sistem ERP karena dapat diakses oleh semua pengguna di dalam perusahaan. Nantinya seluruh hasil tersebut akan saling berinteraksi dan menghasilkan satu kesatuan dari semua bagian.

Hal ini memudahkan bagi perusahaan untuk melakukan koordinasi bisnis secara menyeluruh. Tentu akan menyulitkan apabila pihak manajemen harus menunggu seluruh data diberikan dari seluruh departemen dan mengeceknya satu per satu.

Melakukan Evaluasi

Hal ini lebih difokuskan dalam modul yang tersedia untuk menilai kinerja dari seluruh karyawan di dalam perusahaan. Data ini nantinya dapat dimanfaatkan guna memberikan evaluasi kepada mereka guna bekerja lebih optimal lagi.

Selain itu, adanya data keuangan juga bisa digunakan untuk melakukan evaluasi. Terlebih jika sebuah perusahaan telah mengalami kerugian sebelumnya maka dapat memanfaatkan beberapa informasi seperti pasokan bahan baku atau penjualan.

Menciptakan Pengerjaan Lebih Efisien

Perlu Anda sudah mengetahui bahwa penggunaan teknologi digital memang bisa membuat pengerjaan lebih cepat serta hasil yang akurat. Hal ini menjadi salah satu tujuan bagi perusahaan untuk menggunakan sistem ERP dengan berbagai kemudahan di dalamnya.

Seperti penggunaan database pada umumnya, sistem ERP akan menghasilkan data yang akurat tanpa harus menimbulkan pengerjaan secara manual. Tentunya hal ini bisa meningkatkan efisiensi sebab mengurangi resiko kekeliruan data.

Contoh ERP (Enterprise Resource Planning)

Contoh ERP

Perangkat lunak atau software ERP merupakan sebuah aplikasi yang digunakan untuk fungsi integrase berbagai informasi dalam suatu perusahaan. Hal ini membuat proses monitoring menjadi lebih cepat dan efisien sebab memberikan gambaran jelas nantinya. Berikut adalah beberapa contohnya:

Akuntansi

Aplikasi ini memiliki fungsi dalam mengelola arus masuk dan keluar yang ada di dalam sebuah perusahaan. Selain itu, juga memudahkan setiap kelompok ekonomi untuk menyelesaikan berbagai transaksi mulai dari pengeluaran, rekonsiliasi bank, anggaran, buku besar dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Pengertian Internet Marketing

Menggunakan aplikasi ini bisa membuat orang-orang yang bekerja di dalam bidang ini tidak perlu lagi menghitung secara manual. Mereka cukup melakukan beberapa klik untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan keuangan khususnya arus masuk dan keluar pada sebuah perusahaan.

Customer Relationship Management

Contoh aplikasi ERP berikutnya ialah CRM. Fungsinya yaitu memudahkan optimasi kinerja penjualan melalui adanya layanan customer yang lebih baik. Tidak hanya itu saja, software ini juga bisa digunakan untuk membangun hubungan sehat antara pelanggan dan perusahaan.

Pada aplikasi CRM ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola dan melacak informasi seperti komunikasi, data transaksi, riwayat panggilan, durasi, pertemuan, kontrak dan masih banyak lagi. Kemudahan ini membuat mereka lebih mudah dalam membangun hubungan yang baik bersama klien.

Human Resource Management

Contoh berikutnya ialah HRM atau Human Resource Management. Aplikasi ini membantu penggunanya dalam meningkatkan efisiensi departemen sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan. Modul ini memudahkan untuk pengelolaan informasi karyawan seperti deskripsi pekerjaan, penilaian dan lain.

Aplikasi ini biasanya diaplikasikan oleh berbagai perusahaan dengan fungsi memudahkan mereka untuk memberikan penilaian terhadap pekerja. Beberapa komponen yang cukup penting adalah pengelolaan gaji, pengembalian biaya, hasil evaluasi kinerja, tarif perjalanan dan masih banyak lagi.

Sales

Contoh berikutnya ialah membantu dalam menangani pekerjaan perusahaan pada bagian penawaran, sales order, faktur dan juga pertanyaan penjualan. Aplikasi ini dan CRM sama-sama berfungsi untuk mempercepat siklus penjualan dengan memaksimalkan pelayanan kepada setiap pelanggannya.

Setiap perusahaan pastinya akan mementingkan kepuasan dari pelanggan. Terlebih jika mereka harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi digital. Maka dari itu, beberapa di antaranya sudah menerapkan berbagai jenis aplikasi ERP untuk mendapatkan hati klien serta keuntungan maksimal.

Inventory

Aplikasi ini juga biasa disebut dengan inventaris yang digunakan untuk memudahkan pelacakan dan pengelolaan barang dari sebuah perusahaan. Penggunanya dapat memanfaatkan guna mengetahui tingkat persediaan sehingga nantinya dapat diprediksi kapan harus melakukan pembelian ulang.

Selain mengetahui tingkat persediaan barang, aplikasi inventory juga dapat digunakan untuk memantau laporan inventaris serta melakukan forecasting. Penggunaan dari software ERP yang berkualitas memungkinkan terjadinya aplikasi inventaris melalui sebuah bar code ataupun SKU scanner.

Purchasing

Selanjutnya adalah purchasing. Fungsinya untuk memudahkan pengelolaan proses yang berperan guna menyediakan barang mulai dari pemasok, permintaan, penawaran, purchase order, goods receipt notes serta waktu pembaruan stok. Hal ini membuat perusahaan tidak akan kehabisan bahan baku atau alat.

Anda bisa menghubungkannya dengan manajemen sehingga pengadaan stok bisa berfungsi lebih maksimal. Software yang bergerak dalam bidang purchasing tentu dibutuhkan oleh seluruh perusahaan, terlebih untuk mengetahui kapan mereka harus melakukan pembelian ulang baik mesin atau peralatan.

Manufacturing

Selanjutnya adalah manufacturing. Anda bisa menggunakannya guna meningkatkan efisiensi pekerjaan manufaktur mulai dari proses produksi hingga produk. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi ini memang digunakan pada saat mendapatkan pasokan bahan baku hingga diolah menjadi suatu produk.

Aplikasi manufacturing juga berfungsi untuk pemantauan produksi, bills of materials dan material routing. Salah satu jenis ERP ini dapat diintegrasi menggunakan software lainnya sehingga bisa terintegrasi satu sama lainnya dan pekerjaan lebih cepat diselesaikan.

Production Planning

Contoh berikutnya ialah aplikasi production planning. Modul ini berfungsi bagi perusahaan dalam perencanaan serta optimasi kapasitas produksi, komponen, sumber daya material serta suku cadang. Di dalamnya ada menu data historis dan perkiraan penjualan sehingga memudahkan tiap produsen.

Dengan aplikasi ini, setiap perusahaan dapat merencanakan kegiatan produksi, mulai dari persiapan hingga bahan baku. Tiap produsen bisa memanfaatkannya sehingga tidak perlu merasa khawatir jika harus kehabisan material sebelum pembuatan produk.

Karakteristik ERP (Enterprise Resource Planning)

Sebelum mengaplikasikannya, Anda perlu mengetahui apa saja karakteristik dari ERP ini. Beberapa di antaranya adalah metode ini merupakan paket perangkat lunak atau software yang dirancang khusus. Salah satunya untuk layanan, baik secara tradisional maupun modern berbasis web seperti sekarang.

Selanjutnya ERP ini mampu mengintegrasikan kebanyakan proses bisnis yang ada. Tentu hal ini memudahkan bagi setiap perusahaan untuk melakukan berbagai pencatatan dari seluruh departemen. Nantinya, pihak manajemen bisa lebih mudah dalam mengambil keputusan kedepannya.

Selain itu, ERP ini mampu memproses semua transaksi perusahaan dalam waktu cepat dan otomatis. Selanjutnya bisa menggunakan database skala enterprise untuk menyimpan berbagai data, serta memberikan akses bagi setiap pengguna untuk mengerjakan secara real time.

Manfaat ERP (Enterprise Resource Planning)

Manfaat ERP

Beberapa contoh serta karakteristik sebelumnya, tentu ERP memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan bagi setiap penggunanya. Terutama jika perusahaan sudah mulai beralih menggunakan teknologi dan mengurangi pengerjaan secara manual karena adanya kesalahan. Berikut ulasannya:

Memudahkan Pengendalian Proses

Sistem ERP memudahkan proses pengendalian dalam suatu bisnis. Seluruh pencatatan di dalamnya, secara tidak langsung telah menghindarkan dari adanya kekeliruan pengerjaan manual. Tentu saja hal ini bermanfaat bagi semua perusahaan agar tidak mengalami kesalahan dan berakibat fatal kedepannya.

Selain itu, ERP ini juga memberikan wawasan lebih luas kepada pembuat keputusan dan membantunya untuk melakukan prediksi. Pada dasarnya, Enterprise Resource Planning memang mengarah ke proses perencanaan sehingga memudahkan setiap pengguna untuk merencanakan berbagai komponen bisnis.

Menjamin Aliran Informasi Tersalurkan dengan Baik

Adanya fungsi otomatisasi di dalam sistem ERP akan menjamin bahwa informasi yang tersalurkan dapat disalurkan dengan lebih baik. Hal ini berhubungan dengan poin pertama bahwa tidak adanya kesalahan juga membuat seluruh data diterima oleh semua komponen secara optimal.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa nantinya seluruh komponen akan digabungkan menjadi suatu kesatuan dan terintegrasi satu sama lain. Hal ini membuat sistem ERP bisa terhubung dengan lainnya tanpa harus memasukkan data ulang pada setiap modulnya.

Mempersatukan Banyak Unit

Sistem ERP bisa mempersatukan banyak unit di dalam suatu perusahaan. Setiap produsen besar dapat memanfaatkannya untuk saling berintegrasi berbagai komponen agar bisa terhubung satu sama lain. Hal ini memudahkan mereka dalam memasukkan data dan tidak mengulangi pekerjaannya kedua kalinya.

Misalnya jika Anda memasukkan data dalam salah satu modul. Nantinya hasil sementara akan langsung terhubung secara langsung pada komponen lainya dan sudah terganti dengan real time. Bahkan setiap pengguna tidak perlu melakukannya dua kali.

Mengurangi Penggunaan Biaya

Manfaat berikutnya yang akan dirasakan adalah mengurangi penggunaan biaya untuk pencatatan seluruh departemen di dalam perusahaan. Tentu Anda sudah mengetahui bahwa mencatat semua bagian akan membutuhkan peralatan jika dilakukan secara manual seperti alat tulis dan buku-buku.

Namun Anda tidak perlu membutuhkannya jika pencatatan tersebut dilakukan dengan menggunakan sistem ERP. Setiap perusahaan akan mengalami adanya penekanan penggunaan biaya, terutama untuk transaksi pengelolaan perangkat keras, perangkat lunak maupun staf IT.

Memudahkan untuk Pengambilan Keputusan

Manfaat berikutnya yaitu setiap perusahaan bisa lebih mudah untuk mengambil keputusan kedepannya. Hal ini dikarenakan karena adanya sistem ERP saling terintegrasi langsung kepada pihak manajemen sehingga manajer akan memutuskan suatu perencanaan dalam waktu cepat.

Meskipun tidak dirasakan secara langsung, namun seluruh perusahaan akan mendapatkan manfaat ini apabila menerapkan sistem ERP. Seluruh departemen di dalamnya bisa saling terintegrasi dalam waktu cepat, bahkan bisa memudahkan pihak manajer untuk mengecek dan kemudian mengambil keputusan.

Beradaptasi dengan Kemajuan Teknologi

Selanjutnya Anda bisa merasakan bagaimana canggihnya teknologi untuk memudahkan semua pekerjaan, salah satunya yaitu pencatatan berbagai departemen di dalam suatu bisnis. Terutama jika perusahaan masih tergolong baru dan dituntut harus memanfaatkan dunia digital.

Meskipun secara tidak langsung dirasakan, namun setiap pengguna dari sistem ERP ini dapat memberikan pengalaman kepada penggunanya akan kemajuan teknologi. Salah satu contohnya yakni, pencatatan buku besar secara manual yang sudah sangat berbeda dengan kemudahan zaman sekarang.

Keuntungan ERP (Enterprise Resource Planning)

Keuntungan ERP

Perlu Anda ketahui bahwa perusahaan yang tidak menggunakan ERP, biasanya akan menerapkan database terpisah mulai dari sumber daya manusia atau pemasaran. Sistem ini seringkali menimbulkan kekeliruan sehingga cukup sulit pengelolaannya. Maka dari itu, sudah banyak orang memilih sistem ini:

Integrasi Bisnis dan Akurasi Data Lebih Baik

Keuntungan pertama yang akan Anda dapatkan adalah integrasi bisnis serta akurasi data lebih baik. Sistem ERP terdiri dari beberapa modul untuk mewakili komponen bisnis tertentu. Apabila suatu data sedang dimasukkan, maka komponen lainnya secara otomatis dan real time akan diperbarui langsung

Baca Juga: Pengertian Manajemen Pemasaran

Data yang dimasukkan tersebut hanya cukup sekali input saja yaitu ketika sedang melakukan transaksi sehingga tidak memerlukan pemasukan ulang pada modul lainnya. Hal ini memudahkan bagi para pengguna untuk menghindari adanya kesalahan atau bahkan kehilangan.

Perencanaan Sistem Informasi

Perlu Anda ketahui bahwa ERP mempunyai alat pendukung untuk mengambil keputusan sehingga perencanaan bisa cepat dilakukan. Banyak orang menganggapnya sebagai, alat stimulasi yang cocok digunakan untuk memudahkan manajemen dalam memanfaatkan sumber daya seperti alat dan material.

Laporan dari ERP bisa membuat hasil yang sudah terstandarisasi oleh manajemen. Selanjutnya seluruh komponen di dalamnya dapat diakses secara langsung oleh pihak manajer demi memudahkan mereka dalam pengecekan.

Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi

Tidak hanya menghasilkan perencanaan sistem informasi yang baik saja, sistem ERP juga dianggap bisa meningkatkan produktivitas serta efisiensi selama pengerjaan. Hal ini bisa mencakup berbagai komponen mulai dari pemesanan, pengiriman, manajemen kualitas, penjualan, kinerja pemasok dan lainnya.

Penerapan sistem Enterprise Resource Planning telah dipercaya mempersingkat waktu pengerjaan pencatatan. Tentu saja hal ini membuat produktivitas dan efisiensi dari sebuah perusahaan bisa meningkat. Maka dari itu, tidak heran jika sudah banyak organisasi sudah menerapkannya.

Pembentukan Standarisasi Prosedur

Selanjutnya, sistem Enterprise Resource Planning telah menggunakan standarisasi dari praktik internasional terbaik untuk organisasi menerapkannya. Dengan begitu, seluruh pekerjaan bisa menghasilkan laporan yang terstruktur serta tidak bergantung pada salah satu individu ataupun pekerja.

Tentu hal ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pembuatan laporan menggunakan sistem lainnya. Sebuah perusahaan yang menerapkan ERP dipercaya bisa meningkatkan efektifitas dan efisiensi. Sebab tidak membutuhkan waktu lama serta telah menggunakan standarisasi dari praktik internasional.

Penyempurnaan Kolaborasi

Sebagai salah satu pekerja di suatu perusahaan tentu akan memiliki beragam karakter, maka juga sering menimbulkan berbagai konflik ketika mereka sedang melakukan pekerjaan. Namun dengan menerapkan sistem ERP ini, bisa menghindarkan adanya perselisihan ini sebab kerja sama tim yang baik.

Perlu Anda ketahui bahwa perselisihan ini sering disebabkan karena kekeliruan saat memasukkan data. Bahkan hal ini bisa membuat pekerja saling berselisih. Tentu kejadian seperti ini tidak ingin dialami oleh perusahaan. Maka dari itu, penggunaan sistem ERP dipercaya bisa menghindari adanya konflik.

Akses Informasi Terpercaya

Mengingat bahwa seluruh data yang dimasukkan akan menunjukkan hasil lebih akurat, maka sistem ERP bisa dikatakan sebagai penghasil informasi terpercaya. Oleh karena itu, banyak perusahaan telah menerapkan strategi ini demi memudahkan mereka untuk mengoptimalkan jalannya bisnis.

Dengan begitu, setiap elemen di dalam perusahaan bisa mendapatkan informasi terpercaya terlebih bagi pihak manajemen. Tentu hal ini cukup penting bagi mereka karena manajer akan mengambil keputusan dengan berbagai pertimbangan dan data sebelumnya.

Peningkatan Skalabilitas

Prosedur penggunaan sistem ERP sudah diadaptasi dari praktik internasional sehingga lebih terstruktur dan tertata. Hal ini membuat pengerjaan dapat disebar kepada pihak lain dengan skala meluas daripada hanya di dalam perusahaan saja, karena sudah menerapkan pedoman berskala luar negeri.

Hal ini berhubungan dengan skala kerja sama yang akan dilakukan. Anda bisa membayangkan jika sebuah perusahaan akan bekerjasama dengan pebisnis multinasional, maka harus membutuhkan data bersifat internasional juga agar lebih mudah dipahami bagi mereka.

Peluang Kerjasama E-Commerce

Berhubungan dengan poin ketujuh bahwa pengerjaan sistem ERP memang sudah diadaptasi dari praktik internasional. Jika perusahaan sudah menerapkan metode ini, maka mereka akan lebih mudah untuk mengajak kerjasama dengan e-commerce yang sudah menggunakan banyak teknologi.

Sistem ERP merupakan salah satu dari penerapan teknologi yang lebih canggih saat ini dalam dunia bisnis. Maka dari itu, bagi perusahaan akan lebih mudah mengajak kerja sama bagi e-commerce demi mengikuti perkembangan zaman dengan kecanggihan dunia digital.

Kelemahan Contoh ERP (Enterprise Resource Planning)

Selain memiliki beberapa keuntungan, penggunaan sistem ERP juga mempunyai sisi negatifnya. Anda perlu mengetahui sehingga bisa menutupinya dengan berbagai strategi pada saat mengaplikasikannya. Berikut beberapa kelemahan dari Enterprise Resource Planning yang perlu diketahui:

Biaya Operasional Sangat Tinggi

Meskipun tidak membutuhkan biaya untuk berbagai peralatan yang digunakan untuk pengerjaan secara manual, namun sistem ERP juga memerlukan anggaran guna operasional dan juga re-engineering. Bahkan beberapa perusahaan mengaku harus mengeluarkan uang dalam satuan dolar.

Namun tingginya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pembaruan pada sistem EPR tidak sebanding jika dibandingkan dengan hasil dari pencatatan secara manual. Tentu Anda sudah mengetahui banyak sekali manfaat dan keuntungan akan diperoleh jika menerapkan metode ini.

Butuh Keahlian

Seluruh peralatan yang sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi tentu memerlukan keahlian mumpuni bagi pengguna sebelum menggunakannya. Kebanyakan perusahaan akan merasakan kesulitan, terlebih jika mereka harus mengajari karyawan terlebih dahulu. Apalagi jika mereka belum memiliki modal sebelumnya.

Meskipun dengan banyak manfaat dan keuntungan yang akan didapatkan nantinya, namun penggunaan dari sistem ERP ini membutuhkan keahlian dari penggunanya terlebih dahulu. Tidak heran jika banyak perusahaan mendatangkan tenaga professional sebelumnya untuk memberikan pelatihan

Resiko Kebobolan Data

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa sistem EPR ini akan saling terintegrasi dengan komponen lainnya. Misalnya data keuangan sudah terhubung menjadi satu bersama pelanggan. Apabila perusahaan kurang memberikan keamanan optimal, maka kebobolan bisa saja menjadi hal berbahaya.

Maka dari itu, Anda perlu memasang sekaligus dengan sistem keamanannya. Hal ini perlu dilakukan guna menghindarkan dari adanya kehilangan atau bahkan kebocoran data. Dengan begitu, seluruh informasi di dalam sistem ERP bisa lebih aman dan terjaga meskipun membutuhkan banyak kapasitas.

Ketergantungan dengan Salah Satu Vendor

Sebelum perusahaan bisa mengaksesnya, maka mereka harus memasang sistem ERP melalui salah satu vendor yang dipilih. Hal ini mengharuskan mereka untuk melakukan pembaruan serta perbaikan hanya kepada pihak tersebut, kemudian secara terus menerus dan membuatnya untuk tetap bergantung.

Sistem ERP juga membutuhkan waktu yang lama hingga proses instalasi selesai. Hal ini juga hanya bisa dilakukan oleh pihak vendor tersebut dan tidak dapat dilanjutkan oleh orang-orang biasa, apalagi jika kurang memiliki keahlian dan pengetahuan di dalamnya.

Banyak Modul Tersedia

Banyak sekali modul yang tersedia di dalam sistem ERP. Hal ini mengharuskan setiap perusahaan harus memilihnya dengan berbagai pertimbangan agar tidak salah pilih. Mengingat bahwa pada awalnya memang sudah membutuhkan biaya instalasi tinggi dan lama.

Anda bisa mengetahuinya dengan memastikan apa jenis industri yang sedang dijalankan. Selanjutnya baru memilih modul sesuai seperti kebutuhan perusahaan, karena seluruh bisnis memiliki jenisnya masing-masing. Misalnya yaitu dari usaha makanan akan berbeda dengan otomotif dan permesinan.

Sistem Lebih Rumit

Mengingat bahwa sistem ERP memang bisa digunakan untuk seluruh keperluan di dalam perusahaan tentunya pengerjaannya juga semakin rumit. Hanya orang-orang yang memiliki keahlian sebelumnya bisa menjalankanya dan mengoperasikannya dengan benar dan maksimal.

Maka dari itu, jika Anda ingin menggunakan perangkat lunak ERP seharusnya memastikan terlebih dahulu dengan banyak pertimbangan sebelumnya. Harapannya agar penggunaannya bisa diaplikasikan secara maksimal, maka tidak hanya diiming-imingi oleh keuntungan dan manfaatnya saja.

Contoh Implementasi ERP

Di era modern ini, banyak sekali perusahaan yang mulai menggunakan sistem ERP atau Enterprise Resource Planning. Tentunya mereka telah mengetahui apa saja kelebihannya sehingga ingin menerapkannya saat menjalankan bisnis tersebut. Berikut ulasannya:

On Promise Enterprise Resource Planning

Implementasi pertama ini menuntut perusahaan harus menggunakan enterprise resource planning terlebih dahulu melalui penggunaan perangkat keras atau hardware. Hal ini nyatanya memiliki tujuan tersendiri yaitu memudahkan pemeliharaan serta meminimalkan pengeluaran biaya.

Hal ini membuat implementasi on promise enterprise resource planning lebih dilirik oleh banyak perusahaan sebab bisa meminimalkan biaya anggaran, baik dari awal produksi hingga pemasaran kepada pelanggan. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui bagaimana implementasinya sebelum pasti menggunakannya.

Cloud Enterprise Resource Planning

Implementasi berikutnya cukup berbeda dengan on promise karena tidak mengharuskan perusahaan untuk memiliki infrastruktur maupun server dalam penyimpanan data. Hal ini disebabkan karena penyimpanan data sudah memanfaatkan adanya cloud.

Apabila dibandingkan dengan implementasi sederhana dan umum, maka penyimpanan data yang sudah menggunakan cloud tidak membutuhkan banyak waktu, tenaga bahkan biaya. Maka dari itu, jenis ini dapat dijadikan pilihan bagi Anda jika tertarik menggunakan sistem ERP.

Hybrid Enterprise Resource Planning

Implementasi berikutnya yakni memungkinkan perusahaan untuk menjalankan perangkat lunak atau software enterprise resource planning melalui server. Selanjutnya data yang telah diolah maupun mentahan akan disimpan sebagian di dalam cloud.

Baca Juga: Pengertian UMKM

Salah satu manfaat yang akan dirasakan dari penggunaan implementasi ini adalah, perusahaan tidak perlu khawatir apabila server penyimpanan rusak atau bahkan hilang. Dengan begitu, data di dalamnya akan lebih aman dari resiko kerusakan dan kehilangan.

Itulah tadi ulasan mengenai pengertian ERP atau Enterprise Resource Planning. Banyak perusahaan yang sudah menerapkannya karena memiliki banyak manfaat dan keuntungan selama pemakaian. Namun perlu diketahui bahwa Anda harus memilih modul berdasarkan jenis industri sebelum mengaplikasikannya.

Tinggalkan komentar