Pengertian Fiber Optik: Fungsi, Jenis Dan Cara Kerjanya

Saat ini dunia telekomunikasi kian bermanfaat bagi banyak orang. Berbagai perangkat di dalamnya tentu dipilih dengan kriteria tertentu agar mendapatkan kecepatan tinggi serta bekerja secara maksimal. Salah satunya yaitu yang cukup penting yaitu fiber optik.

Pengertian Fiber Optik

Pengertian Fiber optik adalah merupakan salah satu jenis kabel yang terbuat dari material plastik atau kaca dengan seratnya sangat halus. Pada umumnya, digunakan sebagai sarana transmisi karena fungsinya bisa mentransmisikan sinyal cahaya dari satu tempat ke lokasi lainnya menggunakan kecepatan tinggi.

Ukuran dari fiber optik ini sangatlah halus dan kecil. Diameternya saja hanya berukuran sekitar 110 sampai 120 mikrometer. Bahkan, beberapa pendapat mengatakan seratnya tidak lebih besar dari satu helai rambut manusia. Oleh karena itu, jaringan di dalamnya memiliki kecepatan transmisi tinggi.

Komponen jaringan tersebut menghasilkan kecepatan transmisi tinggi menggunakan prinsip kerja dari pembiasan cahaya. Sumbernya berasal dari LED atau laser. Karena aksesnya yang sangat cepat, membuatnya banyak digunakan terutama di bidang telekomunikasi sebagai alat saluran komunikasi.

Pengertian Kabel Fiber Optik Menurut Para Ahli

Pengertian Kabel Fiber Optik Menurut Para Ahli

Semakin berkembangnya dunia telekomunikasi membuat perangkatnya dirancang oleh banyak ahli demi memudahkan proses pengiriman informasi. Salah satu yang sudah menarik perhatian ialah kabel fiber optik karena dikenal dengan kecepatannya. Berikut beberapa pendapat tentang pengertian fiber optik:

Agrawal

Pendapat pertama disampaikan oleh Agrawal pada tahun 2002. Beliau menyampaikan bahwa, kabel fiber optik merupakan untaian tipis yang dibuat khusus mengunakan bahan kaca serta plastic. Kemudian menghubungkannya dari sumber cahaya agar sampai ke tujuan (transmitter menuju receiver).

Sumber cahaya tersebut pada umumnya menggunakan lampu LED, laser ataupun gelombang elektromagnetik lainnya yang memungkinkan. Kedua bahan utama yaitu kaca dan plastic membuat kabel fiber optik tidak bisa mentransfer energi listrik, sehingga diakui lebih aman penggunaannya.

La Ode Muliadi

Pendapat mengenai fiber optik berikutnya disampaikan oleh La Ode Muliadi. Beliau mengemukakan bahwa, perangkat tersebut bisa dikatakan sebagai pemandu gelombang optikal di dalam tabung pejal sangat kecil. Lalu didesain menyerupai bentuk kabel dimana terdapat serat kaca untuk menghantarkan.

Di dalamnya terdapat satu bahkan lebih tabung kaca untuk pentransfer cahaya. Komponen dari kabel fiber optik adalah core, kulit dan mantel biasa disebut dengan buffer. Bagian utama tepat di tengah-tengah merupakan batang silinder terbuat dari material dielektrik biasanya dilengkapi dopin atau fosfor.

M Azadeh

Pendapat berikutnya disampaikn oleh M Azadeh. Beliau menyampaikan bahwa serat optik merupakan salah satu media transmisi terbarukan, karena mampu mengirimkan informasi berkapasitas besar namun memiliki kecepatan sangat tinggi. Kabel ini menggukan cahaya sebagai medianya.

Cahaya yang ditransferkan tersebut merupakan suatu gelombang elektromagnetik terpandu dan dikenl dengan sebutan moda. Hal ini dapat terjadi karena penggunaan kedua bahan penyusun dari kabel fiber optik berupa kaca dan plastic.

Yu Q And X Zhou

Pendapat mengenai serat optik berikutnya disampaikan oleh Yu Q dan X Zhou. Keduanya mengemukakan bahwa, salah satu istilah dalam telekomunikasi tersebut mengarah kepada media transmisi yang mampu menyebarkan cahaya dan memiliki beberapa keunggulan utamanya.

Baca Juga: Pengertian Animasi Komputer

Terdapat empat keunggulan utama yang hanya dimiliki oleh kabel fiber optik jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Kelebihan tersebut adalah tahan terhadap gangguan gelombang elektromagnetik, korosi dan suhu panas, mempunyai sensitivitas tinggi serta tersusun menggunakan struktur sederhana.

Harold Kolimbris

Pendapat berikutnya hadir dari Harold Kolimbris. Beliau menyampaikan bahwa serat optik merupakan pemandu gelombang optik dan dibuat dengan bentuk menyerupai kabel. Di dalamnya terdapat satu atau lebih serat kaca yang berfungsi untuk mentransferkan gelombang cahaya dari sumber ke titik lain.

Gelombang cahaya tersebut ditransmisikan karena data yang didapatkan bisa ditumpangkan. Serat optik tersebut memiliki kemampuan memantukan, sehingga tidak mudah terjadi berbagai gangguan. Seperti atenuasi atau pelemahan pada saat kabel tengah memproses informasi dari beberapa user.

Sejarah Lengkap Fiber Optik

Sejarah Lengkap Fiber Optik

Fiber optik memang sangat memudahkan beberapa penggunaan perangkat umumnya pada dunia telekomunikasi. Meskipun beberapa diantaranya juga diaplikasikan dalam perusahaan besar untuk mendukung sistem kerja internalnya. Anda pun juga perlu mengetahui sejarah perkembangannya:

Awal Perkembangan

Awal mula ditemukannya kabel fiber optik adalah ditandai dengan penemuan sistem photo-phone oleh ahli telekomunikasi pada zaman itu yaitu Alexander Graham Bell. Pada tahun 1880, Bell membuat sistem komunikasi yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai medianya dan dipantulkan ke cermin.

Penemuan tersebut dinamai dengan photo pone. Hasilnya cahaya tersebut berhasil temodulasi tipis dan sukses menghantarkan percakapan. Dari sisi penerima, media tersebut mengenai foto kondukting serta bisa diubah menjadi arus listik. Namun perkembangannya belum bisa digunakan secara umum.

Prototipe Serat Optik

Teknologi berupa kabel fiber optik awalnya memang sering berhadapan dengan berbagai masalah mengenai cara lebih canggih. Pada zaman itu, beberapa ahli memang mengunggulkan bagaimana sistematika agar informasi yang ditransfer dalam jumlah banyak bisa dihantarkan secara cepat.

Mereka juga mengusahakan jarak transfer informasi sudah bisa lebih jauh daripada sebelumnya dengan kesalahan minimal selama proses tersebut. Setidaknya data yang dihantarkan memiliki ukuran sekitar 1 GB.km/s. Artinya yaitu 1 milyar bit dapat disalurkan untuk setiap detiknya dalam 1 kilometer.

Wireless Telegraph

Pada tahun 1987, seorang ahli bernama Marconi mendirikan Wireless Telegraph an Signal Company. Berlanjut ke 1899, dia sukses mengirimkan pesan radio untuk menyebarangi selat Inggris dan Samudera Atlantik sekitar 1901. Perkembangan ini menyebabkan telegraf berkembang sangat cepat.

Pada tahun berikutnya yaitu 1902, Fessenden telah berhasil mengembangkan sistem untuk moulasi frekuensi radio dari suara mansuia. Akan tetapi teknologi tersebut masih belum bisa digunakan bagi kepentingan komersial.

Fungsi Fiber Optik

Fungsi Fiber Optik

Kecepatan akses dari sebuah jaringan tentu menjadi urusan paling utama dalam dunia browsing internet. Alasan ini menjadi latar belakang dari kemunculan berbagai teknologi atau perangkat canggih sebagai komponen penyusunnya. Salah satunya yaitu fiber optik.

Pada dasarnya fungs dari kabel fiber optik memang sama dengan beberapa jenis pada umumnya yakni mengubungkan antar perangkat satu dengan pengguna lainya dalam lingkupan jaringan tertentu. Namun kecepatan menjadi hal yang paling membedakan jika dibandingkan kabel transmisi lainnya.

Kecepatan transmisi data yang bisa dilakukan oleh fiber optik bisa mencapai hingga gigabit per detiknya. Selain itu, tidak terpengaruhi oleh gelombang elektromagnetik sehingga bisa dikatakan paling stabil pemakaiannya. Namun keunggulna tersebut membuat harganya juga kian mahal di pasaran.

Kegunaan Fiber Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegunaan Fiber Optik dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun Anda masih asing dengan istilah kabel fiber optik, pasti tidak sadar jika alat tersebut ternyata sudah sering digunakan di beberapa peralatan kehidupan sehari-hari. Selain digunakan untuk beberapa perangkat, nyatanya masih banyak kegunaan lainnya. Inilah penjelasannya:

Dunia Penyiaran Televisi

Salah satu kegunaan yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari ialah penyiaran televisi. Dunia hiburan memang tidak bisa dijauhkan dengan manusia karena sudah menjadi kebutuhan untuk menenangka pikiran. Oleh karena itu, industri di bidang ini akan bersaing secara maksimal.

Kini dunia penyiaran televisi diakui sudah lebih efektif karena menggunakan kabel fiber optik. Beberapa teknisi di dalamnya mengaku karena penggunaannya tidak membutuhkan banyak tempat saat dipasang di gedung studio. Bahkan cukup aman terhadap gangguan dari gelombang elektromagnetik.

Aplikasi LAN (Local Area Network)

Kegunaan dari kabel fiber optik memang tidak jauh dari dunia telekomunikasi terutama untuk menghubungkan beberapa perangkat dalam satu kawasan yang sama. Salah satunya yaitu LAN atau local area network, dimana komputer dan PC saling dihubungkan agar bisa terkoneksi bersama.

Penggunaan kabel fiber optik sendiri dipilih karena beberapa alasan yaitu lebih efektif serta mempunyai kapasitas besar. LAN pada umumnya digunakan dalam berbagai keperluan seperti sekolah, perkantoran, rumah sakit atau instasi lainnya sehingga pengguna di dalamnya bisa saling terhubung.

Teknologi Telepon Kabel

Salah satu kegunaan lainnya yang mungkin tidak Anda sadari ialah pengaplikasian kabel fiber optik untuk instalasi telepon kabel. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk menjaring area sangat luas pada dunia komunikasi, sehingga dapat digunakan oleh banyak orang meskipun tidak dalam satu area.

Keunggulan kabel fiber optik membuat sistem informasi dapat diterima dari sumber menuju penerimanya. Peralihan dari bahan tembaga akan menyebabkan masyarakat bisa saling terhubung satu sama lain bahkan untuk akses yang sangat cepat.

Saluran Fiber Optik di Bawah Air

Saluran fiber optik di bawah air merupakan terobosan baru dalam dunia telekomunikasi. Hal ini membuat peluang baru bagi banyak orang untuk saling terhubung meskipun berada dalam benua dan samudera yang berbeda. Bahkan akses informasi tersebut dapat diakses dengan sangat cepat.

Dunia telekomunikasi memang semakin berkembang untuk memudahkan banyak orang saling berkomunikasi. Tidak heran jika kabel fiber optik ikut diaplikasikan sebagai komponen penunjang, karena diakui memiliki keunggulan lebih daripada media transmisi lainnya.

Transmisi Satelit

Kegunaan lainnya ialah fiber optik dapat digunakan untuk memperlancar transmisi satelit. Pengaplikasiannya didasarkan atas gangguan yang seringkali dialami karena banyaknya pengguna memakai secara bersamaan bahkan semua orng di dalam satu bumi.

Meskipun diakui merupakan perangkat paling canggih, satelit juga ternyata sering mengalami banyak gangguan terutama dalam masalah kecepatan. Kondisi tersebut bisa ditutupi oleh keunggulan dari kabel fiber optik karena dirasa mampu melakukan transfer data sangat cepat bahkan jaraknya jauh.

Tindakan Operasi di Bidang Kedokteran

Penggunaan kabel fiber optik nyatanya tidak hanya diaplikasikan dalam dunia telekomunikasi saja. Pada bidang kedokteran, media transmisi ini dimanfaatkan ketika dokter sedang melakukan tindakan operasi saat menggunakan laser.

Selain itu, juga digunakan sebagai bahan fiberscope atau alat yang berfungsi untuk melihat organ dalam pada tubuh manusia tanpa melakukan pembedahan. Jadi Anda perlu mengetahui bahwa kegunaan kabel fiber optik tidak hanya dimanfaatkan dalam dunia telekomunikasi saja.

Sensor Fisik Material di Bidang Industri

Tidak berhenti pada dunia kedokteran saja, penggunaan kabel fiber optik juga bermanfaat di bidang industri. Biasanya dipakai sebagai sensor ntuk memonitori struktur fisik pada berbagai macam jenis material yang akan digunakan.

Dalam pengaplikasiannya, fiber optik dipasang tepat pada permukaan sebuah material. Misalnya bahan tersebut akan digunakan untuk merancang bodi pesawat terbang. Nantinya sensor tersebut dapat mengetahui kerusakan apa saja yang dialami sehingga bisa meminimalkan resiko kecelakaan.

Jenis-jenis Kabel Fiber Optik

Jenis-jenis Kabel Fiber Optik

Setelah memahami beberapa ulasan lengkap dari fiber optik, hal lain yang perlu diketahui adalah beragam jenisnya menjadi dua macam. Keduanya dikelompokkan berdasarkan mode transmisinya yaitu tunggal dan multi. Berikut penjelasannya:

Fiber Optik Single Mode

Jenis fiber optik pertama yaitu single mode. Artinya jaringan ini hanya mempunyai transmisi tunggal sehingga hanya dapat menyebarkan cahaya melalui satu inti saja. Jadi dalam satuan waktu tertentu, kabel ini cukup membiaskan satu sumber saja.

Pada umumnya, ukuran dari fiber optik berjenis single. Mode ini hanya memiliki ukuran yang tergolong sangat kecil yaitu 8 sampai 10 mikrometer. Fungsinya digunakan untuk mentransmisikan cahaya berasal dari sinar inframerah menggunakan panjang gelombang (antara 1300 hingga 1550 nanometer).

Fiber Optik Multimode

Jenis berikutnya ialah fiber optik multimode. Berbeda jauh dengan sebelumnya, kabel ini bisa mentransmisikan cahaya dalam jumlah banyak untuk waktu bersamaan. Hal ini disebabkan karena mempunyai ukuran inti lebih besar yaitu sekitar 600 hingga 650 mikrometer.

Fungsinya pun juga digunakan untuk lingkup yang lebih besar. Biasanya digunakan dalam keperluan komersial dan umumnya diakses oleh banyak orang. Fiber optik jenis ini mentransmisikan sinar inframerah menggunakan panjang gelombang kisaran antara 850 sampai 1300 nanometer.

Cara Kerja Fiber Optik

Cara Kerja Fiber Optik

Fiber optik bekerja menggunakan sistemnya sendiri. Hal ini menjadi pembeda dengan jenis kabel lainnya seperti koaksial dan twisted pair. Alasan dari penggunaan bahan plastic dan kaca ialah untuk mengubah listrik agar menjadi gelombang cahaya karena adanya fungsi cermin di dalamnya.

Dengan begitu, kabel fiber optik tentu memiliki keunggulan lain yakni bisa meminimalkan gangguan apabila terjadi masalah dari frekuensi elektrik. Tidak hanya itu saja, gelombang cahaya di dalamnya juga bisa mengirimkan data dalam kecepatan tinggi meskipun penerima berada di jarak sangat jauh.

Oleh karena itu, penggunaan bahan kaca dan plastic memang menjadi keunggulan tersendiri bagi kabel fiber optik. Hal tersebut menjadi alasan besar mengapa banyak perusahaan menggunakan jenis ini daripada kabel lainnya karena dianggap lebih stabil dan cepat selama proses pengiriman data.

Komponen Fiber Optik

Komponen Fiber Optik

Meskipun memiliki ukuran yang tergolong sangat kecil, fiber optik sendiri terdiri dari beberapa komponen penyusun. Setiap bagian memiliki fungsinya masing-masing. tentu saja apabila salah satu tidak berfungsi dengan baik maka keseluruhan kerja pun juga kurang maksimal. Berikut penjelasannya:

Core (Bagian Inti)

Sama halnya seperti sel manusia, meskipun berukuran sangat kecil tentu akan memiliki bagian inti sebagai pusat pengaturan kerja seluruhnya. Di dalam bagian inti ini, terdapat serat kaca sebagai penanda kualitas dari fiber optik itu sendiri.

Diameter bagian ini mamiliki ukuran yang berbeda-beda. Biasanya hanya berukuran 2 sampai 50 mikrometer. Apabila lebih besar maka kualitasnya pun juga semakin baik sehingga menghasilkan performa dan kinerja stabil.

Bagian Cladding

Selanjutnya adalah bagian cladding. Komponen ini terbuat dari kaca sepenuhnya. Fungsinya yaitu sebagai pelindung serat yang dijadikan bahan utama untuk semua penyusun kael fiber optik tersebut. Orang-orang juga sering menyebutnya jaket cladding karena menyelimuti beberapa elemen penting.

Bagian cladding ini memiliki ukuran beragam mulai yang paling kecil yaitu 5 mikrometer sampai terbesar 250 mikrometer. Selain digunakan sebagai penutup bagian inti dari kabel fiber optik, juga berfungsi untuk memancarkan cahaya dari arah luar ke dalam.

Bagian Coating

Lapisan coating juga seringkali dikenal dengan mantel pelindung kabel fiber optik. Bagian ini berbeda jauh dari inti serta cladding karena terbuat dari bahan plastik. Fungsi utamanya adalah melapisi seluruh komponen di dalamya sehingga melindungi dari gangguan fisik yang mengakibatkan kerusakan.

Gangguan fisik yang sering menyebabkan kerusakan adalah lengkungan pada kabel dan kelembaban tinggi dari luar lingkungan, sehingga mengakibatkan komponen di dalam mejadi rusak. Perlu diketahui bahwa bagian coating memiliki warna berbeda-beda untuk mempermudah penyusunan core-nya.

Bagian Outer Jacket dan Strength Member

Komponen terakhir ini bisa dikatakan menjadi yang paling penting untuk menyusun kabelfiber optik. Kedua bagian tersebut merupakan benteng perlindungan utama dari seluruh elemen di dalamnya karena dibuat dari lapisan kuat.

Oleh karena itu, fungsi dari outer jacket dan strength member adalah melindungi inti dari kabel fiber optik dari segala gangguan fisik yang biasana terjadi secara langsung. Sederhananya, meskipun core menjadi bagian terpenting namun tidak akan berfungsi dengan baik apabila tidak dilindungi.

Tips Memilih Fiber Optik Terbaik

Tips Memilih Fiber Optik Terbaik

Mengingat kegunaannya yang cukup penting dalam dunia telekomunikasi, maka memilihnya pun harus berhati-hati dan tidak boleh sembarangan. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan jenis kabel fiber optik agar dipakai sesuai kebutuhan. Berikut penjelasannya:

Pilih Jenis Sesuai Kebutuhan

Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah mengetahui dua jenis dari kabel fiber optik baik single mode atau multi mode. Keduanya memiliki prisip kerja berbeda sehingga tidak bisa digunakan dalam perangkat sama atau bahkan dipasang dengan sembarangan karena tidak mengetahui kebutuhannya.

Masing-masing kedua jenis tersebut juga dibedakan lagi dalam beberapa variasi. Biasanya perbedaan harga dan kebutuhan bergantung dari jarak, kecepatan dan bandwith. Maka dari itu, Anda juga harus mengetahui apa fungsi sebenarnya sebelum membeli kabel fiber optik,

Memilih Bahan Jacket yang Berkualitas

Selanjutnya ialah memastikan bahwa bahan jacket yang digunakan memang berkualitas. Meskipun lapisan ini terlihat cukup sepele namun bagian tersebut memiliki kegunaan cukup penting karena menentukan daya tahan dari inti kabel fibet optik sebagai pelindung luarnya.

Baca Juga: Pengertian Database

Salah satu pelindung standar yang sering digunakan adalah OFNR atau Optikal Fiber non Conductive Riser. Lapisan ini bersifat isolator karena sama sekali tidak mengandung bahan logam di dalamnya. Selain itu juga terdapat bahan Plenum, pada umumnya digunakan di ruang server dan data center.

Memilih Konektor yang Sesuai

Seusai menentukan jenis dan bahan jacket, maka selanjutnya adalah memastikan bahwa konektor yang sudah dipilih memang sesuai dengan kebutuhan. Jika Anda menggunakan kabel berbahan tembaga, Cat 5, 5e atau lebih tinggi lainnya sebaiknya pasang ujungnya menggunakan RJ-45.

Berbeda jika Anda menggunakan kabel berbahan fiber, maka terdapat empat macam konektor yaitu plug LC, plug SC, plug ST dan MTRJ. Meskipun keempatnya sama-sama memiliki prinsip hampir mirip seperti RJ-45, namun masing-masing jenis tersebut memiliki ukuran berbeda sesuai kebutuhan.

Kelebihan Penggunaan Fiber Optik

Kelebihan Penggunaan Fiber Optik

Apabila dibandingkan dengan media transmisi lainnya, penggunaan fiber optik memang lebih dipilih karena dipercaya memiliki beberapa keunggulan. Meskipun dirasa cukup mahal, namun kualitas dan kinerjanya pun juga sepadan. Berikut penjelasannya:

Bandwith Sangat Lebar

Dalam suatu sistem digital, tentu akan membutuhkan banyak ruang bahkan sampai orde gigahertz. Tentu saja hal ini membutuhkan kapasitas yang besar dalam penggunaan media transmisi. Oleh karena itu, fiber optik lebih disarankan daripada jenis lainnya.

Fiber optik bisa menyalurkan data lebih banyak dibandingkan media transmisi lainnya. Tidak hanya itu saja, nyatanya proses tersebut dapat berlangsung dengan sangat cepat. Bahkan mencapai Gbps sehingga bandwith juga semakin lebar.

Memiliki Ukuran Kecil

Ukuran dari fiber optik biasanya paling besar hanya 600 mikrometer saja. Diameter yang sangat kecil ini ternyata menjadi keunggulannya karena ringan dan tidak memakan tempat besar. Akan menjadi hal merepotkan apabila suatu media transmisi berukuran besar dan susah untuk dipindahkan.

Tentu semua perangkat sistem digital akan dimudahkan apabila terdapat kabel yang tidak begitu besar bahkan berukuran sangat kecil. Bayangkan saja jika dunia telekomunikasi masih diribetkan dengan penggunaan jaringan berat dan memakan tempat, tentu tidak akan sesederhana sekarang.

Gangguan Hanya Sedikit

Fiber optik terbuat dari bahan plastic dan kaca. Kedua material tersebut tidak bisa menghantarkan listrik atau bersifat isolator. Oleh karena itu, selama pemakaian akan meminimalkan terjadinya gangguan sebab adanya sinyal elektromagnetik.

Itulah mengapa penggunaan fiber optik dikatakan tidak memiliki banyak gangguan jika dibandingkan media transmisi lainnya. Tentu akan menjadi masalah yang besar apabila timbul konsleting karena bahan logam di dalamnya terkena dengan gelombang elektromagnetik.

Tidak Mudah Terbakar

Berkaitan dengan poin sebelumnya, fiber optik tidak tersusun dari bahan logam sama sekali. Hal ini menyebabkan komponen di dalamnya tidak dapat menghantarkan listrik. Apabila gangguan tidak diinginkan terjadi, bisa meminimalkan resiko kebakaran.

Semua komponen yang menyusun fiber optik tersusun dari dua bahan yaitu plastic dan kaca sehingga keduanya tidak dapat mengalirkan listrik sedikitpun. Oleh karena itu, banyak orang mengatakan bahwa salah satu jenis media transmisi ini merupakan paling aman apabila dibandingkan dengan lainnya.

Mengalirkan Sinyal Lebih Jauh

Selain bisa mentransmisikan dengan kecepatan tinggi, fiber optik juga memiliki keunggulan lainnya yakni mampu mengalirkan sinyal lebih jauh apabila dibandingkan kabel sinyal listrik pada umumnya. Biasanya jenis lainnya hanya bisa mengirimkan informasi dalam jarak tidak lebih dari 50 km.

Berbeda dari fiber optik, nyatanya kabel ini dapat diletakkan pada jarak yang cukup jauh yaitu melebihi 50 km. Bahkan telah dijumpai bahwa kemampuannya bisa mencapai hingga 100 km. Hal ini bergantung dengan komponen apa saja di dalamnya sehingga saling mempengaruhi.

Kekurangan Penggunaan Fiber Optik

Kekurangan Penggunaan Fiber Optik

Meskipun dianggap paling unggul jika dibandingkan kabel listrik lainnya, penggunaan fiber optik juga masih memiliki beberapa kekurangan. Maka dari itu, Anda perlu mengenalinya lebih jauh sebelum membelinya agar tidak salah pilih. Berikut ulasannya:

Pemasangan dan Perawatan Sulit

Sesuatu hal yang kecil tentu akan lebih rumit apabila dioperasikan karena membutuhkan ketelitian tingi, begitu pun dengan kabel fiber optik. Selama pemasangan terhadap berbagai perangkat, diharapkan tidak terjadi kerusakan sedikitpun di dalam komponennya.

Apabila orang awam melakukan pemasangan dengan ilmu seadanya, maka resiko terjadinya kerusakan di dalamnya tentu akan menjadi lebih besar. Adanya gangguan pada kabel fiber optik hanya bisa diselesaikan oleh teknisi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempercayakannya kepada ahlinya.

Harga Relatif Mahal

Istilah mengenai harga yang mahal menentukan kualitasnya memang benar adanya. Hal ini ditunjukkan oleh keunggulan fiber optik di atas dan tidak dimiliki oleh media transmisi lainnya. Bahkan jauh berbeda jika Anda bandingkan dengan kabel UTP.

Mengingat kualitas dari fiber optik mulai dari kecepatan tinggi dan mampu mengirim sinyal jarak jauh, maka tidak ada salahnya jika Anda mengeluarkan banyak uang demi membelinya. Bahkan, kemungkinan terjadinya gangguan pun juga sangat minim apabila dibandingkan dengan jenis lainnya.

Perlu Penempatan yang Tepat

Seluruh perangkat dalam dunia telekomunikasi memang membutuhkan pemasangan serta penempatan yang tepat. Salah satunya adalah kabel fiber optik ini. Jenis media transmisi unggulan tersebut tidak bisa ditempatkan pada sudut ruangan atau belokan tajam.

Hal ini disebabkan karena fiber optik menggunakan media cahaya sebagai penghantar sinyal. Apabila Anda menekuknya akan memungkinkan terjadinya kebocoran dan mengalir pada belokan atau tekukan tersebut. Kemungkinan parahnya bisa menyebabkan kerusakan di komponen dalamnya.

Pengertian Media Transmisi

Pengertian Media Transmisi

Fiber optik adalah salah satu jenis media transmisi. Setelah memahami kabel unggulan tersebut, alangkah baiknya untuk mengetahui istilah ini. Pada umumnya, hal tersebut sering digunakan pada dunia telekomunikasi dengan menghubungkan beberapa perangkat.

Media transmisi sendiri merupakan suatu jalan yang digunakan untuk menyambungkan komputer atau alat-alat komunikasi lainnya secara fisik. Bahkan, beberapa di antaranya juga dimanfaatkan sebagai penghubung antara orang-orang dan jalan-lintas super informasi.

Masing-masing media transmisi tersebut membutuhkan jaringan khusus serta harus saling support satu sama lain. Prinsip kerjanya yaitu membawa getaran sinyal pembawa dari sumber pemancar agar dapat disampaikan kepada penerima.

Jenis-jenis Media Transmisi

Jenis-jenis Media Transmisi

Apabila dilihat pada umumnya, media transmisi dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu wired dan guided media. Namun ada yang menyebutnya dengan wireless atau unguided media. Keduanya tentu memiliki perbedaan sangat nyata yaitu adanya penggunaan kabel atau tidak.

Guided media atau wired merupakan jenis media memiliki bentuk fisik dapat terlihat. Umumnya berupa kabel pasangan berpilih serta kabel serat optik yang akan dibahas lebih dalam lagi. Bisa dikatakan bahwa, perambatan data berjalan melalui sarana tersebut.

Sedangkan unguided media atau biasa disebut dengan wireless merupakan kebalikan dari jenis wired. Jenis ini mengunggulkan cara kerja berupa elektromagnetik, sehingga bekerja tanpa menggunakan perangkat fisik sama sekali karena tidak dibantu adanya pengunaan kabel.

Jenis-jenis Media Transmisi Guided Media

Jenis-jenis Media Transmisi Guided Media

Seperti penjelasan sebelumnya, bahwa media transmisi berupa guided media membutuhkan media fisik sebagai perantaranya. Salah satunya yaitu kabel fiber optik. Meskipun memilik ukuran sangat kecil, namun pemasangannya masih membutuhkan tempat. Berikut beberapa jenis-jenisnya:

Kabel Pasangan Berpilin

Jenis pertama dari media transmisi guided media yaitu kabel pasangan berpilin atau biasa disebut dengan twister pair cable. Istilah ini mengarah pada artinan sepasang tebaga yang diputar bersamaan membentuk spiral lalu dibungkus menggunakan lapisan berbahan plastic.

Twisted pair cable memiliki diameter cukup kecil yakni hanya 0,4 sampai 0,8 mikrometer Kabel pasangan berpilin ini dibedakan lagi menjadi dua jenis yaitu kabel UTP atau unshielded twisted pair serta STP atau shielded twisted pair.

Kabel Koaksial

Kabel koaksial adalah dua konduktor dimana salah satunya berada di rongga luar dan saling mengelilinginya, namun akan dipisahkan menggunakan bahan yang bersifat isolator atau tidak bisa menghantarkan listrik. Penggunaannya menghasilkan transmisi dengan sifat konstan.

Coaxial cable memang terdiri dari dua konduktor yang keduanya saling mengelilingi. Kabel jenis koaksial mempunyai impedansi cukup konstan. Selain itu tidak menghasilkan medan magnet seperti pada jenis umumnya yang berbahan dasar dari logam.

Kabel Serat Optik

Selanjutnya yang akan menjadi pembahasan utama adalah jenis kabel serat optik. Biasa disebut dengan fiber optik cable merupakan suatu jalan transmisi berbahan dasar plastic halus dan serta kaca. Fungsi kerjanya dapat mentransferkan sinyal cahaya bahkan berjarak sangat jauh.

Perambatan cahaya tersebut dapat dipindahkan dari satu titik ke lokasi lainnya. Kabel serat optik memiliki sumber yang berasal dari sinel LED atau laser. Pada umumnya, fiber optik cable hanya mempunyai diameter seukuran 100 hingga 120 mikrometer sehingga tidak banyak memakan tempat.

Dua Jenis Kabel Pasangan Berpilin

Dua Jenis Kabel Pasangan Berpilin

Setelah mengetahui pengertian dari kabel pasangan berpilin, Anda juga perlu memahami bahwa jenis ini dikelompokkan lagi menjadi dua macam yaitu UTP dan STP. Keduanya dibedakan berasarkan radiasi elektromagnetik serta adanya crosstalk yang terjadi jika saling berdekatan. Berikut penjelasannya:

STP (Shielded Twisted Pair)

Kabel STP adalah jenis yang sering digunakan pada jaringan komputer. Di dalamnya berisikan dua untaian pasang disusun secara berpilin. Beberapa pendapat menyampaikan bahwa shielded twisted pair lebih tahan terhadap berbagai gangguan, karena posisinya dibuat dalam kondisi tertekuk.

Namun selama proses transmisi data yang dikerjakan oleh STP seringkali mengalami attenuasi atau pelemahan sinyal. Hal ini membuat crosstalk dan sinyal hiding kerap dialami oleh pengguna. Namun kabel ini direkomendasikan jika Anda menggunakannya dalam satu lingkup dan tidak saling berjauhan.

UTP (Unshielded Twisted Pair)

Jenis UTP juga seringkali digunakan dalam instalasi perangkat komputer. Di dalamnya berisi empat pasang kabel, masing-masing sudah disusun secara berpilin atau twisted. Berbeda jauh dengan STP yang memiliki pelindung, unshielded twisted pair memang dirancang tanpa lapisan luar.

Baca Juga: Pengertian Internet

Kabel UTP diakui memiliki proses instalasi mudah karena memiliki ukuran yang tergolong kecil. Selain itu, orang-orang juga banyak memilihnya, karena dijual dengan harga lebih murah jika dibandingkan jenis media transmisi lainnya. Namun sangat rentan terhadap gngguan interferensi elektrik di sekelilingnya.

Kelebihan dan Keunggulan Kabel Koaksial

Kelebihan dan Keunggulan Kabel Koaksial

Jika Anda sudah memahami pengertian singkat dari kabel koaksial, maka selanjutnya ialah mengetahui apa kelebihan dan kekurangannya. Meskipun memiliki keunggulan dapat mentransmiiskan sinyal frekuensi cukup tinggi yakni 300 kHz ke atas. Lebih jelasnya, simak ulasan berikut:

Keunggulan

Keunggulan dari kabel koaksial adalah bisa digunakan untuk menyebarkan informasi untuk 900 kanal telepon. Selain itu juga banyak diaplikasikan di dalam tanah, sehingga biaya perawatannya cukup rendah. Sebab, tidak mendapati berbagai gangguan elektris seperti di luar ruangan.

Kabel koaksial dirancang dengan adanya penutup isolasi menggunakan bahan tertentu. Hal ini meminimalkan kemungkinan terjadiya interferensi apabila didekatkan dengan sistem lain. Jenis tersebut cukup direkomendasikan jika Anda mengutamakan keamanan dan kecepatan transfer data.

Kelemahan

Selain unggul dalam kecepatan dan aman karena dilapisi dengan pelindung isolasi, kabel kolaksial juga nyatanya memiliki beberapa kelemahan yang bisa dijadikan pertimbangan jika Anda ingin membelinya. Salah satunya yaitu mengalami reaman cukup besar sehingga harus dipasang banyak repeater.

Terlebih jika penggunaannya diaplikasikan untuk beberapa perangkat yang memiliki jarak jauh. Meskipun dilindungi dengan penutup isolasi, akan tetapi kabel koaksial hanya bisa dipasang di atas tanah. Sehngga kemungkinan kerusakan fisik masih bisa terjadi dan menyebabkan kerusakan.

Jenis-jenis Media Transmisi Unguided Media

Jenis-jenis Media Transmisi Unguided Media

Tipe selanjutnya ialah media transmisi berjeis unguided media. Dengan tidak menggunakan adanya media fisik sama sekali, maka menggunakan prinsip gelombang elektromagnetik saat mentransferka informasi dari pemancar ke penerima. Biasanya dikenal sebagai wireless. Berikut penjelasannya:

Frekuensi Radio

Jenis media transmisi berupa wireless yang pertama aalah frekuensi radio. Prinsip kerjanya menggunakan gelombang elektromagnetik dalam kisaran antara 3kHz hingga 300 Ghz. Oleh karena itu, banyak media komunikasi seperti televisi dan radio menggunakan sistem ini.

Pada umumnya frekuensi radio akan menggunakan antena dalam menyebarkan gelombang elektromagnetik. Itulah mengapa pada beberapa saluran radio hanya bisa dinikmati oleh pendengar dari satu kawasan saja. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan dari media tersebut memang tidak sama.

Gelombang Mikro

Jenis selanjutnya ialah gelombang mikro. Biasanya dikenal dengan sebutan microwave. Definisinya adalah media transmisi yang menggunakan gelombang elektromagnetik berfrekuensi super tinggi. Pada umumnya berada di kisaran 3gHz hingga 30 gHz.

Dengan frekuensi tersebut, gelombang mikro akan menyalurkan data menggunakan panjang gelombang tidak lebih dari 1 mm. Biasanya maksimal hanya sampai 1 mm. Besar kecilnya tersebut menentukan kecepatan untuk mentransmisikan sinyal dari pemancar kepada masing-masing penerima.

Infra Merah

Pastinya Anda sudah sering mendengarkan istilah ini. Biasa dikenal dengan infrared merupakan salah satu jenis media transmisi yang memakai radiasi elektromagnetik menggunakan panjang gelombang lebih panjang daripada cahaya.

Panjang gelombang yang digunakan berada di antara cahaya tampak dan radiasi gelombang radio. Oleh karena itu, kecepatan transfer data dapat dikatakan lebih cepat daripada microwave. Umumnya media transmisi ini hanya diaplikasikan pada beberapa perangkat dengan jarak dekat seperti remote.

Satelit

Jenis terakhir dari media transmisi wireless adalah satelit. Tipe ini dipercaya menjadi yang paling canggih daripada lainnya, karena sudah menggunakan perangkat kompleks berupa satelit untuk mendapatkan sinyal dari satu lokasi bumi dan ditransfer ke titik lainnya.

Masing-masing dari satelit ini akan mengorbit dan saling beroperasi pada beberapa band frekuensi yang dikenal dengan sebutan channel transponder. Menurut prinsip kerjanya, penggunaan media transmisi ini sudah diaplikasikan pada beberapa perangkat jarak jauh seperti siaran TV dan telepon.

Kelebihan dan Kekurangan Satelit

Kelebihan dan Kekurangan Satelit

Perangkat yang cukup kompleks dalam menyusun satelit ternyata juga masih memiliki banyak kekurangan ketika pemakaian. Oleh karena itu, kini telah banyak dijumpai penggunaan kabel fiber optik untuk mempertahankan kecepatan karena jenis media transmisi ini memang dikenal sangat cepat.

Kelebihan

Mengingat penggunaan satelit bisa menghubungkan antar benua dan samudera, maka terbukti bahwa media ini bisa membuat orang-orang saling berkomunikasi (meskipun berada dalam jarak yang jauh sekalipun). Tentu akan sangat merepotkan jika hubungan komunikasi tersebut membutuhkan kabel.

Bayangkan saja jika satelit masih belum ditemukan, maka para teknisi di dunia telekomunikasi akan disibukkan dengan menggelar kabel antar benua dan samudera. Ini semua demi menghubungkan orang di bumi ini. Bahkan, penggunaannya memang diakui dapat menjangkau daerah terpencil sekalipun.

Kekurangan

Dalam proses pemasangan dan perancangannya yang membutuhkan banyak perangkat dan terbilang sangat kompleks, tentunya harus membutuhkan keahlian tertentu dan biaya tinggi. Tentu satelit hanya digarap oleh orang-orang terpilih saja dengan kemampuan mumpuni mereka di bidang telekomunikasi.

Selain biaya pemasangannya yang sangat mahal, perawatannya pun juga memerlukan hal serupa. Pemasangannya di luar angkasa memungkinkan terjadinya batasan penggunaa frequency carrier karena adanya atmospheric losses cukup besar untuk frekuensi lebih dari 30 GHz.

Faktor-Faktor Media Transmisi

Faktor-Faktor Media Transmisi

Dalam penggunaan media transmisi juga dikenal beberapa faktor sebagai penentu kualitasnya. Begitu pun dengan kabel fiber optik terdiri dari beberapa jenis, sehingga Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan masing-masing. Berikut penjelasannya:

Bandwith

Tentu Anda sudah sering mendengar istilah tersebut namun belum pasti apa arti sebenarnya. Bandwith biasa juga disebut dengan lebar pita. Artinya mengarah kepada kemampuan atau kapasitas yang bisa digunakan suatu kabel untuk melewati trafik data dalam satuan waktu tertentu yaitu bit per second.

Sistem kerja dari bandwith dipengaruhi oleh faktor lainnya. Apabila komponen lain memiliki nilai konstan, maka kapasitas data yang dapat diantarakan juga semakin besar. Hal ini menunjukkan bhwa rate data diperoleh pada sebuah sinyal komunikasi akan kian cepat dan tinggi.

Gangguan Transmisi

Salah satu jenis kabel yang dipercaya tidak akan mengalami banyak gangguan pada saat transmisi data ialah fiber optik. Meskipun memiliki harga lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis lainnya, namun orang-orang tetap mengutamakan keamanan selama penggunaan.

Gangguan transmisi seringkali disebabkan oleh adanya attenuasi atau pembatasan jarak. Pada jenis guided biasanya kabel berjenis twisted pair diakui lebih sering mengalami masalah, jika dibandingkan koaksial dan fiber optik.

Interferensi

Maksud dari sinyal interferensi adalah terjadinya transfer data secara tumpeng tindih di dalam band komunikasi, sehingga mengharuskan beberapa di antaranya perlu dihapus. Kemungkinan besar akan dialami pada media unguided.

Namun juga pernah dijumpai bahwa interferensi terjadi pada media guided. Biasanya terjadi pada beberapa kabel yang saling berdekatan, maka interaksi antara medan magnetic tidak dapat dibendung. Oleh karena itu, kemampuan masing-masing kabel tentu berbeda jika mengalami hal ini.

Jumlah Penerima

Sudah menjadi hal yang umum apabila pengguna pada suatu server terlalu banyak maka bisa menyebabkan kecepatan transfer data akan melemah. Masing-masing jenis dari media transmisi memiliki kuaalitas berbeda-eda jika jumlah penerima cukup tinggi.

Pada media guided biasanya digunakan untuk membangun hubungan antara satu titik dengan yang lainnya. Dimana pada kasus tertentu bisa saja menyebabkan atenuasi, distorsi ataupun gangguan lainnya. Oleh karena itu, Anda bisa menentukan jenis media transmisi paling tepat sesuai kebutuhan.

Radiasi

Gangguan ini terjadi karena adanya kebocoran sinyal. Biasanya disebabkan oleh sambungan listrik tidak diinginkan sehingga mengganggu fungsi kerja daari sebuah media transmisi. Tentu saja masalah tersebut dapat menghambat seluruh kerja dari satu server.

Apabila Anda tidak menginginkan hal ini terjadi, maka penggunaan kabel fiber optik sangat direkomendasikan. Jenis tersebut terbilang cukup aman digunakan karena tersusun dari bahan kaca dan plastic sehingga kurang bisa menghantarkan listrik.

Attenuasi

Selain adanya kebocoran sinyal, gangguan lain pada media transmisi juga disebabkan karena adanya pelemahan jaringan saat perambatan. Tentunya masalah ini bisa mengganggu performa serta memperlemah kecepatan ketika transfer data.

Beberapa rekomendasi mengatakan jika Anda tidak ingin mengalami banyak gangguan selama proses kerja berlangsung, maka bisa menggunakan kabel fiber optik. Hal ini dikarenakan ukurannya yang sangat kecil dapat mengirimkan data dalam jumlah besar serta memiliki kecepatan tinggi.

Baca Juga: Pengertian Modem

Perkembangan dunia telekomunikasi memang sudah kian pesat. Berbagai perangkatnya telah sengaja didesain demi memudahkan orang-orang untuk saling berkomunikasi. Salah satunya yaitu fiber optik. Meskipun berukuran sangat kecil, namun kegunaan dan keunggulannya patut dimaksimalkan.

Tinggalkan komentar