Pengertian Fiksi & Non Fiksi, Jenis, Ciri Serta Contohnya

Bagi para pecinta karya tulis, pengertian fiksi dan non fiksi jenis, contohnya serta ciri ciri fiksi harus dipahami secara mendalam sehingga mereka bisa membedakannya. Dengan mengetahuinya, seseorang tidak akan kebingungan ketika berada di toko buku.

Pengertian Non Fiksi secara Umum

Pengertian Non Fiksi secara Umum

Karangan non fiksi berarti buku yang di dalamnya mengandung kebenaran. Teks tersebut bukanlah hasil dari imajinasi seseorang sebab untuk membuatnya dibutuhkan pengetahuan serta ilmu. Apabila bentuknya cerita, maka karya itu sifatnya aktual dan bisa dibuktikan.

Non fiksi ialah karya seni yang sifatnya faktual sehingga di dalamnya mengandung kejadian nyata. Tidak seperti fiksi, teks tersebut merupakan hal-hal nyata. Umumnya buku bersifat informatif seperti memaparkan opini atau gagasan dalam teksnya. Terdapat berbagai bentuk non fiction.

Karangan non fiksi antara lain biografi, opini, esai dan eksposisi. Selain itu, buku pengetahuan yang mengulas tentang suatu topik juga dapat dikategorikan sebagai teks tersebut. Buku ini sangat ilmiah sehingga tidak ada unsur imajinasi dan kebenarannya bisa dibuktikan dengan ilmu.

Karangan ini sangat bermanfaat sebab masyarakat dapat memahami tentang ilmu suatu bidang dengan mudah. Tak hanya itu, teks tentang biografi pun bisa diketahui dengan mudah berkat keberadaan non fiksi tersebut. Intinya, buku yang mengandung kebenaran dan tidak imaginatif termasuk tipe ini.

Pengertian Fiksi Menurut Para Ahli

Pengertian buku fiksi dan non fiksi sangatlah berbeda. Non fiction ini bersumber pada pengamatan langsung yang tidak imaginatif. Sementara itu, fiction termasuk karya sastra dengan inspirasi yang luas serta diciptakan melalui rekaan. Berikut adalah definisinya menurut beberapa tokoh terkenal:

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fiksi adalah karangan rekaan yang diciptakaan dengan berdasarkan khayalan pengarangnya. Keberadaan karya sastra ini umumnya hanya dari pengalaman atau pemikiran penulisnya. Terdapat beberapa jenis fiction antara lain: novel, cerpen dan roman.

Novel merupakan karangan yang berisikan cerita dengan halaman cukup panjang. Ini mengisahkan tentang berbagai hal mulai petualangan hingga percintaan. Sebagian besar bersumber dari imajinasi pengarangnya. Meskipun ini berasal dari pemikian, namun terkadang bersumber dari kejadian nyata.

Baca Juga: Contoh Resensi Buku

Kini banyak cerita fiksi bersumber dari kejadian nyata. Namun, penulisnya memberikan bumbu-bumbu kisah menjadi lebih menarik. Meskipun rekaan, tidak sedikit pula yang dibuat berdasarkan true story. Keberadaan karangan ini sangat menghibur sebab umumnya terdapat banyak nilai kehidupan.

Henry Guntur Tarigan

Fiksi ialah sebuah karya sastra yang dihasilkan dari imajinasi atau pikiran seorang pengarang. Dari sini, bisa terlihat bahwa pemikiran penulis novel tersebut didasarkan pada rekaan belaka. Meskipun tidak ilmiah, namun keberadan karangan itu mampu menghibur para pembacanya.

Karangan fiksi ini memberikan inspirasi kepada para pembaca sehingga teks itu laris manis di pasaran. Apalagi kini ada banyak genre tersedia mulai horor, drama hingga komedi. Adanya opsi tersebut membuat berbagai penikmat karya sastra dapat berkumpul bersama.

Karya sastra ini didasarkan pada pemikiran pengarang sehingga penulis memiliki kendali penuh untuk menciptakan sebuah teks. Meskipun rekaan, terkadang ia melakukan sedikit riset demi menghasilkan cerita bagus yang dapat disukai oleh penikmatnya.

Thani Ahmad

Fiksi adalah karya yang diciptakan penulis dengan imajinasinya tanpa mempertimbangkan fakta serta sejarah. Thani juga mengungkapkan bahwa keberadaannya tidak mempedulikan kejadian aslinya. Karena rekaan, maka penulis mempunyai kendali untuk menciptakan alur cerita sesuai keinginannya.

Penulis terkadang mengesampingkan fakta yang sebenarnya terjadi karena ia murni ingin menciptakan karya unik dan menarik. Sastra memang menarik sebab di dalamnya terdapat berbagai hal yang menantang hasil pemikiran para pengarang bertalenta.

Bisa dikatakan, Thani mendefinisikan cerita fiksi sebagai kemurnian imajinasi seseorang sehingga pembaca tidak perlu mengaitkannya dengan sejarah sebab terkadang memang tidak berkaitan. Jika membaca novel, mungkin Anda akan teringat suatu peristiwa sejarah, namun ingatlah bahwa cerita itu murni rekaan.

Nurgiantoro

Salah satu tokoh terkenal yang juga mendefinisikan fiksi ialah Nurgiantoro. Ia mengungkapkan bahwa ini merupakan prosa naratif hasil cipta dari imajinasi penulisnya. Dia pun menambahkan bahwa fiction umumnya rekaan. Meskipun demikian unsur di dalamnya cukup masuk akal jika dipikirkan.

Jadi, meskipun ceritanya rekaan, namun alur cerita itu bisa diterima dengan akal sehat sehingga karya sastra ini tetap diminati oleh masyarakat. Adanya kebenaran tersebut tentu saja dibalut kisah menarik hingga mampu mengunggah rasa penasaran pembaca untuk terus membaca.

Nurgiantoro pun menekankan kata prosa naratif untuk mendefinisikan fiksi. Ini berarti ia menitikberatkan novel atau hikayat sebagai salah satu contohnya. Ceritanya sungguh mendramatisir jadi pembaca seolah masuk dalam kisah tersebut.

Wellen dan Warren

Pengertian fiksi menurut Wellen dan Warren cukup unik. mereka mengungkapkan bahwa fiction ialah struktur bangunan yang mempunyai tujuan estetik. Bagian dalam karya tersebut mampu terbentuk secara koheren sehingga pembaca mampu mendapatkan manfaatnya.

Manfaat utama yang diperoleh yakni memberikan hiburan. Selain itu, pembaca juga dapat sedikit belajar dari pelajaran kehidupan para tokoh-tokohnya. Wellen dan Warren menekankan bahwa tujuan dibuatnya fiksi ialah memberikan seni bagi masyarakat.

Seni yang dimaksud ialah keindahan gaya tulisan dalam cerita sehingga pembaca tetap khusyuk membaca meskipun tidak ada gambar pada novel itu. Pengarang handal mampu membuat penikmatnya merasa seolah berada di dalam kisah tersebut.

Semi

Karangan fiksi ini didefinisikan oleh Semi sebagai cerita yang berwujud narasi dengan kisah imaginatif tanpa memikirkan realitanya. Kenyataan memang penting, namun ini tidak menjadi pertimbangan utama saat menulis karya fiction. Hal terpenting dalam kisahnya ialah prosa bersifat rekaan.

Semi mengungkapkan bahwa cerita fiksi ini penuh imajinasi. Jadi, jika menemukan cerita dengan alur agak aneh, maka jangan langsung menilainya buruk sebab itu adalah murni kebebasan berkarya. Pengarang novel memiliki hak menciptakan kisah tertentu tanpa berpegang teguh pada faktanya

Semi menyatakan bahwa cerita fiksi adalah kisah dengan wujud narasi berdaya imajinasi tinggi. Meskipun tak memikirkan realita sesuatu kejadian, namun bukan berarti ceritanya tidak menarik. Justru itulah yang menjadi alasan mengapa orang memburunya.

Krismasanti

Krismasanti menganggap fiksi sebagai cerita yang ditulis pengarang dengan mengandalkan imajinasinya. Penggunaan inspirasi dari lingkungan sekitar memang terkadang dilakukan oleh penulis. Namun, mayoritas ini diciptakan melalu berpikir. Penggunaan khayalan sangat tinggi.

Cerita fiksi diciptakan dari khayalan pengarang dengan gaya tulisan penuh estetika. Meskipun tidak memperdulikan realita atau sejarah suatu tempat, namun terkadang karangan mendapat sedikit inspirasi dari observasi terhadap lingkungan sekitar.

Karya sastra memang unik. Meskipun mayoritas rekaan, namun bukan berarti pengarang tak boleh menggunakan fakta di sekitarnya untuk membumbui ceritanya. Pengertian fiksi dalam arti luas tidak sekedar menulis cerita imajinatif saja, sebab penulis pun mengambil inspirasi dari sekitarnya juga.

Abrams

Salah satu tokoh terkenal yakni Abrams mendefinisikan fiksi sebagai karya naratif yang bersifat rekaan. Cerita tidak didasarkan pada kenyataan sehingga mengandalkan imajinasi untuk membuatnya. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa fiction berhubungan erat dengan khayalan.

Fiksi ialah karya sastra yang dihasilkan dari imajinasi pengarangnya. Abrams juga menambahkan bahwa ceritanya tidak merujuk pada kejadian maupun sejarah di kehidupan nyata. Pengarang diharuskan memiliki imajinasi berkualitas plus kemampuan mengolah kata dengan baik.

Tanpa kemampuan menulis yang baik, cerita berkualitas takkan tercipta. Terkadang pengarang melakukan riset terlebih dahulu guna menghasilkan kisah unik sehingga pembaca akan tertarik untuk membaca. Fiksi mampu membuat peminatnya tersentuh karena kata-katanya mengandung makna mendalam.

Alternbernd dan Lewis

Fiksi ialah karya yang menyuguhkan segala permasalahan hidup manusia. Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Alternbernd dan Lewis melihatnya sebagai sarana mengekspresikan problematika kehidupan. Memang, sebuah karangan selalu memuat setidaknya satu persoalan.

Umumnya, tokoh utama mengalami berbagai persoalan hidup. Perjuangan menghadapinya diceritakan begitu detail dan runtut. Definisi ini menekankan pada masalah kehidupan karena suatu karangan selalu memuat konflik. Tak hanya berjumlah satu, terkadang pemeran utama dihujani berbagai cobaan.

Karangan tak hanya memberikan bayangan akan suatu permasalahan hidup, namun cerita di dalamnya mengandung pelajaran. Tokoh utama umumnya mampu menghadapi kendalanya, dengan atau tanpa bantuan pemeran lainnya. Namun, tidak sedikit pula yang gagal menyelesaikannya.

Rocky Gerung

Salah satu tokoh terkenal yakni Rocky Gerung mendefinisikan fiksi sebagai sebuah energi, sifatnya mampu mengaktifkan imajinasi. Keberadaannya dihubungkan dengan istilah Yunani telos yang bermakna tujuan atau akhir. Sama seperti definisi lainnya, ia memfokuskan pada kata rekaan.

Karya sastra ini diciptakan agar pembaca mampu membangkitkan imajinasi. Prosa bentuknya tulisan sehingga saat dibaca, secara tidak langsung membuat penikmatnya berpikir seolah-olah sedang mengalami apa yang dirasakan oleh tokoh dalam cerita.

Pengarang menciptakan karya sastra dengan cara menghadirkan imajinasi dalam tulisannya. Kata-kata diolah sedemikian rupa sehingga orang akan mampu menangkap pesannya. Tak hanya itu, pembaca diharapkan mampu menggunakan otak untuk membayangkan.

Beberapa Jenis Fiksi yang Harus Diketahui

Beberapa Jenis Fiksi yang Harus Diketahui

Setelah mengetahui pengertian fiksi dan non fiksi, berikutnya perlu memahami jenis-jenisnya. Ada banyak macam fiction yang harus dimengerti. Meskipun rekaan, namun terkadang ceritanya berdasarkan kejadian di masa lampu. Hanya saja diberikan bumbu imajinasi agar lebih menarik.

Roman

Roman ialah salah satu karya sastra yang sifatnya rekaan. Karangan fiksi ini umumnya mengarah ke kisah klasik sehingga penggunaan bahasanya sedikit susah dimengerti. Pembaca perlu membaca secara mendalam. Tak hanya kosa kata, ide ceritanya pun mengisahkan kejadian berlatar tempo dulu.

Baca Juga: Situs Download Buku Gratis

Meskipun kebanyakan mengambil latar belakang kisah klasik, namun roman ini sangat diminati oleh pecinta karya sastra. Mereka mengatakan bahwa dengan membaca karya sastra tersebut, orang dapat belajar banyak termasuk pengalaman hidup tokohnya.

Roman merupakan salah satu jenis karya sastra yang di dalamnya terdapat konflik. Tokoh utama diceritakan secara detail sebelum dihujani berbagai cobaan mulai kecil hingga besar. Meskipun berkonflik, namun di akhir cerita umumnya persoalan dapat diakhir dengan baik.

Novel

Novel ialah salah satu karya fiksi terkenal. Karangan yang bersumber dari imajinasi pengarang ini memiliki seorang tokoh utama, entah laki-laki atau perempuan. Ceritanya bervariasi sesuai genrenya. Pemerannya dikisahkan dari awal hingga akhir dengan sangat runtut.

Tokoh utama ini akan mengalami kendala di bagian tengah cerita. Semakin ke bagian akhir, persoalan hidupnya mulai terselesaikan dengan baik. Meskipun demikian, tak jarang kisah novel memiliki sad ending. Pengarang memiliki hak ingin membuat ending bahagia atau sedih.

Umumnya pembaca akan dibuat kebingungan menebak akhir cerita. Bahkan, ada pula akhir novel yang dibuat menggantung sehingga kesimpulannya dikembalikan kepada penikmatnya. Keberadaan seni sastra ini begitu membangkitkan imajinasi masyarakat.

Cerpen

Salah satu karya sastra menarik yang juga kerap diminati oleh para pembaca ialah cerpen. Berbeda dari novel, cerita pendek ini memiliki halaman tipis sebab minimal jumlah katanya 2000. Karangan tersebut bisa habis dalam hitungan menit. Ceritanya pun tak lepas dari konflik.

Namun, karena hanya terdiri dari ribuan kata, umumnya hanya ada satu masalah yang dihadapi oleh tokoh utama. Pengarang cerpen pun dituntut mampu mengemas sebuah kisah dalam keterbatasan kata. Kisahnya harus menarik agar pembaca tetap merasa penasaran hingga selesai membacanya.

Karya sastra ini disukai karena membacanya tidak membutuhkan banyak waktu. Berbeda dari novel yang menghabiskan beberapa hari, melahap cerpen hanya butuh beberapa menit, sesuai jumlah kata. Itu terkadang dijadikan orang untuk berlatih menulis sebelum menciptakan prosa panjang seperti novella.

Fabel

Ada lagi karya sastra yang menarik untuk diketahui yakni fabel. Ini merupakan karangan cerita dengan tokoh hewan. Uniknya, perilakunya menyerupai manusia sehingga menjadikan menarik. Kebanyakan orang tua membacakannya kepada anak-anak.

Meskipun tokohnya hewan, namun perilaku manusia. Jadi mereka berbicara, makan dan berjalan-jalan layaknya cerita di kehidupan orang sehari-hari. Tidak hanya menyuguhkan kisah menarik serta lucu, namun fabel memberikan nilai-nilai penting.

Anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan dari cerita tersebut, namun fabel juga mengajarkan si kecil untuk berperilaku baik terhadap sesama. Adanya moral value ini membuatnya dijadikan cerita penghantar sebelum tidur.

Mitos (Mite)

Siapa yang tak mengenal mitos? Ternyata ini termasuk dalam salah satu fiksi, yakni rekaan. Meskipun demikian, segelintir masyarakat masih mempercayai keberadaan cerita tersebut. Umumnya kisahnya berkembang dari mulut ke mulut hingga akhirnya dibukukan oleh penerbit.

Keberadaan mitos ini dianggap benar adanya meskipun terdengar tidak masuk akal. Dahulu, penyebarannya dilakukan dari mulut ke mulut secara langsung. Namun, kini, sosial media ikut menyebarkannya. Sungguh-sungguh terjadi atau tidak adanya mite itu memberikan warna pada fiksi.

Keberadaan mitos tersebut terkadang dikaitkan pada hal-hal gaib atau kejadian di masa lampau. Anda boleh percaya atau tidak dengan kebenarannya. Adanya seni sastra ini memberikan warna pada masyarakat sehingga mereka dapat memilih bacaan sesuai keinginan.

Dongeng

Dongeng ialah jenis karya sastra yang cukup terkenal di kalangan masyarakat. Karangan ini kerap dijadikan salah satu bacaan sebelum si kecil tidur. Ceritanya penuh khayalan sehingga masyarakat pun menganggapnya sebagai rekaan semata. Meskipun imajinatif, namun orang sangat menyukainya.

Keberadaan karya sastra ini membuat anak-anak bersemangat di malam hari. Orang tua umumnya akan membacakan cerita hingga mereka tertidur pulas. Berbagai kisah bisa diceritakan mulai dari Putri Salju hingga Putri Duyung. Sebagian besar dongeng memiliki akhir baik, apalagi ditujukan untuk usia belia.

Dongeng umumnya memiliki akhir bahagia agar anak-anak menyukai kisah tersebut. Namun, bukan berarti tak ada kisah yang berakhir sedih. Keberadaan karya sastra ini mampu menghibur pembaca terutama si kecil. Meskipun tak benar-benar terjadi, namun nilai kehidupannya bisa menginspirasi.

Puisi

Salah satu karya sastra yang sifatnya rekaan serta penuh imajinasi ialah puisi. Pengarangnya membuat beberapa bait berisikan tulisan indah. Gaya bahasanya sungguh memukau dan penuh makna. Penyair menggunakan simbol semisal kucing untuk menjelaskan seorang wanita lugu nan manja.

Simbol yang digunakan sangat bervariasi, bergantung pada inspirasi penyair tersebut. Ungkapan indah pun dipakai demi menghasilkan sebuah puisi berkualitas. Terkadang kisahnya fiksi, namun tidak sedikit penulis meluapkan perasaan lewat bait-baitnya.

Sandiwara

Karya fiksi itu tidak hanya dapat dibaca, namun masyarakat juga bisa menontonnya seperti sandiwara. Terdapat banyak tipe pada seni tersebut antara lain: opera, teater dan drama. Bahkan, permainan boneka untuk anak-anak pun termasuk dalam fiction. Tarian teatrikal juga digolongkan pada jenis ini.

Orang dapat menonton sandiwara tersebut secara langsung yang biasa dipentaskan di panggung. Namun, kini fiksi pun bisa menikmati teater secara online. Hanya dengan berbekal gadget atau laptop serta koneksi internet, Anda mampu merasakan keindahan seni sastra tersebut.

Sandiwara ini termasuk fiksi karena umumnya menampilkan cerita rekaan yang penuh imajinatif. Keunikan dari seni tersebut ialah karya ini boleh diabadikan lewat video sehingga bisa diulang di rumah. Tak hanya itu, peran pemain dapat dinikmati langsung lewat indera penglihatan dan pendengaran.

Epik

Salah satu karya fiksi yang kerap ditemukan di toko buku ialah epik. Berbeda dari novel, karangan ini berfokus pada cerita kepahlawanan. Kisahnya memiliki tokoh utama sama seperti teks lainnya, namun pengarang memberikan tema heroik. Pahlawan bisa laki-laki atau wanita, tergantung keinginan penulis.

Karya epik ini mungkin tidak sebanyak novel sebab peminatnya pun kini mulai meredup. Sama seperti roman, gaya bahasanya sedikit rumit karena memiliki kosa kata tempo dulu. Memahaminya membutuhkan waktu. Meskipun demikian, keberadaan sastra tersebut sangat unik.

Pembaca akan diajak secara tidak langsung berkelana ke masa lalu. Latar waktu dan tempatnya sangat berbeda dengan saat ini sehingga peminatnya seolah mampu merasakan peristiwa tersebut. Itu seperti berwisata lintas waktu. Lewat membaca karya, seseorang dapat berjalan ke kejadian lampau.

Contoh Cerita Fiksi yang Paling Populer

Contoh Cerita Fiksi yang Paling Populer

Nah, kini Anda telah mengetahui apa saja jenis-jenis fiksi. Bicara tentang karya sastra, berikut adalah beberapa contoh fiction terpopuler di Indonesia. Meskipun rekaan, namun minat pembaca sangat tinggi, bahkan mengalahkan non fiksi.

Novel

Bicara tentang arti fiksi, novel tergolong sastra rekaan karena meyuguhkan cerita penuh imajinasi. Karangan itu terdiri dari ratusan hingga ribuan halaman buku. Salah satu contoh yang paling terkenal ialah Tenggelamnya Kapal Vander Wick. Karya ini sangat terkenal hingga dibuat film layar lebar.

Selain itu, ada pula Ketika Cinta Bertasbih. Novel ini rekaan, namun beberapa latar tempatnya bersumber pengalaman pribadi dari penulisnya ketika sekolah di Mesir. Karangan sastra itu memang diciptakan dari hasil imajinasi pengarang, namun umumnya ia mengambil latar atau kejadian di sekitarnya.

Adanya fenomena tersebut membuat cerita nampak real karena pembaca seakan melihat secara langsung detail informasi yang disuguhkan oleh pengarang. Berbagai karya sastra ini sangat digemari masyarakat. Saking larisnya, banyak novel yang telah diangkat ke layar lebar.

Cerpen

Cerita pendek ialah salah satu contoh cerita fiksi dan non fiksi menarik yang bisa dibaca sekali duduk. Terkadang, cerpen dimuat dalam majalah atau media cetak serta media online. Meskipun tidak setebal novel atau novella, namun pembaca sangat menggemarinya.

Salah satu cerpen terkenal di masanya ialah Oh Mama Oh Papa. Cerita pendek tersebut mampu menghipnotis para pembacanya. Keberadaan karya sastra ini tak hanya ditujukan untuk orang dewasa. Di majalah khusus anak-anak seperti Bobo umumnya juga memuat jenis ini.

Cerpen dapat dijadikan sebagai sarana berlatih membaca terutama bagi anak-anak. Selain ceritanya yang unik dan menarik, si kecil akan terlatih menyukai kegiatan baca sehingga pengetahuannya lebih meningkat. Tak hanya itu, gemar membaca fiksi membuat seseorang lebih kreatif.

Ciri-ciri Fiksi yang Perlu Dipahami

Ciri-ciri Fiksi yang Perlu Dipahami

Teks fiksi dan non fiksi yang bisa ditemukan cukup banyak. Keduanya sangat berbeda karena fiction lebih mengunggulkan rekaan dibandingkan dengan kejadian sesuai fakta. Nah, berikut adalah beberapa cirinya:

Bersifat Imajinatif atau Rekaan

Berbeda dari eksposisi yang sifatnya faktual dan dapat dipercaya, fiksi ini bersifat rekaan karena mengandalkan imajinasi pengarangnya. Ceritanya menarik, namun jika membacanya tidak perlu berusaha berpikir logis sebab keberadaan karya sastra tersebut ditujukan untuk hiburan.

Meskipun rekaan, namun terkadang penulis terinspirasi dari kejadian nyata di sekitarnya. Hanya saja pengarang akan memberikan tambahan sehingga kisahnya bisa lebih memikat para pembaca. Karya sastra ini mampu mendramatisir keadaan karena penikmatnya seolah diajak berimajinasi.

Jalan Ceritanya Ditata Secara Kronologis

Ciri lainnya yang bisa ditemukan ialah umumnya alur kisahnya ditata sedemikian rupa sesuai plot. Cerita dapat dinikmati dengan baik karena pengarang menatanya secara kronologis. Umumnya di bagian awal belum ada konflik, ia hanya memperkenalkan kehidupan para tokoh.

Penataan jalan cerita terkadang memang tidak urut, namun itu dilakukan jika tiba-tiba tokoh mengingat kejadian di masa lampu. Adanya flashback ke masa lalu tersebut diperbolehkan. Bahkan, kerap membuat kisah suatu novel menjadi jauh menarik.

Memiliki Unsur Cerita

Suatu karangan bisa dikatakan fiksi apabila teks mengandung unsur cerita antara lain: tokoh, latar dan amanat. Umumnya terdapat minimal satu pemeran dalam kisah tersebut. Adanya penokohan itu pun dilengkapi dengan setting serta nilai kehidupan.

Tak hanya sekedar cerita, kisah fiksi pun memiliki amanat yang dapat diambil. Tentu agar bisa mengetahuinya, pembaca harus menghabiskan bacaan tersebut hingga ke halaman terakhir. Adanya karya sastra memang dibuat untuk menghibur masyarakat, namun fungsi edukatif juga dapat ditemukan.

Tidak Terpaku Aturan yang Sistematis

Karya fiksi sungguh menarik sebab karangannya tidak memiliki aturan tegas sehingga pengarang dapat menggunakan imajinasi untuk membuatnya lebih menarik. Hal ini sangat jauh berbeda dengan non fiksi. Teksnya memiliki peraturan dan penulisnya harus mematuhinya.

Kebebasan ini membuat fiksi sangat laris manis di toko buku. Meskipun rekaan, namun karya tersebut mampu memberikan pelajaran hidup bagi pembaca. Tidak adanya aturan tegas itu membuat pembaca lebih efektif dalam menerima pesan yang terkandung di dalamnya.

Penggunaan Bahasa Konotatif

Fiksi sangat disukai karena kata dalam karyanya mengandung makna tersembunyi. Sebagai contoh, di dalam puisi, kata senja tidak selalu berarti bahwa hari segera gelap. Bisa saja ini menandakan bahwa kebahagian akan segera sirna.

Baca Juga: Pengertian Media

Untuk dapat memahami fiksi, memang memerlukan imajinasi tinggi sebab pembaca akan diajak menyelami pikiran penyair. Satu kata bisa bermakna banyak. Tak hanya memberikan hiburan, keberadaan seni ini mengasah kreativitas pembacanya.

Itulah pengertian fiksi dan non fiksi, jenis dan contohnya serta ciri ciri fiksi. Kini Anda bisa mengetahui bahwa keduanya memiliki bentuk yang berbeda.

Tinggalkan komentar