Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Pengertian Investasi Menurut Para Ahli
16Mei, 2020

Pengertian investasi menurut para ahli dapat menambah informasi agar tidak salah menafsirkan makna sebenarnya. Pada umumnya istilah ini sering disebut penanaman modal yang bertujuan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.

Beberapa Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Investasi memiliki tujuan untuk menambah penghasilan dengan melakukan penanaman modal pada sebuah usaha atau proyek. Namun untuk lebih jelasnya lagi, tentunya diperlukan ketepatan pengertian agar lebih siap terhadap apa saja yang akan terjadi ke depannya. Berikut ulasannya:

Menurut Martono dan Harjito (2002)

Menurut Martono dan Harjito (2002), investasi merupakan proses pendanaan suatu perusahaan ke dalam sumber daya yang berpeluang memberikan manfaat ke depannya. Hal ini bertujuan untuk memperoleh keuntungan dari aset tersebut di masa mendatang.

Baca Juga: Pengertian Niche Market

Maka dari itu, investasi dilakukan hanya pada suatu aset yang memiliki kemampuan menghasilkan keuntungan. Jadi investor harus pandai-pandai menganalisa sumber daya tersebut, apakah memang benar-benar bisa mendatangkan pemasukan kepada sang penanam modal.

Pada saat investor menetapkan pengalokasian dana, maka pasti sudah dapat mengkalkulasi potensi laba yang akan diperoleh ke depannya. Hal ini bertujuan untuk memperhitungkan bahwa jumlah modal tidak lebih besar dari pendapatan.

Dapat diambil kesimpulan dari pengertian investasi menurut para ahli di atas ini bahwa, melakukan suatu investasi harus dapat menghasilkan keuntungan yang sehingga dapat digunakan sebagai modal kembali. Jangan sampai melakukan penanaman dana namun tak mengalami perkembangan.

Menurut Kasmir dan Jakfar (2012)

Diulas dari pernyataan Kasmir dan Jakfar (2012), investasi merupakan suatu pengalokasian dana pada kegiatan usaha dengan jangka waktu yang relatif cukup lama. Maka secara otomatis keuntungan tidak dapat diperoleh secara singkat.

Penanaman dana dalam jangka panjang ini biasanya dilakukan pada usia muda, hal ini bertujuan untuk memberi pemasukan di masa pensiun nanti. Lama jarak waktu pencairan membuat investor menjadikannya tabungan di waktu tua.

Selain untuk masa pensiun, investasi jangka panjang ini juga digunakan oleh orang yang kondisi ekonominya sudah stabil. Perolehan keuntungan dalam waktu lama dapat dipakai sebagai tabungan pendidikan anak hingga tingkat universitas.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menghasilkan keuntungan di waktu mendatang sehingga bisa dijadikan dana simpanan untuk kebutuhan terencana seperti pensiun, pendidikan, pernikahan dan lainnya.

Menurut Haming dan Basalamah

Arti investasi yang diungkapkan oleh Haming dan Basalamah adalah apapun aset di masa sekarang akan mengalami kenaikan nilai pada waktu mendatang, seperti mobil, motor, tanah, rumah, emas dan lainnya.

Saat menentukan pengalokasian dana tentu harus ada analisa secara tepat tentang aset-aset tersebut, apakah memang memiliki potensi kenaikan nilai jual pada masa mendatang atau tidak. Karena ada beberapa produk yang kurang layak dipertahankan sebagai investasi.

Pendapat Haming dan Basalamah ini menjelaskan bahwa investasi barang seperti ini memang cukup mendatangkan keuntungan, namun tidak dapat dalam waktu dekat karena kenaikan harga jual baru dapat dirasakan setelah 10-15 tahun ke depan.

Investasi ini memang sangat erat hubungannya dengan pengembalian modal yang dipakai pada saat pembelian barang-barang tersebut saat sekarang. Maka dari itu, mempertahankan pada posisi nilai jual yang pas adalah cara terbaik untuk meraih keuntungan besar.

Menurut Gitman dan Joehnk

Tidak ada salahnya jika mempelajari beberapa definisi investasi menurut para ahli. Lebih banyak pandangan yang diketahui maka akan semakin memperkaya informasi dan wawasan mengenai pengertian istilah tersebut. Jadi perkayalah dengan berbagai pendapat agar menjadi lebih jelas.

Pengertian investasi menurut Gitman dan Joehnk adalah suatu media pengalokasian dana yang dapat menghasilkan keuntungan, karena meningkatnya nilai jual sehingga menjadi pemasukan positif bagi investor di masa depan.

Jadi modal digunakan dulu untuk membeli barang tersebut, kemudian di masa mendatang akan dijual kembali agar dapat memperoleh keuntungan. Namun peningkatan nilai jual ini tak dapat diprediksi kapan waktu tepatnya, maka teruslah mengamati pangsa pasarnya.

Jadi dapat ditarik kesimpulan dari pandangan Gitman dan Joehnk mengenai investasi, bahwa dalam penanaman modal yang paling utama diharapkan adalah pendapatan. Jadi harus dianalisa secara benar bahwa barang tersebut memang memiliki potensi baik ke depannya.

Menurut Fitz Gerald

Fitz Gerald memandang investasi merupakan kegiatan membentuk sebuah barang yang bernilai jual sehingga diharapkan akan dapat menciptakan produk baru di masa akan datang. Untuk mendukung hal ini dibutuhkan penanaman modal terus agar dapat mencapai target.

Investasi bisa dikatakan sebagai aktivitas suatu perusahaan dalam meningkatkan keahlian produksi sebuah produk atau jasa. Hal ini juga didukung dengan penambahan sarana prasarana agar dapat berjalan lancar.

Dengan adanya perkembangan kualitas suatu barang, maka akan juga mempengaruhi meningkatnya permintaan sehingga penambahan tenaga kerjapun dilakukan agar dapat mengover seluruh kegiatan produksi.

Maka berinvestasi melalui produksi manufakturing ini cukup menjanjikan ke depannya, namun seorang pelaku bisnis harus benar-benar pandai membaca peluang dan potensi suatu produk agar dapat tercipta sesuatu yang baru dan memiliki nilai jual tinggi.

Menurut Tandelilin

Menurut pandangan Tandelilin, investasi merupakan suatu aktivitas penanaman dana yang dilakukan pada saat sekarang untuk mendapatkan keuntungan nantinya. Sama seperti halnya pendapat ahli lain bahwa tujuan utamanya adalah memperoleh pendapatan di masa mendatang.

Namun untuk memutuskan investasi memang butuh pemikiran yang panjang dan analisa tepat, agar tidak mengalami kerugian sehingga alokasi dana dapat lebih pas sasaran dan tidak sia-sia nantinya. Karena memang tidak ada kegiatan penanaman modal tanpa resiko.

Pada saat seseorang menghabiskan uangnya untuk membeli saham atau obligasi, maka bisa dikatakan sedang melakukan kegiatan investasi. Sebab, menunggu dan berharap untuk memperoleh keuntungan lebih besar dari nilai modal awal.

Dari pernyataan Tandelilin di atas juga mengingatkan setiap investor agar menentukan tujuan awalnya sebelum berinvestasi. Alasannya, hal ini sangat penting untuk dipikirkan dengan baik dan pastinya akan dihadapkan oleh berbagai pilihan investasi.

Menurut Sadono Sukirno

Menurut pendapat Sadono Sukirno, investasi dapat diartikan sebagai proses penanaman modal berupa barang-barang atau perlengkapan produksi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja produksi suatu aset.

Mempelajari berbagai pengertian investasi menurut para ahli memberi tambahan informasi bagaimana perannya dalam perekonomian suatu negara. Kedua komponen ini memang memiliki hubungan positif karena memiliki kesinambungan yang menguntungkan satu sama lain.

Banyaknya proses investasi sangat mempengaruhi pembangunan ekonomi suatu negara. Karena semakin meningkatnya produksi suatu barang maka akan memerlukan banyak tenaga kerja sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang.

Meningkatnya penyerapan tenaga kerja akibat meningginya produksi ini dapat menekan angka kemiskinan, maka dari itu tingkat kesejahteraan di Indenesia akan lebih merata. Jadi tak ada lagi jenjang yang terlalu jauh antara orang kaya dengan miskin.

Menurut Mulyadi

Banyak pendapat mengenai arti investasi menurut para ahli. Salah satunya Mulyadi, beliau memandang isitilah ini sebagai proses pembudidayaan sumber-sumber dana dalam waktu yang lama hingga dapat menghasilkan keuntungan nantinya.

Proses penentuan investasi harus benar-benar dipikirkan secara matang. Pengalokasian dana dikelola sedemikian rupa dengan memikirkan resiko dan ketepatan analisa potensi aset sehingga jika dikalkulasi dapat menghasilkan laba di kemudian hari.

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini sudah banyak sekali penawaran investasi dimana-mana, namun analisis dan controling harus terus dilakukan untuk menjaga agar modal dapat kembali dan membawa hasil di masa mendatang.

Baca Juga: Cara Marketing Online

Mulyadi juga mengingatkan akan ketidakpastian keberhasilan akibat kondisi ekonomi, politik, hukum budaya dapat mengancam tercapainya tujuan investasi sehingga sebaiknya lakukan penganggaran dana secara tepat untuk mengatasi resiko-resiko yang terjadi.

Menurut Jogiyanto

Pendapat Jogiyanto mengenai investasi adalah kegiatan pengalihan alokasi dana ke aset produktif dibanding harus dibelanjakan untuk kebutuhan lain. Keputusan ini dilakukan semata-mata untuk mendapatkan keuntungan yang besar di masa mendatang.

Pengalihan sementara modal yang dimiliki ke investasi adalah keputusan terbaik untuk meraup laba sebagai tabungan pensiunan dan pendidikan anak hingga universitas nantinya. Jadi tidak ada kerugian pada kegiatan ini.

Jogiyanto juga memaparkan jenis investasi ada 2 macam, yaitu pembelian aktiva langsung dan saham dari suatu perusahaan. Kedua kegiatan penanaman modal ini sama-sama memiliki tujuan untuk meraih keuntungan.

Pengalokasian modal ke investasi memang cukup tepat untuk mencapai tujuan. Maka dari itu, tepatkan target agar pencairan nantinya sesuai kebutuhan Anda. Jadi perhitungkan dengan benar supaya jangka waktu tidak terlalu panjang.

Menurut Sophar Lumbantoruan (1996)

Menurut teori Sophar Lumbantoruan (1996), definisi investasi adalah penanaman modal pada suatu perusahaan produktif dan memiliki aktiva berpotensi sehingga pada masa waktu yang telah ditentukan, laba dapat Anda raih.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memutuskan investasi. Salah satunya adalah memperhatikan potensi aset perusahaan tersebut dapat terus berkembang atau tidak, karena bisa saja terpengaruh akibat adanya perubahan kondisi negara di masa mendatang.

Maka dari itu sebelum melakukan investasi sebaiknya Anda juga harus mempersiapkan anggaran dana lain sebagai persiapan, terlebih jika di waktu yang ditentukan perusahaan mengalami penurunan performance.

Setiap investasi pasti memiliki resiko karena masa depan memang tidak dapat diramalkan. Maka sebagai investor memang harus berani menghadapi kondisi terburuk yang terjadi ke depannya dan mempersiapkan anggaran dana sebagai perlindungan pribadi.

Menurut Husnan (1996)

Mengutip makna investasi menurut Husnan (1996), dapat disimpulkan bahwa kegiatan penanaman modal tersebut dilakukan dengan perencanaan matang agar hasil yang didapat di masa mendatang dapat menguntungkan.

Pada prosesnya, perlu dilakukan perencanaan dan strategi efektif sebelum melakukan investasi. Hal ini untuk menghindari resiko yang terlalu tinggi. Maka dari itu, sebagai investor harus pandai-pandai membuat tameng untuk melindungi diri dari kehancuran.

Selain itu coba pikirkan kembali tujuan awal melakukan investasi. Agar ke depannya dapat menanamkan modalnya di tempat paling tepat sehingga tak akan mengalami kerugian dan pencairan dapat dilakukan di waktu yang diinginkan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan investasi ini memang butuh perumusan tepat dan efektif. Tidak bisa asal memilih tempat penanaman modal, karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan baik, salah satunya adalah produktifitas aset.

Menurut Deliarnov

Menurut Deliarnov investasi merupakan pengalokasian dana perusahaan untuk keperluan pembangunan gedung kantor dan berbagai pendukung lainnya, bisa berupa material dan juga seluruh peralatan yang digunakan pada saat perancangan kontruksi.

Investasi gedung ini sangat bagus untuk ke depannya, karena dengan membangunnya sekarang maka 5-20 tahun ke depan tidak akan mengalami kesulitan lagi. Sebab nilai suatu kontruksi akan terus menerus naik.

Maka dari itu keuntungan yang Anda peroleh bisa lebih banyak dari modal awal. Jadi tujuan akan mudah tercapai dan jauh dari kata rugi. Berinvestasi properti memang merupakan kegiatan paling sedikit resiko jika dibandngkan dengan lainnya.

Sudah dapat dipastikan bahwa semakin lama, material yang digunakan untuk membangun gedung kantor akan naik. Maka dari itu pembuatan harus dilakukan secepatnya agar apat mengurangi banyak biaya produksi.

Menurut Martalena dan Malinda (2011)

Mengutip dari pendapat Martalena dan Malinda (2011) bahwa investasi bertujuan untuk memperoleh keuntungan di masa mendatang. Jadi kelebihan dana digunakan sebagai modal untuk membeli aset yang produktif.

Investasi juga merupakan pengalihan waktu pembelian suatu produk. Jadi pada saat sekarang dana difokuskan ke aktiva perusahaan guna memperoleh barang konsumsi di masa mendatang. Bisa dikatakan hal ini ditunda sementara.

Dalam proses investasi banyak hal yang harus diperhatikan, yaitu salah satunya adalah resiko, karena kegiatan ini memang tidak bisa diprediksi keberhasilannya. Jadi bisa saja perusahaan mengalami penurunan nilai aset akibat perubahan kondisi politik, budaya, ekonomi atau lainnya.

Teori investasi Martalena dan Malinda juga mengungkapkan bahwa dana kompensasi sangat dibutuhkan untuk menjaga perusahaan Anda agar tidak mengalami kerugian yang besar jika tempat penanaman modal mengalami penurunan nilai aset.

Menurut James C. Van Horn

Pengertian investasi menurut pandangan James C. Van Horn adalah menanamkan modal sesegera mungkin agar dapat meraup keuntungan di masa yang akan datang. Tapi pastikan dulu secara benar bahwa nilai aktiva perusahaan memang memiliki potensi untuk meningkat.

Perkembangan pola pikir masyarakat Indonesia membuat semakin banyaknya orang mempercayakan modalnya untuk diinvestasikan dari pada ditabungkan di bank. Tujuan merekapun bervariasi ada yang ingin menyimpannya untuk masa tua atau pendidikan anak.

Banyaknya orang berinvestasi menyebabkan semakin berkembangnya perekonomian bangsa, karena hal ini memicu perusahaan untuk meningkatkan jumlah produksi barang sehingga nantinya akan memerlukan tenaga kerja yang tidak sedikit.

Dengan begitu, maka lapangan pekerjaanpun akan terbuka lebar, sehingga kesejahteraan masyarakat juga otomatis meningkat. Pengaruh positif ini sangat baik bagi negara jika dapat berjalan terus menerus secara kontinyu.

Menurut Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998)

Menurut Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998), investasi dapat dilakukan pada beberapa aset produktif. Jadi penanaman dana dapat ditempatkan lebih sari satu tempat. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

Berinvestasi merupakan salah satu pilihan cara untuk menyimpan modal masa tua Anda. Jadi jika dilakukan pada saat muda pasti akan menghasilkan pendapatan yang cukup besar. Terlebih lagi jika ditanamkan pada beberapa tempat maka keuntungan juga menjadi lebih besar.

Baca Juga: Pengertian Internet Marketing

Pada saat sekarang ternyata menabung bukanlah satu-satunya cara untuk memperoleh bunga, sudah banyak macam-macam jenis investasi yang dapat menghasilkan keuntungan. Terlebih lagi banyak layanan online, menyediakan penanaman dana dengan mudah dan praktis.

Maka tak heran jika banyak orang yang berinvestasi sekarang dibandingkan menabung di bank. Layanannya sangat mudah membuat semua orang bisa mengaksesnya dengan mudah. Jadi apabila Anda ingin mencoba menanam modal bisa mencoba reksadana secara online.

Demikian ulasan tentang 15 pengertian investasi menurut para ahli yang bisa Anda pelajari. Semoga dapat bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *