Pengertian Manajemen: Fungsi, Tujuan, Unsur dan Jenisnya

Diposting pada

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali tanpa sadar seseorang telah menjalankan sebuah proses manajemen. Hal ini tidak hanya berlaku pada proses kerja seperti pada perusahaan atau kantor saja, namun penerapannya dapat menjadi sesuai dengan kegiatan sederhana hingga kompleks sekalipun.

Dengan adanya manajemen ini, diharapkan semua pekerjaan, kegiatan atau hal lainnya bisa tertata dengan sistematik. Dengan begitu, bisa lebih memaksimalkan kinerja untuk meningkatkan kemampuan ataupun menyelesaikan sebuah permasalahan.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Banyak ahli telah menjelaskan mengenai pengertian manajemen. Pada dasarnya makna dari pemikiran setiap orang sama, hanya redaksinya yang berbeda. Berikut ini adalah beberapa pendapat dari ahlinya:

R. Terry

G.R. Terry mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses yang memiliki kekhasan. Hal hal penyusunnya adalah tindakan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian. Dalam melaksanakan serangkaian langkah itu tentu ada tujuannya.

Pelaksanaan manajemen tentu memiliki tujuan yaitu untuk menentukan serta menggapai berbagai sasaran. Sebelum memulainya, tentu seseorang telah menentukan target pencapaian melalui jalan memanfaatkan berbagai sumber daya, salah satunya adalah manusia.

Andrew F. Sikula

Menurut Andrew F. Sikula, manajemen pada umumnya memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan. Aktivitas tersebut meliputi perencanaan, pengorganisasian, penempatan, pengendalian, pemotivasian, pengarahan, pengambilan keputusan, hingga komunikasi.

Setiap organisasi melakukan seluruh kegiatan tersebut tentunya dengan sebuah tujuan, yaitu berupa pengkoordinasian. Lebih tepatnya mengkoordinasikan berbagai macam sumber daya milik perusahaan. Nantinya, tahapan-tahapan ini akan menghasilkan suatu produk atau jasa yang efisien.

Henry Fayol

Henry Fayol juga mengemukakan pendapatnya mengenai definisi manajemen. Menurutnya, hal ini memiliki lima fungsi utama sebagai gagasannya. Kelimanya merupakan kegiatan-kegiatan yang notabenenya sama dengan pada pendapat ahli lain.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Pemasaran

Manajemen memiliki gagasan lima fungsi utama, salah satunya adalah rancangan. Selain itu ada pula pengorganisian. Ada pula kegiatan memberikan perintah. Lalu yang keempat adalah pengkoordinasian. Aktivitas kelima adalah berupa pengendalian.

Harold Koontz dan Cyril O’Donnel

Menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel, manajemen merupakan salah satu bentuk usaha. Setiap orang melakukannya dengan harapan menggapai tujuan tertentu melalui berbagai kegiatan milik orang lain. Pernah dengar istilah atau posisi manajer kan?

Seorang manajer memiliki tugas dalam mengatur atau mengkoordinasikan berbagai kegiatan milik orang atau perusahaan yang dimanajerinya. Aktivitas tersebut dapat meliputi pengorganisasian, perencanaan, pengendalian, pengarahan, hingga penempatan.

Gordon (1976)

Gordon juga memberikan pendapatnya mengenai pengertian manajemen. Berdasarkan makna tuturannya, definisi yang tepat adalah sebuah metode. Seorang administrator menggunakan cara ini dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Selain sebagai sebuah metode dalam melaksanakan tugas-tugasnya dalam keseharian, seorang administrator juga menggunakan manajemen sebagai sarana dalam mencapai tujuan. Senada dengan poin-poin menurut ahli lainnya, yaitu untuk mendapatkan suatu pencapaian.

James A. F. Stoner (2006)

Pada tahun 2006, James A. F. Stoner mengemukakan pemikirannya mengenai manajemen. Dalam sebuah kesempatan ia menuturkan sebuah pendapat yang maknanya adalah proses. Penyusunnya adalah pengorganisasian, perencanaan, pengendalian upaya, hingga kepemimpinan.

Proses-proses tersebut berasal dari anggota organisasi atau perusahaan. Selain itu, ada pula penyusun lainnya yaitu berupa penggunaan sumber daya dari pemilik guna meraih tujuan-tujuan yang telah menjadi target bersama sebelumnya.

Hani Handoko (2000 : 10)

Dalam sebuah kesempatan, Hani Handoko mengungkapkan pengertian manajemen menurutnya. Menarik makna dari penuturannya, hal ini merupakan bentuk kerja. Pekerjaan itu berlangsung bersama orang-orang untuk berbagai hal.

Dalam manajemen, proses kerja di atas adalah untuk melakukan interpretasi, penentuan, serta pencapaian tujuan bersama melalui pelaksanaan, fungsi-fungsi dari perencanaan, penyusunan, pengorganisasian, personalia, pengawasan, kepemimpinan, bahkan hingga pengarahan.

Millet (1954)

Millet juga menjadi bagian sebagai penutur definisi manajemen dari para ahli bidangnya. Berdasarkan pemikirannya, pengertian yang tepat untuk istilah ini adalah sebuah proses. Dalam hal apakah itu?

Proses yang merupakan bagian dari manajemen itu adalah memimpin serta melancarkan. Apa objeknya? Objek darinya ialah berupa pekerjaan dari banyak orang yang mengalami pengorganisasian secara formal dalam bentuk kelompok guna mendapatkan hasil tujuan sesuai target.

Plunket dan kawan-kawan

Plunket dan kawan-kawannya juga memberikan opininya mengenai definisi dari manajemen. Berdasarkan definisinya, kegiatan ini berupa satu atau lebih manajer, baik secara individu maupun kelompok melakukan penyusunan dan pencapaian tujuan organisasi.

Menurut Plunket dan kawan-kawan, kegiatan ini merupakan “One or more managers individually and collectively setting and achieving goals by exercising related functions (planning, organizing, staffing, leading, and controlling) and coordinating various resources (information, materials, money, and people)”.

Saduran Drs. He. Rosyidi dari Ordway Tead

Drs. He. Rosyidi mengemukakan pendapatnya melalui sebuah saduran dari Ordway Tead. Menurutnya pengertian manajemen adalah suatu proses dan kegiatan dalam melaksanakan upaya memimpin, serta menunjukkan arah penyelenggaraan tugas-tugas organisasi guna mencapai tujuan.

Saduran oleh Drs. He. Rosyidi ini berasal dari buku Organisasi dan Management. Berdasarkan isinya itu, muncullah pemikiran yang menghasilkan definisi manajemen. Manajer tentu melakukan usaha dalam memimpin untuk tujuan sesuai kesepakatan awal.

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen

Sebagai suatu hal yang sangat penting dalam hidup, begitu pula pada bidang bisnis tentu ada alasan yang mendasarinya. Salah satunya merupakan kegunaan. Ada banyak sekali fungsi dari manajemen. Perhatikan uraian berikut ini untuk mengetahuinya:

Fungsi Manajemen Menurut Luther Gulick

Luther Gulick membuat istilah POSDCORB dalam menjelaskan fungsi dari manajemen. Kepanjangan dari singkatan itu mengandung makna berupa tujuh kegunaan dari kegiatan manajerial. Berikut ini adalah arti dari gabungan inisial ini:

  • P mewakili planning atau perencanaan.
  • O mewakili organizing atau pengorganisasian.
  • S mewakili staf.
  • D mewakili directing atau pengarahan.
  • Co mewakili coordinating atau koordinasi.
  • R mewakili reporting atau pelaporan.
  • B mewakili budgeting atau penganggaran.

Semua komponen di atas ini akan saling mendukung dan berkaitan. Oleh karena itu, memaksimalkan semua poin yang ada. Terlebih jika Anda bekerja secara tim untuk mendapatkan sebuah tujuan, baik itu finansial maupun prestasi dalam bidang tertentu.

Fungsi Manajemen Menurut Pengakuan Luas

Ada berbagai pendapat dari setiap ahli pada bidangnya yang mengemukakan hal-hal berkaitan dengan manajemen. Begitu pula mengenai fungsinya. Namun, ada beberapa poin yang telah mendapat pengakuan secara luas, seperti berikut ini:

  • Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan satu dari banyaknya fungsi manajemen dalam berbagai bidang. Hal ini memerlukan struktur formal otoritas serta arah alirannya. Kegiatan mengorganisasian ini berlangsung melalui pendefinisian, pengaturan, hingga pengkoordinasian subdivisi kerja.

Pengorganisasian memiliki tujuan dalam pelaksanaan manajemen, yaitu agar setiap bagian atau komponen saling berhubungan secara padu dan koheren. Hal ini nantinya akan merujuk pada ketercapaian goals sesuai harapan bersama.

  • Perencanaan

Menurut Peter Drucker, perencanan memiliki definisi sebagai proses yang berkelanjutan guna menentukan keputusan kewirausahaan masa kiri. Namun harus secara sistematik serta dengan pengetahuan paling baik mengenai masa depan.

Selain itu, perencanaan wirausaha itu juga mengatur upaya-upaya untuk melaksanakan keputusan. Salah satunya untuk mengukur hasilnya pada harapan melalui berbagai feedback secara sistematik dan dengan pengorganisasian.

  • Pengontrolan

Definisi mengontrol menurut Koontz dan O’Donnell adalah, tindakan pengukuran dan pengoreksian hasil kerja bawahan guna memastikan segala tujuan, serta rencana milik perusahaan bisa menjadi suatu pencapaian sesuai keinginan.

Berbagai kegiatan dengan maksud sebagai pengontrol ini memiliki tujuan guna memastikan bahwa, segala sesuatu berlangsung sesuai dengan rencana. Tidak ada penyimpangan baik dalam penetapan standar, pengukuran, hingga perbandingan kinerja dari pelaksana.

  • Pengarahan

Fungsi pengarahan ini memiliki keterkaitan dengan kepemimpinan. Tidak hanya itu saja, hal-hal seperti motivasi, komunikasi, serta pengawasan juga berkaitan pada poin ini. Tujuannya adalah agar para pelaksana kerja-karyawan misalnya-melakukan kegiatan seefektif mungkin.

Mengenai kepemimpinan, instruksi dari manajer kepada bawahan menjadi bagian dari fungsi pengarahan. Hal-hal itu mencakup mengenai prosedur dan metode dalam bekerja. Komunikasi juga memiliki kedudukan yang sangat penting antara kedua belah pihak.

  • Penetapan Staf

Staf merupakan setiap orang yang memiliki peran dalam pelaksanaan atau pengembangan suatu acara atau perusahaan, Kehadirannya penting karena mereka adalah penyokong dalam setiap proses. Oleh karena itu, penetapannya harus dilakukan dengan manajemen paling baik.

Menurut pendapat Koontz dan O’Donnell, fungsi dari manajemen dalam proses penetapan staf melibatkan pengelolaan struktur organisasi. Hal tersebut berjalan melalui seleksi, penilaian, serta pengembangan personil secara efektif dan tepat guna mengisi posisi pada struktur.

Tujuan Manajemen

Tujuan Manajemen

Dalam melakukan sesuatu tentu seseorang memiliki tujuan. Jika tidak, maka nantinya segala proses akan menjadi membingungkan. Hal ini juga berlaku bagi pelaksanaan manajemen. Berikut ini adalah beberapa yang mungkin sesuai dengan kepentingan Anda:

Keuangan

Dalam sebuah perusahaan apalagi yang bergerak dalam bidang bisnis, tentu memiliki sejumlah uang berputar. Hal ini dapat berperan sebagai modal maupun laba jika penjualan telah berhasil. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen keuangan.

Tim manajemen keuangan dalam sebuah perusahaan mengurus segala hal berbau finansial. Hal itu dapat berupa hutang, laba, hingga pengaturan modal. Posisi ini penting karena perencanaan mengenai dana nantinya akan memberi pengaruh pada kemajuan bisnis.

Pengembangan Produk

Suatu perusahaan tentu memiliki produk baik dalam bentuk barang atau jasa. Output inilah nantinya yang akan menjadi bahan iklan dan juga pemasaran. Namun, seiring berjalannya waktu, inovasi perlu pada setiap hal.

Produk yang telah ada tentunya akan mengalami proses promosi sehingga banyak orang menginginkannya. Namun, kemungkinan nantinya saingan berdatangan mengalahkan popularitasnya. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan yang diurus melalui manajemen.

Penjualan dan Keuntungan

Suatu perusahaan tentu memiliki produk yang akan masuk ke pasaran sebagai bahan penjualan. Dari berbagai promosi, konsumen akan memiliki ketertarikan dan melakukan pembelian. Setelahnya keuntungan bagi bisnis pun berdatangan.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Operasional

Setiap penjualan dan keuntungan perlu adanya manajemen yang baik. Tentu tujuannya agar mampu mencapai perencanaan dan pengaturan secara baik dan benar. Tanpa tim ini, akan terjadi stagnasi atau justru kerugian akibat kegagalan pengaturan tanpa strategi matang.

Operasional

Pada suatu bisnis, terdapat banyak komponen yang harus dimonitori, salah satunya adalah operasional. Sebuah perusahaan perlu melaksanakan berbagai agenda dengan seefektif serta seefisien mungkin. Jangan justru bertele-tele dan cenderung lamban.

Oleh karena operasional merupakan hal penting untuk menjadi objek perhatian, maka perlu adanya tim manajemen khusus pada bidang ini. Upaya-upaya dapat berupa peningkatan dalam melatih karyawan, menyediakan peralatan baru, menambah jumlah staf, hingga mengurangi pengeluaran tidak penting.

Unsur Manajemen

Unsur Manajemen

Sebagai salah satu hal yang tergolong kompleks, manajemen memiliki lima unsur penyusun utama. 5 hal ini memberikan gambaran bagaimana seorang manajer memperoleh serta mendistribusikan sumber daya dalam lingkungan manufaktur guna mencapai tujuan berbisnis. Berikut ini adalah kelimanya (5M):

Manpower (Tenaga Kerja)

Sumber daya manusia mengambil peran sebagai tenaga kerja. Tugasnya adalah mengimplementasikan strategi pada pemasaran. Aspek ini kemudian dalam keterkaitannya ada dua macam, yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Aset tenaga kerja yang bersifat tidak langsung dapat berupa alokasi waktu dari tim marketing untuk melakukan kampanye. Sedangkan pada aspek langsung, tenaga kerja memegang peran sebagai agen pengiklan dalam pengiriman kampanye komunikasi.

Menit (Waktu)

Waktu merupakan unsur yang sangat penting dalam hal manajemen. Rincian mengenai durasi secara jelas akan membawa kegiatan manajerial menjadi lebih baik. Harapannya adalah segala rencana dapat masuk ke penjadwalan secara efektif.

Perencanaan unsur menit haruslah efektif untuk menghindari waktu yang terbuang sia-sia. Hal ini merupakan salah satu tujuan dari manajemen, yaitu merencanakan agar target tercapai sesuai keinginan. Penyimpangan-penyimpangan nantinya akan memberikan hambatan.

Mesin

Mesin merupakan aset fisik yang memegang peran dalam memberikan bantuan kemudahan manajemen pembuatan suatu produk. Pada sistem CRM juga berlaku hal serupa. Selain itu, peralatan khusus seperti perangkat lunak, server dan lain sebagainya juga masuk dalam unsur ini.

Money (Keuangan)

Keuangan merupakan unsur yang tidak kalah penting dalam hal manajemen. Anggaran dalam jumlah cukup mampu mempengaruhi perencanaan menjadi lebih baik sehingga suatu perusahaan dapat meraih tujuannya sesuai dengan target pada awal merencanakan.

Materials (Bahan)

Bahan adalah salah satu unsur penting dalam pelaksanaan manajemen. Materials juga merupakan pasokan yang bertindak sebagai pendukung strategi marketing di masa sekarang dan akan datang. Selain itu, apek ini merupakan pertimbangan sejauh mana rantai pasok.

Jenis-jenis Manajemen Berdasarkan Fungsi

Jenis-jenis Manajemen Berdasarkan Fungsi

Pada penerapannya, manajemen memiliki berbagai jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada bidangnya masing-masing. Dari banyak jenisnya itu, beberapa memiliki sifat umum. Contohnya seperti berikut ini:

Manajemen Pemasaran

Satu dari sekian banyak jenis yang penting dari suatu perusahaan atau organisasi adalah manajemen pemasaran (posisi ini tidak boleh kosong). Di samping itu, promosi juga harus berlangsung secara efektif dan efisien agar nantinya produk atau acara besutan tidak sepi peminat.

Tim manajemen pemasaran memegang peran paling depan dalam mengenalkan produk atau bahan promosi. Sasarannya adalah masyarakat luas maka pikiran pun tidak boleh sempit. Divisi khusus ini nantinya akan memikirkan cara atau strategi seperti apa yang paling cocok.

Manajemen Penjualan

Jika sebuah perusahaan telah memiliki produk, maka langkah selanjutnya adalah menjualnya. Agar semuanya berjalan dengan perencanaan, tentu perlu tim khusus untuk mengurus penjualan. Adanya divisi ini tentu mengemban harapan agar semua proses jual-beli berlangsung dengan baik.

Sebuah perusahaan tanpa tim manajemen penjualan nantinya akan merasa sulit dalam mengatur jual-beli nantinya. Keberadaannya sebagai pihak yang mengurusi strategi agar produk menang mengalahkan pesaing tentu sangat krusial. Jangan sampai posisi ini kosong dan malah mendatangkan kerugian.

Manajemen Strategi

Manajemen strategi ini bisa memiliki keterkaitan dengan tim dari bidang lainnya. Misalnya dalam hal pemasaran atau penjualan. Oleh karena itu, posisi ini tidak boleh kosong karena nantinya akan mempengaruhi divisi-divisi inti lainnya.

Tugas tim manajemen strategi ada banyak. Salah satunya yaitu mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan siasat memenangkan kompetisi antar sesama pebisnis. Baik dari bidang serupa maupun berbeda. Pemikiran-pemikiran dari divisi ini nantinya akan memberi efek pada pihak lainnya.

Manajemen Rantai Pasokan

Rantai pasokan ini erat kaitannya dengan bahan-bahan stok. Perlu adanya manajemen yang baik untuk mengatur ketersediaan. Sebuah tim dengan kinerja efektif dan efisien sangat perlu mengontrol ada atau tidaknya serta cukup tidaknya persediaan.

Tim manajemen rantai pasokan harus memiliki sikap profesional. Hal ini untuk menghindari tragedi miskomunikasi yang dapat mengundang kerugian. Kesamaan paham antara divisi ini dengan bagian lainnya harus menjadi keutamaan guna menghindari kerugian akibat salah paham.

Manajemen Hubungan Masyarakat

Masyarakat merupakan calon konsumen bagi suatu perusahaan. Oleh karena itu, harus ada hubungan baik antara pemilik bisnis dengan publik secara luas. Hal ini harus mendapat perhatian lebih karena dapat memberi efek bagi penjualan serta pemasaran.

Adanya divisi manajemen hubungan masyarakat adalah upaya mendekatkan produk maupun perusahaan kepada calon pembeli. Reputasi yang baik ini, nantinya akan memikat publik dan menjadi salah satu poin plus. Maka dari itu, tim ini jangan sampai tidak menjadi prioritas.

Manajemen Operasi

Pergerakan sebuah perusahaan atau organisasi harus mendapat perhatian pada setiap langkah demi langkahnya. Hal ini bertujuan untuk mengerjakan segala kegiatan dengan secara efektif serta efisien. Oleh sebab itu, perlu adanya tim manajemen operasional.

Divisi manajemen operasional dalam hal ini memegang peran penting atas berbagai aspek. Tentunya salah satunya adalah meningkatkan kualitas kinerja karyawan melalui pelatihan atau program-program tertentu. Sedapat mungkin tim ini membawa gerak perusahaan berada pada kontrol.

Manajemen R&D

Manajemen R&D ini memegang peran penting bagi kemajuan perusahaan di masa mendatang. Tugas tim ini adalah melakukan kontrol terhadap berbagai proses, kolompok penelitian, serta penegembangan. Dengan posisi tersebut, rasanya berat jika sebuah bisnis tidak memiliki divisi ini.

Mengapa tim manajemen R&D ini masuk pada kategori penting? Jadi, dunia ini sifatnya berubah-ubah. Begitu pula isinya. Pasar dari suatu produk pun tidak selalu sama. Saingan dapat bermunculan kapan saja. Oleh sebab itu, untuk menghindari kehidupan perlu adanya riset dan perngembangan oleh divisi ini.

Manajemen Teknologi Informasi

Zaman semakin maju, teknologi kian berkembang, informasi pun lebih mudah menyebar. Sedikit maupun banyak, perusahaan memerlukan ahli dalam bidang ini. Hal demikian sebagai upaya mengejar ketertinggalan atau mengikuti tren.

Tim manajemen teknologi informasi memegang kendali atas berbagai teknik dan pemberitahuan berkaitan dengan perusahaan. Posisi ini sangat penting, mengingat ada banyak sekali bagian lain yang memerlukannya dalam berbagai kesempatan, misalnya promosi.

Manajemen Rekayasa

Tim manajemen rekayasa dalam sebuah perusahaan mengemban tugas berupa pengelolaan aplikasi teknik sebagai solusi bisnis. Salah satu contohnya adalah melakukan pengembangan produk baru, manufaktur, hingga konstruksi. Posisi itu sangat penting, bukan?

Divisi manajemen ini tentu memiliki peranan tidak kalah penting dari tim lainnya. Ia bergerak dalam memajukan pengembangan suatu produk agar lebih fresh. Tujuannya yaitu, tentu membuat pembeli tidak lari dan berpaling ke brand lain yang menjadi pesaing dengan penawaran lebih baru.

Manajemen Risiko

Risiko akan menyertai setiap hal dalam hidup. Tidak ada suatu hal yang bebas darinya. Begitu pula dalam hal berbisnis. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penekanan kemungkinan terburuk dengan jalan analisis, observasi dan masih banyak lagi.

Tim manajemen risiko ini nantinya akan menjadi pengendali dalam berbagai usaha meminimalisir peluang negatif sekreatif mungkin. Beberapa cara yang memungkinkan adalah dengan mengidentifikasi, menganalisis, menilai, hingga mengendalikan peluang negatif dari suatu tujuan atau proses.

Manajemen Kualitas

Kualitas merupakan hal yang menjadi bahan penilaian paling utama dari suatu produk. Baik itu jasa atau benda, bagus atau tidaknya akan mempengaruhi opini publik. Oleh sebab itu, perlu adanya kontrol dan pengawasan agar mutu tetap pada nilai paling baik.

Sebagai upaya menjaga kualitas suatu produk, perlu adanya tim manajemen kualitas bagi sebuah perusahaan. Selain itu, tugasnya juga berupa usaha dan strategi untuk meningkatkan mutu dari waktu ke waktu. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kepercayaan konsumen pada pemilik bisnis.

Manajemen Desain

Desain merupakan salah satu aspek paling tampak saat sebuah produk hadir ke pasaran luas. Tampilan visual dengan kualitas tak sama tentu mampu memberi kesan berbeda-beda bagi siapa saja yang melihatnya. Oleh sebab itu, perlu adanya kegiatan manajerial dalam divisi ini.

Perhatikan produk-produk yang beredar di berbagai kalangan. Kadang tanpa sadar, penampilan luarnya akan memberi kesan pada pikiran konsumen. Tampilan menarik tentunya akan lebih mampu merebut atensi publik daripada versi biasa saja. Maka dari itu, tim manajemen desain perannya penting.

Manajemen Fasilitas

Fasilitas dari sebuah perusahaan merupakan saran penopang karyawan dalam bekerja, Berbagai perlengkapan pendukung ini ada dengan tujuan mempermudah para staf dalam melaksanakan tugasnya. Namun, terkadang muncul berbagai kendala yang menyebabkan rusak atau hilangnya benda itu.

Perusahaan memberikan berbagai fasilitas untuk stafnya selama melakukan pengerjaan tugas. Terkadang perlengkapan-perlengkapan ini sudah harus merasakan perbaikan atau penggantian ke perangkat baru. Oleh sebab itu, perlu adanya tim manajemen yang mampu mengatasinya secara tepat.

Manajemen Inovasi

Mungkin bidang inovasi memiliki kemiripan dengan divisi pengembangan, Tugasnya adalah terus-menerus melakukan pembaharuan dalam berbagai hal dan sisi. Salah satunya mungkin mengenai konsep, penelitian, strategi, bahkan hingga pengembangan.

Perusahaan selalu perlu perbaikan lebih lanjut seiring berjalannya waktu. Strategi lama mungkin masih memiliki kecenderungan berpikir tidak sesuai. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mengundang tim manajemen inovasi untuk berdiskusi dengan divisi lainnya pada sebuah organisasi.

Manajemen Program

Sebuah perusahaan dalam perjalanannya tentu memiliki portofolio mengenai hasil-hasil yang telah lalu maupun sedang berlangsung. Hal ini penting dalam upaya meningkatkan reputasi baik di mata masyarakat. Oleh karena itu, perlu adanya manajemen program.

Tim manajemen program memiliki tugas mengelola berbagai portofolio sebuah perusahaan mengenai berbagai proyek on going. Perlu adanya pengawasan dan pengendalian secara berkala oleh divisi khusus ini.

Manajemen Perubahan

Setiap hal pada dunia ini mengalami perubahan baik signifikan maupun tidak. Manajemen perubahan menjadi pemegang peran dalam penerapan pendekatan terhadap poin-poin yang berubah dari sebuah bisnis.

Dalam bekerja, tim manajemen perubahan tentu memiliki cara serta tujuan sesuai dengan rancangan. Divisi ini nantinya akan melakukan berbagai pendekatan untuk perubahan bisnis itu. Harapannya adalah, bisa membantu perusahaan menghadapi transisi secara mulus.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manusia merupakan sumber daya yang kehadirannya tidak boleh musnah. Para karyawan dan staf tentunya bukan merupakan makhluk astral tak kasat mata. Oleh karena itu, hadirnya dalam setiap bisnis pun menjadi sangat penting. Bayangkan bila segala sesuatu telah ada tetapi orangnya tidak

Sumber daya manusia adalah pelaksana dari berbagai kegiatan yang berkaitan dengan proses kerja dan lain sebagainya. Maka dari itu, kualitas orang pilihan untuk menempati setiap posisi harus sangat berhati-hati dalam tahapan daring. Jangan sampai ada pembocoran.

Karakteristik Manajemen

Karakteristik Manajemen

Sebagai rangkaian kegiatan dengan tujuan spesifik, manajemen memiliki berbagai karakteristik yang khas dalam pelaksanaannya. Berikut ini adalah beberapa ciri dari perencanaan dalam perusahaan atau organisasi:

Proses Kontinu

Selama suatu organisasi atau perusahaan masih berdiri, proses dalam manajemen akan terus ada dan sifatnya kontinu.Keberadaannya harus ada pada setiap divisi meskipun berbeda-beda jenisnya. Misalnya dalam hal pemasaran, pengembangan produk, desain, hingga teknologi informasi.

Baca Juga: Pengertian Pemasaran

Proses yang kontinu berarti berlangsung terus menerus. Pada tahapan-tahapannya, segala kegiatan manajerial akan terus berjalan sebagaimana setiap harinya hingga saatnya perusahaan berhenti. Oleh sebab itu, karakter ini menjadi ciri dari kegiatan manajemen.

Bersifat Universal

Universal artinya adalah bersifat umum. Pada kenyataannya, setiap organisasi atau perusahaan dalam proses berjalannya selalu memerlukan manajemen. Semuanya meninggalkan berbagai komponen dari bisnisnya mendapat kontrol penuh sehingga tidak berantakan.

Semua organisasi atau perusahaan memerlukan manajemen, Oleh karena itu, sifatnya adalah universal. Kegiatan ini berlaku untuk umum dari kalangan apa saja. Pada setiap divisi pun bagian ini tidak boleh kosong.

Multi-Dimensional

Tidak seperti beberapa pekerjaan yang hanya memiliki satu jenis pekerjaan. Kegiatan manajemen, tugasnya begitu luas dan mencakup keseluruhan aspek mulai dari perencanaan, penganalisisan, sumber daya manusia hingga operasinya..

Tugas manajer dalam suatu perusahaan adalah melakukan pengamatan dan mendapat pengawasan dari atasannya. Oleh karena cakupan kerjanya yang luas dan cukup heboh, karakteristik dari manajemen adalah multidimensional.

Dinamis

Segala sesuatu terus mengalami perubahan. Hal ini berlaku pula pada perusahaan. Berbagai faktor dapat berubah seperti ekonomi, sosial, politik, hingga teknologi. Perubahan ini nantinya akan memberikan pengaruh terhadap kelangsungan perusahaan atau organisasi.

Perubahan tidak selalu mengarah pada hal buruk ataupun hal baik. Sifat dinamis ada pada setiap perusahaan. Untuk menyesuaikannya ini, perlu kehadiran orang lain. Oleh karena itu, manajemen merupakan divisi yang akan mengatasinya dengan cara merumuskan strategi dan mengaplikasikannya.

Orientasi pada Tujuan

Seperti telah ada pada berbagai pasien bahwa manajemen memiliki tujuan utama yang harus menjadi nyata. Setiap kelompok telur memerlukan adanya tim H&D. Oleh sebab itu, sebagai unit dapat berjalan lancar,

Manajemen adalah sebuah kegiatan atau proses dengan tujuan khas, yaitu mencapai tujuan Hal ini merupakan salah satu karakteristik penting darinya. Sedapat mungkin seorang manajer mengusahakan segala kegiatan di kantornya sebagai sarana mencapai target.

Berkelompok

Setiap organisasi atau perusahaan tentu memiliki banyak anggota atau staf yang mendukung jalannya berbagai proses. Oleh karen itu, kegiatan manajemen yang berfungsi mengaturnya pun memiliki tampilan berkelompok.

Pada sebuah organisasi atau perusahaan, setiap anggota hampir selalu memiliki kebutuhan, keyakinan, serta harapan yang tidak sama. Namun, lain halnya dengan tujuan, semuanya sama. Maka dari itu, perlu adanya pengawasan serta kontrol, yaitu dengan manajemen.

Kekuatan Tanpa Wujud

Berbagai bagian dari sebuah organisasi atau perusahaan tentu memiliki hubungan satu sama lainnya. Manajemen lah yang bertugas menghubungkan berbagai divisi ini. Manajer harus mampu membuat para karyawan atau anggota berpikir bagaimana cara menggapai tujuan.

Dari uraian sebelumnya, setiap pembaca dapat menarik kesimpulan bahwa manajemen memiliki manfaat besar dalam hal perencanaan dan lain sebagainya. Hal ini tidak memiliki wujud fisik pada ukuran dan tampilan tertentu. Namun hal ini tidak menyurutkan fungsinya.

Gaya Manajemen yang Baik

Gaya Manajemen yang Baik

Setiap kejadian pada kehidupan sehari-hari, segala sesuatu terjadi dengan berbagai cara. Kegiatan yang berkaitan dengan manajemen dapat berjalan dengan gaya baik maupun buruk. Berikut ini adalah versi baiknya:

Visioner

Dalam sebuah perusahaan, seorang manajer memegang peran yang begitu penting. Berbagai tugasnya dapat memberi pengaruh pada performa suatu perusahaan. Oleh karenanya, perlu memilih seseorang dengan pemikiran visioner untuk mengemban posisi itu sebagai pengontrol para karyawan.

Seorang manajer dengan cara pikir visioner sebaik mungkin harus dapat mengkomunikasikan tujuan serta arahan untuk menjadi sebuah rasa yakin bagi para karyawan. Selain itu, ia juga harus mampu memberikan rasa yakin pada organisasinya untuk bekerja dengan keras serta melaksanakan visi.

Transformasional

Seorang manajer perlu memiliki sifat transformasional dalam memimpin suatu organisasi. Gaya manajemen ini menghendaki segala jenis perubahan untuk maju ke arah yang lebih baik. Mereka biasanya mendorong serta meyakinkan para anggota atau karyawan untuk keluar dari zona nyaman.

Seorang manajer dengan gaya transformasional berusaha membuat para karyawan menyadari bahwa, berbagai hal dapat mereka lakukan melebihi yang ada dalam pikiran. Selain itu, para staf dan anggota kerap mendapatkan motivasi untuk meningkatkan standar, guna memperbaiki kinerja tim.

Demokratis

Kebanyakan orang tentu sudah tidak asing lagi dengan kata demokratis. Gaya manajemen demokratis memiliki aturan-aturan. Nantinya, manajer akan memberi kesempatan para karyawan atau staf untuk berpartisipasi dalam hal pengambilan keputusan nantinya.

Gagasan dari setiap manusia tentu memiliki risiko perbedaan yang besar. Gaya manajemen demokratis menghargai berbagai keragaman dari ide para staf atau karyawan. Manajer menyadari bahwa orang-orang itulah yang dapat menjadi kunci keberhasilan dari sebuah organisasi atau perusahaan.

Gaya Manajemen yang Kurang Baik

Selain gaya manajemen yang baik, ada pula beberapa dengan bentuk tidak baik. Hal ini tentu tidak boleh menjadi cara kontrol pada suatu perusahaan atau organisasi, karena nantinya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi para karyawan atau pun staf pekerja lainnya. Berikut beberapa contohnya:

Gaya Menghamba

Apa maksud dari gaya menghamba ini? Maknanya adalah mengarah pada kurangnya sikap tegas seorang manajer kepada para karyawan. Sifat disiplin seharusnya ada untuk melakukan kritik atau teguran bagi karyawan dengan kinerja yang cenderung bermalas-malasan atau tidak optimal.

Sikap baik kepada para karyawan memang harus ada pada diri setiap manajer guna memunculkan hubungan baik antara kedua belah pihak. Namun, sifat menghamba ini harus hilang karena nantinya justru membuat manajer merasa bingung untuk memberikan perbaikan atas kontrol yang ia pegang.

Transaksional

Cara kerja transaksional ini berjalan dengan seorang manajer memberi hadiah atau pemberian kepada karyawan, jika mereka telah melaksanakan perintah. Sekilas, hal ini nampak seperti motivasi positif untuk memacu semangat para staf dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun, apa benar?

Beberapa pendapat justru menyatakan bahwa cara ini kurang efektif untuk memotivasi seseorang bekerja lebih semangat. Jika terus menerus, nantinya karyawan hanya akan melakukan tugas jika mendapat hadiah dari manajer. Hal ini nantinya menimbulkan sikap tidak tulus.

Laissez-Faire

Gaya Laissez-Faire ini nampaknya memiliki fokus kesalahan pada manajer. Sikap yang satu ini berupa lepas tangan tanpa memberikan bantuan secara proaktif bagi tim padahal mengharapkan kinerja baik. Sikap masa bodoh ini nantinya akan berdampak buruk pada kecakapan karyawan atau staf.

Karyawan dengan tipe manajer seperti ini nantinya akan merasa mendapat bimbingan hanya dalam kadar sangat sedikit. Akibatnya, tim mengalami kesulitan dalam bekerja untuk mencapai target atau tujuan bersama layaknya sebuah konsep dasar manajemen secara utuh.

Autokratis

Gaya manajemen ini mirip dengan sistem kepemimpinan otoriter. Karyawan hanya mendapat perintah ini-itu dan harus melaksanakannya tanpa mendapat kesempatan berdiskusi. Hal ini tentunya akan memberi dampak perasaan tertekan bagi staf yang menerima suruhan dari manajer itu.

Cara manajemen otokratis ini nantinya justru menimbulkan hubungan atau pendekatan yang sangat buruk. Posisi manajer bukan sebagai pengayom, tetapi justru pengikis fleksibilitas bagi para karyawan. Selain itu, staf tidak mendapat kesempatan untuk memberikan feedback sebagai konsep timbal balik.

Manfaat Adanya Manajemen

Manfaat Adanya Manajemen

Manajemen merupakan suatu tindakan yang berupa upaya mengontrol atau mengendalikan karyawan atau staf dalam bekerja untuk mencapai tujuan sesuai dengan target. Hal ini telah berjalan cukup lama, artinya ada manfaat sehingga banyak orang mempertahankannya. Berikut adalah beberapa contohnya:

Membantu Membuat Strategi

Seperti yang telah banyak orang ketahui, manajemen merupakan sebuah proses yang berisi perencanaan dan lain-lain untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu caranya adalah dengan membuat strategi sesuai dengan bimbingan seorang manajer.

Manajer memegang peran penting dalam memimpin para staf dan karyawan menentukan perencanaan hingga pengorganisasian. Oleh karena itu, penentuan strategi akan menjadi lebih mudah dengan hadirnya manajemen antara kedua belah pihak. Terlebih selama bekerja agar memiliki arah yang jelas.

Meningkatkan Kesadaran Ancaman Eksternal

Salah satu tugas manajer adalah mengamati. Dengan job desk ini, manajemen juga mampu memberi manfaat dalam meningkatkan kesadaran mengenai adanya ancaman dari luar perusahaan atau organisasi. Selanjutnya, tim dapat melakukan analisis atas hal semacam itu.

Ancaman eksternal merupakan salah satu hal yang harus hilang. Hal ini akan memberi pengaruh pada stabilitas perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu, adanya manajemen sangat penting dan bermanfaat karena tim dapat mengetahuinya dan bertindak dengan cepat.

Pencapaian Kerja Memiliki Arah

Sesuai dasar pengertian dari manajemen, perencanaan tentu memiliki isi berupa apa saja kegiatan yang menjadi bagian dari pekerjaan nantinya. Oleh karena itu, segala aktivitas menjadi lebih terarah dan jelas sehingga tujuan bersama dapat menjadi nyata. Hal ini berlaku pada kebalikannya.

Adanya manajemen selain memberi arah pada kegiatan kerja juga menjadikan segala aktivitas berlangsung lebih efektif dan efisien. Nantinya, waktu tidak habis sia-sia. Para karyawan dan staf pun menjadi lebih paham mengenai pekerjaan sesuai rencana untuk meraih target atau goals.

Prinsip-Prinsip Manajemen

Prinsip-Prinsip Manajemen

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang manajer tentu memiliki prinsip-prinsip manajemen yang ia pegang dalam memimpin karyawan dan stafnya. Hal ini tentu bertujuan untuk menjadikan target lebih dekat dan komponen dapat meraihnya. Berikut adalah beberapa contohnya:

Disiplin

Dalam setiap pekerjaan, seseorang harus menerapkan sikap disiplin. Hal ini bertujuan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Dengan begitu, hasil kerja akan selesai dalam waktu singkat, efektif dan juga efisien. Selain itu, mencapai target kerja sebagai hasil akhir pun menjadi lebih mudah.

Sikap disiplin tentu akan membawa keuntungan bagi siapa saja yang menerapkannya. Hasil kerja akan menjadi lebih baik sehingga tujuan bersama pun lebih mudah menjadi nyata. Konsep ini sesuai dengan pengertian dasar mengenai manajemen untuk sebuah perusahaan atau organisasi.

Pembagian Kerja

Kehadiran seorang manajer tentu memiliki peran dalam memimpin, mengatur dan merencanakan kegiatan-kegiatan kerja pada masa mendatang. Selain itu, posisi ini juga membagi pekerjaan-pekerjaan kepada tim agar menjadi lebih ringan dan cepat selesai.

Dalam sebuah perusahaan atau organisasi, manajer tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, sesuai prinsip manajemen, ia melibatkan para karyawan dan staf agar semua usaha tidak begitu berat. Maka dari itu, pembagian kerja ini hadir dalam upaya mencapai target.

Wewenang dan Tanggung Jawab

Manajer memimpin, merencanakan, serta mengatur pembagian kerja bagi setiap komponen tim. Hal ini berarti para karyawan dan staf mendapat wewenang atas tugas tersebut sekaligus memegang tanggung jawab mengenai hasil akhir masing-masing bagiannya.

Rasa tanggung jawab ini akan membuat karyawan bekerja dengan baik dan lebih optimal. Jika semua komponen perusahaan atau organisasi memiliki pemikiran serupa maka konsep manajemen ini dapat berlangsung dengan baik. Alhasil, harapan menggapai target pun bukan sekadar angan-angan belaka.

Keadilan

Manusia harus mampu bersikap adil dalam segala situasi dan kondisi. Begitu pula dalam hal pekerjaan. Seorang manajer tidak boleh berat sebelah atas karyawan yang bekerja sesuai pengertiannya. Semua staf harus mendapat bagian sama rata dan sesuai dengan ketentuan awal.

Selain adil dalam pembagian kerja, manajemen mengharuskan keadilan berlaku pula dalam hal diskusi. Misalnya adalah saat manajer memberikan suatu rancangan kegiatan dan staf merasa ada hal yang harus diperbaiki. Maka, hak bicara karyawan tersebut pun tidak boleh hilang.

Kesatuan Pengarahan

Dalam memberi arahan, seorang manajer harus menyamakan antara satu karyawan dengan karyawan lainnya walaupun tugasnya berbeda-beda. Kesepahaman ini nantinya akan mempermudah upaya mencapai target atau tujuan bersama.

Baca Juga: Pengertian Supply Chain Management

Tim memiliki banyak komponen yang harus memiliki arah yang sama guna mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, ketidaksepahaman harus mengalami perbaikan menjadi ke satu tujuan. Hal ini dapat berjalan melalui perintah dari manajer dengan prinsip manajemen.

Tata Tertib

Setiap unsur kehidupan selalu mengalami sifat mengikat dari tata tertib. Adanya aturan-aturan ini tentu bertujuan agar hidup setiap orang tidak semena-mena hingga menyinggung kenyamanan orang lain. Hal ini juga berlaku dalam perusahaan atau organisasi.

Adanya konsep manajemen tentu bertujuan untuk mengatur setiap stafnya agar tetap pada jalur yang benar dalam bekerja. Tujuannya adalah agar tidak menyinggung pihak lain dan menimbulkan perpecahan. Dengan tata tertib ini setiap proses akan berlangsung sesuai perencanaan awal.

Itulah beberapa pengetahuan mengenai pengertian manajemen menurut para ahli, fungsi, tujuan unsur, jenis, karakteristik, gaya, manfaat, hingga prinsipnya. Pemahaman mengenainya harus ditingkatkan untuk menjadi seorang manajer yang baik dan mampu melaksanakan tugas.

Tinggalkan Balasan