Pengertian Motivasi: Jenis & Faktor Motivasi Menurut Ahli

Diposting pada

Menjadi pengusaha tentunya bukanlah suatu hal yang mudah. Masalah serta rintangan terkadang selalu menghiasi. Namun selain kerja keras, ternyata seorang entrepreneur juga butuh sebuah dorongan agar selalu semangat dan tidak gampang menyerah. Jika Anda mengalaminya, sebaiknya pahami dahulu terkait pengertian motivasi: jenis & faktor motivasi menurut para ahli.

Apa Itu Motivasi?

Apa Itu Motivasi

Definisi motivasi secara umum merupakan sebuah dorongan yang memungkinan orang mengubah perilaku hidupnya agar bisa menjadi pribadi lebih baik. Dapat juga diartikan sebagai antusias seseorang untuk semangat dan giat dalam mencapai cita-cita serta melakukan pekerjaannya dengan maksimal.

Baca Juga: Definisi Sukses

Motivasi secara etimologi berasal dari bahasa Inggris yakni “motivation” yang bisa diartikan sebagai dorongan atau suatu daya batin. Hal tersebut juga dapat dijadikan alasan seseorang untuk semangat dalam mengerjakan sesuatu hal agar mencapai tujuan tertentu. Dengan begitu, ia akan menghasilkan hidup lebih baik.

Motivasi sendiri bukanlah suatu kata-kata biasa yang digunakan untuk menyemangati seseorang. Namun, juga harus ada dorongan dari dalam diri sendiri untuk mau berubah dan semangat mengerjakan suatu hal positif dengan tujuan tertentu.

Pengertian Motivasi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian motivasi menurut para ahli telah dirangkum dalam penjelasan di bawah ini. Berikut selengkapnya:

Amir Dien Indra Kusuma

Di dalam bukunya, Amir Dien Indra Kusuma mengatakan bahwa motivasi dibagi menjadi 2 bagian, yakni motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang berasal dari luar seseorang, sedangkan motivasi intrinsik berasal dari diri orang itu sendiri.

Chifford T. Morgan

Mengatakan bahwa di dalam motivasi ada tiga hal penting yang sekaligus sebagai aspek-aspek penting dari motivasi itu sendiri. Adapun ketiga hal tersebut yakni keadaan seseorang untuk didorong, mendorong atau motiving stres, serta tujuan dari goal or endsof such behavior tersebut.

Mc. Donald dalam Sardiman 2007:73

Mengutip bahwa motivasi bisa untuk perubahan energi dari dalam diri seseorang yang didahului dengan tanggapan serta munculnya “felling” terhadap tujuan tertentu. Pengertian tersebut juga mengandung beberapa element penting yang diutarakannya.

Motivasi bisa mengawali terjadinya perubahan energi dari dalam diri setiap manusia. Penampakannya sendiri dapat berupa kegiatan fisik, rasa atau sebuah persoalan yang menyangkut kejiwaan, emosi dan efeksi. Hal tersebut bisa menentukan perilaku seseorang serta tujuan itu akan menyangkut soal kebutuhan.

Azwar 2000:15

Menyebutkan bahwa motivasi merupakan sebuah rangsangan dan pembangkit yang dimiliki setiap manusia atau kelompok masyarakat. Bersedia bekerjasama serta berbuat sesuatu dengan cara yang sangat optimal serta telah direncanakan agar mencapai tujuan tertentu.

Malayu 2005:143

Mengatakan bahwa motivasi adalah berasal dari bahasa latin “movere” yang bisa diartikan sebagai dorongan atau penggerak untuk menciptakan sebuah gairah seseorang agar mau bekerja sama dan efektif serta terintegrasi oleh semua upaya agar mencapai kepuasan.

Dalam manajemen, motivation digunakan hanya sebagai sumber daya manusia umumnya serta bawahan khususnya. Sebab motivasi merupakan suatu hal yang mendukung perilaku, menyebabkan serta menyalurkan agar mau untuk giat dan berantusias mencapai hasil lebih optimal.

Mulyasa 2003:112

Mengatakan jika motivasi adalah suatu pendorong atau tarikan yang menyebabkan seseorang bertingkah laku ke arah tertentu sesuai dengan tujuan mereka. Individu akan cenderung bersungguh-sungguh, sebab mereka memiliki sebuah motivasi tinggi dan terus belajar jika ada faktor pendorongnya.

Ngalim Purwanto

Dikutip dari buku (Ngalim Purwanto, 2007:61), bahwa motivasi merupakan pernyataan dari dalam individu yang tingkah lakunya mengarah ke suatu tujuan kompleks serta bisa juga disebut sebagai rangsangan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menentukan atau bahkan membatasi hal tersebut.

Edwin B Flippo dalam Melayu 2005:143

Mengatakan bahwa motivasi merupakan sebuah keahlian khusus untuk mengarahkan, baik itu organisasi maupun pegawai. Ini dilakukan agar mampu melakukan pekerjaan dengan berhasil sehingga tujuan tersebut dapat tercapai dengan maksimal.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Biaya

Dimyati dan Mudjiono 2002:80

Mengatakan bahwa mengutip pendapat Koeswara, siswa mau belajar karena ada dorongan serta mental. Hal tersebut bisa berupa keinginan maupun perhatian dan kemauan di dalam diri individu yang terkadang timbul sebab adanya menggerakan, mengaktifkan serta mengarahkan perilaku sikap dalam belajar.

Fredrick J. Mc Donal

Mengemukakan bahwa motivasi adalah perubahan pada diri setiap orang dalam hal energi yang ditandai dengan reaksi atau perasaan seseorang tersebut untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.

Sudarman AM

Berpendapat bahwa motivasi intrinsik merupakan motif-motif yang ada dalam diri seseorang tanpa adanya rangsangan dari luar. Sebab dari dalam individu itu sendiri telah ada dorongan dalam melakukan sesuatu hal.

Sardiman 2008:73

Mengemukakan bahwa motivasi bisa sebagai daya penggerak dari dalam diri setiap orang agar melakukan kegiatan yang sesuai dengan tujuan tersebut.

M. Ngalim Purwanto

Disebutkan bahwa ada beberapa fungsi dari motivasi untuk belajar. Yakni sebagai dorongan agar individu mau berbuat atau bertindak. Motif tersebut berfungsi sebagai penggerak seseorang yang memberi kekuatan agar bisa melaksanakan tugasnya.

Menurut Sartain

Sartain mengatakan bahwa motivasi merupakan sebuah pertanyaan yang cukup kompleks. Karena pribadi individu tersebut mengarahkan kepada tingkah laku terhadap tujuannya. Atau bisa juga disebut sebagai perangsang untuk melakukan sesuatu hal supaya goal tercapai.

Sardiman 2007:73

Mengatakan bahwa motivasi bisa diartikan sebagai upaya seseorang untuk mendorong melakukan suatu hal. Selain itu, juga bisa dikaitkan dengan penggerak dari dalam diri setiap individu dan subjek. Hal ini agar tujuan yang telah direncanakan tercapai, bisa juga mengandung arti suatu kondisi siap siaga.

Henry Simamora

Mengatakan bahwa pengertian motivasi merupakan fungsi atau pengharapan dari setiap individu saat melakukan upaya tertentu. Dengan begitu, Ia bisa menghasilkan suatu kinerja sehingga pada akhirnya akan menghasilkan imbalan yang dikehendaki.

Menurut Uno

Disebutkan bahwa arti motivasi merupakan sebuah dorongan internal dan eksternal dari dalam diri setiap individu. Hal ini diindikasikan dengan adanya minat, hasrat, ataupun dorongan atas kebutuhan serta cita-cita untuk penghormatan serta penghargaan.

A. Anwar Prabu Mangkunegara

Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara, arti dari motivasi merupakan sebuah kondisi yang dapat mempengaruhi, mengarahkan bahkan membangkitkan serta memelihara perilaku pada diri seseorang. Namun, dalam konteks yang masih berhubungan dengan lingkungan kerjanya.

Menurut Weiner

Dikutip dari Elliot Et Al, Weiner mengatakan bahwa motivasi adalah sebuah kondisi internal yang dapat membangkitkan setiap individu. Dalam artian agar mau bertindak dan mendorong seseorang mencapai suatu tujuan serta membuatnya tetap tertarik pada kegiatan tertentu.

G. R. Terry

G.R. Terry mengemukakan bahwa definisi motifasi adalah suatu keinginan yang ada pada setiap individu atau seseorang. Hal ini bertujuan untuk merangsang mereka dalam melakukan tindakan tertentu.

Menurut Sartain

Mengemukakan bahwa motivasi adalah sebuah pernyataan yang cukup kompleks untuk mengarahkan seseorang pada tingkah laku dan tujuan tertentu.

Sumadi Suryabrata

Menurut Sumadi Suryabrata, Ia mengatakan bahwa motivasi adalah motif-motif yang fungsinya tidak di dapatkan dari pihak luar, melainkan pada diri seseorang itu sendiri.

Wlodkowski (2985)

Mengungkapkan bahwa motivasi merupakan penggambaran kondisi yang bisa menyebabkan atau menimbulkan perubahan perilaku pada setiap individu. Bisa juga sebagai pemberian arah serta ketahanan (persistence) terhadap tingkah laku tersebut.

Mulyadi (Dalam Bukunya Psikologi Pendidikan)

Mulyadi mengungkapkan pendapat dari De Cocco, bahwa masalah motivasional pada setiap guru dalam menghadapi sebuah kondisi atau situasi. Di sisi lain juga untuk memelihara suasana belajar dengan berbagai fungsi tertentu.

Dr. S. Nasution, MA.

Dr. S. Nasution, MA mengatakan bahwa motivasi bisa diartikan sebagai pendorong manusia untuk bisa berbuat sesuatu yang lebih baik lagi. Bisa juga diartikan sebagai motor yang memerlukan energi atau sebuah penggerak untuk melakukan suatu pekerjaan.

Ames dan Ames (1984)

Pendapat lain juga dikemukakan oleh Ames dan Ames (1984). Kedua orang tersebut mengatakan bahwa arti motivasi yaitu perspektif atau anggapan yang dimiliki setiap individu tentang dirinya sendiri serta lingkungan sekitarnya.

Menurut Dalyono, 2005:55

Mengemukakan bahwa motivasi merupakan sebuah daya pendorong atau penggerak untuk melakukan sebuah pekerjaan. Hal tersebut bisa berasal dari luar maupun dalam diri pelaku.

Djamarah (1991:19-21)

Menurut Djamarah (1991:19-21), mengatakan bahwa motivasi sendiri merupakan sebuah aktivitas. Biasanya dilakukan dengan sadar agar mendapatkan beberapa kesimpulan dari bahan yang sudah dipelajari sebelumnya.

Menurut Slameto

Mengatakan jika belajar motivasi adalah suatu proses atau usaha yang dilakukan setiap orang agar memperoleh perubahan. Salah satunya pada tingkah laku baru secara keseluruhan dan juga sebagai interaksi pada hasil pencapaiannya.

H. Hadari Nawawi (2003:351)

Menurut H. Hadari Nawawi (2003:351), pengertian motivasi merupakan sebuah keadaan yang bisa mendorong (menjadikan seseorang berperilaku secara sadar) atas perbuatan atau kegiatan saat itu juga.

Jenis-jenis Motivasi Menurut para Ahli

Jenis-jenis Motivasi Menurut para Ahli

Ada beberapa jenis motivasi yang bisa Anda pahami. Berikut beberapa ulasannya:

Menurut Hamzah Uno (2011:4)

Menurut Hamzah Uno (2011:4), Ia mengatakan jenis-jenis motivasi dibedakan menjadi dua macam, yakni dari dalam setiap individu itu sendiri (intrinsik) dan sumber motivasi dari luar diri setiap orang (ekstrinsik). Berikut ulasannya:

Motivasi Intrinsik Menurut Hamzah Uno

Motivasi Intrinsik merupakan sebuah keinginan dari dalam diri setiap individu untuk melakukan suatu hal atau pekerjaan tertentu. Hal ini disebabkan oleh suatu faktor pendorong yang berasal dari keinginan pribadi tanpa dipengaruhi oleh orang lain dengan hasrat agar mencapai tujuan tertentu.

Baca Juga: Manajemen Organisasi

Sebagai contoh, seorang individu agar termotivasi untuk melakukan suatu hal agar penghasilan yang didapatkan bisa mencapai target dan bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Contoh ke dua. Seorang siswa yang memiliki motivasi ekstrinsik pasti memiliki dorongan dari luar agar mau memperhatikan setiap pelajaran di sampaikan oleh guru. Jika tidak, maka minat belajar pun juga akan berkurang dan kesulitan dalam menerima pelajaran.

Motivasi Ekstrinsik Menurut Hamzah Uno

Motivasi ekstrinsik merupakan sebuah keinginan pada setiap individu agar bisa melakukan sesuatu. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dari luar yang mendorong seseorang untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.

Misalnya saja, seorang individu bisa termotivasi untuk bekerja lebih semangat dengan cara tertentu. Salah satu faktor penyebabnya yaitu adanya peluang yang telah diberikan perusahaan kepada mereka sebagai peningkatan karirnya.

Contoh lain, misalnya ada seorang siswa selelu memperhatikan setiap pelajaran yang disampaikan untuk hasil lebih baik lagi. Karena di dalam diri siswa tersebut telah ada motivasi interinsik yang muncul tanpa memperdulikan gangguan dari luar.

Kesimpulan dari Contoh di Atas

Dari contoh di atas bisa dijelaskan jika kedua hal tersebut dapat muncul secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, peran pendidik dalam membangkitkan motivasi itu sangat penting. Salah satunya sebagai peningkatakan dalam belajar menerima materi yang diberikan.

Faktor dari luar yang membuat dorongan seseorang melakukan suatu hal untuk mencapai tujuan tersebut di bagi menjadi 2. Pertama motivator, ini bisa berupa prestasi dalam pekerjaan, tanggung jawab, penghargaan, kesempatan dalam mengembangkan kualitas diri dan lain sebagainya.

Kedua kesehatan kerja. Sedangkan faktor kesehatan kerja bisa berupa sebuah kebijakan yang diberikan oleh perusahaan tempatnya bekerja. Seperti gaji sesuai dan memuaskan, suasana lingkungan yang nyaman, support teknis memadai, serta jaminan keselamatan kerja pada karyawan.

Pembagian Motivasi Menurut Hamzah Uno

Motivasi kerja juga bisa dibagi menjadi dua segi yang berbeda. Jika dilihat dari segi aktif, motivasi kerja bisa menjadi suatu usaha sangat positif. Hal ini dilakukan dalam menggerakkan serta mengarahkan potensi tenaga kerja atau pegawai. Dengan begitu, bisa bekerja lebih produktif lagi dan berhasil mewujudkan apa yang ditetapkan sebelumnya.

Jika dilihat dari segi pasif, motivasi kerja sendiri tampak seperti sesuatu kebutuhan. Di samping itu, juga dapat menggerakkan serta mengarahkan suatu kemampuan atau potensi daya kerja individu terhadap segala hal yang diinginkannya.

Menurut Sadirman (2008:86)

Jenis-jenis motivasi yang dikatakan oleh beberapa ahli berikutnya ini tentu berbeda dalam penyampaiannya. Menurut Sadirman (2008:86), motivasi sendiri bisa dilihat dari dasar pembentukannya sebagai berikut:

Motivasi bawaaan. Dalam motivasi ini biasanya ada sejak lahir (bawaan), jadi ada tanpa perlu dipelajari. Contohnya dorongan untuk mandi, makan, minum, bekerja, istirahat dan lain sebagainya.

Motivasi yang dipelajari. Jenis motivasi ini memang dipelajari dan akan timbul karena telah paham terlebih dahulu. Contohnya dorongan dari pada diri seseorang untuk mau belajar atau mengajari dalam berbagai macam permasalahan.

Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2009:63)

Sedangkan menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2009:63), mengatakan bahwa motivasi berdasakan jenisnya terbagi menjadi tiga macam, yakni:

Motivasi Takut

Motivasi takut atau biasa disebut dengan fear motivation merupakan tingkah laku seorang individu yang melakukan sebuah perbuaan disertai dengan adanya perasaan khawatir. Misalnya saja, karena ada ancaman dari luar dan takut bila mendapat sanksi serta hukuman ataupun akibat lainnya.

Motivasi Insentif

Motivasi insentif atau biasa disebut dengan incentive motivation, merupakan seorang individu yang melakukan sebuah perbuatan agar mendapatkan insentif. Bentuknya bisa bermacam-macam, bisa berupa penghargaan, gaji, hadiah, bonus dan lain sebagainya.

Motivasi sikap

Motivasi sikap atau biasa disebut dengan attitude motivation adalah sebuah sikap yang menunjukkan adanya ketertarikan suatu objek. Biasanya lebih bersifat intrinsik serta pembawaannya dari dalam individu tersebut. Berbeda dengan dua motivasi sebelumya yang bersifat ekstrinsik dan datang dari luar.

Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2005)

Menurutnya, dikatakan bahwa jenis-jenis motivasi dapat dibagai menjadi dua macam, yakni positif dan negatif. Berikut penjelasan selengkapnya:

Motivasi positif

Memiliki arti sebuah tekanan dengan hal positif kepada orang lain. Contohnya, seorang manajer memotivasi bawahannya dengan memberikan sejumlah hadiah bagi yang memiliki prestasi cukup baik. Dengan adanya insentif positif ini akan lebih memberikan semangat serta meningkatkan produktifitas.

Motivasi negatif

Ancaman dari seseorang agar target menjadi patuh dan taat kepadaanya (disiplin. Contohnya, seorang manajer memotivasi bawahannya dengan sering menerapan hukuman atau sanksi untuk pekerja yang kurang baik tingkat produktifitasnya serta prestasinya rendah. Namun, dengan adanya insentif negatif ini dapat menyebabkan semangat karyawan menurun karena ketakutan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Di dalam proses psikologis pada diri setiap individu bisa menimbulkan sebuah dorongan yang tentunya juga dipengaruhi sebuah keadaan. Berikut ini ulasannya:

Faktor Internal

Sebuah faktor dapat lahir dari dalam diri setiap individu. Hal ini bisa berupa sifat atau sikap yang sangat melekat pada setiap orang dengan pendangan sebagai berikut:

1. Presepsi pada Setiap Individu untuk Mengenal Diri Sendiri

Setiap orang bisa termotivasi atau tidak agar melakukan sebuah tindakan, namun itu semua tergantung pada setiap proses kognitif yang berupa presepsi. Hal tersebut bisa mendorong serta mengarahkan perilaku untuk cepat bertindak sesuai dengan kemuannya sendiri.

2. Harga diri serta prestasi

Dalam faktor ini, individu mendapatkan dorongan dan arahan untuk termotivasi agar menjadi pribadi yang kuat serta mandiri. Tentunya akan memperoleh kebebasan atau mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat, bisa juga sebagai dorongan agar seseorang mau berpestasi.

3. Harapan

Harapan yang dimaksud dapat berupa informasi objektif di dalam lingkungannya. Sebab bisa mempengaruhi perasaan subjektif atau sikap dari diri seseorang. Selain itu, juga bisa disebut sebagai sebuah tujuan akhir.

4. Kebutuhan

Biasanya manusia bisa termotivasi oleh sebuah kebutuhan. Menjadikan dirinya berfungsi secara maksimal sehingga bisa memperoleh potensi sebaik mungkin. Hal itu akan mendorong individu agar mengarahkan, menghindari serta memberikan respon terhadap apa yang sedang dialaminya.

5. Kepuasan kerja

Faktor ini adalah sebuah dorongan cukup efektif untuk mendorong individu agar mencapai keberhasilan serta tujuan yang diinginkan dari setiap perilakunya.

6. Tanggung jawab

Motivasi yang ada pada diri setiap orang untuk bekerja dengan lebih baik serta hati-hati agar menghasilkan sebuah hasil lebih maksimal dan berkualitas.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal sendiri merupakan motivasi yang berasal dari luar diri setiap individu. Hal tersebut bisa timbul karena adanya organisasi atau peran dari luar sebagai penentu. Di sisi lain juga untuk menentukan perilaku seseorang di setiap kehidupannya.

1. Hubungan Intrapersonal

Ini ada hubungannya antara atasan, teman sejawat, serta bisa juga dengan bawahan. Dengan begitu, setiap orang ingin menghargai atau dihargai padaa setiap organisasi sehingga dapat tercapai sebuah suasana lingkungan kerja yang nyaman dan harmonis.

2. Jenis dan Sifat Pekerjaan

Hal tersebut dapat berupa dorongan pada setiap diri seseorang atau individu agar bisa bekerja pada jenis serta sifat pekerjaan tertentu. Kondisi tersebut juga mampu mempengaruhi besar kecilnya imbalan yang didapatkan pada setiap tindakan.

3. Keamanan serta Keselamatan Kerja

Perlindungan serta sebuah jaminan keamanan serta keselamatan kerja seseorang yang diberikan oleh organisasi atau perusahaan bersangkutan.

4. Kelompok Kerja

Organisasi atau perusahaan yang dimana setiap individu bekerja agar mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

5. Kondisi Kerja

Keadaan dimana setiap individu melakukan suatu pekerjaan yang sesuai dengan harapan sehingga dapat tercapai suasana kondusif dan nyaman.

Faktor Motivasi Menurut Mc. Donald

Menurut Mc. Donald (dikutip oleh Sardiman AM 1996:793), mengatakan bahwa faktor motivasi terbagi menjadi tiga unsur yang saling berkaitan, yakni sebagai berikut.

Pertama. Sebuah motivasi bisa dimulai atau diawali dengan adanya suatu energi dari dalam setiap individu. Perkembangan tersebut akan membawa pada manusia itu sendiri. Biasanya terlihat dalam kegiatan fisik.

Kedua. Motivasi bisa ditandai dengan adanya feeling atau perasaan bawaan seseorang. Dengan begitu, hal ini sangat relevan terhadap persoalan kejiwaan dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku dari individu itu sendiri.

Baca Juga: Motivasi Belajar Siswa

Namun berkenaan dengan pendapat Agus Sujanto 1993:75, Ia mengatakan bahwa sifat-sifat pada diri setiap individu itu berkaitan dengan perasaan tidak senang atau sebaliknya, lemah, kuat, relative serta tidak berdiri sendiri.

Ketiga. Sebuah motivasi dapat dirancang karena adanya suatu tujuan tertentu. Dalam hal ini, sebenarnya merupakan respon dari stimulus atau secara otomatis muncul dari setiap individu untuk pencapaiannya. Namun juga bisa datang karena rangsangan dari luar diri seseorang.

Faktor Motivasi Menurut A. Hadisaputro

Ada faktor lain yang mempengaruhi motivasi menurut A. Hadisaputro (1986:11), Ia menjabarkannya sebagai berikut:

Tenaga dinamis

Dalam hal ini motivasi adalah sebuah tenaga yang dinamis untuk diri seseorang. Dengan kata lain, meskipun sebenarnya telah ada atau lahir pada diri pada setiap individu, namun agar memunculkannya diperlukan sebuah rangsangan (baik itu berasal dari luar maupun dalam).

Emosional

Dalam hal ini, motivasi juga sering sekali ditandai dengan adanya emosional dari dalam diri manusia atau keinginan yang penuh terhadap sesuatu agar mencapai tujuan tertentu.

Reaksi Pilihan

motivasi merupakan suatu anticipatory atau pilihan bagi tercapainya sebuah tujuan dari apa yang dilakukan. Setiap manusia pasti memiliki sebuah perhatian terhadap lingkungan sekitarnya. Hal ini bisa digunakan sebagai penentu dari objek bersangkutan.

Berhubungan dengan Kebutuhan Diri Seseorang

Faktor ini berhubungan langsung dengan sejumlah kebutuhan diri setiap individu. Hal ini akan memunculkan sebuah dorongan yang membuat orang tersebut bisa memunculkan tindakan agar memuaskan atau memenuhi kebutuhannya.

Faktor Motivasi untuk Diri Seseorang Menurut Oemar Hamalik

Motivasi sendiri memiliki beberapa faktor umum yang berfungsi untuk mendorong seseorang untuk melakukan berbagai kegiatan atau perbuatan. Seperti dikatan oleh Oemar Hamalik (200:175) sebagai berikut:

Motivasi bisa dikatakan sebagai pendorong untuk melakukan suatu tindakan. Dengan begitu tanpa adanya dorongan tersebut, tidak akan timbul suatu perbuatan tertentu. Besar kecilnya suatu motivasi bisa saja menentukan cepat lambatnya seseorang dalam melakukan atau mengerjakan sebuah pekerjaan.

Baca Juga: Pengertian Bahasa

Fungsi motivasi sendiri juga bisa dijadikan sebagai pengarah yang mengarahkan setiap perbuatan individu untuk mencapai tujuan seperti diinginkan.

Faktor Motivasi dari Pendapat Sadirman AM

Selain itu, faktor motivasi juga bisa diamati dari pendapat Sadirman AM (1996:85) yang menjelaskan beberapa pemaparannya. Seperti berikut:

  • Motivasi dapat mendorong seseorang agar bisa berbuat sebagai penggerak dalam setiap kegiatannya. Misalnya saja, siswi yang tergerak untuk memakai jilbab. Hal tersebut dapat menjadi dorongan agar sentiasa menjalankan sesuai ajaran dan tuntunan agama Islam.
  • Motivasi juga bisa menentukan ke arah perbuatan yang akan di capai. Berkaitan dengan penjelasan sebelumnya, tentunya hal ini bisa membentuk seseorang agar selalu bertaqwa dan beriman menjalankan sesuai ajaran agamanya.
  • Faktor motivasi ini penting dan erat kaitannya dengan perbuatan yang telah dilakukan agar tidak melakukan hal-hal menyimpang. Bahkan, juga bisa menghindarkan dari kegagalan atau penghambat dari tercapainya sebuah tujuan.

Jadi itulah beberapa hal penting tentang pengertian motivasi: jenis & faktor motivasi menurut para ahli. Semoga artikel di atas dapat bermanfaat untuk Anda semua agar memotivasi serta menjalankan aktivitas kehidupan yang lebih baik serta sukses.

Tinggalkan Balasan