Pengertian Novel: Ciri, Unsur, Struktur dan Jenis Novel

Karya sastra satu ini pasti tidak asing bagi banyak orang. Bahkan mungkin Anda termasuk pecinta atau penggemar novel dengan berbagai genre. Namun, tidak semua orang paham akan pengertian, ciri-ciri, unsur, struktur, jenis-jenis, serta bagaimana memulai membuatnya.

Pengertian Novel

Apa itu novel? Terdapat berbagai versi dalam pengertiannya. Baik menurut beberapa ahli maupun definisi secara umum. Berikut adalah uraian pengertian novel menurut beberapa ahli:

Jakob Sumardjo

Jakob Sumardjo berpendapat bahwa novel adalah suatu bentuk sastra yang banyak tersebar dan tercetak pada kalangan masyarakat secara luas. Sebab daya jangkau komunitasnya sangat luas bahkan tidak terbatas.

Hal tersebut membuat novel menjadi sastra yang sangat populer di dunia dari dulu sampai sekarang. Kepopuleran tersebut merambah pada pada seluruh jenjang serta kalangan yang ada di masyarakat.

Menurut Rostamaji dan Agus Priantoro

Kedua tokoh ini memberikan definisi novel berdasarkan hal-hal yang membentuknya. Rostamaji dan Agus priantoro menganggap karya sastra tersebut terbentuk dari dua unsur penting, yaitu ekstrinsik dan intrinsik.

Baca Juga: Situs Download Buku Gratis dan Legal

Kedua unsur tersebut yaitu intrinsik dan ekstrinsik saling berkaitan satu sama lain. Kemudian akan tercipta suatu keharmonisan dan kesinambungan cerita yang melahirkan sebuah karya sastra berbentuk novel.

Nurhadi, dkk.

Menurut pendapat dari Nurhadi dkk, novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang mengandung banyak sekali nilai-nilai sosial, moral, budaya, serta pendidikan. Nilai tersebut terepresentasi dalam sebuah cerita narasi.

Pendapat tersebut lebih menyinggung kepada unsur ekstrinsik yang berada dalam suatu karya. Dalam pendapatnya, Nurhadi bersama banyak orang yaitu Dawud, Yuni pratiwi dan Abdul roni.

Paulus Tukam

Jika nurhadi dkk lebih memfokuskan pada nilai-nilai yang berada di luar karya ini, maka Paulus Tukam sebaliknya. Beliau berpendapat bahwa novel merupakan suatu bentuk sastra dengan mengandung berbagai unsur intrinsik di dalamnya.

Selain terdiri dari berbagai unsur intrinsik, Paulus Tukam juga berpendapat bahwa karya sastra ini berbentuk prosa, yaitu tidak terikat pada baris, bait, suku kata, serta irama. Hal tersebut yang merupakan ciri utamanya.

Definisi Umum

Setelah mengetahui definisi dari berbagai ahli dan tokoh, Anda bisa memberikan suatu kesimpulan tersendiri mengenai pengertian secara umum dari karya sastra ini. Berasal dari bahasa italia novella, yang berarti cerita atau kisah dalam bentuk prosa.

Novel merupakan suatu karya sastra yang memiliki dua unsur pembentuk, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Serta berbentuk prosa sehingga tidak terlalu terpaku pada aturan. Penulisnya memiliki sebutan novelis.

Ciri-Ciri Novel

Ciri-Ciri Novel

Setelah mengerti banyak mengenai pengertiannya, pembahasan selanjutnya yaitu mengenai ciri-ciri karya sastra ini. Karakter novel antara lain:

Alur Cerita Kompleks

Tidak seperti cerita pada umumnya yang hanya terdiri dari alur tunggal, dalam novel jalan ceritanya begitu kompleks. Hal tersebut menjadi ciri khas dari karya sastra satu ini. Sebagai pembaca, Anda bisa menemukan berbagai konflik di dalamnya.

Dalam novel, terdapat berbagai konflik yang berusaha muncul untuk menciptakan suatu alur kompleks. Selain itu, biasanya terdapat satu fokus masalah dengan dukungan kemunculan masalah-masalah lain dalam cerita sehingga menambah seru dan kekompleksannya.

Jumlah Kata lebih dari 35.000 dan Halaman lebih dari 400

Tentu tidak mengherankan jika banyak novel yang beredar pada masyarakat memiliki halaman sangat tebal. Hal tersebut karena sudah menjadi ciri khasnya bahwa karya sastra ini memiliki lebih dari 400 lembar.

Selain itu, jumlah kata dalam novel minimal 35.000 dan lebih baik jika lebih dari itu. Ciri khas bagian ini ada sebab alur dalam karya sastra sendiri sangat kompleks sehingga membutuhkan halaman yang banyak untuk menceritakannya agar menjadi satu kesatuan utuh.

Gaya Penulisan Narasi

Dalam penulisannya, novel dikemas dengan gaya penulisan narasi, yaitu melalui pengembangan paragraf dengan menjabarkan peristiwa dari waktu ke waktu secara berurutan. Baik menggunakan alur maju, mundur atau kombinasi keduanya.

Selain menggunakan gaya penulisan narasi, dalam novel juga terdapat berbagai deskripsi yang mendukung dalam mengilustrasikan berbagai hal dalam cerita tersebut. Baik alur, latar atau kondisi, bahkan penokohan di dalamnya dengan rinci.

Lebih dari Satu Impresi

Dengan alur kompleks yang ada pada novel, karya sastra ini akan memiliki lebih dari satu impresi. Maksudnya adalah meninggalkan berbagai kesan pada para pembacanya. Bahkan bisa berbeda-beda karena tergantung titik utamanya dalam menangkapnya.

Selain itu, dari alur kompleks sebuah novel, emosi serta efek yang ditimbulkan juga banyak dan beragam. Ada bagian sedih, bahagia, haru, marah, terpuruk dan lain sebagainya dengan kemunculan beraneka ragam.

Memiliki Tema Beragam, Terkadang Spesifik untuk Kalangan Tertentu

Karya sastra satu ini bisa dibuat dengan beraneka ragam tema dan jalan cerita. Maka tidak mengherankan jika peminatnya sangat banyak dan tersebar di berbagai belahan dunia karena genre ceritanya sangat banyak.

Tema dari novel bisa meliputi aksi, drama, romansa, ada pula beberapa hal yang terkesan abstrak. Bahkan bisa dilakukan penggolongan berdasarkan ide cerita tersebut, meliputi untuk kalangan remaja, anak-anak, serta orang dewasa.

Durasi Membaca yang Lama

Banyak orang yang bisa membutuhkan waktu singkat untuk membaca suatu teks atau buku. Tapi karena tebal halaman, banyaknya kata serta kekompleksan dari alur cerita, tentu akan membutuhkan waktu tidak sedikit untuk menamatkan suatu novel.

Jadi ciri khas selanjutnya dari novel adalah durasi membacanya yang cukup memakan waktu. Minimal akan menghabiskan 120 menit atau setara dengan dua jam. Tapi meskipun begitu, masih banyak yang tertarik karena keseruan jalan ceritanya.

Terkadang Bisa Bergantung Pada Beberapa Tokoh

Biasanya dalam satu cerita dengan alur tunggal, akan terdapat satu fokus utama tokoh. Namun pada novel, terkadang bisa bergantung pada beberapa penokohan untuk menghidupkan jalannya alur dari karya tersebut.

Biasanya dalam satu bab akan membahas dari sisi pandang tokoh A. Kemudian pada bagian selanjutnya akan membahas dari tokoh B dan seterusnya. Keberagaman sifat dari beberapa pemeran utama tersebut juga membantu menghidupkan kompleksitas dari karya sastra ini.

Unsur dalam Novel

Unsur dalam Novel

Dalam novel, terdapat dua unsur penting untuk menghidupkan jalan ceritanya. Pertama yaitu intrinsik dengan pembahasan nomor satu sampai tujuh, serta selanjutnya merupakan ekstrinsik. Lantas apa saja unsur-unsurnya?

Tema

Unsur intrinsik pertama dalam suatu novel adalah tema yang merupakan pokok-pokok atau gagasan umum dari karya sastra tersebut. Poin ini merupakan awal mula adanya dan jalannya suatu cerita. Kemudian bisa merumuskan penokohan, alur, latar atau setting, sudut pandang, serta lainnya.

Unsur ini merupakan dasar dari pengembangan keseluruhan cerita tersebut. Cerita yang baik tidak akan melenceng bahkan menjiwai secara penuh temanya. Ada berbagai jenis tema yaitu romansa, aksi, perjuangan, drama, horor dan lain sebagainya.

Penokohan

Setelah mendapatkan suatu tema, tentu unsur intrinsik selanjutnya yang harus ada sebagai pengembangannya yaitu penokohan. Hal tersebut mencakup siapa saja pemerannya, bagaimana watak atau sifatnya, serta penempatannya dalam suatu cerita.

Dalam suatu novel, terdapat berbagai jenis tokoh yaitu:

  • Tokoh utama: perannya diutamakan dan menjadi fokus dalam cerita tersebut.
  • Tambahan: Selain dari pemeran utama.
  • Protagonis: Memiliki peran baik. Menjunjung berbagai norma dan nilai dalam kehidupan.
  • Antagonis: Berkebalikan dengan protagonis, penyebab adanya suatu konflik.
  • Sederhana: Hanya ditampilkan beberapa sifat dan wataknya saja.
  • Bulat: Menampilkan seluruh watak atau kompleksitas dari kehidupannya.
  • Statis: Memiliki sifat dan watak sama dari awal sampai akhir cerita
  • Berkembang: Watak dan sifatnya berubah seiring dengan perubahan alur.
  • Netral: Tokoh tersebut ada hanya karena cerita tersebut semata. Banyak yang mengartikan peran ini hanya imajiner dan ada dalam dunia fiksi saja.
  • Tipikal: Tokoh yang tidak ditampilkan sebagai suatu individual, namun terikat dalam suatu pekerjaan atau lembaga.

Alur

Unsur intrinsik selanjutnya yaitu alur. Memiliki nama lain plot, poin ini merupakan rangkaian peristiwa dalam suatu novel. Pada karya sastra ini, kekompleksitasan, keunikan, serta keseruannya menentukan apakah cerita tersebut menarik atau tidak.

Dalam novel, terdapat tiga jenis alur, yaitu :

  • Alur Maju atau Progresif: Menjelaskan kronologis cerita dari awal sampai akhir berurutan.
  • Alur Mundur atau flash back: Menampilkan akhir cerita kemudian menceritakannya menuju awal kondisi.
  • Alu Maju-Mundur: Merupakan kombinasi keduanya, biasanya yang paling banyak digunakan dalam novel karena terkesan lebih menarik.

Latar atau Setting Cerita

Unsur intrinsik selanjutnya yang ada dalam suatu novel adalah latar atau setting. Poin ini sangat penting untuk membantu menghidupkan cerita secara konkret dan kesan realistis kepada para pembaca.

Dalam novel terdapat tiga macam latar, yaitu :

  • Latar atau setting waktu: Menjelaskan kapan terjadinya peristiwa dalam novel.
  • Latar atau setting tempat: Menjelaskan lokasi tempat terjadinya suatu peristiwa dalam novel.
  • Suasana: Menjelaskan mengenai kondisi dalam suatu momen dalam novel.

Sudut Pandang

Unsur intrinsik selanjutnya ini menjelaskan mengenai penempatan diri penulis atau pengarang novel dalam berbagai peristiwa yang terdapat pada novel tersebut. Baik itu sudut pandang orang pertama, ketiga, maupun campuran.

Dalam Novel terdapat tiga sudut pandang, meliputi:

  • Sudut pandang orang pertama: menggunakan kata “aku” sebagai penyebutan tokoh.
  • Sudut pandang orang ketiga: menggunakan kata “dia” atau nama orang sebagai penyebutan tokoh.
  • Campuran: kombinasi dari sudut pandang orang pertama dan ketiga.

Gaya Bahasa

Gaya bahasa menjelaskan atau mengilustrasikan cerita dengan berbagai cara yang baik dan enak saat dibaca. Banyak sekali macam dari unsur intrinsik novel ini yang biasa novelis gunakan untuk mengungkapkan alur peristiwa dalam ceritanya.

Beberapa contoh dari gaya bahasa yang ada pada novel yaitu:

  • Personifikasi: mendeskripsikan benda-benda mati dengan memberikan sifat seperti makhluk hidup.
  • Hiperbola: gaya bahasa dengan melebih-lebihkan sesuatu.
  • Perumpamaan: Mendeskripsikan sesuatu dengan memberikan pengibaratan.

Amanat

Unsur intrinsik terakhir pada novel adalah amanat yaitu pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Dalam poin ini, bisa menyampaikan berbagai nilai dan norma baik pada masyarakat.

Dengan mengemas suatu nilai-nilai atau norma baik dalam suatu novel, biasanya banyak orang yang lebih mengingatkannya. Hal tersebut karena mengingat suatu narasi lebih mudah daripada hanya suatu bacaan deskriptif. Amanat ini bisa tersampaikan secara tersurat maupun tersirat.

Situasi Lingkungan

Beralih kepada faktor ekstrinsik pertama yaitu situasi lingkungan. Mencakup hal ini adalah bagaimana kondisi lingkungan penulis saat menuliskan karya tersebut, serta seperti apakah situasi yang terjadi saat itu.

Baca Juga: Teks Anekdot

Hal tersebut bisa berpengaruh pada penulisan dari cerita tersebut. Ada novel sedih yang dibuat berdasarkan keadaan lingkungan sama seperti itu, ada genre romantis terinspirasi dari lingkungan penulis, serta lain sebagainya.

Sejarah dan Biografi Penulis

Faktor ekstrinsik selanjutnya dalam novel yaitu sejarah dan biografi dari penulisnya. Tema dalam cerita tersebut bisa berkaitan dengan “kebiasaan cerita” yang pernah ditulis oleh penulis tersebut atau berkaitan dengan kehidupan sehari-harinya.

Selain itu, sejarah juga bisa berkaitan dalam menghasilkan suatu novel bergenre historical atau semacamnya. Jadi selain isi cerita, sebagai pembaca dapat mengetahui informasi-informasi penting bersejarah.

Struktur Novel

Struktur Novel

Dalam satu kesatuan utuh cerita dalam novel, terdapat struktur-struktur untuk menopangnya agar menjadi kisah yang runtut, meliputi:

Abstrak

Struktur yang pertama yaitu abstrak. Bagian ini biasanya menjelaskan ringkasan dari cerita tersebut. Biasanya terdapat pada bagian awal atau pertama dari novel itu sendiri. Dengan membacanya, pembaca menjadi tahu mengenai kira-kira gambaran cerita keseluruhan.

Namun tidak semua novel memiliki abstrak sehingga bagian ini biasanya dianggap sebagai opsional. Hal tersebut disebabkan karena, tidak semua pengarang membiarkan pembaca mengetahui gambaran cerita sebelum membaca secara keseluruhan.

Orientasi

Struktur selanjutnya yaitu orientasi. Bagian ini menjelaskan banyak hal terkait pengenalan cerita dalam novel tersebut. Dengan membacanya, pembaca tahu gambaran awal bagaimana kisah dimulai.

Pada bagian ini, biasanya mulai menampilkan berbagai tokoh dengan watak awalnya, latar tempat, situasi, waktu, serta latar belakang atau awal mula novel tersebut. Orientasi yang baik akan membuat pembaca semakin tertarik membaca cerita sampai akhir.

Komplikasi

Setelah adanya orientasi dalam suatu novel, hal selanjutnya yang muncul adalah komplikasi. Dalam bagian ini, menjelaskan mengenai urutan kejadian berdasarkan sebab akibat pada suatu atau beberapa peristiwa dalam novel tersebut.

Selain itu, pada bagian tersebut saling menghubungkan antara sebab akibat satu dengan yang lain sehingga membentuk satu kesatuan cerita utuh. Tentu hal ini akan sesuai dengan syarat alur dalam novel yang kompleks dan runtut.

Evaluasi

Setelah adanya komplikasi, terdapat evaluasi. Pada bagian ini muncullah beberapa konflik yang mengarah pada hal-hal tertentu. Masalah tersebut menjadi fokus dari penulis untuk mengembangkan novel menjadi suatu cerita utuh.

Pada bagian evaluasi, konflik yang terjadi mulai menuju atau memasuki puncaknya. Inti dari cerita mulai terlihat dengan jelas. Selain itu, menurut pembaca, pada titik ini biasanya paling seru dan menarik untuk dibaca.

Resolusi

Setelah mulai muncul konflik pada bagian evaluasi, tahap selanjutnya yaitu mulai adanya resolusi. Bagian ini menjelaskan atau mengilustrasikan bagaimana penulis mengakhiri atau memberikan solusi pada permasalahan-permasalah pada novel tersebut.

Pada bagian ini, satu persatu masalah yang dialami oleh tokoh pada novel tersebut terselesaikan. Serta dari adanya resolusi ini biasanya sudah mulai bisa tertebak bagaimana ending dari cerita. Apakah berakhir bahagia atau tidak. Namun tak jarang yang berbeda dengan akhirnya.

Koda

Struktur terakhir yang terdapat pada novel adalah koda. Pada bagian ini penulis menjelaskan bagaimana ending dari cerita tersebut. Apakah berakhir bahagia, sedih, menegangkan atau menggantung dalam artian pembaca disuruh berimajinasi sendiri kelanjutannya.

Selain itu, sebagian novelis juga menyampaikan pesan-pesan tersurat pada bagian ini. Namun hanya beberapa saja. Meliputi berbagai nilai atau moral seperti agama, ekonomi, budaya, sosial, pendidikan dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Novel

Jenis-jenis Novel

Sampai sekarang, novel memiliki berbagai jenis dan kemungkinan akan terus bertambah. Jenis-jenis tersebut meliputi kenyataan cerita, tokoh, maupun genrenya. Uraian lengkapnya berikut ini:

Jenis-jenis Novel Berdasarkan Kenyataan Ceritanya

Jenis novel pertama digolongkan berdasarkan kenyataan cerita dalam novel tersebut, meliputi:

  • Novel Fiksi

Novel fiksi menceritakan tentang kejadian-kejadian yang tidak pernah terjadi pada kehidupan sebenarnya. Jenis ini mengutamakan khayalan dan imajinasi dari para pembaca untuk bisa menggambarkan atau mengilustrasikan cerita tersebut.

  • Novel Non Fiksi

Berlainan dengan fiksi, novel ini menceritakan kejadian di dunia nyata. Entah itu pada masa lampau, pengalaman atau bagian dari kehidupan seseorang tokoh terkenal atau bahkan dari penulis sendiri.

Jenis-jenis Novel Berdasarkan Pangsa Pasar dan Tokoh Cerita

Penggolongan jenis novel yang kedua yaitu berdasarkan pangsa pasar dan tokoh dalam cerita, meliputi:

  • Novel Teenlit

Novel teenlit ini menyasar kaum remaja. Hal tersebut karena isi dari ceritanya mengangkat kisah kehidupan pada usia tersebut. Cerita-cerita yang menjadi topik utama biasanya persahabatan, percintaan, serta perjuangan mengejar cita-cita.

  • Novel Songlit

Sesuai dengan namanya yaitu “songlit”, novel ini diangkat dari sebuah lagu. Jadi seperti mengilustrasikan atau mengkisahkannya dalam suatu cerita sesuai dengan penafsiran dan imajinasi dari penulis.

  • Novel Chicklit

Novel ini hampir mirip dengan teenlit. Namun perbedaannya terletak pada penekanan kisah pada ceritanya. Chicklit bercerita mengenai kehidupan wanita muda dengan berbagai masalahnya. Setting yang dipakai pun sederhana, seperti kamar, cafe, taman dan sebagainya.

  • Novel Dewasa

Novel ini mengisahkan kehidupan kedewasaan beserta segala permasalahannya. Tema dan permasalahan dalam cerita ini pun hanya bisa dipahami oleh orang-orang dewasa, karena memang sasaran pasarnya itu.

  • Novel Metropop

Jika novel chicklit menceritakan kehidupan wanita muda, maka pada metropop temanya adalah kehidupan wanita dewasa metropolitan dengan segala permasalahannya. Biasanya sangat kompleks, menyangkut cinta, karir, serta ambisi dalam kehidupan.

Jenis-Jenis Novel Berdasarkan Genre Cerita

Berdasarkan genre atau aliran dalam cerita tersebut, novel memiliki beberapa jenis, meliputi:

  • Romantis

Genre ini tentu saja menceritakan kehidupan percintaan, kasih sayang, serta dengan segala huru-haranya. Novel dengan genre romantis banyak menggunakan diksi dan kata-kata indah serta menawan. Biasanya banyak dari kaum wanita menggemari genre ini.

  • Aksi

Novel bergenre aksi biasanya menceritakan tentang petualangan, misi rahasia atau semacamnya. Alur dalam ceritanya berkesinambungan dengan adegan dan dialog menerangkan situasi. Biasanya genre ini banyak yang memiliki sekuel atau chapter lanjutan.

  • Horor

Novel dengan genre ini biasanya menceritakan hal-hal berkaitan dengan makhluk astral atau berbagai teror yang tidak nampak pada dunia nyata. Titik penting dalam ceritanya adalah unsur mengagetkan dan menegangkan.

  • Komedi

Novel dengan genre komedi pasti akan membuat Anda tertawa terbahak-bahak karena alur ceritanya. Penuh dengan lawakan, cerita yang terkemas di dalamnya biasanya hanya topik-topik sederhana dan ada dalam kehidupan sehari-hari dengan penyampaian renyah.

  • Inspiratif

Genre novel satu ini biasanya mengangkat kisah hidup atau perjuangan meraih cita-cita dan pembacanya. Melalui ceritanya, penulis ingin mengajak pembaca untuk lebih berjuang menjalani kehidupan seperti sang tokoh utama. Tidak jarang kisahnya adalah kisah nyata.

  • Misteri

Jika novel horor berfokus pada makhluk astral dan teror, genre misteri memfokuskan kepada kasus-kasus yang mengganjal dan harus terdapat penyelesaiannya. Biasanya terdapat banyak plot twist dan adegan penuh trik dalam alur ceritanya.

Jenis Novel Lainnya :

  • Sejarah

Novel satu ini berfokus pada penceritaan ulang kejadian-kejadian penting yang terjadi pada masa lampau. Dalam novelnya, penyampaian tahun serta rincian kejadian sebenarnya akan disampaikan secara rinci dan menarik. Namun ada yang dibumbui sedikit imajinasi penulis.

  • Science Fiction

Selanjutnya yaitu terdapat genre science fiction. Aliran ini menggabungkan antara imajinasi dan ilmu pengetahuan futuristik atau berada dalam dunia impian, utopia. Latar atau setting ceritanya juga penuh konsep teknologi yang canggih.

  • Fan Fiction

Dalam genre fan fiction, cerita yang menjadi topik utama adalah kehidupan seorang idola baik itu nyata maupun fiksi, menurut para penggemarnya. Biasanya fan-fic ini banyak digemari oleh kaum wanita

Manfaat Membaca Novel

Manfaat Membaca Novel

Setelah mengetahui berbagai macam serba-serbi mengenai karya sastra ini, tentu Anda harus tahu manfaat ketika membacanya, karena ada banyak sekali hal positif dari membaca novel, meliputi:

Memperoleh Pengetahuan Baru

Salah satu manfaat penting dari membaca novel adalah menambah pengetahuan baru. Apalagi dalam cerita yang mengangkat topik-topik bersejarah, kisah nyata atau semacamnya. Hal tersebut tentu akan menambah banyak wawasan Anda mengenai tema yang dibahas.

Baca Juga: Contoh Syair

Selain itu dengan membaca novel yang berisi suatu permasalahan, tantangan atau perjuangan dalam kehidupan bahkan meraih cita-cita, Anda dapat mengetahui bagaimana untuk survive dalam keadaan tersebut. Penulis berusaha memberitahu kemungkinan buruk pada hidup kelak nantinya.

Mengurangi Kebosanan

Manfaat selanjutnya dari membaca novel yaitu dapat mengurangi kebosanan. Anda bisa memanfaatkan waktu senggang untuk membaca novel daripada scroll sosial media yang membuat boros kuota dan tidak mendapatkan informasi berguna.

Apalagi saat liburan, membaca novel bisa menjadi suatu alternatif untuk mengisi banyak waktu senggang. Selain karena mengandung banyak manfaat, dengan membacanya Anda dapat seperti masuk dalam dunia cerita tersebut, lalu telanjur asik sehingga kemudian mengurangi rasa bosan.

Meningkatkan Kemampuan Berpikir

Hal selanjutnya yang Anda dapatkan dari membaca novel yaitu meningkatkan kemampuan berpikir. Memang membacanya terdengar remeh, namun percaya bisa memberikan impact begitu besar. Apalagi membaca cerita-cerita semacam science fiction dan misteri.

Cerita-cerita dengan genre tersebut biasanya memerlukan kemampuan analisis dari pembaca untuk memecahkan permasalahan atau misteri yang ada. Minimal Anda jadi bisa menebak-nebak kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika tebakannya benar, maka akan timbul kepuasan tersendiri.

Stimulus Tubuh atau Badan

Selain berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berpikir, membaca novel ternyata dapat berguna sebagai stimulus badan. Hal tersebut karena dengan membacanya otak akan melakukan “refresh” pada kinerjanya.

Ketika pikiran dapat terus refresh atau mengalami penyetaraan dengan waktu yang sering, maka kinerjanya berdampak pada keseluruhan tubuh secara signifikan. Hal tersebut karena, korteks otak kiri atau kanan akan terpengaruh menjadi harmonis dan menjadikan lebih seimbang dalam bekerja.

Stimulus Hati

Membaca novel juga dapat menstimulusnya, Dalam maksud ini perasaan atau rasa kasih maupun sayang. Cerita-cerita yang tepat dapat mengobati luka pada hati karena berbagai permasalahan. Utamanya karena percintaan atau hal lain.

Dengan membaca novel, pembaca mengetahui perjalanan hidup tokoh-tokoh dalam cerita tersebut. Bagaimana berjuang melawan kesedihan, keputusasaan dan berjuang untuk menyelesaikannya sehingga akan memacu semangat dan mengobati luka dalam hatinya dengan perlahan.

Menginspirasi

Manfaat selanjutnya yang Anda dapat dari membaca novel adalah dapat menginspirasi. Utamanya novel dengan genre perjuangan tokoh, biografi orang terkenal, kisah-kisah meraih cita-cita dan mimpi atau cerita inspiratif lainnya.

Dengan membaca novel, pembaca akan melihat tokoh utama dan merefleksikan pada dirinya. Banyaknya konflik yang didapatkan oleh karakter tersebut dalam cerita akan berusaha ditiru oleh orang yang membacanya sehingga minimal dapat lebih baik ketika menyelesaikan masalah.

Stimulus Terhadap Mental

Membaca novel juga dapat berpengaruh kepada mental pembacanya. Dengan melakukan aktivitas tersebut, dapat menguatkan jiwa rapuh atau terluka, mencerahkannya, serta menegarkan seseorang yang sedang mendapatkan tekanan dalam kehidupan.

Memang terdengar begitu klise, namun hal tersebut sangat mungkin untuk terjadi. Utamanya bagi para pembaca yang begitu menghayati isi dari cerita dalam novel tersebut. Hidup yang dijalani jadi lebih bersemangat, seolah menjadi karakter utama dan mengubah kehidupan menjadi lebih baik.

Memperluas Kosa Kata

Manfaat selanjutnya dari membaca novel adalah dapat memperluas kosa kata pembacanya. Hal ini tentu karena dalam bacaan tersebut banyak istilah-istilah baru atau segala sesuatu yang jarang diketahui oleh banyak orang sehingga dapat menambah vocabolary bagi para pembaca.

Novel-novel yang dapat termasuk untuk kategori manfaat ini biasanya menggunakan beberapa dialek-dialek daerah sehingga genre sejarah akan sangat sesuai. Selain itu, novel dari bahasa asing atau semacam science fiction akan dapat mengenalkan berbagai kosa kata baru.

Meningkatkan Kontrol Emosi

Bahkan ajaibnya, novel dapat berpengaruh dalam meningkatkan kontrol emosi manusia. Bagaimana bisa? Hal tersebut karena dengan membacanya Anda akan berlatih berimajinasi serta mengolah emosi-emosi dalam diri.

Terkadang bagi para pembaca, akan sangat mudah terpengaruh emosi dalam cerita dalam novel. Seperti turut bersedih saat adegan menyedihkan, ikut tegang, haru, bahkan bahagia. Semakin banyak membaca, maka akan semakin baik dalam meningkatkan kontrol emosi.

Meningkatkan Kemampuan Berkonsentrasi

Membaca suatu novel juga dapat meningkatkan kemampuan berkonsentrasi bagi para pembacanya. Hal tersebut karena ketika membacanya, Anda akan berlatih untuk fokus dalam bacaan tersebut dan menyelami dialog serta latar atau setting di dalamnya.

Berbeda dengan membaca suatu cerpen atau dongeng yang dapat selesai dalam satu bacaan, membacanya membutuhkan beberapa kali membaca atau waktu cukup lama. Maka dalam membacanya harus penuh dengan konsentrasi agar inti cerita bisa masuk dan memahami alurnya.

Meningkatkan Memori Otak

Ternyata, membaca novel juga dapat meningkatkan memori otak bagi para pembacanya. Terutama untuk novel-novel fiksi, karena ketika Anda membacanya tentu akan berlatih membayangkan atau berimajinasi adegan dalam cerita tersebut.

Ternyata dengan banyak-banyak berimajinasi dari membaca cerita fiksi, bisa menjadi terapi bagi otak agar lebih kebal terhadap penurunan daya ingat. Bahkan ada penelitian oleh National Academy Of Science bahwa 32% daya ingat pembaca cerita rutin lebih kuat daripada selain itu.

Menambah Daya Kreativitas

Selain meningkatkan memori, membaca juga dapat menambah daya kreativitas pada otak Anda. Hal tersebut karena dengan membacanya, penulis membiarkan para pembaca untuk berimajinasi dengan khayalan masing-masing mengenai cerita yang terjadi.

Hal tersebut mengapa banyak orang yang menganggap novel fiksi lebih baik daripada filmnya. Tentu karena imajinasinya berbeda-beda. Dengan begitu, ketika divisualisasikan dalam adegan film tidak semua cocok. Contohnya judul dalam genre ini mungkin menarik untuk Anda adalah harry potter.

Open-Minded

Selain memiliki pengalaman luas, dengan membaca novel orang akan lebih bisa berpikiran terbuka. Hal tersebut karena, akan ada wawasan atau pengetahuan baru yang diperoleh dengan membacanya sehingga bisa lebih bijaksana ketika menjalani hidup.

Dengan banyaknya budaya, ilmu, pengenalan tokoh baru akan menjadikan Anda tidak takut untuk menghadapi hal-hal baru karena sudah terbiasa menghadapinya dalam membaca cerita. Dengan pemikiran terbuka tentu akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Mengurangi Stres

Manfaat terakhir membaca novel dalam pembahasan ini adalah dapat mengurangi stres yang Anda alami. Bahkan ada penelitian yang membuktikan dengan membacanya dapat mengurangi depresi sebanyak 60% dalam waktu 6 menit.

Bahkan dalam penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dampak stress reduction dari membaca novel, utamanya fiksi lebih besar daripada minum teh, jalan-jalan atau main game. Hal tersebut karena ketika Anda membacanya, seakan dapat kabur dari permasalahan dan masuk ke dunia novel.

Beberapa Rekomendasi Novel yang Terkenal dan Legendaris untuk Anda

Rekomendasi Novel yang Terkenal

Setelah mengetahui berbagai materi novel tersebut, Apakah Anda mulai tertarik? Namun sebelum itu, berikut adalah beberapa rekomendasi yang terkenal untuk referensi bahan bacaan:

Anna Karenina (Leo Tolstoy)

Novel pertama yang mungkin bisa menjadi rekomendasi bagi Anda ini merupakan kelas internasional dan legendaris pada zamannya sampai sekarang. Anna karenina merupakan cerita berseri berasal dari rusia dari tahun 1973 sampai 1877 di majalah the russian messenger.

Novel ini memiliki genre realisme sastra dengan melibatkan berbagai isu. Seperti judi, zina, rencana pernikahan sampai feodalisme. Inti dari cerita ini adalah seorang ibu rumah tangga bernama ‘Anna Karenina’ yang kabur karena kecewa bersama kekasih mudanya yaitu Konstantin Levin.

Harry Potter

Rekomendasi selanjutnya mungkin sudah tidak asing. Novel karangan J.K. Rowling yang sudah terjual 450 juta lebih kopi ini sudah mendunia dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Harry potter terdiri dari banyak serial atau chapter yang bisa Anda baca.

Baca Juga: Contoh Resensi Buku

Novel bergenre fiksi ini menceritakan tentang penyihir kecil bernama Harry Potter berlatar sekolah di akademi Hogwarts. Saat awal bersekolah, anak tersebut tidak memiliki kemampuan apa-apa, namun berkat keberaniannya akhirnya dia menjadi tukang sihir hebat yang menyelamatkan banyak orang.

The Lord Of The Ring

Novel internasional selanjutnya yang mungkin bisa menjadi rekomendasi untuk Anda penggemar aksi dan petualangan adalah The Lord Of The Ring. Dikarang oleh J.R.R. Tolkien’s, terbitan pertamanya pada tahun 1954 dan sampai sekarang sudah terjual lebih dari 150 juta kopi.

Novel ini bercerita mengenai petualangan penyihir gandalf dan hobbit bernama Frodo Baggins. Mereka melakukan perjalanan berbahaya untuk menghancurkan cincin misterius yang merupakan senjata ampuh pangeran kegelapan, Dimana akan digunakan untuk menghancurkan dunia.

Laskar Pelangi

Novel rekomendasi selanjutnya datang dari dalam negeri, yaitu laskar pelangi. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan judulnya karena bahkan sudah ditayangkan dalam sebuah film dan sukses meraih keuntungan begitu banyak dan menggaet banyak penonton maupun menambah pembaca.

Novel karya Andrea Hirata ini menceritakan bahwa kehidupan anak-anak tidak selalu diwarnai dengan berbagai suka cita. Berlatar belakang SD Muhammadiyah Belitung, terdapat banyak masalah pahit yang merek alami dalam menjalani hidup sebagai kaum kurang berkecukupan.

Bumi Manusia

Novel legendaris bumi manusia tentu sudah pasti tidak asing bagi Anda. Baru saja diangkat menjadi film pada tahun 2019, karya pramoedya ananta toer ini mampu menggaet para pembaca untuk terbius dalam ceritanya yang berlatar belakang pada zaman penjajahan belanda.

Novel ini menceritakan dua sejoli yang berbeda latar belakang dengan berbagai masalah menerpanya. Tergabung dalam tetralogi buru karya pram, karya lainnya yang termasuk adalah anak semua bangsa, jejak langkah, serta rumah kaca.

Negeri 5 Menara

Rekomendasi selanjutnya ini merupakan buah karya dari Ahmad Fuadi pada tahun 2006. Berlatar belakang pondok pesantren, ini menceritakan kehidupan enam santri yang menuntut ilmu di pondok madani ponorogo, Jawa Timur.

Tujuan dari keenam santri yang berasal dari berbagai daerah tersebut adalah untuk meraih mimpi masing-masing dan mencari makna tersirat dalam kehidupan. Banyak lika-liku dan tantangan yang mereka hadapi namun tetap berusaha berjuang mewujudkannya.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Novel karangan tahun 1938 ini akan tetap relevan untuk menjadi referensi bahan bacaan Anda meskipun tahunnya sudah terlampau jauh. Dikarang oleh Hamka, bahkan sudah terbit filmnya pada 2013 yang mampu menggaet para penonton untuk melihatnya.

Novel bergenre romantis ini, bercerita mengenai kehidupan adat di Minangkabau yang menitikberatkan pada perbedaan latar belakang sosial dari sepasang sejoli yaitu Zainuddin dan Hayati sehingga berakhir dengan kematian.

Cara Membuat Novel untuk Pemula

Cara Membuat Novel untuk Pemula

Jika Anda sudah kecanduan membaca novel, terkadang tentu ingin membuatnya sendiri. Cara membuatnya pun sebenarnya mudah bahkan untuk para pemula, berikut adalah tips-tipsnya :

Menentukan Ide Cerita

Hal pertama untuk titik mulai terpenting dalam pembuatan semua cerita, termasuk novel adalah menentukan ide pokok. Pastikan Anda yakin dengan topik yang ingin diangkat dan pikirkan matang-matang bagaimana cara untuk mengembangkannya kedepan.

Anda dapat menentukan ide cerita melalui berbagai genre yang tersedia. Baik itu romantis, inspiratif, fiksi, sejarah, aksi, horor, komedi atau lain sebagainya. Bahkan bisa mengangkat kisah-kisah nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan penyampaian bahasa sederhana.

Memilih Penokohan Beserta Karakteristiknya

Setelah menentukan ide cerita, Anda bisa mulai mengembangkannya. Langkah pertama yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan memilih penokohan beserta karakteristiknya dalam rancangan novel tersebut.

Apakah Anda hanya akan menggunakan satu tokoh utama dengan berbagai pendukung atau beberapa orang sekaligus yang saling terkait. Semua itu dapat direncanakan secara matang-matang sebelum membuat jalan cerita suatu novel sehingga akan jelas bagaimana peran setiap penokohan.

Menentukan Latar Serta Setting Cerita

Pengembangan ide selanjutnya yaitu mengenai latar serta setting dari novel yang akan Anda buat. Baik itu tempat, waktu, maupun suasananya. Pastikan merencanakannya dengan detail dan matang-matang. Namun perencanaan ini bisa dibuat sembari dalam pengerjaan alurnya.

Pastikan latar atau setting yang Anda buat mendukung tokoh beserta wataknya dalam cerita tersebut. Dengan begitu, pembaca dapat lebih mudah untuk mengilustrasikan atau mengimajinasikan tulisan cerita tersebut dalam pikirannya masing-masing.

Memilih Sudut Pandang yang Akan Digunakan

Langkah selanjutnya setelah menentukan tokoh adalah memilih sudut pandang yang akan digunakan. Hal ini sangat berpengaruh pada penokohan dan karakter yang Anda rencanakan sebelumnya.

Jika dalam penokohannya Anda menceritakan tentang diri sendiri, bisa menggunakan sudut pandang orang pertama atau “aku”, lalu apabila menggunakan banyak orang sekaligus atau nama, sudut pandang ketiga atau campuran bisa digunakan.

Membuat Plot atau Alur Cerita

Dari rancangan-rancangan tersebut, tentu langkah selanjutnya adalah mulai membuat plot atau alur cerita. Anda perlu membangun bagaimana kerangkanya terlebih dahulu sebelum menuliskannya secara lengkap dan terperinci.

Dalam membuat plot, Anda bisa menggunakan alur maju, mundur atau kombinasi keduanya agar cerita lebih terkesan menarik. Pastikan saat mengembangkannya, sesuai dengan kerangkanya sehingga akan mudah untuk menemui akhir cerita.

Menyisipkan Berbagai Dialog dalam Cerita

Saat mulai mengembangkan alur atau plot, Anda dapat mulai untuk menyisipkan berbagai dialog yang mendukung penggambaran atau ilustrasi dari cerita tersebut. Tentu agar semakin menghidupkan suasana dan setting pada novelnya.

Biasanya kreasi tanpa batas para penulis muncul dalam dialog-dialog yang digunakan. Selain bahasa resmi (Indonesia), Anda juga dapat menambahkan berbagai ungkapan sesuai daerah sehingga semakin menghidupkan cerita pada novel tersebut.

Mengarahkan Pada Klimaks

Dalam memulai mengembangkan cerita, Anda harus bisa mulai mengarahkan pada klimaks yang dituju pada konflik-konflik atau berbagai permasalahan sang tokoh. Faktor ini bisa menentukan cerita tersebut bisa menegangkan, serta menarik pembaca atau tidak.

Upayakan untuk membuat pengembangan klimaks sedetail serta semaksimal mungkin. Pastikan apa yang akan disampaikan tersampaikan secara sepenuhnya. Dengan begitu, puncak konflik-konflik dalam cerita tersebut dapat tersampaikan pada pembaca dengan maksimal.

Menentukan Akhir Cerita

Banyak penulis yang sudah menggebu-gebu membuat suatu cerita, namun tidak bisa menentukan ending atau akhirnya dengan baik sehingga berujung terbengkalai. Hal tersebut juga karena faktor kurang matangnya konsep atau kerangka yang sudah dibuat di awal.

Sebagai penulis dari cerita panjang seperti novel, Anda harus berusaha konsisten pada rangka sehingga bisa merencanakan akhirnya dengan baik. Bisa menggunakan ending bahagia, sedih atau bahkan menggantung para pembaca untuk berpikir masing-masing.

Menentukan Judul

Anda bisa menentukannya di akhir membuat cerita. Mengapa demikian? Karena biasanya dari berjalannya pengembangan kerangka, akan muncul ide-ide atau istilah baru untuk rekomendasi menjadi judul yang menarik.

Meskipun begitu, banyak pula penulis yang menentukan judul pada awal membuat novel. Bahkan mempromosikannya sebelum naskah selesai. Tapi sebagai pemula, lebih baik menentukannya di akhir saja sesuai dengan pengembangans saat menulis cerita.

Mulai Menulis

Tentu yang terpenting dari semua rancangan tersebut adalah dengan memulainya saat itu juga. Anda tidak bisa hanya dengan berkhayal-khayal maka tulisan itu akan jadi, tidak demikian. Tentu ada usaha lebih untuk mulai menuliskannya.

Baca Juga: Pengertian Fiksi & Non Fiksi

Ketika Anda mendapatkan ide untuk pengembangan kerangka atau karya tersebut, sesegera mungkin segera ditulis agar tidak lupa. Jika tidak sempat, pastikan tulis pada catatan kecil atau note di handphone atau buku.

Konsisten dalam Menulis

Sebagai penulis pemula, hal yang terberat biasanya adalah menulis secara konsisten dan teratur. Hal ini tentu wajar, karena motivasi terkadang naik turun. Tapi tidak bisa dibiarkan demikian, Anda harus melawan hal tersebut agar naskah bisa segera jadi.

Dalam menulis cerita panjang seperti novel, tentu dibutuhkan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan ada yang memakan tahunan. Pastikan Anda memiliki konsistensi untuk terus melanjutkannya agar naskah tersebut tidak terbengkalai begitu saja.

Tinggalkan komentar