Pengertian Pendidikan

Pengertian Pendidikan: Definisi, Tujuan, Fungsi & Jenisnya

Diposting pada

Mengenal pengertian pendidikan, tujuan, fungsi dan jenisnya ini memang sangat penting. Selain membuka cakrawala serta wawasan baru tentang sejarah bangsa Indonesia, Anda pun bisa belajar banyak dari hal tersebut.

Ketahui Definisi Pendidikan Secara Umum

Ketahui Definisi Pendidikan Secara Umum

Sebelum memahami sejarah serta jenis-jenis pendidikan, sebaiknya ketahui pengertiannya terlebih dahulu. Definisi ini wajib untuk Anda pahami sehingga mampu menyerap esensi pentingnya belajar baik secara informal maupun formal.

Baca Juga: Pengertian Bahasa

Secara umum, pendidikan adalah usaha yang dilakukan penuh kesadaran untuk mendapatkan ilmu, ketrampilan serta tambahan akhlak sehingga mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Proses ini diwujudkan dengan tujuan membuat seseorang lebih paham akan suatu hal.

Dengan memperoleh pendidikan, Anda dapat berpikir lebih kritis dan menghargai sesama. Prosesnya dilakukan secara sadar karena belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah memerlukan kesadaran diri tinggi. Di Indonesia, pembelajaran diwajibkan 12 tahun yakni hingga SD sampai SMA.

Orang tua dan siswa secara sadar memahami bahwa menuntut ilmu itu penting. Selain di sekolah, belajar pun dapat dilakukan di lain tempat, seperti tempat kursus atau pelatihan-pelatihan khusus. Pendidikan non formal ini tidak wajib, karena sifatnya sebagai tambahan untuk memperdalam ilmu.

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Banyak ahli yang memberikan definisi tentang makna pendidikan di Indonesia. Keberadaan sistem ini sangat menguntungkan karena kini masyarakat (semua kalangan) bisa memperoleh ilmu secara adil. Lantas bagaimana definisi pendidikan menurut para pakarnya?

UU No. 20 Tahun 2003

Menurut UU No. 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha yang dilakukan secara terencana demi mewujudkan proses pembelajaran aktif dengan tujuan pengembangan potensi diri. Hal ini dilakukan demi memiliki tambahan kecerdasan, kekuatan spiritual, ketrampilan dan pengendalian diri.

Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa pendidikan ini dilakukan secara sadar oleh seseorang dan bertujuan mengembangkan berbagai potensi dirinya sehingga memberikan manfaat untuk diri sendiri serta sesama. Selain ilmu, skill beserta kecerdasan spiritual juga termasuk ke dalamnya.

Ki Hajar Dewantara

Bapak Pendidikan Bangsa, Ki Hajar Dewantara mendefinisikan bahwa pendidikan adalah tuntutan yang diwajibkan pada setiap anak-anak. Beliau menganggap bahwa mencari ilmu merupakan kodrat dan ini wajib dilakukan oleh masyarakat demi mencapai kesejahteraan hidup.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan ini kewajiban sekaligus hak yang ada pada manusia. Seseorang harus menimba ilmu demi memperoleh hidup lebih sejahtera. Sementara itu, orang dari berbagai kalangan pun boleh bersekolah sehingga termasuk dalam kodratnya.

Ahmad D. Marimba

Salah satu tokoh terkenal, Ahmad Marimba menyatakan bahwa pendidikan ialah pembimbingan yang dilakukan secara sadar oleh guru baik demi mengembangkan kecerdasan, baik jasmani maupun rohaninya. Tujuan dilakukannya proses ini ialah mendapatkan kepribadian unggul dan layak bersaing.

Beliau menekankan kata jasmani serta rohani dalam pengertiannya. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan bukan hanya soal akademik saja. Namun, kepintaran saat bertutur kata dan menjaga etika juga perlu dipelajari dengan baik.

Abdullah Ibnu AL-Muqaah

Menurut Abdullah, pendidikan merupakan kebutuhan setiap manusia yang dilakukan demi memperoleh peradaban sempurna. Selain itu, ia menyatakan bahwa belajar ialah keinginan dari jiwa untuk memuaskan rohaninya. Di sini, dia menekankan bahwa sistem tersebut wajib dilaksanakan.

Hal tersebut diwajibkan karena tanpa pendidikan, seseorang mungkin takkan bisa bertahan hidup dengan baik. Padahal, setiap orang menginginkan kehidupan layak dan sejahtera. Selain wajib, ilmu juga dicari demi mencapai kepuasan batin.

Edgar Dale

Edgar Dale mendefinisikan pendidikan sebagai salah satu upaya yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok secara sadar untuk melakukan pembelajaran serta bimbingan baik di sekolah atau di tempat lainnya. Hal ini bertujuan demi membuatnya siap menjalani kehidupan di masa depan.

Merujuk pada definisi di atas, Edgar melihat sistem tersebut sebagai sebuah usaha guna mengubah seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat di masa depan. Keberadaan sekolah ini bisa dijadikan jembatan untuk mencari ilmu.

Prof. H. Mahmud Yunus

Menurut Prof Yunus, pendidikan ialah salah satu upaya yang dilakukan guna membantu anak-anak agar bisa mengembangkan bakatnya di bidang ilmu pengetahuan, jasmani dan budi pekerti. Dilakukannya usaha tersebut bertujuan supaya mereka dapat meraih cita-citanya.

Beliau melihat pendidikan sebagai sarana yang menjembatani anak-anak dengan cita-citanya. Untuk mampu mewujudkan keinginan, mereka harus bekerja keras sehingga dapat meraih keberhasilan di masa depan. Definisi ini benar adanya karena salah satu syarat meraih kerja adalah ijazah sekolah.

Martinus Jan Langeveld

Salah satu tokoh terkenal, Martinus menyatakan bahwa pendidikan ialah upaya yang dilakukan guna membantu anak melakukan kewajibannya secara mandiri serta mampu bertanggungjawab dalam kehidupan bermasyarakat. Proses pembelajaran ini bertujuan mendewasakannya.

Anak-anak memperoleh pendidikan dari kecil. Diberikannya ilmu sejak dini ini bertujuan agar mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab secara susila. Saat duduk di bangku sekolah, guru akan memberikan ilmu sehingga itu bisa dimanfaatkan dengan baik ketika dewasa.

Stella Can Petter Handerson

Stella Van Peter menyatakan bahwa pendidikan ialah sebuah kombinasi antara perkembangan diri, pertumbuhan serta warisan sosial dari masyarakat. Definisi ini sedikit berbeda dari pengertian-pengertian sebelumnya. Dia menekankan bahwa sistem tersebut terdiri dari berbagai aspek.

Aspek pertama adalah pertumbuhan yakni anak-anak belajar memahami tentang sesuatu. Kedua, pendidikan ialah perkembangan diri karena mereka dididik untuk mengolah bakatnya. Ketiga, ilmu sebagai warisan sosial karena siapapun boleh mendapatkannya.

Carter V Good

Salah satu pakat ternama, Carter mengungkapkan bahwa pendidikan ialah salah satu pengembangan individu yang dilakukan oleh seseorang dalam hidup bermasyarakat. Sistem ini dilakukan secara alami yakni orang dipengaruhi oleh lingkungannya baik di sekolah maupun rumah.

Pengembangan diri ini dilakukan secara sadar dan terorganisir. Sebagai contoh, anak-anak sekolah demi mendapatkan tambahan ilmu. Dengan adanya pengajaran dari pendidikan, mereka pun bisa sukses serta hidup mandiri tanpa bergantung lagi pada keluarganya.

Prof.Dr.John Dewey

Menurut Dewey, pendidikan ialah sebuah proses memperoleh pengalaman. Pembelajaran ini dilakukan seumur hidup dan tidak terbatas oleh umur. Semua orang boleh mendapatkan ilmu sesuai kebutuhannya. Keberadannya mampu menambah potensi seseorang baik jasmani maupun rohani.

Dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa pendidikan merupakan proses pembelajaran seumur hidup. Siapa saja boleh mendapatkannya. Adanya sistem ini sangat mempermudah seseorang untuk meraih segala cita-citanya.

Plato

Plato mendefinisikan bahwa pendidikan ialah segala hal yang membantu proses perkembangan jasmani serta rohani demi meraih kesempurnaan. Ia pun menambahkan bahwa ada 3 tahap, yakni usia hingga 20 tahun, 20-30 tahun dan 30-40 tahun.

Meskipun tidak ada yang sempurna di muka di bumi ini, namun Plato menekankan bahwa adanya pendidikan membuat seseorang mencapai kesejahteraan dalam hidup baik jasmani maupun rohani. Ini berarti bahwa pencapaian itu didasarkan pada individu, sesuai standar masing-masing.

Muhibbbin Syah

Menurut Muhibbin Syah (2010), Pendidikan ini asalnya dari kata didik yang mendapatkan awalan me-. Kata tersebut mengandung makna memberi latihan atau memberikan ajaran kepada seseorang. Di sekolah, guru bertugas mendidik siswanya agar menjadi murid berprestasi bagi nusa dan bangsa.

Dapat disimpulkan bahwa pendidikan ini memiliki memiliki fungsi yang penting sehingga mampu mencerdaskan bangsa. Tidak hanya soal akademik, namun akhlak pun diajarkan di sekolah. Diajarkannya 2 poin itu harapannya menciptakan siswa pintar sekaligus memiliki sifat terpuji.

Imam Al-Ghazali

Definisi pendidikan menurut Imam Al-Ghazali ialah proses memanusiakan manusia lewat perkembangan IPTEK. Ia pun meneruskan bahwa pengajaran dilakukan bertahap dan dilakukan orang tua serta juga masyarakat dengan tujuan mencapai kesempurnaan.

Dari pengertian tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa Imam tidak menyerahkan tanggung jawab pendidikan pada orang tua saja, namun masyarakat juga punya andil cukup besar. Intinya, berbagai pihak memiliki andil untuk mensukseskan proses pembelajaran ini.

Feni

Menurut Feni (2014), pendidikan ialah bimbingan yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak. Ini dilakukan untuk membuat mempersiapkan mereka agar lebih mandiri di masa depan. Adanya pemberian ilmu kepada si kecil itu merupakan investasi besar.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa anak-anak diajarkan berbagai pengetahuan mulai dari pendidikan formal hingga non formal untuk memberikannya bekal agar dapat sukses di masa mendatang. Berkat sistem tersebut, mereka bisa mandiri dan hidup sejahtera.

Sejarah Pendidikan di Indonesia

Sejarah Pendidikan di Indonesia

Bicara tentang sejarah, Anda dapat belajar banyak dari sistem pendidikan di Indonesia pada masa lampau. Sebelum merdeka, tidak semua orang bisa memperoleh ilmu di bangku sekolah. Bahkan, mirisnya rakyat seperti dicegah untuk segera memerdekakan negaranya.

Pendidikan di Indonesia mendapatkan banyak pengaruh dari kolonialis karena terjadi masa penjajahan. Alhasil, peran sistem itu dimanfaatkan untuk kekuasaan para penjajah saja. Sejarah ini begitu memilikun, apalagi hanya para bangsawan berdarah biru saja yang memiliki kesempatan.

Keberadaan pendidikan di Indonesia telah ada sejak zaman Belanda menjajah. Namun, perbedaan sistemnya sungguh berbeda antara rakyat Indonesia dengan anak penjajah. Masyarakat lokal memperoleh ilmu di bawah standar. Ini tidak adil karena semua orang berhak mendapatkannya.

Sementara itu, rakyat jelata yang tidak mampu bersekolah harus hidup dalam kesengsaraan. Para orang tua harus mengikuti kerja paksa. Sementara anak-anak harus siap kehilangan ayah atau kakaknya. Mereka tidak sempat mendapatkan pendidikan dari pemerintah.

Mengenal Sejarah Pendidikan Zaman Belanda

Sejarah pendidikan di Indonesia pada zaman Belanda terbagi menjadi 2, yakni masa VOC (Vereenidge Oost-indische Compagnie) dan Hindia Belanda. Di saat pemerintahan tersebut, banyak sekolah dibangun di tempat yang pernah dijajah Spanyol serta Portugis.

Pihak VOC pertama kali membangun sekolah di tahun 1607. Materi pelajarannya antara lain, menulis, membaca serta beribadah. Pengajar ialah asli orang Belanda, namun organisasi itu dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799. Sebab pemerintahan beralih tangan kepada Deandels.

Baca Juga: Apa Itu Akreditasi

Gubernur Deandles meminta para Bupati di luar Jawa untuk membangun sekolah. Selain itu, ia juga mencetuskan pendirian institute khusus bidan. Akhirnya, ide cemerlang tersebut dia mulai dengan mendirikan sekolah khusus anak Belanda tahun 1817 di Jakarta.

Meskipun sekolah pertama ini dibangun, namun Deandels menerapkan kerja rodi yang sangat merugikan bangsa Indonesia. Gubernur tersebut menggunakan tenaga rakyat secara paksa untuk membangun berbagai fasilitas negara, antara lain, gedung, jalan maupun jembatan.

Mengenal Sejarah Pendidikan Zaman Jepang

Setelah kekuasaan Belanda berakhir, negara Indonesia diperintah oleh Jepang. Pemerintahan negara tersebut relatif pendek yakni dari 7 Maret 1942 hingga 17 Agustus 1945 saja. Akibat kedatangannya, sekolah buatan sebelumnya dilenyapkan dan digantikan yang baru.

Bangsa Jepang sangat bersemangat mengganti sistem pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik guna mendukung kepentingan negaranya. MULO yang merupakan sekolah buatan Belanda akhirnya dihapus dan digantikan oleh Kokomin Gakko, Sekolah Rakyat.

Kokomin Gakko menerapkan pendidikan selama 6 tahun. Setelah tingkat dasar tersebut, terdapat sekolah jenjang menengah 3 tahun, yakni untuk wanita Zyu Gakko dan laki-laki bernama Cu Gakko. Bahkan, bangsa Jepang juga mulai mendirikan sekolah kejuruan, salah satunya khusus guru.

Jika dilihat secara seksama, keberadaan sekolah pada saat ini mengadopsi banyak dari sistem pendidikan zaman Jepang. Hanya saja, laki-laki dan wanita kini tidak dipisahkan serta memperoleh hak yang sama untuk menuntut ilmu (bangsa tersebut banyak memberikan dampak positif).

Beberapa Tujuan Pendidikan Indonesia

Pendidikan yang ada di Indonesia dibuat demi mencerdaskan bangsa. Namun, setiap pakar memiliki pendapatnya masing-masing. Ada berbaagai penjelasan mengenai tujuan sistem itu dibuat. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Ki hajar Dewantoro

Ki Hajar Dewantoro menyatakan bahwa tujuan diberikannya pendidikan ialah, agar manusia memperoleh kehidupan yang sempurna dan selaras dengan alam beserta masyarakatnya. Pemberian ilmu bertujuan mendapatkan penghidupan yang lebih layak.

Definisi ini menitikberatkan pada penghidupan lebih layak karena berkat pendidikan, seseorang kini dapat hidup lebih nyaman serta aman. Untuk bisa bekerja dan mencari uang, orang perlu memperoleh ijazah maupun ketrampilan. Itulah mengapa orang diwajibkan menuntut ilmu.

Ahmadi

Salah satu tokoh ternama, Ahmadi menyatakan bahwa tujuan pendidikan secara islami ialah mencetak generasi bangsa yang taat, cerdas dan patuh kepada Allah SWT. Perilaku ini diwujudkan dengan melakukan kewajiban umat muslim serta menjauhi segala larangan-Nya.

Tujuan pendidikan menurut tokoh tersebut hanya berfokus kepada umat Islam. Jadi, untuk menjadi orang sholeh, seseorang harus menimba ilmu agama setinggi-tinggi sehingga bisa hidup di dunia dan akhirat dengan penuh ridho Allah.

Umar Tirtaraharjdja dan La Sulo

Umar dan Sulo mengatakan bahwa tujuan pendidikan ini absurd sebab mengandung nilai-nilai abstrak (tidak dapat dilihat). Esensi dalam sistem tersebut sangat luas sehingga terkadang agak sulit untuk diterapkan dengan baik. Cara agar mampu melakukannya ialah membuatnya lebih spesifik.

Tujuan pendidikan harus dibuat spesifik karena jika definisinya luas, ini akan membuat pelakunya kesulitan mencapainya. Dibutuhkan target yang jelas agar hasil akhirnya dapat diterapkan dengan baik. Bila penetapan visi dan misi secara rinci, maka esensi pembelajaran pun bisa diperoleh.

H. Alamsyah Ratuprawira Negara

Pendidikan dilakukan oleh seseorang dengan tujuan meningkatkan iman dan taqwanya kepada Allah SWT. Selain itu, adanya sistem ini juga memperbanyak keahlian serta meningkatkan kepintarannya. Terlebih lagi, keberadaan pengetahuan juga mampu mempertebal semangat kebangsaan.

Definisi pendidikan menurut Almasyah ini cukup padat, yakni tidak hanya mendefinisikan tentang pribadinya saja, namun jiwa kebangsaannya pun diulas. Dengan harapan, bahwa seseorang tidak hanya pintar secara akademik, namun juga berguna bagi nusa dan bangsa.

Suardi

Dalam bukunya, Suardi menyatakan bahwa tujuan pendidikan ialah hasil pencapaian yang diperoleh setelah proses pemberian ilmu dilakukan. Ketika sistem itu dilaksanakan, pengajar memberikan latihan baik berupa soal maupun kegiatan lainnya.

Kegiatan tersebut harus dilakukan oleh peserta didik dengan harapan siswa dapat mencapai cita-citanya. Di sisi lain, pemberian latihan dalam bentuk soal dan ulangan dilakukan demi mengetes kemampuan murid agar diketahui sampai mana pencapaiannya.

UU No 20 Tahun 2003

Menurut UU No 20 tahun 2003 pasal 3, tujuan pendidikan di Indonesia ialah mengembangkan potensi siswa agar ia menjadi manusia yang memiliki iman dan taqwa. Selain itu, harapannya dia dapat berlaku lebih mulia terhadap sesamanya. Sebab, olmu juga membuat seseorang lebih mandiri.

Tidak hanya mandiri, pendidikan pun juga membuat orang menjadi lebih kreatif sehingga ilmunya dapat digunakan untuk dirinya dan masyarakat umum. Semakin berisi otak seseorang, diharapkan perilakuknya juga semakin terpuji. Jika keduanya dimiliki, cita-cita pun akan mudah digapai.

UU No 2 Tahun 1985

Menurut UU No 2 Tahun 1985, pendidikan diadakan dengan tujuan mencerdaskan bangsa serta membuat orang menjadi manusia utuh yakni yang beriman kepada Tuhan yang Maha Esa. Selain itu, ia diharapkan memiliki kesehatan jasmani dan rohani.

Dari definisi di atas terlihat bahwa keberadaan pendidikan ini sangat. Diberikannya ilmu kepada seseorang itu memiliki tujuan mulia yakni untuk membuatnya menjadi pintar sekaligus mempunyai akhlak beriman. Jadi tidak hanya pintar di sekolah, mereka pun mempunyai budi pekerti yang baik.

MPRS No 2 Tahun 1960

Tujuan pendidikan menurut MPRS No 2 Tahun 1960 ialah untuk mewujudkan negara pancasila yang sesuai dengan UUD 1945. Adanya sistem ini bertujuan agar masyarakat lebih memahami esensi dari nilai dan norma buatan pemerintah. Harapannya, rakyat patuh dalam bermasyarakat.

Perwujudan pendidikan menurut MPRS ini sebenarnya terbilang unik karena untuk mewujudkan masyarakat yang teratur dan memenuhi aturan diperlukan perjuangan panjang. Raykat perlu kesadaran tinggi saat melakukannya. Dengan begitu, kehidupan rakayat pun bisa lebih nyaman.

Jenis Pendidikan di Indonesia

Pendidikan umumnya terbagi menjadi 2 yakni formal dan informal. Keduanya memberikan fasilitas yang baik guna menunjang kemampuan seseorang. Berikut ini akan dijabarkan satu per satu beserta penjelasannya:

Pendidikan Formal

Pendidkan formal diselenggarakan oleh insitutusi baik pemerintah maupun swasta. Ada beberapa tingkatan yang ada dalam sistem itu mulai dari Sekolah Dasar hingga S3. Namun, warna setiap warga negara diwajibkan untuk mengenyam minimal 12 tahun yakni SD sampai bangku SMA.

Keberadaan pendidikan formal ini sangat dibutuhkan sebab seseorang bisa memperoleh berbagai ketrampilan serta ilmu. Selain itu, ia juga dapat menerima ijazah yang dapat dimanfaatkan untuk melamar pekerjaan. Berikut adalah beberapa contoh institusinya:

  • SD

Di sini siswa mengenyam pendidikan selama 6 tahun. Sistem ini merupakan tingkat pertamadengan berbagai macam pelajaran akan didapat (mulai berhitung hingga menulis). Di akhir pendidikan murid memperoleh ijazah yang bisa dipakai untuk mendaftar ke jenjang atasnya (SMP).

  • SMP

Usai bersekolah selama 6 tahun, siswa pun menempuh Sekolah Menengah Pertama selama kurang lebih 3 tahun. Di sini murid akan mempelajari berbagai macam pelajaran yang menarik. Tingkat kesulitannya tentu saja lebih sulit dibandingkan anak SD.

  • SMA

Tingkat pendidikan setelah menempuh SMP adalah SMA. Di sini siswa lebih mandiri dan mata pelajarannya pun jauh lebih sulit dibandingkan jenjang sebelumnya. Umumnya, terdapat 3 pilihan jurusan yakni IPA, IPS serta Bahasa. Ini sangat berpengaruh bagi masa depannya.

  • Perguruan Tinggi

Setelah lulus bangku SMA, seseorang boleh bekerja atau mengambil kuliah. Ada berbagai macam jurusan yang bisa dipilih mulai dari kedokteran, sastra, matematika hingga keguruan. Di sini orang juga dapat mengambil tingkat profesi maupun spesialis.

S1 merupakan tingkat pertama yang ada di bangku kuliah. Umumnya, seseorang mengenyam pendidikan itu selama 4 tahun. Namun, batas maksimal studi pada jenjang ini adalah 7 tahun. Banyak orang mengumpulkan uang untuk berkuliah demi jenjang karir yang lebih baik lagi.

Usai menempuh S1, seseorang bisa menempuh gelar Master dengan mengambil kuliah S2. Orang tertarik belajar lagi demi memperdalam ilmunya. Waktu tempuhnya umumnya 2 tahun dan maksimal 3 tahun. Di akhir studinya, mahasiswa harus menempuh siding tesis.

Di tingkat teratas pada perguruan tinggi terdapat S3. Ini umumnya dilakukan oleh para peneliti maupun dosen yang ingin menyumbangkan ilmu dan menyerap pengetahuan lebih banyak. Di sini tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena mahasiswa dituntut berpikir lebih kritis.

Pendidikan Non Formal

Selain mengeyam pendidikan formal, seseorang juga bisa mengenyam pendidikan informal. Ada berbagai pilihan dapat dipilih di sini. Sistem pembelajarannya agak berbeda dari institusi pemerintah. Namun, terkadang kualitasnya boleh disamaratakan dengan lembaga resmi setelah penyetaraan.

Adanya institusi non formal ini cukup penting karena memfasilitasi seseorang untuk mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat. Berikut beberapa contohnya:

  • Madrasah Diniyah

Pendidikan sekolah ini merupakan milik swasta yang berfokus pada ilmu mengenai agama. Umumnya sistemnya diberlakukan usai sekolah dengan durasi sebanyak 18 jam dalam seminggu. Namun, ketentuannya berbeda-beda bergantung institusi masing-masing.

  • Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar ini merupakan kursus yang dilakukan di luar sekolah dan dilakukan dengan tujuan memperdalam materi pelajaran. Terkadang, waktu pembelajaran dilaksanakan pada waktu sore atau malam hari berdasarkan kebutuhan siswa.

  • Kelompok Bermain

Kelompok bermain merupakan pendidikan non formal yang diciptakan khusus untuk anak berusia di bawah 5 tahun. Di sini si kecil akan mendapatkan ilmu sesuai usianya. Berbagai permainan edukatif diberikan demi memaksimalkan tumbuh kembangnya.

  • Majelis Taklim

Salah satu pendidikan non formal yang direkomendasikan untuk umat muslim. Di sini, orang akan belajar ilmu agama berdasarkan kurikulumnya. Biasanya, pelaksanaannya rutin dilakukan seperti seminggu sekali dan diikuti oleh banyak jamaah.

  • Sanggar

Sanggar ialah jenis pendidikan non formal yang pesertanya merupakan komunitas atau sekelompok orang dengan tujuan tertentu. salah satu contohnya yaitu, sanggar tari, lukis, teater dan musik. Di sini orang bebas mengembangkan bakatnya sesuai keinginannya masing-masing.

  • Taman Penitipan Anak

Tempat penitipan anak juga termasuk salah satu pendidikan non formal karena di sini si kecil juga memperoleh ilmu. Biasanya durasinya berbeda-beda bergantung kebutuhan. Tidak hanya makan dan tidur, ia akan diajari permainan sederhana yang mampu mengasah kecerdasannya.

  • Lembaga Pelatihan

Salah satu pendidikan non formal lainnya yakni lembaga pelatihan. Adanya lembaga ini akan memberikan banyak manfaat antara lain menambah wawasan serta memperdalam ketrampilan. Dengan sedikit biaya, seseorang bisa mendapatkan skill khusus.

  • Kelompok Belajar

Kelompok belajar adalah salah satu pendidikan non formal yang diciptakan oleh pemerintah. ini diperuntukan bagi siswa di luar sekolah. Bila umur melebihi batas dan ingin menuntut ilmu, itu dapat menjadi salah satu opsi terbaik.

Ketahui Beberapa Beasiswa Pendidikan di Indonesia

Bicara tentang pendidikan, semua orang memiliki hak yang sama demi meraihnya. Namun, kini ada tawaran beasiswa sehingga seseorang dapat meraih ilmu tanpa terkendala biaya. Tentu untuk mendapatkannya butuh kecerdasan tinggi dan keahlian khusus. Berikut beberapa pilihannya:

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ini merupakan beasiswa terlaris yang diinginkan oleh banyak pihak baik siswa dan mahasiswa. Terdapat 3 program di dalamnya yakni Riset Pembangunan Indonesia, Beasiswa Pendidikan Indonesia serta Rehabilitasi Pendidikan Indonesia.

Baca Juga: Pengertian Motivasi

Beasiswa Pendidikan Indonesia ini terdiri dari berbagai pilihan antara lain: Beasiswa Tesis Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Magister Doktor, dan Beasiswa Lanjutan. Ada berbagai tahapan seleksi mulai tes berkas administrasi hingga on the spot writing.

BUDI (Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia)

Beasiswa itu khusus diperuntukan bagi dosen yang telah mengenyam S2. Jika mampu lolos seleksinya, segala biaya studi dibayarkan oleh pemerintah. Umumnya, besarnya tidak terlalu jauh dari LPDP. Adanya bantuan ini sangat membantu para pendidik di Indonesia.

Keberadaan beasiswa ini merupakan hasil kerjasama antara LPDP dengan Kemristekdikti. Berkat pemberian dana bantuan itu, dosen dapat meraih pendidikan lebih tinggi sehingga kualitas mahasiswanya pun makin berbobot.

BU (Beasiswa Unggulan)

Selain LPDP, ada beberapa beasiswa menarik lainnya, salah satunya ialah Beasiswa Unggulan. BU bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pendidik khususnya dosen agar lebih berkompeten di bidangnya. Bantuan pendidikan ini khusus bagi jenjang S3 saja.

Sedikitnya ada 500 kuota disediakan khusus para dosen. Jika melamar beasiswa ini, akan diberikan opsi ingin mengenyam pendidikan di dalam maupun luar negeri. Biayanya pun disesuaikan dengan dana dari LPDP. Untuk mendapatkannya, diperlukan pembuktian akademik yang sangat baik.

PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi)

Salah satu program bantuan dana pendidikan yang direkomendasikan untuk para santri ialah PBSB. Beasiswa ini telah bekerja sama dengan belasan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia seperti UIN Malang, UIN Suka dan UIN Semarang.

Tidak hanya universitas Islam, kampus negeri ternama pun tersedia antara lain, UPI Bandung, UGM, IPB Bogor dan ITS Surabaya. Dengan PBSB, para santri akan mendapatkan kemudahan untuk menuntut ilmu karena mereka tidak perlu membayar, sebab semuanya dilakukan oleh pemerintah.

Beasiwa Ikatan Dinas IPDN

Apabila ingin mengenyam pendidikan dan langsung kerja setelah lulus, maka IPDN adalah salah satu opsi terbaik. Di sini mahasiswa tidak perlu membayar biaya perkuliahan. Selain itu, mereka akan tinggal di asrama hingga wisuda secara gratis.

Selan memberikan gratis biaya perkualiahan, mahasiswa yang telah lulus secara otomatis akan bekerja di bawah ikatan dinas. Adanya manfaat ini membuat banyak orang bermimpi untuk berkuliah di sana. Jika tertarik, maka pastikan segala persyaratannya terpenuhi.

Beasiswa Politeknik Statistika STIS

Ada lagi beasiswa setara S1 yang juga ikatan dinas yakni STIS. Mahasiswanya dapat bersekolah secara gratis dan tinggal di asrama. Untuk bisa diterima di tempat bergengsi ini, seseorang harus memiliki otak cerdas serta lolos seluruh tes penerimannya.

Ada berbagai tahapan yang dilalui oleh para peserta. Tes penerimaannya cukup sulit sehingga hanya orang pintar dan rajin saja pemenangnya. Bila berhasil berkualiah di STIS, setelah lulus akan langsung diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Apakah tertarik dengan beasiswa ini?

Fungsi Pendidikan Secara Umum

Bicara tentang pendidikan, pastinya ada banyak manfaat yang akan diperoleh apabila seseorang mempelajarinya. Selain mendapatkan bekal berupa ilmu, di lingkungan sekolah maupun di rumah pun terjadi pertukaran sosial. Berikut beberapa fungsinya:

Mempersiapkan Seseorang untuk Mencari Uang

Salah satu fungsi adanya pendidikan ialah mempersiapkan seseorang untuk menjadi tenaga kerja yang handal dan kompeten. Hal ini dilakukan demi membuat orang tersebut dapat hidup mandiri secara finansial, sehingga di kemudian hari mampu membentuk keluarga sendiri tanpa kendala.

Salah satu tujuan bersekolah ialah mendapatkan ilmu yang bisa digunakan untuk mencari nafkah. Sebagai contoh, seseorang masuk ke SMK juruan tata busana agar memiliki kemampuan merancang pakaian dengan baik. Adanya sekolah tersebut memiliki peran penting guna mensejahterakannya di kemudian hari.

Mengembangkan Bakat dan Kretaivitas Seseorang

Keberadaan sekolah tidak hanya bertujuan demi mendapatkan ijazah saja. Namun, seseorang mengenyam pendidikan demi mengembangkan bakat serta kretaivitasnya. Sebagai contoh, orang yang suka menggambar akhirnya memutuskan untuk mengambil kuliah jurusan seni.

Diambilnya kuliah jurusan tersebut bertujuan agar kretaivitasnya semakin terasah sehingga mampu menghasilkan berbagai karya fantastis yang hebat. Berkat keberadaan institusi formal maupun non formal, seseorang jadi memiliki kebebasan untuk menjadi seperti keinginannya.

Memberikan Ketrampilan Khusus

Pendidikan memang memiliki peran sangat banyak, salah satunya memberikan ketrampilan khusus. Selain memperoleh kesempatan untuk berkreativitas sesuai keinginannya, sarana ini pun dapat dimanfaatkan guna mendapatkan skill tertentu, seperti bahasa asing.

Seseorang mengikuti kursus Bahasa Perancis dengan harapan mampu berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut. Ketrampilan khusus ini merupakan salah satu contoh yang bisa diperoleh jika belajar di sebuah lembaga baik formal maupun informal.

Melestarikan Warisan Budaya

Mengapa wajib menuntut ilmu? Seseorang perlu mengeyam pendidikan agar dia mampu melestarikan warisan budaya. Di sekolah-sekolah, umumnya terdapat mata pelajaran seni budaya agar siswa mendapatkan ilmu khusus terkait kebudayaan daerah masing-masing.

Adanya mata pelajaran keren itu sebagai perantara yang mengajarkan warisan budaya masyarakat lampau ke generasi saat ini. Sebagai contoh, di sebuah sekolah siswanya diajarkan pelajaran membatik. Mereka diajarkan bagaimana cara menggunakan malam saat membuat kain batik.

Membentuk Karakter Seseorang

Keberadaan pendidikan ini sangat penting sebab mampu membentuk karakter seseorang. Orang bisa menjadi lebih disiplin dan rajin berkat adanya aturan ketat di sekolah maupun istitusi. Secara tidak langsung, itu akan mempengaruhi perkembangan perilakuknya.

Pembentukan karakter ini memang tidak bisa dilakukan dalam sehari semalam. Perlu proses yang panjang hingga seseorang dapat menjadi pribadi yang terbaik, cerdas dan memiliki akhlak terpuji. Untuk mampu mewujudkannya, diperlukan pendidikan karakter.

Mengajarkan Peranan Sosial

Pendidikan mengajarkan seseorang tentang peranan sosial. Ketika di sekolah, seseorang akan diajarkan tentang pentingnya menghargai sesama dan orang yang lebih tua. Fungsi sistem ini begitu kuat karena jika nilainya mampu diserap baik, individu akan mampu hidup lebih baik lagi.

Tidak hanya pendidikan di sekolah, namun orang tua pun memiliki andil besar dalam menanamkan nilai-nilai baik pada anak-anaknya. Apabila mereka memberikan contoh terpuji, kemungkinan mencetak generasi yang paham dengan peranan sosial pun makin besar.

Memberikan Kemampuan Komunikasi

Pendidikan ini sangat esensial, terutama bagi anak-anak yang belum bisa membaca maupun menulis. Di SD, si kecil dapat belajar banyak mulai dari menyusun kata hingga menjadi sebuah kalimat. Adanya pembelajaran itu mengajarkan akan pentingnya memiliki kemampuan komunikasi.

Pendidikan berfungsi sebagai sarana pemberian kemampuan komunikasi. Skill ini sangat penting dipelajari apalagi manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga membutuhkan bahasan untuk berinteraksi dengan yang lainnya. Berkat sekolah, potensi memiliki keahlian itu pun makin besar.

Sumber Inovasi

Mengapa seseorang wajib mengenyam pendidikan? Siswa diwajibkan bersekolah karena itu merupakan sarana yang menjadi sumber inovasi. Jika dilihat sekilas, sekolah memberikan banyak pengetahuan. Hal ini sebenarnya cikal bakal bagi seseorang untuk mengembangkan bakatnya.

Pendidikan memberikan banyak referensi sehingga orang akan terpacu untuk menciptakan berbagai penemuan baru di berbagai bidang baik teknologi maupun sosial. Secara tidak langsung, dengan bersekolah seseorang makin kreatif karena menemukan sumber inovasinya.

Mengajarkan Norma Sosial

Ilmu ini sangat penting untuk dipelajari karena siswa dapat memperoleh norma sosial dari mata pelajaran yang diberikan oleh pendidik. Pengajaran tentang aturan bermasyarakat ini penting, sebab orang sejatinya akan hidup mandiri dalam sebuah lingkungannya.

Jika tidak dibiasakan belajar norma sosial sejak dini, bisa saja seseorang akan tumbuh menjadi pribadi yang agak tertutup dan anti sosial. Dengan bersekolah maupun belajar di sebuah instutusi, ia dapat belajar mengenai banyak hal termasuk aturan-aturan bermasyarakat.

Memberikan Pengajaran Nilai Agama

Pengertian pendidikan ini harus dipahami secara mendalam. Selain memberikan fungsi melatih bakat dan ketrampilan, keberadaan sistem itu juga sangat baik karena mengajarkan nilai-nilai agama. Alhasil, tidak hanya cerdas secara akademis, namun ia pun juga beriman kepada Tuhan.

Pengajaran agama itu umumnya dapat diperoleh melalu mata pelajaran atau mata kuliah yang diajarkan di instutusi formal. Harapannya, orang tersebut juga memahami bahwa hidup di dunia ini sementara sehingga wajib mempersiapkan bekal akirat lewat agama.

Pemindahan Budaya (Transmisi)

Pendidikan ini sangat penting karena berkat sistem tersebut terjadilah transmisi budaya. Seperti yang diketahui, Indonesia memiliki masyarakat multikultural sehingga tiap suku memiliki kebudayaannya sendiri-sendiri. Keunikan itu dapat dirasakan jika terjadi pemindahan budaya.

Sebagai contoh, Yogyakarta ialah kota pelajar. Di sini banyak mahasiswa yang berasal dari berbagai suku di seluruh Indonesia. Jika ada pelajar asal Lombok datang dan berkuliah di sana, secara tidak langsung ia akan belajar tentang kebudayaannya juga, seperti bahasa Jawa dan makanannya.

Memilih Peranan Sosial

Keberadaan pendidikan ini memiliki fungsi untuk membuat seseorang memilih peranan sosialnya sesuai yang diinginkan. Sebelum memutuskan akan memilih suatu jurusan, orang umumnya dihadapkan oleh banyak pilihan. Pemilihan prodi tersebut berdampak bagi masa depannya.

Sebagai contoh, seseorang yang ingin berkarir di bidang kesehatan tentu akan memilih berkuliah di jurusan kedokteran, farmasi atau kebidanan. Adanya kebebasan untuk memilih peran sosial ini bisa didapatkan jika mengenyam pendidikan hingga tingkat tinggi.

Sebagai Dasar untuk Menyiapkan Diri ke Jenjang Berikutnya

Fungsi pendidikan selanjutnya yakni dijadikan sebagai sarana menyiapkan diri untuk mendaftar ke tingkat yang lebih tinggi. Sebagai contoh, di SD seseorang dapat memperoleh ilmu seperti membaca, menghitung dan ketrampilan lainnya.

Namun, SD saja tidak cukup karena siswa diharapkan belajar minimal 12 tahun. Kewajiban yang dikeluarkan oleh pemerintah ini diciptakan agar murid mampu hidup mandiri dan berakhlak mulia. Jadi, pendidikan memiliki fungsi kuat untuk menyiapkan seseorang sebelum ke jenjang lainnya.

Berbagai Prestasi Pendidikan Indonesia di Dunia Internasional

Sistem pendidikan di Indonesia memang belum terlalu maju dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Meskipun demikan, sumber daya manusianya bisa diadu. Terbukti, ada banyak prestasi yang telah terukir di kancah perlombaan dunia. Berikut beberapa di antaranya:

Olimpiade Matematika

Pelajar Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa di dunia. Terbutkti, dalam ajang IMO (International Mathematical Olympiad) yang ke-59 tahun 2018 berhasil membawa pulang 6 medali yakni 5 perak dan 1 emas. Pesertanta diwakili oleh siswa dari berbagai SMA.

Diperolehnya medali emas dan perak itu menandakan bahwa kemampuan pelajar lokal tidak kalah dengan siswa luar negeri. Berkat kemampuan para siswa, negara ini mampu berkibar di dunia internasional. Dapat dikatakan, sumber daya manusia Indonesia sangat potensial.

Olimpiade Kimia

Selain berbakat di bidang, di tahun yang sama tepatnya 28 Juli 2018 di Ceko. Indonesia mengikuti ajang International Chemistry Olympiad dan berhasil meraih 2 perunggu, 1 perak serta 1 emas. Peraih medali emas adalah Ong dari SMA Kristen YSKI Semarang.

Keberhasilan Indonesia beradu di dalam kancah Internasional itu memberikan bukti bahwa para pelajar bekerja keras demi mengharumkan nama negara. Persembahan terbaik untuk bangsa ini merupakan hal yang patut ditiru. Tidak hanya sekolah, namun seluruh rakyat pun ikut bangga.

Olimpiade Biologi

Pada tanggal 15-22 Juli 2018 silam Indonesia mendapat anugrah medali berkat kerja keras para pelajarnya. Mereka mengikuti International Biology Olympiad (IBO) yang ke-29. Sebanyak 4 siswa dikirimkan Indonesia untuk berjuang melawan 265 siswa dari 68 negara.

Setelah berjuang selama beberapa saat, akhirnya para siswa dapat meraih 4 perak. Empat remaja tersebut merupakan kumpulan berbagai SMA di Indonesia yang berasal dari Semarang, Surabaya, Sumatera Utara dan Jakarta.

Olimpiade Internasional Sains

Selain tingkat SMP, prestasi indah juga terukir dari siswa SMP. Seorang pelajar bernama Muhammad Adyan Dafi berumur 15 tahun berhasil menyabet medali perak. Dia berkompetisi dalam IJSO pada tanggal 12 Desember 2019 di kota Doha, Qatar. Perlombaan itu diikuti 400 pelajar asal 72 negara.

Meskipun masih berusia sangat muda, namun lelaki tersebut dapat meraih medali perak yang membanggakan Indonesia. Peran anak muda itu membuktikan bahwa negara ini memiliki peluang besar untuk ikut berprestasi di kancah internasional.

Kompetisi Robot Internasional

Tidak hanya pelajar, mahasiswa pun menorehkan nama baik di ajang internasional. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mampu membanggakan Indonesia. Universitas tersebut mengirimkan 3 tim untuk menyemarakkan kompetisi FIRA Hurorocup 2017 di Taiwan yakni Ichiro I, II dan III.

Menariknya, dari ketiga tim tersebut, semuanya berhasil mendapatkan peringkat sehingga jika ditotal jumlah ada 14 penghargaan. Bahkan, tim Ichiro I mampu keluar sebagai juara umum. Ini membuktikan bahwa pelajar Indonesia memang jenius dan layak bersaing di internasional.

Perlombaan Seni Internasional

Mahasiswa Indonesia tidak hanya pintar secara akademik, namun di bidang budaya pun mereka berbakat. Hal ini dibuktikan oleh prestasi Komunitas Rampoe Aceh UGM yang mampu memenangkan peringkat pertama dalam perlombaan Wonju Dynamic Dancing Carnival 2018.

Kemenangan itu merupakan prestasi besar Indonesia. Pelajar UGM telah berhasil mengalahkan 38 tim berasal dari 13 negara lainnya. Satu timnya berjumlah 19 orang dengan rincian16 orang penari dan 3 staff. Ini adalah kebanggaan yang mengharumkan nama bangsa.

Baca Juga: Manajemen Organisasi

Demikian beberapa pengertian pendidikan beserta penjelasannya secara rinci. Semoga informasi ini dapat meningkatkan pemahaman Anda sehingga lebih bersemangat dalam menuntut ilmu.

Tinggalkan Balasan