Pengertian Profesi

Pengertian Profesi: Ciri, Syarat, Karakteristik & Contohnya

Diposting pada

Istilah pekerjaan dikenal oleh orang-orang sebagai mata pencaharian yang dipengaruhi dengan keahlian dan pendidikan tertentu. Untuk lebih jelasnya lagi, simak penjelasan tentang pengertian profesi, ciri-ciri, syarat, karakteristik dan contohnya berikut ini.

Pengertian Profesi secara Umum

Profesi adalah pekerjaan atau mata pencaharian dari seseorang yang membutuhkan pelatihan, keterampilan, keahlian dan penguasaan khusus. Biasanya dibutuhkan asosiasi, kode etik dan juga proses lisensi serta sertifikasi untuk bidang tertentu.

Seseorang yang sudah memiliki profesi belum tentu bisa disebut profesional. Istilah ini biasa digunakan sebagai lawan kata dari amatir. Contohnya saja bayaran tinggi akan diperoleh oleh petinju padahal menekuni olahraga tinju tidak dianggap suatu pekerjaan.

Baca Juga: Konsultan Internet Marketing

Istilah profesi dikenal orang sebagai suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian tertentu sehingga dalam suatu pekerjaan pun belum tentu seseorang menguasai bidang tersebut. Jadi perlu pengetahuan luas agar tidak hanya berbicara soal dokter dan polisi, masih banyak bidang lainnya di dunia ini.

Pengertian Profesi Menurut Para Ahli

Pengertian Profesi Menurut Para Ahli

Pengertian profesi ternyata tidak sebatas pekerjaan yang ditekuni karena memiliki keahlian dalam bidang tersebut. Nyatanya banyak ahli mengemukakan pendapatnya mengenai apa sebenarnya definisi dari istilah tersebut. Ini lah penjelasannya:

Schein, E. H. (1962)

Menurut Schein, E. H., profesi merupakan suatu set atau kumpulan pekerjaan yang membangun norma sangat khusus dan berasal dari perannya untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat dalam bidang tersebut.

Jadi profesi dapat dikatakan sebagai kumpulan pekerja yang nantinya secara tidak langsung akan membentuk norma dan kebiasaan khusus. Hal ini berasal dari peran yang berbeda-beda untuk masyarakat, misalnya dalam segi kesehatan, perbankan, keamanan dan masih banyak lagi.

Hughes, E. C. (1963)

Definisi profesi menurut para ahli selanjutnya ialah pendapat dari Hughes, E.C. Beliau menyatakan bahwa istilah ini ditujukan bagi seseorang dengan pengetahuan lebih akan apa yang diderita atau dibutuhkan oleh klien.

Pendapat ini jelas saja sangat sesuai dengan yang terjadi di masyarakat. Contohnya saja seperti dokter. Profesi tersebut dituntut untuk mengetahui apa penyakit dari pasien, kemudian langkah pengobatan dan pemulihan ketika mereka hanya menyebutkan gejalanya.

Daniel Bell

Jika menurut Daniel Bell, pengertian profesi merupakan aktivitas intelektual yang telah dipelajari termasuk pelatihan baik formal maupun tidak. Kemudian memperoleh sertifikat dari badan atau sekelompok Lembaga resmi dengan suatu tanggung jawab keilmuan untuk kepentingan masyarakat.

Keilmuan tersebut akan digunakan untuk melayani masyarakat dengan menggunakan kode etik layanan profesi, mengimplikasikan kompetensi sehingga bisa mencetuskan ide serta menunjukkan keterampilan moral dan teknis dalam upaya agar memenuhi kebutuhan warga sekitar.

Bertens

Menurut K Bertens, profesi merupakan sebuah moral community atau masyarakat moral yang memiliki nilai-nilai dan cita-cita bersama. Bisa diibaratkan bahwa tujuan didirikannya Lembaga Kepolisian ialah untuk menciptakan tujuan keamanan di suatu wilayah.

Tujuan tersebut bisa dikatakan sebagai cita-cita bersama mengapa diadakannya sebuah profesi. Contoh lainnya seperti didirikannya bank di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang perbankan.

Siti Nafsiah

Menurut ahli wanita di Indonesia ini, profesi merupakan suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh seseorang sebagai sarana dalam mencari uang ataupun nafkah hidup, sekaligus menjadi media untuk mengabdi kepada kepentingan bersama.

Pengabdian tersebut tentunya harus diiringi dengan tanggung jawab, keterampilan, profesionalisme serta tanggung jawab. Sebagai contoh saja, seorang dosen pun memiliki keahlian dalam bidang keilmuan tertentu maupun kemampuan untuk membagikan ilmunya kepada mahasiswa.

Doni Koesoema A.

Selanjutnya menurut Doni Koeseoma A, profesi adalah suatu pekerjaan atau bisa disebut sebagai jabatan di dalam hierarki birokrasi yang menuntut adanya keahlian tertentu dan etika khusus serta tanggung jawab untuk melayani kepada masyarakat.

Contoh saja jabatan sebagai kepala daerah di suatu wilayah yang memiliki keahlian dalam keilmuan tertentu, etika khusus untuk memimpin ajarannya dan membuat kebijakan serta mengeluarkan program demi program guna melayani kepentingan masyarakat.

Peter Jarvis

Pendapat selanjutnya hadir dari ahli bernama Peter Jarvis. Menurutnya, profesi merupakan suatu pekerjaan yang sesuai dan cocok dengan pelatihan ataupun studi intelektual khusus yang bertujuan untuk melayani kebutuhan orang lain sehingga nantinya akan diberikan upah tertentu.

Pendapat Peter Jarvis ini sangat cocok dengan realita sekarang, dimana sebuah profesi akan sesuai seperti gelar yang didapatkan semasa menjalani kehidupan kuliah sehingga keilmuan dan juga keterampilan pun dapat digunakan untuk mengabdi kepada masyarakat secara luas.

Cogan

Berikutnya menurut Cogan, istilah profesi merupakan suatu keterampilan khusus dimana dalam praktek langsungnya berdasarkan atas struktur teoritir dari beberapa ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan selama mengenyam pendidikan.

Hampir sama dengan pendapat Peter Jarvis, bahwa suatu profesi memang sesuai dan berdasarkan keahlian atau kemampuan seseorang. Namun, hingga kini masih banyak pekerjaan yang tidak cocok dengan bidang keilmuannya.

Dedi Supriyadi

Pendapat Dedi Supriyadi pada tahun 1998, istilah profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang dituntut karena telah memiliki keahlian khusus dan disertai dengan adanya tanggung jawab serta kesetiaan terhadap bidang tersebut.

Segala jenis profesionalisme memang didasarkan atas keahlian seseorang dalam bidang tertentu agar berhasil menguasai serta menjadikannya sebagai jembatan untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan begitu, ilmu dan ketrampilan yang diperolehnya pun bisa bermanfaat bagi orang lain juga.

Ahmad Bahar

Selanjutnya berasal dari pendapat Ahmad Bahar bahwa profesi adalah suatu usaha dari sebuah kelompok masyarakat guna mendapatkan pengawasan atas sumber daya yang berhubungan dengan keahlian dalam bidang tertentu.

Dari pendapat Ahmad Bahar tersebut, bisa diambil contoh seperti suatu kelompok masyarakat yang memiliki keahlian dalam bidang pertanian akan memanfaatkan lahannya karena telah menguasai keterampilan untuk mengolahnya sehingga bisa bermanfaat bagi diri sendiri maupun dijual ke orang lain.

Pamudji

Pendapat selanjutnya datang dari Pamudji pada tahun 1985 bahwa profesi memiliki makna tentang suatu lapangan pekerjaan yang diduduki dan dikuasai oleh orang-orang dengan kemampuan serta keahlian tertentu saja.

Pendapat ini memang benar adanya. Bahwa bidang pendidikan memang akan diduduki oleh profesi seperti guru, dosen, pengajar dan lainnya. Sangat tidak mungkin bahwa orang-orang yang bekerja sebagai polisi atau masinis menguasai lapangan pekerjaan tersebut.

Danin

Danin pada tahun 2002 menyampaikan pendapatnya bahwa secara etimologi, profesi berasal dari bahasa Inggris “profession” yang memiliki arti mengakui, pengakuan, ahli dalam melakukan pekerjaan ataupun menyatakan bahwa mampu.

Sedangkan istilah profesi secara terminologi memiliki arti suatu pekerjaan yang memiliki syarat adanya pendidikan tinggi bagi pelakunya dan kemudian ditekankan untuk melayani semua kepentingan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ciri-Ciri Profesi

Ciri-Ciri Profesi

Setelah mengetahui beberapa pendapat mengenai apa itu profesi, selanjutnya akan dibahas tentang ciri-ciri istilah ini yang membedakannya dengan pekerjaan pada umumnya sehingga nanti dapat disimpulkan perbedaannya. Inilah penjelasannya:

Keahlian dan Pengetahuan Khusus

Suatu profesi memang didapatkan setelah seseorang menjalani pendidikan khusus di bidangnya. Biasanya harus memperoleh gelar dahulu atau sudah pernah mengikuti pelatihan sebelum bisa mengabdi sesuai keahlian dan keterampilannya kepada masyarakat.

Baca Juga: Arti Freelancer

Umumnya, pengetahuan ini didapatkan dari pengalaman misalnya dari pendidikannya selama perkuliahan. Semakin tinggi keahlian yang dimiliki oleh seseorang maka kesempatannya untuk mendapatkan profesi di bidangnya pun juga bertambah luas.

Kode Etik Profesi

Setelah memiliki keahlian baik ilmu teoritis maupun kemampuan praktik, seseorang dengan profesi tertentu dituntut untuk menggunakan kode etik selama melaksanakan pekerjaannya demi kepentingan bersama serta keamanan masyarakat.

Berbicara mengenai kode etik, profesi yang paling dekat dengan istilah ini adalah dokter. Mereka dituntut untuk selalu berpegang teguh terhadap aturan serta standar moral demi keputusan terbaik bagi pasien sehingga tidak akan mendapatkan tuduhan malpraktik.

Mengutamakan Masyarakat

Seseorang yang sudah memiliki jiwa profesionalisme akan mendahulukan kepentingan masyarakat sebelum memikirkan dirinya sendiri. Hal ini pasti dirasakan oleh mereka semua dan memang menjadi kewajiban utama dalam melayani kebutuhan bersama.

Tidak sedikit yang ditemukan bahwa dalam melaksanakan profesi mereka harus menomorduakan urusan keluarga karena adanya tuntutan pekerjaan dan harus selalu diikuti sesuai aturan. Hal ini memang biasanya akan menimbulkan keraguan besar bagi kebanyakan orang.

Memiliki Izin

Jangan Anda  berfikir bahwa setelah mendapatkan gelar pendidikan maka seseorang akan bisa dengan mudah menggunakan ilmunya untuk mengabdi kepada masyarakat. Mereka diharuskan mengikuti beberapa program sebelum terjun langsung mengaplikasikan keahliannya.

Semua jenis profesi biasanya akan mengadakan pelatihan atau suatu program tes dimana orang-orang akan belajar terjun langsung ke masyarakat namun masih didampingi oleh seorang ahli. Apabila mereka dinyatakan lulus, barulah mendapatkan izin untuk mendapatkan suatu pekerjaan tertentu.

Umumnya Anggota dari Suatu Organisasi

Umumnya, seorang professional merupakan anggota dari suatu organisasi dari profesi tertentu. Pastinya keikutsertaan ini menjadi salah satu ajang untuk menambah ilmu serta meningkatkan potensi dalam urusan pekerjaan.

Oleh karena itu, banyak ditemukan organisasi besar yang anggotanya memang terdiri dari orang-orang dengan profesi tertentu saja. Selain untuk menambah wawasan dan hubungan kerja, hal ini juga bisa digunakan sebagai ajang pengakuan seseorang karena memiliki keahlian dalam suatu bidang.

Syarat Memiliki Profesi

Syarat Memiliki Profesi

Setelah mengetahui bahwa suatu profesi memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan pekerjaan biasa, tentu  Anda sudah mengira untuk mendapatkannya pun harus memiliki syarat-syarat tertentu. Lantas apa saja itu?

Memiliki Pengetahuan Khusus

Dalam suatu perkuliahan, sudah tersedia banyak sekali ilmu penngetahuan khusus yang nantinya dapat digunakan berdasarkan profesi sesuai bidangnya. Hal ini mengharuskan Anda untuk memiliki kemampuan, baik dari ilmu teoritis maupun keterampilan.

Ilmu teoritis maupun keterampilan itu akan digunakan ketika Anda sudah memiliki sebuah profesi dan digunakan saat mengemban tugas kepada masyarakat. Tentunya hal ini bukan perkara yang mudah serta cepat untuk dilalui sehingga syarat ini mutlak harus dimiliki oleh seseorang.

Melibatkan Banyak Kegiatan Intelektual

Meskipun suatu profesi memang dilakukan pada satu bidang tertentu, namun di dalamnya akan melibatkan banyak sekali kegiatan intelektual yang cukup menguras tenaga, biaya, waktu bahkan mental dari seseorang.

Kegiatan intelektual seperti ini memang harus dikuasai oleh mereka yang memiliki profesi tertentu. Tujuannya agar ketika melaksanakannya tidak pernah merasa berat hati ataupun kurangnya rasa kepedulian kepada masyarakat yang pastinya akan mengganggu dalam pekerjaan.

Membutuhkan Latihan

Menguasai ilmu dalam segi teoritis saja nyatanya masih belum cukup bagi seseorang untuk berprofesi dan mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Mereka diwajibkan mengikuti berbagai jenis latihan sebelum berhasil dinyatakan memiliki profesi.

Hingga kini, sudah banyak program pelatihan dan adanya sertifikasi yang diadakan oleh beberapa lembaga di Indonesia sehingga dapat digunakan oleh orang-orang ketika ingin mulai meniti karir serta mengabdi kepada masyarakat.

Mengutamakan Kepentingan Umum

Tidak hanya menjadi ciri-ciri sebuah professi saja, ternyata kewajiban mengutamakan kepentingan umum di atas urusan pribadi juga menjad syarat. Kemampuan ini tidak mudah dimiliki oleh banyak orang sehingga menjadi salah satu tuntutan mutlak bagi mereka.

Syarat ini harus dimiliki untuk menunjukkan sikap profesional seseorang dalam melaksanakan sebuah profesi. Apabila kemampuan tersebut tidak mampu dilakukan, tentu saja akan mengganggu tugas mereka saat bekerja melayani kebutuhan orang banyak.

Patuh Terhadap Kode Etik

Selain berkemampuan dalam mengutamakan kepentingan orang banyak dibandingkan urusan pribadi, kewajiban mematuhi standar dan kode etik juga harus dilaksanakan ketika menjalani sebuah profesi agar tetap sejalan dengan aturan di bidang masing-masing.

Tujuan dari adanya kode etik sendiri adalah untuk meminimalkan terjadinya bahaya, baik pekerja ataupun orang di luar profesi sehingga semuanya akan berjalan secara lancar dan aman. Hal ini perlu dimiliki oleh mereka dalam mengambil sebuah keputusan di saat melaksanakan pekerjaannya.

Karakteristik Profesi

Karakteristik Profesi

Pada umumnya, profesi memang sangat berhubungan dengan pekerjaan. Namun dua istilah ini memiliki karakteristiknya masing-masing sehingga terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. Simak penjelasannya berikut:

Keahlian Berdasarkan Pengetahuan

Seorang yang memiliki sebuah profesi dan bersikap profesional akan melakukannya berdasarkan atas pengetahuan teoritis serta keahlian sebelumnya saat masih menjalani dunia pendidikan di masa perkuliahan atau pelatihan lainnya.

Untuk mempraktekannya kepada masyarakat, pengetahuan inilah yang akan digunakan ketika memenuhi kebutuhan orang banyak sehingga profesi masing-masing tersebut tetap dijalankan sesuai ajaran dan tidak sembarangan.

Adanya Pendidikan Ekstensif

Semua jenis profesi tidak bisa langsung dicapai dengan mudah tanpa seseorang menjalani pendidikan yang lama. Mereka harus mengikuti jenjang pelatihan, baik ilmu teoritis maupun keterampilan untuk mendapatkan sebuah keahlian khusus.

Baca Juga: Pengertian Lembaga Sosial

Sebuah profesi hanya bisa dilakukan apabila seseorang telah mengemban jenjang pendidikan tinggi serta dalam waktu lama seperti perkuliahan baik S1, S2 maupun S3 yang tidak dapat dijalani dengan singkat dan mudah.

Adanya Ujian Kompetensi

Setelah menjalani pendidikan dalam bidang tertentu, seseorang akan mengikuti berbagai ujian kompetensi sebelum mereka berhasil mendapatkan gelar dan kemudian bisa mendapatkan sebuah profesi.

Hal ini menjadi karakteristik sendiri dari sebuah profesi dibandingkan dengan pekerjaan yang bisa saja dilakukan meskipun tanpa menjalani pendidikan dalam waktu lama. Ujian kompetensi tersebut umumnya menjadi syarat kelulusan pengujian ilmu teoritis.

Adanya Pelatihan Institusional

Setelah selesai dalam pendidikan ilmu teoritis dan belajar lulus uji kompetensi, maka seseorang harus mengikuti berbagai jenis pelatihan agar mendapatkan pengalaman kerja sebelum bisa terjun langsung ke masyarakat.

Tentu saja hal ini menjadi salah satu syarat agar seseorang bisa mendapatkan sebuah profesi. Pelatihan institusional memang perlu diadakan dalam memberikan praktik kerja agar mereka tidak kaget ketika sudah berada di dunia pekerjaan secara langsung.

Adanya Asosiasi Profesi

Asosiasi atau organisasi yang anggotanya hanya terdiri dari orang-orang dengan keahlian tertentu saja ini bisa digunakan oleh mereka untuk meningkatkan derajat serta status dalam dunia pekerjaan. Dengan demikian, itu bisa menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar memiliki profesi kebanggaan.

Tujuan diadakannya memang digunakan untuk meningkatkan status orang-orang di dalamnya namun bisa juga menjadi ajang bertukar ilmu dan wawasan. Dan yang paling penting adalah menambah koneksi di dunia kerja.

Adanya Lisensi

Tidak hanya pelatihan saja yang perlu dimiliki, sertifikasi seseorang untuk pengakuan dalam keahlian bidang tertentu pun perlu dipersiapkan agar menimbulkan rasa kepercayaan dari orang lain saat melaksanakan sebuah profesi nantinya.

Sertifikasi ini tentunya sangat penting bagi seseorang ketika hendak mencari profesi yang cocok bagi dirinya. Adanya lisensi menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki keahlian dalam bidang tertentu dan dapat dipercaya.

Imbalan dan Status Tinggi

Seorang profesional yang sudah sukses dengan profesinya sudah pasti memperoleh status tinggi serta imbalan layak karena dedikasinya untuk mengaplikasikan suatu keahliannya dalam melayani kepentingan masyarakat.

Hal ini tentu saja layak dan pantas diberikan bagi mereka yang telah berhasil memperoleh sebuah profesi tertentu dengan susah payah serta membutuhkan pendidikan dalam waktu lama. Hasil kerja keras pun harus dibalas menggunakan imbalan seimbang.

Contoh Profesi di Bidang Kesehatan

Contoh Profesi di Bidang Kesehatan

Umumnya pada satu bidang saja memang dibutuhkan banyak profesi di dalamnya. Meskipun sama-sama bertujuan untuk menyelamatkan pasien, namun urgensi kesehatan pun membutuhkan beberapa tenaga medis dengan keahlian berbeda. Berikut daftar profesinya:

Dokter

Dokter memang menjadi profesi utama dalam bidang kesehatan. Perannya memang sangat tinggi untuk menyelamatkan pasien sehingga sampai saat ini banyak sekali orang-orang yang berminat belajar mengenai ilmu ini.

Membutuhkan pelatihan dan pendidikan paling lama dari profesi umumnya, dokter memang memiliki status tinggi dalam dunia masyarakat serta dikenal mempunyai bayaran cukup setimpal dengan hasil kerja kerasnya.

Perawat

Selain dokter, profesi menjadi perawat pun juga masih sering dijumpai dalam bidang kesehatan. Meskipun banyak orang menganggapnya sepele bahkan ada juga yang menilainya hanya sebagai asisten dan pembantu saat di rumah sakit.

Padahal profesi perawat juga memiliki kelas sama dengan dokter. Mereka juga dituntut untuk memiliki keahlian khusus dalam merawat serta memastikan pasien agar tetap menjalani pengobatan sampai benar-benar sembuh.

Apoteker

Meskipun tidak sesering dokter dan perawat ketika ditemui di rumah sakit, namun profesi apoteker memang dimiliki bagi orang-orang yang mempunyai keahlian dalam peracikan obat dari anjuran resep kepada pasien.

Profesi apoteker pun tidak mudah untuk dicapai, banyak juga tahap-tahap yang harus dilewati. Setelah menjalani perkuliahan di bidang farmasi dan berhasil lulus, mereka harus menjalani pendidikan lagi selama kurang lebih satu tahun sebelum bisa meracik obat bagi pasien.

Analis Kesehatan

Sama seperti apoteker, profesi sebagai analis kesehatan juga jarang ditemui di rumah sakit. Umumnya mereka bekerja di dalam laboratorium yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan dan penelitian suatu bahan karena dianggap berpengaruh kepada kesehatan orang banyak.

Anda bisa melihat profesi analis kesehatan ketika melakukan medical check up di rumah sakit. Mereka akan memeriksa sampel uji dari pasien untuk mengetahui gangguan apa yang dialami sehingga bisa diberikan diagnosis serta pengobatan.

Tenaga Rekam Medis

Profesi ini juga sering ditemui ketika Anda sedang berada di rumah sakit meskipun memang jarang berinteraksi dengan pasien layaknya dokter ataupun perawat. Tenaga rekam medis bertugas untuk mengumpulkan data kesehatan terkait perorangan maupun masyarakat.

Data informasi tersebut nantinya dipergunakan sebagai rujukan bagi dokter ataupun tenaga medis lainnya dalam mengambil sebuah keputusan saat menentukan diagnosis serta pengobatan yang sesuai dengan keluhan pasien.

Contoh Profesi di Bidang Keuangan

Contoh Profesi di Bidang Keuangan

Selain kesehatan, sektor keuangan juga menjadi salah satu yang dibutuhkan banyak orang. Hingga saat ini, keilmuan dalam bidang tersebut masih banyak diminati oleh kalangan muda saat menjalani perkuliahannya. Lantas apa saja profesinya?

Aktuaris

Ilmu akuntansi memang banyak dibutuhkan bagi segala jenis perusahaan. Tak heran jika profesi aktuaris ini masih dilirik oleh lapangan pekerjaan hingga sekarang karena memang dibutuhkan keahlian dan keterampilan khusus di dalamnya.

Aktuaris menggabungkan ilmu statistik dan juga matematika yang dikombinasikan dengan ilmu keuangan serta penilaian resiko saat pengambilan keputusan. Keahlian seperti ini sangatlah dibutuhkan oleh perusahaan dalam meminimalkan terjadinya kerugian di masa mendatang.

Analis Kredit

Meskipun masih jarang terdengar di telinga masyarakat, namun profesi sebagai analis kredit memang hanya dimiliki oleh orang-orang berkemampuan untuk menganalisa suatu resiko dari perusahaan saat melakukan sebuah pinjaman.

Keahlian tersebut memang sangat dibutuhkan bagi perusahaan ketika ingin memiliki modal dan akhirnya berakhir dengan melakukan pinjaman. Analis kredit akan menentukan seberapa besar resiko sebuah bisnis untuk mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam.

Ekonom

Profesi selanjutnya yang masih berada di lingkup keuangan ialah ekonom. Tugasnya ialah menganalisa aktivitas ekonomi dalam suatu wilayah dan nantinya dapat ditemukan sebuah solusi untuk memecahkan masalah serta membaca tren grafik.

Ekonom bisa saja bertugas dalam skala yang berbeda-beda mulai dari wilayah kecil hingga internasional. Umumnya profesi ini akan menjadi seorang professor besar dan instruktur di sebuah perguruan tinggi untuk membagikan ilmunya.

Manajer Keuangan

Dalam bidang apapun, management memang menjadi salah satu hal penting ketika awal berdirinya maupun berjalannya sebuah usaha. Begitu juga dengan manajer keuangan yang akan mengawasi aktivitas ekonomi suatu perusahaan.

Dari informasi tersebut nantinya akan didapatkan laporan serta pernyataan yang dapat dikomunikasikan sebagai dasar penentuan kebijakan keuangan pada masa mendatang sehingga bisa meminimalkan adanya kerugian dan juga kegagalan di sebuah perusahaan.

Analis Riset Pasar

Selanjutnya, analis yang bisa bekerja dalam bidang keuangan ialah profesi untuk menganalisa tren di pasaran sehingga muncul perkiraan mengenai kebutuhan seseorang di masa mendatang. Hal ini tentu saja akan berguna bagi perusahaan dengan ide produk baru.

Berdasarkan tren pasar yang ada, maka sebuah perusahaan akan bisa mengetahui kebutuhan para konsumen sehingga produk barunya kemungkinan besar meraup keuntungan tinggi. Analis ini bekerja sangat detail dan memerlukan ketelitian tinggi.

Penasihat Keuangan

Penasihat atau konsultan keuangan akan memberikan solusi dan juga panduan terkait pemecahan masalah yang dimiliki oleh para klien. Tentu saja keahlian seperti ini tidak dimiliki dengan cara instant dan usaha yang mudah.

Baca Juga: Pembicara Internet Marketing

Biasanya penasihat keuangan akan memberikan nasihat kepada kliennya mengenai perencanaan perumahan, manajemen investasi, pengelolaan modal ataupun masalah lainnya sehingga sangat dibutuhkan oleh perusahaan ketika mengambil keputusan.

Itulah ulasan lengkap mengenai pengertian profesi, ciri-ciri, syarat, karakteristik dan contohnya di bidang kesehatan serta keuangan. Nyatanya istilah tersebut memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan pekerjaan pada umumnya.

Tinggalkan Balasan