Pengertian Qada dan Qadar

Pengertian Qada dan Qadar – Dalam Islam dikenal dua pilar yang disebut dengan Rukun Islam dan Rukun Iman yang menjadi hal mendasar dan inti dari ajaran agama Islam. Setiap muslim atau orang yang baru masuk Islam akan mempelajari dua pilar ini dahulu sebelum mempelajari hal-hal yang terkait ibadah. Karena perlu ditanamkan dalam dada, keimanan atas rukun iman setelah pernyataan syahadah.

Rukun sendiri secara bahasa diartikan sebagai elemen dasar, pondasi, penyangga atau dasar. Sedangkan secara istilah, rukun mempunyai ari hal atau unsur yang harus ada dan melekat pada diri seorang muslim ketika melakukan sesuatu. Karena Qada dan Qadar ada di dalam Rukun Iman yang keenam yang berarti wajib diimani oleh setiap muslim.

Dalil Tentang Rukun Islam dan Rukun Iman

Dalil Tentang Rukun Islam dan Rukun Iman

Malaikat Jibril mendapat perintah dari Allah Azza Wa Jalla untuk mengajarkan secara langsung mengenai Rukun Islam dan Rukun Iman kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang saat itu bersamanya. Hal ini tertulis dalam sebuah hadist yang cukup panjang yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim.

Dari Umar RA, dia berkata: “Ketika kami duduk-duduk di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan rambut sangat hitam. Tidak nampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun di antara kami yang mengenalnya.

Hingga kemudian dia menempelkan lututnya kepada lutut Rasulullah SAW seraya berkata: Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam.

Maka bersabdalah Rasulullah SAW, “Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang disembah kecual Allah Azza Wa Jalla, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah Azza Wa Jalla. Engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji jika mampu.”

Kemudian dia berkata, “engkau benar.” Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Dan kemudian dia bertanya lagi, “beritahukan aku tentang iman.” Lalu beliau bersabda, “Engkau beriman kepada Allah Azza Wa Jalla, malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan buruk.”

Kemudian dia berkata lagi, “beritahukan aku tentang ihsan.” Lalu beliau bersabda, “Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah Azza Wa Jalla seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNya, dia melihatmu…. “ (HR Bukhari Muslim)

Secara ringkas, isi Rukun Islam adalah

  1. Mengucapkan syahadat
  2. Mendirikan shalat
  3. Menunaikan zakat
  4. Berpuasa di bulan Ramadhan
  5. Pergi haji bagi yang mampu

Sedangkan Rukun Iman memuat keimanan kepada hal-hal di bawah ini:

  1. Iman kepada Allah Azza Wa Jalla
  2. Malaikat Allah Azza Wa Jalla
  3. Kitab-kitab Allah Azza Wa Jalla
  4. Rasul-rasul Allah Azza Wa Jalla
  5. Hari akhir (kiamat)
  6. Qada dan Qadar

Pengertian Qada dan Qadar

Iman kepada qada dan qadar menjadi pilar rukun iman yang keenam. Dalam firmanNya di QS Ar Rad ayat 11, Allah Azza Wa Jalla menegaskan pentingnya mengimani qada dan qadar. Berikut kutipan arti dari ayat tersebut:

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah Azza Wa Jalla. Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.

Dan apabila Allah Azza Wa Jalla menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Pengertian Qada

Secara bahasa qada adalah ketetapan, hukum, dan kehendak Allah Azza Wa Jalla. Karena semua berasal dari Allah Azza Wa Jalla sang Pemilik Kehidupan.

Secara istilah, qada diartikan sebagai sebuah ketetapan, hukum dan kehendak yang berasal dari Allah Azza Wa Jalla. Sejak zaman azali, Allah Azza Wa Jalla sudah menuliskan apa saja yang akan terjadi. Baik tentang kebaikan, keburukan maupun tentang kehidupan dan kematian.

Dengan ketetapan ini, Allah Azza Wa Jalla memerintahkan hambaNya untuk mengimani dan mempercayai qada sesuai dengan firman di QS. Maryam ayat 21.

“Dia (Jibril) berkata, demikianlah. Tuhanmu berfirman, hal itu mudah bagiKu, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah Azza Wa Jalla) bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”

Secara ringkas berikut pengertian qada dengan dalil Al Quran sebagai dasarnya:

  • Hukum atau keputusan (QS. An Nisa ayat 65)
  • Menjadikan atau mewujudkan (QS. Fusshilat ayat 12)
  • Kehendak (QS. Ali Imran ayat 47)
  • Perintah (QS. Al Isra ayat 23)

Pengertian Qadar

Arti qadar secara bahasa adalah sebuah penentuan, kepastian dari Allah Azza Wa Jalla. Sedangkan menurut istilah, qadar diartikan sebagai sebuah penentuan yang pasti yang sudah ditetapkan oleh Allah Azza Wa Jalla, sejak zaman azali. Hal ini berlaku untuk yang sudah terjadi, sedang terjadi, maupun yang baru akan terjadi.

Arti qadar ini termaktub di Al Quran seperti di bawah ini:

  • Menentukan atau mengatur sesuatu menurut batas-batasnya (QS. Fushshilat ayat 10)
  • Ukuran (QS. Ar Ra’d ayat 17)
  • Kekuasaan atau kemampuan (QS. Al Baqarah ayat 236)
  • Ketentuan atau kepastian (QS. Al Mursalat ayat 23)
  • Perwujudan kehendak Allah Azza Wa Jalla terhadap semua makhlukNya dalam bentuk-bentuk batasan tertentu (QS. Al Qamar ayat 49)

Secara umum, qadar dikenal dengan istilah takdir. Dan ada dua macam takdir:

Taqdir Muallaq

Yaitu takdir yang masih bisa digantungkan pada usaha/ikhtiar atau daya upaya makhluk. Contohnya adalah, jika seseorang ingin pintar, maka ia harus meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk belajar. Dalam QS An Najm ayat 39- 40, Allah Azza Wa Jalla berfirman:

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya.”

Taqdir Mubrom

Yang dimaksud taqdir mubrom adalah takdir yang sudah tidak dapat diubah walaupun makhluk itu berikhtiar dan bertawakal. Contohnya adalah kematian di mana tidak ada satu orangpun yang dapat mempercepat atau menundanya. Dalam QS. Al A’raf ayat 34, Allah Azza Wa Jalla menegaskan:

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Perbedaan Qada dan Qadar

Dari pemaparan istilah di atas, maka terlihat perbedaan qada dan qadar yang bisa disimak dari bagan di bawah ini:

Perbedaan Qada dan Qadar

Mengenai perbedaan qada dan qadar, para ulama mengatakan, qada adalah ketetapan global yang bersifat secara keseluruhan di zaman azali. Sedangkan qadar menjadi bagian-bagian dan rincian dari ketetapan global tersebut.

Sehingga bisa dipahami, bahwa qadar memiliki bagian-bagian dari qada yang tidak bisa diubah. Dan ada bagian qadar yang masih bisa diubah jika syarat-syarat tertentu telah terpenuhi.

Ciri-ciri Beriman Kepada Qada dan Qadar

ciri-ciri iman kepada qodo dan qodar

Sebagai bagian dari rukun iman, setiap muslim wajib mengimani qada dan qadar sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Azza Wa Jalla. Tidak ada keimanan tanpa mengimani keseluruhan poin dalam rukun iman. Berikut ini ciri-ciri orang yang mengimani qada dan qadar:

  1. Selalu bersabar
  2. Sadar dan menerima kenyataan
  3. Selalu semangat dan giat dalam berusaha dan pantang menyerah
  4. Memiliki sikap optimis bukan pesimis
  5. Patuh dan taat pada perintah Allah Azza Wa Jalla dan menjauhi laranganNya.
  6. Senantiasa bertawakal kepada Allah Azza Wa Jalla
  7. Selalu mengisi kehidupan dengan hal-hal yang positif karena meyakini ada hikmah dari setiap pemberian Allah Azza Wa Jalla dengan visi kebahagiaan di akhirat kelak.

Hikmah dan Fungsi Mengimani Qada dan Qadar

Hikmah dan Fungsi Mengimani Qada dan Qadar

Karena itu seorang muslim yang patuh dan tunduk mempercayai ada hikmah dari setiap qada dan qadar yang diberikan Allah Azza Wa Jalla.

Beberapa hikmah yang bisa disarikan adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai latihan untuk senantiasa bersabar dan bertawakal kepada Allah Azza Wa Jalla
  2. Membuat seseorang menyadari kelemahannya sebagai manusia dan sebagai upaya menghindari sifat sombong
  3. Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla
  4. Menentramkan jiwa
  5. Sebagai upaya melatih diri untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Azza Wa Jalla
  6. Menjadikan diri giat berusaha dan pantang menyerah serta tidak mudah berputus asa

Fungsi mengimani qada dan qadar:

  1. Agar setiap manusia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla (QS. Al Hadiid ayat 22)
  2. Mendidik manusia untuk selalu berusaha/ikhtiar semaksimal mungkin (QS. Ar Ra’d ayat 11 dan QS. An Najm ayat 39 – 42)
  3. Mendidik manusia untuk selalu bersabar dan bertawakal (QS. Al Baqarah ayat 155 – 156 dan Ali Imran ayat 159)
  4. Mendidik manusia untuk menghindari sifat sombong dan takabur (QS. Lukman ayat 18)

Contoh-contoh Qada dan Qadar

Contoh-contoh Qada dan Qadar

Dari penjelasan di atas bisa dipahami bahwa keimanan terhadap qada dan qadar akan menjadikan seorang muslim meyakini keberadaan Allah Azza Wa Jalla sebagai Tuhan Semesta Alam dan menyadari kelemahannya sebagai manusia. Sehingga dia akan selalu memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah Azza Wa Jalla dalam setiap urusannya.

Untuk menambah pemahaman, berikut beberapa contoh dari qada dan qadar.

Contoh qada

  1. Penetapan beredarnya matahari di orbitnya dan waktu terbitnya. Hal ini berlaku juga untuk benda-benda langit lainnya.
  2. Hanya Allah yang menetapkan waktu pasang surut laut
  3. Ketetapan Allah bahwa setiap manusia dan makhluk bernyawa akan mati
  4. KetetapanAllah mengenai jenis kelamin laki-laki dan perempuan
  5. Ketetapan Allah akan waktu kelahiran seorang manusia

Contoh qadar

1. Takdir Mubrom yaitu sesuatu yang harus terjadi dan tidak mungkin diubah. Misalnya:

  • Kejadian pasang surut air laut
  • Jenis kelamin janin dalam perut seorang ibu
  • Peristiwa kelahiran dan kematian seseorang

2. Takdir Muallaq, sesuatu yang masih bisa diubah dengan ikhtiar dan doa dari manusia.

  • Seseorang dapat meningkat kecerdasannya jika ia mau belajar lebih giat lagi
  • Seseorang dapat memperbaiki kehidupannya dari miskin menjadi kaya jika ia mau berusaha dan belajar untuk mendapatkan penghasilan lebih
  • Bencana alam seperti gempa yang merupakan ketetapan Allah Azza Wa Jalla dapat dikurangi dampaknya jika manusia mempersiapkan diri sehingga bisa mengurangi jumlah korban.

Demikian pembahasan mengenai Pengertian Qada dan Qadar. Pemahaman mengenai kedua hal ini seharusnya mampu membantu meningkatkan keimanan seseorang dan membuatnya lebih optimis dan senantiasa bersyukur atas setiap peristiwa yang dialaminya. Karena dalam setiap penciptaanNya, Allah Azza Wa Jalla menitipkan hikmah yang mungkin tidak dipahami manusia pada saat kejadiannya, namun itu adalah sebuah kebaikan untuk hambaNya.

Mempelajari pengertian qada dan qadar menjadi bentuk keimanan kita sebagai muslim. Dan sebagai bentuk kepasrahan pada ketetapan Allah Azza Wa Jalla yang berupa qada, namun menjadi api semangat untuk terus berikhtiar karena yakin Allah Azza Wa Jalla akan kabulkan pada sebagian ketetapanNya yang berupa qadar.

Tinggalkan komentar