Pengertian Shareholder dan Stockholder

Pengertian Shareholder dan Stockholder

Diposting pada

Dunia bisnis merupakan tempat yang sangat dinamis dan memiliki banyak istilah-istilah dimana itu harus dipahami dengan baik. Contohnya memahami pengertian shareholder dan stockholder menurut para ahli dan contohnya bersumber dari referensi terpercaya.

Pengertian Shareholder Menurut Para Ahli

Pengertian Shareholder Menurut Para Ahli

Jika Anda mendalami dunia saham, tentu tidak akan asing dengan berbagai istilah seperti shareholder, stockholder dan lain sebagainya. Untuk memahami lebih lanjut, berikut pengertian dari salah satunya yaitu shareholder menurut beberapa ahli:

Dr. Sukmawati Sukamulja

Shareholder ialah individu maupun kelompok yang terlibat dalam berbagai usaha untuk meningkatkan kekayaan perusahaan dari berbagai bidang, termasuk bagian manajemen hingga pemegang saham.

Menurutnya, seorang shareholder tidak hanya berperan sebagai pemegang saham saja, namun perannya tersebut dapat diartikan sebagai usaha untuk membantu meningkatkan keuntungan perusahaan melalui investasi dananya.

Budimanta dan Kawan-Kawan (2008)

Shareholder adalah individu, komunitas dan masyarakat luas baik secara utuh maupun sebagian yang memiliki hubungan dan keperluan pada suatu perindustrian. Menurutnya terdapat 3 ciri utama yaitu kekuasaan, egitimasi serta kepentingan terhadap perusahaan.

Ketiga ciri tersebut dianggap sebagai karakteristik utama yang membedakan dengan lainnya. Hal ini tentu diperkuat dengan berbagai sumber data serta fakta akan perilaku dan tujuan dari shareholder itu sendiri.

Cambridge Dictionary

Shareholder adalah orang yang memiliki saham pada suatu perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan sebagian keuntungan serta memiliki hak untuk berpendapat di saat pengadaan rapat tertentu.

Dapat disimpulkan bahwa pemegang saham tidak hanya memiliki sebagian keuntungan dari sebuah perusahaan secara materi, namun juga kesempatan untuk berbicara bahkan memberikan pendapat dalam rapat bersama pemilik.

Business Dictionary

Shareholder ialah organisasi, kelompok dan juga individu yang memegang lebih dari satu lembar saham atas suatu perusahaan serta tercantum namanya dalam sertifikat tersebut. Pengertian ini didasarkan pada hal-hal yang diperoleh setelah penanaman investasi.

Pengertian tersebut terdengar lebih mudah dipahami namun sebenarnya hasil serta tugas dari seorang shareholder tentu lebih dari pada itu. Selain mendapatkan sertifikat bertuliskan nama, pemegang saham juga bisa menambahkan investasinya untuk keberlangsungan perusahaan.

Accounting Coach

Shareholder merupakan pemilik saham dari sebuah perusahaan. Meski memiliki aset namun dianggap tak terikat karena memiliki liabilitas terbatas dari seluruh surat hutang yang dimiliki oleh sebuah company.

Baca Juga: Cara Bermain Saham Untuk Pemula

Dapat disimpulkan bahwa pemilik saham tidak terikat secara formal terhadap sebuah perusahaan meskipun memiliki aset atau kepemilikan saham sehingga tidak membebani investor untuk melakukan usaha dalam mencapai keuntungan tertentu.

Pengertian Stockholder

pengertian Stockholder

Dalam dunia investasi, istilah shareholder seringkali disamakan dengan stockholder dikarenakan keduanya memiliki tujuan serta hasil yang sama, yaitu sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan keuntungan sesuai perjanjian.

Stockholder sendiri selain bisa mendapatkan keuntungan dari hasil kerja perusahaan juga dapat memperoleh kesempatan untuk berpendapat bahkan menyumbangkan suara saat pemilihan petinggi seperti contoh direksi beserta wakil dan lain seterusnya.

Inti dari pengertian stockholder dan shareholder secara singkat adalah para pemegang saham baik individu atau kelompok yang bertujuan mendapatkan keuntungan dari perusahaan dengan cara penanaman modal dalam jumlah tertentu.

Hal-Hal Lain Mengenai Shareholder atau Stockholder

Hal-Hal Lain Mengenai Shareholder atau Stockholder

Setelah memahami apa itu shareholder, selanjutnya akan dibahas mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya Anda ketahui mengenai posisi tersebut di sebuah perusahaan. Berikut informasi secara singkat mengenai serba-serbi stockholder :

Shareholder Merupakan Penanam Saham Perusahaan

Sebuah perusahaan tentu membutuhkan adanya investor untuk bisa menjalankan bisnis serta memperoleh keuntungan. Hal ini bisa didapatkan dengan pembukaan peluang bagi masyarakat luas agar menanamkan uangnya dalam bentuk saham atau dikenal sebagai shareholder.

Keberadaan shareholder tentu sangat berarti untuk pemilik perusahaan karena dengan penanaman modal tersebut, pebisnis dapat menjalankan roda perekonomian. Sebagai timbal baliknya, akan dibagikan keuntungan berdasarkan slot saham yang ditanamkan di akhir periode.

Dapat Merasakan Dampak secara Langsung

Berbagai dampak yang dirasakan oleh perusahaan tentu juga akan dirasakan secara langsung oleh pihak penanam modal. Hal ini dikarenakan segala keuntungan dan kerugian ditanggung bersama meskipun shareholder tidak terjun langsung dalam mengatur.

Di akhir periode, jika perusahaan mendapatkan keuntungan maka shareholder juga akan mendapatkannya. Namun, apabila terjadi sebaliknya maka stockholder merasakannya pula yaitu tidak memperoleh apapun meski sudah menanamkan banyak modal.

Bisa Menjadi Stakeholder Perusahaan

Seorang shareholder atau stockholder bisa saja menjadi stakeholder karena memiliki tujuan yang sama, terutama di bidang finansial. Namun, perbedaan terdapat pada kinerja keduanya terhadap keberhasilan perusahaan dalam meraih keuntungan.

Stakeholder meliputi karyawan, pelanggan, pemasok, distributor, vendor dan pihak lainnya yang cenderung bergantung pada perusahaan sehingga selain menanamkan modal juga bekerja dari dalam sehingga keberhasilan memperoleh keuntungan lebih besar.

Memiliki Keuntungan dan Aset Perusahaan

Sebagai stakeholder, tentu saja dengan memiliki saham juga berarti bisa mendapatkan keuntungan yang perhitungannya diperoleh dari banyaknya jumlah saham dimana pembagiannya dilakukan di akhir periode tutup buku keuangan perusahaan.

Tak hanya keuntungan, shareholder juga mendapatkan asset meski bukan berupa barang namun kepemilikan dari perusahaan tersebut. Dalam beberapa bagian, stockholder juga bisa berperan dalam pemilihan dewan direksi yang merupakan posisi terpenting.

  Menjadi Salah Satu Kunci Keberhasilan Perusahaan

Adanya shareholder berperan sangat penting terhadap keberlangsungan sebuah perusahaan. Maka posisinya pun diagungkan bahkan lebih didahulukan dari pada stakeholder. Tak salah karena keberadaan investor bisa membantu dalam hal permodalan.

Dengan adanya pemberi modal, maka tentu saja pemilik usaha tidak kebingungan lagi menjalankan bisnisnya. Maka dari itu, segala usaha dimaksimalkan agar bisa mendapatkan keuntungan sesuai perjanjian dengan para shareholder saat membeli saham.

Contoh Shareholder atau Stockholder

Contoh Shareholder atau Stockholder

Untuk lebih memahami posisi shareholder atau stockholder dalam sebuah perusahaan, marilah menggunakan contoh yang sederhana dengan melihat pengertian dari keduanya secara ringkas dan juga berdasarkan para ahli di bidang ekonomi di atas.

Sebuah perusahaan A membuka slot saham untuk bisa dibeli secara bebas oleh masyarakat sebagai tanda penanaman investasi. Maka jika Anda berminat membelinya akan disebut sebagai shareholder atau stockholder.

Pembelian saham dapat dilakukan melalui aplikasi serta situs pembelian tertentu dan terpercaya seperti IDX atau lewat badan keuangan seperti bank. Pastikan untuk memilih platform yang termasuk dalam pengawasan OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Teori Shareholder atau Stockholder

Dalam ilmu Ekonomi, shareholder atau stockholder memiliki teori tertentu yang mengatur tentang bagaimana jalan dan perannya dalam membangun perekonomian sebuah perusahaan sehingga dapat dipelajari pola hingga keuntungannya.

Disebut dengan shareholder theory yang digagas oleh Smerdon, ia mengatakan bahwa stockholder atau pemegang saham memiliki kedudukan tinggi dalam sebuah perusahaan selain para dewan direksi dikarenakan kemampuannya untuk menanamkan modal.

Segala hal yang dilakukan secara maksimal untuk memperoleh keuntungan yang merupakan jatah dari para pemegang saham selaku penanam modal atau investor. Tak hanya itu, adanya shareholder juga meningkatkan kinerja menjadi lebih baik dan efisien.

Keuntungan Menjadi Shareholder atau Stockholder

Keuntungan Menjadi Shareholder atau Stockholder

Setelah mempelajari pengertian shareholder dan stockholder menurut para ahli dan contohnya, kini Anda juga harus mengetahui berbagai keuntungan yang diperoleh dengan menjadi salah satu bagian dari sebuah perusahaan. Berikut informasinya:

Mendapatkan Keuntungan berupa Dividen dari Perusahaan

Menanamkan modal kepada perusahaan tentu bisa menjadi salah satu tabungan untuk Anda, bahkan tanpa harus bekerja dalam usaha tersebut. Hanya bermodalkan uang untuk membeli beberapa slot saham saja.

Hal ini tentu menggiurkan karena keuntungan yang diperoleh pun tidak sedikit tanpa perlu pusing bekerja keras seperti mengatur jalannya usaha secara langsung. Terlebih jika Anda menanamkan modal di beberapa perusahaan, maka bisa mendapatkan lebih banyak lagi.

Mendapatkan Keuntungan dari Capital Gain

Capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga saham yang ditanamkan oleh shareholder. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi investor karena total pendapatannya bisa saja lebih besar dari jumlah dividen perusahaan.

Hal ini didasarkan dari hasil kinerja sebuah perusahaan yang semakin lama bertambah baik sehingga harga saham pun akan terus naik. Di akhir periode tutup buku, investor bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak dikarenakan perubahan tersebut.

Dapat Turut Serta dalam Pemilihan Direksi

Pemegang saham memiliki kedudukan tinggi karena berkat penanaman modalnya dalam perusahaan dapat membantu membangun jalannya dan juga perekonomian sebuah perusahaan. Maka sebagai penghargaan, shareholder memiliki suara dalam pemilihan direksi.

Hal ini bertujuan agar para shareholder juga turut serta dalam membangun sebuah perusahaan, yaitu melalui penanaman modal dan juga pemilihan jajaran direksi yang bertanggung jawab akan jalannya sebuah usaha besar.

Mendapatkan Kebanggaan Tersendiri

Beberapa orang akan merasa bangga jika bisa menanamkan modal atau berinvestasi pada berbagai perusahaan terutama yang sudah bernama besar seperti bank konvensional, produk makanan, rokok, konstruksi, pertambangan, tekstil, telekomunikasi dan lain sebagainya.

Hal ini memunculkan minat tinggi masyarakat untuk menanamkan modalnya agar terlihat berwibawa ketika mengatakan memiliki saham sebuah perusahaan terkenal. Meski terdengar konyol, tapi ini merupakan salah satu keuntungan menjadi shareholder.

Dapat Menghadiri RUPS

RUPS merupakan singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham, merupakan pertemuan yang diadakan dalam rangka pembagian hasil dividen dan juga capital gain untuk para investor tanpa terkecuali.

Jika Anda adalah seorang shareholder atau stockholder, maka berkesempatan untuk bisa mengikuti RUPS ini. Caranya ialah dengan mengikuti instruksi yang sudah diberikan melalui  email dan harus mendaftarkan diri terlebih dahulu.

Resiko Menjadi Shareholder atau Stockholder

Selain keuntungan, tentu juga terdapat resiko saat memutuskan menjadi seorang shareholder atau stockholder. Mereka juga akan merasakan dampak terburuk yang dirasakan oleh perusahaan, yakni mengalami kerugian bahkan kebangkrutan.

Hal ini merupakan resiko terburuk yang tidak pernah diharapkan oleh berbagai pihak. Namun, faktor-faktor tertentu bisa jadi penyebab terjadinya kerugian atau kebangkrutan. Misalnya karena buruknya manajemen dalam internal dan masih banyak lagi.

Untuk menghindari hal tersebut, shareholder atau stockholder adalah orang yang harus memperhatikan berbagai aspek sebelum memutuskan untuk menanamkan modal. Tak hanya itu, kinerja perusahaan juga perlu diteliti lagi agar tidak salah pilih tempat investasi.

Cara Mudah Menjadi Shareholder

Cara Mudah Menjadi Shareholder

Jika Anda tertarik untuk mendapatkan keuntungan dari perusahaan tanpa harus bekerja di tempat tersebut, caranya ialah dengan menjadi pemilik sahamnya. Berikut beberapa langkah mudah menjadi shareholder:

Mempelajari llmu Dasar Investasi Saham

Menjadi shareholder tentu harus mengetahui berbagai pengetahuan khususnya mengenai investasi saham. Anda bisa mempelajarinya langsung melalui internet dengan memilih referensi yang terpercaya serta dapat dipertanggungjawabkan materinya.

Tak hanya itu, Anda juga bisa bergabung dengan komunitas belajar saham dan investasi secara online baik berbayar maupun tidak. Pastikan untuk benar-benar mengerti ilmunya terlebih dahulu sebelum siap mencoba membelinya.

Memilih Perusahaan

Memilih perusahaan menjadi salah satu strategi awal untuk bisa mendapatkan keuntungan dari suatu company melalui pembelian saham. Lakukanlah pengamatan sesuai dengan hasil pembelajaran di awal sehingga tidak akan salah pilih.

Lebih aman untuk memilih perusahaan yang kinerjanya dapat dilihat terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu seperti usaha bank, industri makanan minuman, tekstil, konstruksi dan lain sebagainya.

Mendaftarkan Diri pada Situs atau Aplikasi Resmi

Setelah menentukan perusahaan yang ingin dibeli sahamnya, mulailah dengan membuka akun untuk melakukan transaksi pembelian. Anda bisa mencoba mendaftar pada situs resmi IDX yang aman dan terpercaya.

Anda akan diminta untuk membayar sejumlah nominal untuk mengaktifkan akun dan juga bisa digunakan langsung dalam pembelian saham perusahaan. Pastikan memiliki email aktif karena segala transaksi juga dikirimkan melalui media tersebut.    

Memulai dengan Nominal Tidak Terlalu Tinggi

Pelajari terlebih dahulu nilai minimal penawaran oleh pihak perusahaan untuk satu slot sahamnya. Kemudian sesuaikan dengan biaya yang dimiliki sehingga tidak berlebihan serta memaksakan saat membelinya.

Sebagai salah satu trik, cobalah membeli saham di satu hingga tiga perusahaan berbeda namun tetap memperhatikan penawaran harga yang diberikan. Hal ini bisa menguntungkan untuk Anda terutama jika memilih company yang tepat.

Mengikuti Perkembangan Harga Saham Perusahaan

Sebagai shareholder atau stockholder, sebaiknya Anda tidak abai terhadap perkembangan di perusahaan yang dibeli sahamnya. Ikutilah setiap perubahan, baik pertumbuhan maupun penurunan karena dapat menentukan keputusan selanjutnya.

Jika perusahaan mengalami kenaikan, maka Anda bisa melanjutkan menanamkan modal karena bisa saja mendapatkan keuntungan besar di akhir periode. Namun, jika terjadi sebaliknya maka sebaiknya melakukan langkah terbaik yaitu mencabut modal.

Mendapatkan Hasil dari Perusahaan

Setelah berhasil membeli saham dari sebuah perusahaan, maka Anda secara langsung dapat disebut sebagai shareholder atau stockholder. Tak hanya itu, berkesempatan pula mendapatkan keuntungan di akhir tutup buku keuangan.

Hasil yang bisa diperoleh ada dua, yaitu dividen yang merupakan bagi hasil keuntungan serta capital gain dimana merupakan laba dari kenaikan saham berdasarkan kemajuan sebuah perusahaan dari waktu ke waktu.

Macam-Macam Shareholder

Secara umum, shareholder dibagi menjadi dua, yaitu common dan juga preferred. Stockholder biasa adalah jenis yang paling sering diketahui oleh masyarakat. Keuntungannya ialah memiliki aset kepemilikan perusahaan, suaranya diakui dan dapat menentukan keputusan tertentu

Sedangkan preferred shareholder jarang diketahui oleh masyarakat sebab memiliki keuntungan yang kecil daripada common stockholder. Kelebihannya ialah dapat menerima dividen sebelum dibagikan kepada pemegang saham berjenis biasa.

Untuk itu sebagai shareholder, Anda harus mempelajari berbagai hal tentang penanaman saham agar bisa menentukan posisi serta tindakan yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan maupun dalam membantu perusahaan semakin meningkat kinerjanya.

 Kewajiban dari Shareholder atau Stockholder

Kewajiban dari Shareholder atau Stockholder

Selain mendapatkan keuntungan, terdapat berbagai kewajiban yang harus bisa dipenuhi oleh para shareholder atau stockholder untuk perusahaan. Berkut beberapa poin membahas tentang hal tersebut secara singkat:

Shareholder Harus Menjaga Kredibilitas Perusahaan

Bagi perusahaan, seorang shareholder atau stockholder juga memegang peran penting dalam menjaga reputasi sehingga diwajibkan juga untuk berpartisipasi secara aktif. Dapat dilakukan dengan cara memberikan pandangan serta pemilkiran positif kepada masyarakat.

Hal ini diperlukan karena perusahaan juga menjadikan shareholder sebagai representasi pemilik aset bagi masyarakat sekitar. Lebih jauh, jika stockholder dapat memberikan kesan positif, maka dapat menarik minat untuk ikut menanamkan modal pula.

Tidak Diperbolehkan Bertindak Kriminal yang Merugikan Perusahaan

Melakukan tindak kriminal merupakan hal yang tidak akan diperbolehkan oleh pihak manapun. Terlebih jika menyangkutpautkan dengan perusahaan atau nama lain yang berpotensi mencemarkan nama baik.

Maka dari itu, seorang shareholder diminta pula untuk menjaga perilakunya serta tidak melakukan berbagai tindakan yang dapat merugikan, baik bagi diri sendiri maupun perusahaan sebab hal tersebut dapat mempengaruhi minat masyarakat terhadap company tersebut.

Menentukan Keputusan dengan Berbagai Pihak

Meski memiliki hak untuk menentukan keputusan bagi perusahaan, namun seorang shareholder tidak boleh melakukannya secara sepihak tanpa dirumuskan bersama pihak lainnya seperti anggota, dewan direksi bahkan para stakeholder sekalipun.

Setiap keputusan yang berhubungan dengan perusahaan harus diputuskan bersama pihak lainnya dengan kelebihan para shareholder pun juga bisa menyumbangkan pendapat serta pemikiran. Hal ini dimaksudkan agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri.

Berpartisipasi dalam Membangun Perusahaan

Salah satu kewajiban dari shareholder atau stockholder ialah dapat membantu perusahaan dalam membangun perekonomian dan usahanya dikarenakan sudah dianggap memiliki sebagian aset dari company tersebut berdasarkan saham yang dibeli.

Langkah nyata yang dapat dilakukan ialah dengan menyebarkan hal-hal bersifat positif mengenai perusahaan tersebut sehingga semakin banyak masyarakat yang berminat menanamkan modalnya. Hal ini tentu dapat membantu dalam perkembangan secara tidak langsung.

Hak-Hak Seorang Shareholder atau Stockholder

Hak-Hak Seorang Shareholder atau Stockholder

Tak hanya kewajiban dan keuntungan yang bisa diperoleh oleh seorang shareholder atau stockholder, namun juga terdapat hak-hak yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan. Berikut informasi mengenai hal tersebut:

Mendapat Dividen dan Capital Gain

Dividen bisa didapatkan oleh para shareholder sebagai bentuk bagi hasil keuntungan yang diperoleh perusahaan dimana besarannya juga dipengaruhi oleh banyaknya pembelian saham di awal periode pembukaan buku keuangan tiap bulannya.

Sedangkan, capital gain merupakan keuntungan yang diperoleh para shareholder berdasarkan kenaikan harga saham dari waktu ke waktu dimana pembagiannya dilakukan bersamaan dengan dividen, yaitu di akhir tutup buku keuangan.

Berhak Mengutarakan Pendapat

Sebagai shareholder biasa, Anda bisa mengajukan pendapat pada rapat tertentu yang diadakan oleh pihak perusahaan. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk memberikan peran positif terhadap kemajuan sebuah company dimana harus berdasarkan data serta fakta.

Tak hanya itu, Anda juga berhak mengajukan suara saat perusahaan melakukan pemilihan dewan direksi. Hal ini penting untuk diketahui agar shareholder juga mengetahui siapa yang akan memimpin company pilihannya.

Berhak Mengetahui Perkembangan Perusahaan

Para shareholder berhak mengetahui perkembangan dari pihak perusahaan, terutama pada bagian keuangannya sehingga harus bersifat transparan. Hal ini dikarenakan investor telah menanamkan modalnya pada company tersebut.

Selain itu, berbagai perkembangan lain seperti pencapaian atau bahkan kegagalan perusahaan juga harus diketahui oleh pihak shareholder sebagai bentuk pertanggungjawaban company terhadap para investornya.

Dapat Melaporkan Jika Terjadi Kecurangan

Jika pihak perusahaan melakukan tindak kecurangan yang berpotensi menyebabkan kerugian bahkan menjurus kepada korupsi, maka sebagai shareholder juga berhak melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

Hal ini dikarenakan shareholder juga memiliki peran yang sama, yaitu sebagai pemilik perusahaan sehingga berbagai tindakan mencurigakan dapat dilaporkan dengan menyertakan bukti-bukti kuat serta mendukung.

Pengertian Stakeholder

Pengertian Stakeholder

Salah satu istilah lain yang akan sering didengar di dunia investasi ialah stakeholder dimana posisinya juga tidak kalah penting dari shareholder atau stockholder. Maka dari itu, ada baiknya pula memahami pengertian dari kata tersebut.

Stakeholder ialah individu maupun kelompok yang melakukan berbagai usaha untuk mencapai tujuan tertentu baik secara finansial maupun bukan bagi sebuah perusahaan. Keberadaaannya dibutuhkan agar bisa mencapai laba maksimal setiap tahunnya.

Contoh dari stakeholder sendiri ialah karyawan perusahaan, pemasok bahan baku atau utama, vendor yang bekerja sama, pembeli hingga dewan direksi yang mengatur jalannya perekonomian sebuah usaha.

Perbedaan Shareholder atau Stockholder dan Stakeholder

Perbedaan Shareholder atau Stockholder dan Stakeholder

Setelah mempelajari pengertian shareholder atau stockholder dan berbagai serba-serbi tentangnya, marilah mengetahui pula tentang perbedaannya dengan stakeholder dimana keduanya saling berkaitan untuk mencapai keuntungan maksimal sebuah perusahaan:

Kepemilikan Saham Perusahaan

Sebagai shareholder atau stockholder tentu memiliki kepemilikan akan saham dari sebuah perusahaan sehingga di akhir periode bisa mendapatkan pembagian keuntungan baik berupa dividen maupun capital gain.

Sedangkan, stakeholder tidak semuanya memiliki kepemilikan saham perusahaan namun memiliki tujuan tertentu baik dari segi finansial maupun lainnya. Posisinya juga penting dalam jalannya usaha sehingga meski tidak berinvestasi juga diperlukan keberadaannya.

Peran bagi Perusahaan

Shareholder atau stockholder jelas memiliki peran penting yaitu sebagai penanam modal yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan. Dengan adanya investasi, maka usaha tetap bisa berjalan tanpa memikirkan perputaran uang.

Stakeholder juga berperan di bidang lain, yaitu sebagai pelaku dalam jalannya usaha sebuah perusahaan baik itu karyawan, pemasok bahan baku, vendor dan lain sebagainya. Maka dari itu, keberadaannya juga penting selain para penanam modal.

Dampak dari Perusahaan

Shareholder atau stockholder tentu akan merasakan dampak secara langsung yang diperoleh perusahaan seperti kerugian atau bahkan terjadi kebangkrutan. Hal ini dikarenakan besar kemungkinan modal tidak kembali sehingga menyebabkan rugi bagi pihak investor.

Stakeholder sendiri juga bisa merasakan dampak kerugian secara langsung maupun tidak tergantung pada posisinya. Kemungkinan terburuk yang mungkin dirasakan ialah terjadinya pemutusan kerja sama untuk pemasok bahan baku serta vendor atau PHK bagi karyawan.

Kepemilikan Aset Perusahaan

Shareholder memiliki kepemilikan aset sebab telah mempunyai saham yang merupakan salah satu bagian dari hal tersebut. Maka dari itu, investor juga disebut sebagai pemilik perusahaan karena telah menanamkan modal serta berhak mengeluarkan pendapat pula.

Namun, pada stakeholder tidak semuanya memiliki aset terutama yang juga tak berperan sebagai shareholder sehingga meskipun merupakan bagian penting namun belum bisa mendapatkan keuntungan atau kepemilikan akan perusahaan tersebut.

Kinerja untuk Perusahaan

Seorang shareholder atau stockholder bisa juga menjadi bagian dari stakeholder, terlebih jika berdiri sebagai pihak produsen atau penyedia bahan baku yang dibutuhkan sehingga kinerja untuk perusahaan tak hanya sebagai penanam modal saja.

Namun, jika Anda adalah seorang stakeholder belum tentu disebut sebagai shareholder pula karena syarat menjadi stockholder ialah telah menanamkan sejumlah modal dalam bentuk investasi saham pada sebuah perusahaan.

Secara teori tidak ada perbedaan stakeholder dan stockholder secara mendalam karena keduanya memiliki pengertian yang sama, yaitu sebagai penanam modal pada sebuah perusahaan demi mendapatkan keuntungan finansial.

Baca Juga: Definisi Sukses Menurut Orang-orang Sukses

Dengan mempelajari pengertian shareholder dan stockholder menurut para ahli dan contohnya, tentu bisa menambah pengetahuan mengenai berbagai istilah terutama dalam hal investasi dan saham bagi Anda yang tertarik pada bidang tersebut.

Tinggalkan Balasan