Pengertian SIUP Arti, Jenis, Fungsi SIUP

Pengertian SIUP: Arti, Jenis, & Fungsi SIUP

Diposting pada

Seorang pengusaha besar tentu membutuhkan surat ijin mendirikan bisnisnya agar tidak dianggap illegal dan merugikan negara. Maka dari itu, Anda harus mempelajari pengertian SIUP: Arti, Jenis, Fungsi, dan Manfaat SIUP dengan bersumber dari referensi terpercaya.

Pengertian SIUP secara Umum

Pengertian SIUP secara Umum

SIUP merupakan kepanjangan dari Surat Ijin Usaha Perdagangan yang sangat diperlukan, terutama oleh pedagang dengan omset besar. Diterbitkan oleh pihak Perindustrian dan Perdagangan setempat berdasarkan besarnya usaha perdagangan dan jasa.

Baca Juga: Pengertian Peluang Usaha

SIUP bisa dimiliki oleh perseorangan, firma, CV, PT, koperasi, BUMN dan lain-lain. Kepemilikan atas surat ini bertujuan agar mendapatkan pengesahan dari pemerintah agar tidak terjadi konflik atau kesalahpahaman dengan pihak lain mengenai usaha yang didirikan.

SIUP pun sebaiknya juga dimiliki oleh seluruh usaha, baik dagang maupun jasa mulai dari skala kecil, menengah, hingga besar agar mendapatkan perlindungan hukum secara sah dari pemerintah. Tak hanya itu, terdapat undang-undang yang mengatur tentang hal tersebut.

Pengertian SIUP menurut Undang-Undang

Seperti penjelasan di poin sebelumnya, SIUP diatur dalam undang-undang pula termasuk pengertiannya. Yaitu surat ijin untuk dapat melaksanakan kegiatan usaha perdagangan tertulis dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia nomor 36/M-DAG/PER/9/2007.

Tak hanya mengenai pengertian, beberapa poin juga diatur di dalamnya seperti pengubahan, perpanjangan surat ijin, penghapusan serta badan usaha apa saja yang sebaiknya mendaftarkan diri untuk mendapatkan surat ijin tersebut.

SIUP saat ini tidak perlu melakukan pendaftaran ulang namun harus dilaporkan kembali jika terjadi perubahan dengan melampirkan beberapa berkas atau dokumen-dokumen yang disebutkan dalam Lampiran II Permendag 36/2007.

Jenis-Jenis SIUP

Jenis-Jenis SIUP

Setelah mengetahui tentang pengertian SIUP serta kepanjangannya, sekarang saatnya mempelajari tentang jenis-jenisnya dimana terbagi menjadi 4 berdasarkan ukuran usaha yang didaftarkan oleh pemiliknya. Berikut informasi mengenai hal tersebut:

SIUP MIKRO

SIUP mikro ialah surat ijin yang diberikan kepada perusahaan perdagangan berjenis mikro dimana syarat-syaratnya ialah memiliki modal serta seluruh kekayaan bersih berjumlah tidak lebih dari Rp. 50.000.000,-

SIUP mikro ini biasanya dimiliki oleh para pengusaha berbasis rumahan maupun UMKM berdasarkan total omset serta nettonya yang nominalnya belum mencapai lebih dari Rp. 50.000.000,- dimana total tersebut belum termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

SIUP KECIL

SIUP kecil merupakan surat ijin oleh perusahaan perdagangan yang memiliki modal serta total kekayaan bersih berjumlah mulai dari Rp. 50.000.000,- sampai Rp. 500.000.000. Jumlah tersebut tidak termasuk tanah serta bangunan tempat melakukan usaha terkait.

SIUP kecil sebaiknya sudah dimiliki oleh para pedagang, baik di bidang jasa maupun barang agar usahanya dapat dilindungi oleh pemerintah dan hukum dikarenakan jumlah omsetnya tidak sedikit. Maka dari itu, kepemilikan surat ijin ini sangat dianjurkan

SIUP MENENGAH

SIUP menengah ialah surat ijin perdagangan yang harus dimiliki jika sudah mempunyai modal dan total kekayaan bersih sebesar mulai dari Rp. 500.000.000 hingga Rp. 10 milyar. Dimana jumlah tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan yang dipakai untuk melakukan usaha.

SIUP menengah diharapkan sudah dimiliki oleh berbagai instansi, baik yang bersifat perseorangan, CV, PT, koperasi, BUMN dan lain-lainnya. Karena jumlah omsetnya yang tinggi sehingga sebaiknya berdiri secara legal dan terlindungi oleh peraturan perundang-undangan.

SIUP BESAR

SIUP besar ialah surat ijin perdagangan yang harus dimiliki jika modal dan total kekayaan bersih berjumlah lebih dari Rp. 10 milyar dan tidak termasuk pada bangunan serta tanah untuk melakukan kegiatan usaha.

Seperti penjelasan tersebut, pemilik usaha tentu harus mendaftarkan bisnisnya sebagai kategori SIUP besar sehingga bisa terlindungi dari berbagai tindakan yang tidak diinginkan karena sudah memiliki surat ijin resmi dari pihak pemerintah terkait.

Fungsi SIUP

SIUP merupakan surat izin melakukan usaha, terutama perdagangan yang memiliki fungsi sebagai legalitas supaya tidak terganggu dengan urusan perizinan, terutama pada pihak pemerintah.

Tak hanya itu, SIUP juga dapat difungsikan sebagai surat izin melakukan kegiatan perdagangan berjenis impor dan ekspor terutama bagi pengusaha kelas besar seperti produsen atau wholeseller yang memiliki kerja sama dengan pihak luar negeri.

Maka dari itu, kepemilikan SIUP sangat penting supaya kegiatan perdagangan tidak dianggap illegal dan menyalahi aturan yang berlaku di negara ini. Sebaiknya, para pengusaha mendaftarkan usahanya agar terlindungi oleh perundang-undangan dan hukum.

Manfaat SIUP

Manfaat SIUP

Memiliki SIUP tidak hanya sebagai kewajiban saja, namun tentu memberikan manfaat bagi pemiliknya, yaitu para pengusaha atau pedagang baik bidang jasa maupun barang. Berikut informasi mengenai hal tersebut:

Usaha Diakui Pemerintah

Mendaftarkan usaha untuk memiliki SIUP tentu menjadikan bisnis Anda diakui secara legal oleh pemerintah. Hal ini penting untuk diketahui oleh masyarakat agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan seperti penyelewengan dan tindak pelanggaran lainnya.

Pemerintah pun juga merasa diuntungkan karena dapat memetakan usaha masyarakat melalui pendaftaran SIUP yang dilihat dari jenisnya. Tak hanya itu, hal ini juga sebagai perlindungan secara hukum.

Dimudahkan Melakukan Pinjaman Modal

Jika Anda memerlukan tambahan modal, maka harus menggunakan SIUP sebagai salah satu berkas persyaratan yang harus disertakan. Hal ini tentu diperlukan karena untuk memastikan jenis usaha milik peminjam dana.

Biasanya, pihak pemberi pinjaman seperti bank akan meminta SIUP. Namun jika belum tersedia akan diminta untuk membuatnya terlebih dahulu. Selain sebagai bukti jenis usaha, juga jaminan bahwa peminjam dapat mengangsur melalui pendapatan dari bisnis tersebut.

Mempermudah Perizinan

Memiliki SIUP juga memiliki kemudahan, terutama dalam hal perizinan pendatangan barang dari dan ke luar negeri atau bahasa lainnya adalah kegiatan ekspor dan impor. Surat izin ini memudahkan untuk tahap di bagian bea cukai.

Hal ini dilakukan agar usaha Anda tidak terganggu dan dianggap melakukan hal terlarang misalnya mendatangkan barang illegal atau produk-produk terlarang karena tak berizin. Namun, dengan adanya SIUP, memudahkan pembelian dan penjualan secara internasional.

Memberikan Kredibilitas pada Usaha

Jika Anda sudah memiliki SIUP, tentu saja memperlihatkan sisi profesionalitas sebagai pengusaha yang patuh terhadap peraturan dari pemerintah. Tak hanya itu, masyarakat pun akan melihat hal tersebut sebagai nilai lebih dari seorang pengusaha.

Selain karena dipercaya oleh masyarakat, pemerintah pun juga mengakui usaha Anda sehingga terlihat kredibilitasnya. Hal tersebut berdampak juga pada minat calon pembeli karena lebih terpercaya serta aman.

Membantu saat Terjadi Penertiban

penertiban biasanya dilakukan jika seorang pengusaha yang memiliki usaha di bidang ekspor dan impor barang dari serta ke luar negeri sehingga diperlukan inspeksi lebih lanjut agar tidak terjadi pelanggaran yang merugikan negara.

Jika Anda memiliki SIUP, maka dianggap sudah legal dan bisa melakukan kegiatan ekspor dan impor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal ini tentu mempercepat proses perizinan dan penertiban sehingga bisa lanjut ke tahap selanjutnya dengan mudah.

Sebagai Legalitas Usaha

Semakin besar usaha, tentu tak sedikit cobaannya termasuk orang-orang yang ingin mengambil alih dikarenakan omset besarnya. Dengan memiliki SIUP atas nama diri sendiri bisa membantu Anda untuk menunjukkan legalitas atas bisnis tersebut.

Hal ini berarti bahwa SIUP bisa menyelematkan Anda dari tindakan orang-orang yang ingin berbuat hal tidak baik seperti ketika terjadi sengketa dan lain sebagainya. Surat izin resmi tentu dapat dijadikan bukti kuat karena terdaftar dan dilindungi oleh hukum.

Cara Mendaftarkan SIUP

Cara Mendaftarkan SIUP

Setelah mengetahui apa itu SIUP, Anda juga harus mempelajari cara mendapatkannya yaitu dengan melakukan pendaftaran pada pihak kementerian terkait yang berada di daerah setempat. Berikut langkah-langkahnya:

Mempersiapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Sebagai pemohon, Anda harus mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan sebagai syarat permohonan pembuatan SIUP. Anda bisa mencari tahu hal tersebut melalui internet dan mengumpulkannya jadi satu dalam sebuah map.

Pastikan semua dokumen sudah lengkap beserta kopiannya agar Anda tidak perlu bolak-balik mengumpulkan berkas yang dibutuhkan saat proses pendaftaran. Buatlah checklist agar tidak terlewat atau terlupa satu pun.

Mendaftarkan pada Pihak Pemerintah

Jika semua berkas sudah lengkap dan dijadikan satu dalam sebuah map, maka sudah siap mendaftarkan usaha Anda. Daftarkan melalui unit pelaksana pelayanan terpadu satu pintu kecamatan tempat tinggal setempat, yaitu dinas perdagangan.

Proses pembuatan SIUP berkisar 1 hingga 2 hari kerja sejak berkas masuk. Masyarakat tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis retribusi sehingga jika ada yang meminta melakukan pembayaran tentu dapat Anda tolak.

Proses Pemeriksaan Berkas

Setelah berkas didaftarkan, maka petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen tersebut termasuk kelengkapannya. Proses ini disebut dengan penelitian adminstratif dimana jika sudah lolos akan langsung diproses untuk langkah selanjutnya.

Di langkah ini, petugas mungkin akan meminta pemohon melakukan revisi atau perbaikan terlebih dahulu jika terdapat kekurangan pada dokumen yang dibutuhkan. Dengan begitu, lebih baik Anda menunggu hingga proses ini selesai.

Proses Verifikasi Dokumen dan Rekomendasi ke Pusat

Setelah lolos penelitian adminstratif, langkah selanjutnya ialah proses verifikasi berkas pemohon. Tahap ini bertujuan sebagai persiapan untuk perekomendasian yang disetujui oleh kepala terkait.

Jika disetujui, maka akan ditandatangani dan dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya. Namun, apabila ditolak maka dokumen akan dikembalikan kepada pemohon serta diberitahukan alasan penolakannya agar bisa dilakukan perubahan terlebih dahulu sesuai rekomendasi kepala.

Proses Penerimaan serta Pengecekan Nomor Dokumen

Tahap verifikasi dan penandatanganan oleh kepala merupakan salah satu tahap penting karena menentukan apakah berkas tersebut lolos rekomendasi atau tidak. Jika disetujui, maka akan diterima serta diberikan penomoran dokumen surat izin tersebut.

Tak hanya itu, penomoran juga disertai dengan pembuatan fisik surat beserta tanda tangan dan stempel sehingga jika sudah selesai pada tahap ini dapat diberikan ke pihak pemohon. Proses ini berlangsung kurang lebih selama satu hari tergantung pada antrian berkas.

Penyerahan Dokumen SIUP kepada Pemohon

Tahap ini merupakan langkah terakhir karena berkas dianggap memenuhi syarat pembuatan surat izin perdagangan atau SIUP. Pemohon akan diminta datang sesuai waktu yang sudah ditentukan oleh petugas berdasarkan urutan pengerjaan berkas.

Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun dalam proses pembuatan SIUP ini sehingga hanya perlu menunggu segala tahap selesai dan mengambilnya. Sebelum meninggalkan tempat, pastikan untuk mengecek kelengkapan terlebih dahulu.

Berkas-Berkas yang Dibutuhkan dalam Pembuatan SIUP

Berkas-Berkas yang Dibutuhkan dalam Pembuatan SIUP

Berdasarkan jenis badan usaha perdagangan, terdapat perbedaan dalam berkas-berkas yang harus disiapkan dalam membuat SIUP. Berikut keterangan lengkap mengenai dokumen-dokumen wajibnya:

Syarat Berkas SIUP PT

Anda harus mempersiapkan salinan dari KTP serta foto 4×6 dari salah satu dari direktur, pemegang saham dan penanggung jawab perusahaan. Jika dipimpin oleh perempuan, maka menyertakan kartu keluarga. Lengkapi dengan NPWP serta surat keterangan domisili usaha.

Tak hanya itu, sediakan pula salinan akta pendirian perusahaan dan surat keputusan pengesahan badan hukum tersebut. Begitu pula dengan surat izin gangguan, prinsip, neraca perusahaan serta materai senilai Rp. 6.000,-.

Syarat Berkas SIUP Koperasi

Dalam pembuatan SIUP untuk koperasi, dibutuhkan salinan dari KTP dewan pengurus dan pengawas koperasi. Sertakan pula NPWP serta akta pendirian dalam bentuk kopian. Selain itu, harus menyertakan pula daftar susunan organisasi.

Tak hanya itu, lengkapi dengan salinan SITU dari pemerintah daerah setempat, neraca koperasi, pas foto penanggung jawab berukuran 4×6 sebanyak dua lembar serta materai senilai Rp. 6.000,-.

Syarat Berkas Persero

Syarat berkas untuk jenis usaha persero atau perusahaan perseorangan ialah salinan KTP dari pemegang saham atau penanggung jawab serta NPWP. Dilengkapi dengan surat keterangan domisili dan juga neraca perusahaan.

Tak hanya itu, sertakan foto dari pihak penanggung jawab, direktur atau pemegang saham berukuran 4×6 sebanyak dua lembar. Sertai pula dengan materai senilai RP. 6.000,- . Sebagai tambahan, Anda bisa juga dimintai surat keterangan lainnya yang berhubungan dengan usaha.

Syarat Berkas Perseroan Terbuka

Untuk perseroan terbuka atau Tbk, harus melengkapi berkas berupa salinan KTP pemegang saham atau penanggung jawab perusahaan dan foto berukuran 4×6 sebanyak dua lembar beserta NPWP. Selain itu, sediakan pula surat keterangan domisili usaha atau SITU.

Lengkapi dengan neraca perusahaan dan juga material senilai Rp. 6.000,-. Sertakan pula surat izin lainnya berhubungan dengan usaha yang dijalankan, misal perizinan pembuangan limbah dan lain sebagainya.

Syarat Berkas secara Umum

Secara umum, berkas yang harus disediakan ialah salinan KTP atau KK dari penanggung jawab usaha beserta NPWP-nya. Jika dikuasakan pada pihak lain, harap menyertakannya pula. Kemudian mengisi formulir yang disediakan disertai dengan foto dan materai.

Berkas lainnya berupa salinan akta pendirian perusahaan atau perubahan. Jika baru mengajukan, maka menyertakan surat pernyataan kedudukan usaha yang dapat diunduh di situs resmi ukmindonesia.id.

Hal yang Tidak Diperbolehkan dengan SIUP

Selain dianjurkan, pemohon SIUP dianjurkan untuk tidak mengajukan dengan tujuan tertentu yaitu jika tidak usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan keterangan. Hal ini tentu dapat merugikan baik pihak negara, pengguna jasa atau pembeli barang, bahkan pemilik usaha.

Selain itu, dilarang menggunakan macam-macam SIUP untuk menghimpun dana dari masyarakat disertai iming-iming keuntungan tidak wajar seperti yang dilakukan melalui sistem MLM. Hal ini merugikan terutama bagi calon pengguna jasa atau pembeli barang.

Sebagai tambahan, dilarang pula menggunakan SIUP untuk perdagangan jasa survey serta berjangka komoditi karena tidak sesuai dengan peraturan dari pemerintah terkait kegiatan jual beli dan barang apa saja yang boleh diperjual belikan.

Pengecualian Kepemilikan SIUP

Pengecualian Kepemilikan SIUP

Salah satu jenis-jenis SIUP adalah mikro dimana modal serta total kekayaan berjumlah senilai di bawah Rp. 50.000.000,- Untuk pihak ini diberikan keringanan dengan tidak diberi kewajiban untuk mengajukan surat izin.

Hal ini sesuai dengan Permendag 46/2009, pasal 4 ayat (1) huruf c bahwa terdapat pengecualian kewajiban memiliki SIUP terhadap perusahaan perdagangan mikro berdasarkan kriteria tertentu.

Kriteria tersebut ialah badan usaha merupakan perseorangan atau persekutuan, diurus dan dikelola oleh pemilik dan atau anggota keluarga terdekat, serta terakhir ialah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000 dimana belum termasuk tanah dan bangunan.

Hal Lain yang Harus Diketahui Mengenai SIUP

Hal lain yang perlu diketahui mengenai SIUP ialah pemilik usaha harus melakukan perbaruan surat izin tersebut. Masa berlakunya yaitu 5 tahun sejak pengesahan. Akan dicantumkan waktu untuk melakukan proses ini sehingga Anda dapat mempersiapkan sebelum jatuh tempo.

Selain itu, penggunaan SIUP hanya berlaku untuk satu jenis usaha. Jika memiliki banyak macam bisnis perdagangan maka harus mendaftarkan satu persatu agar mendapatkan izin kegiatan secara legal dan terlindungi hukum.

Baca Juga: Investasi Jangka Pendek

Sebaiknya seluruh pengusaha terutama pedagang memiliki SIUP untuk mengamankan posisinya terlebih jika harus melakukan kegiatan perdagangan secara internasional seperti melakukan ekspor dan impor.

Cara Memperpanjang SIUP

SIUP memiliki masa berlaku yaitu selama 5 tahun, namun sejak 2017 pemerintah menghapuskan kewajiban untuk memperpanjang secara berkala sehingga surat izin tersebut berlaku selamanya. Namun, terdapat pengecualian jika terjadi perubahan.

Cara memperpanjang SIUP ialah hampir sama dengan membuatnya pertama kali sehingga berkas-berkas yang dibutuhkan pun juga tidak berbeda. Anda diharuskan mengisi formulir berisi data-data sepert identitas pemilik serta keterangan lain dari usaha tersebut.

Langkah perpanjangan juga sama, karena itu jika Anda sudah pernah mengurus SIUP sebelumnya tentu akan mengerti alur kerja pembuatan surat izin tersebut. Dengan menunggu kurang lebih1 hingga 2 hari maka dokumen perizinan sudah selesai dibuat.

Cara Membuat SIUP secara Online

Cara Membuat SIUP secara Online

Saat ini jika Anda ingin mendaftarkan usaha untuk mendapatkan surat izin bisa dilakukan secara online yaitu melalui sistem OSS atau online single submission. Berikut cara melakukan pendaftaran tersebut:

Menuju Ke Laman OSS

Silahkan menuju ke situs resmi OSS yaitu di www.oss.go.id kemudian temukan opsi Daftar yang terletak di pojok kanan atas. Setelahnya akan muncul form registrasi yang harus Anda isi yaitu mengenai data diri.

Jika sudah mengisi jangan lupa untuk memberi tanda centang pada kotak “Syarat dan Ketentuan”, kemudian pilih opsi Daftar. Anda akan dikirimi email berupa aktivasi akun untuk mendaftar di OSS sehingga lakukanlah pengaktifan lalu lanjut ke tahap selanjutnya.

Aktivasi Akun melalui Email

Buka email kemudian cari pesan berupa aktivasi akun OSS. Jika sudah teraktivasi, Anda akan dialihkan kembali ke laman pendaftaran yaitu dengan memasukkan username serta password yang sudah dibuat tadi.

Kemudian Anda akan masuk ke halaman awal OSS. Langkah selanjutnya ialah mencari opsi Perizinan Berusaha (Non Perseorangan). Lalu ikuti instruksi-instruksi pengisian, namun baca dengan teliti agar tidak ada yang terlewat.

Lengkapi Informasi Sesuai Jenis Badan Usaha

Di laman ini, jika usaha Anda sudah berbentuk PT maka akan otomatis terisi. Namun, apabila masih berbentuk selain itu maka harus mengisi keterangan mengenai data perusahaa dari AHU Online serta mengisi nama perusahaannya.

Berlaku pula jika usaha berbentuk koperasi, CV, dan lain sebagainya. Lakukan langkah perekaman data akta dengan menu Tambah. Isilah informasi mengenai data perusahaan, pengurus serta pemegang saham, modal, dan maksud serta tujuan.

Mulai Membuat Permohonan

Jika informasi tersebut sudah terisi maka lanjutkan dengan memlih opsi “Permohonan Usaha”. Pilih tab bertuliskan Akta hingga muncul laman mengenai notifikasi informasi mengenai validasi KSWP dan NPWP, lanjutkan dengan memilih opsi Proses.

Terdapat 5 langkah yang berisi formulir untuk diisi berupa akta pendirian, kelengkapan data, komitmen izin usaha, izin komersial, dan output. Lakukan dengan teliti serta jangan lupa dicek terlebih dahulu.

Pantau secara Berkala

Jika sudah mengisi seluruh formulir, centang semua perizinan yang dibutuhkan kemudian pilih opsi Lanjut. Apabila semua langkah sudah dilakukan maka Anda tinggal menunggu hingga surat perizinan terbit.

Lakukan pemantauan dengan mengecek akun OSS secara berkala. Jika terjadi kendala hubungilah layanan masyarakat yang tertera di situs tersebut. Dengan melakukan pendaftaran secara online tentu lebih mudah dan cepat sehingga lebih efisien terhadap waktu.

Cara Melakukan Balik Nama Usaha untuk SIUP

Dalam sebuah usaha, wajar jika terjadi pergantian pemilik sehingga adanya perubahan yang harus dilakukan khususnya pada surat izin perdagangan atau SIUP-nya. Hal ini dimaksudkan agar data tertera tetap update sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Cara melakukan balik nama untuk SIUP ialah dengan membawa utamanya salinan dari identitas diri, baik KTP maupun paspor dari pemegang usaha terbaru disusul dengan berkas-berkas lainnya mengenai data perusahaan.

Bisa dilakukan secara online maupun offline tergantung kemampuan kemudian mengikuti prosedur yang berlaku. Alur pembuatan sama seperti saat mendaftarkan pertama kali sehingga Anda harus tetap menunggu paling lama dua hari kerja hingga SIUP berhasil dibuat.

Kenapa Anda Harus Memiliki SIUP?s

Untuk seorang pengusaha baru, seringkali masih awam dengan adanya SIUP sebagai surat izin yang dapat membantu memperlancar kegiatan khususnya pedagangan dengan omset besar. Hal ini biasanya berhubungan pada ekspor serta impor.

Tak hanya itu, alasan lain harus memiliki SIUP ialah sebagai perlindungan hukum jika terjadi sengketa terlebih jika usaha tersebut mempunyai penanam modal atau investor lebih dari satu orang. Hal ini menjadikan pemilik wajib mendaftarkan surat izin tersebut.

Memiliki SIUP juga membuktikan bahwa Anda patuh pada peraturan di negeri ini, yang mana mengharuskan pengusaha dengan modal di atas Rp. 50.000.000,- untuk membuat surat izin agar tidak dianggap kegiata berbahaya dan illegal.

Usaha yang Tidak Membutuhkan SIUP

Usaha yang Tidak Membutuhkan SIUP

Setelah mengetahui berbagai informasi mengenai pengertian SIUP: Arti, Jenis, Fungsi, dan Manfaat SIUP, namun terdapat beberapa pengecualian termasuk yang berjenis mikro. Ini dapat dijadikan catatan apabila Anda masih termasuk di dalamnya. Berikut informasinya:

Usaha di Sektor Selain Perdagangan

Usaha yang bergerak di bidang selain perdagangan tidak perlu memiliki SIUP terutama apabila tidak dikelola serta tidak berbentuk badan usaha. Contohnya ialah sektor pendidikan baik formal serta informal, praktik dokter perseorangan maupun kelompok, ruma sakit, dan lain-lain.

Tak hanya itu, termasuk di dalamnya ialah jasa notaris, pengacara, advokat, serta konsultan hukum. Kesemuanya tidak perlu memiliki SIUP namun hanya perlu memiliki surat izin sesuai dengan profesi masing-masing.

Kantor Cabang Perusahaan

Kantor cabang sebuah perusahaan termasuk salah satu yang tidak perlu memiliki SIUP sebab sudah dimiliki oleh bagian pusatnya. Namun, harus tetap melampirkan surat izin berupa salinan dengan legalisir pejabat setempat untuk kemudian didaftarkan ke wilayah terkait.

Sehingga kantor cabang tidak perlu mengajukan SIUP baru namun hanya memberikan salinannya saja untuk diberikan kepada dinas terkait yang berada di wilayah kerja apabila berbeda dari pusatnya.

Perusahaan Perdagangan Mikro

Seperti disebutkan di awal, perdagangan mikro tidak diwajibkan memiliki SIUP, karena modal dan total kekayaan bersih belum mencapai batas minimal wajib mempunyai surat izin yaitu Rp. 50.000.000,- dimana tidak termasuk tanah dan bangunan usaha.

Selain itu, tidak diwajibkan pula jika berupa usaha kekeluargaan yang mana diurus serta dikelola oleh keluarga sendiri serta tak berbadan hukum, seperti berbentuk UD maupun PD. Namun, jika berminat untuk melakukan pendaftaran pun dipersilahkan asal berkas lengkap.

Baca Juga: Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Manfaat mempelajari pengertian SIUP: arti, jenis, fungsi, dan manfaat SIUP ialah membantu Anda terutama dalam hal perizinan dan juga terlindungi secara hukum sehingga perdagangan lebih aman dan terjamin.

Tinggalkan Balasan