Pengertian Stakeholder

Pengertian Stakeholder: Klasifikasi, Peran & Fungsinya

Diposting pada

Tidak bisa dipungkiri, pengertian stakeholder memiliki peran penting di berbagai macam bidang. Salah satunya bisa meningkatkan kinerja sebuah perusahaan ataupun beberapa kelompok organisasi. Namun, tidak semua orang paham akan, pengertian, klasifikasi, peran ataupun fungsinya.

Pengertian Stakeholder Menurut Para Ahli

Pengertian Stakeholder Menurut Para Ahli

Secara umum Stakeholder sering kali didefinisikan sebagai orang yang memiliki sebuah kepentingan dalam organisasi atau perusahaan. Namun, menurut pandangan para ahli definisi ini berbeda-beda dengan sudut pandang masing-masing. Berikut ulasannya:

Indrawati

Indrawati menyatakan bahwa keberadaan stakeholder sangat menentukan eksistensi perusahaan. Ia pun menambahkan bahwa pengungakapan sosial merupakan bentuk komunikasi antara manajemen dan pihak tersebut. Ditekankan juga bahwa, tanpanya organisasi kurang berkembang.

Baca Juga: Pengertian Profesi

Tidak bisa dipungkiri, keberadaan perusahaan membutuhkan stakeholder di dalamnya. Untuk mewujudkan hubungan harmonis dengan pihak tersebut, dibutuhkan manajer atau petinggi lainnya yang berkompeten dan mampu berdialog atau berkomunikasi.

Bise

Salah satu tokoh terkenal, Biset (1988) menyatakan stakeholder ialah orang yang memiliki perhatian maupun kepentingan pada sebuah masalah. Pengertian ini cukup luas, karena ia mendefinisikannya secara general (umum). Perannya cukup penting meskipun sebagai pemerhati sebuah rmasalah.

Peran stakeholder dalam sebuah perusahaan itu tidak hanya memperhatikan saja, namun ia juga terlibat di dalamnya. Berbagai keputusan yang dibuatnya akan mempengaruhi kondisi sebuah organisasi. Umumnya, ini dikaitkan dengan kebutuhan atau kepentingannnya terhadap sebuah hal.

Freeman

Menurut Freeman (1984), stakeholder adalah individu maupun kelompok yang mempunyai pengaruh dan juga dapat dipengaruhi. Keberadaannya bukan tanpa alasan karena mereka memiliki tujuan atau kepentingan di dalam sebuah organisasi.

Dari definisi itu dapat disimpulkan bahwa keberadaan stakeholder dalam sebuah organisasi mampu mempengaruhi dan memberikan andil besar. Selain itu, pihak itu juga bisa dipengaruhi oleh pihak internal dalam sebuah perusahaan. Ini merupakan hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan.

Wibisono

Salah satu toko terkenal, Wibisono, menyatakan bahwa stakeholder merupakan individu maupun kelompok yang memiliki pengaruh baik langsung maupun tidak langsung dalam sebuah perusahaan. Selain itu, pihak tersebut juga mampu dipengaruhi dengan berbagai kondisi.

Pengertian stakeholder yang diungkapkan oleh Wibisono ini tidak jauh berbeda dengan definisi sebelumnya. Jadi, pihak terkait memiliki peran penting untuk mengubah keputusan dalam perusahaan. Meskipun demikian, keberadaannya juga tidak lepas dari campur tangan pihak internal.

ISO 26000 SR

Menurut ISO, pengertian stakeholder ialah indvididu maupun kelompok yang mempunyai keperluan dan kepentingan terhadap hasil keputusan suatu aktivitas di perusahaan. Peranannya sangat esensial di dalam perusahaan, karena mampu mempengaruhi ketetapan akhir.

Pertimbangan dari stakeholder ini dihargai oleh perusahaan. Kedudukannya sangat penting di dalam perusahaan sehingga mampu memberikan pengaruh sebelum ketetapan akhir dilakukan. Pihak tersebut diperbolehkan bersuara karena memiliki kekuasaan dalam organisasi yang dijalankan.

AA1000 SES

Pengertian selanjutnya datang dari AA1000 SES yang mendefinisikan, bahwa stakeholder merupakan suatu kelompok dalam organisasi serta memiliki andil untuk mempengaruhi berbagai macam layanan di perusahaan. Selain itu, penentuan produk maupun aktivitas juga dapat dipengaruhi olehnya.

Meskipun mampu memberikan pengaruh cukup besar, pertimbangan dari pihak internal juga dapat mempengaruhi stakeholder dalam membuat pihak tersebut terpengaruh (ketika melakukan pertimbangan). Jadi, keberadaannya mampu terpengaruh oleh sebuah keputusan dalam organisasi.

Chariri dan Ghazali

Menurut Charirir dan Ghazali (2007), stakeholder memiliki peran yang harus dipertimbangkan oleh organisasi. Perusahaan tidak boleh bekerja sendiri tanpa pengawasan. Namun, aktivitas maupun layanannya harus memberikan dampak positif bagi sekelompok orang seperti shareholder.

Sebuah perusahaan tidak bisa berdiri sebab dibutuhkan berbagai pihak termasuk stakeholder. Bila organisasi tersebut memberikan peran sesuai porsinya, maka eksistensinya akan makin berkembang karena didukung oleh semua pihak.

Rudito

Salah satu pakar ternama, Rudito (2004) menyatakan bahwa sebuah perusahaan bisa dianggap stakeholder apabila memiliki 3 hal, yakni kekuasaan, kepentingan dan legitimasi. Tanpa ketiga poin tersebut, sebuah organisasi belum termasuk ke dalamnya.

Rhenald Kasali

Dalam bukunya, Rhenald Kasali menyatakan bahwa stakeholder ialah tiap kelompok yang ada di dalam atau luar perusahaan. Pihak itu penting dalam penentuan kebijakan perusahaan. Alhasil, pencapaian organisasi akan berpengaruh sebab baik buruknya hasil akhir ditentukan olehnya.

Di dalam buku berjudul Manajemen Public Relation itu terlihat bahwa tiap kelompok mempunyai fungsi cukup esensial karena tiap individu di dalamnya mempertaruhkan kepentingannya pada satu perusahaan yang dipilihnya. Jika organisasi mengalami kerugian, pihak ini akan terkena imbasnya.

Brown et al

Pengertian stakeholder menurut Brown et al (2001) ialah, individu maupun kelompok yang bisa mendukung kelangsungan dan kesejahteraan perusahaan. Mereka menyebutkan pihak tersebut pemangku kepentingan karena memiliki keperluan pada aktivitasnya.

Tidak hanya mempertimbangkan keputusan rapat, namun pemangku kepentingan ini juga berpengaruh terhadap segala hal yang ada dalam organisasi tersebut. Pendapat maupun pertimbangannya mempengaruhi pemrosesan layanan atau produk dalam perusahaan itu.

Prof DR. Sukmawati Sukamulja

Menurut Prof. DR Sukmawati, stakeholder ialah individu atau kelompok yang memiliki hubungan dengan sumber daya perusahaan demi pengoptimalisasiannya. Pihak tersebut terdiri dari pemegang saham serta pihak manajemen. Keduanya tergolong dalam kategori itu karena punya pengaruh.

Selain kedua pihak tersebut, beberapa pihak di luar organisasi juga termasuk ke dalamnya antara lain, masyarakat, konsumen dan pemasok. Beliau menekankan bahwa orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam perusahaan termasuk stakeholder.

Cambridge Dictionary

Menurut Cambridge Dictionary, stakeholder merupakan orang dengan kepemilikan saham di sebuah perusahaan. Karena perannya sangat dibutuhkan, maka ia memperoleh profit dan mempunyai hak berpendapat terhadap kebijakan atau aturan di dalamnya.

Melihat definisi tersebut, dapat dikatakan pengertiannya cukup jelas sebab mengacu pada pemegang saham di sebuah perusahaan. Pemangku kepentingan ini mempunyai hak untuk memberikan suaranya dalam rapat keanggotaan dan memiliki pengaruh untuk ikut menentukan keputusan akhir.

Bussiness Dictionary

Menurut Bussiness Dictionary, stakeholder adalah individu, kelompok maupun organisasi yang mempunyai saham serta memiliki sertiikat resmi kepemilikan dalam sebuah perusahaan. Tidak harus memiliki kuantitas dalam jumlah banyak, bahkan satu lembar pun tetap dihitung.

Definisi dalam kamus bisnis itu menyatakan bahwa stakeholder disamakan dengan pemegang saham. Jadi, orang yang memiliki setidaknya satu lembar saham di sebuah perusahaan bisa digolongkan ke kategori tersebut. Selain itu, umumnya dia memiliki sertifikat kepemilikan resmi.

Accounting Coach

Berdasarkan Accounting Coach, stakeholder merupakan pemilik saham di sebuah perusahaan. Meskipun memiliki hak di tempat tersebut, namun terkadang perannya dipisahkan dari pihak internal karena mempunyai liabilitas surat hutang yang terbatas sehingga tidak sama dengan petinggi lainnya.

Dari sini dapat disimpulkan bahwa meskipun stakeholder memiliki peranan penting di sebuah organisasi, namun terkadang kedudukannya dipisahkan oleh perusahaan. Hal ini dikarenakan pihak tersebut tidak memiliki kekuasaan penuh seperti pihak internal lainnya.

Budimanta dkk

Menurut Budimanta dkk, stakeholder merupakan individu atau kelompok yang mempunyai hubungan dan kepentingan di dalam perusahaan. Masyarakat pun termasuk kategori itu apabila memiliki kaitan dengan aktivitas organisasi tersebut. Mereka menambahkan ada 3 syarat utama.

Syarat utama seseorang disebut stakeholder ialah mempunyai beberapa karakteristik, antara lain legitimasi, kepentingan dan kekuasaan. Ketiganya harus dimiliki sehingga pemegan saham tersebut dapat memberikan suaranya saat berada di rapat keanggotaan yang dilakukan oleh perusahaan.

Jenis-jenis Stakeholder

Jenis-jenis Stakeholder

Berdasarkan pengaruh, posisi dan kekuasannya, stakeholder terbagi menjadi beberapa jenis. Adanya klasifikasi ini wajib diketahui agar pengetahuan mengenai pemangku kepentingan lebih dalam. Berikut beberapa di antaranya:

Stakeholder Primer (Utama)

Jika dikaji dari jenisnya, stakeholder primer ini memiliki hubungan dengan proyek yang ada di sebuah perusahaan. Fungsinya sebagai penentu atau pengambil keputusan akhir. Ketika ada program terkait bidang tertentu, mereka harus diikutsertakan.

Karena sifatnya utama, maka dalam setiap pengambilan keputusan, pihaknya harus ikut, bahkan sebagai penentu. Dalam perusahaan, salah satunya diampu oleh manajer publik sedangkan di masyarakat ialah tokoh masyarakat. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat contoh di bawah ini:

Pada sebuah proyek pembangunan di sebuah lahan, perusahaan berencana membangun bangunan seluas 2 hektar. Tempat ini terletak tidak jauh dari Komplek Grand Citra. Pihak petinggi harus memerintahkan manajer publik untuk bertanggungjawab dalam tugas itu.

Nantinya, ia bekerja sama dengan tokoh masyarakat yang akan mewakili pendapat masyarakat terkait kantor baru tersebut. Pihaknya harus dilibatkan karena bisa saja, lingkungan bisa terganggu dari adanya bangunan tersebut.

Stakeholder Sekunder (Pendukung)

Berbeda dari stakeholder primer, tipe ini tidak terlalu berhubungan dengan perusahaan. Meskipun demikian, pihak tersebut terkadang ikut membantu atau memberikan suaranya dengan tujuan membantunya. Adanya aktivitas itu mampu mempengaruhi keputusan pemerintah ataupun petinggi.

Para stakeholder pendukung ini memiliki rasa kepedulian tinggi sehingga memutuskan untuk memberikan aksi menyelamatkan kepentingan pihak lain. Adanya kontribusi itu sangat membantu karena pemerintah terkadang mendengar pendapatanya. Berikut adalah contohnya:

  • Keberadaan instansi pemerintahan lokal yang tidak mempunyai urusan secara langsung.
  • LSM atau Organisasi non pemerintah yang tidak memiliki kepentingan.
  • Instansi pemerintah terkait penanganan suatu masalah, namun tidak menjadi penentu kebijakan.
  • Pihak Universitas yakni sekelompok akademisi yang memiliki peranan penting dalam mengawasi kinerja pemerintah.
  • Pengusaha atau pemilik Badan Usaha yang memiliki masalah atau kepentingan.

Stakeholder Kunci

Stakeholder kunci adalah pihak yang mempunyai kewenangan secara resmi untuk menentukan hasil akhir sebuah kebijakan. Adanya kekuasaan khusus ini terjadi sesuai dengan regionalnya semisal per kecamatan atau kabupaten. Di dalam sebuah proyek, kekuatannya paling tinggi.

Pihak itu dinamakan stakeholder kunci karena menjadi penentu utama dalam pendirian atau penghentian suatu program. Umumnya, pemangku tersebut memiliki andil cukup besar sehingga masyarakat sangat respect kepadanya.

Contohnya saja, DPRD Kabupaten, Dinas yang berada di bawah naungan proyek perusahaan atau bisa juga dari pihak DPR langsung.

Klasifikasi Stakeholder di Perusahaan

Klasifikasi Stakeholder di Perusahaan

Dalam sebuah proyek, stakeholder mempunyai perannya masing-masing. Umumnya ini diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan, bergantung pada pengaruhnya di dalam perusahaan. Berikut beberapa di antaranya:

Stakeholder Internal

Stakeholder internal merupakan pihak yang berada dalam perusahaan. Posisi ini terdiri dari berbagai unsur mulai dari manajer hingga para karyawan. Perananannya mudah dipengaruhi untuk mengerjakan berbagai aktivitas di bagian kepegawaian. Terkadang, jobnya diserahkan ke anak buah.

Ada beberapa jabatan penting stakeholder internal yang ada di dalam perusahaan. Peranannya dibedakan oleh posisi dan kekuatan dalam firma tersebut. Berikut adalah beberapa posisinya:

  • Pemegang saham

Pemegang saham ini merupakan posisi tertinggi dan umumnya dimiliki oleh pemilik perusahaan. Di dalam organisasi, jabatannya sangat dihormati karena memiliki peranan terpenting. Ia memiliki hak untuk bersuara atau berpendapat ketika memilih direksi terbaru.

  • Manajer

Manajer juga memiliki kekuasaan yang tinggi dalam sebuah perusahaan. Namun, posisinya masih berada di bawah pemiliknya. Kewenangannya terhadap para karyawan jadi ia memiliki peran cukup besar dalam mengatur para staff. Namun kekuatannya terbatas di ruang lingkup tertentu.

  • Karyawan atau Staff

Karyawan ialah orang-orang yang berada dalam perusahaan dan memiliki peran menjalankan berbagai aktivitas, baik berupa layanan maupun pembuatan produk. Mereka tidak memegang jabatan struktural seperti para petinggi lainnya namun memiliki fungsi tersendiri.

  • Keluarga Karyawan

Selain karyawan, terdapat pula keluarga staff yang juga berada dalam area internal perusahaan. Terkadang, pihaknya diundang di berbagai acara penting untuk mendekatkan hubungan dengan pekerja lainnya.

Stakeholder Eksternal

Stakeholder eksternal merupakan individu maupun kelompok yang berada di luar perusahaan namun memiliki kepentingan di firma. Meskipun tidak berada dalam aktivitas internal, namun pihak tersebut memiliki kebutuhan terkait dengan produk atau layanan organisasi itu.

Baca Juga: Pengertian Seni

Meskipun stakeholder eksternal ini berasal dari lingkungan perusahaan, namun terkdang keberadaannya juga bisa berasal dari dalam karena dilakukan oleh pihak karyawan. Berikut adalah beberapa ulasannya:

  • Pemerintah

Salah satu jenis stakeholder yang ada di luar perusahaan ialah pemerintah. Pihak tersebut merupakan penentu kebijakan. Jadi, aturannya sangat berpengaruh bagi keberlangsungan suatu organisasi. Terkadang, produsen memintanya untuk memberikan aturan agak fleksibel.

  • Konsumen

Konsumen ialah orang yang menggunakan layanan atau produk yang dimiliki oleh perusahaan. Pihak tersebut dicari banyak produsen karena pelanggan dibutuhkan demi menghasilkan keuntungan. Terkadang mereka bahkan dijadikan raja, karena tanpa perannya barang tidak laku.

  • Penyalur (Distributor)

Penyalur individu atau sekelompok orang yang bertugas menyalurkan produk ke perusahaan. Bentuknya bisa berupa barang jadi maupun material mentah bergantung kondisinya. Perannya sangat penting sebagai distributor pemasok berbagai kebutuhan organisasi.

  • Pers

Peran pers ini sangat penting bagi masyarakat sebab pihak tersebut memberikan berbagai informasi terkait perusahaan atau layanannya. Fungsinya cukup esensial, karena menginfokan mengenai berbagai keunggulan barang dari sebuah distributor.

  • Komunitas

Komunitas adalah sekumpulan manusia yang menempati suatu area dan berada tidak jauh dari sebuah perusahaan. Secara tidak langsung, pihak ini akan mendapatkan dampak ntah baik atau buruk dengan berdirinya firma tersebut.

Stakeholder Sukarela

Selain stakeholder eksternal, terdapat pula stakeholder sukarela yakni pihak yang dapat membuat pilihan apakah ingin menjadi pemegang saham atau tidak. Adanya opsi ini hanya tersedia untuk orang tertentu saja. Misalnya pemasok produk dengan tugas menyalurkan barang.

Pemasok bertugas menyediakan barang atau bahan baku untuk perusahaan. Ia punya pilihan untuk menjadi pemegang saham atau hanya menjalankan aktivitas tersebut seperti halnya memasok material. Bila tidak berkenan, maka hanya menjualnya dan tidak bergabung dalam kegiatan internal.

Stakeholder Tidak Disengaja

Stakeholder ini merupakan pihak yang tidak memiliki opsi untuk menjadi anggota maupun tidak dalam sebuah perusahaan. Keberadaannya secara alami ada, namun tidak memiliki hak untuk bergabung ke organisasi.

Individu atau kelompok ini tidak sengaja berada di sekitar area perusahaan. Contoh kongkretnya ialah komunitas atau masyarakat dekat kantor. Mereka tidak bisa ikut andil dan tiada hak untuk memberikan pendapat. Tidak heran banyak orang menyebutnya dengan stakeholder tidak disengaja.

Teori Stakeholder

Teori Stakeholder

Ada beberapa teori yang perlu diketahui tentang stakeholder. Setiap jenis memiliki keunikan dalam penjelasannya. Berikut beberapa di antaranya:

Teori Deskriptif

Teori itu mengungkapkan bahwa stakeholder ialah deskripsi yang secara sederhana berwujud nyata di perusahaan. Pendekatan ini berusaha mengetahui sikap manajer atau petinggi perusahaan ketika menghadapi pemegang saham. Harapannya, kepentingan itu dapat diatasi dengan baik.

Para Manajer diharapkan mampu memberikan berbagai upayanya demi tercapainya kesuksesan dalam perusahaan. Tidak hanya dituntut bersikap baik pada petinggi, namun ke pihak pemegang saham pun harapannya sama bagusnya. Jika ini terjadi, maka akan terjadi kesimbangan.

Teori Instrumental

Teori ini menyatakan bahwa di sini pihak manajer harus meningkatkan kinerja demi tercapainya tujuan perusahaan. Ia harus memperhatikan para stakeholder terkait kepentingan dan haknya. Tujuan digunakannya instrumental theory itu agar mampu mengelola firma dengan baik.

Ada berbagai konsekuensi yang akan dipelajari saat menggunakan teori instrumental. Selain mengetahui hubungan dengan stakeholder, seseorang juga mampu memahami pengelolaan kantor secara internal. Adanya teori ini diharapkan memberikan perbaikan terhadap perusahaan.

Teori Normatif

Teori normatif ialah pendekatan yang mengungkapkan bahwa individu atau kelompok di perusahaan mempunya nilai atau kontribusi sehingga pantas memperoleh imbalan. Pemberian rewards ini hukumnya wajib sebab memuhi hak para stakeholder.

Para stakeholder yang merupakan pemegang saham mempunyai kontribusi tinggi bagi perusahaan. Manajer selaku pelaksana diharuskan memberikan hak para pemangku kepentingan. Penggunaan teori ini berguna untuk mengetahui moral terkait berbagai aktivitas dalam sebuah organisasi.

Peran Stakeholder di Berbagai Area

Peran Stakeholder di Berbagai Area

Ada berbagai peran yang dilakukan oleh stakeholder. Tidak hanya dalam lingkup perusahaan, namun keberadaan pemanku kepentingan ini juga memiliki peran di masyarakat. Berikut beberapa fungsinya:

Di dalam perusahaan

Peran stakeholder sangat bervariasi bergantung areanya. Fungsi pemangku kepentingan di dalam perusahaan ialah memberikan suara ketika pembuatan kebijakan. Mereka berperan penting karena mampu mempengaruhi keputusan akhir dalam sebuah rapat.

Peran serta untuk ikut berpendapat dalam rapat tersebut agar kebijakan perusahaan yang tercipta dapat selaras sehingga kesuksesan dapat diraih oleh semua pihak. Setiap perusahaan tentu memiliki tujuan masing-masing. Namun semuanya sama, yakni mendapatkan profit setinggi-tingginya.

Di dalam Pemerintahan

Tidak hanya memiliki peran penting dalam perusahaan, namun stakeholder juga mempunyai fungsi di lingkungan pemerintah. Pihak tersebut memberikan izin terhadap berdirinya sebuah perusahaan dalam suatu area. Tanpanya, organisasi terkait tidak akan bisa beroperasi secara mandiri.

Pihak perusahaan tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan peran stakeholder yakni pemerintah untuk mensuksesan pendirian usaha tersebut. Ketika akan mendirikan sebuah bangunan, seseorang harus memiliki izin secara resmi sehingga butuh pemangku kepentingan.

Di dalam sekolah

Stakeholder dalam sekolah ini memiliki peran cukup penting, yakni memberikan dukungan terhadap lembaga pendidikan terkait. Berkat jasanya, sarana dan prasarananya mampu memberikan kenyamanan dalam proses belajar-mengajar. Selain itu, Kepala sekolah juga memiliki perang vital.

Kepala Sekolah sebagai pemimpin di lembaga tersebut menjadi penghubung yang menjembatani antara orang tua, guru dan para pemangku kepentingan. Adanya peran ini membuktikan bahwa peran stakeholder ada di berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat.

Di dalam Masyarakat

Peran stakeholder ini sangat penting. Meskipun masyarakat tidak bisa ikut mempengaruhi suatu keputusan dalam rapat direksi yang dilakukan oleh perusahaan, namun mereka memiliki andil untuk mendukung atau menggagalkan pendirian suatu badan usaha di sekitarnya.

Jika bangunan yang dibangun ada di sebuah area, bisa saja masyarakat berdemo sehingga akhirnya pendirian kantor pun dibatalkan. Selain memperoleh izin dari pemerintah, pastikan berkomunikasi dengan baik dengan warga sekitar demi kelancaran pembangunan usaha.

Di dalam bank

Stakeholder juga ada dalam bank dan di sini fungsinya berperan penting dalam memberikan atau menyediakan pinjaman dana. Ketika melakukannya, ada syarat serta aturan yang harus dilakukan. Fungsi ini dibutuhkan terutama saat pendirian suatu usaha dalam jangka panjang.

Tidak hanya ketika pendirian, perusahaan terkadang membutuhkan dana lebih untuk melakukan pembuatan produk atau layanan terbaru. Bank sebagai kreditur akan memberikan dana dalam tempo waktu yang ditetapkan. Keberadaannya sangat esensial bagi perkembangan suatu usaha.

Di dalam Pariwisata

Stakeholder dalam lingkungan pariwisata ini berperan sebagai pelaksana pembangunan. Pemangku kepentingan dibutuhkan ketika pengembangan proyek wisata. Ia bekerja sama dengan pemerintah pihak swasta demi membangun sarana dan prasarana untuk kepentingan masyarakat.

Dengan adanya stakeholder, suatu tempat wisata akan lebih cepat dikembangkan karena modalnya lebih cepat terkumpul. Bila hanya mengandalkan pemerintah saja, bisa jadi pengembangan pariwasata agak lambat, terutama jika dana di suatu daerah sedang menipis.

Fungsi Stakeholder

Fungsi Stakeholder

Stakeholder mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Setiap tingkatan pada pemangku kepentingan mempunyai perannya masing-masing dan saling berkaitan satu sama lain. Berikut berbagai manfaatnya:

Pemegang Saham

Secara garis besar, pemegang saham ini memiliki peran sebagai orang yang mempunyai modal di suatu perusahaan. Keberadannya sangat penting sehingga sering diikutsertakan dalam rapat dengan para petinggi lainnya. Bisa dikatakan, pihak tersebut adalah the owner.

Baca Juga: Pengertian Lembaga Sosial

Dibandingkan dengan manajer, posisinya berada di paling atas. Secara umum, pihak tersebut memiliki peran untuk memberikan dana untuk diinvestasikan di sebuah perusahaan. Selain itu, ada beberapa tugas sampingan antara lain:

  • Memeriksa Laporan Keuangan Perusahaan

Pemegang saham memiliki hak untuk mengetahui kondisi keuangan saat. Mereka memiliki peran melakukan pemeriksaan ini secara berkala. Pemantauan itu dilakukan demi mengetahui potensi investasinya apakah berjalan lancar atau tidak.

  • Ikut Merancang Rencana Bisnis Perusahaan

Peran pemegang saham lainnya yakni ikut merancang bisnis perusahaan. Berbagai rencana yang dimiliki bisa dikeluarkan ketika rapat bersama pemilik saham lainnya. Aktivitas ini merupakan peran tambahan selain menyetorkan dana untuk diinvestasikan ke usaha tersebut.

  • Memberhentikan dan Menunjuk Direksi atau Pimpinan Perusahaan

Para pemilik saham juga memiliki andil untuk memberhentikan seorang direksi di perusahaan. Hal ini bisa dilakukan apabila pimpinan tersebut tidak berkompeten saat melakukan pekerjaannya. Selain itu, direksi yang baru akan dipilih lagi dan pemangku kepentingan ikut andil.

Karyawan

Karyawan adalah orang yang menjalankan berbagai aktivitas dalam sebuah perusahaan. Meskipun ia tidak bisa mempengaruhi hasil keputusan para petinggi, namun tanpanya sebuah usaha tidak akan berjalan dengan normal. Fungsinya sangat penting bagi keberlangsungan proses produksi.

Karyawan memiliki tugas yang beragam bergantung pada divisinya masing-masing. Umumnya, setiap bidang memiliki pemimpin dengan sebutan manajer. Berikut adalah beberapa perannya dalam sebuah perusahaan:

  • Menjaga Kestabilan Pekerjaan di Kantor

Karyawan yang bekerja di perusahaan tidak hanya bekerja dan menjalankan jobdesk hariannya. Namun, ia juga dituntut mampu menjaga kestabilan dalam pekerjaan. Berbagai tantangan harus ditangani dengan baik agar usaha di kantor bisa terselesaikan dengan sempurna.

  • Memberikan Inovasi dan Kreativitas Tinggi

Para karyawan memang tidak bisa mempengaruhi dan berpendapat terhadap rapat direksi. Namun, ia dapat menyumbangkan bakatnya untuk memperbarui produk maupun layanan di perusahaan. Bila manajer sedang buntu, maka mereka boleh memberikan solusi jika memilikinya.

  • Meningtkatkan Kualitas Kinerja Secara Signifikan

Karyawan mempunyai andil dalam mensukseskan perusahaan. Demi meningkatkannya, mereka juga harus bekerja dengan baik. Berbagai aspek perlu ditingkat, seperti kedisiplinan agar layanannya semakin baik.

  • Sebagai Komunikator dengan Pihak Internal Maupun Eksternal

Karyawan memiliki peran cukup banyak, salah satunya menjalin komunikasi dengan pihak dalam maupun luar perusahaan. Di kantor, mereka harus bersikap baik pada pegawai lainnya. Selain itu, pelayanan ke pelanggan juga perlu ditingkatkan.

  • Menjaga Nama Baik Perusahaan

Karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan harus menjaga nama baik tempat tersebut. Meskipun kondisi genting, maka pihak luar tidak boleh sampai mengetahuinya. Kebijakan ini harus dipahami supaya masyarakat respect meskipun sedang buruk keadaannya.

Konsumen

Konsumen adalah orang yang menggunakan barang maupun jasa dari sebuah perusahaan. Pihak ini sangat menguntungkan organisasi, karena ia membeli produk sehingga keuntungan bisa diraih. Tanpa pembeli, pemegang saham tidak akan memperoleh profit banyak.

Selain berfungsi sebagai pengguna, ternyata pelanggan ini juga memiliki peran bagi perekonomian di perusaan. Berikut adalah rinciannya:

  • Konsumen Berperan Sebagai Pemakai

Konsumen memiliki fungsi utama sebagi pengguna yang membeli barang serta jasa buatan perusahaan. Kini zaman sudah lebih canggih karena pelanggan dapat mendapatkan produk secara online. Hanya dengan menggunakan gadget atau laptop, mereka bisa memperolehnya.

  • Konsumen Berperan Sebagai Motivator

Secara tidak langsung, konsumen memiliki fungsi sebagai motivator yang membuat perusahaan lebih bersemangat memproduksi suatu barang. Semakin besar minat pelanggan terhadap sebuah produk, makin banyak pula distributor akan menciptakannya. Ini sesuai dengan hukum ekonomi.

  • Konsumen Berperan Sebagai Marketing

Selain bisa berfungsi sebagai motivator, peran konsumen ini dapat berperan sebagai marketing. Jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan suatu toko, maka secara otomatis akan menginfokannya kepada kerabat atau saudaranya. Hal itu dapat memberikan efek positif.

Pemasok

Pemasok memiliki fungsi menyediakan barang untuk perusahaan. Jika dilihat dari perannya ada berbagai peran yang dilakukan. Berkat supplier, pelanggan dapat memperoleh kebutuhannya tepat waktu. Bila mereka berhenti menyalurkan barang, efeknya sangat fatal.

Perusahaan harus mencari bahan secara mandiri yang cukup mengabiskan waktu. Bahkan, itu membuat produksi terhenti untuk beberapa lama. Perannya juga banyak bagi perusahaan, berikut beberapa di antaranya:

  • Memastikan Bahan Baku Siap Kirim

Ketika menjadi supplier, maka ia harus sigap dan memstikan segala bahan baku siap kirim. Tidak boleh ada yang kurang serta semuanya diatur sedemikian rupa. Meskipun terlihat mudah, namun pemasok harus teliti karena kesalahan mengirim akan menimbulkan kerugian besar.

  • Mengatur Pengiriman dengan Baik

Setelah perusahaan menghubungi supplier dan mengatakan jumlah barang yang dikirim, pemasok harus mengatur waktu supaya pesanan dapat diterima tepat waktu. Diperlukan pengamatan bagus serta sikap penuh kedisiplinan tinggi agar produk dapat langsung digunakan.

  • Memastikan Kondisi Bahan Baik

Supplier tidak hanya menyediakan dan mengirimkan barang ke perusahaan. Sebelum dikirim atau diantarkan, pemasok harus memastikan kondisi bahannya cukup baik serta layak. Jika ternyata busuk atau dalam keadaan pecah, perusahaan akan kecewa hingga bisa putus kontrak.

  • Memenuhi Segala Permintaan Bahan Baku Perusahaan

Peran lainnya yang perlu dipahami adalah memenuhi segala permintaan perusahaan sesuai perjanjian. Saat bekerja sama, pemasok harus memahami bahwa ketepatan waktu adalah hal utama. Untuk itu, seluruh aturan perlu diinfokan sebelum melakukan transaksi bersama.

Pemerintah

Peran pemerintah tidak bisa dipisahkan dari keberadaan suatu perusahaan. Memang, secara fisik bangunannya dibuat oleh perseorangan atau pihak swasta. Namun, izinnya membutuhkan persetujuan dari pihak daerah setempat sebab perizinan usaha ini sangat penting.

Tanpa mengantongi surat perizinan, maka suatu bangunan bisa saja di anggap ilegal oleh pemerintah. Sebelum memutuskan membangun, sebaiknya pahami apa saja persyaratan perizinan usaha dan tata caranya.

Bank

Bank memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. Tanpa lembaga keuangan tersebut, para petinggi mungkin tidak akan bisa merealisasikan mimpinya. Selain menghimpun dana, perannya juga mampu mempermudah kegiatan di dalamnya.

Secara umum, ada 2 peran penting yang biasa dilakukan oleh pihak bank. Baik untuk menabung ataupun memberi pinjaman untuk usaha tertentu. Untuk lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut:

  • Menyimpan Dana

Salah satu fungsi dari keberadaan bank ialah tempat menyimpan dana yang sangat aman. Lembaga keuanga tersebut memberikan fasilitas nyaman untuk perusahaan sehingga keuangan bisa terjaga tanpa hambatan apapun.

  • Memberikan Kredit

Selain bertugas menyimpan dana, bank juga bisa dimanfaatkan untuk solusi ketika menghadapi permasalahan keuangan. Perusahaan dapat meminjam uang dengan syarat tertentu sehingga kesulitan dapat diatasi dahulu. Pemberian kredit ini sungguh membantu para pemilik perusahaan.

Pesaing

Stakeholder lainnya yang berperan penting dan sering tidak dianggap ialah pesaing. Keberadaan kompetitor ini membuat perusahaan makin bersemangat melakukan berbagai inovasi serta pembaharuan produk. Berkat adanya persaingan yang sehat, usaha pun menjadi lebih maju.

Keberadaan pesaing jangan dijadikan sebagai sebuah beban. Dengan bersaing secara sehat, perusahaan justru bisa tumbuh lebih baik lagi sehingga produknya pun akan lebih disukai oleh pelanggan dan masyarakat luas.

Contoh Kasus Stakeholder

Contoh Kasus Stakeholder

Apa itu stakeholder? Untuk memahaminya secara mendalam, perlu diketahui beberapa contoh kongkretnya. Dengan sedikit penjelasan, potensi mengetahuinya pun akan lebih besar. Berikut adalah kasusnya:

Kasus Penjualan Mobil di Jakarta

Di dalam sebuah perusahaan, tentu menginginkan seluruh produknya laku dan laris manis. Salah satu distributor ternama yang menjadi pokok bahasan kali ini adalah pabrik mobil. Kendaraan tersebut menjadi kebutuhan terutama oleh masyarakat menengah ke atas.

Pemangku kepentingan di dalam kasus itu tidak hanya penjual mobil. Namun, pemegang saham, konsumen dan masyarakat juga termasuk di dalamnya. Di bawah ini akan dikaitkan dengan sebuah kasus:

Kasus penjualan di Jakarta menjadi perhatian publik. Kendaraan roda empat tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat. Sayangnya, konsumen terkadang berlebihan sehingga dalam satu rumah terdapat banyak mobil. Ini merupakan berita baik bagi pemilik saham dan penjual.

Semakin banyak produk terjual, makin tinggi pula keuntungannya. Namun, itu memberikan dampak bagi masyarakat. Akibatnya, jalanan menjadi macet karena semua orang bebas menggunakannya.

Di sini, peran pemerintah sebagai penentu kebijakan harusnya mengeluarkan aturan agar jalanan bisa terkendali.

Kasus Keterlambatan Pemasok Menyalurkan Barang

Adanya pemangku kepentingan ini saling berkesinambungan. Jika salah satu pihak melakukan kesalahan, tentu akan berdampak pada yang lainnya. Salah satu kasus dalam sebuah usaha ialah antara pemasok dengan perusahaan.

Memang, terkadang antara keduanya memiliki permasalahan baik besar maupun kecil. Jika ada salah satu kesalahan, ini akan memberikan dampak bagi semuanya. Berikut adalah contoh kasus yang terjadi dalam sebuah perusahaan:

Perusahaan bisa berdiri serta menghasilkan profit karena bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya pemasok. Di sisi lain, supplier memiliki fungsi menyalurkan bahan baku sehingga perusahaan itu mampu memproduksi barang.

Ketika pihak tersebut mengalami keterlambatan, maka ini dapat mempengaruhi semua lini. Keuntungan pun berkurang dikarenakan jumlah pelanggan berkurang secara signifikan. Alhasil, distributor pun akan rugi dan pemegang saham tidak memperoleh keuntungan maksimal.

Oleh karena itu, keterlambatan mendapatkan barang akan memberikan resiko tertentu, sebab akan memberi dampak yang cukup besar.

Kasus Kebakaran Lahan yang Menyeret Perusahaan PT ABC

Sebuah bencana dapat disebabkan oleh manusia maupun alam. Jika hal itu dikarenakan tangan-tangan jahil, maka kasus itu bisa diperkarakan ke ranah hukum. Di tahun 2015 silam terdapat kebakaran hutan di daerah Riau. Banyak masyarakat yang menuduh bahwa pelakunya ialah PT ABC.

Tuduhan tersebut sangat menyulitkan pihak perusahaan. Fenomena lingkungan itu memang telah memberikan dampak cukup signifikan. Tidak hanya pada penduduk lokal, namun asapnya pun sampai ke Singapura. Berikut adalah penjelasan secara detailnya:

PT ABC dianggap sebagai pihak paling bertanggungjawab terhadap kasus kebakaran hutan di RIAU. Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur yang memproduksi kertas serta bubur kertas. Namun, di tahun 2015, perusahaan tersebut terkena kasus hingga menimbulkan kerugian sangat besar.

Masyarakat setempat memberikan kecaman sehingga pihak itu merugi baik materiil maupun non materiil.

Bahkan, warga lokal serta negeri tetangga sempat memboikot pelarangan produknya. Adanya kasus ini merugikan banyak pihak. Tidak hanya perusahaan, namun pemegang saham hingga seluruh staf juga menerima dampaknya.

Kasus Pelanggaran Etika di dalam Stakeholder

Ada lagi kasus di Indonesia dan sempat viral beberapa waktu yang lalu. Permasalahan itu berawal dari munculnya Rodeo, biskuit milik Khonghuan. Secara fisik, bentuknya cukup mirip dengan Oreo. Selain serupa, namanya pun tidak jauh beda. Ini merupakan sebuah pelanggaran etika.

Pelanggaran etika ini dikarenakan Rodeo tersebut mirip dengan Oreo yang merupakan buatan PT.Kraft. Meskipun dari segi rasa agak berbeda, namun adanya kemiripan itu dapat mengecoh pelanggan untuk membelinya. Melihat kasus dalam stakeholder, berikut penjelasannya:

Penciptaan Rodeo yang sangat mirip dengan Oreo ini akan mengecoh pelanggan untuk membelinya. Itu merupakan kerugian besar bagi PT Kraft. Padahal, cemilan enak tersebut telah terkenal jauh lebih lama dan memiliki nama cukup besar.

Jika terjadi dalam waktu lama, bisa-bisa konsumen tidak sadar berpindah haluan. Kemiripan pada nama serta bentuknya bisa mengecoh pelanggan. Pelanggaran tersebut membuat stakeholder mengalami rugi besar.

Tidak hanya perusahaan saja, namun karyawan dan pemegang saham juga menerima dampaknya. Di sini terlihat dengan jelas bahwa Rodeo (PT Nissin Biscuit) melanggar UU No 15 tahun 21 yakni tentang kepemilikan merk.

Kasus Daging Glonggongan di Magelang

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provisnis Jawa Tengah bersama dengan beberapa pihak lainnya, melakukan sidak di berbagai pasar guna mencari sapi glonggongan. Ternyata, di pasar Rejowinangun terdapat daging mencurigakan sebanyak 18,5 kilogram.

Setelah dicek, ternyata daging ini adalah glonggongan. Tidak hanya itu, mereka pun menemukan jerohan glonggongan dengan jumlah sedikit. Dugaan kuat dari para ahli mengatakan bahwa sapi itu berasal dari Boyolali. Agar tidak merugikan, akhirnya bahan makanan tersebut dibakar.

Menanggapi hal itu, kasus daging glonggongan yang ada di Magelang ini sangat merugikan pelanggan. Konsumen akan mendapat getahnya jika nekat membelinya.

Sayangnya, terkadang mereka tidak tahu tentang kondisinya. Apabila mengonsumsi bahan makanan tersebut, umumnya pasien terkena diare selama beberapa hari.

Selain itu, secara finansial juga mengalami rugi karena sebenarnya beratnya tidak sesuai realita. Bila timbangan menunjukkan 1 kg, bisa saja aslinya hanya 750 gram dan dibuat berat dengan air. Dari permasalahan itu, pihak paling dirugikan adalah pembeli.

Kasus Pemberdayaan Masyarakat di Semarang

Untuk memahami arti stakeholder, sebaiknya kaitan hal tersebut pada contoh kasus. Dengan menggunakan contoh secara kongkret, pemahaman pun akan semakin lebih baik. Salah satu permasalahan yang bisa dikaji tentang pemangku kepentingan ialah pemberdayaan masyarakat.

Masyarakat di kampung Tematik mempunyai kemampuan ekonomi di bawah standar. Padahal, mereka memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Belum ada pelatihan maupun pembinaan sehingga pelaku bisnis kebingungan menjajakan dagangannya. Untungnya, ada penyelesaiannya.

Pemerintah dengan para pemangku kepentingan menyelesaikan persoalan tersebut. Masyarakat lokal warga Tematik diberikan modal serta pelatihan terkait jajanan pasar sehingga potensi usahanya makin berkembang.

Di sini terlihat bahwa peran stakeholder sangat penting. Rakyat pun bisa hidup lebih baik dan sejahtera. Mereka dapat menjual dagangannya di Taman Gajahmungkur. Jadi ada lahan yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh pendapatan lebih.

Kasus Covid-19

Seperti yang diketahui pemerintah memiliki tugas sebagai pemangku kepentingan untuk masyarakat Indonesia. Saat wabah Corona melanda, para petinggi memiliki andil untuk memberikan peraturan baru untuk mengurangi berkembangnya virus tersebut.

Pemerintah pusat telah bekerja sama dengan stakeholder lainnya untuk menerapakan protokol kesehatan supaya masyarakat tetap aman dan tidak tertular oleh virus berbahaya tersebut. Selain itu, para petinggi negara juga menggandeng Menteri Kesehatan serta pers agar lebih baik.

Peran Pemerintah pada kasus covid-19 ini sudah sangat baik. Segala stakeholder diajak untuk bekerja sama hingga pemerintah daerah pun menjaga teritorialnya lebih ketat.

Tidak hanya dari instansi itu, namun pers pun punya andil cukup tinggi. Adanya himbauan secara daring atau media elektronik relatif ampuh dan efektif untuk memberitahukan pentingnya hidup jaga jarak ketika wabah Corona itu berlangsung.

Namun, masyarakat pun turut serta mewujudkannya. Jika rakyat enggan melakukannya, tentu Covid-19 akan susah dihentikan.

Kasus Pemilu Indonesia

Stakeholder ialah orang dengan kepentingan tertentu. Untuk bisa lebih memahaminya, sebaiknya Anda ketahui salah satu kasusnya yakni pemilihan umum di Indonesia. Dalam pemilu, sangat sedikit politikus yang memiliki jiwa amanah untuk mengemban suara dan aspirasi rakyat.

Baca Juga: Pengertian Promosi

Tidak sedikit para pemimpin dari partai politik tidak mampu mengemban amanah setelah dilantik menjadi petinggi negara. Hal ini sangat menyedihkan, padahal masyarakat dituntut menyemarakkan aspirasinya dalam pemilu. Namun setelah dipilih, hanya janji kosong saja yang didapat.

Dalam pemilu, masyarakat seolah menjadi stakeholder paling lemah. Sementara itu, pemangku kepentingan lainnya adalah partai politik, panitia pemilihan umum dan pemerintah.

Seharusnya sistem di parpol dibenahi hingga hanya orang berkompeten serta berjiwa sosial saja yang bisa dicalonkan. Kebanyakan petinggi negara lupa akan janjinya pada rakyat kala dipilih.

Demikian beberapa pengertian stakeholder sekaligus penjelasan serta kasus-kasusnya. Dapat disimpulkan, definisinya cukup luas karena tidak hanya di perusahaan saja, namun di berbagai bidang juga digunakan. Semoga adanya sekilas info ini akan menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan