Pengertian Startup: Jenis, Ciri & Perkembangannya di Indonesia

Pengertian Startup
13Sep, 2020

Startup merupakan istilah yang seringkali dikaitkan dengan perusahaan baru saja berdiri dan ingin menarik perhatian pasar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Tidak heran jika upaya ini memang cukup efektif dalam menjangkau calon pelanggan serta berhasil memenangkan persaingan.

Daftar isi:

Pengertian Startup

Startup biasa disebut dengan perusahaan yang baru saja dirintis atau belum lama berdiri. Dalam hal ini, mereka akan memanfaatkannya untuk tahap pengembangan dan perluasan pasar. Banyak pihak menghubungkan aplikasi terbaru ini dengan adanya perkembangan teknologi internet.

Secara bahasa, startup sendiri berasal dari kata start yang berarti memulai dan juga up memiliki arti meningkat atau naik. Jika digabungkan maksudnya yakni mulai naik atau mulai meningkat. Istilah ini cocok digunakan bagi perusahaan yang sedang berada di tahap peningkatan serta pengembangan.

Pengertian dari startup secara umum adalah sebuah bisnis atau usaha berbasis online yang baru saja dimuali dan sedang diupayakan untuk terus berkembang. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai upaya perusahaan dalam pengkajian pemasaran sehingga bisa ditentukan target pasar secara tepat.

Pengertian Startup Menurut Pendapat Para Ahli

Pengertian Startup Menurut Pendapat Para Ahli

Meskipun pada umumnya pengertian startup mengarah kepada pengembangan sebuah bisnis atau usaha yang baru saja dirilis, ternyata sudah banyak ahli atau pakar yang menyampaikan pendapatnya mengenai istilah tersebut. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini:

Neil Blumenthal, co-CEO dan Cofounder dari Warby Park

Pendapat pertama mengenai pengertian startup disampaikan oleh Neil Blumenthal sebagai co-CEO dan cofounder dari Warby Park. Dengan usaha yang telah digelutinya, tentu membuatnya memiliki pengetahuan dan keahlian cukup luas dalam bidang ini.

Menurut Neil, startup merupakan suatu perusahaan yang sedang bekerja untuk memecahkan masalah di masyarakat dimana solusi dari pemecahan tersebut masih belum jelas. Bahkan perihal kesuksesan dan keuntungannya juga tidak dapat terjamin secara pasti.

Adora Cheung, CEO dan cofounder dari Homejoy

Perlu Anda ketahui bahwa Homejoy sendiri menjadi salah satu startup yang paling populer di United States pada tahun 2013. Hasil pemikiran dari Adora Cheung ini membuat pemiliknya memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman dalam bidang bisnis tersebut.

Menurut Adora Cheung, startup  adalah keadaan pikiran. Pada saat itu, ia menyampaikan sebagai berikut startup is a state of mind. Pemikiran yang ada di dalam otak masing-masing manusia tentu ingin selalu memecahkan masalah di sekelilingnya. Maka dari itu, Adora memberikan pendapat demikian.

Merriam Webster

Pendapat selanjutnya ada di kamus Merriam Webster dimana di dalamnya menjelaskan bahwa startup merupakan sebuah perusahaan yang masih pemula. Pernyataan tersebut memang serupa dengan pengertian pada umumnya.

Banyak orang mengartikan bahwa pengertian startup sendiri merupakan perkembangan dari perusahaaan yang baru saja berdiri. Kebanyakan dari mereka akan memanfaatkan adanya teknologi internet berupa aplikasi untuk menjangkau pangsa pasar secara lebih luas.

The American Herritage Dictionary

Berdasarkan pendapat dari Robehmed pada tahun 2013 yang terdapat di The American Herritage Dictionary, dikemukakan bahwa startup merupakan bisnis baru dan masih ingin memulai operasinya. Baik itu bisnis di bidang jasa ataupun barang.

Hampir serupa seperti pendapat sebelumnya bahwa startup memang merupakan cikal bakal dari berdirinya sebuah usaha yang baru saja dirilis. Beberapa di antaranya juga memercayai bahwa upaya ini memiliki maksud tersendiri untuk mengenali pasar sehingga dapat ditemukan strategi optimal.

Kiwe

Pada tahun 2018, seorang ahli bernama Kiwe menyampaikan pendapatnya mengenai apa itu startup. Awal mulanya ialah hanya sebuah badan usaha atau bisnis untuk produk dan jasa yang sudah banyak dicari dan dibutuhkan oleh orang-orang. Namun jangkauan pasarnya masih belum begitu luas.

Seiring perkembangannya, perusahaan dan bisnis dapat dijalankan dengan berbagai metode dan perancanaan sehingga pasarnya sudah meluas dari pada sebelumnya. Hal ini bisa dikatakan sebagai startup dimana penggerak sebuah usaha masih dalam tahap berkembang dan keuntungan minim.

Baskoro

Pada tahun berikutnya, tepatnya di 2013, Baskoro mengartikan bahwa startup selalu berhubungan dekat dengan usaha yang memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan produknya. Apabila tidak menggunakannya, maka bisnis tersebut bisa dikatakan sebagai Usaha Kecil Menengah.

Hal tersebut menjadi perbedaan yang cukup terlihat dari perusahaan startup dan UKM meskipun sama-sama sedang mengembangkan produk. Ada tidaknya pemanfaatan teknologi digital antara keduanya membuatnya tidak bisa disamakan.

Eric Ries

Pada tahun 2011, Eric Ries menyampaikan pendapatnya mengenai definisi dari startup. Istilah ini diartikan sebagai sekelompok individu yang menjual produk berupa layanan baru pada target pasar meski masih belum menentu. Selain itu, hal ini juga ditujukan untuk mencari metode bisnis terbaru.

Jika metode bisnis baru telah ditemukan akan dijadikan oleh perusahaan startup dalam menghadapi dinamika pasar yang masih saja berubah karena perhitungan keuntungan belum pasti diketahui. Hal ini menjadi perbedaan paling utama dari produk aplikasi digital dengan usaha pada umumnya.

Yevgeniy Brikman

Pendapat berikutnya mengenai pengertian dari startup disampaikan oleh Yevgeniy Brikman. Pada tahun 2015, istilah tersebut diartikan sebagai sekumpulan individu yang berkumpul untuk membentuk organisasi demi membangun sebuah perusahaan rintasan dan menghasilkan produk berupa aplikasi.

Mereka dapat saling bekerjasama dalam merintis perusahaan di bidang teknologi tersebut. Tentunya pangsa pasarnya pun akan berbeda jika dibedakan dengan target konsumen yang dijalankan oleh usaha pada umumnya.

Blank dan Dorf

Pendapat tentang definisi startup selanjutnya disampaikan oleh Blank dan Dorf. Pada tahun 2012, keduanya menampaikan bahwa aplikasi digital tersebut merupakan hasil dari organisasi yang bersifat sementara dengan tujuan mencapai bisnis model dalam situasi pasar belum bisa diketahui pasti.

Ketidakpastian tersebut memang benar adanya dari perusahaan startup karena tujuannya murni untuk memberikan solusi bagi masyarakat luas yang sebelumnya mengalami banyak kesulitan di berbagai keperluan. Aplikasi tersebut dinilai efektif jika memang target pasar berhasil dicapai.

Steve Blank

Pendapat selanjutnya disampaikan oleh Steve Blank. Selama belajar di akademisi ternama di Silicn Valley, ia menyampaikan bahwa startup sendiri merupakan organisasi yang didirikan dengan tujuan mencari model bisnis sehingga dinilai terukur dan dapat dilakukan secara berulang.

Baca Juga: Situs Pasang Iklan Gratis Terbaik dan Terlaris

Dalam memberikan layanan guna memudahkan masyarakat banyak tentu memerlukan berbagai pertimbangan sebelumnya sehingga dihasilkan solusi yang terukur. Jika strategi tersebut dinilai memang efektif, maka akan diaplikasikan secara berulang kepada masyarakat luas.

David Kidder

Pendapat terakhir mengenai definisi startup disampaikan oleh David Kidder pada tahun 2012. Penulis buku berjudul Startup Playbook ini mendenisikannya sebagai bisnis baru yang secara original dikembangan oleh pendirinya dan berfokus pada pertumbuhan serta perkembangan ekonomi.

Selain itu, startup dinilai memiliki resiko atau keuntungan yang masih belum pasti namun pertimbangannya bisa diukur secara detail. Tidak hanya itu saja, perusahaan penghasil aplikasi digital ini juga mampu menguasai persaingan pasar karena telah memanfaatkan teknologi terkini.

Ciri-Ciri Startup

Ciri-Ciri Startup

Tidak semua perusahaan bisa dikatakan sebagai startup. Oleh karena itu, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dijadikan sebuah indikator bahwa usaha atau bisnis tersebut tergolong ke dalamnya. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut:

Perusahaan Berdiri Kurang dari Tiga Tahun

Ciri pertama sebuah perusahaan bisa dikatakan sebuah startup adalah belum beroperasi selama lebih dari tiga tahun. Indikasi ini menandakan bahwa mereka memang menjalankan usaha atau bisnis tersebut masih dalam jangka waktu yang cukup singkat dan tergolong baru.

Maka dari itu, tidak semua perusahaan bisa dikatakan sebuah start up. Beberapa di antaranya baru terfikirkan akan merilis sebuah aplikasi digital ketika beroperasi pada tahun ke lima, enam atau selanjuntya. Hal ini jelas tidak dapat membuat mereka tergolong usaha atau bisnis yang masih baru.

Jumlah Karyawan Kurang dari 20 Orang

Selain jangka waktu sebuah perusahaan beroperasi, ciri-ciri berikutnya yaitu mengharuskan jumlah karyawan yang dimiliki tidak boleh melebihi dari 20 orang. Tentunya sebuah bisnis atau usaha baru akan mengalami kekurangan jika harus membayar gaji seluruh pekerjanya jika berjumlah banyak.

Oleh karena itu, sebuah perusahaan yang masih baru tentu tidak akan mempekerjakan karyawan dalam jumlah banyak. Di saat tahap pembangunannya, pastinya semua bisnis difokuskan dengan mengembangkannya bersama-sama bukan untuk menambah banyaknya pekerja.

Masih dalam Tahap Perkembangan

Ciri berikutnya yaitu sebuah perusahaan memang masih dalam tahap perkembangan. Baik untuk segi perlengkapan, administrasi, infrastruktur atau segi lainnya belum menandakan adanya kelengkapan yang sempurna sehingga mereka disibukkan untuk berbenah bersama-sama.

Tentu akan menjadi hal yang bertolak belakang apabila dibandingkan dengan perusahaan berumur puluhan tahun. Pastinya mereka sudah melewati tahap perkembangan ini dan telah berhasil mencapai kesuksesan sehingga tidak dapat dikatakan sebagai usaha startup.

Penghasilan Per Tahun Kurang dari $100.000

Baik dari lamanya beroperasi, jumlah karyawan dan perusahaan yang masih dalam tahap perkembangan tentu akan berdampak pada jumlah penghasilan. Hal ini menjadi ciri bahwa usaha tersebut memang baru saja berdiri karena keuntungan tahunan tergolong belum maksimal.

Total penghasilan per tahun yang bisa dijumlahkan tidak boleh melebihi dari $100.000 jika memang perusahaan tersebut masih tergolong baru. Dalam tahap perkembangan, tentu keuntungan belum bisa didapatkan secara maksimal karena disibukkan dengan menata bisnis dari awal.

Produk yang Diluncurkan Berupa Aplikasi Digital

Ciri ini menjadi karakteristik utama dari perusahaan startup. Dalam mengembangkan usahanya, mereka harus memiliki produk berupa aplikasi digital yang tentunya mempunyai manfaat sebagai solusi untuk memecahkan masalah di kebanyakan masyarakat.

Tentu Anda sudah banyak menjumpai bisnis startup yang telah berkembang di Indonesia. Beberapa diantaranya menjadi cikal bakal untuk aplikasi digital lainnya ikut berkembang. Pastinya hal ini juga disambut positif oleh masyarakat karena dipercaya mampu memudahkan berbagai kepentingan.

Berjalan di Dunia Web dan Teknologi

Aplikasi digital memang tidak bisa dijauhkan dari teknologi. Banyaknya apk yang bermunculan menjadi salah satu bukti dari perkembangan dunia internet. Para pengguna baru bisa mengaksesnya melalui koneksi jaringan stabil.

Begitu pun pengoperasian aplikasi digital yang dikeluarkan oleh perusahaan startup mengharuskan penggunanya untuk mendapatkan akses terlebih dahulu. Namun hal tersebut bukan lagi menjadi kesulitan bagi banyak orang, hingga saat ini koneksi internet telah mudah didapatkan.

Jenis-jenis Bisnis Startup

Jenis-jenis Bisnis Startup

Dalam perkembangan bisnis startup di dunia, terdapat beberapa jenis yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Klasifikasi ini juga berdasarkan atas keperluan banyak orang sehingga efektif dalam menemukan solusi dan memudahkan mereka menyelesaikan pekerjaan. Berikut rinciannya:

Bisnis Startup di Bidang Properti

Jenis startup pertama yang dipercaya memiliki peluang atau potensi besar untuk dikembangkan adalah di bidang properti. Meskipun tidak selalu mudah, namun terdapat banyak tips bagi penggeraknya dalam menemukan inovasi hunian sesuai keinginan dan kekinian dari para pelanggan.

Jika Anda tertarik menekuni startup di bidang ini, maka sediakan beberapa tips untuk menciptakan tempat tinggal yang nyaman namun tetap kekinian. Selain itu, demi memudahkan pelanggan mendapatkan rumah impian namun tidak memiliki budget mencukupi, carikan solusi berupa kredit ringan.

Bisnis Startup di Bidang Perdagangan

Bisnis berikutnya yang tentu akan mempunyai peluang besar bagi Anda dalam mengembangkan startup adalah di bidang perdagangan. Aplikasi berupa e-commerce kini terbukti memiliki banyak peminat jika menyediakan banyak penawaran menarik seperti potongan harga dan promo lainnya.

Menariknya, banyak kemudahan yang akan diperoleh bagi orang-orang jika mereka berbelanja secara online melalui e-commerce. Maka dari itu, tidak ada salahnya apabila merilis sebuah aplikasi startup di bidang perdagangan dengan tambahan adanya inovasi agar menarik target pasar.

Bisnis Startup di Bidang Gaming

Gaming menjadi salah satu dunia yang cukup digemari oleh banyak orang sehingga dijadikan hobi bahkan profesi. Hal ini menjadi alasan mengapa membuat startup di bidang ini berpeluang. Bahkan bisnis ini dipercaya membuat Anda memperoleh keuntungan sebab minat masyarakat terbilang tinggi.

Anda dapat mendirikan startup di bidang tersebut demi memudahan kebutuhan bagi para generasi milenial. Cukup berikan beberapa inovasi seperti game online yang dikemas untuk seluruh kalangan sehingga permainan dapat dimainkan oleh semua orang tanpa harus memandang usianya.

Bisnis Startup di Bidang Sekuritas

Jenis startup yang berpeluang berikutnya yang dapat didirikan yakni bidang sekuritas. Kabarnya usaha ini sedang menarik banyak perhatian masyarakat dan diminati oleh kebanyakan orang untuk dijalankan. Selain mendapat keuntungan, melalui aplikasi ini para pengguna bisa belajar banyak tentang saham.

Sekuritas sendiri merupakan jenis startup berupa aplikasi atau platform yang dilengkapi dengan fitur khusus sehingga memungkinkan penggunanya untuk bermain saham. Nantinya para user akan dimudahkan dalam melakukan jual beli secara online, baik berbentuk reksadana atau saham forex.

Bisnis Startup di Bidang Insurance

Bisnis berikutnya yang bisa Anda pilih untuk menjalankan usaha startup adalah di bidang insurance atau biasa dikenal dengan asuransi. Menariknya, hal ini akan berbeda jauh jika dibandingkan perusahaan secara konvensional pada umumnya.

Pada umumnya asuransi yang dilakukan secara konvensional menuntut seseorang untuk menyisihkan uangnya setiap bulan sebagai iuran wajib dan bisa dimanfaatkan di masa mendatang. Berbeda halnya dengan startup insurance, kebanyakan hanya memberikan informasi terkini.

Faktor Pendukung Startup

Faktor Pendukung Startup

Dalam mengembangkan bisnis startup, diperlukan beberapa faktor pendukung. Tentunya hal ini juga menjadi pertimbangan bagi perusahaan sebelum merilis sebuah aplikasi digital. Jika Anda tertarik untuk memulai usaha ini, maka pertimbangkan beberapa poin di bawah ini:

Masyarakat Indonesia Pasti Menyambut Positif Adanya Teknologi Baru

Faktor pendukung pertama yang bisa menjadi keuntungan mengapa banyak startup dimulai di Indonesia karena masyarakatnya selalu menyambut positif semua hal berkaitan dengan teknologi. Pasti Anda juga menjadi salah satu di antara mereka karena telah menjajal beberapa aplikasi digital.

Hal ini mendasari bahwa pengguna internet di Indonesia yang sangat banyak. Konsumsi akan dunia teknologi, baik itu sosial media ataupun mesin pencarian sudah menjadi keseharian bagi warga tanah air. Kebiasaan inilah yang menjadi alasan mengapa startup dengan rating baik sudah banyak digunakan.

Jumlah Warga Indnesia yang Sangat Banyak

Selain antusiasme masyarakat Indonesia akan penemuan teknologi baru yang cukup tinggi, adanya bisnis startup juga didukung oleh jumlah penduduk di tanah air yang memang sangat banyak. Hal ini membuat konsumsi akan dunia internet semakin membludak.

Target pasar dari startup tanah air memang difokuskan bagi warga sekitar. Apabila jumlah penduduk semakin banyak, maka masalah yang mereka rasakan juga kian kompleks. Oleh karena itu, hal ini dapat dijadikan peluang baru bagi pencetus aplikasi digital guna menemukan solusi di Indonesia.

Pelayanan Startup yang Dimaksimalkan

Tingginya minat target pasar dalam menyambut adanya teknologi startup yang baru akan menjadi hal sia-sia apabila tidak dibarengi dengan pelayanan maksimal. Jika Anda sedang mengembangkannya, maka usahakan untuk memberikan  layanan optimal dan terbaik bagi kebutuhan warga tanah air.

Jika mereka merasa puas dengan adanya layanan dan kemudahan yang diberikan, tentu membuat konsumen memberikan review positif selama memakai aplikasi digital tersebut. Dari situlah pengguna baru akan mudah didapatkan.

Modal Mencukupi dari Investor

Sebuah usaha tidak akan berjalan apabila modalnya kurang mencukupi. Untuk menyiasatinya, beberapa perusahaan bisa bekerja sama dengan pihak investor demi mendapatkan sejumlah uang untuk berjalannya bisnis ke depannya.

Pilihan ini memang seringkali menjadi solusi terbaik bagi kebanyakan orang jika modal usaha dirasa masih belum cukup. Bekerja sama dengan investor akan memberikan sisi positif jika perjanjian menguntungkan bagi kedua belah pihak. Hal ini bisa dijadikan alternatif bagi pendiri startup.

Adanya Dukungan dari Pemerintah

Selain dibarengi dengan modal yang mencukupi, beberapa startup akan mengikuti event tertentu dari pemerintah untuk memperkenalkan produk mereka bagi masyarakat luas. Hal ini juga dirasa cukup efektif dalam menjangkau pasar lebih jauh lagi.

Baca Juga: Situs Belanja Online Terbaik

Menariknya lagi, jika sebuah startup memang benar-benar berkualitas dalam memecahkan masalah yang ada di warga sekitar tentunya bisa menarik perhatian pemerintah untuk memberikan dukungan. Apabila hal ini berhasil diraih, pastinya masyarakat akan lebih tertarik menggunakan aplikasinya.

Perkembangan Startup di Indonesia

Perkembangan Startup di Indonesia

Tentu Anda sudah sering menjumpai banyaknya startup yang mulai berkembang di Indonesia. Hal ini memang benar adanya dengan bukti semakin banyak generasi milenial melalui ide cemerlangnya merilis sebuah aplikasi digital. Berikut adalah beberapa perkembangannya di tanah air:

Banyaknya Inkubator Bermunculan di Indonesia

Inkubator sendiri merupakan sebuah wadah yang sengaja didirikan untuk memberikan banyak dukungan dari beberapa ahli kepada founder muda. Bagi generasi milenial dengan ide terbarunya bisa memanfaatkan adanya pendampingan ini guna memaksimalkan dan mengoptimalkannya.

Banyak startup yang telah lahir dan kebanyakan memang dari kalangan masih muda. Dengan minimnya pengalaman dan pengetahuan akan dunia bisnis, tentu mereka bisa saja kesusahan saat mengembangkannya. Maka dari itu, kini sudah banyak inkubator bermunculan di Indonesia.

Program 1000 Startup dari Pemerintah

Selain adanya tekad dari diri sendiri dalam mengembangkan startup ini, dukungan dari pemerintah nyatanya juga cukup penting. Baru-baru ini, presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Amerika, yakni tepatnya di Sillvicon Valley telah menyinggung tentang perkembangan aplikasi digital tersebut.

Dalam sambutannya, presiden Joko Widddo menyampaikan bahwa akan ada program untuk mencari sedikitnya 100 startup yang masih baru di Indonesia. Melalui project ini, harapannya para founder dan technopreneur tanah air bisa lebih semangat dan bertekad untuk mengembangkan ide terbarunya.

Banyaknya Investor Menanamkan Modal

Selain tekad diri sendiri dan dukungan dari pemerintah, perusahaan startup yang masih baru akan berjalan kurang maksimal jika tidak memiliki modal memadai. Akan tetapi kesulitan ini ternyata sudah mengundang banyak investor untuk menenamkan sejumlah uangnya kepada beberapa founder.

Dengan begitu, startup di Indonesia yang awalnya terhalang masalah biaya bisa lanjut untuk berkembang karena minat investor untuk menanamkan modalnya. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa startup di tanah air memang sudah menunjukkan perkembangan cukup pesat.

Banyaknya Komunitas Startup di Berbagai Kota 

Relasi dalam menjalankan sebuah usaha memang terbilang sangat penting. Dari sekian banyaknya penemu aplikasi startup di berbagai kota di Indonesia telah mendirikan komunitas tersendiri bagi mereka dalam mengembangkan bisnis serta saling berbagi informasi bermanfaat.

Adanya komunitas startup yang tersebar di Indonesia tersebut membuat para pencetus aplikasi digital akan saling berkembang. Maka tidak heran jika hal ini juga menjadi salah satu alasan dari orang-orang terutama generasi muda untuk ikut bergabung dalam memulai usaha.

Jenis Startup di Indonesia

Jenis Startup di Indonesia

Dalam perkembangannya, dikenal beberapa kelompok yang sampai saat ini masih mendominasi di Indonesia. Ketiga jenis startup ini memang menjadi solusi bagi kebanyakan warga tanah air karena mengalami banyak kesulitan sebelumnya. Inilah penjelasannya:

Startup di Bidang Perdagangan

Tentu Anda sudah menjadi salah satu orang yang merasakan kemudahan sebab banyaknya marketplace atau e-commerce tersedia saat ini. Belanja online kini telah menjadi kebiasaan baru bagi warga tanah air karena memudahkan mereka dalam mendapatkan barang tanpa harus mendatangi tokonya.

Terlebih jika startup belanja online tersebut menawarkan banyak promo dan potongan harga yang menarik, akan membuat minat warga Indonesia semakin meningkat. Dengan mengenali kebiasaan berbelanja kebanyakan orang membuat perusahaan tersebut merilis sebuah aplikasi digital kekinian.

Startup di Bidang Pendidikan

Selain di bidang jual beli, jika Anda merasa sebagai orang tua ataupun anak yang masih duduk di bangku sekolah, tentu sudah menjadi saksi tentang perbedaan signifikan pendidikan di era sekarang dengan zaman dulu. Sampai saat ini, banyak startup berdiri untuk memudahkan proses belajar.

Melalui aplikasi digital berbayar, berbagai materi bisa didapatkan oleh seluruh penggunanya. Bahkan startup ini sangat dibutuhkan bagi kebanyakan orang tua untuk memudahkan proses belajar anak-anaknya di masa pandemi ini. Hal ini menjadi solusi sebab pendidikan di sekolah kurang efektif.

Startup di Bidang Game

Selain kedua jenis di atas, para gamer di Indonesia juga tidak kalah banyaknya dari pemburu diskonan pada aplikasi e-commerce. Itulah mengapa dalam dunia game pun juga menjadi peluang baru bagi perusahaan starturp untuk memulai bisnis terbarunya.

Tidak heran jika Anda merasa bahwa game di Indonesia memang sedang berkembang dengan pesat. Bahkan para gamer sudah menjadikan keahlian dalam bermain permainan tersebut menjadi sebuah profesi dan bisa menunjukkan kemampuannya pada sebuah kompetisi.

Tips Memulai Bisnis Startup

Tips Memulai Bisnis Startup

Dalam mengembangkan sebuah bisnis startup, tentu tidak bisa dilakukan secara sembarangan atau tanpa menerapkan ilmu di dalamnya. Maka dari itu, Anda dapat mencoba beberapa tips di bawah untuk memulai usaha berbasis aplikasi digital. Berikut penjelasannya:

Menemukan Ide Bisnis

Menurut seorang ahli bernama Neil Blumenthal, startup sendiri merupakan perusahaan yang mempunyai visi dalam memecahkan masalah di area sekitar. Oleh karena itu, maka sudah jelas bahwa inovasi ini memang muncul dari permasalahan atau kesulitan dari masyarakat luas.

Jika Anda tertarik untuk membangun bisnis startup, maka sebaiknya pastikan terlebih dahulu bahwa ide yang akan direncanakan memang efektif dijadikan solusi dari permasalahan di masyarakat. Maka dari itu, mulailah mencari masalah terdekat di sekitar dan temukan cara menyelesaikannya.

Mencari Sumber Dana

Walaupun startup termasuk bisnis yang dikategorikan idealis, namun bukan berarti bahwa urusan dana menjadi hal tidak penting. Anda perlu menyiapkan sejumlah uang sebagai modal dalam memberikan bayaran kepada karyawan, kebutuhan bulanan serta kepentingan perkembangan.

Pada umumnya, terdapat enam sumer dana yang dapat Anda gunakan sebagai modal untuk startup ini. Beberapa di antaranya yaitu simpanan pribadi maupun kredit, pendanaan perusahaan, pinjaman dari teman atau keluarga, investasi personal, meminjam dari bank dan terakhir yakni crowdfunding.

Membuat Rencana Bisnis

Sebuah business plan menjadi hal yang wajib bagi Anda jika ingin memulai sebuah usaha apapun itu jenisnya. Terutama apabila menjalankan startup dan dikenal belum memiliki kepastian mengenai keuntungan ke depanya.

Oleh karena itu, Anda harus membuat rencana bisnis yang tentunya praktis dan terstruktur. Harapannya perencanaan tersebut dapat menunjukkan prospek dari startup sehingga memberikan gambaran mengenai kesuksesan ke depannya.

Menjadi Founder yang Kreatif dan Inovatif

Poin utama dalam memulai bisnis startup adalah tekad dan kemauan dari diri sendiri. Mengingat bahwa produk aplikasi digital ini sudah banyak digunakan warga tanah air, membuat Anda harus menemukan inovasi sebagai solusi paling tepat agar tidak serupa dengan penemuan sebelumnya.

Tidak hanya dituntut untuk inovatif saja, Anda juga harus menjadi pribadi yang kreatif. Harapannya selain memberikan inovasi ke dalam aplikasi digital tersebut, founder harus menemukan berbagai cara selama pengelolaan agar berhasil menarik target pasar dan meraup keuntungan.

Merekrut Orang yang Jenius

Akan menjadi hal yang cukup sulit jika Anda mengembangkan bisnis startup tanpa dibarengi dengan tenaga professional. Selain mempunyai keahlian dalam bidang teknologi, para pekerja juga harus terkenal sebagai orang jenius guna memunculkan ide-ide kerennya selama tahap perkembangan.

Jika Anda sudah memiliki ide terbaru untuk mengembangkan sebuah aplikasi digital, akan menjadi hal tidak mudah jika harus berdiskusi bersama orang yang belum paham dengan bidang tersebut. Maka dari itu, sangatlah penting dalam merekrut orang berkompeten dan jenius.

Membangun Keseimbangan Antara Online dan Offline

Apabila bisnis startup sudah terbangun dan menunjukkan kesuksesannya, tentu Anda tidak ingin pencapaian ini berhenti di tengah jalan. Maka dari itu, bangunlah keseimbangan antara sisi online dan offline demi usaha tersebut lebih eksis dan dikenal oleh banyak masyarakat.

Baca Juga: Situs Jual Beli Rumah Terbaik di Indonesia

Untuk keberadaan offline, Anda bisa memaksimalkan dari segi kantor untuk membuat desain paling menarik dan nyaman bagi semua pekerja di dalamnya. Dengan begitu, mereka bisa bekerja lebih maksimal serta optimal lagi. Tentunya hal ini berdampak positif bagi keberlangsungan usaha startup.

Menjadikan Visi dan Misi Sebagai Tujuan Utama

Tips selanjutnya yaitu Anda harus mengingat apa visi dan misi sebelum bisnis startup tersebut didirikan. Hal ini bisa saja dilupakan ketika usaha sudah berada di titik puncak. Tentunya keuntungan telah didapatkan sehingga membuat founder kurang fokus dengan pelayanan kepada pelanggan.

Maka dari itu, Anda harus menjadikan visi dan misi sebagai tujuan utama jika perusahaan startup sudah mengalami kesuksesan. Hal ini bisa menjadi boomerang tersendiri bagi bisnis yang tengah dijalankan. Parahnya lagi juga beresiko jika usaha ternyata berhenti di tengah jalan.

Membangun Media Sosial yang Kuat

Sosial media memang menjadi sarana pemasaran yang paling efektif. Tidak hanya bagi perusahaan startup saja, sosmed juga dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh usaha baik kecil maupun sudah berkembang secara besar. Banyaknya pengguna menjadi salah satu peluang cukup berpotensi.

Selain mengembangkan fitur-fitur pada aplikasi digital, sebagai founder, Anda juga bisa memanfaatkan adanya sosial media untuk mengenalkan produk kekinian tersebut. Dengan menarik minat banyak orang, tentu bisnis ini bisa mudah dikenali dan mulai digunakan oleh warga tanah air.

Selalu Berinovasi

Dengan banyaknya perusahaan startup yang sudah bermunculan di Indonesia, membuat Anda harus selalu berinovasi demi memberikan kemudahan bagi masyarakat. Jika ide baru tersebut memang efektif, maka warga Indonesia tentu akan sangat antusias untuk menggunakannya.

Maka dari itu, sebagai founder sebuah aplikasi startup, Anda diharuskan untuk selalu berinovasi secara terus menerus. Harapannya agar target pasar bisa menyambut dengan baik karena adanya penemuan terbaru yang tentunya memudahkan.

Selalu Gencar Memberikan Pelayanan Terbaik

Jika Anda sudah berhasil menarik banyak pengguna dari masyarakat, maka jangan lupa untuk selalu memberikan pelayanan terbaik. Hal ini menjadi upaya agar mereka tetap menjadi pelanggan tetap dalam menggunakan aplikasi startup tersebut.

Maka dari itu, jangan lupa untuk memberikan pelayanan terbaik baik untuk pelanggan baru maupun lama. Upaya ini juga menjadi usaha untuk memudahkan berbagai kalangan masyarakat yang sebelumnya mengalami beberapa kesulitan di banyak bidang.

Menjaga Hubungan dengan Konsumen

Pengusaha yang masih baru terkadang akan disibukkan untuk menjaring calon pelanggan. Namun beberapa di antaranya melupakan pentingnya menjaga konsumen agar menjadi loyal. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa customer tetap berpotensi besar dalam keberlangsungan bisnis.

Selain itu, menjaring calon pelanggan membutuhkan lebih banyak biaya jika dibandingkan dengan mempertahankan konsumen lama. Maka dari itu, jangan melupakan mereka dalam mengembangkan sebuah bisnis, terutama untuk jenis startup ini.

Tidak Mudah Menyerah

Meskipun tips ini terdengar sangat kuno, namun hal tersebut bisa dijadikan pedoman bagi Anda yang sedang memulai bisnis startup dan tergolong masih baru. Tentunya berbagai kegagalan akan lebih mudah dijumpai sebelum meraih puncak kesuksesan.

Maka dari itu, bisnis memang bukan hal yang pasti. Menjalankan sebuah usaha harus dibarengi dengan upaya maksimal namun tidak mudah menyerah. Banyak dari pengusaha sudah merasakan gulung tikar karena kurang sanggup menghadapi rintangan kegagalan di awal perkembangan.

Contoh Aplikasi Startup yang Berkembang di Indonesia

Contoh Aplikasi Startup yang Berkembang di Indonesia

Dalam perkembangan startup di Indonesia, sudah banyak aplikasi digital yang digunakan oleh warga tanah air. Kebanyakan memang memudahkan mereka pada beberapa kepentingan seperti belanja, metode pembayaran serta pendidikan secara online. Untuk lebih mengenalnya, berikut ulasannya:

Tokopedia

Sejak didirikan pada tahun 2009, aplikasi ini kian dikenal dan digunakan oleh banyak orang seiring dengan kebutuhan berbelanja online saat ini yang meningkat. Menariknya, Tokopedia sudah bertransformasi menjadi unicorn dan telah berkembang tidak hanya di tanah air melainkan di kawasan Asia Tenggara.

Pada awal berdirinya, Tokopedia memiliki misi agar seluruh penggerak ekonomi di Indonesia bisa merasakan pemerataan dengan memanfaatkan dunia digital. Meskipun awalnya masih belum dilirik oleh banyak orang, namun aplikasi ini sudah dijadikan sarana penjualan oleh beberapa produsen.

Go-Jek

Startup yang tidak kalah menariknya di Indonesia adalah Gojek. Perusahaan asli Indonesia ini bergerak di layanan angkutan berkendara melalui jasa para ojek. Dirilisnya aplikasi kekinian ini dapat dirasakan oleh banyak orang berkat buah karya dari Nadiem Makarim.

Semakin berkembangnya aplikasi digital tersebut membuat Gojek tidak hanya melayani melalui jasa ojek saja. Akan tetapi penggunanya sudah bisa menggunakan berbagai fitur seperti pemesanan makanan, pengantaran barang, layanan pijat dan masih banyak lagi.

Traveloka

Startup berikutnya yang tidak kalah popular dari pada sebelumnya adalah Traveloka. Perusahaan ini menyediakan layanan berupa pemesanan berbagai tiket seperti kereta api, pesawat, bus dan tempat penginapan secara online. Selain itu, juga menawarkan penerbangan untuk ke luar negeri.

Perusahaan Traveloka didirikan oleh Ferry Unardi, Albert Zhang dan Derianto Kusuma. Aplikasi ini telah mengembangkan usahanya demi memudahkan banyak orang yang pada umumnya diharuskan menunggu antrian terlebih dahulu untuk membeli tiket guna kemudahan akomodasi.

Akulaku

Startup selanjutnya yang bergerak di bidang keuangan adalah Akulaku. Aplikasi ini bisa dikatakan sebagai kredit finansial secara virtual karena memungkinkan penggunanya meminjam uang dalam jumlah besar namun bisa dilakukan dengan online.

Menariknya, Akulaku sudah diakui sebagai penyelenggara sistem elektronik. Selain itu, telah terdaftar di Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia sekitar April 2017 lalu. Dengan begitu, sistem kredit dapat dilakukan secara lebih aman karena di bawah naungan pihak OJK.

Bukalapak

Startup berikutnya yang bergerak dalam kegiatan jual beli adalah Bukalapak. Aplikasi ini menjadi unicorn dan termasuk salah satu e-commerce terbesar di Indonesia. Bahkan kabarnya juga sebagai penemuan terbaik di tahun 2010 dan didirikan oleh Achmad Zaky, Fajrin Rasyid dan Nugroho H.

Awalnya Bukalapak dikenal sebagai pasar online yang memungkinkan perusahaan kecil atau UMKM memasarkan produknya melalui dunia digital. Namun seiring berkembangnya perusahaan tersebut, pada tahun 2019 telah berhasil memiliki jutaan mitra dari penggerak UKM, warung dan lainnya.

Sale Stock

Startup di Indonesia selanjutnya ini juga bergerak pada bidang jual beli namun hanya fokus pada fashion wanita. Keuntungan yang akan dirasakan oleh pengguna aplikasi ini adalah bisa mencoba barangnya terlebih dahulu sesaat sampai di rumah dan memutuskan membeli atau tidak setelahnya.

Kemudahan tersebut menjadi jawaban bagi resahnya beberapa masyarakat, khususnya wanita yang menjumpai ukuran pakaian tidak sesuai atau bahkan kualitas barang kurang baik. Oleh karena itu, Sale Stock hadir untuk mereka dengan pelayanan mencoba terlebih dahulu sebelum membayarnya.

Hij Up

Berdiri sejak tahun 2011 lalu, salah satu e-commerce bernama HijUp ini menjunjung konsep fashion menarik terutama bagi perempuan berhijab di Indonesia. Didirikan oleh Diajeng Lestari, hingga kini berhasil bekerja sama dengan 30 desainer lokal dan telah menjual lebih dari 120 brand ternama.

Selain menyediakan fashion hijab, HijUp juga menawarkan berbagai produk berupa pakaian anak-anak serta home living. Menariknya, aplikasi ini tidak hanya digunakan oleh pelanggan di dalam negeri saja melainkan sudah merambah ke negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan lainnya.

eFishery

Startup terkenal berikutnya yang berhasil memanfaatkan potensi perikanan di Indonesia adalah eFishery. Berkat ide dari Gibran Huzaifan, sistem cerdas tersebut telah berhasil mengotomasi pakan udang dan ikan. Inovasi ini sukses dikembangkan berdasarkan dari pengamatan pribadinya.

Menurut Gibran Huzaifan, pemberian pakan yang dilakukan secara manual dipercaya kurang efektif karena kecurangan oleh karyawan dari bisnis budidaya ikan. Maka dari itu, eFishery telah memanfaatkan teknologi canggih sehingga bisa memberikan makan dan mendeteksi nafsu makan.

iGrow

Selain memanfaatkan potensi perikanan, beberapa founder aplikasi startup juga telah mencari permasalahan yang seringkali dialami oleh sektor pertanian di Indonesia. Salah satunya adalah iGrow, memungkinkan petani untuk bisa bertani menggunakan teknologi terkini dan tepat guna.

iGrow merupakan hasil karya dari Andreas Senjaya, Jim Oklahoma dan Muhaimin Iqbal. Ketiganya berhasil merilis aplikasi tersebut pada tahun 2015. Startup tersebut berhasil digunakan oleh petani tanpa harus turun langsung ke lahan pertanian namun bisa bertani secara maksimal.

Ilotte

Startup berikutnya ini berhasil didirikan oleh dua perusahaan besar berasal dari Indonesia dan Korea Selatan, yakni Lotte Group dan Salim Group. E-commerce ini menyediakan penawaran berbagai produk mall secara online sehingga memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan barang branded.

Beberapa merk terkenal seperti I Love Indonesia, Alleira, ELLE, JBL, JYSK, Nike, Apple, Electroluc, Volksagen dan masih banyak lagi bisa Anda dapatkan dengan mudah melalui aplikasi yang satu ini. Melalui Ilotte, berbelanja online dapat dilakukan secara aman lewat metode pembayaran beragam.

Pundi X

Selanjutnya yaitu Pundi X. aplikasi ini fokus pada bidang keuangan dan bisa digunakan sebagai mata uang virtual layaknya Bitcoin. Bahkan hal tersebut sudah menjadi fenomena kekinian bagi kebanyakan orang sebab bisa meraih keuntungan hanya dengan memainkannya melalui berbagai trik yang cerdik.

Aplikasi Pundi X ini dikembangkan oleh Zi Bin Cheah yang berniat memenangkan persaingan pasar uang virtual di Indonesia. Meskipun tergolong masih baru di tanah air, namun faktanya sudah banyak orang tertarik dengan startup ini.

Kredivo

Startup selanjutnya yang digunakan oleh banyak orang di Indonesia ialah Kredivo. Ide ini tercetus dari kesulitan warga tanah air dengan sulitnya mereka mendapatkan modal cukup ketika sedang menjalankan sebuah usaha atau kepentingan lainnya.

Melalui Kredivo, Anda bisa menggunakannya sebagai solusi kredit yang memberikan kemudahan untuk membelinya sekarang dan membayar setelah 30 hari kemudian tanpa dibebankan dengan adanya bunga.

Koinworks

Koinworks sendiri merupakan perusahaan yang berfokus di bidang Peer to Peer Fintech Landing berasal dari Indonesia yang sudah terekam dengan jelas. Selain itu, juga menghubungkan pendana serta peminjam melalui sebuah platform line.

Dari sistem yang konvensional sebelumnya, Koinworks hadir untuk memberikan kemudahan bagi peminjam dalam memperoleh tujuan finansial dan memberikan sejumlah pendanaan kepada pihak pendana.

Baca Juga: Pengertian Modem

Adanya startup memang dipercaya berdiri demi memberikan kemudahan bagi banyak orang di seluruh dunia. Namun jika pengelolaannya kurang maksimal atau belum menerapkan pengetahuan dengan baik, maka kegagalan bisa saja terjadi dan malah mengalami kerugian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *