Pengertian Switch

Pengertian Switch: Fungsi, Jenis, Cara Kerja Switch

Diposting pada

Dalam dunia tekologi, terdapat banyak perangkat yang digunakan untuk mempermudah dalam melakukan sesuatu. Salah satunya yaitu berhubungan dengan komputer. Maka dari itu, ada baiknya mempelajari pengertian switch, fungsi, jenis dan cara kerja switch tersebut.

Pengertian Switch

pengertian switch, fungsi, jenis dan cara kerja switch

Switch adalah salah satu komponen jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan ke beberapa perangkat. Tujuannya sebagai tempat pertukaran seperti menerima, meneruskan dan memproses paket serta data ke alat lainnya.

Selain itu, switch juga dapat diartikan sebagai penghubung beberapa HUB yang bertujuan membentuk jaringan komputer dan bandwith lebih besar. Perangkat ini bekerja lebih efisien, langsung dan spesifik menuju ke alat tujuan sehingga mencegah terjadinya salah kirim.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Biaya

Penggunaan switch sendiri sering kali digunakan di perkantoran maupun layanan fasilitas internet seperti warnet. Adanya perangkat ini memudahkan dalam pengiriman data sehingga bisa diakses di banyak komputer sekaligus.

Fungsi Switch secara Umum

Fungsi Switch secara Umum

Sebagai salah satu komponen penghubung antara satu perangkat dengan lainnya, switch juga memiliki fungsi lain tak hanya sebagai jembatan pengantar internet. Berikut informasi mengenai kegunaan lainnya dalam dunia perkomputeran serta jaringan daring:

Sebagai Address Learning

Tak hanya menyalurkan data ke lebih dari satu perangkat, switch juga berfungsi untuk mencatat alamat komputer yang terhubung. Hal ini kemudian memudahkan jaringan di kemudian hari sehingga bisa langsung diketahui kemana tujuannya.

Kemampuan switch ini mempermudah dan mempercepat kinerja sehingga tidak perlu berkali-kali mengidentifikasi alamat IP komputer yang telah terhubung. Hal ini karena perangkat tersebut sudah tahu kemana data harus dikirimkan sebab telah terekam pada tabel tertentu.

Looping Advance

Looping ialah kondisi dimana data tidak terkirimkan dengan sempurna, yaitu hanya berputar-putar saja di port-port dari switch. Hal ini dapat dengan mudah diatasi apabila menggunakan perangkat ini sebagai jembatan untuk ke berbagai komputer.

Hal ini disebabkan data yang diterima tidak tahu arah tujuannya sehingga menyebabkan data hanya berputar-putar saja. Switch mengatasinya dengan menutup salah satu port yang disinyalir menyebabkan terjadinya looping tersebut.

Memfilter Data Frame

Tak hanya bisa untuk mengantarkan data ke tujuannya, namun switch juga mampu memfilter input dan membaginya hingga terkirimkan dengan benar ke masing-masing alamat komputer. Hal ini dapat mencegah terjadinya crash saat pengiriman.

Hal ini tentu saja sangat dibutuhkan karena mencegah terjadinya crash atau tabrakan saat pengiriman data yang juga berpotensi terjadinya looping advance pula. Switch menjadikan kesalahan-kesalahan tersebut tertangani dengan baik.

Jenis-Jenis Switch Berdasarkan Modelnya

Jenis-Jenis Switch Berdasarkan Modelnya

Switch hadir dalam beberapa jenis bergantung pada model serta kegunaannya dalam jaringan komputer. Kali ini akan dibahas mengenai macamnya berdasarkan OSI atau Open System Interconnection yang terbagi menjadi dua, layer 2 dan 3.

Switch layer 2 ialah perangkat yang mengirimkan data link layer melalui lapisan model OSI dengan cara meneruskan paket berdasarkan alamat komputer tujuan. Selain itu, hanya berfungsi sebagai jembatan karena tidak mengetahui penggunaan protokol jaringan.

Switch layer 3 sering disebut dengan multilayer atau routing dikarenakan tak hanya mengirimkan data namun juga bisa menggunakan alamat komputer. Terletak di network layer pada lapisan OSI sehingga hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah.

Jenis-Jenis Switch berdasarkan Jaringan Komputer

Jenis-Jenis Switch berdasarkan Jaringan Komputer

Selain berdasarkan penggunaan model OSI atau Open System Interconnection, switch juga dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jaringan komputer yang digunakan. Berikut beberapa informasi singkat mengenai hal tersebut:

Cut Through atau Fast Forward

Sesuai dengan namanya, switch jenis ini bekerja secara cepat dengan cara hanya mengecek alamat tujuan dan melakukan pengiriman data. Memiliki kelebihan yaitu mengurangi latency time atau penundaan waktu yang berarti langsung terkirim tanpa terlambat.

Namun, terdapat kekurangan pula yaitu tidak dapat mengecek apakah ada data yang corrupt atau rusak dikarenakan kecepatan pengirimannya sehingga semua frame terkirimkan baik sempurna maupun sebaliknya.

Store and Forward

Switch jenis ini bekerja sesuai dengan namanya, yaitu dengan menyimpan semua data yang hendak dikirimkan untuk kemudian disampaikan ke alamat tujuan masing-masing. Tujuan penyimpanan ialah melakukan pengecekan melalui mekanisme Cyclic Redundancy Check.

Jika mekanisme tersebut menemukan kesalahan, maka tidak akan terkirim ke tujuan dan membuangnya sehingga data lebih aman dari istilah error. Namun, tentu saja berdampak pada kelambatan pengiriman atau lebih sering terjadi latency time.

Fragment Free atau Modified Cut Through

Switch jenis fragment free ini merupakan modifikasi dari cut through dan store and forward. Cara kerjanya ialah dengan melakukan penyimpanan dan pemeriksaan terlebih dahulu pada 64 byte pertama untuk menemukan apakah terjadi kerusakan atau tidak.

64 byte ini dianggap nilai minimum untuk menentukan apakah sebuah data dapat langsung diteruskan ke alamat tujuan atau dibuang karena rusak. Maka dari itu, hasil dari switch ini dianggap lebih aman dengan performa yang lebih baik dari lainnya.

Adaptive Switching

Switch jenis ini bekerja dengan mode cut through secara normal. Namun jika menemukan error dalam pengiriman data maka akan segera berganti ke store and forward secara otomatis. Oleh karena itu, sistem kerjanya bergantung pada keadaan frame yang dikirimkan.

Hal ini tentu memberikan kelebihan dapat mencegah terjadinya looping advance ketika data yang dikirimkan bertabrakan sehingga dapat teratasi meski terjadi penundaan sementara waktu. Namun, apabila semua baik-baik saja maka proses pengiriman pun sangat cepat.

Cara Kerja Switch

Cara Kerja Switch

Dengan mengetahui pengertian serta jenis switch, sebenarnya telah menggambarkan sedikit mengenai cara kerjanya. Dimana perangkat ini bertugas sebagai jembatan antar komputer untuk menyalurkan data frame tertentu secara langsung ke tujuan.

Cara kerjanya ialah penerimaan data dari perangkat A yang terhubung dengan lainnya. Switch akan mendeteksi terlebih dahulu untuk kemudian mencocokkan pada alamat tujuan yang sebelumnya sudah tersimpan dalam data tabel.

Langkah selanjutnya ialah terhubung melalui logika koneksi dengan perangkat tujuan melalui port sehingga data frame dapat terkirimkan hanya pada alamat terekam. Hal ini untuk menghindari terjadinya error disebabkan adanya tabrakan.

Kelebihan Switch

Selain membahas fungsi switch, Anda juga perlu mengetahui kelebihannya yang mana juga dapat menunjang pengetahuan mengenai keuntungan menggunakan perangkat ini daripada lainnnya. Dan berikut informasi mengenai hal tersebut:

Switch Bekerja Lebih Teliti

Switch seringkali dibandingkan kinerjanya dengan perangkat lain seperti HUB yang memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai jembatan dalam mengirimkan data. Namun tentu saja terdapat perbedaan mendasar yang merupakan salah satu keunggulannya.

Keunggulannya yaitu switch dapat bekerja lebih teliti daripada perangkat lainnya, yaitu dengan mengirimkan setiap data dengan sebelumnya melakukan pemeriksaan serta penelitian terlebih dahulu sehingga mengurangi terjadinya kesalahan pengiriman.

Switch Bisa Menyimpan Data Alamat Tujuan

Salah satu kelebihan dari switch ialah mampu menyimpan alamat IP komputer tujuan dalam sebuah data tabel sehingga apabila suatu waktu harus melakukan pengiriman dapat diakses lebih cepat dan tepat sasaran.

Hal ini untuk mengurangi kesalahan dalam pengiriman data yang sering terjadi jika menggunakan perangkat lainnya. Penggunaan switch dianggap lebih efektif dan efisien sehingga banyak diminati oleh masyarakat daripada HUB.

Switch Mengirim Sesuai Tujuan

Dikarenakan dapat menyimpan alamat tujuan melalui data tabel, maka switch dapat mengirimkan frame tepat sesuai sasaran dan tidak bocor hingga ke perangkat lainnya yang tidak cocok dengan instruksinya.

Tak hanya itu, dengan penyimpanan alamat tersebut, kinerja switch juga lebih cepat karena langsung menuju ke alamat tujuan tanpa harus mencarinya terlebih dahulu atau bahkan mengirimnya ke semua tempat.

 Kekurangan Switch

Tak hanya kelebihan, switch pun juga memiliki kekurangan tertentu sebagai pengimbangnya. Beberapa di antaranya dibandingkan dengan perangkat lainnya dan sisanya yaitu berdasarkan kinerjanya. Berikut informasi mengenai hal tersebut:

Membutuhkan Waktu Lama

Kinerja switch harus memilah terlebih dahulu data yang hendak dikirimkan ke alamat tertentu. Hal itu disinyalir menjadi salah satu kekurangannya dibandingkan perangkat lainnya yaitu HUB yang tidak menggunakan sistem serupa sehingga kerja lebih cepat.

Hal ini menyebabkan seringnya terjadi latency time dikarenakan proses sortir data frame terlebih dahulu untuk mencegah adanya tabrakan. Jika dipikir kembali, tentu langkah ini lebih bermanfaat dan sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Harga Lebih Mahal

Switch disinyalir memiliki harga lebih tinggi daripada perangkat pendahulunya, yaitu HUB. Hal ini tentu saja dikarenakan salah satu perangkat jaringan komputer tersebut merupakan hasil perkembangan dari versi sebelumnya sehingga wajar jika terjadi kenaikan biaya.

Namun, mahalnya harga switch tentu saja sepadan dengan kinerjanya dibandingkan dengan perangkat penghubung sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda tentu saja bisa melakukan perbandingan terlebih dahulu antar toko agar mendapatkan yang terbaik serta termurah.

Menggunakan Kabel Straight

Switch bekerja menggunakan kabel jenis straight sehingga jika Anda masih memiliki yang cross dan ingin memakainya, maka harus mengubah terlebih dahulu ke bentuk yang sesuai dengan kebutuhan perangkat ini.

Maka dari itu, hal ini dapat diakali dengan hanya membeli kabel jenis straight saja agar tidak perlu melakukan perubahan apapun. Sebelum memutuskan, ada baiknya mengetahui kebutuhan terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan saat memilih.

Perbedaan Switch dan HUB

Perbedaan Switch dan HUB

Disebutkan di atas bahwa switch seringkali dibandingkan dengan perangkat lain yaitu HUB yang merupakan versi sebelumnya. Tentu hal tersebut menimbulkan berbagai perbedaan karena sudah dilakukan pengembangan lebih baik. Berikut informasi singkatnya:

Kecepatan Mengirimkan Data

Telah dikatakan sebelumya bahwa kecepatan pengiriman data pada switch jika dibandingkan dengan HUB jauh lebih lama dikarenakan terdapat proses sortir serta identifikasi alamat tujuan sebelum akhirnya terkirim dengan sempurna.

Meski HUB dapat mengirimkan dengan cepat, namun hal tersebut dilakukan dengan cara menyeluruh sehingga seluruh jaringan komputer juga menerimanya. Hal tersebut justru berpotensi terjadi tubrukan antar data yang mana memicu adanya looping advance.

Sistem Pengiriman Data

Sistem pengiriman data pada perangkat switch ialah dengan mengidentifikasi alamat terlebih dahulu untuk kemudian mengirimkan frame tersebut hanya kepada tujuan bukan lainnya sehingga pengiriman lebih efektif dan efisien.

Berbeda dengan HUB yang tidak terjadi proses penyortiran alamat bahkan bagian data terlebih dahulu sehingga seluruh frame dikirimkan ke semua perangkat melalui port-port yang tersedia sehingga rawan terjadi error saat pengiriman.

Keamanan Pengiriman Data

Keamanan pengiriman data pada perangkat switch lebih aman daripada HUB dikarenakan hanya mengirimkan pada alamat tujuan serta memiliki kemampuan untuk menutup saluran yang menyebabkan terjadinya bentrokan saat pengiriman data.

Sedangkan pada HUB, semua data terbuka serta dikirimkan ke seluruh jaringan sehingga tidak terdapat filter atau penyaring yang bisa mencegah terjadinya crash saat pengiriman data. Hal ini tentu merugikan terutama jika terdapat kerusakan pada frame tertentu.

Pengaturan Jaringan

Pengaturan jaringan pada perangkat switch lebih mudah dan aman dikarenakan memiliki kemampuan untuk menutup bagian yang menyebabkan kerusakan sehingga pengiriman data lebih aman hingga ke alamat tujuan.

Namun, pada HUB tidak memiliki kemampuan menutup saluran yang menyebabkan kerusakan sehingga pengaturan jaringan tidak dapat dilakukan. Hal ini menyebabkan data yang mengalami crash tetap terkirimkan ke semua perangkat.

Letak Lapisan OSI Layer

Switch bekerja pada lapisan OSI layer kedua, yaitu data link sehingga memiliki kinerja lebih maksimal daripada HUB. Yaitu dengan menerapkan proteksi serta jalur pengiriman yang memiliki rute tersendiri sehingga aman dari tabrakan antar data.

Sedangkan HUB bekerja pada layer OSI pertama disebut dengan physical layer. Kekurangannya ialah tidak dapat membaca paket data yang hendak dikirimkan sehingga secara random mengirimkan seluruh frame ke semua jaringan komputer.

Beban Kinerja Jaringan

Switch disinyalir memiliki beban kerja lebih berat daripada HUB karena harus melakukan proses sortir data hingga pemilahan alamat tujuan untuk kemudian baru dikirimkan. Namun, jika terjadi kesalahan pun harus menghapus bahkan menutup jaringan terlebih dahulu.

Sedangkan, pada HUB proses tersebut tidak ada dikarenakan seluruh data frame dikirimkan secara langsung ke semua jaringan komputer. Hal ini tentu mempercepat proses pengiriman namun tentu saja menyebabkan tabrakan yang lebih sering daripada switch.

Tips Memilih Switch

Tips Memilih Switch

Jika Anda sudah mengetahui mengenai pengertian switch, fungsi, jenis dan cara kerja switch, maka tidak ada salahnya untuk menyimak tentang tips memilih perangkat ini. Berikut informasi singkat mengenai hal tersebut:

Jumlah Port

Switch hadir dalam beberapa jenis berdasarkan jumlah port atau salurannya. Yaitu mulai dari 2,4,8,16,24,32 dan 48. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan. Jika digunakan untuk kebutuhan rumahan, maka tidak perlu mengambil yang terbanyak dan sebaliknya.

Hal ini juga mempengaruhi harga yang ditawarkan sehingga jika hanya membutuhkan sedikit jaringan, maka pilihlah port sedikit. Namun, apabila digunakan untuk kebutuhan kantoran atau warung internet tentu harus memilih saluran terbanyak.

Kecepatan Transfer Data

Switch juga memiliki perbedaan tak hanya pada jumlah salurannya saja, namun juga pada kecepatan pengiriman data. Dimulai dari 10 Mbps kemudian 10/100 Mbps hingga 10/100/1000 Mbps yang sangat dipengaruhi oleh media komunikasi kabel yang digunakan.

Jika memilih menggunakan kecepatan transfer 1000 Mbps, maka kabel yang digunakan pun juga harus sepadan agar tidak mengganggu koneksi saat pengiriman data. Hal ini dimaksudkan supaya tak terjadi penyempitan bandwith dikarenakan perbedaan ukuran tersebut.

Jenis Switch

Jenis switch yang dimaksud ialah berupa managed atau unmanaged. Dimana keduanya memiliki perbedaan pada penggunaannya kelak, yaitu sering tidaknya terjadi proses pertukaran atau pengiriman data dari satu perangkat ke lainnya.

Jika membutuhkan transaksi pengiriman data yang sering, maka gunakanlah jenis managed karena bisa diatur agar tidak terlalu kompleks dan bertabrakan. Namun, apabila untuk penggunaan biasa, bisa menggunakan sebaliknya yaitu unmanaged.

Jenis Port

Selain jumlah saluran atau port, Anda juga harus memikirkan jenis yang hendak dipilih karena terdapat tiga macam yaitu Ethernet, Gigabit dan power over Ethernet atau PoE. Ketiganya memiliki fungsi berbeda sehingga harus dipahami apa kebutuhannya.

Baca Juga: Pengertian SIUP

Ethernet port digunakan bersama dengan konektor RJ5 bersama kabel jenis UTP. Gigabit menggunakan SFP atau Small Form Factor Pluggable yang disandingkan pada fiber optic. Kemudian, PoE berfungsi untuk mengalirkan daya listrik ke perangkat tertentu seperti WiFi.

Daya Listrik dan Ukuran

Setelah menentukan berbagai spesifikasi dari switch, ada baiknya juga memikirkan tentang daya konsumsi listriknya. Seringnya menggunakan DC berdaya kecil hingga besar seperti penggunaan AC. Hal tersebut tentu bergantung pada jenis yang dipilih sehingga harus bijak.

Tak hanya konsumsi listriknya, namun harus diperhatikan pula ukuran dan beratnya. Sesuaikan dengan tempatnya agar tidak terlihat memenuhi ruangan atau bahkan menimpa perangkat lainnya. Kedua hal ini bisa dijadikan pertimbangan tambahan selain spesifikasinya.

Membeli Switch secara Offline

Melakukan pembelian secara offline ialah dengan cara mendatangi langsung ke toko fisiknya. Hal ini sering kali digunakan jika melakukan pembelian, terutama pada barang-barang elektronik tak terkecuali switch. Berikut beberapa tips melakukannya dengan benar dan bijak:

Pilih Toko Terpercaya

Membeli barang elektronik sebaiknya dilakukan di tempat yang terpercaya untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan serta mendapatkan harga terlalu mahal. Anda dapat bertanya pada teman atau saudara mengenai hal tersebut dan mulai melakukan survey terlebih dahulu.

Jangan sungkan jika datang ke toko namun tidak membeli barangnya atau hanya membandingkan harga. Penjual yang baik tentu akan menjelaskan dengan detail dan menjawab berbagai pertanyaan calon pembelinya.

Tanyakan Jenis Switch yang Diinginkan

Pastikan Anda sudah mengetahui switch jenis apa yang hendak dibeli sehingga tidak kebingungan saat memilihnya di toko. Penjual mungkin akan bertanya apa kebutuhannya dan merekomendasikan pilihan terbaik pula.

Hal tersebut dapat digunakan sebagai pembanding serta referensi terutama jika pilihan Anda tidak sama dengan rekomendasi dari pihak penjual. Jika tidak terburu-buru, bisa melakukan pencarian terlebih dahulu hingga mantap pada satu pilihan terakhir.

Pastikan Sudah Mengetahui Harga

Tak hanya mengetahui tentang spesifikasinya, namun pastikan pula sudah mencari tahu mengenai harga pasarannya sehingga dapat dijadikan perbandingan dengan di toko offline. Jika terlalu mahal, Anda berhak menanyakannya pula agar semakin yakin.

Salah satu tipsnya yaitu carilah harga di internet dengan mencantumkan kota tempat Anda hendak membeli switch tersebut. Hal ini dalam rangka mengetahui secara kasar saja sehingga bisa pula digunakan untuk persiapan dananya.

Tanyakan Mengenai Garansi

Dikarenakan membeli secara offline, pastikan untuk menanyakan berbagai hal mengenai switch pilihan Anda termasuk garansinya sebelum benar-benar memutuskan untuk membelinya. Beberapa penjual akan memberikannya dengan syarat tertentu.

Pemberian garansi ini berguna jika suatu saat perangkat switch tersebut mengalami kerusakan yang tidak disebabkan oleh kesalahan pengguna. Tak hanya itu, Anda juga bisa menanyakan mengenai pemasangan hingga service pula.

Membeli Switch secara Online

Dikarenakan kemudahan dalam berbelanja melalui online, menjadikan masyarakat mulai menjual dan membeli berbagai hal di dunia maya, tak terkecuali dengan switch. Untuk itu, berikut beberapa panduan untuk memilih perangkat tersebut dari smartphone Anda:

Pelajari Toko Terlebih Dahulu

Sebelum berbelanja online, tentu hal utama yang harus diperhatikan ialah toko tujuan pembelian. Anda harus mempelajarinya terlebih dahulu dengan cara melihat interaksinya dengan konsumen dari komentar atau pun ulasan pembeli.

Jika dicantumkan alamat, Anda bisa mengeceknya terlebih dahulu apakah benar atau tidak untuk memastikan bahwa toko tersebut tidak melakukan penipuan. Hal ini dilakukan dalam rangka menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dari transaksi secara online.

Tentukan Jenis Switch yang Ingin Dibeli

Dikarenakan Anda sudah mengetahui pengertian switch, tentu sudah bisa menentukan pilihan sehingga saat mencari secara online pasti sudah tahu terlebih dahulu spesifikasi dan lain sebagainya.

Hal ini berguna untuk menghemat waktu saat melakukan pencarian karena Anda terfokus pada satu atau dua jenis sesuai dengan pilihan saja. Tak hanya itu, pencarian pun juga lebih spesifik sehingga lebih mudah mengeliminasi opsi-opsi yang tidak sesuai kriteria.

Pastikan Harganya Sesuai

Jika sudah menemukan toko yang menjual switch yang Anda inginkan, maka pastikan terlebih dahulu harganya. Beberapa penjual mungkin memasang harga berbeda karena perbedaan produsen atau supplier tempat membelinya.

Tak hanya harga barang, pastikan pula ongkos kirimnya agar tidak lebih mahal daripada harga produknya. Anda bisa melakukan penyaringan dengan memilih toko yang lokasinya dekat dengan domisili supaya hemat dalam hal tarif pengiriman.

Bandingkan Harga dengan Toko Lain

Membandingkan switch di toko pertama dan kedua tentu bisa membantu Anda menentukan pilihan yang tepat sebab terkadang terjadi perbedaan terutama dalam masalah harga. Selain itu, mempertimbangkan ongkos kirim juga perlu agar total pembelian tidak membengkak.

Anda dapat melakukan perbandingan harga dengan mudah melalui marketplace karena sudah tertera dan tidak perlu menghubungi penjual untuk bertanya mengenai hal tersebut. Pilihlah dengan bijak agar tidak membuat keuangan goyah karena salah membeli.

Gunakan Marketplace

Penggunaan marketplace disinyalir lebih aman daripada bertransaksi secara langsung dengan pembeli melalui sosial media lainnya. Dikarenakan terdapat pihak ketiga yang dapat membantu mengamankan proses transaksi hingga barang sampai ke tangan pembeli.

Anda dapat memanfaatkan berbagai jenis marketplace yang saat ini sudah menjamur dengan berbagai promo menarik. Pilihlah toko serta barang yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan biaya agar tidak merasa rugi karena tergiur harga murah saja.

Pemasangan Switch

Tak hanya memahami tentang apa itu switch, namun sebaiknya Anda juga tahu mengenai pemasangannya. Hal ini seringkali terlupakan karena banyak artikel yang hanya berfokus pada informasi-informasi dasar mengenai perangkat tersebut.

Untuk pemasangan switch, dapat dilakukan sendiri terlebih jika Anda sangat memahami seluk beluk mengenai jaringan komputer. Bisa pula dengan mencari terlebih dahulu di internet berdasarkan referensi terpercaya dan bertanggungjawab agar tidak kebingungan.

Namun, saat ini sudah banyak jasa pemasangan switch yang dapat Anda manfaatkan untuk mempermudah pekerjaan ini. Bisa dicari dengan mengetikkan kata kunci di mesin pencarian. Pastikan untuk memilih dari wilayah terdekat serta mudah dihubungi.

Jaringan komputer memang bukan suatu hal yang mudah untuk dipelajari karenanya dibutuhkan ketelatenan dan ketelitian saat membaca dan mempraktekkannya. Namun, dikarenakan internet sudah berkembang sehingga mudah untuk mendapatkan informasinya.

Baca Juga: Pengertian Psikologi

Namun, tentu saja Anda harus memilih artikel mengenai jaringan komputer yang lengkap. Contohnya seperti membahas tentang pengertian switch, fungsi, jenis dan cara kerja switch pada tulisan ini. Selamat membaca!

Tinggalkan Balasan