Penyebab Kucing Muntah

Penyebab Kucing Muntah & Cara Mengatasinya

Diposting pada

Kucing kesayangan Anda sering muntah-muntah?

Tidak perlu khawatir, karena muntah merupakan hal umum yang sering terjadi pada kucing. Ada banyak penyebab kucing muntah, mulai dari penyebab ringan hingga penyebab berat seperti keracunan yang memerlukan penanganan serius.

Namun, apapun penyebabnya, kucing yang sering muntah-muntah menandakan sedang mengalami masalah dengan kesehatannya. Anda harus bisa mengenali penyebab kucing muntah sehingga bisa segera mengambil tindakan untuk mengobatinya.

Penyebab Kucing Muntah

Kucing Muntah

Sebagai pemelihara yang baik, Anda tentu harus tahu kenapa kucing muntah.

Berikut ini beberapa penyebab kucing muntah yang perlu Anda ketahui.

Virus Panleukopenia

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kucing suka muntah-muntah adalah adanya serangan virus pada tubuh kucing Anda. Dalam dunia kedokteran hewan, dikenal satu virus bernama panleukopenia-sebuah virus yang sangat mematikan jika sampai menyerang kucing.

Virus ini cukup berbahaya, karena yang diserang radang, sehingga kucing akan mengalami gangguan pada saluran pencernaan. Akibat terjadi infeksi pada saluran pencernaan, kucing Anda sering muntah-muntah. Sedangkan ciri kucing yang terkena virus ini muntahannya berwarna kuning.

Baca Juga: Penyebab Mata Kucing Berair

Untuk para pecinta kucing, dalam banyak kasus, virus panleukopenia ternyata menjadi penyebab kematian kucing tertinggi. Virus ini juga diketahui mudah sekali menular. Untuk Anda yang punya kucing lebih dari satu, virus ini tentu sangat berbahaya bagi kucing yang lain.

Makanan

Makanan juga menjadi penyebab kucing muntah. Anda tentu senang melihat kucing peliharaannya banyak makan, karena itu menandakan kucing Anda sehat. Tapi, jangan senang dulu, karena mengkonsumsi makanan terlalu banyak bisa menyebabkan kucing mengalami muntah.

Anda juga pastinya tidak mungkin bisa selalu memperhatikan apa yang dimakan kucing. Padahal, makanan yang salah juga bisa menyebabkan kucing muntah. Sebagai juragan yang baik, Anda tentu harus memperhatikan jenis makanan yang cocok sesuai porsinya.

Makan Terlalu Cepat

Selain dari makanan, cara makan kucing yang salah juga bisa menyebabkan kucing muntah. Makan terlalu cepat, misalnya, bisa membuat kucing muntah. Makan terlalu cepat atau makan yang berlebihan umumnya terjadi jika Anda memiliki banyak kucing.

Coba Anda perhatikan! Jika mereka diberi makanan secara bersamaan, mereka akan bersaing untuk mendapatkan banyak makanan. Untuk menghindari makan berlebih, Anda perlu memberi setiap kucing satu piring makanan.

Cara lain yang bisa dicoba untuk memperlambat kucing makan adalah dengan membuat tempat makanan kucing yang terdapat benjolan di tengahnya. Muntah juga bisa disebabkan oleh adanya perubahan pola makanan yang terjadi secara tiba-tiba.

Alergi Makanan

Tidak hanya manusia, kucing juga bisa mengalami alergi makanan. Beberapa jenis kucing diketahui sering mengalami masalah pencernaan, misalnya pencernaannya terlalu sensitif, sehingga mudah mengalami alergi.

Untuk memastikan kucing Anda alergi terhadap makanan atau tidak, perhatikan perilaku kucing sebelum dan sesudah makan. Selain muntah, adakah keluhan lain yang dialami, misalnya mengalami diare, bulu rontok, atau kulit gatal-gatal.

Jika kucing Anda mengalami gejala-gejala seperti tersebut diatas, segera bawa ke dokter hewan. Jangan pernah mendiagnosa sendiri, karena hal itu justru bisa membuat kucing Anda tambah bermasalah. Juga, jangan mengubah makanan sendiri. Mungkin kucing Anda butuh makanan khusus.

Bosan Dengan Makanan

Layaknya manusia, kucing juga menginginkan makanan yang variatif, tidak monoton yang sehari-harinya hanya itu-itu saja. Jika Anda terus memaksa kucing untuk makan makanan yang sama setiap hari maka kucing akan merasa bosan  dan akhirnya akan memuntahkan makanan itu.

Agar kucing Anda tetap berselera makan, perlu dibuat ‘jadwal menu’ makan setiap harinya. Intinya, ada perubahan jenis makanan untuk menghindari kebosanan.

Makanan Susah Dicerna

Makan makanan atau sesuatu yang susah dicerna termasuk penyebab paling umum dialami kucing muntah. Untuk menghindari kucing Anda makan sembarangan, jangan biarkan benda-benda berserakan di sekitar rumah. Satu lagi, pastikan tanaman yang ada di rumah Anda tidak beracun.

Yang sering terjadi, kucing mengkonsumsi benda-benda di sekitar rumah seperti rumput, kertas tissue, tanaman rumahan, bagian dari mainan, atau bahkan bulu mereka sendiri. Zat-zat itu tidak bisa dicerna, sehingga kucing muntah, dan muntahannya sering berbentuk empedu.

Nutrisi Diet

Sebagian orang sering melakukan diet untuk hewan peliharaannya agar terjaga dari risiko obesitas. Termasuk pada kucing, para penyayang kucing ini juga melakukan program diet untuk kucing.

Namun sayang, alih-alih agar kucing sehat, banyak orang justru memberikan makanan dengan kualitas rendah. Makanan yang diberikan tidak memiliki kandungan protein yang cukup yang sangat dibutuhkan kucing saat menjalani diet.

Yang terjadi justru sebaliknya, mereka memberi nutrisi diet yang buruk, sehingga menyebabkan kucing mengalami muntah-muntah.

Kucing hamil

Layaknya manusia, kucing hamil juga suka bisa mengalami mual-mual dan tidak jarang yang muntah-muntah. Kondisi ini dipandang wajar dan itu merupakan gejala umum yang dialami oleh setiap kucing hamil. Jadi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kondisi kucing Anda.

Umumnya, muntahan kucing hamil berwarna kuning. Hal itu disebabkan oleh hormon estrogen yang ada pada lambung meningkat. Tapi ini bukan masalah serius. Jadi tidak usah panik, kucing Anda tidak keracunan.

Keracunan

Jika kucing Anda muntah disebabkan oleh keracunan, segeralah ambil tindakan! Meski tidak berbahaya, namun keracunan menjadi salah satu penyebab yang sering dialami kucing muntah. Ada banyak faktor penyebab kucing mengalami keracunan. Bisa melalui makanan, udara, atau faktor lingkungan lainnya.

Jangan biasakan kucing makan sembarangan! Sebab, ini menjadi salah satu penyebab utama kucing mengalami keracunan. Anda juga harus memastikan kucing selalu dalam kondisi perut kenyang, sehingga tidak sembarangan makan semua yang ada di dekatnya.

Parasit

Parasit juga menjadi salah satu penyebab kucing mengalami muntah. Umumnya, parasit berada dalam sistem pencernaan khususnya lambung. Di dalam tubuh kucing, parasit bisa berupa telur cacing yang secara sengaja dimakan/diminum oleh kucing.

Parasit yang sudah mencapai usus bisa menyebabkan kucing muntah. Inilah kenapa muntahan kucing tidak hanya berupa makanan namun juga bisa berupa cacing.

Selain muntah, parasit juga bisa menyebabkan kucing Anda mengalami diare, penurunan berat badan, hingga nafsu makan berkurang. Jika ada cacing dalam muntahan, segera pergi ke dokter untuk membeli obat cacing.

Luka Pada Usus

Dari warna muntahannya, kucing sakit muntah yang disebabkan luka pada usus, biasanya berbeda dengan penyebab lainnya. Tidak seperti muntahan umumnya yang berwarna kuning. Jika disebabkan luka usus, muntahan akan berwarna merah kecoklatan.

Hal ini dikarenakan ada darah yang ikut dimuntahkan. Satu hal yang harus diperhatikan bagi pemelihara binatang kucing, infeksi bakteri akut bisa menyebabkan kerusakan pada sistem pencernaan, yang bisa berpotensi melukai usus kucing.

Bola Rambut

Bola rambut atau lebih dikenal dengan hairballs juga menjadi penyebab umum kucing mengalami muntah-muntah. Bola rambut terjadi ketika kucing merawat dirinya sendiri, bulu-bulu yang rontok tersangkut pada lidah. Bulu-bulu yang ada pada lidah tersebut kemudian ditelan masuk ke perut.

Jika di dalam perut terlalu banyak bola rambut, kucing akan memuntahkan hairball bersama makanan yang telah dimakan. Terkadang muntahan itu disertai cairan kuning. Namun, ini bukan kondisi yang mengkhawatirkan.

Pengaruh Toksin dan Obat-Obatan

Jika Anda suka menggunakan obat nyamuk semprot, sebaiknya dilakukan dengan hati-hati. Sebab, jika dilakukan dengan sembrono, bekas-bekas semprotan itu bisa dijilati kucing, yang akhirnya kucing Anda bisa keracunan.

Disarankan agar Anda tidak menggunakan obat-obatan secara berlebihan kepada kucing. Alih-alih dengan maksud agar kucing terjaga kesehatannya, namun justru bisa membuat kucing muntah. Beberapa obat yang tidak bagus untuk kucing, seperti aspirin, amfetamin, ibuprofen, dan asetaminofen.

Cara Mengobati Kucing Muntah

Cara Mengobati Kucing Muntah

Jika sudah mengetahui apa penyebab kucing muntah-muntah, Anda tentunya sudah mengetahui cara mengobati kucing sakit muntah. Berikut cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kucing muntah.

Isi dan Warna Muntahan

Sebelum melakukan tindakan lebih lanjut sampai padat tahap pengobatan. Untuk mengetahui jenis penyakitnya, biasanya bisa dilihat dari warna dan isi muntahan. Misalnya, warna kuning, itu akibat hairballs. Namun, jika berwarna empedu kuning tebal, itu pertanda kucing Anda mengalami masalah ginjal atau infeksi.

Jika muntah kuning disertai kondisi yang lesu dan hilang nafsu makan, Anda harus segera membawanya ke dokter hewan. Ada kemungkinan kucing Anda keracunan. Jika benar terjadi keracunan, dokter harus segera melakukan pertolongan pertama untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan.

Gunakan Oralit

Oralit adalah obat kucing muntah yang sering direkomendasikan para dokter hewan ketika kucing Anda mengalami muntah-muntah. Umumnya, kucing yang muntah akan sering merasa haus dan minum. Ini bagian dari respons pertahanan yang baik dari tubuh kucing.

Ini kesempatan Anda untuk memasukkan obat oralit ke dalam minuman agar kucing Anda terhindar dari dehidrasi. Obat oralit banyak tersedia di toko-toko makanan hewan (petshop). Jika di dalam petshop tidak menyediakan oralit, Anda bisa membuatnya sendiri.

Cara membuatnya pun cukup mudah. Siapkan gula, garam, dan air hangat. Campur bahan gula dan garam tersebut dengan perbandingan 2 : 1. Selanjutnya, larutkan bahan tersebut ke dalam air hangat.

Jangan Beri Kucing Makan Dan Minum

Salah satu cara untuk mengetahui kucing Anda sudah sembuh atau belum dari sakit muntah. Anda disarankan untuk tidak memberi makan atau minum pada kucing selama sekitar 12 jam. Pantau terus perkembangannya selama 12 jam menjalani ‘puasa’.

Selanjutnya, apabila dalam waktu 24 jam, selama menjalani ‘puasa’, kucing Anda terus mengeong minta makan/minum. Itu tandanya kucing Anda sudah sembuh dari sakit muntah.

Bawa ke Dokter

Namun, demi menjaga keamanan dan kesehatan kucing, sebaiknya Anda membawanya ke dokter. Anda tentunya tidak ingin binatang kesayangan mengalami penyakit yang lebih serius gara-gara menjadikan dia ujicoba penyembuhan tanpa petunjuk dari dokter hewan.

Dengan dokter, Anda akan mendapatkan solusi perawatan yang lebih baik. Dokter akan merekomendasikan terapi dan obat apa yang harus diberikan kepada kucing agar bisa segera sembuh dari penyakit muntah.

Pada akhirnya, keberhasilan dalam mengobati penyakit kucing muntah akan sangat bergantung pada bagaimana Anda mencari penyebab kucing mengalami muntah-muntah.

Baca Juga: Cara Mengobati Kucing Mencret Secara Alami

Namun, agar kucing Anda terhindar dari gangguan perut, sebaiknya perlu memberikan porsi makanan yang lebih sedikit, menyediakan banyak air segar, serta menahan kucing agar tidak makan sembarangan, karena khawatirkan benda/makanan itu beracun.

Setelah diketahui penyebab kucing muntah dan cara mengatasinya, kini saatnya Anda merawatnya dengan baik agar kesehatannya tetap terjaga. Agar kucing kesayangan Anda tetap sehat, tidak ada salahnya jika Anda mengikuti anjuran dokter hewan.

Tinggalkan Balasan