5 Perbedaan Mendasar Digital Marketing Dan Tradisional Marketing

5 Perbedaan Mendasar Digital Marketing Dan Tradisional Marketing
21Mei, 2019

5 Perbedaan Mendasar Digital Marketing Dan Tradisional Marketing – Era ini disebut sebagai revolusi industri ketiga setelah James Watt menemukan mesin uap. Era ini dinamakan era internet. Internet dewasa ini sudah demikian memiliki dampak yang luar biasa pada kehidupan manusia. Di era ini, segala sesuatu menggunakan internet, dari sekedar membayar tagihan air dan listrik, belanja kebutuhan konsumtif, hingga melakukan aktivitas bisnis.

Nah, pertanyaannya, bagaimanakah dampak pertumbuhan internet dalam kaitannya dengan metode pemasaran?

Kemudahan internet untuk diakses siapa saja, dimana saja dan kapan saja membuat internet menjadi platform yang menjanjikan untuk dipakai sebagai metode untuk menjangkau pasar. Hal ini ditandai dengan berkembangnya teknik dan metode digital marketing dalam beberapa dekade ini.

Namun dengan adanya peningkatan ini, bukan berarti kemudian cara marketing tradisional ditinggalkan begitu saja. Buktinya, iklan di media elektronik, utamanya televisi, hingga kini masih menjadi pilihan yang dianggap bonafid bagi para pelaku bisnis kelas kakap.

Baca Juga : Kelebihan Dan Kekurangan Digital Marketing

Hal ini bisa berarti banyak hal. Bisa saja cakupan digital marketing dianggap belum menjangkau pangsa pasar yang diinginkan oleh pelaku bisnis. Bisa juga berarti 82 juta angka pengguna internet masih dianggap angka semu yang terlalu cair untuk dikelompokkan dalam pangsa pasar yang spesifik.

Informasi mengenai demografi dan pangsa pasar spesifik ini sangatlah penting untuk pemilihan metode marketing. Namun yang jelas, keberadaan metode marketing tradisional dan digital marketing adalah fenomena yang layak untuk kita kaji lebih lanjut.

Agar informasi yang kita terima lebih jelas, ada baiknya jika saya uraikan terlebih dahulu apa itu metode marketing tradisional, dan apa itu digital marketing? Dan selanjutnya, sebagai pungkasan artikel kali, saya akan coba memberikan penjelasan sederhana tentang 5 perbedaan mendasar digital marketing dan traditional marketing.

Apa Itu Traditional Marketing?

Poin ini akan saya isi dengan informasi dasar mengenai metode marketing tradisional (traditional marketing). Apa itu traditional marketing? Dan apa sajakah yang termasuk dalam kategori traditional marketing?

Marketing pada dasarnya adalah usaha yang dilakukan oleh penyedia jasa, atau penyedia suatu produk untuk menjangkau pangsa pasar yang mereka inginkan. Traditional marketing dalam definisinya yang paling sederhana adalah suatu metode promosi, iklan, dan branding campaign yang telah dilaksanakan oleh para pelaku bisnis dalam waktu yang lama, dan efektivitasnya sudah terbukti, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Metode yang dikategorikan sebagai traditional marketing adalah segala macam jenis aktivitas pemasaran yang menggunakan media:

  • Billboard dan Videotron
  • Televisi
  • Iklan di media cetak (koran dan majalah)
  • Selebaran dan brosur
  • Product placement dalam film layar lebar dan serial tv
  • dan lain sebagainya

Metode pemasaran dengan menggunakan media- media ini hingga kini masih banyak dipakai untuk kebutuhan marketing suatu perusahaan.

Apa Itu Digital Marketing?

Digital marketing adalah suatu metode yang digadang-gadang sebagai era baru metode pemasaran global. Dengan fenomena internet yang menjangkau berbagai macam aspek kehidupan, diharapkan marketing tidak hanya bisa membentuk brand awareness, atau sekedar promosi saja, namun juga dengan menggunakan platform internet, daya jangkau suatu marketing campaign bisa meluas hingga lintas negara.

Hal- hal yang dikategorikan sebagai digital marketing antara lain:

  • Medsos (FB, Instagram, Twitter, dll)
  • Email marketing (newsletter, email blast,dll)
  • Industri konten
  • Situs-situs business networking, seperti LinkedIn
  • Iklan-iklan pop-up, click bait
  • dan lain sebagainya

Nah, setelah kita mengetahui mana yang disebut traditional dan digital marketing, sekarang waktunya kita membahas tentang beda mendasar digital marketing dengan traditional marketing.
Beda digital marketing dengan traditional marketing

Nah, sudah umum diketahui jika semua metode tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun yang perlu diperhatikan adalah dimana keunggulan kompetitif dan strategis masing-masing metode berada. Dengan analisis kebutuhan dan target yang sesuai, kita bisa memilih metode yang tepat, sesuai dengan kebutuhan marketing campaign kita.

Perbedaan Cost

Metode marketing tradisional yang masih memakai platform TV dan media cetak jelas memiliki biaya lebih besar daripada marketing digital. Mengapa? Karena flow produksinya berbeda. Iklan tayang di suatu media membutuhkan slot, untuk TV bahkan tiap-tiap slot memiliki price list yang berbeda-beda.

Kebanyakan vendor ingin iklannya ditayangkan di slot utama (prime time) dimana acara TV paling banyak dikonsumsi. Biaya yang diperlukan untuk memasang iklan di slot ini tentunya tidak sedikit. Hitungannya per detik.

Kalikan itu dengan repetisi penayangan per hari atau per bulan, maka jangan heran jika anda akan mendapatkan cost yang fantastis. Begitu pula dengan penayangan iklan di media cetak, seperti koran. Harga untuk tiap spot iklan bervariasi, tergantung kepada jangkauan distribusi koran tersebut. Harga iklan untuk koran lokal tentunya lebih murah daripada koran berskala distribusi Nasional seperti Jawa Pos dan Kompas.

Market Engangement

Salah satu hal yang sangat diperhatikan dalam pembentukan brand awareness adalah bagaimana pasar berinteraksi dengan brand. Traditional marketing memposisikan pasar sebagai penerima pasif. Sederhana saja, pernahkah anda menemukan iklan interaktif yang tayang di TV? Belum pernah? Sama. Saya juga belum pernah.

Sementara itu, salah satu indikator kesuksesan digital marketing, selain exposure, juga adalah market engagement, dimana pasar dituntut untuk aktif mengikuti jalinan informasi yang bercecer di laman media sosial, maupun situs pencarian.

Setiap klik adalah indikator keaktifan, traffic, jumlah viewer dan setiap detik yang dihabiskan pasar untuk mengonsumsi media iklan digital adalah indikator yang dapat menjadi faktor penentu suatu digital campaign berhasil atau tidak dalam membangun brand awareness.

Hebatnya lagi, semua indikator tersebut dapat di-update secara real-time dengan menggunakan perangkat seperti google analytics. Disini, pengguna jasa digital marketing dapat mengontrol dan mengevaluasi mana metode yang berhasil dan mana yang tidak.

Baca Juga : Membuat Ads Copy Untuk Bisnis Digital, Bagaimana Caranya?

Satu keunggulan traditional marketing saat ini adalah jangkauannya mencapai pelosok, dan prestise yang dihasilkan. Walau Kemenkominfo mengklaim pengguna internet di Indonesia saat ini sudah mencapai angka 82 juta pengguna, faktanya hingga saat ini internet belum menjangkau pelosok desa.

Kebanyakan dikarenakan provider seluler terhalang oleh infrastruktur dan halangan medan. Tapi di pelosok terpencil pun dapat ditemukan TV. Selain itu adalah aspek prestise. Seberapa sering kita terkagum-kagum dengan iklan-iklan sensasional perusahaan rokok yang tayang di slot prime-time dalam waktu dan repetisi yang menakjubkan? Bukankah hal tersebut juga menjadi tanda suatu marketing campaign berhasil?

Fokus Pada Pasar

Semua produk, baik itu berupa barang atau jasa, selalu memiliki target market ideal. Pada poin ini, Traditional marketing kalah jauh dibandingkan digital marketing. Melalui berbagai data search, lokasi, dan data-data pribadi, pengguna digital marketing dapat dengan mudah menjangkau demografi pasar yang mereka inginkan.

Fitur analitik dari digital marketing memampukan penggunanya untuk menjangkau pasar spesifik, sementara traditional marketing masih seperti berjudi; dimana dalam slot tayang iklan mereka, mereka berharap ada prosentase yang signifikan dari demografi pasar yang mereka targetkan.

Itulah 5 Perbedaan Mendasar Digital Marketing Dan Tradisional Marketing, pilihlah yang terbaik untuk kemajuan usaha maupun bisnis anda. Good Luck!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X