Peta ASEAN

Gambar Peta ASEAN Terlengkap dan Penjelasannya Terbaru

Diposting pada

Berbicara soal perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara pasti Anda sudah sangat familiar, sebab sudah diajarkan sejak menduduki sekolah dasar. Ternyata banyak informasi yang bisa diperoleh dengan melihat peta ASEAN terkait negara-negara yang tergabung di dalamnya.

Gambar Peta ASEAN

Gambar Peta Asean

Peta ASEAN Lengkap

Peta Asean Lengkap

Peta Buta ASEAN

peta buta ASEAN

Peta Negara ASEAN

Peta Negara Asean

Cakupan Tentang Peta ASEAN

Perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara tergabung dalam satu perkumpulan bernama ASEAN dan digamabarkan dalam peta. Wilayahnya cukup luas secara keseluruhan, karena mencakup seluruh negara kepulauan dan kondisi geografis di barat berbatasan dengan Bangladesh.

Baca Juga: Rumah Adat Indonesia

Selain batas barat, ujung timur diduduki oleh Samudera Pasifik. Begitu juga selatan dan utara berturut-turut terdapat Samudera Hindia dan China. Luas wilayah peta ASEAN secara nyata mencapai 4.479.410,5 kilometer persegi. Di tahun 2010, total penduduk mencapai 601 juta jiwa.

Nilai historis atau sejarah yang terkandung dalam peta ASEAN sangat mendalam. Dalam gambaran, mencakup masing-masing negara anggota yang luasnya berbeda-beda. Meski ada yang paling besar, namun selisihnya rata-rata tidak jauh berbeda dan semua memiliki keunggulan tersendiri.

Sejarah Terbentuknya Peta ASEAN

 

Peta Asia Tenggara

Menurut sejarah, peta buta ASEAN pertama kali dibentuk pada 1540 Masehi. Penggarapan ini dilakukan oleh Sebastian Munster sebagai kartografer. Berbeda dengan sekarang, saat itu gambaran peta belum sempurna karena beberapa wilayah belum disinggahi atau dikuasai oleh para penjajah.

Seiring perkembangan zaman, peta dikembangkan oleh Abrahan Ortellius sebagai seorang Orientalis pada tahun 1570 Masehi. Meski begitu penggambaran juga belum begitu akurat. Sampai pada akhirnya tahun 1718 Masehi oleh Henri Chatelain disempurnakan.

Sejak saat itu peta ASEAN bertahan dan digunakan secara umum. Kondisinya sangat lengka bahkan sudah mencakup nama-nama kota di setiap daerah dalam negara. Peresmiannya dilakukan setelah perhimpunan bangsa-bangsa ini didirikan oleh 5 negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia dan Filiphina.

Letak Astronomis ASEAN

Perhimpunan bangsa-bangsa yang ada di wilayah Asia Tenggara tidak hanya memiliki karakteristik secara geografis namun juga astronomis. Tepatnya terletak pada 28 derajat lintang utara hingga 11 derajat lintang Selatan. Kemudian selanjutnya 93 sampai 141 derajat bujur timur.

Berdasarkan letak astronomis tersebut, dapat diartikan bahwa wilayah ASEAN dibentangkan mulai titik 28 hingga 11 derajat lintang utara. Kemudian 93 sampai titik 141 derajat bujur timur. Secara keseluruhan wilayahnya terdapat di bagian timur dunia. Tetapi jika dilihat secara vertikal terbagi menjadi utara dan selatan.

Pada gambar peta ASEAN, pembagiannya dari 10 negara, 9 di antaranya berada di posisi utara. Hanya Indonesia satu-satunya yang menempati 2 wilayah yaitu utara dan selatan sekaligus. Hal ini terjadi karena Timor Leste tidak terdaftar dalam anggota resmi.

Pengaruh Letak Astronomis Wilayah ASEAN

Letak wilayah bisa dijelaskan berdasarkan astronomisnya. Dengan kata lain arah mata angin dan posisi yang memengaruhi. Ternyata hal ini dapat berpengaruh langsung di beberapa sektor sehingga negara di Asia Tenggara mayoritas memiliki peristiwa alam hampir serupa.

Iklim

Letak astronomis ASEAN secara langsung juga mempengaruhi iklim negara angotanya. Dapat diartikan sebagai keadaan rata-rata wilayah. Karena posisinya berada dekat dengan daerah khatulistiwa tidak heran bila memiliki iklim tropis yang akan mendapatkan sinar matahari.

Karena iklim tropis terdapat di antara 23,5 lintang utara hingga 23,5 lintang selatan. Maka wilayah ASEAN termasuk di dalamnya. Selain mendapatkan cahaya matahari yang cukup, negara-negara ini juga memiliki curah hujan tinggi, tetapi tekan udaranya cenderung rendah.

Secara keseluruhan negara-negara di ASEAN memiliki 2 musim umum. Kemarau dengan cahaya matahari didapatkan secara cukup. Serta penghujan selama sebagian besar dari 12 bulan dengan curah hujan tinggi.

Kelembapan Udara

Letak astronomis ASEAN juga mempengaruhi kelembapan udara secara tidak langsung. Wilayah Asia Tenggara cukup tinggi karena sebagai dampak dari terjadinya penguapan air. Mengingat hampir sebagain besar dipenuhi oleh lautan atau perairan.

Kelembapan udara yang tinggi ini bisa menyebabkan pemanasan global. Peristiwa tersebut hampir merata di seluruh negara anggota ASEAN. Meskipun letaknya tidak sama persis, namun saling berbatasan itu menjadi slaah satu pengaruhnya.

Suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi cenderung tinggi. Hal ini berdampak pada kekeringan yang seringkali terjadi di wilayah Asia Tenggara. Begitu juga pergantian musim tidak bisa dipastikan karena berjalan kurang stabil.

Ekonomi

salah satu indikator kemakmuran negara juga dinilai berdasarkan kondisi ekonominya. Ternyata letak astronomis ASEAN berpengaruh terhadap keseharian yang dilakukan masyarakat. Iklim tropis yang terjadi di Asia Tenggara memberikan sinar matahari cukup banyak.

Tidak heran bila hampir sebagian besar negara anggota memanfaatkan energi terbesar yang dimiliki. Penduduk berprofesi sebagai petani untuk bercocok tanam. Seperti halnya Indonesia, Thailand pun demikian, bahkan hingga mendapat julukan sebagai lumbung padi Asia Tenggara.

Karena itulah, hampir semua negara-negara di ASEAN hanya berfokus pada sektor pertanian. Kemakmuran negerinya bergantung pada kemajuan sektor ekonomi yang dirintis. Hingga kegiatan ekspor-impor antar negara anggota juga berkutat pada hasil cocok tanam.

Pembagian Waktu

Letak astronomis juga mempengaruhi terhadap pembagian waktu di masing-masing negara. Ada 3 bagian secara besar biasa disebut GMT+7 atau Waktu Indonesia Barat (WIB). Di beberapa wilayah menerapkan GMT+8 dengan nama lain Waktu Indonesia Timur (WIT).

Ada juga negara-negara Asia Tenggara yang menggunakan pembagian waktu GMT+9. Lebih familiar dikenal dengan Waktu Indonesia Tengah (WITA). Hal ini didasarkan pada kecenderungan wilayah tiap negara bila diukur secara vertikal dari utara ke selatan.

Adanya pembagian waktu ini membedakan siang, pagi dan malam. Meski dalam satu hari terdapat 24 jam. Tetapi terdapat selisih sekian jam antara satu negara dengan lainnya. Seperti saat Indonesia pukul 10 siang, negara tetangga sedang pukul 12 siang.

Karakteristik Geografis Negara-negara dalam Peta ASEAN

Jika Anda mengamati peta negara ASEAN, maka akan banyak menemukan informasi negara anggotanya. Termasuk karakteristik geografis sebagai penanda letak wilayah berdasarkan banyak faktor. Mulai dari iklim, cuaca, hingga bentuk relief yang ada.

1. Indonesia

Salah satu dari 10 negara yang masuk ke dalam daftar anggota ASEAN ini ternyata sebagai pengisi pertama. Bahkan tempat dideklarasikannya perhimpunan saat pertama kalinya. Maka dari itu sering dikatakan sebagai pelopor.

Sebagai salah satu negara terbesar, Indonesia memiliki luas wilayah 1.904.569 kilometer persegi. Sebanding dengan jumlah penduduk yang memadati yaitu lebih dari 250 juta jiwa menyebar mulai sabang hingga merauke. Tidak heran bila disebut sebagai negara warga terbanyak ke-4 dunia.

Pusat ibu kota negara Indonesia terletak di Provinsi DKI Jakarta tepatnya ada di Pulau Jawa. Sedangkan kondisi geografis berada di barat dan selatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, utara ada Malaysia, Singapura serta Laut China Selatan, timur bersama Papua Nugini.

2. Malaysia

Setelah Indonesia sebagai negara pertama yang menduduki ASEAN, disusul oleh Malaysia. Biasa disebut pula sebagai persemakmuran Inggris. Luas wilayahnya cukup besar yaitu mencapai 329.847 kilometer persegi. Serta lebih dari 30 juta jiwa memadatinya di dua bagian barat dan timur.

Ibu kota negara Malaysia yaitu terletak di Kuala Lumpur tepatnya bagian barat. Sedangkan kondisi geografisnya berbatasan dengan Thailand dan Brunei Darussalam untuk sebelah Utara. Barat ada Samudera Hindia, Laut China Selatan di Timur, dan selatan adalah Indonesia.

Malaysia menjalankan sistem pemerintahan berbentuk monarki konstitusional. Mengakui raja, ratu, atau kaisar yang menjadi kepala negaranya. Serta dalam menerapkan kebijakan terdapat unsur-unsur Islam yang melekat sehingga secara tidak langsung mempengaruhi.

3. Singapura

Dibandingkan kedua negara sebelumnya, luas Singapura tidaklah besar hanya sekitar 716 kilometer persegi. Begitupun dengan jumlah penduduknya hanya sebesar 5.535.000 jiwa. Data ini tercatat pada tahun 2015 lalu. Posisi Singapura lebih tepatnya berada di Semenanjung Malaya.

Memiliki ibu kota yang terletak di Singapura. Kemudian batas-batasan secara geografisnya sebelah barat ditempati Selat Malaka, Utara Malaysia, Timur yaitu Laut China Selatan, terakhir Indonesia berada di batas selatan. Jika dilihat berdasarkan posisi negaranya cukup strategis.

Berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk memang terbilang kecil. Meski begitu, Singapura justru menjadi negara paling maju di antara anggota ASEAN. Karena memiliki pendapatan perkapita sangat tinggi. Hingga kini belum ada yang mampu menggeser posisinya.

4. Thailand

Negara anggota ASEAN berikutnya memiliki luas wilayah lebih kecil yaitu 513 kilometer persegi. Tetapi penduduk yang memadatinya jauh lebih banyak dari Singapura, yaitu berdasarkan data tahun 2015 sebesar 65.104.000. Bisa dibilang tingkat kepadatannya sangat tinggi di wilayahnya.

Ibu kota negara ini terletak di Bangkok. Juga memiliki batas-batas negara yaitu sebelah utara dengan Laos dan Myanmar, barat juga terdapat Myanmar, Kamboja berada di bagian timur Thailand, serta Malaysia di selatan. Posisinya yang kurang strategis ini ternyata mendatangkan keuntungan.

Pasalnya Thailand adalah satu-satunya negara yang tidak pernah dijajah sebelumnya. Tidak seperti wilayah lain merdeka karena membebaskan diri dari Bangsa Eropa. Tidah heran bila sampai saat ini dikenal sebagai negara yang saat dibentuknya tidak perlu menumpahkan darah.

5. Filiphina

Termasuk sebagai negara kepulauan yang menduduki posisi terbesar kedua setelah Indonesia. Wilayahnya sangat luas yaitu sebesar 300.000 kilometer persegi. Kepadatannya sekitar 339,19 setiap kilometer perseginya. Sedangkan total penduduk ada 100.981.437 jiwa sekitar 5 tahun lalu.

Ibu kota negara Filiphina adalah Manila. Anda pasti sudah tidak asing mendengar namanya karena cukup populer dan banyak dikunjungi. Sedangkan perbatasan karakteristik negara ASEAN secara geografisnya Taiwan menempati sebelah utara. Disusul oleh Laut Sulu di bagian selatan.

Sama seperti negara lainnya yang juga bersinggungan dengan wilayah lain. Bagian barat ditempati oleh Laut China Selatan. Kemudian di ujung timur juga terdapat Samudera Pasifik yang berbatasan langsung dengan Filiphina.

6. Brunei Darussalam

Selain Singapura, Brunei Darussalam juga dijuluki sebagai negara terkecil yang letaknya berada di Pulau Borneo (Kalimantan). Luas wilayah hanya sebesar 5.765 kilometer persegi dengan tingkat kepadatan penduduk sebannyak 400 ribuan saja. Bisa dilihat jumlahnya terbilang sedikit dibandingkan sebelumnya.

Brunei Darussalam juga memiliki karakteristik geografis yang melengkapi namun kurang strategis. Karena Malaysia dapat dijumpai di bagian barat, timur, serta selatan. Disusul ujung terakhir yaitu utara oleh Laut China Selatan. Meski jelas sekali negaranya kecil namun kondisi ekonomi makmur.

Dipimpin oleh seroang sultan di Brunei Darussalam, dengan kekayaan aset sebanyak 25 milliar dolar Amerika Serikat. Berhasil menduduki posisi kelima sebagai negara dengan sumber kekayaan paling tinggi. Memiliki ladang minyak dan gas alam yang luas menjadi salah satu faktornya.

7. Vietnam

Anggota perhimpunan bangsa-bangsa di ASEAN selanjutnya adalah Vietnam. Ibu kotanya terletak di Hanoi. Luas wilayahnya juga tidak terlalu besar hanya sekitar 332.698 kilometer persegi. Terakhir berdasarkan data 2016 jumlah penduduknya berada di kisaran 91.730.000 jiwa.

Dilengkapi dengan kondisi geografis yang diduduki oleh Kamboja sekaligus di 2 bagian yaitu timur dan selatan. Di dalam peta ASEAN Anda juga dapat melihat bagian barat bersinggungan langsung dengan Laos. Terakhir di posisi utara berbatasan dengan China.

Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh Vietnam yaitu dipimpin oleh Presiden sebagai posisi tertinggi. Dilengkapi pula Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahannya. Penunjukkan Perdana Menteri dilakukan Presiden namun atas pertimbangan Majelis Nasional Vietnam.

8. Laos

Jika semua negara anggota ASEAN memiliki perbatasan dengan perairan. Berbeda dengan Laos karena sama sekali tidak bersinggungan. Di bagian barat Anda dapat menjumpai Myanmar, kemudian timur adalah Vietnam. Sedangkan pada ujung utara dan selatan berturut-turut ditempati RRC dan Kamboja.

Pada tahun 2014 jumlah penduduknya berkisar di angka 6.803.699 jiwa. Sebanyak ini tersebar untuk memenuhi wilayah dengan luas 236.800 kilometer persegi. Bila dilihat sekilas bisa disimpulkan cukup padat karena terdapat banyak sekali warga di dalam negara kecil.

Ibu kota negara Laos adalah Vientiane. Menjalankan sistem kekuasaan berbentuk Republik Sosialis. Seperti Parlementer pada umumnya yaitu dikuasai oleh seorang Presiden. Sedangkan kepala pemerintahan diduduki oleh Perdana Menteri, diangkat oleh kepala negara atas persetujuan NA.

9. Myanmar

Luas wilayah Myanmar sebesar 676.578 kilometer persegi. Perkiraan jumlah penduduknya yaitu sebanyak 53 juta jiwa. Tidak terlalu kecil dan padat, karena bisa dilihat antara warga yang menempati dengan wilayah cukup seimbang seperti beberapa negara anggota lainnya.

Berdasarkan karakteristik geografisnya Myanmar juga memiliki batasan-batasan wilayah. Pada peta Asia Tenggara, Bangladesh bisa dijumpai pada bagian barat. Timur Anda akan melihat Laos, sedangkan utara dan selatan diduduki oleh Republik Rakyat China dan Teluk Benggala.

Bahasa resmi yang digunakan di Myanmar adalah Burma. Memiliki ibu kota yang terletak di Pyinmana dilengkapi dengan sisten kekuasaan oligarki militer. Maka jika ada urusan legislasi semuanya harus persetujuan tanda tangan oleh SPDC (State Peace and Development Council).

10. Kamboja

Negara Kamboja memiliki ibu kota terletak di Pnom Penh. Menjalankan kekuasaan yang disebut sebagai monarki konstitusional lengkap dengan semboyan “Raja yang berdaulat, tetapi tidak memerintah”. Sedangkan sistem pemerintahannya adalah parlementer.

Segala administrasi negara dijalankan oleh posisi Dewan yang dipimpin seorang Perdana Menteri. Dibentuk saat selesai pemilihan umum bersama para partai politik. Posisi tersebut juga memiliki tanggung jawab kepada National Assembly atau bisa disebut NA.

Negaranya berbentuk kesatuan dengan total 24 provinsi di dalamnya. Masing-masing memiliki Gubernur sebagai pemimpin serta satu posisi munisipal atau lebih sering dikenal dengan sebutan Krong. Terdapat juga anggota komunitas lokal yang bertugas memilih dewan untuk mengurusnya.

Baca Juga: Lagu Daerah Indonesia

Banyak sekali informasi yang bisa diperoleh dalam peta ASEAN. Ternyata meski berada di satu wilayah yang sama yaitu Asia Tenggara, bukan berarti memiliki karakteristis persis. Karena terdapat pembagian lagi di dalamnya berdasar geografis maupun astronomis.

Tinggalkan Balasan