Peta Dunia: Sejarah & Perkembangannya

Salah satu hasil penelitian yang hingga kini digunakan oleh banyak orang adalah peta dunia. Fungsinya memang cukup penting untuk mengetahui lokasi dari negara lain atau hanya ingin melihat dengan jelas bagaimana permukaan bumi jika dibentangkan.

Pengertian Peta Secara Umum

Pengertian Peta Secara Umum

Peta memang dibuat berdasarkan beberapa jenis, mulai dari skala, bentuk dan juga isi. Pembuatannya juga tidak sembarangan dan memerlukan ahli kartografi serta geografi di dalamnya. Penyusunannya pun melewati banyak tahapan hingga bisa diamati dengan mudah seperti sekarang.

Pengertian peta pada umumnya adalah, gambaran muka bumi dalam sebuah bidang datar yang sebelumnya sudah diukur menggunakan skala tertentu dengan sistem proyeksi. Rumitnya proses permbuatan akan menghasilkan pemetaan akurat seperti pada aslinya.

Peta bisa disajikan dalam berbagai cara baik peta konvensional di kertas maupun digital di layar komputer ataupun smartphone Anda. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani yaitu “mappa” yang memiliki arti kain penutup atau taplak untuk sebuah meja.

Pengertian Peta Dunia

Salah satu pemetaan yang hingga kini digunakan oleh seluruh orang adalah peta dunia. Anda bisa melihat berbagai macam negara dengan jelas. Selain itu, juga menampilkan seluruh benua dan samudra.

Peta dunia merupakan pemetaan untuk menggambarkan keseluruhan permukaan bumi yang bisa dibuat menggunakan berbagai proyeksi. Para ahli pun berkumpul demi membuatnya secara lebih detail dan akurat daripada pemetaan sebelumnya.

Baca Juga: Peta ASEAN

Peta dunia bisa berupa fisik dan juga politik. Tujuannya ialah menampilkan batas territorial dan menunjukkan kenampakan geografi seperti pegunungan serta penggunaan tanah. Selain itu, juga ditampilkan garis bujur dan lintang sebagai pembatas daerah bagian bumi.

Fungsi Pembuatan Peta Dunia

Pengertian Peta Dunia

Pembuatan peta yang melewati banyak tahapan dilakukan karena semata-mata demi mencapai banyak fungsinya. Pemetaan pun disusun oleh banyak ahli terdahulu bahkan melewati banyak perjalanan lautan sebelumnya. Lantas apa saja tujuan dibuatnya?

Menampilkan Bentuk Bumi

Peta dibuat dengan jelas untuk menunjukkan banyak gunung, sungai atau keadaan geografis lainnya. Orang-orang akan menggunakannya guna mengetahui apa saja yang ada di permukaan bumi ini. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah mengenali berbagai kenampakan alam.

Begitu pun dengan peta dunia yang menampilkan setidaknya nama-nama negara dari berbagai dunia. Orang-orang dapat menggunakannya untuk melihat seberapa besar permukaan bumi jika dibentangkan secara luas.

Menunjukkan Posisi Relatif

Fungsi kedua dari pembuatan peta adalah menunjukkan posisi akurat dan relatif. Anda bisa mengetahui berbagai kenampakan alam yang ada di permukaan bumi disertai lokasinya sehingga dapat mengira-ngira seberapa jauh untuk menuju kesana.

Peta dunia juga bisa menampilkan posisi sebuah negara di suatu benua sehingga Anda dapat melihat lebih jelas letaknya. Selain itu, juga memungkinkan bagaimana lokasi dari daratan dan lautan yang begitu luas beserta namanya hanya dengan melihatnya secara teliti.

Istilah Garis Lintang dan Garis Bujur dalam Peta Dunia

Garis Lintang dan Garis Bujur

Di dalam peta dunia, dikenal dua istilah yang paling sering digunakan yaitu garis lintang dan bujur. Lantas apa perbedaan dari keduanya? Mengapa penting untuk diketahui dalam membaca sebuah gambar ketika pemetaan? Inilah penjelasannya:

Garis Lintang

Garis lintang membentang panjang dari arah barat dan timur. Fungsinya adalah membagi bagian bumi menjadi selatan dan utara. Satuan 0 derajat bisa disebut sebagai lini atau ekuator. Di Indonesia leih dikenal dengan istilah garis khatulistiwa yang membagi kedua wilayah menjadi dua sisi.

Ada beberapa garis lintang yang dikenal istima. Di antaranya 0 derajat yaitu ekuator, 23% sebagai perbatasan peredaran dari semu matahari, 66 ½ derajat sebagai lingkar kutub sedangkan 90 derajat merupakan titik utama kutub. Fungsinya untuk membedakan iklim di seluruh penjuru dunia.

Garis Bujur

Sedangkan istilah ini merupakan garis khayal yang membagi belahan bumi dari selatan ke utara. Biasa juga disebut meridian. Fungsinya untuk penentu pembeda waktu dan penanggalan. Satuan 0 derajat menunjukkan di Greenwich, Inggris sebagai patokan awal perhitungan GMT (Greenwich Mean Time)

Garis bujur dibagi menjadi dua yaitu timur (BT) dan barat (BJ). Masing-msing posisinya akan disesuaikan tepat dengan lokasinya terhadap titik Greenwich, Inggris. Keduanya saling membujur dari 0 sampai 180 derajat.

Penemuan Sebaran Benua-Benua di Dunia

Permukaan bumi terbagi atas hamparan daratan dan lautan. Hingga kini dikenal 6 benua yaitu Asia, Australia, Eropa, Afrika, Amerika dan Antartika. Sampai memasuki millennium pertma, masih banyak dilakukan ekspedisi untuk mengarungi samudra seperti Pasifik dan Atlantik.

Benua Amerika baru saja ditemukan di abad pertengahan. Nama tersebut diambil dari penemunya yaitu Amerigo Vespucci. Seorang penjelajah, pedagang sekaligus pembuat peta dunia yang menyadari bahwa temuannya tidak termasuk bagian dari Asia.

Sekitar abad ke-18, James Cook, penjelajah berkebangsaan Inggris berhasil menemukan daratan Australia. Benua ini meliputi pulau Tasmania dan Guinea Baru. Sementara itu, Antartika baru saja ditemukan di awal tahun 1900 dari banyaknya ekspedisi yang telah dilakukan.

Sejarah Pembuatan Peta Dunia Hingga Sekarang

Sejarah Pembuatan Peta Dunia Hingga Sekarang

Peta dunia tidak semudah itu disusun dalam waktu singkat. Pembuatannya membutuhkan proses cukup rumit dan harus dikerjakan oleh beberapa ahli secara bersamaan. Jika ditelusuri, terdapat beberapa tahapan penyusunan yang telah terjadi hingga saat ini. Berikut ulasannya:

Periode Awal

Periode awal terjadi ketika bumi masih belum melewati Masehi. Pertama kali pembuatan peta dunia dirancang oleh sekelompok orang dari bangsa Babyloni sekitar tahun 2300 SM. Pada saat itu, penggambaran masih menggunakan media tanah liat sebagai alat gambarnya.

Perkembangan ilmu di Yunani semakin berkembang pesat sehingga menyusul pembuatan peta dunia pertama kali tersebut. Kala itu, Aristoteles mencetuskean paham tentang bumi bulat. Setelahnya Kartografi mencapai puncak kejayaan pada tahun 165 sampai 185 SM karena kerja keras dari Ptolemy.

Periode Pertengahan

Pembuatan peta dunia semakin berkembang seiring banyaknya ahli serta filsuf bermunculan. Penyusunannya dengan menggunakan gambaran tangan telah banyak dilakukan oleh bangsa Arab dan Mediterania. Kemudian disusul perjalanan menelusuri bumi oleh Bangsa Viking di abad 12.

Perkembangan pembuatannya dipengaruhi oleh dominasi ilmu agama daripada pengetahuan pada kala itu. Hal ini ditunjukkan dengan salah satu peta yang berhasil dibuat dan sangat terkenal di kota Jerusalem berbentuk T-O.

Periode Kejayaan

Pada periode kejayaan menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Di abad ke-15, telah ditemukan alat pencetak peta berbahan dasar kayu. Sedangkan pada awal tahun 1600, peralatan tersebut sudah mulai berkembang dengan material termbaga.

Perkembangan alat pencetak peta tersebut menjadi pencetus adanya ilmu baru dalam mempelajari teknik fotografis. Pada abad ke-16, telah ditemukan adanya proyeksi silindris dimana bumi digambar dalam wujud globe. Temuan ini dilakukan oleh Gerardus Mercator

Periode Modern

Pembuatan peta dunia pada periode modern telah terbantu dengan adanya teknologi yang lebih canggih dan menunjukkan hasil akurat seperti pada aslinya. Di awal abad ke-17, perkembangan ilmu kartografi dipelajari lebih lanjut sehingga berhasil dibuat cukup signifikan.

Hingga saat ini, pembuatan peta dunia sudah menggunakan beberapa gabungan alat canggih seperti indera satelit, pengecekan lokasi serta foto udara. Kombinasi ketiga teknologi tersebut dapat menghasilkan gambar lebih valid.

Tokoh Penting dalam Penemuan Peta Dunia

Keempat periode tersebut juga tidak akan terjadi apabila tokoh-tokoh di dalamnya tidak berhasil melakukan penelitian atau membuktikan hasil pikirannya untuk suatu projek. Para ilmuwan terutama di bidang kartografi dan geografi memiliki peran besar di perkembangan peta dunia. Inilah penjelasannya:

Claudius Ptolomeus

Claudius Ptolomeus

Adanya peta sudah dikenal aik bahkan saat masih zaman Yunani Kuno. Ptolomeus yang merupakan ahli geografi mengenalkan teori penting hingga saat ini teknik kartografi dalam pemetaan. Penemuan ini membuat semua orang pada zaman itu berbondong-bondong ikut mempelajarinya.

Sejalan dengan perkembangan ilmu geografi, pemetaan juga berkembang semakin pesat. Terutama di awal abad pertengahan yang berubah secara signifikan. Semenjak kemunculan teori penting dari Claudius Ptolomeus, negara-negara dari Arab pun mengikuti isu ini sehingga ikut mempelajarinya.

Khalifah Al Ma’mum

Khalifah Al Makmun

Setelah kemunculan Claudius Ptolomeus menyebabkan semua negara dengan banyak ahli geografi di dalamnya ikut mempelajari dan meneliti tentang pembuatan peta seluruh dunia. Begitu pun seperti Arab pada masa kekuasaan Khalifah Al Ma’mun pada tahun 813 sampai 833 Masehi.

Kepemimpinan khalifah Al Ma’mun menjadi bukti penting bahwa perkembangan ilmu katografi dan geografi juga berkembang pesat di dunia Islam. Beliau memerintahkan para ahlinya untuk mengukur kembali jarak bumi sehingga ditemukannya satuan mil pada saat itu.

Al Idris

Al Idris

Al Idris dikenal sebagi ahli geografi yang telah membuat peta dunia lebih akurat daripada sebelumnya. Hasil pengerjaannya berhasil diteliti telah dibuat sekitar abad kesebelas. Ketertarikannya dalam ilmu astronomi dan hitung membuatnya melakukan perjalanan mengelilingi dunia.

Keahliannya telah menarik para tokoh penting di seluruh dunia, hingga membuat Raja Roger II mengundangnya untuk membuatkan buku ensiklopedia khusus geografi yang dinamai Peta Tabula Rogeriana. Di dalamnya menampilkan berbagai daratan di Eurasia dan sebagian kecil dari Australia.

Pipi Reis

Tokoh penting selanjutnya adalah Pipi Reis berkebangsaan Turki yang merupakan pembuat peta dunia paling lengkap daripada sebelumnya. Hasil kerjanya ini pertama kali dibuat pada tahun 1513 dengan menggunakan media kulit rusa selebar 90 x 65 cm.

Peta buatan Pipi Reis tersebut merupakan gabungan hasil-hasil terdahulu dan juga beberapa musafir dari berbagai negara. Ia mengungkapkan bahwa pembuatannya menggunakan sebanyak 34 sumber berbeda seperti jaman Alexander, ahli geografi muslim, Columbus serta negara Portugis.

Abraham Ortellius

Abraham Ortelius

Abraham Ortelius merupakan tokoh geografi yang membuat atlas pertama kali pada masa itu. Hasil kerjanya memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pemetaan dan kartografi. Buku tersebut hingga kini dikenal dengan judul Theatrum Orbis atau diartikan sebagai teater dunia.

Buku Theatrum Orbis pertama kali dipublikasikan pada tahun 1570 dan sudah dikenal dengan nama Atlas. Selain itu, Abraham Ortellius juga menjadi kartografer yang secara konsisten telah menambahkan nama dan sumber di saat sedang membuat peta.

Istilah Penting dalam Sejarah Perkembangan Peta Dunia

Dalam keempat periode mulai awal, pertengahan, kejayaan dan juga modern di saat perkembangan peta dunia telah ditemukan banyak sekali benda-benda yang sudah diteliti. Baik berupa peralatan ataupun hasil gambaran. Inilah beberapa di antaranya:

Peta Tablet

Peta Tablet

Peta ini adalah temuan tertua yang berhasil diteliti hingga saat ini. Dalam suatu penelitian, orang asli Babilonia di Irak telah membuatnya sekitar tahun 500 sebelum Masehi. Mereka berhasil memahatnya di atas permukaan tanah liat kecil dengan ukuran tidak lebih besar dari tangan manusia dewasa.

Peta tersebut menggambarkan tentang kepercayaan orang Babilonia yang mempercayai bahwa bentuk dunia serupa seperti kepingan CD. Simbol garis lingkar menunjukkan gunung dan dan diantaranya terdapat Sungai Eufrat dan Tigris. Sedangkan ikon persegi menunjukkan sebagai pusat kota.

Peta Papirus

Peta Papirus

Temuan lainnya yaitu sebuah peta menggunakan kertas Papirus yang berhasil digambar oleh orang Mesir terdahulu pada tahun 330 SM. Di dalamnya menunjukkan beberapa tempat seperti Danau Moeris dan sekarang telah menjadi kota gurun pasir di wilayah Kota Fayum.

Selain itu, di dalam peta Papirus juga menunjukkan beberapa gambar menyimbolkan dewa-dewa kepercayaan Mesir Kuno. Seperti Sobk, yang dipercaya menjadi penunggu di wilayah tersebut. Orang-orang di sana juga menggambarkan perjalanan menuju kematian di dinding-dinding makam.

Peta Sutra

Peta Sutra

Temuan berikutnya yaitu Peta Sutra yang telah menggunakan teknik topografi di wilayah Dinasti Han pada tahun 168 sebelum Masehi. Gambar ini sebagai sejarah tertua di daerah Tiongkok namun baru ditemukan sekitar awal 1973. Menariknya, penggambarannya bisa lebih akurat dibandingkan lainnya.

Pembuat Peta Sutra menggunakan symbol yang dipakai untuk menjadi lambang jalan, pegunungan, desa, banteng militer serta provinsi. Sedangkan ketebalan garis menyimbolkan tentang ukuran dan aliran dari sungai.

Peta Koin Perak

Peta Koin Perak

Peta ini merupakan hasil gambar dari orang Yunani yang menggunakan media koin perak. Penelitiannya menunjukkan bahwa pembuatannya sudah dirancang sejak dari abad ke empat sebelum Masehi. Di dalamnya menggambarkan satu lokasi nyata hingga kini yaitu Ephesus (bagian dari Turki).

Kebanyakan simbol yang tertera di dalam peta tersebut menunjukkan daerah dengan ketinggian tertentu. Di antaranya menggambarkan beberapa wilayah di sekitar rentang pegunungan seerti lembah dan sungai.

Peta Grafik Batang

Peta Grafik Batang

Orang-orang dari Kepulauan Marshall di sekitar Pasifik bagian selatan ternyata sudah berhasil menyusun sebuah peta yang telah digunakan untuk melakukan berbagai ekspedisi. Mereka menggunakan batang-batang pohon dan diikat oleh sabut guna menunjukkan pola gelombang air laut.

Peta grafik batang juga dilengkapi dengan potongan karang atau bekas kerrang untuk meyimbolkan pulau-pulau di sekitarnya. Penelitian dari hasil temuan ini mengungkapkan bahwa keahlian pelayar untuk membuatnya hanya diturunkan dari ayah kepada anaknya.

Bapak Geografi, Claudius Ptolemeus

Bapak Geografi, Claudius Ptolemeus

Claudius dianggap sebagai bapak geografi dunia yang telah berhasil membuat horoskop akurat. Dia menemukan cara bagaimana menggambarkan bumi agar terlihat rata di permukaan kerrtas. Seperti kebanyakan orang Romawi dan Yunani, Ptolemeus meyakini bahwa planet ini berbentuk bundar.

Ptolemeus mengumpulkan beberapa dokumen rinci yang menunjukkan lokasi kata dan informasi dari pelancong. Selain itu, dia juga berhasil menyusun garis bujur dan lintang serta membubuhkan kurang lebih 10 ribu titik dari Afrika Utara, Asia, Eropa dan Inggris.

T-O Maps

T-O Maps

Dalam peta yang dibuat oleh Isidore menunjukkan dunia berbentuk lingkaran Samudera digambar dengan simbol O dan mengelilingi keseluruhan bumi. Tiga benua tertera yaitu Eropa, Afrika serta Asia. Ketiganya terbagi antara sungai Nil dan Don dan juga Laut Mediterania sehingga membentuk huruf T.

Namun tujuan awal sebagai penggambaran bentuk bumi tersebut dipercaya sebagai tatanan umum dunia hingga sekarang. Peta T-O menjadi populer sekitar abad pertengahan sampai tahun 1500 Masehi termasuk Psalter Map di dalam Kitab Mazmur.

Tabula Rogeriana

Tabula Rogeriana

Tabula Rogeriana atau biasa disebut sebagai Kitab Rudjdjar merupakan peta dunia hasil gambaran dari Al Sharif Al-Idrisi, pakar geografi dari Arab pada tahun 1154. Beliau menggabungkan ilmu dari negara bagian Timur. Samudera Hindia dan Afrika yang dikumpulkan dari pelayar dan pedagang Islam.

Peta tersebut menggunakan simbol dalam bahasa Arab. Di dalamnya menampilkan beberapa daratan di Eurasia dan sebagian kecil daerah di benua Afrika, Asia Tenggara dan Tanduk Afrika. Tabula Rogeria memiliki hasil yang lebih akurat hingga tingga abad kemudian.

Catatan Atlas

Catatan Atlas

Catatan Atlas merupakan peta yang digambar menggunakan bahasa Catalan di abad pertengahan ekitar tahun 1375. Abraham Cresques sebagai ahli kartografi dari Yahudi berhasil membuatnya dalam enam lembar dengan lebar 65-50 cm dan dilipat secara vertical. Kemudian diwarnai emas dan perak.

Catatan Atlas mencakup astrologi, kosmografi dan astronomi. Penjelasannya disertai dengan ilustrasi. Selain itu, juga menggambarkan wilayah bagian Timur, Afrika Utara dan Eropa. Kemudian menampilkan kota-kota Keristen menggunakan simbol salib serta pelabuhan penting berwarna merah.

Gambar Sempurna Benua Amerika

Gambar Sempurna Benua Amerika

Pada saat itu, peta dari Benua Amerika belum tergambar secara sempurna. Untuk kali pertamanya di dalam Tabula Novarum Insularum telah menampilkannya dengan terpisah dari wilayah lain sehingga lebih akurat. Temuan ini berhasil digambar oleh ahli kartografi Jerman yaitu Sebastian Munster.

Tabula Novarum Insularum pertama kali ditunjukkan kepada umum pada tahun 1540 setelah Columbus sudah lama menginjakkan kakinya di benua Amerika tersebut. Peta ini menandai perkembangan ilmu geografi di dunia secara pesat. Walaupun 25 tahun ke depan masih ditemui hasil seperti sebelumnya.

Proyeksi Mercator

Proyeksi Mercator

Setelah adanya publikasi dari proyeksi Mercator, banyak pelayar yang menggunakannya dalam memudahkan selama perjalanan ekspedisi. Peta ini berhasil dibuat oleh Gerardus seorang ahli kartografi dari Belgia pada tahun 1569. Ia telah menemukan trik bagaimana menampilkan bola dunia.

Selain ahli dalam bidang kartografi, Gerardus juga memiliki keahlian di ilmu matematika sehingga memudahkannya untuk melakukan proyeksi pemetaan. Hasilnya menunjukkan peta yang lebih akurat daripada sebelumnya pada masa itu. Mercator menampilkan seluruh bentangan bumi secara bertahap.

Atlas Modern

Atlas Modern

Pada abad ke-16, semakin banyak pembuatan peta oleh beberapa ahli. Salah satu kartografer, Abraham Ortelius berkebangsaan Belgia berhasil menyusun atlas modern sekitar tahun 1750. Pengerjaannya tertarik dari proyeksi Mercator oleh Gerardus di masa sebelumnya.

Pemetaan ini merupakan hasil kerja pertamanya yaitu Theatrum Orbis Terrarum. Atlas Ortellius menjadi instrument akurat dalam menampilkan dunia yang pada masa itu belum bisa digambarkan sempurna. Pada zaman tersebut, peta masih bercampur dengan banyak spekulasi dan fantasi.

Peta Benua Australia

Wujud Australia

Benua Australia pertama kali dianaliasa oleh Matthew Flinders sebagai kartografer dan navigator berkebangsaan Inggris. Dia berhasil memimpin penjelajahan di New Holland kemudian menamai penemuannya sebagai Terra Australis lalu baru dimasukkan ke dalam peta pada tahun 1814.

Dalam perjalanan ketiganya, Flinders menemukan daratan besar yang ditemani oleh lelaki bernama Aborigin Bungaree. Setelah itu, ia menamainya benua Australia. Padahal sebelumnya, bagian bumi selatan masih belum terjamah dan hanya sebatas teori saja.

Perubahan Dunia Hingga Sekarang

Perubahan Dunia Hingga Sekarang

Pemetaan dipengaruhi oleh perubahan yang telah terjadi. Misalnya dampak dari Perang Dunia bisa mengubah daratan Eropa. Setelah PD I, banyak negara memisahkan diri seperti Lithuania, Polandia, Cekoslovakia dan Yugoslavia. Hal seperti ini tentu saja akan mengubah tampilan dari peta.

Perubahan lainnya ditunjukkan dengan dampak setelah terjadinya perang dunia kedua. Dimana pada tahun 1981, peta Eropa sudah menunjukkan bahwa negara Jerman terbagi menjadi dua yaitu bagian barat dan timur. Kemudian Uni Soviet telah berdiri kembali setelah memperoleh kembali wilayahnya.

Keakuratan Pembuatan Peta Dunia

Semakin berkembangnya teknologi, pemetaan dunia bisa dibantu dengan peralatan canggih sekarang. Tidak perlu lagi dilakukan penjelajahan lautan melainkan adanya perjalanan ke luar angkasa. Pada akhir 1968, tiga astronot berhasil pergi mendarat di luar bumi untuk melihat bentuk asli planet ini.

Kemudian juga ditemukan teknologi baru berupa komputer dan satelit. Keduanya semakin mengungkap fakta menarik dari bumi yang sebelumnya belum bisa dilakukan hanya dengan pengukuran secara manual. Terlebih sekarang sudah dapat melakukan pengambilan foto lewat udara.

Perkembangan Peta Dunia dan Beberapa Negara yang Hilang

Selama perkembangan peta dunia yang bisa saja berubah. Salah satu penyebabnya karena adanya perang atau perpindahan wilayah kekuasaan, tentu saja perlu diperhatikan agar tidak ketinggalan dengan informasi terbaru tersebut. Lantas negara mana saja itu?

Jerman Timur

Pada tahun 1949 sampai 1990 Jerman Timur sempat dihapus dari peta dunia di masa itu. Negara ini menjadi hasil aneksasi dari Uni Soviet setelah pecahnya Perang Dunia kedua. Adanya Tembok Berlin merupakan cikal bakal pembatas dari kedua wilayah tersebut.

Pada awalnya, Jerman Timur sudah tergabung dengan Uni Soviet. Namun semenjak runtuhnya Tembok Berlin pada tahun 1990 membuat kedua wilayah tersebut bersatu kembali. Peristiwa ini juga menjadi alasan hilanggnya paham komunis di negara tersebut.

Cekoslovakia

Negara yang sempat hilang dari peta dunia adalah Cekoslovakia. Bangsa ini merupakan hasil pecahan dari Hungaria dan Kekaisaran Austro. Namun tepatnya pada bulan Maret 1939, wilayah ini telah resmi diduduki oleh Jerman sehingga harus dilenyapkan dari pemetaan.

Kemudian setelah Perang Dunia kedua membuat Cekoslovakia diduduki oleh Uni Soviet hingga mengubahnya menjadi negara anggota setelah runtuhnya pada tahun 1991. Pada saat itu, negeri tersebut akhirnya memilih berdiri sendiri sebagai demokrasi dinamis.

Vietnam Selatan

Negara ini sudah berdiri semenjak pengusiran colonial Prancis pada tahun 1954. Setelahnya, Vietnam terbagi menjadi dua wilayah yaitu bagian selatan dan utara dengan paham yang berbeda, kapitalis serta komunis.

Namun pembagian wilayah tersebut tidak dapat berjalan sesuai harapan, seperti di Semenanjung Korea sehingga mengakibatkan peperangan antar keduanya. Kekalahan Amerika dalam perang Vietnam memaksanya harus pergi sekaligus mengakhiri penjajahan negara bagian selatan tersebut.

Kekaisaran Ottoman

Kekaisaran Ottoman merupakan sejarah yang paling besar dalam sejarah sekitar November 1922. Negara ini runtuh setelah menjalani masa kejayaannya selama 600 tahun lebih lamanya. Wilayah kekuasannya terbentang luas dari Maroko sampai Teluk Persia.

Kekaisaran Ottoman harus mengalami kekalahan setelah Perang Dunia pertama. Negara ini harus rela membagikan wilayahnya kepada Inggris seperti Palestina, Sudan dan Mesir. Setelah itu, pada tahun 1922, Turki berhasil meraih kemenangkan dan menghapuskan sistem pemerintah berupa kesultanan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai peta dunia beserta perkembangannya dari periode awal hingga sekarang. Ternyata salah satu alat penunjang dalam proses pembelajaran tersebut telah mengalami banyak tahapan sejarah dengan cukup rumit.

Satu pemikiran pada “Peta Dunia: Sejarah & Perkembangannya”

Tinggalkan komentar