Prinsip Etika Bisnis

Prinsip Etika Bisnis & Pendekatannya Dalam Perusahaan

Diposting pada

Anda pasti sudah sering mendengar kata-kata pebisnis maupun pengusaha. Ternyata di balik kesuksesan yang diraih, diperlukan prinsip etika bisnis dan pendekatannya dalam perusahaan secara baik dan benar. Tanpa itu semua, maka usaha yang dirintis tidak akan kuat berdiri kokoh bahkan tahan lama.

Pentingnya Etika Bisnis untuk Diterapkan

Pentingnya Etika Bisnis untuk Diterapkan

Dalam menjalankan usaha yang kemudian sering dikenal dengan sebutan bisnis, penting sekali menggunakan etika. Hal ini karena prosesnya berhubungan dengan banyak orang dengan beragam kepentingan. Tidak heran bila membutuhkan aturan juga perilaku untuk menertibkan pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Pengertian Peluang Usaha

Sebetulnya, etika bisnis bukanlah aturan tertulis yang dituangkan di atas kertas. Apalagi ditandatangani bermaterai hitam di atas putih. Hal ini karena keberadaannya cenderung seperti kebudayaan yang dilestarikan serta sudah turun-temurun dipercaya. Terkadang, jalan seakan mengikuti arus air.

Adanya etika bisnis ini dapat digunakan untuk mengatur hubungan antara karyawan dengan pimpinan. Sudah sewajarnya jika pegawai harus menjaga sopan santun kepada orang yang memiliki jabatan di atasnya. Tetapi juga jika atasan beretika memiliki sikap menghargai siapapun tanpa pandang posisi.

Prinsip – Prinsip Etika Bisnis

Prinsip – Prinsip Etika Bisnis

Jika Anda pernah mendalami ilmu ekonomi, maka sudah pasti tidak asing dengan istilah prinsip etika bisnis. Pasalnya, setiap kegiatan usaha harus dilandasi pedoman untuk digunakan sebagai petunjuk arah atau acuan. Ada macam-macam yang dipercaya oleh banyak orang dan masih dilakukan hingga kini.

Percaya

Prinsip etika bisnis yang pertama ini pasti sudah sangat familiar. Anda juga sering mendengar bahwa kepercayaan itu salah satu kunci sukses. Bukan hanya kepada orang lain namun juga untuk diri sendiri pun harus didasari rasa percaya maupun yakin. Maka usaha tersebut terasa mudah.

Ketika seseorang tidak percaya pada dirinya sendiri, maka akan menghambat proses jalannya sebuah bisnis. Karena setiap langkah atau keputusan yang dijalankan penuh dengan keraguan. Lalu saat terjadi kesalahan di kemudian hari, hanya bisa semakin menyalahkan bukan malah mencari solusi.

Untuk hubungan 2 pihak atau lebih, kepercayaan juga penting dipupuk. Karena bisnis selalu berkaitan dengan perjanjian. Jika sama-sama tidak bisa saling yakin, maka hanya akan timbul rasa curiga. Tidak heran bila akhirnya mempengaruhi kinerja yang kurang maksimal bahkan dapat berujung bangkrut.

Tanggung Jawab

Prinsip etika bisnis dan pendekatannya dalam perusahaan memang cukup banyak. Namun yang kedua ini pasti cukup familiar karena sering dibahas atau dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya dikhususkan bagi anggota rendahan sekelas karyawan. Sedangkan bos selalu berada di posisi benar.

Padahal peribahasa tersebut salah. Tanggung jawab sebetulnya harus dimiliki oleh setiap orang. terlepas dari profesi yang diduduki. Terlebih ketika berbuat kesalahan, maka sikap ini yang akan menuntun Anda untuk mengakuinya dan membuang egoisme demi mengawali pesan.

Adanya tanggung jawab membuat para anggotanya semakin makmur. Salah satu tugas perusahaan adalah menjamin semua keluarganya untuk tetap baik-baik saja dan tercukupi. Bukan hanya menyejahterakan para pemegang saham. Hal ini dilakukan agar tidak ada diskriminasi.

Hargai Lingkungan

Prinsip etika bisnis penting lainnya dalam etika bisnis ini sangat berpengaruh. Sudah banyak sekali kasus timbul dari perusahaan ternama. Meski urusan produksi dan distribusinya cenderung lancar bahkan sukses. Namun ternyata kegiatannya merugikan kaum lain terutama lingkungan tempat berdirinya sebuah kantor bisnis.

Pentingnya menghargai lingkungan memang harus diterapkan sejak dini. Hal ini diperlukan agar selain fokus meraih keberhasilan, tetap tidak akan lupa dengan hak orang lain. Begitu juga dalam urusan bisnis, harus mengupayakan agar memilih lokasi pendirian usaha yang aman dan jauh dari permukiman.

Apalagi bila ingin membuat bangunan seperti pabrik. Jangan sampai pembuangan limbah-limbah hasil produksi mengganggu keberlangsungan hidup banyak orang di sekitarnya. Jika Anda termasuk memiliki usaha barang tambang, dalam memanfaatkan alam juga perlu hati-hati tidak sampai melukai.

Kejujuran

Prinsip etika bisnis berikutnya yang harus dipegang ini juga sepele. Namun, meski begitu banyak orang terpeleset karena tidak mampu mengemban dengan baik. Segala usaha perusahaan baru akan sukses jika berhasil melaksanakan dengan cara jujur. Terutama memulai pada diri sendiri.

Karyawan maupun atasan sebaiknya saling memiliki sifat jujur dalam dirinya. Hal ini agar ketika menjalankan perintah ataupun tugas pekerjaan dilakukan secara maksimal dan tanpa kebohongan. Nantinya ini akan berhubungan erat dengan tingkat kepercayaan klien.

Sikap jujur harus dimulai dari hal paling kecil. Sederhananya, ketika sedang tidak bersama siapapun, setiap orang sebaiknya merasa selalu diawasi Tuhan agar tetap berbuat benar dan baik meski tidak dinilai oleh manusia. Setelah menerapkannya, maka proses bisnis perusahaan akan berjalan lebih lancar.

Keadilan

Kata keadilan pasti sudah sering didengar, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari namun juga melekat pada dasar negara. Ternyata terbukti ketika prinsip etika bisnis menerapkannya maka usaha yang dirintis pun akan lebih tertata. Hal ini menjadi diperlukan karena berhubungan dengan banyak orang.

Khususnya para pemimpi atau pemangku jabatan tinggi, sebaiknya sadar diri akan keadilan. Perusahaan harus mampu memiliki standar keadilan bagi semua pegawainya tanpa pandang posisi. Jika sudah seperti itu, maka mulai pekerja paling kecil pun akan senang menjalankan tugasnya.

Jika perasaan senang itu muncul, lama-kelamaan kesuksesan bisnis sebuah perusahaan akan terlihat. Hal ini karena ditopang oleh banyak orang dengan kemauan dan keinginan kerja keras yang sama. Namun seorang pemimpin selaku perwakilan usaha harus mampu menilai dan membagi upah secara adil.

Loyalitas

Setiap orang pasti memimpikan perusahaan yang sukses dan menghasilkan. Apalagi didukung dengan jumlah pegawai banyak dengan laba besar. Tetapi semua itu bisa jadi akan sulit terwujud jika tanpa menerapkan prinsip loyalitas. Terutama jika usaha masih dalam tahap merintis.

Baik pegawai maupun pimpinan, seharusnya memiliki visi dan misi sepaham sesuai perusahaan. Hal ini agar ketika melakukan suatu tugas tetap akan berujung temu karena berpedoman pada tujuan yang sama. Barulah kemudian menerapkan sifat semangat bekerja tinggi semaksimal mungkin.

Prinsip loyalitas juga artinya setiap orang mampu bekerja tanpa mencampur adukkan urusan pribadi. Meski sedang mengalami masalah, namun tetap tidak sampai mengganggu kinerja perusahaan. Hal ini sangat penting sebab berurusan dengan tujuan banyak orang sehingga jangan mengacaukan hanya karena satu gagal.

Integritas Moral

Prinsip etika bisnis di perusahaan berikutnya ini mungkin terdengar berat. Padahal sebenarnya sangat sepele bahkan cukup dilakukan dengan hal-hal kecil namun terus dibiasakan. Sudah sepatutnya bila perusahaan harus selalu menjaga citranya agar menarik perhatian masyarakat.

Namun, citra perusahaan tidak bisa terbentuk begitu saja. Perlu usaha menampilkan dan menonjolkan dari para karyawan maupun pimpinan seluruhnya. Melalui upaya-upaya kecil seperti menjaga sopan-santun ketika menggunakan seragam maupun kartu pengenal perusahaan saat jam kantor maupun tidak.

Sebisa mungkin tidak melakukan tindak kejahatan. Sebelum bertindak sebaiknya melakukan banyak pertimbangan tentang kerugian dan keuntungan yang didapat oleh nama baik perusahaan. Salah satu yang paling penting mengenai integritas moral juga menjaga kepercayaan orang terhadap produk yang ditawarkan.

Otonomi

Dalam menjalankan sebuah bisnis, prinsip etika harus dipegang, salah satunya juga otonomi. Hal ini penting dilakukan karena tidak semua keadaan bisa diprediksi, banyak keputusan justru harus lahir di saat-saat tak terduga. Maka seseorang harus pandai membaca situasi dan kondisi.

Ketika mampu mempelajari situasi yang sedang terjadi, maka secara tidak langsung juga akan muncul perilaku untuk mengambil keputusan tepat bagi perusahaan. Dalam prosesnya, tidak semua akan berjalan sesuai rencana. Seringkali mengalami kegagalan, namun lama-kelamaan akan terlatih dengan sendirinya.

Prinsip otonomi ini memang sebaiknya dilakukan berdasarkan norma maupun aturan yang berlaku. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda mengambil keputusan bukan karena pendapat orang lain tetapi pertimbangan dari diri sendiri bahwa ini merupakan langkah tepat.

Hormati Diri Sendiri

Meski terdengar sedikit aneh, namun begitu adanya. Salah satu prinsip etika bisnis agar sukses yaitu selalu menghormati diri sendiri. Bukan berarti memandang diri berharga berlebihan kemudian sampai timbul rasa sombong apalagi semena-mena terhadap pemangku jabatan yang lebih rendah.

Tetapi menghormati diri sendiri artinya membuat Anda lebih menjaga etika ketika berada dimanapun. Saat melakukan kegiatan apapun dan bertemu orang baru. Kelebihannya akan membentuk citra perusahaan di masyarakat secara baik. Secara tidak langsung itu mempengaruhi keberhasilan bisnis.

Untuk bisa menghormati diri sendiri, patut memulainya dengan mengerjakan segala sesuatu secara maksimal. Terkadang dengan begitu setiap orang akan merasa jauh lebih baik. Ketika dipercaya untuk melakukan suatu tugas, maka akan benar-benar diupayakan sesuai harapan.

Saling Menguntungkan

Anda pasti sering mendengar kata saling menguntungkan. Begitulah sistem bisnis bekerja. Apalagi bila tidak lagi individu namun sudah berkelompok 2 hingga lebih banyak lagi. Untuk mendirikan usaha yang sukses juga kuat bukan hanya terletak pada pondasi bangunannya tetapi sikap para anggotanya.

Salah satu sikap yang harus dikembangkan adalah menjaga agar hubungan bisa saling menguntungkan. Hal ini memungkinkan semua pihak yang terlibat memiliki hak mendapatkan keuntungan dari proses jalinan bisnis.

Selain prinsip saling menguntungkan antar pegawai atau pihak internal perusahaan. Paling umum dan sudah pasti bisa dilakukan yaitu menjalin hubungan baik antara pebisnis dengan konsumen. Produk atau jasa yang dijual ditukarkan dengan laba, sedangkan pembeli mendapatkan barang sesuai keinginan.

Semangat

Sepertinya sudah bukan sebuah rahasia lagi jika segala sesuatu harus diperjuangkan. Begitu juga dalam urusan bisnis, sampai terbentuk prinsip etika yang bisa dipegang oleh semua pelakunya. Sifat ini paling memungkinkan untuk diterapkan di segala kondisi, baik ketika sedang merintis maupun sudah berhasil.

Ketika usaha atau bisnis masih tahap merintis, maka pasti banyak sekali hambatan. Ketika menjumpainya bukan malah putus asa, tetapi harus bangkit berkali-kali lalu mencoba lagi. Meski akan ada ribuan kali jatuh namun harus kuat berjuang. Tanpa rasa semangat, semua akan terasa sia-sia.

Sedangkan bagi pengusaha yang sudah sukses, ternyata tetap membutuhkan semangat. Hal ini terbukti bukan berarti keberhasilan yang tercapai artinya semua perjuangan selesai. Padahal perusahaan membutuhkan perputaran dana, bahan produksi dan sebagainya. Tidak heran bila prinsip ini harus dibawa.

Tidak Takut Gagal

Ketika seseorang memutuskan untuk terjun dan menekuni dunia bisnis, maka bisa dikatakan siap mengalami kegagalan. Hal ini sebanding dengan banyaknya persaingan di pasaran. Tidak hanya barang, jasa bahkan hingga cara berdagang pun bisa disamakan. Tetapi apapun kondisinya pasti memberikan pelajaran.

Seorang pebisnis sudah seharusnya tidak lagi takut gagal. Namun takut bila tidak terlebih dahulu mencoba. Tanpa mengetahui medan, maka selamanya tidak akan bisa diulang kemudian menyesal. Akan banyak sekali rintangan menghadang namun tidak ada solusi lain selain menghadapi.

Prinsip etika bisnis yang harus dijadikan pedoman adalah tidak takut gagal. Hal ini karena dengan begitu Anda akan selalu ingin mencoba hal baru. Kemudian akan terbiasa dengan kekalahan sehingga bisa sekaligus melatih mental menerima lapang dada namun tetap mempersiapkan sebaik-baiknya.

Inovatif dan Kreatif

Bila mengulas prinsip etika bisnis memang tidak ada habisnya. Hal ini karena banyak sekali sifat maupun sikap yang bisa diterapkan. Apalagi bila melihat tingkat persaingan pasar yang semakin hari menjadi lebih ketat dan banyak. jika tidak memberikan sentuhan perbaruan, maka lama-kelamaan akan tergeser.

Bisnis merupakan salah satu yang harus selalu berkembang. Caranya dengan memanfaatkan ide untuk mengadakan pembaruan pada produk, jasa maupun sistem kerja lama menuju baru. Meski terkadang bentuk dan fungsinya masih sama, namun jika diberi sentuhan berbeda cenderung diminati.

Selain inovatif, Anda juga perlu mengasah kekreativitasannya. Biasanya konsumen maupun masyarakat lebih suka terhadap sesuatu yang unik. Hal ini membuat pergerakan bisnis selalu setiap saat tidak bisa dilakukan secara henti-henti. Terkadang pula ide menarik muncul secara sederhana melalui hal kecil.

Optimis

Rumus sukses berbisnis berikutnya juga harus berpedoman pada prinsip etika, yaitu optimis. Sesuatu yang dijalankan tanpa keyakinan maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Itulah sebabnya Anda harus berpikiran ke arah positif terhadap segala sesuatu. Terutama dalam hal perjuangan merintis karir.

Setelah itu, tanamkan perasaan dalam diri bahwa semua akan baik-baik saja. Dengan begitu, Anda akan lebih tenang menjalani setiap kegiatan. Meski nantinya dihadapkan oleh banyak permasalahan namun jika pikiran selalu positif maka semua akan terlewati dengan baik.

Sikap optimis juga akan mengantarkan seseorang ke gerbang kesuksesan. Pasalnya, setiap usaha dilakukan secara sempurna. Kemudian saat timbul masalah tidak memilih untuk berlarut-larut mencari kesalahan serta pelampiasan emosi. Namun malah sibuk mencari solusi untuk bersama.

Sabar, Tekun dan Ulet

Akhirnya, 3 kata legendaris ini juga termasuk dalam prinsip etika bisnis. Ketika merintis atau bahkan mengidolakan sebuah usaha agar menjadi besar, butuh kesabaran ekstra. Pasalnya, tidak ada yang bisa didapat secara instan tanpa melalui proses tertentu. Semua memerlukan waktu.

Selain kesabaran untuk menunggu waktu yang tepat agar keberhasilan itu terwujud. Anda juga harus tekun dalam menjalani semua upaya bisnis. Memang hasilnya tidak langsung terlihat, namun jika tetap dilakukan terus-menerus akan membuahkan hasil pada waktunya.

Sikap Ulet sebetulnya hampir sama dengan tekun. Anda memerlukan fokus terhadap keinginan dan tujuan. Kemudian mengesampingkan segala ketidakmungkinan atau hambatan yang menghalangi. Lalu lakukan terus-menerus dengan tingkatan yang semakin baik setiap harinya.

Ambisius

Sebagian orang mungkin kurang setuju jika prinsip etika bisnis menerapkan sifat ambisius. Karena sering dinilai tipe seperti ini menyakiti orang. Hal semacam ini baru dapat terjadi jika niatnya untuk kejahatan seperti merugikan orang lain, usaha di luaran dan sebagainya.

Sikap ambisius memang diperlukan dalam menjalani bisnis. Sebab perusahaan memiliki target setiap bulan. Jika dalam diri sudah dibekali sifat demikian, maka akan selalu berusaha menampilkan terbaik juga menjaga kualitas. Biasanya bila terdapat kekurangan lebih mudah terlihat dan langsung diperbaiki.

Tetapi apapun yang berlebihan juga tidak baik. begitu pun dengan sifat ambisius. Seketika memang diperlukan jika ingin meraih sesuatu. Pasalnya agar terpacu dengan semangat sehingga tidak memelihara rasa malas yang membuat Anda tidak ingin beranjak dan merasa puas dengan yang ada.

Peka Terhadap Pasar

Berbicara soal etika bisnis, kaitannya sangat erat dengan permintaan pasar. Tujuan dibentuknya sebuah perusahaan juga tidak lain untuk mendukung kebutuhan banyak orang. tidak heran bila terkadang perusahaan malah mengikuti permintaan dari konsumen.

Hal ini bukan berarti perusahaan tidak memiliki pendirian. Namun memang sesekali perlu mengikuti permintaan pasar. Kepekaan harus terus dilatih agar bisa benar-benar mewujudkan perusahaan yang unggul. Anda bisa memantau melalui sosial media mengenai peluang pasar saat ini.

Kepekaan ini cenderung dibutuhkan agar jenis usaha yang Anda rintis bisa berhasil menembus permintaan pasar. Banyak juga orang mengatakan bahwa meski sudah berencana namun terkadang hasil tidak sesuai kenyataan.

Mandiri

Prinsip etika bisnis berikutnya yang harus dimiliki oleh Anda adalah kemandirian. Meski saat ini hampir semua jenis perusahaan menerapkan kerja secara tim untuk melatih sosialisasi, kerjasama dan masih banyak lagi. Ternyata sikap mandiri masih sangat diperlukan.

Hal ini menjadi sangat penting karena tidak setiap saat bersama dengan orang lain. Maka Anda perlu belajar mandiri sehingga tidak merepotkan siapapun ketika membutuhkan bantuan. Namun bukan berarti ketika sudah bisa melakukan apapun sendirian lalu menganggap tidak membutuhkan orang lain.

Hal ini salah besar sebab sebagai makhluk sosial pasti berhubungan dengan orang lain. Sedikit banyak Anda akan membutuhkan bantuan atau jika tidak mereka yang akan meminta pertolongan. Maka saat itu tiba, tidak ada pilihan lain namun harus tetap profesional.

Percaya Diri

Kesuksesan dalam membangun bisnis hanya akan diperoleh oleh orang yang percaya diri. Hal ini karena ketika menjalankan sesuatu membutuhkan sikap yakin terlebih dahulu. Tanpa itu maka semua yang telah tersusun rapi bisa hancur berantakan. Terutama tanamkan dalam diri sendiri.

Dalam membangun bisnis pasti akan menjumpai banyak kegagalan. Tidak ada orang yang bisa dijamin untuk tetap ada dan yakin sepenuhnya atas kesuksesan Anda. itulah alasan bahwa diri sendirilah yang harus membiasakan untuk percaya bahwa semua pasti bisa diraih hanya perlu waktu.

Sekalipun seisi dunia meragukan, Anda harus tetap menjadi satu-satunya orang yang percaya diri bahwa semua usaha tidak akan berjalan sia-sia. Lakukan perbaikan dan evaluasi setiap saat. Jika mulai ragu, cukup merenung dan memikirkan kembali niat awal. Beserta upaya yang sudah dilalui kemudian bangkit.

Berbagi

Sudah tidak asing rasanya jika sebuah kesuksesan tidak akan abadi bila tanpa diiringi berbagi. Prinsip etika bisnis satu ini selalu tepat diterapkan sejak dahulu hingga kini. Meski keuntungannya belum melimpah, bukan berarti menghalangi kesempatan Anda untuk memberi.

Bahkan, tidak selalu harus berupa materi. Banyak pula kegiatan berbagi lainnya yang masih dibutuhkan orang lain selain uang. Seperti mengajar dan sebagainya. Anda juga bisa memanfaatkan produk yang dijual dengan menyisihkan sebagian harga jual untuk infaq.

Berbagi ilmu dengan perintis usaha-usaha lain yang juga bagus. Hal ini membuat Anda akan semakin terlatih berbicara sehingga ketika suatu saat sudah berhasil tidak akan kesulitan jika dimintai berbagi di depan banyak orang.

Bekerja untuk Belajar

Salah satu rahasia kesuksesan dalam berbisnis adalah penerapan prinsip etika bekerja dianggap sebagai belajar. Bukan berarti tidak serius dalam menjalani justru sebaliknya. Ketika pekerjaan atau bisnis hanya digunakan untuk mencari uang maka saat hilang menyesal.

Padahal saat bekerja itu merupakan kesempatan belajar terbesar. Karena Anda dibebaskan untuk mengalami dan meyelesaikan masalah secara langsung. Kemudian bisa mendapatkan uang sekaligus pelajaran.

Ketika Anda bisa mengambil pelajaran bisnis dengan sungguh, maka bukan tidak mungkin perusahaan yang dibangun semakin berkembang. Lambat-laun menjadi lebih besar dan kokoh.

Ragam Pendekatan dalam Perusahaan

Ragam Pendekatan dalam Perusahaan

Bisnis bukan lagi sesuatu yang asing. Pasalnya hampir sebagian besar kegiatan orang di dunia menjalankan profesi tersebut. Semakin banyak pesaing memunculkan prinsip-prinsip bahkan berbagai macam pendekatan yang bisa diterapkan ke perusahaan masing-masing.

Utilitarian Approach

Penting sekali menggunakan pendekatan dalam perusahaan. Hal ini untuk mengatur tentang sikap atau jalan keluar dari tiap masalah yang harus diselesaikan. Ilmu Utilitarian ini menganggap bahwa semua tindakan harus didasarkan dengan konsekuensinya. Mengajarkan tanggung jawab.

Muncul anggapan baru bahwa sebelum bertindak, Anda harus memberikan manfaat besar bagi masyarakat dengan cara aman. Seperti memunculkan seuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Kemudian mempertahankannya hingga memiliki nama atau citra yang baik.

Pendekatan ini sudah muncul lama sejak puluhan tahun lalu dan tetap dikembangkan hingga hari ini.

Individual Rights Approach

Pendekatan berikutnya ini lebih banyak mengatur tentang hubungan antar sesama. Penting dijadikan pedoman sebuah perusahaan agar selain fokus meraup keuntungan juga tetap menjaga hubungan baik sesama tim yang bisa saja kemudian memengaruhi kinerja dan kesuksesan sebuah bisnis.

Pendekatan kedua ini berpengaruh dalam menghargai dan menghormati setiap tindakan orang lain. Dengan begitu tidak ada lagi sikap semena-mena dan menghakimi. Hal ini karena baik buruknya seseorang, Anda tetap tidak memiliki hak untuk memarahi.

Hanya saja selain membebaskan orang lain bertindak apapun sesuka hati. Tetapi anggapan berikutnya mengatakan bahwa jika ternyata kegiatan tersebut menyakiti orang lain dan merugikan pihak luar, barulah harus dihindari.

Justice Approach

Pendekatan berikutnya yang digunakan dalam perusahaan ini lebih pas dipakai untuk sikap toleransi. Sebab, menganggap setiap orang dalam forum yang mengajukan pendapat memiliki kedudukan setara. Cocok sekali diterapkan karena terkadang banyak orang mulai lupa menghargai pendapat orang lain.

Selain tentang pengajuan pendapat, pendekatan ini juga berpandangan jika perusahaan atau pihak penjual wajib memberikan pelayanan kepada pelanggan secara baik. Hal ini artinya sama seperti menjaga kepercayaan konsumen agar tidak pindah ke lain hati.

Jika menerapkan pendekatan etika jenis ini, maka secara berangsur-angsur akan mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang. Hal ini karena secara eksternal memberikan kepuasan pada konsumen. Sedangkan secara internal menerapkan sikap saling menghargai.

Baca Juga: Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

Kini Anda pasti sudah memahami tentang prinsip etika bisnis dan pendekatannya dalam perusahaan. Hal ini akan berguna ketika nanti di dunia pekerjaan atau bisnis, tidak hanya untuk kesuksesan namun juga cara menjalin hubungan baik dengan sesama.

Tinggalkan Balasan