Rumah Adat

Rumah Adat Indonesia

Diposting pada

Indonesia dihuni banyak suku serta ras yang menetap dan mendiami daerah dari Sabang sampai Merauke. Tidak heran jika melahirkan masyarakat dengan kebiasaan turun termurun, begitupun dengan bentuk dari rumah adat mereka, bisa dikatakan setiap tempat memiliki ciri berbeda-beda.

Beragam Rumah Adat di Indonesia 33 Provinsi Lengkap Dengan Gambar

Karena wilayah Indonesia yang luas menimbulkan berbagai rumah adat yang tidak sama pula, untuk lebih jelasnya perhatikan ulasan rumah adat Indonesia lengkap berikut:

Rumah Adat Aceh

Gambar Rumah Adat Aceh

Rumah adat di Aceh memiliki ukiran di dinding dengan makna sesuai kondisi ekonomi pemiliknya. Masyarakat sering menyebutnya “Krong Bade” karena biaya perawatannya tidak murah. Meski begitu, bangunan ini merupakan ikon yang tidak boleh dilupakan jika Anda berkunjung ke sana.

Baca Juga: Lagu Daerah Indonesia

Tangga di depan untuk masuk para tamu merupakan ciri paling khas. Bentuknya persegi panjang dan membujur dari timur ke barat. Bahan-bahannya pun langsung diambil dari alam, sehingga mempunyai makna penting dan keunikan tersendiri.

Rumah Adat Sumatera Utara

Gambar Rumah Adat Sumatera Utara

Kebanyakan masyarakat Batak sering menyebutnya dengan bangunan “Bolon”. Tempat tersebut merupakan sebuah identitas suku karena dahulu digunakan tinggal para raja. Tersebar atas berbagai macam ciri yang berbeda dengan daerah lainnya.

Model panggung dan bentuknya persegi empat digunakan untuk memudahkan siapa saja masuk atau berkunjung. Atapnya terbuat dari ijuk juga menjadi identitas pembeda. Uniknya ketika di dalam terdapat ukuran ruangan yang besar dan tidak terbagi-bagi atas kamar.

Rumah Adat Minangkabau

Gambar Rumah Adat Minangkabau

Bagi sebagian masyarakat Sumatera Barat biasa menyebutnya sebagai “Gadang”. Bangunan ini memiliki motif pada dinding yang sangat unik, seperti tumbahan merambat ataupun bunga. Di sisi lain, atap gonjong merupakan daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang melihatnya.

Jumlah kamarnya pun bergantung pada seberapa banyak perempuan yang mendiami. Terdapat rangkiang di depan halaman menjadi satu ciri khas dengan fungsi untuk menyimpan padi.

Rumah Adat Riau

Gambar Rumah Adat Riau

Bangunan ini biasa disebut masyarakat sebagai “Selaso yang memiliki arti dua selasar. Cirinya sangat unik dengan dinding berbentuk miring, atap silang, serta lantainya terbuat dari kayu nibung agar tidak mudah lapuk. Tidak heran jika nampak sangat megah dan indah.

Ukiran-ukiran unik itu biasa dibilang Salembayung atau Sulobuyung. Ini merupakan simbol perlambangan ketaatan pada Tuhan Maha Esa. Untuk fungsi gedung tersebut lebih pada tempat musyawarah warga.

Rumah Adat Kepulauan Riau

Rumah Adat Kepulauan Riau

Masyarakat di sini sering menyebut sebagai belah “Bubung” karena katanya dahulu yang memberikan nama adalah orang-orang asing saat datang ke Indonesia. Uniknya, jika semakin besar ukuran bangunan berarti menandakan bahwa pemilik mempunyai ekonomi yang cukup bagus.

Selain digunakan untuk tempat tinggal warga melayu, tempat ini biasa digunakan untuk acara-acara seperti perkawinan atau musyawarah desa. Motifnya bermacam-macam dan terdapat hiasan di bagian dinding.

Rumah Adat Jambi

Gambar Rumah Adat Jambi

Bangunan panggung atau biasa disebut “Kajang Lengko” oleh masyarakat. Asal muasalnya adalah saat gubernur terdahulu mengadakan sayembara untuk mencari jati diri dari kota tersebut. Namun, kini sudah menjadi ikon jika Anda berkunjung ke provinsi ini.

Untuk atapnya sendiri menyerupai kapal dengan ujung atas yang melengkung. Terdapat bagian unik di genting yang diberi nama Gajah Mabuk, sebutan ini timbul karena si pembuat sedang dimabuk asmara.

Rumah Adat Sumatera Selatan

Gambar Rumah Adat Sumatera Selatan

Banyak orang menyebutnya “Limas”, dikarenakan memiliki ciri khas dari atapnya. Bangunan ini berbentuk panggung disebabkan oleh pemukiman palembang di beberapa daerah masih banyak rawa-rawa. Untuk pondasi sendiri, kebanyakan dibuat dari kayu karena lebih tahan air.

Jika ada yang membuat dengan menghadap ke barat sering disebut dengan “matoari edop”, merupakan sebuah lambang kehidupan baru. Di samping itu, juga memiliki ruangan beserta bagian-bagian atas dengan fungsi masing-masing.

Rumah Adat Bengkulu

Gambar Rumah Adat Bengkulu

Jumlah tangga yang selalu ganjil bersama dengan kepercayaan warga setempat merupakan salah satu ciri bangunan ikon bumi raflesia ini. Masyarakat sering menyebutnya dengan “Bubungan Lima”. Diambil dari bentuk atapnya yang indah.

Pondasi di desain untuk tahan terhadap gempa, membuat kayu kemuning dipilih sebagai material utama karena sifatnya lentur dan tahan lama. Apabila dilihat lebih jauh, sering terdapat bubungan penolak bala di depan pintu.

Rumah Adat Lampung

Gambar Rumah Adat Lampung

Bangunan yang dibentuk membelakangi sungai ini biasa disebut sebagai “Nuwow Sesat”. Perkampungannya dibuat mengikuti pola batang air. Selain menjadi tempat tinggal, juga digunakan untuk musyawarah warga.

Terdapat banyak material kayu seperti di dinding, pintu, ataupun jendela. Ada satu ruangan khusus untuk para penyimbang dan tamu tertenju saja sering dikatakan dengan “Pusiban”. Sama dengan rumah adat Bengkulu, di sini juga menggunakan model panggung.

Rumah Adat Bangka Belitung

Gambar Rumah Adat Bangka Belitung

Meskipun terdapat berbagai macam jenisnya, namun yang paling menonjol rumah adat tersebut sering disebut sebagai “Rakit Limas”. Sebab, pengaruh budaya melayu amat kental mempengaruhi kota ini. Meskipun struktur kontruksi berbeda, tetap ada persamaan seperti tempat didirikannya.

Ciri khas selain dari ruangan utama terbuka tanpa sekat, juga dinding-dinding terbuat dari bambu. Fakta unik lain membuktikan bahwa, masyarakat membiarkan bangunan tersebut untuk tidak dicat.

Rumah Adat DKI Jakarta

Gambar Rumah Adat DKI Jakarta

Masyarakat betawi sering menyebutnya dengan “Bangunan Kebaya”, dikarenakan atapnya bila dilihat dari samping seperti lipatan kebaya. Ciri khas yang lain seperti tampak depan memiliki sifat publik, namun di belakang adalah tempat pribadi.

Ruangan dengan ciri khas seperti paseban mempunyai arti bahwa penghuninya menerima tamu layaknya saudara, bahkan diizinkan agar dapat tidur di kamar tersebut. Filosofinya meskipun terbuka akan tetapi mesti berada dalam batasan-batasannya.

Rumah Adat Jawa Barat

Gambar Rumah Adat Jawa Barat

Berbeda dengan lainnya, daerah ini memliki bangunan budaya berbagai jenis. Sehingga tidak pasti tergantung suku yang mendiami. Akan tetapi jika melihat dari paling banyak ditemui adalah “Jolopong”. Mempunyai arti terkulai dan tegak lurus.

Ciri khas utama yaitu desain sederhana. Masyarakat sunda sering menggunakan tepas sebagai tempat penerimaan tamu, jika ada orang datang maka akan digelarkan tikar.

Rumah Adat Banten

Gambar Rumah Adat Banten

Bangunan yang merupakan tempat tingga suku Baduy ini masih sangat terjaga keasliannya hingga sekarang. Mereka juga sering menyebutnya dengan “Sulah Nyanda”. Memiliki ciri denan atap yang dibuat dari anyaman daun nipah.

Setiap bangunan memiliki fungsi tersendiri. Ciri khasnya adalah dinding-dinding dibuat menggunakan anyamanan bambu karena dipercayai dapat melancarkan sirkulasi udara. Uniknya lagi, meski begitu tidak ada satupun menggunakan jendela.

Rumah Adat Jawa Tengah

Gambar Rumah Adat Banten

Bangunan ini biasanya terletak di Jawa, memiliki bagian-bagian sangat khas pada ruangannya. Uniknya setiap atap bentuknya berbeda-beda bedasarkan dengan kotanya. Bahkan tidak sama bentuknya antara satu dengan yang lain.

Bagian paling pentingnya Pendapa fungsi utamanya adalah tempat pertemuan, menggelar pertunjukan seni dan masih banyak lagi. Masyarakat sekitar sering menyebut identitas dari provinsi ini sebagai “Joglo”.

Rumah Adat DIY

Gambar Rumah Adat Yogyakarta

Hampir sama dengan bangunan Joglo, masyarakat yogyakarta sering menyebutnya dengan “Bangsal Kencono”. Akan tetapi perbedaan mencoloknya terlihat dari ukurannya, karena digunakan sebagai tempat tinggal keluarga sultan.

Terdapat tiga bagian besar seperti depan, inti, belakang. Sekitar pekarangan banyak tanaman semakin menambah kesan asri. Kini telah menjadi identitas kota istimewa dan sebagai tujuan destinasi wisata sejarah bagi siapa saja yang datang.

Rumah Adat Jawa Timur

Gambar Rumah Adat Jawa Timur

Hampir sama dengan di Jawa Tengah, masyarakat sering menyebutnya dengan nama “Joglo”. Namun, perbedaan yang paling mencolok adalah jumlah senthong lebih banyak. Makna tersendiri lainnya merupakan gabungan dari tiga agama, yakni Hindu, Islam dan Buddha.

Material bahan menggunakan kayu Jati agar tidak mudah dimakan oleh rayap. Ciri paling khas terdapat empat pilar penyangga. Sebagai arti bahwa keempat arah mata angin. Bangunan ini tetap dilestarikan dan menjadi identitas.

Rumah Adat Bali

Gambar Rumah Adat Bali

Masyarakat masih memegang kental kebudayaan meski daerahnya sering keluar masuk wisatawan asing. Bangunan ini memiliki bagian-bagian yang cukup banyak. Seperti gapura candi bentar fungsinya sangat vital yaitu tempat untuk menghubungkan jalan.

Baca Juga: Alat Musik Bali

Selain itu, di dalamnya juga harus memiliki pura keluarga sebagai tempat pemujaan. Letaknya pun selalu menghadap ke timur laut. Menurut kepercayaan, bahwa setiap pemilik harus “pawongan dan palemahan” artinya mesti ada hubungan baik antara penghuni dan lingkungannya.

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat

Gambar Rumah Adat Nusa Tenggara Barat

Terdapat berbagai macam jenis bangunan, akan tetapi jika dilihat dari suku sasak yang mendiami pulau tersebut biasa disebut “Bale”. Ada hal unik ketika membangunnya, yaitu jika masyarakat tidak menaati peraturan desa maka bisa mendapatkan nasib buruk.

Dikenal juga dengan nama “Loka”, namun jika ini dibuat oleh raja-raja sumbawa guna melakukan pemerintahan dan kediamannya. Selaras dengan dibuatnya, memiliki arti yaitu Istana Dunia. Di samping itu, budaya Islam sangat erat mempengaruhi daerah tersebut.

Rumah Adat Nusa Tenggara Timur

Gambar Rumah Adat Nusa Tenggara Timur

Rumah adat ini memiliki konsep panggung dengan ketinggian tiang rendah, bangunan “Musalaki” merupakan ikon dan menjadi identitas. Atapnya terbuat dari ijuk, ini biasa digunakan sebagai tempat tinggal para tetua dan juga untuk dilangsungkannya upacara adat.

Ada satu lokasi yang mendapatkan penghargaan dari UNESCO, yaitu Mbaru niang milik desa wae rebo negeri di atas awan. Dijuluki demikian karena berada di daerah pegunungan dengan ketinggian 1200Mdpl sehingga selalu diselimuti kabut.

Rumah Adat Kalimantan Barat

Gambar Rumah Adat Kalimantan Barat

Suku yang mendiaminya adalah dayak, terdapat bangunan khas biasa disebut “Panjang atau Radank”. Karena menjadi pusat kehidupan dijadikanlah gambaran sosial di daerah itu. Sayang banyak dihancurkan pada pemerintahan dahulu karena dicurigai ditinggali oleh komunis.

Selain menjadi tempat untuk tidur, berfungsi untuk berlindung dari serangan binatang buas. Uniknya pembuatan tangga menggunakan kayu ulin, karena dikenal dapat bertahan hingga ratusan tahun lamanya.

Rumah Adat Kalimantan Tengah

Gambar Rumah Adat Kalimantan Tengah

Karena letaknya yang hampir berdekatan dengan kalimantan barat, maka daerah ini memiliki bangunan bernama “Betang”. Namun, perbedaannya adalah luas dan jumlah kapasitas orang untuk bisa tinggal di dalamnya bersamaan dengan tetua adat.

Tempat ini bahkan menjadi sebuah pusat kegiatan tradisional. Hal ini juga tak lepas dari kebiasaan untuk saling hidup berdampingan tanpa ada sekat. Dari bertukar pikiran, pengetahuan masing-masing, sampai keterampilan usaha.

Rumah Adat Kalimantan Selatan

Gambar Rumah Adat Kalimantan Selatan

Sekilas terlihat mirip dengan bangunan betawi, akan tetapi yang membedakan adalah kontruksi panggung dan anjungan di kanan dan kiri. Masyarakat banjar sering menyebutnya dengan “Bubungan Tinggi”.

Tempat ini sangat megah karena menggambarkan status sosial pemiliknya, selain itu juga merupakan kediaman dari sultan kedaton. Bahkan mempunyai arti sebagai sirap atau paling tinggi. Untuk ukirannya sendiri banyak bermotifkan bungan dan daun.

Rumah Adat Kalimantan Timur

Gambar Rumah Adat Kalimantan Timur

Masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan “Lamin”. Bahan kontruksi menggunakan kayu ulin karena mudah untuk mendapatkannya. Uniknya, bangunan ini sering memakai warna kontras seperti merah, kuning ataupun hitam.

Ciri khas dari tempat ini adalah ukiran-ukiran pada dinding. Motiif yang digunakan biasa wajah manusia, tumbuhan atau hewan. Terdapat makna untuk menolak bala bahaya bagi kepercayaan di sekitar.

Rumah Adat Kalimantan Tenggara

Rumah Adat Kalimantan Tenggara

Masyarakat yang mendiami pulau ini adalah suku Tidung. Bangunan ini sering disebut sebagai “Baloy” oleh berbagai kalangan. Bentuknya jika dilihat nampak lebih modern dan modis. Ini bisa dikemungkinkan karena merupakan provinsi baru. Biasanya dapat Anda temui di tepi pantai.

Fungsi dari berbagai bagian mengutamakan unsur sosial dinamakan ambir, di antaranya ada ambir kiri, tengah, kanan dan satu lamin dalom yang diperuntukan singgasana kepala Adat.

Rumah Adat Sulawesi Utara

Gambar Rumah Adat Sulawesi Utara

Biasa disebut dengan “Walewangko”, bangunan ini tidak hanya menampung satu keluarga saja. Namun lebih dari itu, karena terdapat dua tangga di sisi kanan dan kiri yang dipercayai oleh masyarakat suku Minahasa untuk mencegah roh jahat masuk.

Ciri khasnya adalah atapnya terbuat daun rumbia, karena harus menggunakan bahan alami. Juga ada bagian bernama sodor yang mempunyai peran vital untuk digunakan sebagi penyimpanan hasil panen para warga.

Rumah Adat Gorontalo

Gambar Rumah Adat Gorontalo

Terdapat tangga bernama tolitihu sebagai penanda bangunan, namun masyarakat sering menyebutnya sebagai “Dolohupa”. Arti dari pemberian nama tersebut kata mufakat diambil dari bahasa daerah karena atapnya tersusun dengan jerami.

Selain menjadi tempat bermusyawarah para raja, juga digunakan untuk ruang sidang para pengkhianat Negara. Sekarang beralih fungsi dipakai upacara adat dan pagelaran seni.

Rumah Adat Sulawesi Tengah

Gambar Rumah Adat Sulawesi Tengah

Atapnya yang selalu ada tanduk kerbau merupakan ciri paling khas bangunan bernama “Tambi”. Bahkan ketika melakukan pembangunan tidak diperbolehkan untuk membelakangi matahari saat terbit ataupun tenggelam.

Tempat ini dominan dengan bentuk segitiga, merelasikan antara garis vertikal dan horizontal. Ini sebagai perlambangan dasar bagi manusia dan atas kepada sang pencipta. Terlihat banyak ukiran lain bercorak kerbau, ayam, tanda kesejahteraan dan makmur.

Rumah Adat Sulawesi Selatan

Gambar Rumah Adat Sulawesi Selatan

Masyarakat suku Makassar sering menyebutnya dengan “Balla”. Dahulu sangat identik digunakan untuk para bangsawan. Atapnya berbentuk runcing seperti pelana biasa disebut “Timbaksela” ini mempunyai makna penanda derajat pemilik.

Bangunan ini terbuat dari bahan-bahan alam seperti nipah, rumbia, bambu atau ijuk. Dindingnya dibiarkan natural tanpa ada tambahan ukiran.

Rumah Adat Sulawesi Barat

Gambar Rumah Adat Sulawesi Barat

Suku mandar penduduk asli pulau ini sering menyebut bangunan ini sebagai “Boyang”. Tetap menggambil model panggung, namun memiliki ciri khas dari penggunaan tiangnya yang disesuaikan dengan strata sosial.

Tempat ini memiliki keunikan dari pembuatannya harus menghadap ke matahari terbit, menurut kepercayaan menunjukan keselarasan dan keharmonisan pada bumi tempat tinggal.

Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Gambar Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Masyarakat di sekitar kota kendari sering menyebutnya dengan laikas. Bangunan ini menggunakan model panggung dengan lantai terdiri dari 3 sampai 4. Tempat tersebut diperuntukkan sebagai singgasana para raja dan peramaisurinya.

Uniknya material yang digunakan tidak menggunakan logam sama sekali, akan tetapi lebih banyak memakai bahan-bahan alam. Sebab, atapnya mengaplikasikan dari rumbai alang-alang.

Rumah Adat Maluku

Gambar Rumah Adat Maluku

Masyarakat sering menyebut dengan “Baileo”. Selain berfungsi sebagai tempat tinggal, ini juga digunakan juga untuk penyimpanan benda-benda suci sekaligus balai pertemuan warga. Namun, setiap daerah memiliki perbedaan gaya arsitekturnya akan tetapi sama fungsinya.

Uniknya lagi, bangunan ini sengaja tidak diberi dinding agar roh nenek moyang leluasa untuk ikut masuk kedalamnya. Ciri khas ukiran terdapat ornamen dua ayam diampit anjing sebagai perlambangan kedamaian dan kemakmuran

Rumah Adat Maluku Utara

Gambar Rumah Adat Maluku Utara

 

Bangunan ini bernama “Sasadu”, didesain pendek yang memiliki arti bahwa siapapun harus menghormati dan patuh terhadap budaya setempat. Atapnya tidak memiliki genting akan tetapi terbuat dari lembaran yang disebut Ngatumding.

 

Untuk lantai dasarnya terdiri atas timbunan tanah. Tempat ini biasa terletak di tengah pemukiman warga dan digunakan sebagai upacara adat ataupun musyawarah warga.

Rumah Adat Papua

Gambar Rumah Adat Papua

Bangunan yang mirip seperti jamur ini biasa disebut dengan “Hanoi”, merupakan tempat tinggal khusus laki-laki dewasa. Dindingnya terbuat dari kayu dengan atap jerami membentuk kerucut. Selain itu tempat ini juga biasa digunakan untuk menyimpan jasad untuk diawetkan.

Uniknya alas tidur memakai rumput. Tidak memiliki jendela hanya satu pintu, karena menahan udara dingin di pegunungan.

Untuk saat ini, beberapa gambar rumah adat Indonesia di atas cukup susah untuk ditemukan. Salah satu penyebabnya yaitu pembangunan modern yang dinilai lebih efektif dan efisien dari segi kenyamanan

Tinggalkan Balasan