Sejarah Pramuka Indonesia dan Dunia

Sejarah Pramuka Indonesia dan Dunia

Diposting pada

Gerakan Pramuka adalah sebuah kegiatan yang sangat populer di Indonesia, karena menjadi kegiatan yang dilakukan sejak jenjang sekolah dasar. Pramuka merupakan singkatan dari praja muda karana yang artinya berjiwa muda dan membuat sebuah suka berkarya. Awalnya kata pramuka berasal dari kata poromuko yang dikemukakan oleh Sultan Hamengkubuwono IX.

Pramuka menjadi sebutan bagi beberapa anggota gerakan pramuka yang terdiri dari pramuka siaga, pramuka pandega, pramuka penegah dan pramuka penggalang. Namun ada beberapa kelompok anggota lainnya yang meliputi pembina pramuka, majelis pembimbing, staf kwartir, pamong saka pramuka, korps pelatihan pramuka dan andalan pramuka.

Istilah kepramukaan merupakan sebuah proses pendidikan yang dilangsungkan di luar lingkungan keluarga dan diluar lingkungan sekolah dan kegiatan biasanya dilakukan dengan bentuk kegiatan yang menarik. Kepramukaan biasanya dilakukan di alam terbuka sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan dan kepramukaan merupakan sebuah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan bangsa Indonesia.

Sejarah Pramuka Indonesia

Sejarah Pramuka Indonesia

Gerakan pramuka di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1923 dan awal mula adanya gerakan pramuka muncul semenjak didirikannya Nationale Padvinderij Organisatie atau NPO oleh pihak Belanda di Bandung. Pada tahun 1923 juga dirikan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie atau JIPO di Jakarta oleh pihak Belanda. Kedua organisasi bentukan Belanda ini menjadi cikal bakal berkembangnya pramuka di Indonesia.

Baca Juga: Yel-Yel Kelompok

NPO dan JIPO dilebur menjadi satu oleh pihak Belanda menjadi Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie atau INPO dan organisasi INPO diresmikan pada tahun 1926 di Bandung. Hadirnya INPO menjadikan pertanda perkembangan sejarah pramuka indonesia dan sejak saat itu, mulai banyak masyarakat yang mengenal kegiatan pramuka.

Sejak tanggal 26 oktober 2010, Dewan perwakilan rakyat atau DPR berhasil melakukan pengesahan UU no 12 pada tahun 2010 mengenai gerakan pramuka. Berdasarkan isi dari UU tersebut, dinyatakan bahwa pramuka bukanlah satu-satunya organisasi yang boleh dan bisa menyelenggarakan kegiatan pendidikan kepramukaan. Sejak saat itu, organisasi profesi juga diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan pramuka.

Sejarah Pramuka Pada Masa Hindia-Belanda

Sejarah Pramuka Pada Masa Hindia-Belanda

Dalam sejarahnya disebutkan bahwa para pemuda Indonesia memiliki investasi yang besar dalam hal perjuangan kemerdekaan dan para pemuda juga memiliki peranan dalam perkembangan kepanduan nasional Indonesia. Pendidikan kepanduan memiliki semangat untuk bersatu di dalamnya dan hal ini digagas oleh para pemuda, namun munculnya organisasi yang sifatnya bhineka.

Organisasi Pramuka yang berkembang di Indonesia dimulai sejak adanya pembentukan cabang Nederlandsche Padvinders Organisatie atau NPO pada tahun 1912 dan NPO memiliki kwartir besar setelah pecahnya perang dunia ke 1. Pada tahun 1916, NPO berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging atau NIPV. Secara umum organisasi kepanduan diprakarsai oleh Javaansche Padvinders Organisatie yang di gagas oleh SP Mangkunegara VII.

Pramuka memang memiliki kepaduan dengan pergerakan nasional, hal ini terlihat dengan adanya Padvinder Muhammadiyah pada tahun 1920 yang diubah namanya menjadi Hizbul Wathan atau HW. Nationale Padvinderij merupakan sebuah organisasi yang didirikan oleh budi utomo dan Syarikat Islam Afdeling Padvinderij didirikan langsung oleh sarikat islam, namun kemudian du=iubah namanya menjadi Syarikat Islam Afdeling Pandu atau SIAP.

Nationale Islamietische Padvinderij atau NATIPIJ adalah sebuah organisasi yang dibentuk oleh Jong Islamieten Bond atau JIB dan Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie atau INPO didirikan langsung oleh para pemuda. Keinginan untuk membangun organisasi kepanduan Indonesia dimulai dengan terbentuknya Persaudaraan Antara Pandu Indonesia atau PAPI pada tanggal 23 Mei 1928.

PAPI merupakan federasi yang tidak bisa bertahan dalam waktu yang lama, karena para pemuda memiliki niat memunculkan fusi dan pada tahun 1930 dibentuklah Kepanduan Bangsa Indonesia atau KBI oleh Jong Java Padvinders, PPS dan INPO. Seiring perkembangan waktu, pada bulan april 1938 PAPI berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia atau BPPKI.

Pada kisaran tahun 1928 sampai dengan 1935, banyak bermunculan berbagai gerakan kepanduan Indonesia yang bersifat kebangsaan atau agama. Berbagai organisasi yang bersifat kebangsaan seperti Kepanduan Rakyat Indonesia atau KRI, Sinar Pandu Kita atau SPK, Padvinders Organisatie Pasundan atau POP, Pandu Indonesia atau PI dan Pandu Kesultanan atau PK.

Organisasi bersifat agama yang bermunculan seperti Kepanduan Masehi Indonesia atau KMI, Islamitische Padvinders Organisatie atau IPO, Al Wathoni, Al Wathoni, Kepanduan Asas Katolik Indonesia atau KAKI, Kepanduan Islam Indonesia atau KII, Hizbul Wathan dan Tri Darma.

Dalam rangka untuk menyelengarakan kesatuan dan persatuan, maka BPPKI merencanakan sebuah event besar yang diberi nama All Indonesian Jamboree. Rencana penyelenggaraan even mengalami berbagai perubahan dari segi nama kegiatan dan waktu pelaksanaan. Kemudian namanya berubah menjadi Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem atau PERKINO dan event ini diselenggarakan di Yogyakarta  pada tanggal 19 sampai 23 juli 1941.

Sejarah Pramuka Indonesia Pada Masa Perang Dunia II

Cerita sejarah pramuka di indonesia juga muncul sejak masa perang dunia ke 2, pada saat tentara Jepang melakukan penyerangan yang mengakibatkan pihak Belanda pergi dari Indonesia. Pada masa penjajahan jepang semua partai, organisasi bentukan rakyat indonesia dan gerakan kepanduan dilarang untuk berdiri. Namun keinginan untuk menggelar PERKINO II terus dilakukan, karena semangat kepanduan masih sangat menggelora di semua anggotanya.

Pramuka memang menjadi organisasi yang sangat mengedepankan persatuan di semua anggotanya dan hal inilah yang mendasari pelarangan organisasi pramuka oleh pihak penjajah Jepang. Dengan semangat persatuan yang dimiliki organisasi pramuka, maka Jepang merasa ketakutan dan tidak berani mengijinkan pramuka bergerak secara bebas.

Sejarah Pramuka Pada Masa Republik Indonesia

Sejarah Pramuka Pada Masa Republik Indonesia

Dalam sejarah pramuka Indonesia dijelaskan bahwa sebulan setelah pembacaan teks proklamasi kemerdekaan oleh Soekarno, beberapa tokoh kepanduan Indonesia melakukan pertemuan di Yogyakarta. Hasil dari pertemuan para tokoh kepanduan seperti pembentukan panitia kerja untuk mengelola pramuka, memperkenalkan pramuka secara lebih luas ke masyarakat dan melakukan kongres kesatuan kepaduan dalam skala yang besar.

Kongres kepaduan dengan skala besar dilaksanakan di surakarta pada tanggal 27 sampai dengan 29 desember 1945 dan hasil dari kongres berhasil membentuk Pandu Rakyat Indonesia. Pembentukan Pandu Rakyat Indonesia dikuatkan dengan hadirnya beberapa tokoh nasional dan pihak memerintahan republik Indonesia mengesahkan organisasi kepanduan sebagai satu-satunya organisasi melalui keputusan menteri pendidikan pada tanggal 1 februari 1947.

Pandu Rakyat Indonesia sempat mengalami masa sulit akibat adanya serbuan dari pihak Belanda. Pada peringatan hari kemerdekaan indonesia pada 17 agustus 1948, angkatan bersenjata Belanda membuat Soeprapto terbunuh dan hal ini membuat Soeprapto dinobatkan sebagai martir gerakan kepanduan di Indonesia. Organisasi kepanduan di daerah jajahan Belanda dilarang untuk berdiri dan hal ini membuat munculnya berbagai organisasi bentukan baru.

Masa perjuangan untuk lepas dari penjajahan Belanda juga dibantu dengan organisasi kepanduan dan setelah Belanda sudah benar-benar lepas dari Indonesia, maka Pandu Rakyat Indonesia menyelenggarakan kongres II pada tanggal 20 sampai 22 Januari 1950 di Yogyakarta. Kongres II berhasil memutuskan konsep baru tentang Pandu Rakyat Indonesia yang bukan satu-satunya organisasi kepanduan di Indonesia dan memberikan kesempatan untuk berbagai golongan khusus menghidupkan kembali organisasinya.

Keputusan mengenai Pandu Rakyat Indonesia yang bukan organisasi satu-satunya dianggap aneh oleh berbagai pihak, karena pada 16 september 1951 diputuskan berdirinya federasi Ikatan Pandu Indonesia atau IPINDO. Dalam sejarah pramuka indonesia dan dunia, pada tahun 1953 organisasi IPINDO berhasil menjadi anggota kepanduan sedunia atau skala internasional.

Ipindo yaitu suatu federasi yang mencakup berbagai organisasi kepanduan putera. Sedangkan Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia atau PKPI dan Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia atau POPPINDO menjadi federasi bagi organisasi kepanduan puteri. Kedua federasi puteri ini pernah melakukan penyambutan terhadap Lady Baden-Powell yang singgah di Indonesia dalam perjalannya menuju Australia.

Baca Juga: Lagu Daerah Indonesia Beserta Liriknya

Pada saat peringatan proklamasi kemerdekaan tanggal 10 sampai 20 agustus 1955 di Jakarta, Ipindo menyelenggarakan jambore nasional di Ragunan dan acaranyapun sukses dilaksanakan dengan baik. Ipindo yang berperan sebagai wadah pelaksanaan kegiatan kepanduan berupaya untuk menyelenggarakan seminar, agar bisa memperkenalkan dan menjamin kelestarian kepanduan. Seminar yang diselenggarakan pada bulan januari 1957 di Tugu Bogor berjalan lancar dan sukses.

Dalam seminar dihasilkan berbagai rumusan dasar mengenai gerakan kepanduan di Indonesia dan momen seminar menjadi catatan sejarah kepramukaan yang memiliki nilai tinggi. Dengan adanya dasar gerakan kepanduan diharapkan kepramukaan bisa bersatu dan dalam waktu yang berbeda dilakukan seminar kedua dengan topik pembahasan mengenai Penasionalan Kepanduan.

Jika jambore untuk putera berhasil diselenggarakan untuk putera di ragunan, maka PKPI berhasil menyelenggarakan perkemahan berskala besar khusus untuk putri di Ciputat dan Jambore yang digagas PKPI terselenggara dengan baik pada tahun 1959. Tah hanya itu, pada tahun 1959 juga Ipindo berhasil mengirimkan peserta atau kontingen ke jambore dunia yang diselenggarakan di Filifina.

Sejarah Pramuka Pada Masa Kelahiran Gerakan Pramuka

Dalam sejarah pramuka lengkap dijelaskan bahwa gerakan pramuka pertama kali lahir pada tahun 1961 dan lahirnya gerakan pramuka dihasilkan dari pengkajian dari peristiwa di tahun 1960. Pada saat itu, jumlah anggota perkumpulan kepanduan sangatlah banyak dan hal ini diperoleh dari daya tarik kepanduan yang sangat tinggi, karena kegiatan kepanduan tidaklah monoton.

Dalam masa perintisan, muncullah berbagai ketetapan penting seperti menyatakan dasar dari pendidikan kepanduan yaitu pancasila dan dilanjutkan dengan berbagai penertiban mengenai kepanduan. Dengan berbagai ketetapan yang dilakukan, maka pendidikan kepanduan semakin berkembang pesat dan semakin banyak masyarakat yang mempelajarinya.

Pada tanggal 9 Maret 1961, mandataris MPRS mengumpulkan semua tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia di istana negara. Presiden mengambil keputusan tegas mengenai kepanduan yang harus diganti dan semua anggota kepanduan harus bersatu dalam satu organisasi yang disebut pramuka. Pada saat iti pula, presiden menunjuk beberapa panitia yang akan berperan penting dalam perkembangan pramuka.

Pada tanggal 11 April 1961 keluarlah keputusan presiden yang berisikan tentang pembentukan panitia pembentukan gerakan pramuka. Anggota yang dipilih presiden yaitu Hamengku Buwono IX, Muljadi Djojo Martono, Achmadi, Azis Saleh dan Prijono. Panitia yang dipilihlah yang mengelola anggaran dasar gerakan pramuka, sehingga pramuka lebih terstruktur dan lebih berkembang.

Sejarah Kelahiran Gerakan Pramuka di Indonesia

Secara umum lahirnya gerakan pramuka di Indonesia ditandai dengan berbagai peristiwa yang kemudian diabadikan menjadi momen sakral seperti hari tunas gerakan pramuka, hari ikrar gerakan pramuka dan hari pramuka. Dalam catatan sejarah pramuka, pada tanggal 14 Agustus selalu diperingati sebagai hari pramuka Indonesia dan sampai saat ini masih diselenggarakan event besar untuk mengenang hari bersejarah mengenai pramuka di Indonesia.

Gerakan pramuka pertama kali diperkenalkan secara resmi keseluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 agustus 1961 dan pengenalan bukan hanya di Jakarta, namun di berbagai tempat penting lainnya di Indonesia. Pada saat itu di Jakarta, ada 10 ribu anggota gerakan pramuka yang melaksanakan apel berskala besar dan dilanjutkan dengan pawai pembangunan sampai defile atau pawai di depan presiden.

Sebelum adanya kegiatan pawai, presiden di istana negara berhasil melantik anggota Kwarnari, Kwarnas dan Mapinas. Kemudian presiden memberikan tanda penghormatan berupa pandji gerakan kepanduan nasional Indonesia dan tanda penghormatan diterima oleh Hamengku Buwono IX. Peristiwa pengenalan gerakan pramuka pada 14 Agustus 1961 menjadi momen berharga dan dijadikan sebagai hari bersejarah yang terkenal dengan sebutan hari pramuka.

Definisi Sejarah Pramuka Dunia

Gerakan kepanduan merupakan sebuah gerakan pembinaan untuk para pemuda yang pengaruhnya sampai mendunia dan secara umum gerakan kepanduan berisikan berbagai organisasi yang berhubungan dengan kepemudaan. Gerakan kepanduan bertujuan untuk melatih fisik supaya kuat, melatih mental dan melatih spiritual. Gerakan kepanduan juga mendorong para anggotanya untuk selalu melakukan berbagai hal positif.

Tujuan gerakan kepanduan bisa dicapai melalui berbagai program latihan dan kepanduan kebanyakan mengutamakan aktivitas lapangan. Kini jumlah anggota kepanduan di seluruh dunia sekitar 38 juta yang diambil dari 217 negara.

Sejarah Kelahiran Gerakan Kepanduan Dunia

Sejarah Kelahiran Gerakan Kepanduan Dunia

Gerakan kepanduan yang pertama kali diselenggarakan oleh Robert Baden-Powell dengan William Alexander Smith pada tahun 1907 dan acara yang diselenggarakan adalah jambore di Kepulauan Brownsea, Inggris. Jamboree terselenggara dengan baik dan berhasil mendatangkan banyak anggota kepanduan dalam satu tempat yang sama.

Keinginan untuk melaksanakan kegiatan jambore berawal dari pemikiran Baden-Powell dan semua pasukannya saat berjuang untuk pertahankan kota Mafeking di Afrika Selatan. Kala itu, pasukan Baden-Powell diserang oleh tentara boer dan pasukan Baden-Powell kalah besar. Untuk memperkuat pasukannya, Baden-Powell melatih sekelompok anak muda untuk dijadikan sebagai tenaga atau tentara sukarela.

Tugas yang dibentuk adalah mempertahankan kota dari serangan boer dan para tentara muda juga mendapat tugas lain yang terbilang ringan seperti mengantarkan pesan yang ditulis Baden-Powell ke anggota militer di kota. Dengan peranan anak muda yang berjalan dengan baik, maka Baden-Powell berhasil pertahankan kota mafeking selama beberapa bulan dari serangan boer.

Untuk memberikan penghargaan kepada tentara muda yang berhasil pertahankan kota, maka Baden-Powell membagikan sebuah lencana yang bentuknya unik dan lencana tersebut dijadikan logi dari gerakan pramuka yang bersifat internasional. Baden-Powell dianggap sebagai seorang pahlawan, karena berhasil pertahankan kota mafeking dan pada tahun 1899, Baden-Powell juga membuat sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting.

Sekitar tahun 1906, Ernest Thompson Seton yang merupakan warga Amerika Serikat mengirimkan buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians kepada Baden-Powell. Kemudian Ernest Thompson Seton dan Baden-Powell sering menyusun sebuah rencana untuk melakukan gerakan pemuda. Pertemuan dengan Ernest Thompson Seton membuat Baden-Powell hasilkan buku baru dengan judul Boy’s Patrols.

Boy’s Patrols berisikan tentang petunjuk kepanduan untuk para pemuda pada jaman itu dan untuk menguji kualitas ide yang disajikan dalam buku, Baden-Powell mengadakan suatu perkemahan untuk 21 pemuda yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Perkemahan dilaksanakan di Kepulauan Brownsea dan cara organisasinya terkenal dengan sebutan sistem patroli yang menjadi kunci pelatihan kepanduan.

Sistem patroli mengharuskan semua anggotanya membentuk sebuah kelompok skala kecil dan menunjuk salah satu anggota kelompok sebagai ketua kelompoknya. Seusai Boy’s Patrols terbit dan kegiatan perkemahan berjalan lancar, maka Baden-Powell berinisiatif melakukan sebuah perjalanan tur untuk promosikan pemikirannya ke seluruh Inggris.

Dengan pemikiran Baden-Powell untuk melakukan perjalanan tur, maka dibuatlah sebuah buku dengan judul Scouting fo Boys dan sekarang ini terkenal dengan buku panduan kepramukaan atau Boy Scout Handbook. Buku yang dihasilkan Baden-Powell memberikan berbagai ide baru mengenai berbagai organisasi pemuda dan konsep pemikirannya sangat berbeda dengan yang sudah ada.

Namun muncul fenomena pemuda yang membentuk sebuah organisasi baru dan Baden-Powell diminta untuk menjadi pembimbingnya. Saat itu Baden-Powell langsung setuju dengan tawaran para pemuda dan Baden-Powell mulai melakukan pembelajaran atau pelatihan mengenai organisasi. Dengan perkembangan organisasi pemuda yang pesat, Baden-Powell mulai tidak bisa membimbingnya sendiri dan membutuhkan asisten.

Pada saat itu, Baden-Powell membuat suatu pusat pelatihan untuk orang dewasa dan pada tahun 1919, Baden-Powell membeli sebuah taman di London untuk dijadikan lokasi pelatihan. Baden-Powell kemudian menulis sebuah buku kepanduan yang berjudul Aids to Scoutmastership dan langkah selanjutnya mengumpulkan semua data bukunya, lalu pada tahun 1922 dijadikan buku lagi yang berjudul Rovering to Success for Rover Scouts.

Baden-Powell memang berperan penting dalam pendirian gerakan kepanduan, namun sebenarnya Baden-Powell banyak terinspirasi oleh sosok Frederick Russell Burnham yang merupakan warga Amerika. Burnham memang banyak mengajarkan mengenai teknik hidup di alam liar dan sosok Burnham juga sukses menghadapi berbagai perang pemberontakan yang muncul di Indian.

Baden-Powell mulai mengenal sosok Burnham pada saat berjuang dalam perang boer dan dalam kebersamaannya, Baden-Powell banyak belajar mengenai keterampilan dasar dalam kegiatan di alam bebas.

Perkembangan Gerakan Kepanduan di Dunia

Perkembangan Gerakan Kepanduan di Dunia

Semenjak buku Scouting For Boys diterbitkan, maka pramuka lebih dikenal secara luas di kawasan Inggris dan irlandia. Gerakan kepanduan yang dicantumkan dalam buku, perlahan mulai banyak dikenal dan diterapkan di berbagai wilayah di seluruh Inggris. Unit kepanduan di luar Inggris pertama kali dilaksanakan di Gilbraltar pada tahun 1908 dan unit lainnya dibangun di Malta.

Kerajaan Inggris juga memberikan ijin pertamanya kepada Kanada untuk mendirikan sebuah gerakan kepanduan, kemudian berkembang ke berbagai negara lainnya. Gerakan kepanduan yang dikembangkan selain di Inggris adalah di Chili dan dengan negara koloninya, Chili membentuk gerakan kepanduan sendiri. Parade gerakan kepanduan pertama kali diselenggarakan di Crystal Palace pada tahun 1910.

Parade gerakan kepanduan tersebut berhasil menarik minat para remaja asal Inggris dan setidaknya ada 10 ribu remaja putri dengan putra yang bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada tahun 1910 tercatat ada beberapa negara yang membentuk organisasi kepramukaan seperti Amerika Serikat, Swedia, Singapura, Russia, Norwegia, Meksiko, Belanda, Jerman, India, Yunani, Perancis, Argentina, Finlandia dan Denmark.

Sejak berdirinya berbagai gerakan pramuka yang fokus dalam program usia 11 sampai 18 tahun, maka anggota organisasi pramuka terus berkembang dan bertambah dengan cepat. Sejak saat itu, kebutuhan akan program kepramukaan terus bertembah dan hal ini untuk memenuhi keinginan regenerasi kaum muda, agar kegiatan pramuka dapat bertahan secara turun menurun.

Ada empat program kegiatan yang ditambahkan dalam pramuka seperti pendidikan kepemimpinan bagi para pembina, pendidikan kepanduan untuk putri, pendidikan untuk usia dini dan remaja. Pada tahun 1910 mulailah disusun mengenai program untuk golongan siaga, penegak atau pandega dan unir satuan karya. Sejak saat itu, kegiatan pramuka seringkali dilaksanakan dengan skala ranting atau skala lokal dan nantinya akan diadopsi menjadi kegiatan yang sifatnya nasional.

Sejak mulai pendirian gerakan kepanduan memang remaja putri telah memperlihatkan minat yang besar untuk bergabung, hal ini membuat Agnes Baden Powell menggagas pendirian organisasi kepanduan khusus remaja putri dan Agnes Baden Powell ditunjuk untuk menjadi presiden organisasi kepanduan dunia khusus putri, hal ini menjadikan Agnes Baden Powell berhasil menjadi presiden organisasi kepanduan putri pertama di dunia.

Awalnya Agnes Baden Powell menamakan organisasi bentukkannya dengan sebutan rosebud, namun pada tahun 1914 diganti menjadi Brownies. Pada tahun 1917, Agnes Baden Powell mulai mundur dari kursi presiden organisasi kepanduan atau pramuka dan peranannya digantikan oleh sosok Olive Baden Powell. Pada saat itu, Agnes Baden Powell berganti peranan menjadi wakil presiden dan tetap menjabat sampai meninggal pada usia 86 tahun.

Sejak saat itu, kepanduan putri sudah diposisikan terpisan dengan kepanduan putra dan hal tersebut dilakukan berdasarkan norma sosial yang berlaku. Sejak era 90an, banyak sekali organisasi kepanduan di dunia yang melakukan kerjasama antara unit putra dengan putri.

Secara umum program awal yang dilakukan untuk melakukan pembinaan diadakan di London dan pelaksanaannya pada tahun 1910, namun sempat juga diselenggarakan pada tahun 1911 di Yorkshire. Baden Powell memiliki keinginan untuk mempraktekan pramuka dengan maksimal dan hal ini membuat setiap kegiatan pramuka harus ada kegiatan lapangan seperti berkemah.

Kemudian Baden Powell mendirikan sebuah kursus pramuka yang dinamakan dengan Woodbadge. Akibat adanya perang dunia 1, maka program kursus atau pembinaan harus terhenti dan pada tahun 1919, mulai dihadirkan kursus woodbadge pertama yang diselenggarakan di Gilwell Park. Kini pendidikan untuk para pembina memang sangat beragam dan cakupannya sudah sangat luas. Ada beberapa pendidikan terkenal yang khusus bagi para pembina seperti pendidikan dasar, kursus Woodbadge dan pendidikan spesifik golongan.

Manfaat Pramuka Untuk Para Anggotanya

Manfaat Pramuka Untuk Para Anggotanya

Pelaksanaan kegiatan pramuka memang memberikan dampak yang positif bagi para anggotanya seperti menjadi pribadi yang lebih mandiri. Dengan pribadi yang mandiri, maka anggota akan lebih siap dalam menghadapi masalah kehidupan yang rumit dan dengan berjiwa mandiri, maka akan memudahkan anggota untuk keluar dari sebuah permasalahan yang membelitnya.

Anggota pramuka juga bisa bersikap lebih disiplin, karena dasar dari pramuka mengajarkan tentang kedisiplinan. Dengan pramuka, maka anggota bisa lebih menghargai waktu, menghargai janji dan menghargai sesama manusia. Pramuka juga mengajarkan tentang kerjasama dan hal ini sangat bermanfaat dalam menjalankan kehidupan di masyarakat, karena dengan kerjasama suatu akan lebih cepat beres.

Anggota pramuka juga akan memiliki tingkat kepedulian tinggi terhadap sesama dan memiliki kepedulian untuk mencintai alam. Dengan pramuka, anggota juga akan dilatih mengenai kepemimpinan yang baik dan benar.

Baca Juga: Kumpulan Lagu Perpisahan Sekolah Terbaik

Demikian ulasan lengkap mengenai sejarah pramuka indonesia dan dunia. Semoga semua bahasannya memberikan manfaat bagi para pembacanya.

Tinggalkan Balasan