Standar Nasional Pendidikan (SNP): Fungsi dan Tujuannya

Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia tentu tidak asing dengan istilah Standar Nasional Pendidikan. Sangat penting bagi semua kalangan, terutama para guru maupun akademisi mengenal istilah ini. Untuk itu, di bawah ini akan dijelaskan tentang pengertian konsep tersebut.

Standar Nasional Pendidikan secara umum memiliki pengertian pedoman utama dalam mengatur tentang standar minimal yang harus terpenuhi dalam manajemen sekolah, yaitu guru dan kepala sekolah di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan menurut para ahli konsep tersebut memiliki makna yang beragam.

Daftar isi:

Pengertian Standar Nasional Pendidikan Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pandangan tersendiri terkait definisi 8 Standar Nasional Pendidikan. Meski pada intinya sebagian pendapat mirip dengan pandangan lain, namun ada beberapa perbedaan sudut pandang di antara mereka. Inilah pengertian menurut pakar tersebut:

Pengertian Standar Nasional Pendidikan menurut Mulyasa

Konsep ini memiliki arti sebagai pedoman yang berkaitan dengan prosedur, mekanisme serta instrumen penilaian dari hasil yang telah dikerjakan oleh para peserta didik di sekolah. Dalam dunia pendidikan akan selalu terjadi perkembangan dari berbagai komponen.

Dalam konteks ini, maka perlu perumusan yang terarah dan jelas mengenai rujukan yang digunakan. Dalam mencapai langkah-langkah strategis delapan standar pendidikan perlu untuk dipelajari secara mendalam agar pelaksanaan maupun implikasinya berdampak.

Pengertian Standar Nasional Pendidikan (SNP) menurut Arifin

Menurut Aridin, Standar Nasional Pendidikan merupakan penilaian hasil belajar murid yang terdiri dari beberapa aspek. Aspek pertama mendidik, artinya dari kegiatan belajar mengajar di kelas murid mendapatkan umpan balik serta motivasi agar lebih rajin belajar, baik di sekolah maupun di rumah.

Baca Juga: Pengertian Seni

Selain itu, sifat yang terbuka dan menyeluruh. Hasil penilaian tentu dilakukan dengan transparan dan meliputi berbagai aspek kompetensi. Terpadu dan objektif yang berarti terbebas dari subjektifitas penilai. Sistematis dan berkesinambungan, artinya direncanakan dengan matang serta dilakukan secara berkelanjutan

Adapun aspek yang terakhir adalah adil, tidak ada perbedaan dalam penilaian. Terdapat acuan yang digunakan untuk menilai seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang keluarga, ekonomi, agama, ras ataupun pertimbangan lainnya. Setidaknya ada 8 standar pendidikan nasional.

Pengertian Standar Nasional Pendidikan menurut KBBI

Pengertian standar nasional pendidikan adalah sesuatu yang dijadikan contoh atau dasar sah bagi pendidikan yang berdasar pada Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang berakar pada nilai-nilai keagamaan. Dasar tersebut tetap memperhatikan kebudayaan bangsa dan tanggap terhadap perubahan zaman.

Pendidikan adalah sebuah proses yang terus berjalan dan tentunya memiliki ukuran sampai dimana perjalanan dalam mencapai visi yang dibuat. 8 standar nasional pendidikan diperlukan dalam kurun waktu tertentu agar senantiasa terkendali.

Pengertian Standar Nasional Pendidikan menurut PP Nomer 19 tahun 2005

Di dalam peraturan pemerintah ini dijelaskan arti dari istilah tersebut adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan penjelasan tersebut, maka seluruh sekolah di Indonesia menggunakan acuan ini.

Macam-Macam dan Ruang Lingkup Standar Nasional Pendidikan

Macam-Macam dan Ruang Lingkup Standar Nasional Pendidikan

Ruang lingkup dari standar nasional yang dimaksud berdasarkan peraturan pemerintah Nomer 19 tahun 2005 pada bab II pasal 2 disebutkan ada 8 standar pendidikan. Penjelasan mengenai keseluruhan macam-macamnya sebagai berikut :

Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan adalah acuan penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik yang ditentukan oleh BNSP untuk mencapai tujuan pendidikan di wilayahnya. Salah satunya diatur di Peraturan Menteri Nomer 23 tahun 2006. Penerapannya tentu berbeda antara sekolah negeri dengan swasta.

Perbedaan itu dikarenakan sekolah swasta memberikan ciri khusus terhadap siswa yang mengikuti ekstra kurikuler tertentu. Dengan demikian, diharapkan lulusannya memiliki unggulan tersendiri ketika sudah lulus dan berada di tengah-tengah masyarakat.

Untuk jenjang perguruan tinggi terdapat keistimewaan yang memiliki kewenangan tersendiri dalam menentukan standar ini. Karenanya, bisa dimungkinkan antar universitas memiiki perbedaan dalam kenyataannya. Secara garis besar standar ini dapat dideskripsikan seperti berikut:

  • Pada pendidikan tingkat dasar, standar kompetensi lulusan bertujuan untuk menciptakan suatu pengetahuan, kecerdasan, akhlak mulia, keterampilan secara mandiri hingga pendidikan yang lebih tinggi.
  • Standar kompetensi untuk lulusan jenjang menengah umum berguna untuk mencapai peningkatan pengetahuan, kecerdasan, kepribadian, akhlak mandiri serta keterampilan untuk hidup mandiri.
  • Adapun standar kompetensi bagi lulusan jenjang menengah kejuruan memiliki tujuan yang sedikit berbeda, yaitu adanya tambahan dalam meningkatkan skill sesuai dengan jurusan yang diambil.
  • Standar kompetensi lulusan perguruan tinggi tentunya mampu terjun ke masyarakat serta bersedia menerapkan keilmuan, seni dan juga teknologi yang sangat berguna untuk kemanusiaan.

Standar Isi / Kurikulum

Hal-hal yang diatur di dalam standar ini terkait materi serta tingkat kompetensi lulusan minimal untuk jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Selain itu, juga dijelaskan mengenai kerangka dasar, struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kalender pendidikan.

Inilah kriteria dasar tingkat kompetensinya:

  • Penguasaan kompetensi yang berjenjang
  • Tingkat perkembangan murid
  • Tingkat perkembangan berjenjang

Menurut Hajanto, isi kurikulum melingkupi materi pelajaran. Dengan demikian, pemilihan materi ajar harus sesuai dengan kurikulum yang digunakan dalam bidang studi bersangkutan. Terdapat beberapa kriteria yang disesuaikan dengan sistem intruksional seperti di bawah ini :

  • Kriteria tujuan intruksional
  • Materi pelajaran terjabarkan
  • Relevan dengan kebutuhan siswa
  • Kesesuaian dengan kondisi masyarakat
  • Materi pelajaran yang mengandung segi etik
  • Materi tersusun dengan logis
  • Materi bersumber dari buku

Begitu pula dengan aspek yang lain. Namun salah satu yang saat ini menjadi perhatian tentu kurikulum semua sekolah dan jenjang di Indonesia. Aturan tentangnya telah mengalami perubahan dengan mengikuti perkembangan zaman. Standar ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomer 22 tahun 2006.

Standar Proses

Dalam pelaksanaan sebuah pembelajaran, diharapkan satuan pendidikan dilaksanakan dengan inspiratif, menarik dan mampu memotivasi peserta didik untuk terlibat langsung dalam partisipasi materi yang diajarkan. Ada tiga metode pembelajaran yang bisa digunakan seperti berikut ini :

  • Strategi pengorganisasian ( organizational strategy )
  • Strategi penyampaian ( delivery strategy )
  • Strategi pengelolaan (management strategy)

Proses belajar mengajar yang baik tentu bisa memberikan ruang bagi kreatifitas, kemandirian, rasa penasaran sesuai minat, bakat dan juga perkembangan psikologis serta fisik para murid. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomer 41 tahun 2007.

Satu hal yang wajib dilakukan dalam standar ini adalah tugas pendidik ketika mengajar harus mampu memberikan tauladan terbaik secara tekstual maupun kontekstual. Dengan begitu, diharapkan adanya proses ini mampu untuk membuat siswa selalu ingat perilaku yang baik.

Standar Sarana dan Prasarana

Pengelolaan sarana dan prasarana telah disesuaikan dengan standar nasional pendidikan dan tidak ada perbedaan yang mencolok antara sekolah swasta dan sekolah negeri. Tujuan dari manajemen ini adalah upaya maksimal dalam memanfaatkan dan merawat segala sesuatu milik sekolah.

Upaya tersebut akan mampu mendukung kegiatan penyelenggaran pendidikan dan meningkatkan semangat peserta didik untuk belajar. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomer 24 tahun 2007. Garis besar sarana dan prasarana yang baik terdiri dari :

  • Memiliki perabot, media pembelajaran, peralatan pendidikan, buku dan sumber belajar lainya.
  • Mempunyai lahan, kelas, ruang pimpinan, laboratorium, perpustakaan, kantin, tempat olahraga, tempat bermain dan tempat ibadah.

Menurut Rohiat, cara mengelola sarana dan prasarana secara keseluruhan adalah menciptakan tujuan pendidikan yang efektif dan efisien. Saat ini antar sekolah selalu mengunggulkan hal ini untuk menarik minat para peserta didik agar mendapatkan tempat menimba ilmu yang berkualitas

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Ini merupakan acuan secara umum mengenai harapan tenaga pendidik dan kependidikan dengan pedoman yang sesuai dengan BSNP dan mampu menerapkan kompetensinya secara maksimal. Guru harus memiliki kualifikasi akademik sesuai dengan pelajaran yang diampu. Seperti menurut Hamalik, syarat-syarat menjadi guru adalah :

  • Harus memiliki bakat.
  • Harus memiliki keahlian.
  • Mempunyai kepribadian yang baik dan terintegrasi.
  • Punya mental yang sehat.
  • Berbadan sehat.
  • Berjiwa pancasilais.
  • Seorang warga negara yang baik.

Seorang pendidik harus memiliki ijazah dan sertifikasi keahlian sesuai dengan peraturan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik adalah pedagodik, kepribadian, professional serta sosial. Salah satunya diatur dalam Peraturan Menteri Nomor 12 tahun 2007.

Menurut Tilaar, beberapa orang memang setuju jika standarisasi pendidikan mampu meningkatkan proses pembelajaran peserta didik. Guru yang berkualitas menjadi sumber bagi siswa agar memahami materi yang diajarkan.

Standar Penilaian Pendidikan

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005, penilaian adalah sebuah proses yang meilibatkan kegiatan pengumpulan serta pengelolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik di sekolah.

Beberapa hal yang diatur di dalamnya adalah penilaian hasil belajar oleh pendidik serta satuan pendidikan dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah. Pelaksanaannya dimulai dari persiapan, proses serta tindak lanjut yang dilakukan dengan membentuk tim, menyusun kisi-kisi serta soal.

Penilaian dilakukan dengan terencana dan terstruktur agar dapat memberikan upaya maksimal dalam menarik kesimpulan tentang hasil belajar siswa, baik perpanjangan kelas maupun penentuan kelulusan. Standar ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomer 20 tahun 2007.

Standar Pembiayaan

Standar pembiayaan adalah pedoman dalam mengatur besarnya komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan dalam kurun waktu tertentu. Pelaksanaan antara sekolah swasta dan negeri sedikit berbeda.

Pihak swasta tentu harus memiliki sumber keuangan lain yang digunakan untuk membiayai tenaga pendidik serta keperluan lain. Ada 3 jenis biaya yaitu :

  • Biaya investasi yang mencakup pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, modal kerja tetap serta pengembangan sumber daya manusia.
  • Biaya operasi yang terdiri dari gaji tenaga pendidik, peralatan penunjang sekolah, pemeliharan sarana dan prasarana, pajak, asuransi dan lain-lain.
  • Biaya personal berisi biaya pendidikan yang harus dibayar masing-masing murid agar mampu mengikuti proses belajar mengajar di kelas.

Dengan begitu, sangat penting untuk mengelola keuangan sekolah dengan baik agar mampu membiayai semua aspek pendidikan. Komponen tersesbut harus dipenuhi secara merata dan tetap memberikan prioritas pada kegiatan kesiswaan guna mencapai prestasi yang baik pula. Pedoman ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomer 69 tahun 2009.

Menurut Rohiyat, pengelolaan financial berisi kegiatan perencanaan, penggunaan, pencatatan, pelaporan serta pertanggungjawaban dana yang telah digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tentu hal tersebut agar tercipta administrasi keuangan yang baik dan sehat.

Standar Pengelolaan

Di dalamnya ada tiga bagian, yaitu standar pengeloaan oleh satuan pendidikan, pemerintah daerah serta pemerintah pusat. Hal ini berkaitan dengan manajemen sekolah dalam mengatur segala kegiatan yang terjadi. Dalam pelaksanaannya, sekolah swasta lebih bebas dari pada negeri.

Baca Juga: Administrasi Pendidikan

Namun, sekolah swasta yang dimaksud tentu memiliki keadaan financial bagus serta mempunyai visi untuk kemajuan yang tinggi sehingga mampu memberikan kompetensi penyelenggaraan sekolah lebih baik. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Nomer 19 tahun 2007.

Menurut Mulyasa, standar pengelolaan merupakan acuan yang berkaitan dengan perencanaan, pengelolahan serta pengawasan kegiatan pendidikan agar tercipta penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar yang efisien. Garis besar dari standar ini adalah :

  • Pengelolaan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang menerapkan manajemen berbasis sekolah.
  • Pengelolaan jenjang perguruan tinggi mengimplementasikan otonomi PT dengan batas-batas yang diatur dalam perundang-undangan.

Fungsi dan Tujuan Standar Nasional Pendidikan

Fungsi dan Tujuan Standar Nasional Pendidikan

Terdapat beberapa fungsi dan tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan penyelenggaran pendidikan di Indonesia. Hal ini telah diatur sedemikian rupa agar segala sesuatu yang terkait di dalamnya mampu menghasilkan yang terbaik bagi pihak terkait. Berikut uraiannya.

Fungsi dalam Pelaksanaan Serta Pengawasan

Input, proses dan output adalah hal yang dilakukan dalam aktifitas pembelajaran. Langkah pertama mengenai bagaimana cara agar apa yang telah dibina sejak awal sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Selanjutnya, dalam prosesnya nanti berbagai komponen diberikan agar mampu menghasilkan luaran yang sesuai dengan harapan. Dan yang terakhir pengawasan, menjadi salah satu indikator untuk melihat keberhasilan dalam peristiwa yang telah dijalankan mulai awal sampai akhir.

Fungsi dalam Pemetaan Masalah Pendidikan

Menjadi negara yang memiliki wilayah sangat luas, menyisakan masalah tersendiri bagi Indonesia. Antar daerah memiliki permasalahan tersendiri yang berbeda satu sama lain. Terutama di wilayah pedesaan yang pelosok, akses pendidikan adalah hal yang tidak mudah.

Adanya standarisasi ini diharapkan mampu untuk mengurangi ketimpangan yang ada dalam bidang pendidikan. Dengan begitu, pendidikan Indonesia akan bisa bersaing dengan negara lain karena tidak terjadi lagi perbedaan.

Fungsi dalam Pengukuran Kualitas Pendidikan

Setelah dilaksanakan fungsi pemetaan masalah, maka tentunya akan dilakukan pengukuran mengenai mutu yang telah dihasilkan. Standar tersebut bukanlah ukuran yang statis namun semakin lama akan semakin ditingkatkan atau dalam artian dinamis.

Fungsi dalam Penyusunan Strategi

Setelah mengevaluasi kekurangan maupun kelebihan dari program yang telah dijalankan, misalnya saja ujian nasional maka akan didapatkan data-data. Dalam fungsi ini, data tersebut digunakan untuk mengembangkan rencana untuk tahun berikutnya sehingga tidak terjadi kesalahan yang sama.

Tujuan untuk Jaminan Pendidikan Nasional

Menjaga mutu serta kualitas dari proses penyelenggaraan pembelajaran di sebuah negara bukanlah hal mudah. Dibutuhkan sinergi serta kerja sama yang baik guna mencapai visi misi. Sesuai dengan yang tertulis di dalam pembukaan UUD NKRI 1945, maka negara memiliki tanggung jawab guna menjamin pendidikan Nasional.

Mencerdaskan kehidupan generasi penerus bangsa serta memberikan pendidikan yang berkesinambungan. Agar menjadi negara yang memiliki pemimpin dengan kualitas global dan berwawasan lokal sehingga tidak tertinggal dengan negara lain dalam perkembangannya.

Kewenangan Badan Standar Nasional Pendidikan

Kewenangan Badan Standar Nasional Pendidikan

Sebuah lembaga besar memiliki lingkup yang cukup luas di berbagai bidang kehidupan. Dengan demikian, Standar Nasional Pendidikan tentu memiliki wewenang serta tanggung jawab besar pula. Menangani pendidikan Indonesia, maka BSNP membantu Menteri Pendidikan Nasional untuk mencapai harapan. Berikut ini adalah uraiannya.

Menyelenggarakan Ujian Nasional

Semua jenjang pendidikan dari tingkat dasar, yaitu SD sampai tingkat menengah SMA memiliki tes kelulusan yang sama. Salah satunya tentu para peserta didik akan melewati ujian akhir. Jika dilihat, geografis Indonesia yang cukup luas dan memiliki medan yang sulit.

Nyatanya BSNP mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. beberapa tahun sekali selalu ada progress pelaksanaan UN, misalnya saja menggunakan soal yang berbeda satu sama lain. Sebagai bentuk pendidikan yang terbaik, Indonesia memang seharusnya mengalami kemajuan tiap tahunnya.

Tujuannya agar generasi yang telah disiapkan mampu bersaing dengan negara lain. Meskipun mulai tahun ini ujian nasional telah ditiadakan, setidaknya beberapa decade telah memberikan nuansa dan semangat belajar bagi para siswa agar lulus dengan nilai memuaskan,

Membuat Indikator Kelulusan pada Semua Jenjang Pendidikan

Kriteria memang sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, mulai dari yang paling rendah sampai menengah. BSNP merupakan lembaga yang membuat indikator tersebut. Tentu ada berbagai pertimbangan di dalamnya.

Standar yang dibuat pun sifatnya mengikat semua satuan tanpa terkecuali. Berisi para ahli pendidikan tentu membuat kriteria sehingga semua dapat disesuaikan dengan baik. Harapannya, indikator yang dibuat bisa dijangkau oleh semua peserta didik.

Memberikan Rekomendari Kepada Pemerintah

Dalam menjamin dan mengembangkan pendidikan agar tetap mencapai tujuan yang telah ditetapkan, ada saran maupun rekomendasi yang diberikan BSNP kepada pemerintah, baik di pusat maupun daerah.

Hal ini dikarenakan karakteristik setiap daerah terkadang berbeda satu sama lain sehingga permasalahan yang muncul pun menjadi tidak sama. Pemberian rekomendasi ke pemerintah pusat diberlakukan secara nasional atau keseluruhan.

Sedangkan saran untuk pemerintah daerah menyesuaikan dengan ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila di sebuah daerah terdapat masalah pendidikan, namun di wilayah lain tidak ada yang perlu dipersoalkan,

Menilai Kelayakan Teks Pelajaran

Bahan ajar menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Pproduksi buku yang dijadikan sumber pembelajaran harus melalui uji kelayakan. Proses ini biasanya dilakukan oleh BSNP di Indonesia.

Misalnya saja materi tidak boleh memuat unsur SARA. Karena apa yang ada di dalam buku secara otomatis akan dipelajari generasi penerus bangsa sehingga dalam prosesnya ada tahapan serta hal-hal yang harus diperhatikan.

Mengembangkan Standar Nasional Pendidikan

Pengembangan ini berlaku secara efektif dan sistematis untuk satuan pendidikan. Dalam pelaksanaannya, BSNP akan didukung dan melakukan kerja sama dengan departemen pendidikan nasional, departemen yang menangani urusan agama serta dinas pendidikan yang ada di daerah.

Koordinasi dimaksudkan agar terjadi sinergi antara lembaga terkait dalam melakukan misi-misi yang telah direncanakan. Lebih dari itu, agar tidak ada tumpang tindih kebijakan dalam menangani dan mengembangkan standar yang dimaksud.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Standar Pendidikan Nasional

Ada beberapa aspek yang mungkin akan menentukan sukses tidaknya Pelaksanaan Standar Pendidikan Nasional di negara Indonesia. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor tersebut.

Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan adalah usaha yang dilakukan peserta didik tentang hasil praktek pendidikan, baik di lingkungan sekolah, keluarga serta masyarakat. Dalam prosesnya, mencapai visi membutuhkan koordinasi dengan berbagai elemen agar misi yang dilakukan tetap membawa keberhasilan.

Menjadikan pribadi yang berwawasan serta berkarakter kenyataannya bukanlah sebuah hal yang mudah. Dengan segala situasi dan kondisi, Indonesia yang masih memiliki kekurangan tentu harus dilengkapi dengan elemen yang mendukung bagaimana pencapaian itu bisa didapatkan.

Pendidik

Sebenarnya peserta didik sebelum belajar di sekolah sudah bertemu dengan pendidik, yaitu orang tua. Di sini, orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak. Di dalam kehidupan, orang tua masuk ke dalam pendidikan informal yang mana tugasnya menanamkan nilai-nilai baik kepada siswa serta memberikan kasih sayang.

Baru setelah di lingkungan sekolah, anak akan selalu bertemu guru yang masuk di pendidikan formalnya. Tugasnya tentu memberikan pembelajaran kepada peserta didik agar terbentuk generasi yang cerdas di masa depan.

Di era sekarang, guru dituntut untuk menguasai materi yang diajarkan dan memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai. Karena dengan begitu murid akan senantiasa berada di jalur yang benar dalam usaha memahami pelajaran.

Peserta Didik

Peserta didik adalah anak yang menerima pengaruh dari guru, khususnya dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dulu peserta didik cenderung pasif karena kurikulum yang digunakan tidak memungkinkan terjadinya interaksi. Namun dengan diberbaruinya, kini guru harus membuat pembelajaran yang menarik.

Salah satunya menciptakan suasana belajar yang membuat anak berpendapat dan terlibat aktif dalam pembelajaran. Di sisi lain, peserta didik memiliki pengaruh yang tidak kalah besar dalam mencapai standar pendidikan yang telah ditentukan.

Karena kemampuan peserta didik memang kurang jika dibandingkan dengan pendidik dalam hal penguasaan materi, maka tidak heran jika saat ini para murid akan senantiasa bertanya terhadap apapun yang menurutnya patut untuk ditanyakan.

Materi Pelajaran

Pengertian konsep ini merujuk pada segala sesuatu yang diajarkan oleh pendidik kepada murid di sekolah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Mulai dari apa yang diucapkan dalam proses belajar mengajar sampai sikap yang dicontohkan olehnya.

Materi pendidikan nantinya akan berkaitan langsung sebagai bekal peserta didik ketika melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi serta saat terjun langsung ke masyarakat. Di tambah dengan berkembangnya zaman, banyak sekali penambahan materi untuk para murid.

Bahkan beberapa sekolah memberika materi baru untuk para siswanya agar mampu bersaing dengan murid sekolah lain. Ini merupakan salah satu contoh yang baik bagi kemajuan standar pendidikan yang telah ditentukan.

Metode Pendidikan

Metode pendidikan adalah sebuah cara dalam menyampaikan materi oleh seorang guru kepada peserta didik. Tujuannya tentu untuk menciptakan interaksi yang baik antara kedua pihak yang bersangkutan. Saat ini, pendidik wajib menggunakan metode pembelajaran yang menarik agar bisa mencapai standar yang telah dibuat.

Dengan begitu, adalah hal wajar apabila banyak pelatihan serta seminar yang dilakukan untuk pendidik untuk menambah wawasan mengenai cara yang baik dalam proses mengajar. Bahkan terdapat kompetisi guru terbaik antar daerah.

Kemajuan teknologi kini menjadi salah satu jawaban agar para guru menggunakannya sebagai komponen saat menyampaikan bahan ajar. Beralih dari cara konvensional menuju ke arah yang lebih modern memang sesuatu yang sangat dianjurkan dalam dunia pendidikan.

Lingkungan

Lingkungan memiliki pengertian mengenai segala sesuatu yang berada di sekitar peserta didik sehingga mampu mempengaruhi, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam membentuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Ada tiga aspek di dalamnya, yaitu lingkungan fisik, teknis dan kebudayaan yang ada. Tentu tidak bisa dipungkiri keberadaan faktor ini mampu memberikan dampak negatif maupun positif kepada anak. Lingkungan terbukti membuat daya kembang anak berbeda satu sama lain dalam belajar.

Sebenarnya, peran orang tua juga dibutuhkan dalam menentukan kondisi lingkungan peserta didik, apakah membebaskan atau membatasi. Dengan begitu, akan menjadi filter tersendiri bagi sang anak dalam memilih lingkungan mana yang dirasa paling tepat.

Indikator Standar Nasional Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan memiliki beberapa indikator yang perlu dipelajari. Berikut penjelasan lengkapnya:

Prinsip Pelaksanaan Kurikulum

Dalam sistem pendidikan di sebuah negara, kurikulum memiliki peran yang sangat penting. Hal ini berkaitan erat dengan bagaimana proses seorang guru mengajar, materi apa yang diajarkan dan lain sebagainya.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai prinsip umum pelaksanaan krikulum dalam bentuk pengajaran:

  • Siswa Harus Mendapatkan Layanan Pendidikan Yang Bermutu

Layanan yang dimaksud adalah bagaimana pengajaran yang diberikan itu mampu membuat peserta didik senang, dinamis serta bebas mengekspresikan apa yang diinginkan.Selain itu, layanan pendidikan yang bermutu juga meliputi sarana dan prasarana.

Faktanya, masih banyak sekali sekolah yang masih fasilitas kurang lengkap sehingga bukanlah hal aneh jika kualitasnya masih rendah.

  • Mendapatkan Layanan Perbaikan

Terkadang, ada beberapa murid yang memang memiliki kemampuan lambat. Dengan begitu, tugas guru di sini dengan sigap memberikan pengayaan dan percepatan agar peserta didik tidak tertinggal dengan murid lainnya.

Layanan tersebut masih berkesinambungan dengan layanan pendidikan yang bermutu. Setiap siswa berhak mendapatkannya agar standarisasi yang ditentukan benar-benar terlaksana dan mampu menjadi cara keluar dari permasalahan pendidikan.

  • Hubungan Harmonis antara Guru dan Siswa

Pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila sang guru mampu menciptakan suasana hangat, terbuka, saling menghargai serta saling menerima. Guru adalah orang tua murid ketika di sekolah sehingga sangat penting perhatian dan kasih sayangnya untuk para murid.

Dengan hubungan yang baik maka terjadi timbal balik dan mampu membuat peserta didik senantiasa aktif berpartisipasi di dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuannya agar tercipta keadaan yang menyenangkan..

  • Menegakkan 5 Pilar Belajar

Keinginan tahuan para murid akan cenderung membuatnya mengerjakan sesuatu yang dicari. Upaya tersebut tentu akan memberikan pengetahuan dan menjadi bekal ke depannya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih ttinggi.

Setelah itu, belajar untuk hidup bersama akan menjadi perjuangan yang harus dilakukan ketika terjun ke masyarakat. Adapun pilar yang kelima adalah memperkuat keimanan dan ketaqwaan sebagai pedoman agama dalam menjalani kehidupan.

  • Penggunaan Multimedia dalam Pelaksanaan Pendidikan

Dengan berkembangnya zaman, produk teknologi membantu proses pembelajaran di kelas. Guru dapat menggunakan laptop serta proyektor untuk menerangkan materi tanpa harus menulis di papan.

Cara ini bisa dikatakan efektif mengingat ada beberapa materi yang memang diperlukan pengajarannya melalui penayangan video seperti mata pelajaran biologi. Bahkan, di era sekarang, hampir seluruh sekolah telah beralih dari cara konvensional menuju modern.

  • Memanfaatkan Kondisi Alam dan Sosial Budaya

Pembelajaran di luar kelas tentu memiliki kelebihan tersendiri bagi peserta didik. Mereka dapat mengeksplore tempat baru serta bekerja sama dengan teman-teman memberikan suasana yang menantang.

Selain itu, mengenalkan kebudayaan juga mendukung pencapaian generasi yang berwawasan luas. Ada kalanya rasa bosan juga dirasakan para murid ketika tidak ada hal menarik untuk diamanti.

Visi dan Misi Pendidikan Nasional sesuai Standar Nasional Pendidikan

Tujuan pendidikan Indonesia adalah menjadikan sistem pendidikan yang berwibawa serta kuat untuk memberdayakan seluruh warga negara Indonesia. Tujuannya agar mereka mampu menjadi manusia berkualitas dan produktif dalam menghadapi zaman yang selalu berubah. Sedangkan misi-misinya adalah sebagai berikut :

Perluasan dan Pemerataan Pendidikan

Kesempatan memperoleh hak untuk bersekolah seharusnya didapatkan semua warga negara Indonesia sesuai dengan tujuan di dalam UUD NKRI 1945. Namun faktanya masih banyak anak yang tidak mendapatkannya.

Dengan melaksanakan misi ini, sama dengan menyelamatkan generasi penerus bangsa. Saat ini, pemerintah juga meningkatkan beasiswa di semua jenjang sebagai upaya pemerataan pendidikan.

Meningkatkan Mutu Pendidikan

Peningkatan kualitas baik di regional, nasional maupun internasional sejalan dengan visi yang ingin dicapai. Saat ini sudah banyak murid Indonesia yang telah berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia.

Baca Juga: Pengertian Inovasi

Pemerintah pun juga telah memberikan penghargaan bagi siapa saja yang telah berjuang di bidangnya. Hal ini sebagai pemantik bahwa orang yang telah berprestasi memang dihargai dan dibanggakan.

Meningkatkan Keprofesionalan dan Akuntabilitas Lembaga Pendidikan

Mengelola anggaran yang besar tentu bukanlah hal mudah. Tanggung jawab sesuai dengan amanat yang diemban oleh sebuah lembaga pendidikan adalah bentuk keprofesionalan.

Tranparansi menjadi kunci agar akuntabilitas tetap terjaga. Pemerintah telah menganggarkan 20% Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) guna mencerdaskan warga negaranya. Membangun sebuah negara memang harus dimulai dari pemberdayaan sumber daya manusia.

Meningkatkan Kesiapan Masukan Proses Pendidikan

Pemerintah terus melakukan pembenahan dari sistem yang telah dibuat. Keberadaan pendidikan sebagai upaya dalam memajukan bangsa belum sepenuhnya matang. Akan selalu ada masukan serta saran untuk perbaikan menuju ke arah yang lebih bagus.

Berbagai elemen diharapkan mampu berkoordinasi secara lebih siap dan sigap dalam menyongsong proses pendidikan. Hal ini akan memacu peningkatan hasil yang menjadi goal di masa depan.

Mendorong Peran Serta Masyarakat dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Indonesia menganut asas desentralisasi kekuasaan sehingga otomatis pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan pendidikan di daerahnya masing – masing. Dari dasar ini maka dibutuhkan peran masyarakat dalam membantu prosesnya.

Masing-masing daerah memiliki karakteristik tersendiri, sehingga pemerintah pusat memberi dukungan penuh agar proses penyelenggaraan pendidikan tetap berlanjut dengan budaya yang telah menempel dan menjadi kebiasaan.

Memfasilitasi Potensi Anak Bangsa

Wujud keseriusan pemerintah dalam mengimplementasikan tujuan nasional tentu salah satunya memberikan ruang agar anak bangsa mampu mengeksplorasi kemampuan masing-masing sesuai dengan bidang yang dipilih,

Pengembangan potensi sejak anak usia dini sampai akhir hayat tentu dengan harapan mewujudkan generasi yang pembelajar. Dengan demikian, konsep memanusiakan manusia bukan sekedar jargon saja yang pada setiap Hari Pendidikan Nasional selalu menjadi bahan kritikan.

Meningkatkan Relevansi Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat

Zaman akan senantiasa berkembang dengan cepat. Pendidikan adalah salah satu senjata untuk menakhlukkan dunia, maka kebutuhan akan pendidikan kini menjadi hal dasar di berbagai lini kehidupan. Banyak negara berlomba-lomba agar warga negaranya mendapatkan fasilitas ini.

Tujuannya tentu agar menjadi negara yang bisa kuat secara SDM. Begitu pula Indonesia, sedikit demi sedikit mampu memberikan keleluasaan bagi anak bangsa. Tantangan global di depan mata mau tak mau harus dihadapi dengan segala kemampuan yang terus diasah.

Reformasi Pendidikan

Reformasi Pendidikan

Terkait dengan visi dan misi pendidikan nasional, maka perubahan besar dilakukan guna memacu pengelola, penyelenggara dan satuan pendidikan agar bisa meningkatkan kinerja serta pelayanan dalam usaha memberikan pendidikan yang bermutu.

  1. Adanya perubahan paradigma dari pemikiran manusia sebagai sumber daya pembangunan beralih menjadi subjek pembangunan secara utuh. Sebuah proses pendidikan harus bisa membentuk manusia seutuhnya, yakni memiliki pengetahuan, keterampilan serta jiwa sosial.

Karakteristiknya yang selalu ingin berkembang menjadi salah satu fokus perhatian agar senantiasa mampu memahami dinamika psikososial serta lingkungan dan kulturalnya. Proses pendidikan yang dimaksud tersebut mencakup :

  • Pengembangan, penghayatan, apresiasi serta ekspresi seni
  • Peningkatan keimanan dan ketaqwaan
  • Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara global
  • Pembentukan manusia yang sehat secara jasmani dan rohani
  • Memiliki wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi serta kepribadian.
  1. Adanya perspektif mengenai keberadaan peserta didik yang nantinya menjadi bagian masyarakat dengan segala lingkungan sosio – kulturnya. Dan pada suatu saat akan tumbuh menjadi pribadi mandiri serta mengerti akan kebudayaan setempat.

Hal ini sesuai dengan pentahapan aktualisasi intelektual, emosional serta spiritual anak di dalam mempelajari sesuatu. Terutama mulai dari proses paling sederhana sampai yang paling eksternal dan rumit. Tentu fase ini merupakan waktu dalam memahami diri dan lingkungannya.

  1. Penyelenggaran pendidikan dinyatakan sebagai sebuah proses panjang dalam pemberdayaan peserta didik yang berlangsung mulai dari dini sampai akhir hayat. Yang mana dalam fase ini pendidik sebagai rule model harus bisa memberikan tauladan yang baik kepada anak didik.

Seorang guru yang selalu bisa membangun kemauan serta mengembangkan potensi para muridnya. Semula paradigma seorang guru mentransformasikan ilmu kini berubah menjadi peserta didik yang harus lebih banyak bereksplorasi dalam memunculkan kreatifitas di dalam diri.

Serta mampu menjadi murid yang memiliki kekuatan spiritual, cerdas, berbadan sehat jasmani dan rohani, berkepribadian dan berdaya juang tinggi. Dengan begitu, harapannya mereka akan mampu menghadapi tantangan masyarakat yang semakin komplek.

  1. Diperlukan kerangka dasar yang memang diperlukan oleh setiap penyelenggara pendidikan dan satuan di bawahnya. Pedoman ini terdiri dari kriteria minimal. Kriteria yang dimaksud adalah seperti di bawah ini :
  • Proses pembelajaran yang mendidik, dialogis, mendorong interaksi serta demokratis
  • Pendidikan yang terdiri dari muatan seimbang dan holistik
  • Hasil yang bermutu dan terukur dengan baik
  • Memiliki sarana dan prasarana belajar yang bisa membuat peserta didik berkembang secara optimal
  • Terdapat pendidik yang professional serta tenaga kependidikan yang kompeten
  • Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan
  • Terlaksana evaluasi, akreditasi serta sertifikasi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan dan masif

Permasalahan di Sistem Pendidikan

Berbeda dengan beberapa negara tetangga yang sedikit maju dalam sistem pendidikan. Maka Indonesia bisa dikatakan tertinggal dibandingkan mereka. Banyak faktor yang memengaruhi mengapa hal itu bisa terjadi di negara yang telah 75 tahun merdeka ini.

Permasalahan ini sebenarnya memberikan kerugian yang cukup besar. Karena secara tidak langsung pendidikan adalah upaya untuk mempersiapkan generasi di masa mendatang. Penjelasan di bawah ini mengupas beberapa permasalahan pendidikan Indonesia :

Mahalnya Biaya Pendidikan

Kenyataannya, banyak anak yang belum bisa menikmati haknya. Tidak heran di daerah pelosok terdapat generasi cerdas yang belum mendapat kepastian masa depan. Biaya yang begitu mahal tidak bisa dijangkau oleh semua kalangan.

Penerapan kebijakan yang salah menimbulkan keresahan bagi para orang tua. Meskipun ada beberapa beasiswa yang telah disediakan, nyatanya hanya dinikmati segelintir orang saja. Sosialisasi secara masif seharusnya dilakukan agar sedikit mengurangi permasalahan ini.

Faktor Geografis yang Kurang Mendukung

Memiliki pulau yang sangat banyak bagaikan dua sisi yang berlawanan. Di satu sisi mampu memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun di sisi lain membuat medan susah untuk dijangkau. Begitu pula halnya dengan sekolah.

Banyak sekali cerita mengharukan para murid yang harus menyeberang sungai bahkan menerjang banjir agar bisa bersekolah. Seharusnya, pemerintah daerah memperhatikan nasib pejuang ilmu seperti ini karena apabila dibiarkan maka bisa menurunkan daya juang mereka.

Masih Banyak Kasus Suap

Sudah menjadi rahasia umum bahwa masih ada saja kasus sogok menyogok yang dilakukan oleh para orang tua agar anaknya mendapatkan tempat atau kursi di sekolahan. Hal ini seakan menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa seharusnya sikap sportifitas dijunjung tinggi.

Ujian masuk sekolah adalah ajang atau kompetisi para murid bukan para orang tua. Karena itu, yang seharusnya menjadi pertimbangan tentunya adalah kemampuan peserta didik saat mengikuti seleksi.

Mindset Orang Tua yang Salah

Di desa, masih ada orang tua yang melarang anaknya untuk sekolah tinggi hanya dengan alasan kurang jelas. Ini adalah salah satu permasalahan klasik yang masih ada sampai sekarang. Tak heran setelah lulus SD banyak anak akan bekerja atau menikah di daerah pedesaan.

Sudah saatnya pola pikir itu harus berubah menuju ke pemikiran yang lebih modern. Karena hanya lewat pendidikan seorang anak mampu mengubah nasibnya dan keluarga. Mampu meningkatkan derajat juga.

Tujuan Evaluasi Pendidikan Saat Ini

Pendidikan yang bermutu dianggap sebagai sesuatu yang amat penting untuk menciptakan strategi di masa depan. Untuk mendapatkan pekerjaan pun mengharuskan seseorang harus menempuh pendidikan dengan strata yang telah ditentukan.

Pengertian pendidikan yang bermutu itu sendiri adalah kegiatan yang disengaja dan sadar dalam meningkatkan kualitas belajar seorang peserta didik dan menghasilkan interaksi yang positif dengan pendidik. Namun, sayang sampai saat ini masih belum terlaksana pendidikan itu secara matang.

Ada beberapa kekurangan yang masih menjadi fokus antara pihak sekolah, masyarakat serta pemerintah. Evaluasi menjadi hal yang wajib dilakukan untuk mengukur seberapa berhasil pelaksanaan pendidikan yang telah dilakukan. Adapun tujuan evaluasi adalah :

  • Untuk mengetahui dan mengukur efektifitas dari metode-metode pembelajaran yang telah digunakan pendidik dalam jangka waktu tertentu
  •  Untuk mengetahui serta menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai perkembangan serta taraf kemajuan para murid setelah mereka mengikuti proses pembelajaran.

Fungsi Evaluasi Pendidikan

Dengan memiliki dasar penilaian atas sebuah proses, maka akan senantiasa ada peningkatan serta rencana – rencana yang lebih matang setelahnya. Adanya evaluasi tentu memberikan manfaat tersendiri bagi sebuah sistem pendidikan. Adapun fungsi-fungsinya adalah :

  • Berfungsi diagnostik, fungsi ini akan membuat seorang pendidik mampu mendeteksi tentang kelemahan dan kelebihan para peserta didik.
  • Berfungsi selektif, melalui proses ini guru bisa melakukan seleksi dan menilai para murid.
  • Berfungsi sebagai pengukur keberhasilan. Evaluasi ini memungkinkan pendidik mampu mengerti dan memahami sejauh mana keberhasilan suatu program yang telah diterapkan .
  • Berfungsi sebagai penempatan. Dengan mengadakan evaluasi ini, maka guru dapat menempatkan muridnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Terlepas dengan segala carut marut sistem yang masih ada di negara ini. Rasa – rasanya harus ada pembaharuan besar yang harus dibuat. Dengan begitu, segala kekurangan bisa dihadapi dengan cepat dan tanggap.

Baca Juga: Pengertian Bahasa

Demikian ulasan mengenai 8 standar nasional pendidikan (SNP) fungsi dan tujuannya. Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar